√ Pengertian Cerpen: Ciri, Struktur dan Unsur Cerpen (Lengkap)

Pengertian Cerpen: Arti, Ciri-Ciri, Struktur dan Unsur Cerpen

Pengertian Cerpen: Arti, Ciri-Ciri, Struktur dan Unsur Cerpen

Dalam pelajaran bahasa Indonesia, pasti kalian pernah dong menemui pembahasan tentang cerpen. Ini merupakan salah satu materi dasar yang diajarkan bahkan sejak Sekolah Dasar. Tapi mungkin banyak juga dari kalian yang sampai sekarang belum paham atau bahkan lupa apa itu cerpen. Cerpen merupakan satu dari sekian banyak jenis karya sastra yang ada di Indonesia.

Dan mungkin sekarang kalian juga bertanya-tanya, apa bedanya cerpen dan novel. Kedua hal ini sama-sama berisi berbagai macam cerita yang menarik. Bahkan tata bahasa yang digunakan pun cenderung sama dan sulit dibedakan. Untuk menjawab itu semua, silahkan simak penjelasan apa itu cerpen, ciri-ciri, unsur serta cara membuatnya sebagai berikut.

 

Pengertian Cerpen

Cerita Pendek atau cerpen adalah salah satu jenis karya sastra yang berisi kisah dengan berbagai macam konflik di dalamnya. Sesuai dengan namanya, cerpen cenderung memiliki cerita yang tak terlalu panjang. Pada umumnya hanya akan tersusun kurang dari 10.000 kata. Hal inilah yang menjadi perbedaan mendasar antara cerpen dan novel. Jikalau novel yang sering kita temui akan memiliki jalan cerita yang sangat panjang sampai ratusan halaman.

Cerpen mungkin identik dengan dongeng untuk kalangan anak-anak. Namun sebuah cerpen bisa berisi berbagai macam cerita yang cocok untuk semua kalangan. Ada yang memiliki tema persahabatan, sosial atau bahkan tentang percintaan. Umumnya, sebuah cerpen juga akan memiliki pesan yang tersirat di dalamnya. Entah itu dalam bentuk nasihat, motivasi atau yang lainnya.

 

Fungsi Cerpen

Cerita-cerita yang dihadirkan di dalam cerpen tentu memiliki maksud dan tujuan tertentu, diantaranya sebagai berikut :

  • Fungsi Rekreatif, sebagai hiburan yang mampu memberikan cerita yang menarik, membekas atau membuat senang.
  • Fungsi Moralitas, memiliki pesan moral tertentu sehingga pembaca bisa membedakan mana yang baik dan tidak.
  • Fungsi Didaktif, menunjukkan nilai-nilai kebenaran lewat cerita yang dihadirkan.
  • Fungsi Estetis, sebagai sebuah karya sastra yang memiliki keindahannya tersendiri.
  • Fungsi Religius, kadang diselipi dengan ajaran agama.

 

Ciri-Ciri Cerpen

Cerpen juga memiliki beberapa ciri-ciri yang bisa jadi pembeda dirinya dengan karya sastra lain seperti berikut ini :

  • Cerita pendek tak lebih dari 10.000 kata.
  • Kisah yang dihadirkan tergolong ringan.
  • Cerita hanya fokus pada satu peristiwa, tidak menceritakan keseluruhan hidup tokohnya.
  • Kisah dimulai dari munculnya konflik hingga ada solusinya.
  • Tata bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
  • Biasanya menggunakan alur maju.
  • Memiliki pesan/amanat tertentu.

 

Struktur Cerpen

Dalam cerita yang disajikan, cerpen umumnya memiliki struktur atau bagian tertentu. Hal ini dibuat agar ceritanya menjadi jelas serta mudah dipahami oleh pembacanya. Berikut ini bagian-bagian yang ada dalam cerpen :

 

1. Abstrak

Berisi kerangka yang nantinya dikembangkan menjadi cerita yang utuh. Bagian ini sebenarnya tidak harus ada, namun akan mempermudah pembuatan cerpen itu sendiri.

 

2. Orientasi

Hal-hal yang berkaitan dengan setting baik waktu, tempat, suasana ataupun yang lainnya.

 

3. Komplikasi

Hubungan sebab akibat yang terjadi antar peristiwa sehingga menghasilkan cerita yang teratur. Kita harus membuatnya sejelas mungkin sehingga pembaca tidak akan bingung.

 

4. Evaluasi

Konflik/masalah dalam cerita sudah mulai mencapai klimaks dan mulai menemukan solusinya.

 

5. Resolusi

Bagian yang menunjukkan penyelesaian masalah yang dialami oleh si karakter.

 

6. Koda

Berisi pesan atau amanat tertentu yang memang ditujukan untuk memberikan pelajaran bagi pembaca.

 

Unsur-Unsur Cerpen

Kalian mungkin sudah pernah mempelajari tentang unsur-unsur yang terdapat dalam cerpen. Kita bisa membedakannya menjadi 2 jenis yaitu unsur Intrinsik dan Ekstrinsik. Untuk lebih jelasnya silahkan simak dibawah ini :

 

1. Unsur Intrinsik Cerpen

Ialah unsur-unsur yang membangun cerpen itu dari dalam ceritanya. Ada beberapa unsur intrinsik cerpen diantaranya tema, plot, setting, tokoh penokohan dan sudut pandang.

 

a. Tema

Merupakan cikal bakal dari cerita yang akan disajikan. Pertama, tema sangat menentukan kisah apa yang akan dibuat. Hal ini juga disesuaikan dengan target pembaca apakah anak-anak atau orang dewasa.

 

b. Alur dan Plot

Salah satu bagian terpenting karena menyusun keseluruhan cerita dalam cerpen. Mulai dari awal perkenalan, munculnya konflik hingga adanya solusi yang dihadirkan. Penyusunannya harus dilakukan dengan hati-hati agar hasilnya tidak berantakan.

 

c. Setting/Latar

Maksud dari setting disini adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan waktu, tempat serta suasana. Hal ini untuk memperjelas cerita yang muncul dalam cerpen tersebut.

 

d. Tokoh

Setiap cerita tidak akan berjalan jika tak memiliki tokoh di dalamnya. Ada karakter protagonis, antagonis dan tritagonis. Protagonis merupakan tokoh utama yang umumnya bersifat baik, namun ada juga yang sebaliknya tapi sangat jarang. Antagonis merupakan lawan dari protagonis dan sering digambarkan jadi tokoh jahat. Sementara tritagonis adalah karakter pendukung yang melengkapi cerita.

 

e. Penokohan

Penokohan disini lebih kepada sifat dan kepribadian dari seorang karakter. Hal ini tergambar lewat apa yang karakter tersebut lakukan, ucapkan atau pikirkan. Penokohan ini bisa digambarkan secara langsung lewatk penjelasan pengarang dengan metode analitik. Atau juga bisa hanya tersirat lewat fisik atau perilakunya yang disebut metode dramatik.

 

f. Sudut Pandang

Dalam penceritaan, terdapat 4 buat sudut pandang berbeda yang bisa digunakan, diantaranya sebagai berikut :

 

  • Sudut Pandang Orang Pertama Sebagai Pelaku

Dalam penceritaannya akan menggunakan kata ‘aku’ atau ‘saya’. Hal ini menunjukkan bahwa si pencerita inilah yang mengalami kejadian tersebut selaku tokoh utamanya.

 

  • Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan

Hampir saja seperti yang sebelumnya, namun disini ia tidak berperan sebagai tokoh utama melainkan hanya tokoh sampingan. Cerita yang ditampilkan adalah hal yang dialami tokoh lain, si ‘aku’ hanya berperan sebagai saksi yang mengantarkan cerita pada pembaca.

 

  • Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu

Pengarang disini akan berperan layaknya seorang narator. Biasanya menggunakan kata tunjuk ‘dia’ sebagai pelaku utamanya. Pengarang akan menceritakan kisah yang dialami oleh si ‘dia’ secara lengkap dan jelas.

 

  • Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat

Perbedaan dengan yang sebelumnya adalah disini pengarang bercerita seakan-akan ‘tidak tahu secara jelas’. Ia hanya mengisahkan peristiwa yang dialami si ‘dia’ secara samar-samar.

 

g. Amanat

Terakhir adalah pesan atau amanat yang terkandung dalam ceritanya. Pengarang memang seringkali menyisipkan sesuatu yang bisa memberikan pelajaran bagi pembacanya.

 

2. Unsur Ekstrinsik

Ialah unsur-unsur yang mempengaruhi cerita dari luar cerpen. Hal ini berkaitan erat dengan pengarang serta lingkungan ataupun keadaan sosial saat itu.

 

a. Backgrund Pengarang

Sebagai pencipta dari ceritanya, tentu pengarang punya pengaruh besar di dalamnya. Latar belakang darinya juga mempunyai andil akan jadi seperti apa cerita yang disajikan. Entah itu dari segi pengalaman, aliran sastra atau keadaan psikologisnya.

 

b. Kondisi Masyarakat Sekitar

Selain dari segi pengarang, kondisi sosial juga mempengaruhi cerita secara tidak langsung. Contohnya dari aspek sosial, ekonomi, budaya dan lain sebagainya.

 

Demikian penjelasan lengkap pengertian cerpen, fungsi manfaat, unsur serta strukturnya. Sampai disini, semoga semuanya jelas dan langsung bisa dipahami ya. Namun jika sekiranya masih ada materi yang belum dimengerti, bisa langsung meninggalkan pertanyaan di kolom komentar.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian Cerpen: Arti, Ciri-Ciri, Struktur dan Unsur Cerpen

Pengertian Cerpen: Arti, Ciri-Ciri, Struktur dan Unsur Cerpen

Dalam pelajaran bahasa Indonesia, pasti kalian pernah dong menemui pembahasan tentang cerpen. Ini merupakan salah satu materi dasar yang diajarkan bahkan sejak Sekolah Dasar. Tapi mungkin banyak juga dari kalian yang sampai sekarang belum paham atau bahkan lupa apa itu cerpen. Cerpen merupakan satu dari sekian banyak jenis karya sastra yang ada di Indonesia.

Dan mungkin sekarang kalian juga bertanya-tanya, apa bedanya cerpen dan novel. Kedua hal ini sama-sama berisi berbagai macam cerita yang menarik. Bahkan tata bahasa yang digunakan pun cenderung sama dan sulit dibedakan. Untuk menjawab itu semua, silahkan simak penjelasan apa itu cerpen, ciri-ciri, unsur serta cara membuatnya sebagai berikut.

 

Pengertian Cerpen

Cerita Pendek atau cerpen adalah salah satu jenis karya sastra yang berisi kisah dengan berbagai macam konflik di dalamnya. Sesuai dengan namanya, cerpen cenderung memiliki cerita yang tak terlalu panjang. Pada umumnya hanya akan tersusun kurang dari 10.000 kata. Hal inilah yang menjadi perbedaan mendasar antara cerpen dan novel. Jikalau novel yang sering kita temui akan memiliki jalan cerita yang sangat panjang sampai ratusan halaman.

Cerpen mungkin identik dengan dongeng untuk kalangan anak-anak. Namun sebuah cerpen bisa berisi berbagai macam cerita yang cocok untuk semua kalangan. Ada yang memiliki tema persahabatan, sosial atau bahkan tentang percintaan. Umumnya, sebuah cerpen juga akan memiliki pesan yang tersirat di dalamnya. Entah itu dalam bentuk nasihat, motivasi atau yang lainnya.

 

Fungsi Cerpen

Cerita-cerita yang dihadirkan di dalam cerpen tentu memiliki maksud dan tujuan tertentu, diantaranya sebagai berikut :

  • Fungsi Rekreatif, sebagai hiburan yang mampu memberikan cerita yang menarik, membekas atau membuat senang.
  • Fungsi Moralitas, memiliki pesan moral tertentu sehingga pembaca bisa membedakan mana yang baik dan tidak.
  • Fungsi Didaktif, menunjukkan nilai-nilai kebenaran lewat cerita yang dihadirkan.
  • Fungsi Estetis, sebagai sebuah karya sastra yang memiliki keindahannya tersendiri.
  • Fungsi Religius, kadang diselipi dengan ajaran agama.

 

Ciri-Ciri Cerpen

Cerpen juga memiliki beberapa ciri-ciri yang bisa jadi pembeda dirinya dengan karya sastra lain seperti berikut ini :

  • Cerita pendek tak lebih dari 10.000 kata.
  • Kisah yang dihadirkan tergolong ringan.
  • Cerita hanya fokus pada satu peristiwa, tidak menceritakan keseluruhan hidup tokohnya.
  • Kisah dimulai dari munculnya konflik hingga ada solusinya.
  • Tata bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
  • Biasanya menggunakan alur maju.
  • Memiliki pesan/amanat tertentu.

 

Struktur Cerpen

Dalam cerita yang disajikan, cerpen umumnya memiliki struktur atau bagian tertentu. Hal ini dibuat agar ceritanya menjadi jelas serta mudah dipahami oleh pembacanya. Berikut ini bagian-bagian yang ada dalam cerpen :

 

1. Abstrak

Berisi kerangka yang nantinya dikembangkan menjadi cerita yang utuh. Bagian ini sebenarnya tidak harus ada, namun akan mempermudah pembuatan cerpen itu sendiri.

 

2. Orientasi

Hal-hal yang berkaitan dengan setting baik waktu, tempat, suasana ataupun yang lainnya.

 

3. Komplikasi

Hubungan sebab akibat yang terjadi antar peristiwa sehingga menghasilkan cerita yang teratur. Kita harus membuatnya sejelas mungkin sehingga pembaca tidak akan bingung.

 

4. Evaluasi

Konflik/masalah dalam cerita sudah mulai mencapai klimaks dan mulai menemukan solusinya.

 

5. Resolusi

Bagian yang menunjukkan penyelesaian masalah yang dialami oleh si karakter.

 

6. Koda

Berisi pesan atau amanat tertentu yang memang ditujukan untuk memberikan pelajaran bagi pembaca.

 

Unsur-Unsur Cerpen

Kalian mungkin sudah pernah mempelajari tentang unsur-unsur yang terdapat dalam cerpen. Kita bisa membedakannya menjadi 2 jenis yaitu unsur Intrinsik dan Ekstrinsik. Untuk lebih jelasnya silahkan simak dibawah ini :

 

1. Unsur Intrinsik Cerpen

Ialah unsur-unsur yang membangun cerpen itu dari dalam ceritanya. Ada beberapa unsur intrinsik cerpen diantaranya tema, plot, setting, tokoh penokohan dan sudut pandang.

 

a. Tema

Merupakan cikal bakal dari cerita yang akan disajikan. Pertama, tema sangat menentukan kisah apa yang akan dibuat. Hal ini juga disesuaikan dengan target pembaca apakah anak-anak atau orang dewasa.

 

b. Alur dan Plot

Salah satu bagian terpenting karena menyusun keseluruhan cerita dalam cerpen. Mulai dari awal perkenalan, munculnya konflik hingga adanya solusi yang dihadirkan. Penyusunannya harus dilakukan dengan hati-hati agar hasilnya tidak berantakan.

 

c. Setting/Latar

Maksud dari setting disini adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan waktu, tempat serta suasana. Hal ini untuk memperjelas cerita yang muncul dalam cerpen tersebut.

 

d. Tokoh

Setiap cerita tidak akan berjalan jika tak memiliki tokoh di dalamnya. Ada karakter protagonis, antagonis dan tritagonis. Protagonis merupakan tokoh utama yang umumnya bersifat baik, namun ada juga yang sebaliknya tapi sangat jarang. Antagonis merupakan lawan dari protagonis dan sering digambarkan jadi tokoh jahat. Sementara tritagonis adalah karakter pendukung yang melengkapi cerita.

 

e. Penokohan

Penokohan disini lebih kepada sifat dan kepribadian dari seorang karakter. Hal ini tergambar lewat apa yang karakter tersebut lakukan, ucapkan atau pikirkan. Penokohan ini bisa digambarkan secara langsung lewatk penjelasan pengarang dengan metode analitik. Atau juga bisa hanya tersirat lewat fisik atau perilakunya yang disebut metode dramatik.

 

f. Sudut Pandang

Dalam penceritaan, terdapat 4 buat sudut pandang berbeda yang bisa digunakan, diantaranya sebagai berikut :

 

  • Sudut Pandang Orang Pertama Sebagai Pelaku

Dalam penceritaannya akan menggunakan kata ‘aku’ atau ‘saya’. Hal ini menunjukkan bahwa si pencerita inilah yang mengalami kejadian tersebut selaku tokoh utamanya.

 

  • Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan

Hampir saja seperti yang sebelumnya, namun disini ia tidak berperan sebagai tokoh utama melainkan hanya tokoh sampingan. Cerita yang ditampilkan adalah hal yang dialami tokoh lain, si ‘aku’ hanya berperan sebagai saksi yang mengantarkan cerita pada pembaca.

 

  • Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu

Pengarang disini akan berperan layaknya seorang narator. Biasanya menggunakan kata tunjuk ‘dia’ sebagai pelaku utamanya. Pengarang akan menceritakan kisah yang dialami oleh si ‘dia’ secara lengkap dan jelas.

 

  • Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat

Perbedaan dengan yang sebelumnya adalah disini pengarang bercerita seakan-akan ‘tidak tahu secara jelas’. Ia hanya mengisahkan peristiwa yang dialami si ‘dia’ secara samar-samar.

 

g. Amanat

Terakhir adalah pesan atau amanat yang terkandung dalam ceritanya. Pengarang memang seringkali menyisipkan sesuatu yang bisa memberikan pelajaran bagi pembacanya.

 

2. Unsur Ekstrinsik

Ialah unsur-unsur yang mempengaruhi cerita dari luar cerpen. Hal ini berkaitan erat dengan pengarang serta lingkungan ataupun keadaan sosial saat itu.

 

a. Backgrund Pengarang

Sebagai pencipta dari ceritanya, tentu pengarang punya pengaruh besar di dalamnya. Latar belakang darinya juga mempunyai andil akan jadi seperti apa cerita yang disajikan. Entah itu dari segi pengalaman, aliran sastra atau keadaan psikologisnya.

 

b. Kondisi Masyarakat Sekitar

Selain dari segi pengarang, kondisi sosial juga mempengaruhi cerita secara tidak langsung. Contohnya dari aspek sosial, ekonomi, budaya dan lain sebagainya.

 

Demikian penjelasan lengkap pengertian cerpen, fungsi manfaat, unsur serta strukturnya. Sampai disini, semoga semuanya jelas dan langsung bisa dipahami ya. Namun jika sekiranya masih ada materi yang belum dimengerti, bisa langsung meninggalkan pertanyaan di kolom komentar.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *