√ Pengertian BUMN: Fungsi, Jenis-Jenis dan Contoh BUMN (Lengkap)

Pengertian BUMN: Fungsi, Jenis-Jenis, Kelebihan, Kekurangan dan Contoh BUMN

Pengertian BUMN: Fungsi, Jenis-Jenis, Kelebihan, Kekurangan dan Contoh BUMN

Di Indonesia, ada sangat banyak perusahan yang bergerak di berbagai bidang yang berbeda-beda. Dan diantara mereka, ada yang dimiliki oleh negara dan ada pula yang dimiliki oleh swasta. Nah perusahaan yang dimiliki dan dikelola oleh negara inilah yang disebut sebagai BUMN. Dimana ia juga memiliki peran penting dalam sistem perekonomian negara kita ini.

Untuk lebih mengenal dan memahami tentang apa itu BUMN, silahkan simak rangkuman dari Mastekno berikut ini. Penjelasan singkat tentang definisi BUMN, fungsi tujuan, ciri-ciri, jenis dan contohnya lengkap.

 

Pengertian BUMN

BUMN adalah kependekan dari Badan Usaha Milik Negara. Secara istilah, ia merupakan badan usaha yang mana sebagian besar atau seluruh modalnya berasal dari kekayaan negara. BUMN menjadi salah satu penggerak utama dalam roda ekonomi nasional. Mereka memproduksi barang atau menyediakan jasa yang dibutuhkan demi mensejahterakan masyarakat. BUMN bisa bergerak di berbagai bidang mulai dari pertanian, transportasi, telekomunikasi dll.

 

Tujuan BUMN

Sebagai sebuah badan usaha yang bergerak di bidang ekonomi, tentu tujuannya adalah untuk kesejahteraan. Selain itu, BUMN juga punya beberapa tujuan sebagai berikut :

  • Untuk memperoleh keuntungan dari usaha yang dilakukan.
  • Sebagai salah satu sumber pemasukan negara.
  • Sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Menyediakan apa yang belum dapat dilakukan oleh swasta.
  • Sebagai penyuplai kebutuhan masyarakat.
  • Membantu pengusaha lain yang berskala lebih kecil.

 

Fungsi BUMN

BUMN menjadi salah satu penggerak roda ekonomi dalam skala nasional. Mereka turut andil besar dalam membantu mensejahterakan rakyat. Selain itu, ada banyak fungsi BUMN yang perlu kalian ketahui :

  • Menyediakan produk yang sekiranya belum bisa dihadirkan oleh pihak swasta.
  • Menjadi salah satu instrumen dalam mengelola perekonomian.
  • Memberikan kebutuhan rakyat baik berupa barang atau jasa.
  • Menyediakan banyak lapangan pekerjaan.
  • Memberikan dorongan usaha terhadap masyarakat kecil.

 

Jenis-Jenis BUMN dan Contohnya

Umumnya, BUMN memiliki bentuk yang berbeda-beda. Berdasarkan UU No. 19 Tahun 2003, berikut ini beberapa jenis BUMN yang ada di Indonesia :

 

1.Perum (Badan Usaha Umum)

Ialah badan usaha dimana keseluruhan modalnya berasal dan milik negara. Tidak ada pembagian saham yang berarti negara memiliki kontrol penuh terhadap pengelolaannya. Beberapa ciri Perum sebagai berikut :

  • Dipimpin oleh direktur.
  • Tujuannya memberikan pelayanan terhadap masyarakat.
  • Modal bisa diambil dari beberapa pihak.
  • Pengelolaannya terpisah dari kekayaan negara.
  • Karyawan berstatus pegawai perusahaan swasta.

 

Contoh Perum :

  • Perum Peruro
  • Perum Antara
  • Perum Balai Pustaka
  • Perum Bulog
  • Perum Perumnas

 

2. Persero (Badan Usaha Perseroan)

Bentuk BUMN yang mana modalnya minimal 51% dari negara dan sisanya dari pihak lain. Hal ini didasarkan pada PP No. 12 Tahun 1998 yang mengatur bahwa paling tidak lebih dari setengah sahamnya harus milik negara. Berikut ini ciri-ciri dari Perseroan :

  • Dipimpin oleh Direksi
  • Ide pendirian oleh menteri.
  • Lebih dari setengah modal milik negara.
  • Modal diubah dalam bentuk saham.
  • Karyawannya memiliki status PNS.
  • Bertujuan mendapatkan keuntungan.

 

Contoh Perseroan :

  • PT KAI (Kereta Api Indonesia)
  • PT Garuda Indonesia
  • PT PLN (Perusahaan Listrik Negara)
  • PT Balai Pustaka
  • PT Pertamina

 

Kelebihan dan Kekurangan BUMN

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan bumn, sebagai berikut kami rangkum :

 

Keunggulan BUMN :

  • Mampu menguasai bidang yang penting bagi masyarakat.
  • Modal berasal dari negara.
  • Sebagai sumber pendapatan negara.
  • Dikontrol oleh negara.
  • Pengelolaan lebih baik.

 

Kelemahan BUMN :

  • Karena menguasai berbagai sektor, dapat terjadi monopoli.
  • Pengelolaan faktor produksi yang kurang efisien.
  • Adanya UU yang kadang mempersulitnya.
  • Tidak menjamin selalu mendapat keuntungan.

 

Demikian pembahasan lengkap mengenai pengertian BUMN, manfaat tujuan, jenis serta contohnya. Semoga setelah membaca artikel diatas kalian bisa langsung memahaminya ya. Apabila nantinya ada yang kurang dari materi diatas, bisa langsung kalian tanyakan di kolom komentar.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian BUMN: Fungsi, Jenis-Jenis, Kelebihan, Kekurangan dan Contoh BUMN

Pengertian BUMN: Fungsi, Jenis-Jenis, Kelebihan, Kekurangan dan Contoh BUMN

Di Indonesia, ada sangat banyak perusahan yang bergerak di berbagai bidang yang berbeda-beda. Dan diantara mereka, ada yang dimiliki oleh negara dan ada pula yang dimiliki oleh swasta. Nah perusahaan yang dimiliki dan dikelola oleh negara inilah yang disebut sebagai BUMN. Dimana ia juga memiliki peran penting dalam sistem perekonomian negara kita ini.

Untuk lebih mengenal dan memahami tentang apa itu BUMN, silahkan simak rangkuman dari Mastekno berikut ini. Penjelasan singkat tentang definisi BUMN, fungsi tujuan, ciri-ciri, jenis dan contohnya lengkap.

 

Pengertian BUMN

BUMN adalah kependekan dari Badan Usaha Milik Negara. Secara istilah, ia merupakan badan usaha yang mana sebagian besar atau seluruh modalnya berasal dari kekayaan negara. BUMN menjadi salah satu penggerak utama dalam roda ekonomi nasional. Mereka memproduksi barang atau menyediakan jasa yang dibutuhkan demi mensejahterakan masyarakat. BUMN bisa bergerak di berbagai bidang mulai dari pertanian, transportasi, telekomunikasi dll.

 

Tujuan BUMN

Sebagai sebuah badan usaha yang bergerak di bidang ekonomi, tentu tujuannya adalah untuk kesejahteraan. Selain itu, BUMN juga punya beberapa tujuan sebagai berikut :

  • Untuk memperoleh keuntungan dari usaha yang dilakukan.
  • Sebagai salah satu sumber pemasukan negara.
  • Sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Menyediakan apa yang belum dapat dilakukan oleh swasta.
  • Sebagai penyuplai kebutuhan masyarakat.
  • Membantu pengusaha lain yang berskala lebih kecil.

 

Fungsi BUMN

BUMN menjadi salah satu penggerak roda ekonomi dalam skala nasional. Mereka turut andil besar dalam membantu mensejahterakan rakyat. Selain itu, ada banyak fungsi BUMN yang perlu kalian ketahui :

  • Menyediakan produk yang sekiranya belum bisa dihadirkan oleh pihak swasta.
  • Menjadi salah satu instrumen dalam mengelola perekonomian.
  • Memberikan kebutuhan rakyat baik berupa barang atau jasa.
  • Menyediakan banyak lapangan pekerjaan.
  • Memberikan dorongan usaha terhadap masyarakat kecil.

 

Jenis-Jenis BUMN dan Contohnya

Umumnya, BUMN memiliki bentuk yang berbeda-beda. Berdasarkan UU No. 19 Tahun 2003, berikut ini beberapa jenis BUMN yang ada di Indonesia :

 

1.Perum (Badan Usaha Umum)

Ialah badan usaha dimana keseluruhan modalnya berasal dan milik negara. Tidak ada pembagian saham yang berarti negara memiliki kontrol penuh terhadap pengelolaannya. Beberapa ciri Perum sebagai berikut :

  • Dipimpin oleh direktur.
  • Tujuannya memberikan pelayanan terhadap masyarakat.
  • Modal bisa diambil dari beberapa pihak.
  • Pengelolaannya terpisah dari kekayaan negara.
  • Karyawan berstatus pegawai perusahaan swasta.

 

Contoh Perum :

  • Perum Peruro
  • Perum Antara
  • Perum Balai Pustaka
  • Perum Bulog
  • Perum Perumnas

 

2. Persero (Badan Usaha Perseroan)

Bentuk BUMN yang mana modalnya minimal 51% dari negara dan sisanya dari pihak lain. Hal ini didasarkan pada PP No. 12 Tahun 1998 yang mengatur bahwa paling tidak lebih dari setengah sahamnya harus milik negara. Berikut ini ciri-ciri dari Perseroan :

  • Dipimpin oleh Direksi
  • Ide pendirian oleh menteri.
  • Lebih dari setengah modal milik negara.
  • Modal diubah dalam bentuk saham.
  • Karyawannya memiliki status PNS.
  • Bertujuan mendapatkan keuntungan.

 

Contoh Perseroan :

  • PT KAI (Kereta Api Indonesia)
  • PT Garuda Indonesia
  • PT PLN (Perusahaan Listrik Negara)
  • PT Balai Pustaka
  • PT Pertamina

 

Kelebihan dan Kekurangan BUMN

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan bumn, sebagai berikut kami rangkum :

 

Keunggulan BUMN :

  • Mampu menguasai bidang yang penting bagi masyarakat.
  • Modal berasal dari negara.
  • Sebagai sumber pendapatan negara.
  • Dikontrol oleh negara.
  • Pengelolaan lebih baik.

 

Kelemahan BUMN :

  • Karena menguasai berbagai sektor, dapat terjadi monopoli.
  • Pengelolaan faktor produksi yang kurang efisien.
  • Adanya UU yang kadang mempersulitnya.
  • Tidak menjamin selalu mendapat keuntungan.

 

Demikian pembahasan lengkap mengenai pengertian BUMN, manfaat tujuan, jenis serta contohnya. Semoga setelah membaca artikel diatas kalian bisa langsung memahaminya ya. Apabila nantinya ada yang kurang dari materi diatas, bisa langsung kalian tanyakan di kolom komentar.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *