√ Pengertian Ideologi: Arti, Fungsi, Jenis dan Contoh Ideologi (Lengkap)

Pengertian Ideologi: Arti, Fungsi, Jenis dan Contoh Ideologi

Pengertian Ideologi: Arti, Fungsi, Jenis dan Contoh Ideologi

Negara kita mempunyai Pancasila sebagai ideologi negara. Artinya, setiap aturan serta hukum akan bersumber padanya. Serta tidak boleh ada sesuatu yang melanggar serta bertentangan dengan pancasila di negara Indonesia. Namun ideologi bukan hanya soal kehidupan bernegara saja. Konsep ideologi juga digunakan pada aspek politik, hukum, agama, sosial bahkan budaya.

Sebenarnya apa sih arti dari ideologi itu sendiri? Sejauh mana ia mengatur serta mempengaruhi kehidupan masyarakat. Untuk menambah pengetahuan kita sebagai warga negara, marilah mengenal lebih jauh tentang ideologi. Hal ini agar kita mampu menciptakan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik.

 

Pengertian Ideologi

Berasal dari gabungan kata Ideos yang artinya ide/cita-cita, dan logos yang artinya ilmu pengetahuan. Maka jika disatukan akan menjadi ilmu pengetahuan tentang gagasan atau cita-cita. Secara istilah, ideologi merupakan sebuah ide, gagasan serta cita-cita yang disusun untuk menjadi pedoman hidup masyarakat demi mencapai tujuan tertentu.

Ia berfungsi untuk mempersatukan individu agar semuanya berjalan di satu jalur demi mencapai cita-cita yang sama. Ideologi akan menjadi landasan berpikir serta cara pandang suatu masyarakat terhadap sebuah visi misi. Ia berbentuk ide abstrak sebagai sumber untuk mengatur serta menata kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Fungsi Kegunaan Ideologi

Dalam kaitannya dengan kehidupan berbangsa dan bernegara, ideologi punya peranan yang sangat penting. Ia adalah sumber serta pedoman dari segala aturan dan hukum yang ada. Untuk lebih jelasnya, berikut ini fungsi-fungsi dari ideologi yang perlu kalian ketahui :

  • Dijadikan pedoman dan landasan berpikir dalam kehidupan sosial.
  • Sebagai sumber dari segala aturan dan hukum.
  • Memberikan pandangan tentang ide serta cita-cita.
  • Sebagai bentuk motivasi bagi individu dalam masyarakat.
  • Menjadi ciri-ciri dan identitas suatu kelompok.
  • Untuk mempersatukan bangsa.
  • Membentuk solidaritas antar individu.
  • Meredakan konflik sosial yang terjadi.
  • Menjadi tujuan yang harus dicapai bersama.
  • Untuk memberikan pendidikan/edukasi bagi masyarakat.

 

Dimensi Kekuatan Ideologi

Agar dapat dipercaya serta memiliki kekuatan dalam masyarakat, ada 3 unsur yang harus dimiliki oleh sebuah ideologi. Tanpanya, ia hanya akan menjadi ideologi gagal yang tak bisa digunakan. Kurang lebih seperti berikut ini :

 

1. Dimensi Realitas Ideologi

Berisi nilai-nilai yang sifatnya berkaitan dengan kehidupan manusia maupun sejarahnya. Hal ini akan membuat ideologi menjadi lebih mudah diterima serta dipercayai oleh masyarakat.

 

2. Dimensi Idealisme Ideologi

Merupakan visi serta cita-cita yang terkandung dalam ideologi tersebut. Sehingga punya pandangan ke depan mau dibawa kemana bangsa itu.

 

3. Dimensi Pengembangan Ideologi

Tentang fleksibilitasnya sehingga sebuah ideologi mampu beradaptasi dengan kondisi dan nilai dalam masyarakat.

 

Jenis dan Contoh Ideologi

Sepanjang sejarah manusia, ada beberapa ideologi yang sangat populer dan digunakan di berbagai negara. Masing-masing paham memiliki maksud dan tujuannya sendiri serta berbeda satu sama lain. Mungkin kalian pernah mendengar seperti komunisme, sosialisme atau liberalisme. Untuk lebih jelasnya, langsung simak penjelasan berikut ini.

 

1. Komunisme

Salah satu paham yang sangat terkenal dan tersebar di seluruh dunia, setidaknya pada jaman dulu. Dicetuskan oleh tokoh yang bernama Karl Marx dan Friederich Engels. Tak heran jika ideologi ini juga sering disebut dengan Marxisme atau Leninisme. Fokus paham ini adalah tentang persamaan hak dan kewabijan dari setiap individu dalam kehidupan sosialnya.

Hal ini akan membuat semua orang berdiri pada tingkat yang sama tanpa ada perbedaan karena status atau semacamnya. Oleh karena itulah komunisme itu bertolak belakang dengan paham Kapitalisme. Beberapa negara yang memakai ideologi ini adalah Korea Utara, Vietnam, Kuba dan Laos.

 

2. Kapitalisme

Selanjutnya adalah ideologi yang juga banyak digunakan oleh negara-negara di dunia bahkan sampai saat ini. Paham ini berlaku dengan membebaskan setiap individu untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Negara serta pemerintah tidak boleh mengintervensi maupun melarangnya. Mereka hanya bertugas sebagai pengawas yang tidak memiliki hak untuk ikut campur.

Ideologi semacam ini bisa mendorong kesenjangan sosial menjadi semakin besar dalam masyarakat. Dimana ada pihak-pihak yang akan terus memperkaya diri tanpa bisa diganggu bahkan oleh pemerintah. Beberapa contoh negara yang menerapkan paham ini ialah Belanda, Australia dan Spanyol.

 

3. Liberalisme

Mungkin kalian sudah sering mendengar tentang ideologi yang satu ini. Liberalisme berfokus pada kebebasan setiap individu tanpa adanya pembatasan oleh pihak tertentu. Hak dari setiap orang adalah sama dan akan dilindungi oleh negara.

Pelaksanaan paham ini secara penuh dilakukan oleh masing-masing individu. Rakyat akan duduk sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, sedangkan negara hanya sebagai pengawas saja. Amerika, Argentina dan Rusia adalah salah satu penganut ideologi ini.

 

4. Sosialisme

Paham yang memfokuskan diri pada kesetaraan sosial dimana peran pemerintah sangatlah besar. Dalam ideologi ini tidak mengenal yang namanya hak milik pribadi. Paham ini nampak mirip dengan komunisme serta bertolak belakang dengan kapitalisme. Kekurangan dari sosialisme adalah tidak adanya nilai dari setiap usaha yang dilakukan karena semua dianggap setara. Hal ini membuat ideologi tersebut tidak banyak diminati, salah satu penganutnya adalah Venezuela.

 

5. Fasisme

Mungkin paham ini sangat identik dengan Jerman dan Nazi. Walau sebenarnya sebelum itu ada juga yang menggunakan ideologi ini seperti Argentina pada abad ke 20. Paham ini sifatnya otoriter karena semua diatur oleh satu golongan saja. Setiap aspek akan dikendalikan tanpa bisa diberi intervensi oleh pihak lain.

Mereka percaya bahwa hal ini akan membawa kedaulatan serta kesejahteraan bagi negara. Berfokus pada fanatisme terhadap satu penguasa yang membuat rasa cinta kepada negara jadi tumbuh. Tidak ada kebebasan individu dalam paham yang pernah dipakai oleh Jerman dan Italia ini.

 

6. Demokrasi

Ideologi yang sangat familiar karena memang diterapkan di indonesia. Bagi negara yang menganut paham demokrasi, maka kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat. Karena slogan yang dipakai adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Pemimpin negara demokrasi akan dipilih melalui proses pemilihan umum.

Kekuasaan pemerintah pun akan dibatasi oleh hukum demi melindungi hak rakyatnya. Selain itu, juga ada badan yang menjadi wakil rakyat dan bertugas menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Negara yang memakai ideologi demokrasi diantaranya adalah Denmark, Norwegia dan Belgia.

 

7. Nasionalisme

Ialah paham dimana kedaulatan negara merupakan hal yang utama dan harus dicapai secara bersama-sama. Hal ini akan memperkuat persatuan antar rakyat untuk menjaga negaranya dari ancaman datang. Sikap seperti ini patut ditiru karena mampu menjadikan negara semakin kuat dan kokoh.

 

8. Konservatisme

Sebuah ideologi yang tidak mau berubah serta berkembang. Mereka lebih memilih ajaran-ajaran kuno dan menolak adanya modernisasi. Hal ini karena anggapan bahwa tidak semua perubahan itu berdampak positif. Jadi mereka lebih memilih untukbertahan dengan apa yang telah ada. Kelemahan dari paham ini tentu saja tidak adanya perkembangan yang terjadi. Sehingga nantinya tidak dapat mengikuti arus perubahan dari luar yang terus maju.

 

Demikian pembahasan lengkap mengenai pengertian ideologi, fungsi, jenis dan contohnya. Semoga apa yang telah dijelaskan diatas dapat dimengerti sebaik mungkin dan menambah pengetahuan bagi kita semua. Jangan lupa untuk selalu meninggalkan kritik, saran maupun pertanyaan di kolom komentar ya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian Ideologi: Arti, Fungsi, Jenis dan Contoh Ideologi

Pengertian Ideologi: Arti, Fungsi, Jenis dan Contoh Ideologi

Negara kita mempunyai Pancasila sebagai ideologi negara. Artinya, setiap aturan serta hukum akan bersumber padanya. Serta tidak boleh ada sesuatu yang melanggar serta bertentangan dengan pancasila di negara Indonesia. Namun ideologi bukan hanya soal kehidupan bernegara saja. Konsep ideologi juga digunakan pada aspek politik, hukum, agama, sosial bahkan budaya.

Sebenarnya apa sih arti dari ideologi itu sendiri? Sejauh mana ia mengatur serta mempengaruhi kehidupan masyarakat. Untuk menambah pengetahuan kita sebagai warga negara, marilah mengenal lebih jauh tentang ideologi. Hal ini agar kita mampu menciptakan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik.

 

Pengertian Ideologi

Berasal dari gabungan kata Ideos yang artinya ide/cita-cita, dan logos yang artinya ilmu pengetahuan. Maka jika disatukan akan menjadi ilmu pengetahuan tentang gagasan atau cita-cita. Secara istilah, ideologi merupakan sebuah ide, gagasan serta cita-cita yang disusun untuk menjadi pedoman hidup masyarakat demi mencapai tujuan tertentu.

Ia berfungsi untuk mempersatukan individu agar semuanya berjalan di satu jalur demi mencapai cita-cita yang sama. Ideologi akan menjadi landasan berpikir serta cara pandang suatu masyarakat terhadap sebuah visi misi. Ia berbentuk ide abstrak sebagai sumber untuk mengatur serta menata kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Fungsi Kegunaan Ideologi

Dalam kaitannya dengan kehidupan berbangsa dan bernegara, ideologi punya peranan yang sangat penting. Ia adalah sumber serta pedoman dari segala aturan dan hukum yang ada. Untuk lebih jelasnya, berikut ini fungsi-fungsi dari ideologi yang perlu kalian ketahui :

  • Dijadikan pedoman dan landasan berpikir dalam kehidupan sosial.
  • Sebagai sumber dari segala aturan dan hukum.
  • Memberikan pandangan tentang ide serta cita-cita.
  • Sebagai bentuk motivasi bagi individu dalam masyarakat.
  • Menjadi ciri-ciri dan identitas suatu kelompok.
  • Untuk mempersatukan bangsa.
  • Membentuk solidaritas antar individu.
  • Meredakan konflik sosial yang terjadi.
  • Menjadi tujuan yang harus dicapai bersama.
  • Untuk memberikan pendidikan/edukasi bagi masyarakat.

 

Dimensi Kekuatan Ideologi

Agar dapat dipercaya serta memiliki kekuatan dalam masyarakat, ada 3 unsur yang harus dimiliki oleh sebuah ideologi. Tanpanya, ia hanya akan menjadi ideologi gagal yang tak bisa digunakan. Kurang lebih seperti berikut ini :

 

1. Dimensi Realitas Ideologi

Berisi nilai-nilai yang sifatnya berkaitan dengan kehidupan manusia maupun sejarahnya. Hal ini akan membuat ideologi menjadi lebih mudah diterima serta dipercayai oleh masyarakat.

 

2. Dimensi Idealisme Ideologi

Merupakan visi serta cita-cita yang terkandung dalam ideologi tersebut. Sehingga punya pandangan ke depan mau dibawa kemana bangsa itu.

 

3. Dimensi Pengembangan Ideologi

Tentang fleksibilitasnya sehingga sebuah ideologi mampu beradaptasi dengan kondisi dan nilai dalam masyarakat.

 

Jenis dan Contoh Ideologi

Sepanjang sejarah manusia, ada beberapa ideologi yang sangat populer dan digunakan di berbagai negara. Masing-masing paham memiliki maksud dan tujuannya sendiri serta berbeda satu sama lain. Mungkin kalian pernah mendengar seperti komunisme, sosialisme atau liberalisme. Untuk lebih jelasnya, langsung simak penjelasan berikut ini.

 

1. Komunisme

Salah satu paham yang sangat terkenal dan tersebar di seluruh dunia, setidaknya pada jaman dulu. Dicetuskan oleh tokoh yang bernama Karl Marx dan Friederich Engels. Tak heran jika ideologi ini juga sering disebut dengan Marxisme atau Leninisme. Fokus paham ini adalah tentang persamaan hak dan kewabijan dari setiap individu dalam kehidupan sosialnya.

Hal ini akan membuat semua orang berdiri pada tingkat yang sama tanpa ada perbedaan karena status atau semacamnya. Oleh karena itulah komunisme itu bertolak belakang dengan paham Kapitalisme. Beberapa negara yang memakai ideologi ini adalah Korea Utara, Vietnam, Kuba dan Laos.

 

2. Kapitalisme

Selanjutnya adalah ideologi yang juga banyak digunakan oleh negara-negara di dunia bahkan sampai saat ini. Paham ini berlaku dengan membebaskan setiap individu untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Negara serta pemerintah tidak boleh mengintervensi maupun melarangnya. Mereka hanya bertugas sebagai pengawas yang tidak memiliki hak untuk ikut campur.

Ideologi semacam ini bisa mendorong kesenjangan sosial menjadi semakin besar dalam masyarakat. Dimana ada pihak-pihak yang akan terus memperkaya diri tanpa bisa diganggu bahkan oleh pemerintah. Beberapa contoh negara yang menerapkan paham ini ialah Belanda, Australia dan Spanyol.

 

3. Liberalisme

Mungkin kalian sudah sering mendengar tentang ideologi yang satu ini. Liberalisme berfokus pada kebebasan setiap individu tanpa adanya pembatasan oleh pihak tertentu. Hak dari setiap orang adalah sama dan akan dilindungi oleh negara.

Pelaksanaan paham ini secara penuh dilakukan oleh masing-masing individu. Rakyat akan duduk sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, sedangkan negara hanya sebagai pengawas saja. Amerika, Argentina dan Rusia adalah salah satu penganut ideologi ini.

 

4. Sosialisme

Paham yang memfokuskan diri pada kesetaraan sosial dimana peran pemerintah sangatlah besar. Dalam ideologi ini tidak mengenal yang namanya hak milik pribadi. Paham ini nampak mirip dengan komunisme serta bertolak belakang dengan kapitalisme. Kekurangan dari sosialisme adalah tidak adanya nilai dari setiap usaha yang dilakukan karena semua dianggap setara. Hal ini membuat ideologi tersebut tidak banyak diminati, salah satu penganutnya adalah Venezuela.

 

5. Fasisme

Mungkin paham ini sangat identik dengan Jerman dan Nazi. Walau sebenarnya sebelum itu ada juga yang menggunakan ideologi ini seperti Argentina pada abad ke 20. Paham ini sifatnya otoriter karena semua diatur oleh satu golongan saja. Setiap aspek akan dikendalikan tanpa bisa diberi intervensi oleh pihak lain.

Mereka percaya bahwa hal ini akan membawa kedaulatan serta kesejahteraan bagi negara. Berfokus pada fanatisme terhadap satu penguasa yang membuat rasa cinta kepada negara jadi tumbuh. Tidak ada kebebasan individu dalam paham yang pernah dipakai oleh Jerman dan Italia ini.

 

6. Demokrasi

Ideologi yang sangat familiar karena memang diterapkan di indonesia. Bagi negara yang menganut paham demokrasi, maka kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat. Karena slogan yang dipakai adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Pemimpin negara demokrasi akan dipilih melalui proses pemilihan umum.

Kekuasaan pemerintah pun akan dibatasi oleh hukum demi melindungi hak rakyatnya. Selain itu, juga ada badan yang menjadi wakil rakyat dan bertugas menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Negara yang memakai ideologi demokrasi diantaranya adalah Denmark, Norwegia dan Belgia.

 

7. Nasionalisme

Ialah paham dimana kedaulatan negara merupakan hal yang utama dan harus dicapai secara bersama-sama. Hal ini akan memperkuat persatuan antar rakyat untuk menjaga negaranya dari ancaman datang. Sikap seperti ini patut ditiru karena mampu menjadikan negara semakin kuat dan kokoh.

 

8. Konservatisme

Sebuah ideologi yang tidak mau berubah serta berkembang. Mereka lebih memilih ajaran-ajaran kuno dan menolak adanya modernisasi. Hal ini karena anggapan bahwa tidak semua perubahan itu berdampak positif. Jadi mereka lebih memilih untukbertahan dengan apa yang telah ada. Kelemahan dari paham ini tentu saja tidak adanya perkembangan yang terjadi. Sehingga nantinya tidak dapat mengikuti arus perubahan dari luar yang terus maju.

 

Demikian pembahasan lengkap mengenai pengertian ideologi, fungsi, jenis dan contohnya. Semoga apa yang telah dijelaskan diatas dapat dimengerti sebaik mungkin dan menambah pengetahuan bagi kita semua. Jangan lupa untuk selalu meninggalkan kritik, saran maupun pertanyaan di kolom komentar ya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *