Shinta Marist Penulis dan Penyunting di MasTekno, paling suka nonton anime khususnya one piece karakter paling di sukai yaitu luffy. Suka melakukan hal hal yang baru juga suka dengan dunia internet.

Pancasila Sebagai Dasar Negara: Fungsi, Nilai, Pengertian, Makna

16 min read

pancasila sebagai dasar negara

Apabila kita mendengar kata pancasila maka yang akan terlibat di otak kita adalah pancasila sebagai dasar Negara, sebagai dasar falsafah Negara, dan yang terakhir bisa juga diartikan sebagai ideologi Negara. Dalam bidang ini pancasila digunakan untuk mengatur pemerintahan yang ada di Negara.

Seluruh asas – asas yang terkandung dalam pancasila wajib untuk bisa diamalkan. Hal ini dengan tujuan supaya kehidupan bermasyarakat menjadi lebih baik, aman, tentram, dan juga selaras sesuai dengan perintah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Sebagai warga Negara Indonesia yang baik kita juga diwajibkan untuk mengetahui hal – hal yang terkait dengan pancasila, supaya kita selalu bisa menjunjung nilai yang tinggi di dalamnya.

Khususnya di dalam materi saat kita bersekolah, pasti ada mata pelajaran yang membahas soal pancasila. Pancasila sendiri diambil dari dua kata yang ada pada bahasa sansekerta, yaitu panca dan juga sila.

Panca artinya adalah lima dan sila artinya adalah asas. Pancasila sendiri merupakan suatu rumusan dan bisa juga dijadikan sebagai pedoman untuk seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan juga bernegara.

Untuk lebih mengetahui lebih dalam lagi tentang pancasila, khusus di artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang pancasila secara lengkap seperti sejarahnya, fungsinya, dan masih banyak lagi lainnya. Langsung saja simak penjelasannya berikut ini.

 

Sejarah Lahirnya Pancasila

sejarah pancasila

Sudah ditelusuri dan bisa disimpulkan bahwa hingga saat ini hanya ada satu dokumen saja yang ditemukan dimana di dalamnya dijelaskan tentang sejarah dari awal mula pancasila. Ada sebuah kitab yang pernah meenjelaskan soal kata pancasila yaitu kitab sutasoma.

Pada kitab sutasoma sendiri sudah dijelaskan bahwa kata pancasula merupakan sebuah kata kerja yaitu soal pelaksanaan norma kesusilaan yang terdiri atas lima poin yang utama.

Lima poin yang dimaksud adalah dilarang melakukan tindak kekerasan, dilarang untuk mencuri, dilarang memiliki rasa mendengki, dilarang untuk berbohong pada siapapun, dan yang terakhir adalah dilarang untuk meminum minuman keras atau miras.

Selain itu di dalam kitab tersebut juga disebutkan kalimat yang menjadi inspirasi untuk persatuan segenap bangsa yaitu kalimat “Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Magrwa”.

Tidak hanya itu, sumpah palapa juga ditulis di dalam kitab tersebut sebagai tandanya sejarah bersatunya nusantara yang pertama kalinya oleh patih yang terkenal yaitu Mahapatih Gajah Mada.

Dan seiring berjalannya waktu, maka istilah pancasila sering muncul dalam pidato yang disampaikan oleh para toko penting yang mana memperjuangkan bansa Indonesia. Tokoh penting tersebut anyara lain adalah H.O.S Cokroaminoto dan juga Soekarno.

Walaupun demikian, tetap saja ada beberapa sastrawan yang tidak mendukung adanya istilah bahwa pancasila ditemukan oleh Soekarno. Tetapi, soekarno lah yang berani berpendapat secara lantang untuk bisa menyeruakan pancasila hingga pancasila sudah dikenal seperti saat ini.

Untuk membentuk dasar Negara, juga perjuangan para tokoh bangsa tidak sembarangan dan sangat besar. Hal ini karena sejaeah terbentuknya pancasila sebagai dasar Negara seperti yang dianut oleh bangsa Indonesia ini sebenarnya pada mulanya dulu terbentuk oleh serangkaian sidang – siidang yang diadakan oleh tokoh – tokoh pembela Negara.

 

 

Sejarah Lahirnya Pancasila Sebagai Dasar Negara

Dalam sejarah tercipatnya pancasila banyak keputusan politik yang masuk. Contohnya adalah pada masa lampau banyak badan yang terbentuk contohnya seperti BPUPKI, PPKI, dan juga panitia Sembilan. Untuk lebih jelasnya simak penjelasannya berikut ini.

 

1. Pembentukan BPUPKI pada Tanggal 29 April 1946

Badan Penyelidik Usaha – Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau yang disingkat dengan BPUPKI ini berdiri dengan memiliki tujuan khusus. BPUPKI berdiri memiliki tujuan untuk membahas seluruh hal yang memiliki hubungan dengan tata pemerintahan bangsa Indonesia, yang mana di dalamnya masuk ke dalam dasar Negara Indonesia.

Badan ini diketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat. Sidang yang dilakukan oleh BPUPKI menjadi sejarah pancasila sebagai dasar Negara Indonesia dan sidang pertama nya dilakukan pada tanggal 29 mei sampai 1 juni tahun 1945 dan dengan 33 pembicara di dalamnya.

 

  • Mohammad Yamin ( Pada 29 Mei 1945 )

Mohammad yamin sebagai salah satu tokoh penting yang sangat berpengaruh pada Kemerdekaan Indonesia, beliau juga mengusulkan soal dasar Negara yang di sampaikan dalam di pidatonya. Pidato yang beliau sampaikan bentuknya tidak tertulis di dalam sidang BPUPKI yang pertama.

Isinya adalah berisikan tentang banyak hal. Diantaranya peri kebangsaan, kemudian peri kemanusiaan, lalu peri ketuhanan, peri kerakyatan, dan juga kesejahteraan rakyat.

Seteah menyampaikan yang tidak tertulis selanjutnya mohammad yamin juga menyampaikan gagasan yang ia miliki secara tertulis tentang naskah rancangan UUD Republik Indonesia, antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kebangsaan Persatuan Indonesia.
  3. Rasa Kemanusian yang Adil dan Beradab.
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

 

  • Soepomo ( Pada 31 Mei 1945 )

Selain mohammad yamin, soepomo juga menyampaikan gagasannya pada sidang BPUPKI, isinya adalah sebagai berikut.

  1. Paham Persatuan.
  2. Perhubungan Negara dan Agama.
  3. Sistem Badan Permusyawaratan.
  4. Sosialisasi Negara.
  5. Hubungan antar Bangsa yang Besifat Asia Timar Raya.

 

  • Soekarno ( Pada 1 Juni 1945 )

Di sidang pertama BPUPKI, tokoh ketiga yang memberikan lima gagasannya tentang dasar Negara dan kemudian gagasan hasil pemikirannya dinamai dengan pancasila adalah Soekarno. Isinya adalah sebagai berikut.

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan yang Berkebudayaan

 

Semua usulan dari ketiga tokoh diatas kemudian ditampung lalu dibahas kembali dalam lingkup kepanitiaan yang menjadi lebih kecil lagi. Panitia bentukan tadi merupakan badan bentukan dari BPUPKI yang kemudian disebut dengan panitia Sembilan.

 

2. Panitia Sembilan ( Pada 22 Juni 1945 )

Panitia Sembilan merumuskan juga soal rumusan rancangan pembukaan UUD yang kemudian disebut sebagai Jakarta charter atau piagam Jakarta. Isi rumusan yang ada dalam piagram Jakarta adalah sebagai berikut.

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksan dalam permusaywaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

 

3. Sidang BPUPKI II ( Pada 10 sampai 16 Juli 1945 )

Rumusan yang telah dibuat oleh panitia Sembilan maka BPUPKI kemudian rapat untuk mengadakan sidang yang kedua. Dan dari sidang yang kedua tersebut menghasilkan keputusan seperti berikut dibawah ini.

  1. esepakatan dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila seperti yang tertuang dalam Piagam Jakarta.
  2. Negara Indonesia berbentuk negara Republik, hasil keputusan ini adalah kesepakatan 55 suara dari 64 orang yang hadir.
  3. Kesepakatan mengengai wilayah Indonesia yang meliputi wilayah Hindia Belanda, Timor Timur, sampai Malaka (Hasil kesepakatan 39 suara).
  4. Pembentukan tiga panitia kecil sebagai Panitia Perancang UUD, Panitia Ekonomi dan Keuangan, Panitia Pembela Tanah Air.

Setelah melewati banyak perumusan, akhirnya pada tanggal 17 agustus tahun 1945 indonesia secara resmi memproklamasikan kemerdekaannya. Kemudian setelah sehari proklamasi berlangsung, BPUPKI kemudian digantikan oleh PPKI dengan tujuan yaitu untuk menyempurnakan rumusan pancasila yang mana tercantum di dalam pembukaan UUD 1945.

 

4. Sidang PPKI ( Pada 18 Agustus 1945 )

Setelah itu, PPKI melakukan sidang sehari setelah hari kemerdekaan Indonesia berlangsung dan juga merubah bunyi sila yang pertama yang mana diusulkan oleh Mohammad Hatta. Awalnya berbunyi “Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk – Pemeluknya” kemudian diganti menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Dengan adanya perubahan tersebut, maka dasar Indonesia atau Pancasila isinya menjadi sebagai berikut.

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Mengapa sila pertama bunyinya dirubah, hal ini dikarenakan sila pertama sering sekali menjadi kontroversi pada masanya hingga saat ini. namun perlu untuk kalian ketahui bahwa perubahan yang terjadi pada sila pertama yang menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa itu berlaku untuk seluruh rakyat Indonesia.

 

5. Instruksi Presiden No. 12 Tahun 1968

Kemudian karena zaman mulai berkembang, pancasila juga menjadi mengalami banyak keragaman baik itu di hal rumusan, pembacaan bahkan dalam pengucapannya juga. Karena hal tersebut untuk bisa mengantisipasi terjadinya keberagaman yang dikhawatirkan bisa memecah belah, maka di tahun 1968 presiden Soeharto  mengeluarkan suatu instruksi.

Instruksinya adalah instruksi presiden soal rumusan pancasila yang baik dan juga benar. Isinya antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

 

 

Sejarah Pancasila Berdasarkan Sejarah BPUPKI dan PPKI

Hal ini diawali dengan jepang yang memberikan janji kemerdekaan pada Negara Indonesia di kemudian hari lewat pembentukan badan BPUPKI dan juga PPKI.

Generasi dari Soekarno dan Hatta menunjukan ketajaman intelektual dengan merumuskan gagasan yang vital seperti yang ada pada pembukaan UUD 1945 dimana pancasila disini ditegaskan sebagai kesatuan integral dan juga integratif.

Kemudian setelah itu Prof. Notonegoro menyatakan pembukaan di UUD 1945 adalah suatu dokumen kemanusiaan terbesar yang ada setelah American declararion of independence tahun 1776.

Sejak kelahiran pancasila yaitu pada 1 juni 1945, kemudian pancasila memiliki pengertian sebagai dasar falsafah Negara kesatuan republik Indonesia atau bisa juga dikenal sebagai dasar Negara ( philosofische groundslag ).

Hal tersebut bisa diketahui saat soekarno dimintai oleh ketua dokuritsu zyunbi tyoosakai untuk bisa berbocara di depan sidang badan penyelidik usaha persiapan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 1 juni tahun 1945.

Kegiatan diatas menegaskan bahwa beliau akan memaparkan dasar Negara Indonesia merdeka sesuai dengan permintaan yang dimintai ketua. Dan menurut soekarno, pembicaraan terdahulu belum menyampaikan dasar Indonesia merdeka sendiri.

 

 

Arti Pancasila Sebagai Dasar Negara

pancasila sebagai dasar negara

Pancasila sendiri memiliki pengertian sebagai dasar Negara seperti yang tercantum dalam bunyi pembukaan UUD 1945 di alinea yang ke 4 secara jelas menyatakan bahwa

“Kemudian dari pada itu untuk dapat membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia serta seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi serta keadilan sosial maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang suatu Dasar Negara Indonesia yang berbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil serta beradab, Persatuan Indonesia, serta Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta untuk mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Norma hukum pokok atau pokok kaidah fundamental daripada sebuah Negara itu hukumnya adalah memiliki hakikat dan juga kedudukan yang kuat, tetap, dan juga tidak berubah bagi Negara yang sudah dibentuk. Atau dalam arti lain adalah dengan jalannya sebuah hukum tidak bisa diubah.

Fungsi dan juga kedudukan pancasila sebagai pokok kaidah itu sangat fundamental. Hal itu penting karena UUD juga harus bersumber dan juga ada dibawah pokok kaidah Negara yang fundamental itu sendiri.

Lalu, pancasila sebagai dasar Negara juga mengandung makna atau isi bahwa nilai yang terkandung di dalamnya bisa dijadikan sebagai dasar atau sebagai pedoman bagi masyarakat yang ada di Indonesia.

Nilai pancasila sendiri dasarnya adalah suatu nilai filsafat yang mendasar dan juga dijadikan sebagai peraturan dan juga dasar dari norma yang berlaku dan ada di Negara Indonesia.

Nilai dasar pancasila sendiri memiliki sifat abstrak dan juga normatif yang bisa dijadikan sebagai suatu landasan di dalam kegiatan bernegara. Pancasila juga sebagai dasar Negara memiliki arti bahwa pancasila bisa dijadikan sebagai suatu pedoman di dalam penyelenggaraan seluruh norma hukum dan juga di dalam penyelenggaraan Negara.

Nah pada masa sekarang sangat perlu untuk mengadakan tentang suatu penegasan dan juga untuk mengembalikan kembali kedudukan pancasila yang menjadi dasar Negara. Hal ini merupakan hal yang sangat penting alasannya adalah karena sudah terlalu banyak sebuah kesalahan penafsiran yang terjadi soal pancasila.

Penafsiran tadi menyatakan bahwa pancasila kedudukannya bukan menjadi dasar Negara tetapi hanya sebagai alat kekuasaan yang bisa untuk mengendalikan segala hal yang dilakukan di Negara Indonesia yang tercinta ini.

Ada yang menuliskan bahwa pancasila perlu diberikan ruh yang baru supaya pancasila bisa bergerak menjadi sebuah kekuatan yang bisa menggerakan sejarah.

Hal ini didasarkan pada menurut Dr.Koentowijoyo dalam tulisannya soal radikalisasi 1998, dan dari hal ini kita sudah membawa bahwa sudah banyak penyelewengan soal makna dan juga tujuan pancasula sebagai dasar Negara di dalam masa orde baru ataupun orde lama.

Nilai – nilai dasar dari pancasila yang ada di Indonesia belum memiliki sifat yang kongkrit dimana sesuai dengan keinginan kita bersama – sama. Pancasila bersifat abstrak dan upaya untuk menjadikan pancasila sebagai norma dasar dan juga normatif bagi para penyusunan hukum Negara Indonesia yang sifatnya positif bagi Negara ini.

Pada undang – undang dasar Negara Indonesia yang di bahas dan dikemukakan di dalam pembukaan menjadikan pancasila sebagai dasar Negara yang melingkup hal sebagai berikut.

Di dalam undang – undang juga sudah menjelaskan bahwa pancasila sendiri sebagai dasar Negara yang bisa disimpulkan bahwa pancasula berkedudukan sebagai dasar Negara yang bisa menjadi landasan norma, sumber, dan bisa juga memberikan fungsi konstitutif dan juga regulatif untuk penyusunan hukum Negara.

 

 

Makna Pancasila Sebagai Dasar Negara

Indonesia mempunyai dasar Negara yang sifatnya sangat kuat sebagai filosofi bangsa dimana posisinya Indonesia memiliki pancasila sebagai dasar dari Negara. Pancasila sendiri merupakan intelligent choice hal ini dikarenakan bisa mengetasi keanekaragaman di dalam masyarakat Indonesia dengan top toleran dengan adanya perbedaan.

Penetapan pancasila sebagai dasar Negara Indonesia tidak hendak menghapuskan perbedaan atau indifferentism tetapi di dalamnua merangkum semua hal di dalam satu semboyan yang khas yaitu bhineka tunggal ika.

Kesimpulannya adalah pancasila harus bisa dipandang sebagai satu kesatuan yang sifatnya bulat dan juga utuh dan tidak bisa juga untuk dipisah – pisahkan. Apabila ada oknum yang berusaha untuk memisahkan pancasila atau merusak keutuhan pancasila bisa mengakibatkan pancasila menjadi kehilangan eksistensinya sebagai dasar Negara Indonesia.

Baca Juga: Makna Pancasila.

 

Implementasi Pancasila Sebagai Dasar Negara

Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia yang mana memberikan kekuatan dan juga membimbing di dalam mengejar kehidupan rakyat lahir dan juga batin yang baik.

Hal ini dikarenakan pancasila merupakan kepribadian dan juga pandangan hidup bangsa Indonesia yang sudah diuji kebenaran dan juga kesaktiannya sehingga tidak ada lagi satu kekuatanpun yang bisa memisahkan pancasila dari kehidupan bangsa Indonesia itu sendiri.

Pancasila sebagai landasan idil bangsa Indonesia dan dasar Negara pada zaman reformmasi sudah menyelamatkan bangsa dari segala ancaman disintegrasi selama lebih dari puluhan tahun lamanya.

Sejarah dari implementasi pancasila sendiri memang tidak bisa menuinjukan garis lurus yang bukan dalam pengertian keabsahan substansial tetapi di dalam konteks implementasinya.

Implementasi pancasila di dalam kehidupan bermasyarakat pada hakikatnya itu merupakan suatu realisasi praktis yang digunakan untuk bisa mencapai tujuan bangsa Indonesia.

Pengimplementasian pancasila sebagai dasar Negara pada dasarnya bisa diwujudkan dengan melakukan pembentukan sistem hukum nasional di dalam sistem terteib hukum dimana pancasila sebagai norma dasarnya kedudukannya.

 

 

Pancasila Sebagai Dasar Ideologi Negara

pancasila sebagai ideologi negara

Di dalam pancasila ada lima sila atau lima asas yang isinya mengarah pada lima poin soal kedaulatan Negara Indonesia.

Kelima asas yang dimaksud adalah lima sila yang ada pancasila yaitu ketuhanan yang maha esa, kemudian kemanusiaan yang adil dan beradab, ketiga persatuan Indonesia, keempat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan yang terakhir adalah keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila sebagai ideologi Negara Indonesia memiliki pengertian sebagai merupakan nilai – nilai yang terkandung di dalam pancasila dan bisa menjadi suatu cita – cita normatif untuk sebuah proses penyelenggaraan kehidupan Negara Indonesia.

Pancasila sebagai ideologi dalam arti luas memiliki pengertian sebagai suatu visi dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan juga bernegara yang nantinya akan terwujud sebuah kehidupan yang menjunjung tinggi atas nilai – nilai.

Selain itu semua, pancasila juga bisa dijadikan sebagai suatu sarana penyelesaian konflik yang terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Hal ini dikarenakan nilai yang ada pada pancasila bisa untuk menyatukan macam – macam suku dan juga banyaknya budaya yang ada di Indonesia.

Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum yang ada di Indonesia. Lalu pancasila juga meliputi suasana tentang kebatinan dari undang – undang dasar 1945 dan kemudian pancasila untuk mewujudkan cita – cita hukum bagi hukum dasar yang tertulis ataupun tidak tertulis.

 

 

Nilai Nilai Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Nilai yang ada dalam pancasila ada banyak. Contohnya adalah nilai persatuan, ketuhanan, keadilan, kemanusiaan, dan kerakyatan yang menjadi dasar di dalam kehidupan kenegaraan, kebangsaan, dan juga kemasyarakatan.

Nilai pancasila juga tergolong ke dalam nilai kerohanian yang di dalamnya ada nilai lainnya yang secara lengkap dan juga harmonis ada nilai vital, material, nilai kenyataan atau kebenaran, nilai religious, nilai etis, dan juga nilai estetis.

Nilai pancasila sebagai ideologi memiliki dua sifat. Yaitu sifat objektif dan juga sifat subjektif.

Yang dimaksud dengan sifat objektif adalah sebagai berikut.

  • Inti dari nilai yang ada pada pancasila akan terus ada sepanjang masa di dalam kehidupan bangsa Indonesia ini
  • Rumusan yang ada dari sila pancasila itu sendiri memiliki makna yang paling dalam
  • Pancasila yang ada di dalam pembukaan UUD 1945 bisa digunakan sebagai pokok kaidah dalam Negara yang sifatnya mendasar

Nilai – nilai pancasila bisa dikatakan subjektif apabila menjelaskan tentang keberadaan nilai pancasila yang bergantung di bangsa Indonesia dan bisa dijelaskan seperti berikut.

  • Nilai – nilai pancasila di dalamnya berisi tentang nilai kerohanian
  • Nilai pancasila di dalamnya merupakan nilai yang tumbuh, digali, dan juga berkembang dari budaya bangsa kita yaitu bangsa Indonesia
  • Nilai pancasila yang ada di dalamnya timbul dari bangsa Indonesia
  • Nilai pancasila itu merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia

 

 

Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia

pancasila sebagai pandangan hidup bangsa

  • Pandangan Hidup Bangsa Indonesia

Di dalam pandangan hidup sendiri terkadung banyak konsep dasar yang ada di dalamnya tentang kehidupan yang mana sudah lama di cita – citakan oleh bangsa. Sehingga pandangan hidup untuk sebuah bangsa sebenarnya merupakan masalah yang sangat asasi bagi kekokohan dan juga kelestarian sebuah bangsa.

Sejarah dari perjuangan bangsa Indonesia sendiri dalam upaya merebut kembali kemerdekaan nasionalnya itu sama tuanya dengan sejarah penjajahan nya juga. Percaya pada diri sendiri merupakan kepribadian bangsa Indonesia hal tersebut karena bangsa Indonesia lahir dengan kekuatannya sendiri.

Pancasila yang selalu dikukuhkan di dalam kehidupan konstitusional kita. Selain itu pancasila juga selalu menjadi pegangan dan pedoman bersama di saat terjadinya krisis nasional dan juga ancaman terhadap eksistensi bangsa Indonesia.

Hal diatas merupakan bukti bahwa sejarah dari pancasila memang selalu diinginkan oleh bangsa Indonesia sebagai suatu dasar kerohanian bangsa dan juga dikeendadi sebagai suatu dasar Negara.

 

  • Hakikat Pancasila Sebagai Pandangan Hidup

Tujuan dari adanya pandangan hidup adalah supaya setiap bangsa di dunia bisa berdiri kokoh dan bisa mengetahui secara jelas kemana arah tujuannya ingin dicapai. Dengan adanya pandangan hidup maka bangsa bisa memandang persoalan yang dihadapinya.

Pancasila digunakan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan sering disebut sebagai pedoman hidup, pandangan dunia, pegangan hidup, petunjuk hidup, atau way of life. Meskipun banyak istilah tentang pengertian dari pandangan hidup tetap saja makna yang dimilikinya itu sama.

Dengan memiliki pandangan hidup yang jelas maka bangsa akan memiliki pegangan dan juga pedoman untuk bisa memecahkan permasalahan politik, sosial budaya, ekonomi, sosial yang timbul di kalangan masyarakat Indonesia. Apabila suatu Negara berpedoman pada ideologi maka sebuah bangsa akan mampu membangun diri dan juga negerinya sendiri.

 

 

Fungsi Pancasila

fungsi pancasila

Di dalam kedudukannya sebagai dasar Negara maka pancasila berfungsi untuk banyak hal, antara lain adalah sebagai berikut.

  • Pancasila digunakan sebagai jiwa dari bangsa Indonesia
  • Sumber dari segala sumber tertib hukum yang ada yang memiliki arti bahwa semua peraturan perundang – undangan yang ada di Indonesia harus bersumber pada pancasila
  • Pancasila digunakan sebagai ideologi dari bangsa
  • Sebagai asas kerohanian tertib hukum di Indonesia
  • Sebagai cita – cita hukum bagi hukum dasar Negara Indonesia
  • Digunakan sebagai falsafah hidup yang gunanya mempersatukan bangsa Indonesia
  • Suasana kebatinan yang berasal dari UUD
  • Sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia
  • Untuk perjanjian luhur yang memiliki arti bahwa pancasila sudah disepakati secara nasional sebagai suatu dasar Negara oada tanggal 18 agustus tahun 1945 lewat sidang PPKI
  • Tujuan dan juga cita – cita yang dicapai bangsa Indonesia artinya adalah masyarakat adil dan juga makmur merata berdasarkan pada pancasila

 

 

Fungsi Pancasila Sebagai Dasar Negara

Adapun fungsi pancasila sebagai dasar Negara adalah sebagai berikut.

  • Fungsi pancasila yang bisa dijadikan sebagai sumber dari segala sumber hukum yang ada di Indonesia
  • Berfungsi untuk mengembalikan kedudukan dari pancasila yang kedudukannya sebagai dasar Negara RI
  • Digunakan sebagai cita – cita hukum bagi hukum dasar Negara yang ada di Indonesia
  • Menjadikan suasana kebatinan dari UUD
  • Pancasila sebagai penyemangat bagi MPR, UUD, dan juga pemerintah sesuai dengan ketetapan Nomor XVIIV MPR / tahun 1998
  • Pancasila memiliki norma teguh yang harus dipegang oleh [emerintah dan juga para penyelenggara untuk melaksanakan cita – cita moral bagi seluruh rakyat

Baca Juga: Pengertian Teks Pancasila.

 

Fungsi Umum Pancasila

Adapun yang selanjutnya akan kita bahas adalah fungsi umum dari pancasila. Ada empat fungsi umum pancasila penjelasannya berikut ini.

  • Pancasila digunakan untuk falsafah hidup bangsa Indonesia
  • Pancasila dijadikan sebagai sumber dari segala sumber hukum yang ada di Indonesia
  • Pancasila digunakan sebagai pandangan hidup dari bangsa Indonesia
  • Pancasila digunakan sebagai perjanjian luhur

Kesimpulannya adalah pancasila bisa dijadikan sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia selain itu pancasila juga dijadikan sebagai pedoman hidup dan juga dasar Negara. Kita sebagai warga Negara yang baik harus selalu mematuhi nilai – nilai yang ada di dalam pancasila.

 

Demikian artikel tentang Pancasila Sebagai Dasar Negara: Fungsi, Nilai, Pengertian, Makna semoga bisa bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kita khususnya di dalam ilmu pengetahuan pancasila. Dengan adanya artikel ini semoga bisa juga membantu tugas sekolah kalian. Apabila ada hal yang masih kurang jelas atau ada hal yang ingin ditanyakan silahkan bertanya dikolom komentar yang sudah disediakan dibawah ini ya sobat.


Shinta Marist Penulis dan Penyunting di MasTekno, paling suka nonton anime khususnya one piece karakter paling di sukai yaitu luffy. Suka melakukan hal hal yang baru juga suka dengan dunia internet.
DarkLight