√ 5 Panca Indra Manusia: Pengertian, Fungsi, Gambar dan Bagian

5 Panca Indra Manusia: Pengertian, Fungsi, Gambar dan Bagian-Bagiannya

5 Panca Indra Manusia: Pengertian, Fungsi, Gambar dan Bagian-Bagiannya
By : Hasif Priyambudi 11 min read

Panca Indra Manusia – Sebagai manusia yang normal kita telah dianugerahi 5 panca indra oleh tuhan yang maha pencipta, agar kita sebagai makhluk ciptaannya dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan mudah. Panca indra sendiri terdiri dari 5 macam, antara lain adalah mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, kulit untuk meraba, lidah untuk sebagai perasa dan hidung untuk mencium bau. Tanpa adanya salah satu dari panca indra tersebut, maka aktivitas kita sehari-hari akan sangat terganggu karena masing-masing panca indra yang kita miliki sangatlah peting dalam melakukan aktivitas di kehidupan sehari-hari.

Bagi kamu yang ingin mengetahui lebih jauh tentang panca indra yang kita miliki, pada kesempatan kali ini kami akan mengulas secara ringkas tentang panca indra selengkap mungkin, jadi langsung saja kita simak ulasan di bawah ini tentang Panca Indra Manusia.

 

Pengertian Panca Indra

Pengertiaj Panca indra adalah bagian dari tubuh yang digunakan sebagai alat untuk mengetahui berbagai keadaan yang terjadi di luar. Panca indra sendiri berasal dari kata panca dan indra, panca berarti lima sedangkan indra atau indriya adalah sebuah antarmuka, yang merupakan sebuah alat yang digunakan untuk melakukan kontak antara jiwa dalam bentuk spiritual kesadaran diri dengan materi yang ada di sekitar. Jadi panca indra adalah adalah lima alat dari tubuh yang digunakan sebagai penghubung antara jiwa dengan materi di sekitar.

Panca indra sendiri terdiri dari mata yang berfungsi sebagai indra penglihat, telinga yang berfungsi sebagai indra pendengar, hidung yang berfungsi sebagai indra pencium/pembau, kulit yang berfungsi sebagai indra peraba, dan lidah yang berfungsi sebagai indra perasa/pengecap. Sedangkan berdasarkan penganut agama hindu, mereka meyakini bahwa terdapat 11 jenis rasa yang disebut dengan Eka Dasa Indriya.

 

Macam – Macam Panca Indra

Berikut ini adalah macam – macam panca indra beserta dengan penjelasannya, antara lain.

 

1. Mata

Mata adalah bagian dari panca indra yang berfungsi untuk melihat keadaan yang ada di sekitar dam bentuk visual, jadi dengan adanya mata kita bisa mengenali berbagai benda berdasarkan bentuknya yang ada di sekitar kita dengan mudah.

Mata adalah bagian dari panca indra yang memiliki fungsi untuk melihat dengan cara mata menerima sebuah rangsang dalam bentuk cahaya yang ada di sekitar (fotooreseptor). Mata sendiri tersusun dari beberapa bagian yakni alat tambahan mata, bola mata, otot-otot pada bola mata, dan juga saraf optik II.

panca indra manusia bagian mata

Alat tambahan pada mata ini memiliki fungsi untuk melindungi mata dari berbagai gangguan yang ada di sekitar. Contoh dari alat tambahan mata adalah alis mata yang berfungsi untuk melindungi mata dari keringat yang keluar dari pori-pori kulit, lalu ada kelopak mata yang memiliki fungsi untuk melindungi mata dari benturan, dan ada juga bulu mata yang memiliki fungsi untuk melindungi mata dari berbagai kotoran yang masuk ke dalam mata seperti debu dan juga berfungsi untuk melindungi mata dari cahaya yang terlalu kuat atau terang.

 

Bagian – Bagian Mata Beserta Fungsinya

Di dalam bola mata juga terdapat beberapa bagian yang tentunya memiliki tugasnya masing-masing, berikut ini adalah bagian-bagian dari mata :

  1. Kornea Mata, berfungsi untuk menerima rangsang dari luar berupa cahaya dan kemudian meneruskannya ke dalam bagian mata yang selanjutnya.
  2. Lensa Mata, berfungsi untuk meneruskan dan kemudian memfokuskan cahaya yang telah diterima dari kornea mata agar bayang benda jatuh ke lensa mata.
  3. Iris, berfungsi untuk mengatur banyak atau sedikitnya rangsang cahaya yang masuk ke dalam mata.
  4. Pupil, berfungsi sebagai saluran untuk masuknya sebuah rangsang cahaya yang diterima.
  5. Retina, berfungsi untuk membentuk rangsang cahaya yang diterima menjadi sebuah bayangan benda dan kemudian dikirimkan oleh saraf mata untuk menuju ke otak.
  6. Otot Mata, berfungsi untuk mengatur gerakan dari bola mata.
  7. Saraf Mata, berfungsi untuk meneruskan rangsang cahaya yang telah diterima oleh retina agar dapat menuju ke otak.

 

Cara Kerja Mata

Berikut ini adalah cara kerja dari mata hingga dapat diterima oleh otak :

  1. Pertama cahaya akan merangsang mata dengan memantulkan obyek dan mengirimkannya menuju ke mata kita pada garis lurus.
  2. Rangsang cahaya yang diterima kemudian akan masuk melalui kornea menuju ke pupil dan kemudian diteruskan menuju lensa mata.
  3. Kornea dan juga lensa kemudian membelokan (membiaskan) rangsang cahaya yang diterima agar dapat difokuskan ke retina.
  4. Pada retina terdapat photoreceptors yang mengubah rangsang cahaya menjadi sebuah gelombang elektrik.
  5. Lalu gelombang-gelombang elektrik tersebut masuk melalui saraf optik menuju ke otak.
  6. Di otak sinyal – sinyal gelombang elektrik tersebut di ubah menjadi sebuah bayangan (gambar / image).

 

2. Telinga

Telinga adalah salah satu dari alat indra yang memiliki fungsi untuk mendengarkan suara yang dihasilkan oleh objek yang ada di sekitar. Telinga merupakan alat indra yang menangkap rangsang dari sekitar dalam bentuk suara (fonoreseptor). Selain untuk mendengarkan suara yang ada di sekitar, telinga juga memiliki fungsi lain yang sama pentingnya dengan mendengar yakni sebagai alat untuk keseimbangan tubuh.

panca indra manusia bagian telinga

Bagian-Bagian Telinga

Telinga memiliki beberapa bagian tersendiri yang tentunya memiliki fungsi sangat penting agar kita dapat mendengar, berikut ini adalah bagian-bagian dari telinga,

  1. Telinga bagian luar, memiliki beberapa bagian yakni daun telinga, lubang telinga, dan liang pendengaran.
  2. Telinga bagian tengah, memiliki beberapa bagian yakni gendang telinga, 3 tulang pendengar (tukang martil, tulang landasan dan tulang sunggurdi) saluran eustachius.
  3. Telinga bagian dalam, memiliki beberapa bagian antar lain alat keseimbangan tubuh, 3 buah saluran setengah lingkaran, tingkap jorong tingkap bundar dan yang terakhir adalah rumah siput (koklea).

Baca Juga: Bagian Bagian Telinga,

 

Fungsi Telinga

Berikut ini adalah fungsi dari telinga, antara lain.

  1. Daun telinga, lubang telinga, dan liang pendengaran memiliki fungsi untuk menangkap dan juga mengumpulkan rangsang berupa gelombang bunyi yang didapat di sekitar.
  2. Gendang telinga, memiliki fungsi untuk menerima rangsang bunyi yang telah di tangkap dan juga dikumpulkan oleh daun telinga, lubang telinga, dan liang pendengaran untuk diteruskan menuju kepagian telinga yang lebih dalam lagi.
  3. Tiga tulang pendengaran (tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi) memiliki fungsi untuk memperkuat sebuah gelombang yang telah di dapatkan di sekitar dan kemudian diteruskan ke dalam koklea atau rumah siput.
  4. Tingkap jorong, tingkap bundar, tiga saluran setengah lingkaran, rumah siput (koklea) memiliki fungsi untuk mengubah impuls dan kemudian di teruskan menuju ke otak, sedangkan fungsi dari tiga saluran setengah lingkaran berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh.
  5. Saluran eustachius, memiliki fungsi untuk menghubungkan antara Tonga mulut dengan telinga pada bagian luar.

 

Cara Kerja Telinga

Berikut ini adalah cara kerja dari telinga sehingga rangsangan yang diterima dapat sampai ke otak,

  1. Rangsang berupa getaran yang diterima dan dikumpulkan oleh daun telinga disalurkan menuju ke gendang telinga melalui liang telinga.
  2. Gendang telinga yang menerima rangsang berupa gelombang bunyi akan bergetar.
  3. Getaran yang dihasilkan oleh gendang telinga kemudian disalurkan kembali menuju rumah siput atau koklea melalui osikula.
  4. Getaran tersebut membuat cairan yang berada di dalam rumah sipit juga ikut bergetar.
  5. Getaran dari cairan yang berada di dalam rumah siput menyebabkan sel rambut di dalam telinga melengkung. Sel rambut tersebut kemudian menciptakan sebuah sinyal yang nantinya ditangkap oleh saraf audiotor Kemudian salah satu ujung rambut yang berada di rumah siput akan mengirimkan sebuah informasi berupa bunyi nada rendah dan kemudian sel ujung rambut yang lainnya akan mengirimkan bunyi dengan nada yang tinggi.
  6. Saraf audioti inilah yang kemudian mengirimkan sinyal menuju otak dan kemudian otak menafsirkannya menjadi sebuah suara.

 

3. Hidung

Hidung adalah alat indra yang memiliki fungsi untuk mengenali sebuah objek yang berada di lingkungan sekitar dari bau atau aroma yang dihasilkan. Serabut saraf penciuman pada hidung terletak di bagian atas selaput lendir hidung. Serabut yang memilik nama olfaktori inilah yang memiliki fungsi untuk mendeteksi rangsang berupa zat kimia yang berada du udara dalam bentuk gas (kemoreseptor).

panca indra manusia bagian hidung

Bagian-Bagian Hidung

Hidung memiliki beberapa bagian yang sangat berperan dalam mendeteksi bau atau aroma, berikut ini adalah bagian-bagian dari hidung,

  1. Lubang hidung, memiliki fungsi untuk jalur keluar dan juga masuknya udara.
  2. Rambut hidung, memiliki fungsi untuk menyaring udara yang masuk ke dalam hidung ketika bernafas.
  3. Selaput lendir, memiliki fungsi sebagi tempat menempelnya kotoran yang telah di saring oleh rambut hidung dan juga sebagai bagian yang berperan dalam indra pembau.
  4. Serabut saraf, memiliki fungsi untuk mendeteksi zat kimia yang terbawa oleh udara yang terhirup oleh hidung.
  5. Saraf pembau, memiliki fungsi untuk mengirimkan bau atau aroma yang terima oleh hidung menuju ke otak.

 

Cara Kerja Hidung

Berikut ini adalah cara kerja hidung sehingga rangsang bau yang diterima dapat sampai ke otak,

  1. Zat kimia yang larut dan terbawa oleh udara masuk melalui hidung.
  2. Lalu zat kimia tersebut akan berdifusi dengan cara masuk ke dalam kubang lendir hidung dan kemudian menempel pada sel kemoresptor.
  3. Zat tersebut kemudian berikatan dengan reseptor secara spesifik di membran plasma sel komoresptor.
  4. Dengan adanya pengikatan tersebut akan menyebabkan terciptanya sebuah potensi aksi atau yang biasa di sebut dengan kimpul dan kemudian impuls tersebut di salurkan menuju ke saraf dan kemudian masuk ke otak.
  5. Otak akan langsung memproses impuls yang diterimanya menjadi sebuah bau tertentu.

Otak sendiri dapat membedakan ribuan bau yang ada tergantung dengan jenis zat yang menempel pada kemoresptonya.

 

4. Lidah

Lidah adalah sebuah alat indra yang memiliki fungsi untuk merasakan rangsang berupa rasa dari suatu makanan yang di masukan ke dalam mulut. Lidah sendiri dapat merasakan berbagai jenis rasa seperti rasa manis, rasa pahit, rasa asam, dan rasa asin.

Di dalam lidah terdapat dua jenis otot, yaitu otot intrinsik (untuk melakukan sebuah gerakan halus) dan otot ekstrinsik (untuk melakukan sebuah gerakan yang asar contohnya pada saat kita mengunyah atau memelas serta pada saat kita mengaitkan lidah pada bagian-bagian yang berada di sekitarnya).

Bagian permukaan dari lidah tidaklah halus melainkan terdapat bintil-bintil yang disebut dengan papila atau ujung saraf dari indra pengecap. Dari setiap bintil-bintil yang terdapat di lidah memiliki kepekaan tersendiri berdasarkan letaknya. Pada pangkal lidah akan bintil-bintil tersebut akan peka terhadap rasa pahit, bintil-bintil pada bagian tepi lidah akan peka terhadap rasa asam dan juga asin, sedangkan bintil-bintil yang berada di bagian ujung lidah akan peka terhadap rasa yang manis.

panca indra manusia bagian lidah

Di permukaan lidah sendiri di lapisi oleh tiga macam papila sebagai berikut :

  • Papila siku valata
  • Papila filiformis
  • Papila fungiformis

 

Cara Kerja Lidah

Pada saat kita mengonsumsi sesuatu maka makanan atau minuman yang kita konsumsi akan akan memberikan sebuah rangsangan terhadap ujung-ujung dari saraf pengecap. Kemudian dari rangsang yang diberikan oleh makanan dan minuman yang kita konsumsi akan langsung diteruskan menuju ke otak, sehingga kita dapat mengecap atau dapat mengenali rasa dari makanan dan minuman yang kita konsumsi.

 

5. Kulit

Kulit adalah alat indra yang terakhir, kulit merupakan indra peraba yang memiliki fungsi untuk menerima rangsang berupa temperatur suhu, rasa sakit, sentuhan, tekanan tekstur dan lain masih banyak lagi. Kulit adalah sebuah indra yang dapat dijadikan sebagai sebuah reseptor yang peka terhadap rangsangan fisik (mekanoresptor).

Contohnya adalah kita dapat merasakan sentuhan, tekanan, suhu panas, suhu dingin, nyeri, dan lain-lain. Reseptor yang Asti ini juga merupakan ujung saraf yang bisa dikatakan Brebes, karena pada ujung saraf tersebut diselubungi oleh kapsul jaringan ikat yang terdapat di kulit.

Memang pada umumnya setiap indra atau reseptor hanya memiliki kemampuan untuk merasakan satu rangsangan dari luar saja. Namun berbeda dengan halnya kulit yang memiliki fungsi sebagai alat perlindungan pada bagian dalam tubuh seperti otot dan juga tulang. Dan sebagai indra yang berfungsi sebagai peraba , kulit dilengkapi dengan berbagai jenis reseptor yang tentunya sangat peka terhadap suatu rangsangan, yang berfungsi sebagai alat untuk ekskresi dan untuk mengatur suhu tubuh agar stabil.

panca indra manusia bagian kulit

Bagian-Bagian Kulit

  1. Kulit ari, memiliki fungsi untuk melakukan pencegahan terhadap bibit penyakit dan juga penguapan cairan yang ada di dalam tubuh manusia.
  2. Kelenjar keringat, berfungsi untuk mengeluarkan sisa-sisa kotoran di dalam tubuh dalam bentuk keringat.
  3. Lapisan lemak, memiliki fungsi untuk menghangatkan suhu tubuh.
  4. Otot penggerak rambut, memiliki fungsi untuk mengatur pergerakan dari rambut.
    Pembuluh darah, mempunyai fungsi untuk mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh.

 

Cara Kerja Kulit

Kulit akan menerima rangsang berupa sentuhan, suhu, tekanan ataupun yang lainnya, kemudian rangsangan tersebut diterima oleh sel-sel reseptor yang ada di permukaan kulit kita. Setelah itu rangsangan tersebut akan langsung di salurkan oleh urat saraf menuju ke otak. Otak yang menerima rangsangan tersebut akan langsung memerintahkan tubuh untuk menanggapi rangsang yang di terima oleh kulit, jadi begitulah mengapa kita dapat merasakan sebuah sentuhan, tekanan, suhu, dan yang lainnya.

 

Jadi itulah panca indra  manusia. Dengan begitu kita sebagai umat manusia haruslah bersyukur atas anugerah yang Tuhan berikan kepada kita, karena telah memberikan manusia 5 (lima) panca indra yang tentunya sangat berfungsi dalam menjalankan aktivitas sehari – hari.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 Panca Indra Manusia: Pengertian, Fungsi, Gambar dan Bagian-Bagiannya

5 Panca Indra Manusia: Pengertian, Fungsi, Gambar dan Bagian-Bagiannya
By : Hasif Priyambudi 11 min read

Panca Indra Manusia – Sebagai manusia yang normal kita telah dianugerahi 5 panca indra oleh tuhan yang maha pencipta, agar kita sebagai makhluk ciptaannya dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan mudah. Panca indra sendiri terdiri dari 5 macam, antara lain adalah mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, kulit untuk meraba, lidah untuk sebagai perasa dan hidung untuk mencium bau. Tanpa adanya salah satu dari panca indra tersebut, maka aktivitas kita sehari-hari akan sangat terganggu karena masing-masing panca indra yang kita miliki sangatlah peting dalam melakukan aktivitas di kehidupan sehari-hari.

Bagi kamu yang ingin mengetahui lebih jauh tentang panca indra yang kita miliki, pada kesempatan kali ini kami akan mengulas secara ringkas tentang panca indra selengkap mungkin, jadi langsung saja kita simak ulasan di bawah ini tentang Panca Indra Manusia.

 

Pengertian Panca Indra

Pengertiaj Panca indra adalah bagian dari tubuh yang digunakan sebagai alat untuk mengetahui berbagai keadaan yang terjadi di luar. Panca indra sendiri berasal dari kata panca dan indra, panca berarti lima sedangkan indra atau indriya adalah sebuah antarmuka, yang merupakan sebuah alat yang digunakan untuk melakukan kontak antara jiwa dalam bentuk spiritual kesadaran diri dengan materi yang ada di sekitar. Jadi panca indra adalah adalah lima alat dari tubuh yang digunakan sebagai penghubung antara jiwa dengan materi di sekitar.

Panca indra sendiri terdiri dari mata yang berfungsi sebagai indra penglihat, telinga yang berfungsi sebagai indra pendengar, hidung yang berfungsi sebagai indra pencium/pembau, kulit yang berfungsi sebagai indra peraba, dan lidah yang berfungsi sebagai indra perasa/pengecap. Sedangkan berdasarkan penganut agama hindu, mereka meyakini bahwa terdapat 11 jenis rasa yang disebut dengan Eka Dasa Indriya.

 

Macam – Macam Panca Indra

Berikut ini adalah macam – macam panca indra beserta dengan penjelasannya, antara lain.

 

1. Mata

Mata adalah bagian dari panca indra yang berfungsi untuk melihat keadaan yang ada di sekitar dam bentuk visual, jadi dengan adanya mata kita bisa mengenali berbagai benda berdasarkan bentuknya yang ada di sekitar kita dengan mudah.

Mata adalah bagian dari panca indra yang memiliki fungsi untuk melihat dengan cara mata menerima sebuah rangsang dalam bentuk cahaya yang ada di sekitar (fotooreseptor). Mata sendiri tersusun dari beberapa bagian yakni alat tambahan mata, bola mata, otot-otot pada bola mata, dan juga saraf optik II.

panca indra manusia bagian mata

Alat tambahan pada mata ini memiliki fungsi untuk melindungi mata dari berbagai gangguan yang ada di sekitar. Contoh dari alat tambahan mata adalah alis mata yang berfungsi untuk melindungi mata dari keringat yang keluar dari pori-pori kulit, lalu ada kelopak mata yang memiliki fungsi untuk melindungi mata dari benturan, dan ada juga bulu mata yang memiliki fungsi untuk melindungi mata dari berbagai kotoran yang masuk ke dalam mata seperti debu dan juga berfungsi untuk melindungi mata dari cahaya yang terlalu kuat atau terang.

 

Bagian – Bagian Mata Beserta Fungsinya

Di dalam bola mata juga terdapat beberapa bagian yang tentunya memiliki tugasnya masing-masing, berikut ini adalah bagian-bagian dari mata :

  1. Kornea Mata, berfungsi untuk menerima rangsang dari luar berupa cahaya dan kemudian meneruskannya ke dalam bagian mata yang selanjutnya.
  2. Lensa Mata, berfungsi untuk meneruskan dan kemudian memfokuskan cahaya yang telah diterima dari kornea mata agar bayang benda jatuh ke lensa mata.
  3. Iris, berfungsi untuk mengatur banyak atau sedikitnya rangsang cahaya yang masuk ke dalam mata.
  4. Pupil, berfungsi sebagai saluran untuk masuknya sebuah rangsang cahaya yang diterima.
  5. Retina, berfungsi untuk membentuk rangsang cahaya yang diterima menjadi sebuah bayangan benda dan kemudian dikirimkan oleh saraf mata untuk menuju ke otak.
  6. Otot Mata, berfungsi untuk mengatur gerakan dari bola mata.
  7. Saraf Mata, berfungsi untuk meneruskan rangsang cahaya yang telah diterima oleh retina agar dapat menuju ke otak.

 

Cara Kerja Mata

Berikut ini adalah cara kerja dari mata hingga dapat diterima oleh otak :

  1. Pertama cahaya akan merangsang mata dengan memantulkan obyek dan mengirimkannya menuju ke mata kita pada garis lurus.
  2. Rangsang cahaya yang diterima kemudian akan masuk melalui kornea menuju ke pupil dan kemudian diteruskan menuju lensa mata.
  3. Kornea dan juga lensa kemudian membelokan (membiaskan) rangsang cahaya yang diterima agar dapat difokuskan ke retina.
  4. Pada retina terdapat photoreceptors yang mengubah rangsang cahaya menjadi sebuah gelombang elektrik.
  5. Lalu gelombang-gelombang elektrik tersebut masuk melalui saraf optik menuju ke otak.
  6. Di otak sinyal – sinyal gelombang elektrik tersebut di ubah menjadi sebuah bayangan (gambar / image).

 

2. Telinga

Telinga adalah salah satu dari alat indra yang memiliki fungsi untuk mendengarkan suara yang dihasilkan oleh objek yang ada di sekitar. Telinga merupakan alat indra yang menangkap rangsang dari sekitar dalam bentuk suara (fonoreseptor). Selain untuk mendengarkan suara yang ada di sekitar, telinga juga memiliki fungsi lain yang sama pentingnya dengan mendengar yakni sebagai alat untuk keseimbangan tubuh.

panca indra manusia bagian telinga

Bagian-Bagian Telinga

Telinga memiliki beberapa bagian tersendiri yang tentunya memiliki fungsi sangat penting agar kita dapat mendengar, berikut ini adalah bagian-bagian dari telinga,

  1. Telinga bagian luar, memiliki beberapa bagian yakni daun telinga, lubang telinga, dan liang pendengaran.
  2. Telinga bagian tengah, memiliki beberapa bagian yakni gendang telinga, 3 tulang pendengar (tukang martil, tulang landasan dan tulang sunggurdi) saluran eustachius.
  3. Telinga bagian dalam, memiliki beberapa bagian antar lain alat keseimbangan tubuh, 3 buah saluran setengah lingkaran, tingkap jorong tingkap bundar dan yang terakhir adalah rumah siput (koklea).

Baca Juga: Bagian Bagian Telinga,

 

Fungsi Telinga

Berikut ini adalah fungsi dari telinga, antara lain.

  1. Daun telinga, lubang telinga, dan liang pendengaran memiliki fungsi untuk menangkap dan juga mengumpulkan rangsang berupa gelombang bunyi yang didapat di sekitar.
  2. Gendang telinga, memiliki fungsi untuk menerima rangsang bunyi yang telah di tangkap dan juga dikumpulkan oleh daun telinga, lubang telinga, dan liang pendengaran untuk diteruskan menuju kepagian telinga yang lebih dalam lagi.
  3. Tiga tulang pendengaran (tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi) memiliki fungsi untuk memperkuat sebuah gelombang yang telah di dapatkan di sekitar dan kemudian diteruskan ke dalam koklea atau rumah siput.
  4. Tingkap jorong, tingkap bundar, tiga saluran setengah lingkaran, rumah siput (koklea) memiliki fungsi untuk mengubah impuls dan kemudian di teruskan menuju ke otak, sedangkan fungsi dari tiga saluran setengah lingkaran berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh.
  5. Saluran eustachius, memiliki fungsi untuk menghubungkan antara Tonga mulut dengan telinga pada bagian luar.

 

Cara Kerja Telinga

Berikut ini adalah cara kerja dari telinga sehingga rangsangan yang diterima dapat sampai ke otak,

  1. Rangsang berupa getaran yang diterima dan dikumpulkan oleh daun telinga disalurkan menuju ke gendang telinga melalui liang telinga.
  2. Gendang telinga yang menerima rangsang berupa gelombang bunyi akan bergetar.
  3. Getaran yang dihasilkan oleh gendang telinga kemudian disalurkan kembali menuju rumah siput atau koklea melalui osikula.
  4. Getaran tersebut membuat cairan yang berada di dalam rumah sipit juga ikut bergetar.
  5. Getaran dari cairan yang berada di dalam rumah siput menyebabkan sel rambut di dalam telinga melengkung. Sel rambut tersebut kemudian menciptakan sebuah sinyal yang nantinya ditangkap oleh saraf audiotor Kemudian salah satu ujung rambut yang berada di rumah siput akan mengirimkan sebuah informasi berupa bunyi nada rendah dan kemudian sel ujung rambut yang lainnya akan mengirimkan bunyi dengan nada yang tinggi.
  6. Saraf audioti inilah yang kemudian mengirimkan sinyal menuju otak dan kemudian otak menafsirkannya menjadi sebuah suara.

 

3. Hidung

Hidung adalah alat indra yang memiliki fungsi untuk mengenali sebuah objek yang berada di lingkungan sekitar dari bau atau aroma yang dihasilkan. Serabut saraf penciuman pada hidung terletak di bagian atas selaput lendir hidung. Serabut yang memilik nama olfaktori inilah yang memiliki fungsi untuk mendeteksi rangsang berupa zat kimia yang berada du udara dalam bentuk gas (kemoreseptor).

panca indra manusia bagian hidung

Bagian-Bagian Hidung

Hidung memiliki beberapa bagian yang sangat berperan dalam mendeteksi bau atau aroma, berikut ini adalah bagian-bagian dari hidung,

  1. Lubang hidung, memiliki fungsi untuk jalur keluar dan juga masuknya udara.
  2. Rambut hidung, memiliki fungsi untuk menyaring udara yang masuk ke dalam hidung ketika bernafas.
  3. Selaput lendir, memiliki fungsi sebagi tempat menempelnya kotoran yang telah di saring oleh rambut hidung dan juga sebagai bagian yang berperan dalam indra pembau.
  4. Serabut saraf, memiliki fungsi untuk mendeteksi zat kimia yang terbawa oleh udara yang terhirup oleh hidung.
  5. Saraf pembau, memiliki fungsi untuk mengirimkan bau atau aroma yang terima oleh hidung menuju ke otak.

 

Cara Kerja Hidung

Berikut ini adalah cara kerja hidung sehingga rangsang bau yang diterima dapat sampai ke otak,

  1. Zat kimia yang larut dan terbawa oleh udara masuk melalui hidung.
  2. Lalu zat kimia tersebut akan berdifusi dengan cara masuk ke dalam kubang lendir hidung dan kemudian menempel pada sel kemoresptor.
  3. Zat tersebut kemudian berikatan dengan reseptor secara spesifik di membran plasma sel komoresptor.
  4. Dengan adanya pengikatan tersebut akan menyebabkan terciptanya sebuah potensi aksi atau yang biasa di sebut dengan kimpul dan kemudian impuls tersebut di salurkan menuju ke saraf dan kemudian masuk ke otak.
  5. Otak akan langsung memproses impuls yang diterimanya menjadi sebuah bau tertentu.

Otak sendiri dapat membedakan ribuan bau yang ada tergantung dengan jenis zat yang menempel pada kemoresptonya.

 

4. Lidah

Lidah adalah sebuah alat indra yang memiliki fungsi untuk merasakan rangsang berupa rasa dari suatu makanan yang di masukan ke dalam mulut. Lidah sendiri dapat merasakan berbagai jenis rasa seperti rasa manis, rasa pahit, rasa asam, dan rasa asin.

Di dalam lidah terdapat dua jenis otot, yaitu otot intrinsik (untuk melakukan sebuah gerakan halus) dan otot ekstrinsik (untuk melakukan sebuah gerakan yang asar contohnya pada saat kita mengunyah atau memelas serta pada saat kita mengaitkan lidah pada bagian-bagian yang berada di sekitarnya).

Bagian permukaan dari lidah tidaklah halus melainkan terdapat bintil-bintil yang disebut dengan papila atau ujung saraf dari indra pengecap. Dari setiap bintil-bintil yang terdapat di lidah memiliki kepekaan tersendiri berdasarkan letaknya. Pada pangkal lidah akan bintil-bintil tersebut akan peka terhadap rasa pahit, bintil-bintil pada bagian tepi lidah akan peka terhadap rasa asam dan juga asin, sedangkan bintil-bintil yang berada di bagian ujung lidah akan peka terhadap rasa yang manis.

panca indra manusia bagian lidah

Di permukaan lidah sendiri di lapisi oleh tiga macam papila sebagai berikut :

  • Papila siku valata
  • Papila filiformis
  • Papila fungiformis

 

Cara Kerja Lidah

Pada saat kita mengonsumsi sesuatu maka makanan atau minuman yang kita konsumsi akan akan memberikan sebuah rangsangan terhadap ujung-ujung dari saraf pengecap. Kemudian dari rangsang yang diberikan oleh makanan dan minuman yang kita konsumsi akan langsung diteruskan menuju ke otak, sehingga kita dapat mengecap atau dapat mengenali rasa dari makanan dan minuman yang kita konsumsi.

 

5. Kulit

Kulit adalah alat indra yang terakhir, kulit merupakan indra peraba yang memiliki fungsi untuk menerima rangsang berupa temperatur suhu, rasa sakit, sentuhan, tekanan tekstur dan lain masih banyak lagi. Kulit adalah sebuah indra yang dapat dijadikan sebagai sebuah reseptor yang peka terhadap rangsangan fisik (mekanoresptor).

Contohnya adalah kita dapat merasakan sentuhan, tekanan, suhu panas, suhu dingin, nyeri, dan lain-lain. Reseptor yang Asti ini juga merupakan ujung saraf yang bisa dikatakan Brebes, karena pada ujung saraf tersebut diselubungi oleh kapsul jaringan ikat yang terdapat di kulit.

Memang pada umumnya setiap indra atau reseptor hanya memiliki kemampuan untuk merasakan satu rangsangan dari luar saja. Namun berbeda dengan halnya kulit yang memiliki fungsi sebagai alat perlindungan pada bagian dalam tubuh seperti otot dan juga tulang. Dan sebagai indra yang berfungsi sebagai peraba , kulit dilengkapi dengan berbagai jenis reseptor yang tentunya sangat peka terhadap suatu rangsangan, yang berfungsi sebagai alat untuk ekskresi dan untuk mengatur suhu tubuh agar stabil.

panca indra manusia bagian kulit

Bagian-Bagian Kulit

  1. Kulit ari, memiliki fungsi untuk melakukan pencegahan terhadap bibit penyakit dan juga penguapan cairan yang ada di dalam tubuh manusia.
  2. Kelenjar keringat, berfungsi untuk mengeluarkan sisa-sisa kotoran di dalam tubuh dalam bentuk keringat.
  3. Lapisan lemak, memiliki fungsi untuk menghangatkan suhu tubuh.
  4. Otot penggerak rambut, memiliki fungsi untuk mengatur pergerakan dari rambut.
    Pembuluh darah, mempunyai fungsi untuk mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh.

 

Cara Kerja Kulit

Kulit akan menerima rangsang berupa sentuhan, suhu, tekanan ataupun yang lainnya, kemudian rangsangan tersebut diterima oleh sel-sel reseptor yang ada di permukaan kulit kita. Setelah itu rangsangan tersebut akan langsung di salurkan oleh urat saraf menuju ke otak. Otak yang menerima rangsangan tersebut akan langsung memerintahkan tubuh untuk menanggapi rangsang yang di terima oleh kulit, jadi begitulah mengapa kita dapat merasakan sebuah sentuhan, tekanan, suhu, dan yang lainnya.

 

Jadi itulah panca indra  manusia. Dengan begitu kita sebagai umat manusia haruslah bersyukur atas anugerah yang Tuhan berikan kepada kita, karena telah memberikan manusia 5 (lima) panca indra yang tentunya sangat berfungsi dalam menjalankan aktivitas sehari – hari.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *