√ 11 Nama Pakaian Adat Betawi Pria dan Wanita: Gambar dan Penjelasan

11 Nama Pakaian Adat Betawi Pria dan Wanita: Gambar dan Penjelasan

11 Nama Pakaian Adat Betawi Pria dan Wanita: Gambar dan Penjelasan

Pakaian Adat Betawi – Hampir semua daerah yang ada di Indonesia mempunyai pakaian adat masing – masing, tak terkecuali dengan suku Betawi. Perlu kamu ketahui bahwa menurut sejarahnya suku Betawi bukan termasuk ke dalam suku asli DKI Jakarta. Akan tetapi kebudayaan dan adat istiadat suku Betawi ini sejak dulu sudah terkenal sebagai ikon budaya Jakarta. Salah satu contoh budaya asli Betawi yaitu Gambang Kromong, Ondel – Onde, dan Kerak Telor.

Pakaian adat khas Betawi juga termasuk di antaranya. Budaya Betawi ini tidak mungkin dapat terlepas dari wilayah Jakarta sebagai identitas Nasional. Karena penduduk asli Jakarta seringkali mendapatkan julukan sebagai orang Betawi. Sebagai orang Betawi asli tentu saja mempunyai sebuah pakaian adat yang khas dan berbeda dengan suku – suku lain yang ada di Indonesia.

Memang suku Betawi sejak dulu sudah sangat terkenal dengan kebudayaannya yang sangat unik dan menarik. Kebudayaan tersebut tetap mereka jaga dan mereka lestarikan sebagai salah satu bentuk warisan dari nenek moyang mereka. Dengan warisan budaya yang telah di wariskan oleh nenek moyang mereka, menjadikan suku Betawi menjadi sangat terkenal di seantero negeri.

pakaian adat betawi

Salah satunya yaitu pakaian adat dari Betawi yang sangat berbeda sekali dengan pakaian adat di tempat – tempat lain. Pasalnya pakaian adat khas Betawi ini mempunyai atribut dan ciri khas tersendiri. Beberapa contoh pakaian adat khas Betawi akan kami ulas lebih lengkap pada pembahasan berikut ini.

 

Pakaian Adat Pria Betawi

Di pembahasan ini kita terdapat 2 jenis pakaian adat, yaitu pakaian adat betawi pria. Berikut ini terbagi menjadi 6 macam pakaian adat betawi.

nama pakaian adat betawi

 

1. Baju Koko

Baju koko atau nama lainnya Sadariah merupakan atribut pakaian adat khas Betawi yang digunakan oleh pria asli Betawi. Bentuk dan model dari Sadariah ini menyerupai baju koko yang beredar banyak di pasaran namun tentu saja mempunyai perbedaan. Perbedaan antara Sadariah dengan baju koko pada umumnya yaitu Sadariah tidak mempunyai motif dah hanya mempunyai satu warna saja (polos).

 

2. Selendang

Atribut lainnya dari pakaian adat khas Betawi untuk pria yaitu selendang. Selendang dalam hal ini tentu saja sangat berbeda dengan selendang kain panjang yang sering digunakan oleh para wanita. Selendang pada pakaian khas Betawi pria ini juga sering disebut dengan sarung atau sorban. Sorban dalam hal ini juga bukan sorban yang biasanya diikat dikepala. Melainkan kain yang dilipat lalu diselendangkan ke pundak atau di kalungkan ke leher.

 

3. Celana Batik

Celana batik merupakan salah satu atribut dari pakaian khas Betawi pria. Bentuk dari celana batik ini yaitu seperti celana kolor atau mempunyai tali karet pada bagian pinggangnya. Sedangkan model dari celana batik ini yaitu panjang dengan ukuran dibawah lutut. Lalu dari segi motif batik yang digunakan, pada umumnya menggunakan motif batik yang tidak terlalu ramai dan cenderung natural. Biasanya warna kain yang digunakan untuk membuat celana ini yaitu warna cokelat, hitam, dan putih.

 

4. Pakaian Keseharian Pria

baju adat betawi

Orang – orang Betawi khususnya pria Betawi mempunyai pakaian khusus yang dipakai sehari – hari. Pakaian keseharian pria Betawi ini terdiri dari baju sadariah dan celana komprang ukuran tanggung. Kemudian ditambah dengan sarung yang digulung atau di lipat lalu dikaitkan pada pinggang dan memakai sabuk berwarna hijau serta peci berwarna merah.

Pakaian yang digunakan pria Betawi sehari – hari tersebut merupakan salah satu ciri khas kebudayaan Betawi warisan nenek moyang mereka. Pakaian tersebut sudah sangat terkenal dan identik sekali dengan kebudayaan Betawi. Sehingga meskipun kita hanya melihat sekilas saja model pakaian yang digunakan tentu kita langsung paham bahwa orang tersebut merupakan orang Betawi asli.

 

5. Aksesoris Berupa Peci atau Kopyah

Sebenarnya aksesoris yang satu ini sama dengan penutup kepala warna hitam yang sering digunakan para pemeluk agama islam pada saat menjalankan ibadah. Akan tetapi bagi masyarakat betawi peci atau yang lebih sering disebut dengan kopyah ini biasanya digunakan oleh pria dalam keseharian. Memang pada umumnya kopyah atau peci yang digunakan oleh pria Betawi berwarna hitam, namun ada juga yang berwarna merah dan terbuat dari beludru.

 

6. Pakaian Pengantin Pria

Pada saat upacara pernikahan, masyarakat Betawi sampai saat ini tetap menjaga dan memegang teguh nilai kebudayaan warisan nenek moyang mereka. Yaitu dengan cara mengenakan pakaian khusus adat pengantin Betawi asli. Pakaian tersebut biasanya digunakan sebagai salah satu bentuk akulturasi dari beberapa kebudayaan yaitu antara kebudayaan Melayu, Arab, dan Tionghoa.

Pakaian pengantin yang dipake oleh pria ini juga sering disebut dengan “Dandanan Care Haji”. Pada acara pernikahan berlangsung pengantin pria memakai jubah panjang dan juga menggunakan penutup kepala warna merah. Jubah tersebut terdiri dari dua bagian yaitu bagian luat dari kain beludru dan bagian dalam dari kain yang halus dengan warna putih.

Sedangkan untuk penutup kepala yang dipakai adalah sorban yang biasanya disebut dengan Alpie. Kemudian supaya terlihat lebih serasi, pengantin pria menggunakan alas kaki yaitu berupa sepatu pantofel.

 

Pakaian Adat Khusus Wanita Betawi

1. Baju Kurung

Pakaian adat Betawi yang satu ini merupakan pakaian adat khas Betawi yang khusus dipakai oleh wanita Betawi. Baju kurung ini sering digunakan oleh wanita Betawi dalam kehidupan sehari – hari. Dilihat dari sisi bentuknya, baju kurung ini mempunyai lengan yang pendek. Sedangkan dari warnanya, baju kurung ini menggunakan warna – warna yang terang dan mencolok.

Walaupun pada saat ini perkembangan para desainer sudah sangat maju dan banyak yang menggunakan berbagai macam jenis warna. Bahkan sudah ada yang telah menambahkan aksesoris lain semacam saku dibagian depan baju. Hal tersebut bermaksud untuk memudahan menyimpan sesuatu barang yang mempunyai bentuk yang kecil.

 

2. Kain Sarung Batik

Bagian dari pakaian adat khas Betawi yang digunakan oleh wanita Betawi yang berikutnya yaitu kain sarung dengan motif batik. Kain sarung ini biasanya digunakan untuk menutupi bagian bawah dan menutup bagian kepala. Pada umumnya warna kain tersebut menggunakan warna – warna yang terang dan menggunakan motif geometri. Dalam penggunaannya sering disesuaikan dengan warna baju kurung yang digunakan.

 

3. Kerudung

Selain menggunakan baju kurung dan kain batik, dalam pakaian adat khas Batawi yang digunakan oleh wanita juga menggunakan kerudung sebagai penutup kepala. Pada umumnya kerudung ini biasanya berbentuk kain (selendang) yang biasanya sering digunakan oleh wanita yang masih mempunyai usia yang muda.

Dari segi warna yang digunakan, kerudung ini pada umumnya menggunakan warna yang menyesuaikan dengan warna baju yang digunakan. Untuk lebih jelas dan lebih lengkapnya lagi, kita dapat melihat kontes abang none Jakarta.

 

4. Pakaian Pengantin Wanita

Didalam pernikahan orang Betawi, biasanya para pengantin Wanita akan menggunakan pakaian adat khas Betawi atau yang sering disebut dengan “Rias Besar Dandanan Care None Pengantin Cine”. Dandanan tersebut berupa blus bergaya khas Cina dengan bahan satin berwarna cerah. Blus tersebut dipadukan dengan rok panjang bergaya duyung yang biasanya disebut dengan Kun.

Pakaian adat khas pengantin wanita khas Betawi ini biasanya terbuat dari kain satin berwarna merah atau hitam. Sedangkan pada bagian kepala, pengantin wanita dipasangi kembang goyang lengkap dengan penutup wajah. Pengantin wanita ini biasanya akan menggunakan perhiasan sebagai pelengkap atau aksesoris Pakaian pengantin khas Betawi.

Aksesoris atau perhiasan tersebut biasanya berupa gelang listing, kalung lebar, dan sanggul yang biasanya dihiasi dengan bunga melati. Bunga tersebut dibentuk dengan sedemikian rupa sehingga membentuk seperti sisir atau ronjee. Sedangkan alas kaki yang digunakan yaitu memakai selop dengan model mirip perahu.

 

Pakaian Adat Khusus Bangsawan Betawi

pakaian adat betawi

Untuk pada bangsawan Betawi, terdapat baju khusus yang digunakan pada saat ada upacara adat. Baju khusus tersebut biasanya disebut dengan baju “Ujung Serong” oleh masyarakat Betawi. Dulunya, baju khusus bangsawan ini diperuntukan untuk para demang. Namun seiring dengan perkembangan jaman, pakaian Ujung Serong ini resmi diPakaian untuk para Pegawai Negeri Sipil (PNS) pemerintah DKI Jakarta. Jenis pakaian ini hanya digunakan oleh kaum pria saja.

 

Memang sejak dulu suku Betawi merupakan suku yang sudah sangat terkenal sebagai salah satu suku yang sangat menghormati leluhurnya. Warisan kebudayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka selalu mereka jaga dan junjung tinggi dengan sepenuh hati. Bagi penduduk asli DKI Jakarta tentu saja ha tersebut merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.

Demikianlah pembahasan ringkas dari kami mengenai nama pakaian adat betawi pria dan wanita lengkap dengan pembahasannya. Budaya Betawi sudah sangat terkenal di seantero negeri. Oleh karena itu, pakaian adat Betawi ini termasuk ke dalam kebudayaan Betawi yang wajib untuk dilestarikan. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kamu.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 Nama Pakaian Adat Betawi Pria dan Wanita: Gambar dan Penjelasan

11 Nama Pakaian Adat Betawi Pria dan Wanita: Gambar dan Penjelasan

Pakaian Adat Betawi – Hampir semua daerah yang ada di Indonesia mempunyai pakaian adat masing – masing, tak terkecuali dengan suku Betawi. Perlu kamu ketahui bahwa menurut sejarahnya suku Betawi bukan termasuk ke dalam suku asli DKI Jakarta. Akan tetapi kebudayaan dan adat istiadat suku Betawi ini sejak dulu sudah terkenal sebagai ikon budaya Jakarta. Salah satu contoh budaya asli Betawi yaitu Gambang Kromong, Ondel – Onde, dan Kerak Telor.

Pakaian adat khas Betawi juga termasuk di antaranya. Budaya Betawi ini tidak mungkin dapat terlepas dari wilayah Jakarta sebagai identitas Nasional. Karena penduduk asli Jakarta seringkali mendapatkan julukan sebagai orang Betawi. Sebagai orang Betawi asli tentu saja mempunyai sebuah pakaian adat yang khas dan berbeda dengan suku – suku lain yang ada di Indonesia.

Memang suku Betawi sejak dulu sudah sangat terkenal dengan kebudayaannya yang sangat unik dan menarik. Kebudayaan tersebut tetap mereka jaga dan mereka lestarikan sebagai salah satu bentuk warisan dari nenek moyang mereka. Dengan warisan budaya yang telah di wariskan oleh nenek moyang mereka, menjadikan suku Betawi menjadi sangat terkenal di seantero negeri.

pakaian adat betawi

Salah satunya yaitu pakaian adat dari Betawi yang sangat berbeda sekali dengan pakaian adat di tempat – tempat lain. Pasalnya pakaian adat khas Betawi ini mempunyai atribut dan ciri khas tersendiri. Beberapa contoh pakaian adat khas Betawi akan kami ulas lebih lengkap pada pembahasan berikut ini.

 

Pakaian Adat Pria Betawi

Di pembahasan ini kita terdapat 2 jenis pakaian adat, yaitu pakaian adat betawi pria. Berikut ini terbagi menjadi 6 macam pakaian adat betawi.

nama pakaian adat betawi

 

1. Baju Koko

Baju koko atau nama lainnya Sadariah merupakan atribut pakaian adat khas Betawi yang digunakan oleh pria asli Betawi. Bentuk dan model dari Sadariah ini menyerupai baju koko yang beredar banyak di pasaran namun tentu saja mempunyai perbedaan. Perbedaan antara Sadariah dengan baju koko pada umumnya yaitu Sadariah tidak mempunyai motif dah hanya mempunyai satu warna saja (polos).

 

2. Selendang

Atribut lainnya dari pakaian adat khas Betawi untuk pria yaitu selendang. Selendang dalam hal ini tentu saja sangat berbeda dengan selendang kain panjang yang sering digunakan oleh para wanita. Selendang pada pakaian khas Betawi pria ini juga sering disebut dengan sarung atau sorban. Sorban dalam hal ini juga bukan sorban yang biasanya diikat dikepala. Melainkan kain yang dilipat lalu diselendangkan ke pundak atau di kalungkan ke leher.

 

3. Celana Batik

Celana batik merupakan salah satu atribut dari pakaian khas Betawi pria. Bentuk dari celana batik ini yaitu seperti celana kolor atau mempunyai tali karet pada bagian pinggangnya. Sedangkan model dari celana batik ini yaitu panjang dengan ukuran dibawah lutut. Lalu dari segi motif batik yang digunakan, pada umumnya menggunakan motif batik yang tidak terlalu ramai dan cenderung natural. Biasanya warna kain yang digunakan untuk membuat celana ini yaitu warna cokelat, hitam, dan putih.

 

4. Pakaian Keseharian Pria

baju adat betawi

Orang – orang Betawi khususnya pria Betawi mempunyai pakaian khusus yang dipakai sehari – hari. Pakaian keseharian pria Betawi ini terdiri dari baju sadariah dan celana komprang ukuran tanggung. Kemudian ditambah dengan sarung yang digulung atau di lipat lalu dikaitkan pada pinggang dan memakai sabuk berwarna hijau serta peci berwarna merah.

Pakaian yang digunakan pria Betawi sehari – hari tersebut merupakan salah satu ciri khas kebudayaan Betawi warisan nenek moyang mereka. Pakaian tersebut sudah sangat terkenal dan identik sekali dengan kebudayaan Betawi. Sehingga meskipun kita hanya melihat sekilas saja model pakaian yang digunakan tentu kita langsung paham bahwa orang tersebut merupakan orang Betawi asli.

 

5. Aksesoris Berupa Peci atau Kopyah

Sebenarnya aksesoris yang satu ini sama dengan penutup kepala warna hitam yang sering digunakan para pemeluk agama islam pada saat menjalankan ibadah. Akan tetapi bagi masyarakat betawi peci atau yang lebih sering disebut dengan kopyah ini biasanya digunakan oleh pria dalam keseharian. Memang pada umumnya kopyah atau peci yang digunakan oleh pria Betawi berwarna hitam, namun ada juga yang berwarna merah dan terbuat dari beludru.

 

6. Pakaian Pengantin Pria

Pada saat upacara pernikahan, masyarakat Betawi sampai saat ini tetap menjaga dan memegang teguh nilai kebudayaan warisan nenek moyang mereka. Yaitu dengan cara mengenakan pakaian khusus adat pengantin Betawi asli. Pakaian tersebut biasanya digunakan sebagai salah satu bentuk akulturasi dari beberapa kebudayaan yaitu antara kebudayaan Melayu, Arab, dan Tionghoa.

Pakaian pengantin yang dipake oleh pria ini juga sering disebut dengan “Dandanan Care Haji”. Pada acara pernikahan berlangsung pengantin pria memakai jubah panjang dan juga menggunakan penutup kepala warna merah. Jubah tersebut terdiri dari dua bagian yaitu bagian luat dari kain beludru dan bagian dalam dari kain yang halus dengan warna putih.

Sedangkan untuk penutup kepala yang dipakai adalah sorban yang biasanya disebut dengan Alpie. Kemudian supaya terlihat lebih serasi, pengantin pria menggunakan alas kaki yaitu berupa sepatu pantofel.

 

Pakaian Adat Khusus Wanita Betawi

1. Baju Kurung

Pakaian adat Betawi yang satu ini merupakan pakaian adat khas Betawi yang khusus dipakai oleh wanita Betawi. Baju kurung ini sering digunakan oleh wanita Betawi dalam kehidupan sehari – hari. Dilihat dari sisi bentuknya, baju kurung ini mempunyai lengan yang pendek. Sedangkan dari warnanya, baju kurung ini menggunakan warna – warna yang terang dan mencolok.

Walaupun pada saat ini perkembangan para desainer sudah sangat maju dan banyak yang menggunakan berbagai macam jenis warna. Bahkan sudah ada yang telah menambahkan aksesoris lain semacam saku dibagian depan baju. Hal tersebut bermaksud untuk memudahan menyimpan sesuatu barang yang mempunyai bentuk yang kecil.

 

2. Kain Sarung Batik

Bagian dari pakaian adat khas Betawi yang digunakan oleh wanita Betawi yang berikutnya yaitu kain sarung dengan motif batik. Kain sarung ini biasanya digunakan untuk menutupi bagian bawah dan menutup bagian kepala. Pada umumnya warna kain tersebut menggunakan warna – warna yang terang dan menggunakan motif geometri. Dalam penggunaannya sering disesuaikan dengan warna baju kurung yang digunakan.

 

3. Kerudung

Selain menggunakan baju kurung dan kain batik, dalam pakaian adat khas Batawi yang digunakan oleh wanita juga menggunakan kerudung sebagai penutup kepala. Pada umumnya kerudung ini biasanya berbentuk kain (selendang) yang biasanya sering digunakan oleh wanita yang masih mempunyai usia yang muda.

Dari segi warna yang digunakan, kerudung ini pada umumnya menggunakan warna yang menyesuaikan dengan warna baju yang digunakan. Untuk lebih jelas dan lebih lengkapnya lagi, kita dapat melihat kontes abang none Jakarta.

 

4. Pakaian Pengantin Wanita

Didalam pernikahan orang Betawi, biasanya para pengantin Wanita akan menggunakan pakaian adat khas Betawi atau yang sering disebut dengan “Rias Besar Dandanan Care None Pengantin Cine”. Dandanan tersebut berupa blus bergaya khas Cina dengan bahan satin berwarna cerah. Blus tersebut dipadukan dengan rok panjang bergaya duyung yang biasanya disebut dengan Kun.

Pakaian adat khas pengantin wanita khas Betawi ini biasanya terbuat dari kain satin berwarna merah atau hitam. Sedangkan pada bagian kepala, pengantin wanita dipasangi kembang goyang lengkap dengan penutup wajah. Pengantin wanita ini biasanya akan menggunakan perhiasan sebagai pelengkap atau aksesoris Pakaian pengantin khas Betawi.

Aksesoris atau perhiasan tersebut biasanya berupa gelang listing, kalung lebar, dan sanggul yang biasanya dihiasi dengan bunga melati. Bunga tersebut dibentuk dengan sedemikian rupa sehingga membentuk seperti sisir atau ronjee. Sedangkan alas kaki yang digunakan yaitu memakai selop dengan model mirip perahu.

 

Pakaian Adat Khusus Bangsawan Betawi

pakaian adat betawi

Untuk pada bangsawan Betawi, terdapat baju khusus yang digunakan pada saat ada upacara adat. Baju khusus tersebut biasanya disebut dengan baju “Ujung Serong” oleh masyarakat Betawi. Dulunya, baju khusus bangsawan ini diperuntukan untuk para demang. Namun seiring dengan perkembangan jaman, pakaian Ujung Serong ini resmi diPakaian untuk para Pegawai Negeri Sipil (PNS) pemerintah DKI Jakarta. Jenis pakaian ini hanya digunakan oleh kaum pria saja.

 

Memang sejak dulu suku Betawi merupakan suku yang sudah sangat terkenal sebagai salah satu suku yang sangat menghormati leluhurnya. Warisan kebudayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka selalu mereka jaga dan junjung tinggi dengan sepenuh hati. Bagi penduduk asli DKI Jakarta tentu saja ha tersebut merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.

Demikianlah pembahasan ringkas dari kami mengenai nama pakaian adat betawi pria dan wanita lengkap dengan pembahasannya. Budaya Betawi sudah sangat terkenal di seantero negeri. Oleh karena itu, pakaian adat Betawi ini termasuk ke dalam kebudayaan Betawi yang wajib untuk dilestarikan. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kamu.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *