Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~

15 Pakaian Adat Bali Pria & Wanita: Gambar, Filosofi, Penjelasan

12 min read

pakaian adat pria dan wanita bali beserta penjelasannya

Indonesia ini merupakan negara kepulauan dimana ada banyak sekali pulau di Indonesia. Salah satu pulau yang sangat terkenal akan keindahannya bahkan di mancanegara adalah pulau Bali. Pulau Sangat terkenal karena pantainya yang sangat indah dan pesona alamnya.

Bali adalah wilayah yang mempunyai kekayaan sangat besar. Pulau dewata bali ini selalu menjadi destinasi wisata oleh para turis asing dari seluruh penjuru dunia. Selain itu, Bali juga sebuah wilayah yang kaya akan budaya dan adat istiadatnya yang masih kental.

Selain budayanya, bali juga dikenal dengan pakaian adat yang menarik. Jika dibandingkan dengan pakaian adat daerah lain, pakaian adat Bali ini mempunyai kelebihan yang luar biasa. Pakaian adat Bali mempunyai jenis yang berbeda untuk pemakainya, yaitu ada yang untuk perempuan dan laki-laki.

Belakangan tahun ini, masyarakat Bali khususnya pria jarang menggunakan bagian atas dan kepala pakaian adat. Seperti yang sudah kalian ketahui bahwa pakaian adat atas untuk laki-laki berupa jas berkerah dan untuk perempuan mengenakan kebaya.

 

Pakaian Adat Bali Pria dan Wanita

Ada beberapa jenis pakaian adat yang biasa dikenakan oleh masyarakat Bali, untuk laki-laki adalah menggunakan penutup kepala atau udeng, baju jas berkerah, saput, kamen, dan selendang. Sedangkan untuk perempuan mengenakan sanggul, kamen, kebaya, dan selendang.

Aksesoris pada pakaian adat bali untuk perempuan dan laki-laki umumnya sama. Yang membedakan adalah pada laki-laki ada aksesoris tambahan, yaitu saput dan udeng dimana perempuan tidak mengenakan aksesoris tersebut.

Banyak sekali orang yang mengatakan bahwa Bali mempunyai model pakaian adat yang sudah berevolusi dan berubah. Namun pakaian adat bali ini mempunyai kesan yang religius dan dijunjung tinggi oleh masyarakat bali yang kebanyakan beragama Hindu dan budayanya sangat kenal di sana.

Menggunakan pakaian adat bali tidaklah sulit, jika kalian ingin mencari pakaian adat Bali maka kalian bisa mencarinya di toko tradisional yang ada di daerah Bali. Namun ada juga tempat-tempat lain selain di Bali yang menjual pakaian adat tersebut.

Nah, pada kesempatan kali ini mastekno akan membahas lebih lanjut tentang pakaian adat yang ada di Bali. Pakaian adat ini biasa digunakan oleh masyarakat Bali pada acara-acara tertentu, kadang juga digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Berikut ini adalah pakaian adat bali dan penjelasannya.

 

Pakaian Adat Bali Pria

Dalam penerapannya, para pria biasanya menggunakan pakaian adat Bali mereka pada saat upacara keagamaan, namun kadang juga mereka menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. Seperti yang sudah saya katakan bahwa pakaian adat Bali untuk pria itu terdiri beberapa bagian.

Nah berikut ini adalah bagian-bagian pakaian adat Bali untuk pria dari ujung rambut sampai ke bawah beserta penjelasannya.

 

Udeng (Ikat Kepala)

udeng pria

Udeng ini dibuat dari bahan kain yang dijahit kemudian dibentuk sebagai penutup khas dari Bali. Biasanya udeng ini digunakan pada saat beribadah di candi, namun tak jarang juga digunakan selain untuk beribadah, seperti keseharian dan itu dibolehkan.

Namun tentu untuk dua fungsi penggunaan yang bereda, digunakan juga jenis udeng yang berbeda. Jadi artinya ada udeng yang digunakan untuk upacara keagamaan, biasanya berwarna putih polos. Dan ada udeng yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

 

Kamen (Kain bawahan)

kamen pria

Kamen adalah kain tradisional (seperti sarung) yang dibentuk persegi yang digunakan oleh pria dan wanita di Bali. Kamen ini dibuat dari bahan kain yang tipis yang kemudian digunakan dengan cara dililitkan di tubuh, fungsinya dari kamen ini adalah sebagai pengganti celana.

Ukuran kamen ini hampir sama seperti ukuran sarung, panjangnya bisa mencapai 2 meter dan tingginya 1 meter. Pemakaian kamen untuk pria dan wanita tentunya berbeda. Jika pria yang menggunakannya diikat melingkar dari kiri ke kanan, sedikit lipatan ke depan dengan simpul tertentu.

Jarak antara kain dengan telapak kaki satu jengkal dan lipatan pada bagian tengah sengaja dibuat menjalur ke tanah dan lancip. Hal ini menyimbolkan sebuah penghormatan kepada tanah leluhur. Ikatan pada pemakaian kamen ini melambangkan pengabdian dan dharma.

 

Baju Safari  (Jas Berkerah)

baju safari pria bali

Yang paling utama dalam pakaian adat atau tradisional Bali yang dikenakan pria adalah atas berupa kemeja tertutup dengan kancing dan berkerah, biasanya baju ini berwara putih. Baju adat Bali ini tidak mempunyai nama khusus dan juga tidak mempunyai aturan dalam pemakaiannya secara lengkap.

Kadang baju ini mempunyai saku di dada sebelah kiri dan kadang ada juga yang tidak memiliki saku. Namun yang terpenting adalah pemakaiannya rapi, bersih, sopan, dan jika dipadukan dengan aksesoris lainnya tetap bisa terlihat cocok dan selaras dikenakan.

 

Saput

saput pria bali

Saput adalah kain bercorak yang dikenakan di atas Kamen (kain bawah yang sebelumnya sudah kami jelaskan). Jadi pemakaian saput ini setelah kamen dikenakan baru saput dikenakan di bagian bawah.

Cara menggunakan saput ini tidaklah sulit, yaitu dengan mengikatkan saput tersebut ke pinggang dimulai dari sebelah kanan ke kiri. Kain saput ini sering sekali digunakan pada saat upacara adat Bali atau kadang juga dipakai saat pernikahan.

 

Sabuk Selendang

sabuk selendang pria

Sabuk selendang ini biasanya hanya digunakan sebagai aksesoris pendukung saja, biasanya digunakan dalam pakaian baju adat tradisional Bali. Sabuk yang dikenakan ini tentunya sabut Tradisional dari masyarakat Bali.

Sabuk tersebut berupa kain yang diikatkan dengan simpul hidup di pinggang setelah kamen dan saput sudah dikenakan. Sabuk Selendang ini mempunyai filosofi, yaitu mengkhiaskan keharusan untuk bisa mengendalikan diri dari hal-hal baru. Dimana filosofi ini sangat penting untuk pria.

 

Saput Poleng

saput poleng pria

Saput Polen ini berbeda dan terpisah dari bagian-bagian pakaian adat untuk pria yang sebelumnya sudah kami sebutkan. Jika kalian perhatikan dengan seksama, di Bali ini kalian akan sering menjumpai kain kotak-kotak hitam putih yang diikat ke pohon, patung, dan dikenakan oleh orang.

Kain tersebut sering dikenakan masyarakat Bali pada saat upacara tertentu. Kain khusus ini disebut dengan nama saput poleng, oleh masyarakat Bali kain ini dianggap sakral. Secara harfiah saput mempunyai arti selimut atau kain, sedangkan poleng artinya adalah berwarna dua.

Namun masyarakat bali mengatakan bahwa saput poleng ini tidak mengacu pada dua buah warna. Hal ini karena kotak-kotak hitam dan putih mempunyai arti spiritual khusus dan hanya digunakan pada tempat-tempat tertentu saja.

Selai itu, kain ini juga hanya digunakan oleh orang-orang tertentu saja dan pada peristiwa-peristiwa tertentu saja juga. Jika kalian ingin mengetahui lebih lanjut tentang hal tersebut, terlebih dahulu kalian harus tahu tentang Hinduisem Bali.

Bahwa masyarakat Bali memercayai ada 3 lapisan spiritual (mandala), yaitu jaba mandala (lapisan luar), madya mandala (lapisan tengah), mandala utama (lapisan dalam). Ketiga lapisan ini bisa kita lihat pada arsitektur pura yang ada di Bali, bahkan di rumah-rumah yang ada di Bali.

Filosofi Saput Poleng

Nah berikut ini adalah filosofi yang terdapat dalam saput poleng. Menurut falsafah dan tradisi agama Hindu yang ada di Bali, dikenal ada tiga jenis saput poleng, yaitu Rawa Bhineda, Sudhamala, dan Tridatu. Berikut ini adalah penjelasan tentang ketiga jenis saput poleng tersebut.

Saput Poleng Rawa Bhineda

Jenis yang pertama adalah saput poleng rawa bhineda, dimana saput ini memiliki warna hitam dan putih. Warna hitam (gelap) dan warna terang (putih) adalah sebuah cerminan dari dharma dan adharma.

Saput Poleng Sudhamala

Jenis saput yang kedua adalah saput poleng suhdamala, saput poleng yang satu ini mempunyai 3 warna yaitu hitam, putih, dan abu-abu. Warna abu-abu merupakan peralihan dari warna hitam dan putih yang menengahi atau mengantarai kedua warna tersebut, artinya adalah menyelaraskan simfoni dharma dan adharma.

Saput Poleng Tridatu

Jenis saput yang terakhir adalah saput poleng tridatu, dimana saput poleng ini memiliki warna hitam, putih, dan warna merah. Warna merah dalam saput ini adalah simbol dari rajas keenergian, warna hitam melambangkan tamas (kemalasan), dan warna putih menggambarkan satwa (kebaikan).

 

Fungsi dan Arti Warna Saput Poleng

Saput poleng ini sering dipakai oleh para pecalang / perangkat keamanan, dimana saput ini dililitkan pada kentongan atau kul-kul, patung penjaga pintu, dikenakan oleh dalang wayang kulit saat melaksanakan penyucian atau pangruwatan, dikenakan oleh pengobat atau balian tradisional.

Selain itu kadang juga dihiaskan pada tokoh-tokoh ithiasa, yaitu Tualen, Merdah, Bima, Hanoman yang dililitkan di tempat suci yang diyakini berguna sebagai penjaga. Jadi pada intinya saput ini bisa digunakan sebagai simbol penjaga.

Warna putih dalam saput poleng adalah simbol dari satwam yang artinya suatu simbolik dari kekuatan dharma yang sudah seharusnya memberikan contoh kepada kita bahwa dalam hidup beragama harus memegang prinsip dharma yang selalu memberikan kedamaian.

Hal ini tercermin dalam sikap toleransi untuk menghindari menghindari kemunafikan sosial yang bisa menyebabkan perpecahan diantara masyarakat. Dalam Rg. Veda X.191. 3-4, mengatakan bahwa pada hakikatnya manusia semua itu bersaudara.

Warna hitam merupakan simbol dari tamas, yaitu kemalasan yang merupakan kekuatan adharma dimana selalu ada jika ada dharma. Selain itu ini merupakan hukum ilahi yang senantiasa berjalan.

Kekuatan adharma tidak seharusnya disalah-kaprahkan, seharusnya kita mengontrol diri supaya tidak membuat orang terprovokasi.

Warna abu-abu dalam saput poleng memberikan implementasi terhadap penyelarasan antara dharma dan adharma. Jadi sikap yang seperti ini adalah contoh sikap toleransi hidup beragama yang memberikan keselarasan dari sisi baik dan juga buruk.

Warna merah dalam siput poleng melambangkan keenergian yang memang seharusnya kita cerminkan terhadap semangat dalam membentuk dan membangun kerukunan umat beragama. Bukan malah menggunakan semangat tersebut untuk mengompori orang karena perbedaan yang ada.

Hal ini malah akan menimbulkan permusuhan dan membawa kita ke dalam ketidakharmonisan. Kita harus menjaga supaya hal seperti ini tidak terjadi. Karena setiap masalah yang muncul jika semakin dipanas-panasi maka akan semakin parah. Oleh karena itu keenergian ini jangan disalah gunakan.

Seperti yang termuat dalam Atharvaveda, XII.1. 45 dinyatakan:

“Beberapa pengucapan bahasa yang berbeda-beda dan pemeluk agama yang berbeda-beda pula dan sesuai dengan keinginan. Mereka tinggal bersama di bumi pertiwi yang penuh keseimbangan tanpa banyak bergerak, seperti sapi yang selalu memberikan susunya kepada manusia. Demikian juga ibu pertiwi selalu memberi kebahagiaan melimpah pada semua umat manusia”.

Selain itu terungkap juga dalam Weda Sruti, yaitu:

“Seseorang yang menganggap seluruh umat manusia memiliki atma yang sama dan dapat melihat semua manusia sebagai saudaranya, orang tersebut tidak terikat dalam ikatan dan bebas dari kesedihan” (Yayurweda, 40.7)

Kedua mantra tersebut dengan jelas mengatakan bahwa manusia hidup dalam lingkaran majemuk yang bisa tinggal dalam sebuah keharmonisan.. selain itu juga memberikan kearifan pada umat dalam menyikapi pandangan manusia yang berbeda-beda karena warna RAS adalah sebuah keluarga.

Maksudnya adalah tidak cuma satu agama saja yang dijayakan dan diagungkan, melainkan semua agama dinilai benar tidak ada agama salah. Semuanya berhak hidup di dunia ini, keberagaman ini bagaikan pelangi yang diciptakan Tuhan.

Keberagaman sangat indah dan menyejukkan, bisa menumbuhkan kedamaian dalam hati manusia. kemajemukan ini jelas bukan untuk dipertentangkan, karena kemajemukan adalah keindahan dan keharmonisan, bukan kekacauan maupun keberantakan.

Nilai-nilai filosofi yang sangat tinggi dalam saput poleng ini bisa kita jadikan cerminan dalam mempertahankan kerukunan kehidupan dalam beragama. Hal ini sangat perlu diterapkan supaya terhindar dari hipokrit sosial yang bisa menyebabkan perpecahan diantara kita semua.

Keinginan yang tidak terbatas untuk mengimbangi sifat kontrol diri dengan kebijaksanaan. Keseimbangan antara rajas dan tamas kemudian didominasi dengan satwam dengan perlahan akan meningkatkan harkat kemanusiaan dan sifat keraksasaan menuju kedewataan.

 

Pakaian Adat Bali Wanita

Setelah sebelumnya kami membahas tentang pakaian adat Bali untuk pria, selanjutnya adalah pakaian adat wanita yang akan kami bahas. Pakaian adat wanita ini terdiri atas sanggul dan empat pakaian utama sangul, diantaranya:

  • Kamen
  • Nlus (kebaya) dan dua cummerbands
  • Selendang, dan sabuk.

Kamen merupakan kain tenun atau kain batik yang dililitkan ke pinggang dan menjulur ke tanah. Kain kamen ini diikat ke pinggang menggunakan sabuk, panjang selempang kamen bisa mencapai 2 meter, sedangkan tingginya adalah 1 meter.

Kebaya adalah pakaian khas Bali yang masih baru. Gaya berpakaian Kebaya ini hadir sejak penaklukan kolonial Belanda di daerah Bali. Sebelum hal tersebut terjadi, bisa kita lihat dari lukisan dan foto awal abad ke 19 yang mana wanita Bali membiarkan lengan dan bahu mereka terbuka.

Dalam peraturan sehari-hari, seperti bekerja di rumah, menanam padi, menjual di pasar, sabuk biasanya diikatkan di bagian tengah tulang rusuk. Namun pada acara-acara resmi seperti upacara keagamaan, diutamakan tampilan yang menunjukkan kerendahan hati.

Praktik ini dipelihara dalam busana standar para penari wanita di Bali sekarang. Sebagai contoh penari Legong sekarang ini mengenakan sabuk benang emas khusus, ikatannya sangat erat hingga membatasi kebebasan penari dalam bergerak.

Hal ini merupakan cara untuk mencegah jatuhnya pada saat pertunjukan sedang berlangsung dengan meriah. Namun praktik mengunci sabuk ketat ini bukan cuma untuk wanita penari saja, dalam pengertiannya sabuk in sama dengan korset Barat, digunakan di perut supaya enak dilihat.

 

Sanggul Bali

sanggul bali

Sama seperti unsur pakaian adat wanita di daerah lain, di Bali para wanita juga menggunakan sanggul. Dimana dengan menggunakan sanggul ini akan menambah keanggunan dari wanita yang menggunakan sanggul tersebut, terlebih lagi untuk wanita Bali yang terkenal cantik

Sanggul atau pusung pakaian adat Bali mempunyai beberapa jenis, kira-kira ada tiga jenis sanggul yang dibedakan berdasarkan dari bentuknya. Yaitu, sanggul pusung gonjer, sanggul pusung tagel, dan sanggul pusung kekupu. Ketiga sanggul tersebut memiliki ciri dan pembedanya sendiri.

Pusung kekupu atau biasanya dinamakan pusung podgala digunakan khusus untuk wanita yang sudah mempunyai status janda. Pusung gonjer digunakan untuk wanita yang belum menikah alias lajang. Dan pusung tagel digunakan untuk wanita yang sudah menikah dan masih punya suami.

 

 Kebaya Bali

kebaya bali

Sama halnya seperti pakaian adat di Jawa Barat, wanita di Bali juga menggunakan kebaya ini sebagai elemen penting dalam busana adat tradisional Bali. Adapun kebaya yang digunakan oleh wanita Bali ini mempunyai motif atau corak yang sederhana namun menggunakan paduan warna yang cerah.

Dengan menggunakan kebaya ini, para wanita yang mengenakannya akan terlihat lebih anggun dan cantik. Sisi anggun dari para wanita Bali yang cantik akan menjadi lebih terlihat dengan menggunakan pakaian adat Kebaya khas Bali ini.

 

Kamen Wanita Bali

kamen wanita bali

Sama seperti yang dikenakan oleh para pria di Bali, bagian bawah wanita bali juga menggunakan kain kamen dalam pakaian adatnya. Namun kamen ini jelas berbeda degan yang dikenakan pria, baik itu dari corak ataupun dari cara menggunakan kamen tersebut.

Corak yang ada pada kamen wanita ini biasanya berupa batik bunga dengan warna yang cerah dan enak dipandang mata. Fungsi dari kamen ini adalah sebagai pengganti dari celana dan sebagai penutup kaki. Kain kamen digunakan sampai sekiaranya mempunyai jarak sejengkal dari telapak kaki.

Hal ini bertujuan supaya wanita tetap terlihat anggun dan wanita juga bisa bergerak serta berjalan dengan nyaman. Meskipun penggunaan kamen untuk wanita ini sedikit gerak yang dilakukan oleh pemakainya.

 

Selendang

selendang bali

Selendang memang sangat identik dengan pakaian adat tradisional untuk wanita, termasuk juga pakaian adat wanita Bali. Dimana pada bagian bahu selendang digunakan sebagai aksesoris tambahan atau disebut senteng. Pemakaian selendang ini biasanya diletakkan di bahu.

Karena memang selendang ini tidak bisa lepas dari pakaian tradisional wanita sebagai aksesoris tambahan yang bisa membuat penampilan para wanita jadi lebih menawan.

 

Sabuk Prada

sabuk prada bali

Sabuk prada merupakan bagian pakaian adat yang dikenakan di pinggang. Sabuk ini digunakan untuk mengencangkan atau menahan lilitan kamen supaya tidak mudah lepas atau melorot. Selain itu, sabuk ini juga bisa membuat penampilan wanita menjadi lebih anggun dan cantik.

Filosofi dari penggunaan sabuk pada pakaian adat Bali untuk wanita adalah sebagai gambaran untuk melindungi diri, khususnya pada bagian rahim yang merupakan anugerah dari Tuhan. Dengan cara mengendalikan diri dan mencegah perilaku yang buru.

Selain beberapa ragam bagian pakaian adat di atas, para wanita atau penari yang ada di Bali jug sering menggunakan aksesoris lain sebagai hiasan. Salah satunya dan yang paling sering dilihat adalah bunga kecil yang diselipkan di sekitar daun telinga dan kulit kepala.

Memang aksesoris ini terlihat sederhana namun sudah cukup untuk memberikan efek tambahan yang luar biasa. Wanita yang mengenakan aksesoris bunga akan terlihat lebih anggun dan cantik.

Nah itulah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kalian tentang pakaian adat masyarakat bali beserta bagian-bagian dan penjelasannya. Setelah membaca artikel ini sekarang kalian jadi tahu bahwa pakaian adat Bali memiliki banyak bagian-bagian dan fungsinya sendiri.

 

Demikianlah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kalian tentang bagian-bagian pakaian adat bali, semoga informasi di atas bermanfaat. Sekian, jika ada kesalahan kata dan informasi yang kurang tepat dalam artikel ini mohon dimaafkan. Terima kasih.


Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~
DarkLight