Hasif Priyambudi Nothing Last Forever We Can Jump And Feeder #ProALUKERAD

Norma Hukum: Pengertian, Tujuan, Jenis, Contoh dan Sanksi

10 min read

norma hukum

Sudah tidak dapat dipungkiri kembali bahwa setiap manusia merupakan makhluk sosial, hal tersebutlah yang menyebabkan manusia tidak dapat hidup sendiri, baik itu di lingkungan keluarga, di lingkungan masyarakat, di lingkungan sekolah, atau bahkan hingga ke skala negara.

Sebagai makhluk sosial dan tidak dapat hidup sendiri, hal tersebut sama saja dengan menyatukan perbedaan yang ada di sekitar kita, baik itu perbedaan agama, suku, rasa, atau bahkan adat istiadat. Dan di sisi lain dengan adanya perbedaan tersebut juga dapat menimbulkan perpecahan apabila tidak di tangani dengan baik.

Salah satu contohnya adalah di tingkatan terkecil yakni keluarga, yang mana di dalamnya harus terdapat kondisi yang aman dan juga tenteram dalam melakukan kehidupan sehari-hari agar tidak terjadi perpecahan.

Dan untuk menjaga ketentraman dan keamanan, maka dibuatlah sebuah aturan atau yang di biasa disebut dengan norma baik itu di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan bahkan negara, yang disertai dengan sanksi yang diberikan apabila seseorang melanggar aturan atau norma yang telah dibuat.

Hal tersebut juga menyebabkan norma dapat kita temui di manapun kita berada, baik pada saat kita sedang sendiri ataupun pada saat kita sedang bersama dengan orang lain. Jadi bisa dikatakan bahwa norma merupakan salah satu bagian dari diri setiap umat manusia.

Selain itu dengan adanya norma maka akan lebih memanusiakan kita sebagai umat manusia karena hal tersebut berasal dari kodrat manusia secara umum. Dan dengan adanya norma juga dapat membawa manusia ke dalam ketertiban dan juga keamanan di tengah-tengah masyarakat.

Nah maka dari itulah, pada kesempatan kali ini kamu akan membahas norma hukum yang meliputi pengertian, tujuan, jenis, contoh, dan juga sanksinya. Jadi langsung saja kita bahas norma hukum sebagai berikut.

 

Pengertian Norma Hukum

Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) norma adalah suatu ketentuan atau aturan yang bersifat mengikat warga atau suatu kelompok di dalam masyarakat, ia digunakan sebagai pedoman, panduan, dan tatanan serta pengendali setiap tingkah laku dari masyarakat yang sesuai dan diterima.

Sedangkan menurut Soerjono Soekanto dapat kata pahami bahwa norma-norma di dalam kehidupan bermasyarakat merupakan sebuah perangkat yang diciptakan atau dibuat untuk mengatur hubungan Kang terjadi tengah-tengah masyarakat dengan tujuan agar masyarakat tersebut dapat menjalani kehidupan bermasyarakat sesuai dengan apa yang mereka harapkan.

Norma hukum tersebut disusun atau di buat oleh negara atau badan yang dapat mengatur hubungan di antara sesama warganya, antara warga dengan negaranya ataupun antara warga dengan negara dengan pemerintahannya.

Dan pada umumnya norma juga bersifat tertulis yang mana aturan tertulis tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman ataupun rujukan konkret agar setiap masyarakat dalam berperilaku di suatu lingkungan dan kemudian akan di jatuhkan sanksi atau hukuman bagi para pelaku yang melanggar norma atau aturan di suatu daerah.

Hal inilah yang menyebabkan norma yang telah dibuat atau diciptakan bersifat tegas dan juga pasti, yang mana menyebabkan suatu norma pastilah di topang atau dijamin atas suatu hukum ataupun sanksi bagi seseorang yang melakukan pelanggaran atau melanggar norma yang telah ada.

 

 

Tujuan Norma Hukum

Dengan dibuatnya sebuah norma pastilah terdapat suatu tujuan ataupun maksud tertentu di dalamnya. Berikut ini adalah beberapa maksud dan juga tujuan norma hukum yang dibuat atau dibentuknya norma hukum yang perlu kalian ketahui, sebagai berikut .Agar membentuk perilaku suatu masyarakat agar dapat hidup sebagai masyarakat yang berguna bagi nusa dan bangsa.

  • Agar dapat membuat suatu masyarakat menjadi tertib akibat adanya aturan yang telah di tetapkan.
  • Agar manusia tidak dapat berbuat semena-mena terhadap orang lain dan dapat menghargai orang lain.
  • Agar masyarakat menjadi lebih paham dengan adanya hukum ataupun peraturan yang berlaku di tempat mereka berada.
  • Agar suatu masyarakat menjadi takut dan kemudian menjauhi perbuatan yang dianggap menyimpang atau jahat.
  • Agar keadilan dapat ditegakkan.
  • Untuk menciptakan masyarakat yang tertib dengan hukum yang berlaku.
  • Untuk menciptakan keteraturan sosial bagi seluruh masyarakat.
  • Untuk mencegah orang-orang dalam melakukan kegiatan yang dapat merugikan orang lain ataupun pihak lain.
  • Agar tersedianya sebuah kontrol tentang tata perilaku dari seseorang dalam bentuk tertulis.
  • Mencegah adanya kegiatan kriminalitas.
  • Memberikan sanksi atau hukuman bagi para masyarakat yang melakukan pelanggaran atau melanggar hukum yang telah di tetapkan.

 

 

Ciri-Ciri Norma Hukum

Setelah kalian mengetahui pengertian dan tujuan dari norma hukum, berikut ini adalah ciri-ciri norma hukum.

  • Terdapat beberapa aturan yang di dalamnya mengatur gala tingkah laku dari masyarakat dalam melakukan kehidupannya sehari-hari.
  • Aturan yang tersebut dibuat dan kemudian disahkan oleh lembaga resmi milik pemerintah.
  • Norma aturan yang telah disahkan bersifat memaksa dan mengikat.
  • Apabila melanggar aturan yang telah dibuat, maka orang tersebut akan terkena sanksi maupun hukuman, baik itu hukuman berupa benda maupun dalam bentuk hukuman fisik.

 

 

Jenis – Jenis Norma Hukum

Disamping mempunyai ciri – ciri serta tujuan, norma hukum juga dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yakni sebagai berikut.

 

1. Hukum Tertulis

Hukum tertulis merupakan sebuah hukum yang dibuat dengan ditulis dan kemudian disahkan atau ditetapkan oleh para penjabat yang berwenang atas hal-hal tersebut. Adapun hukum tertulis yang dibedakan menjadi sebagai berikut.

 

a. Hukum Pidana

Hukum pidana merupakan sebuah hukum yang mengatur hubungan yang terjadi di nara seseorang dengan masyarakat umum secara lebih luas. hukum yang satu ini dapat melihat masyarakat luas sebagai sebuah objek implementasi atas perbuatan yang dilakukan oleh seseorang. Perbuatan yang diperkirakan dapat menyebabkan kerugian terhadap masyarakat secara umum, maka orang tersebut akan dikenai hukum pidana.

Contohnya adalah mencopet yang merupakan sebuah perbuatan kriminal yang mana apabila seseorang melakukan perbuatan kriminal tersebut maka ia akan dikenai sebuah sanksi yang terdapat di dalam hukum pidana karena telah melakukan pencopetan maupun pencurian dalam skala yang luas.

Sanksi yang diperoleh dari hukuman pidana yang satu ini dapat berupa sanksi dalam bentuk denda maupun sanksi dalam bentuk fisik yakni kurungan penjara.

 

b. Hukum Perdata

Hukum perdata merupakan sebuah hukum yang mana di dalamnya mengatur hubungan yang terjadi di antara perorangan. Pada umumnya hukum yang satu ini menjangkau segala aspek secara lebih sempit yakni antar orang per orang. Implikasi atas perbuatan yang dilakukan oleh seseorang tidak akan terpengaruh terhadap masyarakat luas maka tersebut akan di atur di dalam hukum perdata.

Contohnya dari berlakunya hukum perdata adalah pada saat ada kesempatan yang dilanggar oleh dua orang ataupun lebih dalam masalah utang piutang. Maka kitab hukum perdata akan menjadi sebuah sumber penanganan terhadap kasus perdata yang mana sifatnya perorangan.

Dan tidak akan ada hukuman berupa sanksi pidana pagi seseorang yang melakukan pelanggaran terhadap hukum perdata.

Baca Juga: Norma Kesopanan.

 

2. Hukum yang Tidak Tertulis

Hukum yang tidak tertulis merupakan hukum adat atau yang bisa dikatakan sebagai sebuah hukum yang dibuat kemudian berkembang di tengah-tengah masyarakat secara turun-temurun.

Berdasarkan hukum yang satu ini, kepala adat ataupun ketua adat seseorang yang memiliki otoritas untuk mempertahankan hukum adat yang terdapat du daerahnya tersebut dan kemudian memberikan sanksi bagi orang-orang yang melanggar aturan atau hukum tersebut.

Adapun contoh dari penerapan hukum adat adalah penangkapan atau penggrebegan yang di lakukan oleh masyarakat pada saat memergoki dua orang sejoli yang sedang memadu kasih atau melakukan hal-hal yang tidak senonoh di tempat yang gelap, dan kemudian mereka pun akan dihukum dengan aturan yang terdapat di daerah tersebut, salah satu contohnya adalah menikahkan kedua orang tersebut.

Peraturan atau hukum tersebut memang tidak terdapat dan tertulis di dalam undang-undang atau tertulis di dalam kitab, akan tetapi hal tersebut sudah menjadi sebuah kesepakatan kultural yang telah ada dan kemudian dilakukan secara turun-temurun di suatu desa, yakni jika terdapat dua sejoli yang ketahuan menjalin hubungan asmara atau pasaran maka kedua sejoli tersebut haruslah di kawinkan atau dinikahkan.

 

Contoh Norma Hukum

Setelah kalian telah mengetahui norma hukum lebih dalam, mulai dari pengertian, tujuan, ciri-ciri, dan juga jenis dari norma hukum. Maka kamu akan menjadi lebih mudah memahami norma hukum lebih dalam lagi jika kamu mengidentifikasi beberapa contoh norma hukum yang ada di sekolah, masyarakat , dan juga lingkungan umum yang akan kita jelaskan sebagi berikut ini.

 

1. Contoh Norma Hukum di Sekolah

Sekolah merupakan salah satu tempat yang bisanya memiliki banyak sekali norma atau aturan yang tertulis di dalamnya. Maka dari itu berikut ini akan kami berikan beberapa aturan atau norma yang biasanya terdapat di lingkungan sekolah, dan dengan adanya contoh berikut ini maka kamu akan menjadi lebih berhati-hati dalam bertindak di lingkungan sekolah. contoh dari aturan yang biasanya terdapat si sekolah antara lain.

  • Para siswa akan diwajibkan untuk datang paling lambat adalah 10 menit sebelum bel masuk sekolah dibunyikan.
  • Para siswa yang bersekolah atau menuntut ilmu di suatu tempat, maka siswa tersebut diwajibkan untuk hadir menggunakan seragam sesuai dengan sekolahnya.
  • Rambut dari para siswa laki-laki haruslah rapi dan tidak boleh memiliki panjang melebihi kerah seragam.
  • Seluruh siswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan upacara setiap pagi di hari senin.
  • Diwajibkan untuk berdoa berdasarkan agama dan juga kepercayaannya masing-masing sebelum memulai pembelajaran.
  • Para siswa tidak boleh membawa barang-barang yang berharga ke lingkungan sekolah.
  • Siswa dilarang menggunakan Mae-up berlebih terutama untuk siswa perempuan.
  • Siswa diwajibkan untuk mengikuti minimal satu ekstrakulikuler di sekolah.
  • Pada saat kita tidak dapat berangkat sekolah maka, kirimlah surat izin dan juga berlas yang dapat mendukung yang ditujukan kepada wali kelas.
  • Siswa perempuan dilarang menggunakan seragam sekolah yang terlalu ketat.

Aturan-aturan sekolah tersebut merupakan salah satu contoh umum yang biasanya terdapat pada norma hukum yang berada di lingkungan sekolah. setiap aturan yang dibuat oleh pihak sekolah maka haruslah ditaati dan juga dijunjung tinggi oleh segenap warga sekolah tersebut.

Dengan kita menaati peraturan yang terdapat di lingkungan sekolah, maka kita dapat menjadi pribadi yang lebih disiplin dan juga lebih hormat serta lebih menghargai aturan yang ada.

 

2. Contoh Norma Hukum di Masyarakat

Norma hukum juga akan senantiasa selalu ada di di tengah-tengah masyarakat, jadi norma yang satu ini bisa dijadikan sebagai sebuah dasar kita yang hidup di tengah-tengah masyarakat untuk memperoleh keamanan dan juga ketertiban di dalamnya. Aturan yang terdapat di tengah-tengah masyarakat tersebut pada umumnya dibentuk atau dibuat oleh RT dan juga RW.

Berikut ini adalah contoh dari norma hukum atau aturan yang pada umumnya ada di tengah-tengah masyarakat.

  • Tamu di akan disarankan untuk melapor ke ketua RT 1 x 24 jam.
  • Sebagai seorang pendatang atau warga baru juga disarankan untuk melapor ke RT dan juga RW.
  • Pada setiap hari Minggu, semua ibu-ibu yang memiliki anak balita diharuskan untuk mengikuti posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).
  • Setiap warga akan perintahkan untuk mengirimkan satu perwakilan seorang laki-laki yang telah berumur 17 tahun untuk mengikuti siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan)
  • Pada setiap hari Sabtu pagi, para warga haruslah mengikuti kerja bakti untuk membersihkan lingkungan.
  • Setiap warga di wajibkan untuk membayarkan iuran kas RT pada setiap bulannya.

Nah, hal di atas merupakan beberapa contoh norma hukum yang biasanya ada di tengah-tengah masyarakat. Akan tetapi biasanya setiap daerah juga memiliki aturan yang berbeda beda untuk masyarakatnya.

Perbedaan yang terjadi tersebut dikarenakan adanya keaneka ragaman kondisi masyarakat di setiap daerah-daerahnya. Meskipun begitu, norma hukum yang berada di tengah-tengah masyarakat baik itu isi maupun pelaksanaannya tidaklah boleh bertentangan dengan aturan hukum yang derajatnya lebih tinggi.

 

3. Contoh Norma Hukum Secara Umum

Pada saat kita membicarakan berbagai macam contoh norma hukum secara umum, maka hal tersebut akan mencakup banyak sekali ruang lingkupnya yang sangatlah luas. adapun contoh dari norma hukum sebagai berikut:

 

a. Hukum Perdata

Seperti apa yang sudah di jelaskan di atas dan bisa dikatakan bahwa hukum perdata merupakan hukum yang kapling banyak bersangkutan dengan kehidupan seseorang sehari-hari.

Dan hukum perdata pun di bagi menjadi 4 hukum turunan, yakni hukuman perseorangan yang mengatur hubungan antara manusia dengan manusia yang lainnya, lalu hukum waris yang mengatur berbagai hal yang bersangkutan dengan berbagai aspek warisan, hukum keluarga yang mengatur penikahan dan juga perceraian, dan yang terakhir adalah hukum yang mengatur aset dari para warga negara.

Hukum yang satu ini merupakan hukum yang masuk ke dalam kategori privat atau bersama dengan hukum dagang yang mengatur tata perniagaan di Indonesia.

 

b. Hukum Pidana

Hukum pidana merupakan salah satu jenis hukum yang di dalamnya terdapat aturan beserta dengan sanksi ataupun hukuman bagi mereka yang melakukan tindak pidana ataupun kriminalitas. Hukum pidana termasuk ke dalam kategori hukum publik bersama dengan Hukum Tata Negara (HTN) dan juga Hukum Tata Usaha Negara (HTUN)

 

c. Hukum Nasional

Hukum nasional merupakan contoh dari norma hukum yang memiliki ruang lingkup yang lebih luas dari sebelumnya. Kita sendiri juga pasti mengenal hukum nasional tersebut hanya dapat berlaku di daerah-daerah tertentu saja.

Contohnya adalah Undang-Undang Dasar 1945 yang mana hukum tersebut hanya berlaku di wilayah Indonesia saja, begitu juga dengan daerah-daerah yang lainnya.

 

d. Hukum Internasional

Berbeda dengan hukum nasional yang hanya dapat berfungsi di suatu daerah saja, akan tetapi ada hukum internasional yang mana hal tersebut memiliki ruang lingkup yang sangat luas dan bahkan setiap manusia yang ada di muka bumi ini haruslah menaati aturan tersebut.

Contoh dari hukum internasional adalah Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang telah di buat dan dikeluarkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1948.

 

Jadi itulah pembahasan tentang norma hukum yang ada di tengah-tengah masyarakat beserta dengan pengertian, tujuan, fungsi, beserta dengan contohnya. semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan dan juga pengetahuan kamu, serta dijadikan sebagai sebuah referensi dalam melakukan kegiatan belajar mengajar.


Hasif Priyambudi Nothing Last Forever We Can Jump And Feeder #ProALUKERAD
DarkLight