Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~

Masyarakat Multikultural: Pengertian, Sifat, Ciri, Contoh, Jenis

11 min read


Istilah “Multikultural” belakangan ini sering dibicarakan di berbagai kalangan karena banyaknya konflik etnis yang terjadi di negara kita. Multikultural yang dimiliki oleh Indonesia dianggap menjadi faktor utama kenapa konflik tersebut bisa terjadi.

Ada banyak sekali konflik berbau SARA yang terjadi di Aceh, Papu, Ambon, Kupang, Maluku, dan daerah-daerah lain yang bisa mengancam integrasi dari bangsa kita dan memerlukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini.

Namun apakah kalian tahu apa itu multikultural? Nah, pada kesempatan kali ini mastekno akan memberikan informasi tentang multikultural yang meliputi pengertian, karakteristik, ciri-ciri, sifat, jenis, faktor terbentuknya masyarakat multikultural secara lengkap.

 

Pengertian Masyarakat Multikultural

pengertian masyarakat multikultural

Multrikultural adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan anggapan atau pandangan seseorang tentang berbagai kehidupan yang ada di dunia ini.

Atau kebajikan yang menekankan penerimaan keragaman budaya dan beragam nilai (multikultural) dalam masyarakat, budaya, sistem, adat istiadat, dan politik yang dianut.

Multikultural yang berhubungan dengan budaya mempunyai kemungkinan dibatasi oleh konsep nilai sarat atau memiliki kepentingan tertentu. Untuk pengertian masyarakat multikultural sendiri adalah masyarakat yang terdiri dari berbagai suku, bangsa, dan budaya yang berbeda.

Selain itu masyarakat multikultural ini juga bisa diartikan sebagai sekelompok manusia yang mempunyai tempat tinggal lengkap dengan berbagai kebudayaan dan karakteristiknya sendiri untuk membedakan masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya.

Para ahli juga yang memberikan beberapa pendapat mereka tentang definisi masyarakat multikultural ini. Berikut adalah pengertian masyarakat multikultural menurut para ahli:

 

Nasikun

Beliau berpendapat bahwa Masyarakat multikultural plural (multikultural) adalah masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih tatanan sosial, masyarakat, atau kelompok yang secara ekonomi, kultural, dan politik dipisahkan dan memiliki struktur kelembagaan berbeda satu dengan yang lainnya.

 

Parekh

Menurut Parekh Pengertian Masyarakat Multikultural adalah masyarakat yang terdiri dari beberapa jenis komunitas budaya dengan segala kelebihan yang ada dan dengan sedikit adanya perbedaan konsepsi mengenai dunia, sebuah sistem arti, nilai, sejarah, bentuk organisasi sosial, kebiasaan dan adat.

 

Azyumardi Azra

Sedangkan menurut Azyumardi pengertian Multikulturalisme adalah pandangan dunia yang bisa diartikan ke dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan kenyataan keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang ada di kehidupan masyarakat.

 

J.S Furnival

Pengertian masyarakat multikultural menurut J.S Furnival adalah masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih kelompok yang secara kultural dan ekonomi terfragmentasi dan memiliki struktur kelembagaan yang berbeda satu dengan yang lainnya.

 

Lawrence Blum

Lawrence Blum berpendapat bahwa multikulturalisme yang termasuk di dalamnya adalah pemahaman, apresiasi, dan penilaian terhadap budaya seseorang serta penghormatan dan rasa ingin tahu tentang budaya, etnis milik orang lain.

Baca Juga: Pengertian Masyarakat Madani.

 

Karakteristik Masyarakat Multikultural

karakteristik masyarakat multikultural

Setelah mengetahui pengertian dari masyarakat multikultural, sebenarnya seperti apa sih masyarakat multikultural itu? Ada 6 karakteristik yang dimiliki oleh masyarakat multikultural menurut Van Den Berghe, yaitu:

 

Adanya segmentasi ke dalam berbagai bentuk kelompok sosial

Keberagaman dalam masyarakat membuat masyarakat untuk menciptakan golongan atau kelompok tertentu yang didasarkan pada identitas yang sama sehingga akan menghasilkan sub kebudayaan yang berbeda antara kelompok satu dengan kelompok lainnya.

Contohnya dalam pulau jawa ada banyak suku seperti suku Jawa, Madura, Sunda dimana ketiga suku ini hidup rukun di Pulau Jawa namun mempunyai kebudayaan mereka masing-masing yang berbeda.

 

Memiliki pembagian struktur sosial ke berbagai lembaga non komplementer

Masyarakat yang berbeda-beda membuat struktur masyarakat juga mengalami keberagaman perbedaan antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Perbedaan ini bisa dilihat lewat berbagai lembaga sosial yang tidak saling melengkapi.

Contohnya lembaga agama di Indonesia yang menaungi berbagai agama dan memiliki struktur yang berbeda. Beberapa lembaga tersebut tidak saling melengkapi karena mempunyai karakteristik atau ciri sendiri dari keanekaragaman masyarakat (agama) yang berbeda.

 

Kurang mengembangkan kesepakatan bersama (konsensus)

Masyarakat yang berbeda-beda memiliki standar atau dasar nilai dan norma tersendiri yang berbeda dan umumnya diwujudkan lewat perilaku masyarakat tersebut. Karena karateristik atau ciri masyarakat yang beragam kemudian diselaraskan dengan keadaan fisik dan sosialnya.

Hal ini karena keadaan masyarakat yang berbeda-beda akan membuat kesepakatan bersama lebih susah untuk dikembangkan.

 

Sering terjadi konflik

Keanekaragaman yang ada pada masyarakat juga bisa menjadi pemicu dalam terjadi suatu konflik. Konflik yang berlangsung sangat beragam, mulai dari individu dengan individu sampai kelompok dengan kelompok.

Konflik ini terjadi karena minimnya toleransi antar satu dengan yang lain, baik itu antar individu maupun kelompok yang bersangkutan.

 

Integrasi sosial tumbuh karena paksaan dan saling ketergantungan di bidang ekonomi

Jika masyarakat multkultural / plural bisa terkoordinasi dengan baik maka integrasi sosial bisa terjadi. Namun jika integrasi sosial dalam masyarakat terjadi karena bukan adanya kesadaran, namun karena paksaan dari luar maka integrasi sosial tidak akan bisa terjadi.

Contoh: peraturan tentang anti diskriminasi di pemakaian fasilitas publik.

Bukan cuma itu saja, masyarakat juga memiliki ketergantungan pada bidang ekonomi yang bisa mendorong terjadinya integrasi sosial karena adanya kebutuhan yang diperlukan.

Contoh: seseorang bekerja di perusahaan lain yang membuat dia harus menaati semua peraturan yang dibuat perusahaan.

Berlangsungnya keadaan patuh dan integrasi seperti contoh di atas akan muncul karena ada peraturan yang mengikat individu untuk melaksanakan pekerjaan dan ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.

 

Adanya dominasi politik

Beberapa golongan atau kelompok dalam masyarakat multikultural bisa memiliki kekuatan politik yang bisa dipakai untuk mengatur kelompok yang lain. Hal ini bisa kita sebut bentuk penguasaan atau dominasi dari suatu kelompok ke kelompok lain yang memiliki kekuatan politik.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), multikulturalisme adalah gejala yang terjadi pada seseorang atau masyarakat yang ditandai dengan kebiasaan menggunakan lebih dari satu jenis kebudayaan.

 

 

Ciri-Ciri Masyarakat Multikultural

ciri ciri masyarakat multikultural

Berdasarkan dari gagasan yang disampaikan Pierre L. Van Berghe seorang ahli budaya, masyarakat multikultural memiliki karakteristik atau ciri tertentu. Berikut adalah ciri-ciri masyarakat multikultural yang dikemukakan oleh Pierre L. Van Berghe, yaitu:

  • Masyarakat multkultural memiliki anggota kelompok yang terbagi ke dalam subkultur yang berbeda satu dengan yang lainnya.
  • Masyarakat multikultural memiliki struktur sosial yang dibagi ke dalam lembaga non komplementer.
  • Masyarakat multikultural kurang menekan dalam hal pengembangan konsensus.
  • Masyarakat multikultural lebih sering mengalami konflik antar kelompok.
  • Masyarakat multikultural ada di bawah dominasi kelompok kepada kelompok yang lain..
  • Masyarakat multikultural secara relatif menciptakan integrasi sosial dengan cara paksaan atau memaksa atau karena ada rasa ketergantungan dalam hal ekonomi.

Dari ciri-ciri tersebut bisa kita simpulkan dan ringkas bahwa masyarakat majemuk itu memiliki ciri-ciri seperti berikut:

  • Mempunyai lebih dari satu struktur budaya saja.
  • Struktur sosial bersifat non komplementer.
  • Ada dominasi ekonomi, sosial budaya, dan politik.
  • Nilai dasar adalah kesepakatan atau persetujuan bersama yang sulit untuk dikembangkan.
  • Terdapat konflik sosial yang berbau SARA.
  • Proses integrasi berlangsung lambat atau dalam waktu yang lama.

 

 

Sifat Masyarakat Multikultural

sifat sifat masyarakat multikultural

Berdasarkan gagasan yang disampaikan Pierre L. Van Berghe, masyarakat plural (multikultural) memiliki siat seperti berikut, yaitu:

  • Memiliki kerangka struktur sosial yang dibagi menjadi lembaga non-komplementer.
  • Sering mengalami perselisihan antara satu kelompok dengan kelompok yang lain.
  • Ada mayoritas politik oleh satu kelompok atas kepada kelompok lainnya.
  • Melewati masa segmentasi dalam kelompok subkultural yang berbeda satu dengan yang lainnya.
  • Kurang menekankan konsesus diantara para anggotanya tentang nilai dasar.
  • Secara relatif, perkembangan integrasi sosial dilakukan secara paksaan atau karena saling bergantung dalam bidang ekonomi.

 

 

Jenis-Jenis Masyarakat Multikultural

faktor pembentuk multikultural

Berdasarkan dari kecenderungan perkembangan dan praktik multikulturalisme, masyarakat plural dibagi menjadi beberapa jenis, berikut adalah jenis-jenis masyarakat multikultural dan penjelasan singkatnya.

 

Multikulturalisme Isolasionis

Multikulturalisme isolasionis adalah kelompok atau golongan masyarakat majemuk yang menjalankan kehidupan secara otonom dengan interaksi antar golongan atau kelompok seminimal mungkin.

 

Multikulturalisme Akomodatif

Adalah salah satu jenis masyarakat multikultular yang mempunyai kultur dominan yang membuat penyesuaian tertentu terhadap kaum minoritas. Masyarakat jenis ini akan memberikan hak kebebasan kepada setiap kaum minoritas untuk mempertahankan kebudayaan mereka.

 

Multikulturalisme Otonomis

Jenis masyarakat multikultural yang selanjutnya adalah Multikulturalisme Otonomis, yaitu masyarakat multikultural yang hidup bersama dan berusaha untuk membuat menciptakan sebuah kesetaraan budaya mereka.

 

Multikulturalisme Kritikal / Interaktif

Adalah jenis masyarakat yang tidak fokus pada kehidupan kultural otonom, mereka lebih menekankan kepada hal yang bisa menciptakan kultur bersama yang mencerminkan dan menegaskan perspektif tiap kelompok masyarakat.

 

Multikulturalisme Kosmopolitan

Yang dimaksud Multikulturalisme Kosmopolitan adalah jenis masyarakat yang berusaha untuk menghilangkan batas kultural di kehidupan mereka sehingga bisa tercipta masyarakat yang tidak terikat oleh budaya tertentu.

 

 

Faktor Terbentuknya Masyarakat Multikultural

faktor pembentuk multikultural

Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi terjadinya atau terbentuknya sebuah masyarakat multikultural. Berikut adalah beberapa faktor terbentuknya masyarakat multikultural dan penjelasannya.

 

Faktor Sejarah

Faktor pertama yang memengaruhi terbentuknya masyarakat majemuk adalah sejarah. Negara kita memiliki SDA yang sangat melimpah, jadi tidak heran jika banyak sekali negara asing yang ingin menguasai sumber daya alam tersebut seperti negara Inggris, Belanda, Jepang, dan Portugis.

Nah, bangsa asing ini menjajah di Indonesia sekaligus menetap dalam waktu yang lama, bahkan banyak yang akhirnya menikah di Indonesia. Keadaan inilah yang membuat banyak sekali budaya dan ras di Indonesia yang kemudian akan membentuk masyarakat multikultural.

 

Faktor Pengaruh Budaya Asing

Globalisasi adalah proses penting dalam penyebar luasan budaya yang ada di Indonesia, tidak terkecuali di negara kita Indonesia. Adanya masyarakat multikultural ini juga dipengaruhi oleh pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia.

Karena seperti yang kita tahu masyarakat Indonesia lebih mudah menerima pengaruh budaya asing meski harus berbenturan dengan kebudayaan lokal yang ada.

 

Faktor Geografis

Negara Indonesia diapit oleh dua buah benua dan dua samudera, kondisi geografis ini menjadikan Indonesia sebagai jalur perdagangan Internasional yang banyak dilewati oleh kapal-kapal dari segala penjuru dunia.

Karena itulah banyak negara asing yang mampir ke Indonesia untuk berdagang seperti negara Cina, Arab, India, dan sebagainya. Kondisi ini kemudian akan menambah budaya asing yang masuk ke Indonesia dan bisa membentuk masyarakat multikultural.

 

Faktor Fisik dan Geologi

Jika dilihat dari struktur geologinya, Indonesia berada di antara 3 lempeng, yaitu lempeng Asia, Pasifik, dan Australia. Karena itulah Indonesia yang merupakan negara kepulauan mempunyai 3 tipe geologi, yaitu Asiatis, Australia, dan Peralihan.

Kehidupan masyarakat yang hidup di suatu pulau tentu tentu akan berbeda dengan masyarakat yang hidup di pulau lainnya.

Biasanya rakyat yang hidup di pulau kecil sulit untuk mendapatkan sumber daya. Berbeda dengan mereka yang hidup dan tinggal di pulau besar. Hal seperti ini juga akan membuat kebudayaan dari tiap pulau menjadi berbeda-beda.

 

Faktor Agama

Faktor lain yang memengaruhi adanya masyarakat multikultural adalah agama. Selama ini agama juga ikut membentuk interaksi yang berlangsung antar individu dalam tatanan kehidupan. Agama ini menjadi simbol sejarah yang memperkuat individu berdasar dengan aturan sesuai kitab suci.

Indonesia kita ini memiliki rakyat dengan karakteristik yang beragam, baik itu kepercayaan dan agamanya sampai hal ini nantinya akan membentuk masyarakat multikultural.

 

Faktor Iklim

Kondisi geografis, iklim dan cuaca yang sangat beragam juga bisa memengaruhi pola perilaku dari masyarakat untuk menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan lingkungan atau kondisi yang ada. Seperti yang kita ketahui bahwa di Indonesia ini memiliki dua iklim, yaitu kemarau dan hujan.

 

Faktor Keanekaragaman Ras

Ras adalah sistem klasifikasi yang dipakai untuk mengelompokkan atau menggolongkan manusia berdasarkan asal usul geografis, fisik, dan sebagainya. Perbedaan ras ini juga menjadi salah satu faktor terbentuknya masyarakat multikultural.

 

 

Contoh Masyarakat Multikultural di Indonesia

contoh masyarakat multikultural

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa rakyat Indonesia mempunyai banyak sekali keanekaragaman mulai dari suku, ras, budaya, adat istiadat, sampai dengan agama yang menjadi sebuah modal utama dalam pembentukan masyarakat multikultural.

 

A. Dampak adanya masyarakat multikultural di Indonesia

1. Keanekaragaman ras.

Seperti yang kita ketahui bahwa ras ini dilatar belakangi oleh kesamaan karakteristik atau ciri-ciri yang ada pada seseorang yang membedakannya dengan orang lainnya. Di Indonesia ada banyak ras, berikut akan mastekno bahas 3 ras saja.

Ras Mongoloid

Ras ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Rambut yang lurus
  • Kulit kuning / sawo matang
  • Mata sipit
  • Bulu badan yang sedikit
  • Contoh: orang Jawa & Cina

 

Ras Kakasoid

Ras ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Kulit putih
  • Hidung mancung
  • Kelopak mata lurus
  • Rambut coklat atau pirang
  • Contoh: orang keturunan Portugis di Aceh

 

Ras Negroid

Ras ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Kulit hitam
  • Rambut keriting
  • Bibir yang tebal
  • Kelopak mata lurus
  • Contoh: orang Papua

 

2. Keanekaragaman suku bangsa

Indonesia kita ini memiliki banyak sekali suku bangsa. Suku bangsa ini ditandai dengan adanya persamaan dalam daerah, adat istiadat, dan bahasa yang menjadikan bentuk dari masyarakat multikultural.

Contoh suku di Indonesia: Batak, Sunda, Dayak, Etnis Jawa, Bali, dan masih banyak lagi.

 

3. Keanekaragaman golongan

Adanya sebuah golongan dilatarbelakangi oleh persamaan tujuan dan kepentingan. Di Indonesia sendiri ada banyak sekali golongan atau kelompok yang membentuk masyarakat multikultural tersebut.

Contoh golongan di Indonesia: Golongan Pengusaha, Pejabat, Partai ABC, dan sebagainya.

 

4. Keanekaragaman agama dan kepercayaan

Sebuah agama dilatar belakangi oleh apa yang disampaikan Tuhan kepada manusia dalam bentuk kitab suci  yang menjadi pedoman setiap manusia dalam hidup di dunia dan dalam hubungannya degan Tuhan.

Indonesia sendiri memiliki banyak agama dan kepercayaan, agama yang diakui di Indonesia adalah agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan Katolik.

Namun selain kelima agama tersebut, ada juga kepercayaan atau pemahaman yang berdasarkan kepada pemaknaan hidup kepada alam semesta dan menghasilkan pemahaman seperti animisme, dinamisme, filsafat, dan lain-lain.

 

B. Karakteristik masyarakat multikultural di Indonesia

Sebuah konflik bisa terjadi karena adanya perbedaan atau perselisihan yang bisa dilihat dari masyarakat multikultural termasuk yang ada di negara kita ini. Konflik ini sering terjadi di berbagai tempat baik itu daerah maupun perkotaan.

Masyarakat Indonesia masyarakat multikultural yang belum sempurna, hal ini bisa kita lihat berdasarkan beberapa hal berikut ini:

  • Konflik sosial yang lahir masih sering diwarnai dengan adanya tindak kekerasan.
  • Masih ada dominasi dalam sat kelompok kepada kelompok yang lain.
  • Struktur sosial yang lebih banyak menguntungkan pihak yang mendominasi.

 

Masalah dalam kehidupan masyarakat multikultural adalah sebagai berikut:

A. Masalah Kultural

1. Loyalitas yang terlalu berlebihan

Lebih mementingkan diri sendiri atau kelompok secara berlebihan atau membabi buta akan mengakibatkan terhambatnya penyatuan kelompok kalian.

2. Etnosentris

Anggapan atau pandangan yang menganggap rendah kebudayaan yang asalnya dari kelompok atau golongan lain.

3. Eksklusivisime

Sikap tidak mau atau enggan berinteraksi dengan kelompok yang lain. Hal ini menjadikan sikap atau sistem yang tertutup.

 

B. Masalah Struktural

Biasanya hal ini berhubungan dengan masalah kondisi ekonomi dan politik. Kondisi politik yang tidak demokratis akan membuat masyarakat di bidang ekonomi yang lemah menjadi semakin tersudut dan pemerintah akan menjadi otoriter.

Sedangkan struktur pemerintahan kapitalis cenderung akan memunculkan pengusaha yang menjalin hubungan kolusi dengan para pejabat. Dalam masyarakat yang mempunyai sistem demokratis dengan ekonomi sehat tersebut bisa ditekan dan bahkan menciptakan integrasi Nasional.

 

Nah itulah pengertian masyarakat multikultural yang bisa mastekno sampaikan kepada kalian. Semoga informasi tentang masyarakat multikultural tersebut bisa berguna dan menambah wawasan serta pengetahuan kalian.

Sekian yang bisa mastekno sampaikan, jika ada kesalahan kata dan informasi yang kurang tepat dalam artikel ini harap dimaklumi. Jika kalian masih bingung dan ada yang ingin ditanyakan silahkan kalian komen di bawah, terima kasih.


Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~
DarkLight