Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...

Manajemen Keuangan: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Ruang Lingkup

6 min read

Pengertian Manajemen Keuangan

Bagi orang yang terjun ke dunia bisnis, tentu sudah tak asing lagi dengan istilah manajemen keuangan. Khususnya bagi sebuah perusahaan, sangatlah penting untuk memiliki sistem manajemen keuangan yang baik.

Karena hal itulah yang akan menentukan aliran dana untuk setiap kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Sehingga akan berdampak sangat besar pada proses pengambilan keputusan demi memaksimalkan keuntungan yang didapat.

Nah sudah sejauh manakah kalian mengenal tentang manajemen keuangan? Dalam artikel ini, Mastekno akan menjelaskan tentang pengertian manajemen keuangan, fungsi tujuan serta ruang lingkupnya.

 

Pengertian Manajemen Keuangan

Apa Itu Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah segala bentuk aktivitas perusahaan terkait bagaimana mereka mampu mendapatkan, mengelola serta menggunakan keuangan dengan sebaik dan seefektif mungkin. Dimana tujuan utama dari financial management adalah pengelolaan dana dan aset perusahaan demi mendapatkan keuntungan maksimal.

Sangatlah penting bagi suatu perusahaan untuk tahu betul bagaimana cara mengalokasikan dana yang dimiliki guna mencapai tujuan yang diinginkan. Karena manajemen keuangan yang baik adalah salah satu pondasi dasar untuk mengembangkan sebuah perusahaan.

Dan sudah menjadi tugas seorang manajer keuangan untuk merencanakan pengelolaan dana tersebut. Dimana ia harus mampu melakukan analisa terhadap sumber dana dan penggunaannya untuk mencapai profit bagi perusahaan.

Dalam hal ini, bisa dikatakan bahwa manajemen keuangan adalah bagian yang sangat vital bagi suatu perusahaan. Apabila dilakukan dengan benar, maka bisa mendatangkan keuntungan maksimal. Namun apabila sistem perencanaannya kacau, maka sudah pasti akan mendatangkan kerugian besar.

 

 

Tujuan Manajemen Keuangan

Tujuan Manajemen Keuangan

Financial management adalah pusat pengendalian dari segala bentuk aset yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Semua itu tak lain tak bukan untuk mencapai tujuan, antara lain :

 

1. Keuntungan Maksimal

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa tujuan utama dari manajemen keuangan adalah untuk mendapatkan profit maksimal. Artinya bagaimana sebuah perusahaan mampu mengelola dan menggunakan aset yang dimilikinya sebaik mungkin agar didapat keuntungan yang besar.

 

2. Menjaga Arus Kas

Cash Flow, dimana dalam setiap kegiatan, tentu sebuah perusahaan akan mengeluarkan dana. Entah itu untuk pembelian barang, gaji karyawan atau hal lainnya. Jika tak ada pengelolaan yang baik, maka bisa-bisa terjadi overbudget yang akan menguras kas perusahaan.

 

3. Mempersiapkan Struktur Modal

Dalam hal ini, seorang manajer keuangan harus mampu menyeimbangkan pengeluaran dengan dana yang dipinjam. Sehingga mampu membentuk sebuah struktur modal yang baik.

 

4. Mengurangi Biaya Modal

Setiap perusahaan pasti berpikir bagaimana cara menekan biaya modal yang harus dikeluarkan. Namun juga dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin. Hal ini jugalah yang menjadi fungsi dari sebuah struktur modal.

 

5. Optimalisasi Keuangan Perusahaan

Pengelolaan keuangan perusahaan harus dilakukan seoptimal mungkin. Dimana kalau bisa anggaran untuk setiap kegiatan harus ditekan sebaik mungkin untuk menghindari overbudgeting. Sehingga tidak menyia-nyiakan kas perusahaan dan bisa dialokasikan ke bagian lainnya.

 

6. Peningkatan Efisiensi

Aliran dana akan sangat berdampak bagi setiap kegiatan dalam sebuah perusahaan. Sehingga seorang manajer keuangan harus mampu meningkatkan efisiensi dari setiap departemen dalam perusahaan.

 

7. Menjaga Aktivitas Perusahaan

Kita tentu sudah sering melihat sebuah perusahaan bangkrut dan akhirnya tutup. Hal tersebut seringkali diakibatkan oleh sistem financial management yang buruk. Sehingga terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan yang membuat pengelolaan keuangan menjadi kacau.

 

8. Meminimalisir Resiko Operasional

Dalam dunia bisnis, pasti akan selalu ada resiko yang mengintai. Namun lewat sistem manajemen yang baik, setidaknya resiko tersebut bisa diminimalisir agar tak terjadi. Sehingga perusahaan bisa terhindar dari kerugian.

 

 

Fungsi Manajemen Keuangan

Fungsi Manajemen Keuangan

Pengelolaan keuangan akan sangat berpengaruh pada bagaimana sebuah perusahaan akan mampu bertahan. Secara umum, ada 5 fungsi manajemen keuangan diantaranya :

 

1. Perencanaan (Planning)

Hal pertama dan paling mendasar adalah proses perencanaan dari kegiatan sebuah perusahan. Sehingga seorang manajer keuangan harus mampu merencanakan arus kas serta laba rugi yang mungkin didapatkan oleh perusahaan.

 

2. Anggaran (Budgeting)

Pendanaan dari setiap kegiatan perusahaan juga harus direncanakan dengan baik. Mengingat bahwa keuangan yang dimiliki sebuah perusahaan harus dialokasikan seefektif mungkin. Dalam artian, setiap kegiatan yang tak terlalu menguntungkan harus dihindari karena akan menguras keuangan perusahaan.

 

3. Pengendalian (Controlling)

Sistem manajemen keuangan tak lain bertujuan sebagai fungsi kontrol terhadap asset yang dimiliki oleh perusahaan. Sehingga bisa dilakukan pengawasan untuk menghindari hal-hal yang bisa merugikan.

 

4. Pemeriksaan (Auditing)

Setiap perusahaan umumnya akan selalu mengadakan aktivitas audit internal. Dimana hal tersebut ditujukan untuk melakukan pemeriksaan demi mengetahui jika terjadi sebuah penyimpangan.

 

5. Pelaporan (Reporting)

Laporan keuangan juga merupakan suatu hal yang wajib dilakukan oleh setiap perusahaan. Dari sana bisa diketahui apakah perusahaan sedang mengalami keuntungan atau kerugian. Untuk selajutnya dilakukan analisis yang berguna sebagai pertimbangan pengambilan keputusan.

Baca Juga: Analisis SWOT.

 

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk mengelola segala bentuk aset yang dimiliki oleh perusahaan. Dan bagaimana aset tersebut digunakan sebaik mungkin untuk mendapatkan profit maksimal.

Maka dari itu, secara umum financial management ini memiliki 3 buah ruang lingkup, antara lain :

 

1. Keputusan Pendanaan

Segala bentuk kegiatan perusahaan pastilah membutuhkan pendanaan. Namun tentu seorang manajer keuangan harus pandai dalam menilai hal tersebut. Mana kegiatan yang dirasa penting bagi perusahaan dan mampu mendatangkan profit.

Serta mana kegiatan yang tak terlalu penting dan berpeluang menghamburkan keuangan perusahaan. Sehingga bisa dibuat keputusan pengalokasian dana yang sebaik mungkin tanpa khawatir terjadi overbudgeting.

 

2. Keputusan Investasi

Investasi biasanya dilakukan untuk memperoleh keuntungan jangka panjang. Namun sebelum melakukan penanaman modal tentu harus dilakukan analisa terlebih dahulu. Mana investasi yang sekiranya mampu mendatangkan keuntungan finansial bagi perusahaan.

 

3. Keputusan Pengelolaan Aset

Kembali lagi ke tujuan awalnya, bahwa sistem tersebut dirancang untuk mengelola aset yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Sehingga pemanfaatannya bisa dilakukan seefisien mungkin untuk mencapai tujuan.

 

 

Rasio Keuangan

Rasio Keuangan

Ketika membahas tentang financial management, maka kita tak bisa lepas dari yang namanya financial ratio. Dimana fungsi utamanya adalah untuk mengetahui kondisi keuangan dari sebuah perusahaan.

Secara umum, kita mengenal 4 jenis rasio keuangan antara lain :

 

1. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)

Adalah nilai rasio yang mana dipakai untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya. Contoh seperti Current Ratio dan WCTAR (Working Capital to Total Asset).

 

2. Rasio Sovabilitas (Leverage (Ratio)

Adalah rasio yang dipakai untuk mengetahui seberapa besar dana dari pemegang saham jika dibandingkan dengan dana pinjaman dari kreditur. Contohnya seperti Total Debt to Assets (DAR) dan Total Debt to Equity (DER).

 

3. Rasio Aktivitas (Activity Ratio)

Adalah rasio yang dipakai untuk mengukur seberapa besar efektivitas manajemen dalam memanfaakan sebagai aset dan sumber daya yang dimiliki. Contoh seperti Total Asset Turn Over (ATO) dan Total Equity to Total Asset (EA)

 

4. Rasio Rentabilitas (Rentability Ratio)

Adalah rasio yang dipakai untuk mengetahui seberapa besar efektivitas manajemen berdasarkan keuntungan yang didapat dari penjualan dan investasi. Contoh seperti Earning Power to Toal Investment (EPTI) dan Operating Income (OI).

 

 

Kesimpulan

Kesimpulan Manajemen Keuangan

Lalu apa yang bisa kita tarik dari pembahasan diatas? Hal pertama yang harus dipahami adalah manajemen keuangan merupakan hal penting dan sangat vital bagi sebuah perusahaan. Karena secara garis besar, ia merupakan sistem yang mengelola semua aset yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

Sehingga seorang manajer keuangan harus mampu merencanakan, mengelola serta mengalokasikan aset yang dimiliki dengan sebaik mungkin. Hal ini untuk menghindari adanya overbudgeting terhadap hal-hal tidak penting yang tidak memberikan profit bagi perusahaan.

Karena jika bagian finansial ini tidak ditangani dengan baik, akan berdampak besar bagi perusahaan. Arus kas (Cash Flow) yang terjadi bisa tidak terkendali dan mengakibatkan pengeluaran dana yang tak sesuai dengan tujuan perusahaan.

Apabila hal ini tak segera diatasi, maka finansial perusahaan bisa kacau karena banyaknya overbudgeting. Dan hanya tinggal menunggu waktu saja sebelum terjadi kebangkrutan.

Jadi secara sederhana, manajemen keuangan adalah sistem untuk mengelola aset perusahaan agar mampu digunakan sebaik mungkin demi mendatangkan keuntungan maksimal. Sehingga harus menghindari hal-hal yang akan menguras pendanaan tanpa mendatangkan profit.

 

Demikian pembahasan lengkap mengenai pengertian manajemen keuangan, fungsi tujuan serta ruang lingkupnya. Semoga penjelasan diatas dapat membantu kalian untuk sedikit lebih mengenal tentang financial management. Karena itu merupakan hal yang sangat penting terutama bagi yang ingin terjun ke dunia bisnis.


Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...
DarkLight