Hasif Priyambudi Nothing Last Forever We Can Jump And Feeder #ProALUKERAD

Makna Pancasila: Sebagai Ideologi Terbuka Indonesia

7 min read

makna pancasila sebagai ideologi terbuka indonesia

Kita sering mendengar jika Pancasila merupakan ideologi yang terbuka, tapi apa sebenarnya yang dimaksud dengan ideologi terbuka dan apakah Pancasila termasuk ideologi yang terbuka?.

Pancasila sendiri merupakan rangkuman dari ideologi Indonesia yang terangkum ke dalam 5 (lima) sila. Dasar – dasar ini dirumuskan oleh Soekarno, pahlawan proklamator dan presiden pertama Republik negara Indonesia.

 

Ideologi Terbuka

Ideologi terbuka merupakan ideologi yang mampu mengikuti perkembangan zaman,, ideologi terbuka juga memiliki sifat dinamis. Selain itu, ideologi terbuka merupakan buah pemikiran atau konsensus dari suatu kelompok dalam masyarakat.

Sebuah ideologi terbuka bisa mendapatkan nilai dan cita – citanya dari dalam bukan dari luar. Yang berarti sebuah ideologi harus merangkum nilai – nilai bangsa tersebut, jangan sampai bangsa harus berubah untuk memenuhi ideologi.

Berbeda dengan ideologi terbuka, ideologi tertutup cenderung mempunyai nilai – nilai dogmatis yang datang dari luar bukan dari dalam. Ideologi seperti itu memaksa masyarakat untuk tunduk kepada nilai – nilai baru tersebut tanpa bisa memberikan atau menolak pendapat.

Baca Juga: Pengertian Ideologi.

 

Berbeda dengan ideologi terbuka, ideologi tertutup cenderung bersifat otoriter dan totaliter dalam mengatur tindakan dari masyarakat.

Menurut Frans Magnus Suseno, ada 2 (dua) ciri – ciri bagi suatu ideologi yang terbuka, ciri – ciri tersebut antara lain.

  1. Nilai dan cita – citanya bersumber dari kekayaan serta budaya dari masyarakat itu sendiri. Berarti nilai yang terkandung di dalamnya bukan nilai – nilai dari eksternal yang datang dari luar. Ideologi terbuka tumbuh serta berkembang dari segenap aktivitas, buah pikiran masyarakat lokal, kebiasaan, sehingga ideologi ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.
  2. Isinya tidak secara langsung operasional atau teknis tapi instrumental dan instruktif. Ideologi terbuka meliputi nilai operasionalisasinya (teknisnya) didahului oleh penjabaran nilai yang lebih instrumental (dasar/fundamental)

Sebelum pancasila bisa dianggap sebagai ideologi yang terbuka, kedua kaidah diatas harus dipenuhi terlebih dahulu.

 

 

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Sebagai ideologi negara, pancasila harus terlebih dahulu menjadi acuan serta pedoman bangsa Indonesia dalam menjalankan segala aktivitasnya. Oleh karena itu, ideologi ini harus fleksibel dan luwes dalam mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar, atau bahasa lainnya adalah menjadi Ideologi Terbuka.

Pancasila awalnya merupakan observasi Soekarno terhadap aktivitas kehidupan masyarakat bangsa Indonesia. Dia menyadari jika secara umum ada 5 (lima) karakteristik yang ada di Indonesia, yakni.

  1. Ketuhanan
  2. Kemanusiaan
  3. Persatuan
  4. Musyawarah
  5. Keadilan Sosial

Oleh karena itu, pancasila secara fundamental sudah harus bersumber dari budaya serta buah pikir bangsa Indonesia. Jika kita perhatikan secara mendalam, kelima nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan Stance sikap dasar bangsa Indonesia dalam menghadapi situasi.

Nilai – nilai tersebut dalam pelaksanannya tidak mengalami perubahan, hanya saja metode pelaksanannya bisa berbeda, tergantung dengan situasi yang ada.

Jika berdasarkan kriteria atau syarat yang ditetapkan oleh Frans Magnus Suseno, Pancasila sudah bisa dianggap sebagai ideologi terbuka. Pancasila selalu memberikan orientasi ke depan serta bisa diadaptasikan kepada semua masalah atau aktivitas tanpa harus kehilangan nilai dasarnya.

 

 

Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai ideologi mempunyai 3 (tiga) dimensi yang penting, antara lain.

  • Dimensi Realitas, mencerminkan kemampuan sutau ideologi untuk bisa mengadaptasikan nilai kehidupan yang berkembang pada suatu kelompok masyarakat.
  • Dimensi Idelisme, mencerminkan kemampuan suatu ideologi untuk menggugah harapan para pendukung atau penganutnya.
  • Dimensi Pendukung, mencerminkan kemampuan suatu ideologi untuk memperngaruhi serta beradaptasi terhadap perkembangan masyarakat.

 

 

Bukti Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

bukti pancasila sebagai ideologi terbuka

Pancasila dibuat berdasarkan cita – cita dan pandangan Hidup Bangsa Indonesia serta disahkan oleh bangsa Indonesia pula, tanpa ada nya pengaruh Asing. Jika Pancasila mengklaim dirinya sebagai suatu ideologi yang terbuka, harus ada bukti yang menguatkan hal tersebut.

Jika sebuah klaim hanya didasarkan kajian teoritis tanpa adanya bukti nyata, maka klaim tersebut tudak bisa diterima dengan baik.

Berikut ini adalah beberapa bukti yang menguatkan jika Pancasila merupakan sebuah ideologi yang terbuka, antara lain.

  1. Pancasila tidak memaksa, tapi malah menginspirasi masyarakat untuk beraktivitas serta memandang sesuatu sesuai dengan nilai – nilai yang ada dalam Pancasila.
  2. Pancasila dibuat serta disahkan atas keinginan dari bangsa Indonesia, tanpa adanya campur tangan eksternal dari negara lain.
  3. Pancasila tidak membatasi pilihan warga negara Indonesia, asalkan hal tersebut tidak bertentangan dengan dengan nilai – nilai Pancasila serta hati nurani dari warga tersebut.
  4. Pancasila berisi tujuan, cita-cita, serta pandangan hidup bangsa Indonesia.
  5. Pancasila berisi landasan sikap serta nilai, bukan petunjuk teknis seperti undang-undang. sehingga membuat lebih leluasa beradaptasi dengan perkembangan zaman yang ada.
  6. Pancasila dibuat berdasarkan pengalaman sejarah bangsa Indonesia, sehingga sangat relevan dengan realitas bangsa Indonesia.
  7. Pancasila menghargai bahkan mengutamakan pluralitas, seperti yang ada dalam slogan bhinneka tunggal ika. Hal tersebut sangat penting bagi bangsa Indonesia yang memiliki banyak suku.

Berdasarkan bukti yang ada diatas, kita bisa menarik kesimpulan jika memang benar Pancasila adalah ideologi terbuka, baik itu dari segi teoritis ataupun praktis.

 

 

Bagaimana Gagasan Tersebut Muncul

Menurut Moerdiono, ada beberapa alasan yang mendasari terbentuknya pancasila sebagai ideologi terbuka. Berikut ini adalah beberapa alasan yang di kemukakan oleh Moerdiono, antara lain.

  • Dinamika perkembangan masyarakat Indonesia sanga cepat, sehingga dikhawatirkan ideologi tertutup dan kaku tidak bisa mengakomodasi masalah serta aktivitas sehari – hari dimasa yang akan datang.
  • Tekad Bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai satu – satunya asas dalam kehidupan masyarakat, bernegara, dan berbangsa.
  • Runtuh serta gagalnya ideologi tertutup, contohnya saja seperti fasisme dan marxisme leninisme.
  • Pengalaman politik masyarakat Indonesia kepada pengaruh fasisme serta komunisme. Pada saat itu, pancasila bukan lagi digunakan sebagai dasar pemilihan panduan serta kebijakan hidup melainkan sebagai senjata politik yang berguna untuk memberengus lawan. Sedangkan pada saat ini, perbedaan yang menjadi alasan untuk mengecap seseorang sebagai anti Pancasila sehingga harus diamankan.

Secara sejarah, gagasan Pancasila sebagai ideologi terbuka sudah dibicarakan sejak pada tahun 1985. Tapi secara implisit, Pancasila memang sudah direncanakan sebagai ideologi terbuka semenjak konsepsinya.Hal tersebut dibuktikan dengan pembukaan UUD 1945 yang berbunyi,

Maka telah cukup jika Undang-Undand Dasar hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pemerintah pusat dan lain-lain penyelenggara negara untuk menyelenggarakan kehidupan negara dan kesejahteraan sosial, terutama bagi negara baru dan negara muda, lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok, sedang aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada Undang-Undang yang lebih mudah cara membuat, mengubah, dan mencabutnya.

Berdasarkan kutipan yang ada diatas, kita bisa menyimpulkan jika secara fundamental, memang pancasila bisa dikategorikan sebagai ideologi terbuka. Seiring dengan perkembangan zaman, nilai pancasila tetap sama, hanya saja kebijakan serta peraturan yang bersumber dari nilai tersebut yang berubah, menyesuaikan dengan zaman yang ada.

 

 

Nilai Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila mempunyai 3 (tiga) dimensi nilau yang menunjukan jika Pancasila merupakan sebuah ideologi terbuka. Ketiga dimensi tersebut antara lain,

  • Nilai Dasar, merupakan asas yang diterima sebagai asas mutlak/tidak bisa diganggu gugat. Dalam Pancasila sendiri, nilai dasarnya adalah kelima sila yang sudah mastekno tuliskan diatas, yakni ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Nilai tersebut diterima sebagai suatu pedoman mutlak yang berasal dari budaya bangsa sendiri.
  • Nilai Instrumen, merupakan pelaksanaan dari nilai dasar. Pelaksanaan ini bisa berupa norma hukum atau pun norma sosial yang terkristalisasi kedalam lembaga sosial. Hal tersebut merupakan pelaksanaan dari nilai dasar, secara konseptual nilai instrumen mempunyai kedudukan yang lebih rendah. Tapi tanpa adanya nilai instrumen, nilai dasar tidak bisa berjalan dengan baik.
  • Nilai Praktis, merupakan nilai yang tampak pada aktivitas sehari – hari suatu bangsa. Nilai tersebut menjadi tolok ukur apakah nilai dasar dan instrumen benar – benar diamalkan oleh masyarakat atau hanya sekedar omongan belaka. Contohnya saja saat seseorang berpidato mengenai Pancasila tetapi dirinya diktatorial atau korup, maka dia sebenarnya tidak mengamalkan nilai Pancasila yang ada.

Baca Juga: Makna Pancasila Sebagai Ideologi Dasar Negara.

 

Sebagai ideologi negara yang baik, sudah sewajarnya Pancasila tidak hanya diamalkan pada nilai dasar dan instrumen saja, tapi harus turun sampai nilai praktisnya. Jika suatu ideologi mempunyai ketiga nilai ini diterapkan dengan benar dalam suatu negara, maka ktia bisa menganggap ideologi tersebut merupakan ideologi yang baik.

Soekarno pernah ditanya, jika bisa dia meringkas 5 (lima) sila yang ada dalam Pancasila menjadi satu, Bung Karno pun menjawab Gotong Royong.

Budaya gotong royong masyarakat Indonesia mencakup seluruh sila yang ada di Pancasila. Maka dari itu, budaya ini bisa menjadi salah satu tolok ukur apakah Pancasila memang benar – benar ideologi yang terbuka serta sudah diamalkan oleh masyarakatnya, atau sebatas pada bibir saja.

 

 

Pentingnya Ideologi Terbuka dalam Dunia Modern

Seiring dengan perkembangan zaman yang ada, dikhawatirkan ideologi yang ketat serta tidak fleksibel bisa tergerus serta hilang ditelan oleh zaman.

Pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat mendorong perubahan tempat tinggal yang awalnya ada di pedesaan menjadi di perkotaan serta perilaku masyarakat yang awalnya guyub menjadi bersikap individualis serta apatis.

Pertumbuhan tersebu juga mendorong eksploitasi lingkungan dalam bentuk kawasan industri serta kawasan ekonomi khusus yang dikhawatirkan bisa merusak ekosistem serta pola kehidupan sosio-ekonomi masyarakat sekitar.

Terkadang seiring dengan makmurnya suatu negara, komposisi penduduknya juga ikut berubah, dari yang didominasi anak muda menjadi didominasi tua.

Perdagangan internasional juga ikut membawa banyak bahaya dari luar negeri, mulai dari masuknya budaya asing yang tidak kompatibel dengan budaya yang ada di lokal, permainan intrik ekonomi yang merugikan bangsa, serta eksploitasi sumber daya alam lokal.

Walaupun perkembangan zaman mempunyai banyak bahaya, seperti yang sudah dijelaskan diatas, tapi juga mempunyai keuntungannya juga sangat banyak, sehingga sangat rugi jika suatu bangsa menutup diri dari perkembangan zaman.

 

Nah, itulah penjelasan mengenai Makna Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Indonesia. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita mengenai pancasila, dan semoga artikel ini bisa membantu kalian dalam mengerjakan tugas kalian. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.


Hasif Priyambudi Nothing Last Forever We Can Jump And Feeder #ProALUKERAD
DarkLight