√ 8 Unsur Intrinsik Cerpen Lengkap dengan Pengertian dan Penjelasan

8 Unsur Intrinsik Cerpen Lengkap dengan Pengertian dan Penjelasannya

8 Unsur Intrinsik Cerpen Lengkap dengan Pengertian dan Penjelasannya

Dalam pelajaran bahasa Indonesia kita sering menjumpai istilah unsur Intrinsik. Istilah ini sering kita temukan pada saat kita mempelajari sebuah karya sastra seperti novel ataupun cerpen. Karena dalam sebuah novel atau cerpen terdapat unsur – unsur intrinsik di dalamnya. Unsur intrinsik ini merupakan unsur yang menyusun struktur dari sebuah karya sastra yang di buat oleh seorang penulis.

Maka dari itu dalam mempelajari sebuah karya sastra kita perlu mengetahui unsur intrinsik karya tersebut baik itu novel atau cerpen. Lalu apakah kamu mengetahui unsur intrinsik dari sebuah cerpen? Nah untuk kamu yang belum mengetahuinya, maka kamu dapat menyimak penjelasan yang akan kami berikan berikut ini mengenai macam-macam unsur intrinsik pada sebuah cerpen.

 

 

Pengertian Unsur Intrinsik Cerpen

Pengertian unsur intrinsik cerpen adalah sebuah unsur yang dapat membentuk sebuah cerita pendek yang berasal dari dalam cerpen itu sendiri. Unsur – unsur intrinsik dalam sebuah cerpen mempunyai fungsi masing – masing dan saling melengkapi satu sama lain. Maka dari itu sebuah cerpen harus memiliki unsur intrinsik yang lengkap.

Jika di ibaratkan sebagai komponen bangunan, maka unsur intrinsik dalam cerpen ini merupakan semua komponen yang akan membangun sebuah cerpen. Maka dari itu, apabila salah satu komponen hilang, maka sebuah karya tulis tidak dapat di sebut dengan cerpen. Untuk lebih jelas mengenai unsur – unsur intrinsik dalam cerpen, maka akan kami bahas pada artikel berikut ini.

 

 

Unsur-Unsur Intrinsik Cerpen

Untuk lebih mudah dalam memahami unsur intrinsik dalam sebuah cerpen, maka berikut ini akan kami uraikan secara satu per satu mengenai unsur – unsur intrinsik cerita pendek. Adapun beberapa unsur – unsur intrinsik cerpen adalah sebagai berikut.

 

1. Tema

Tema merupakan gagasan pokok atau gagasan utama yang melatar belakangi sebuah cerita pendek. Setiap karya tulis harus mempunyai tema tertentu agar pesan yang akan di sampaikan lebih mudah diterima oleh para pembaca. Tema dalam sebuah cerpen dapat bermacam – macam. Mulai dari tema umum, isu masyarakat, kisah pribadi, kisah percintaan dan lain sebagainya.  Dapat di katakan bahwa tema merupakan ruh atau nyawa dari sebuah cerpen.

 

2. Tokoh

Tokoh merupakan salah satu unsur intrinsik  yang sangat penting dalam sebuah cerpen selain tema. Tokoh ini adalah para pemain atau orang – orang yang sedang terlibat di dalam sebuah cerpen. Dalam sebuah cerpen biasanya terdapat dua jenis tokoh yaitu tokoh utama dan tokoh pembantu / tambahan.

Tokoh utama merupakan tokoh yang berinteraksi langsung dengan konflik yang terjadi dalam sebuah cerpen. Sedangkan tokoh pembantu atau tambahan merupakan tokoh yang bermain dalam sebuah cerpen namun tidak terlibat langsung dengan konfik yang terdapat pada sebuah cerpen.

Terdapat 4 watak tokoh yang sering di gunakan dalam cerita pendek. Adapun keempat watak tokoh tersebut di antara lain adalah sebagai berikut.

  • Tokoh Protagonis, merupakan seorang tokoh yang mempunyai watak baik dan pada umumnya berperan sebagai tokoh utama dalam sebuah cerpen.
  • Tokoh Antagonis, merupakan seorang tokoh yang mempunyai watak jahat. Pada umumnya tokoh dengan watak antagonis ini akan berinteraksi langsung dengan tokoh utama.
  • Tokoh Tritagonis, merupakan seorang tokoh yang mempunyai watak sebagai penengah. Pada umumnya tokoh ini akan menjadi orang bijak dan mediator di antara tokoh protagonis dan antagonis.
  • Figuran, merupakan seorang tokoh pendukung atau pembantu yang jarang muncul dalam sebuah cerita pendek. Namun munculnya tokoh figuran ini bisa memberikan warna dan nuansa tersendiri dalam sebuah cerpen sehingga cerita akan semakin hidup.

 

3. Penokohan

Penokohan merupakan unsur intrinsik dalam cerpen yang masih berkaitan dengan unsur tokoh di dalam cerpen. Jika tokoh merupakan orang yang berpera dalam sebuah cerpen, maka penokohan ini merupakan gambaran mengenai watak atau sifat yang dimiliki tokoh tersebut. Dalam melakukan penokohan di dalam cerpen dapat dilakukan dengan menggunakan dua cara berikut ini.

  • Analitik, merupakan cara menjelaskan watak atau sifat seorang tokoh dalam cerpen dengan cara memaparkannya secara langsung. Misalnya saja memiliki watak kuat, pemberani, tangguh, keras kepala, penakut, pemalu, dan lain sebagainya.
  • Dramatik, merupakan cara menjelaskan watak atau sifat seorang tokoh dalam cerpen secara tersirat. Pada umumnya watak tokoh tersebut akan di sampaikan melelui perilaku tokoh dalam sebuah cerpen.

 

4. Alur / Plot

Alur atau plot merupakan unsur intrinsik dalam sebuah cerpen yang menjelaskan tentang rangkaian kejadian atau peristiwa yang terjadi dalam sebuah cerpen. Dalam melakukan menyampaikan sebuah cerpen biasanya seorang penulis akan menggunakan beberapa tahapan. Adapun beberapa tahapan yang di gunakan penulis adalah sebagai berikut.

  • Tahap perkenalan, merupakan tahap yang berisi pengenalan tokoh dan latar dari sebuah cerpen.
  • Tahap munculnya konflik, merupakan tahap dimana masalah atau konflik mulai muncul dalam sebuah cerpen.
  • Tahap klimaks, merupakan tahapan dimana permasalahan dalam cerpen berada di titik puncak. Pada umumnya tokoh utama akan mengalami kebingungan atau rasa sedih.
  • Tahap peleraian, merupakan tahap dimana semua masalah mulai menemukan titik terang dan muncul solusi yang di ambil oleh tokoh utama.
  • Tahap penyelesaian, merupakan tahapan akhir dalam sebuah cerpen. Pada umumnya tahap ini akan berakhir dengan kebahagian (happy ending) ataupun kesedihan (sad ending)

 

Tahapan – tahapan yang terjadi dalam sebuah cerpen sudah di atur melalui alur atau jalan cerita. Dengan adanya alur ini akan membuat sebuah cerpen menjadi lebih menarik dan akan membuat penasaran para pembacanya. Dalam sebuah cerpen, terdapat dua jenis alur yang sering di gunakan. Adapun jenis alur yang ring di gunakan dalam cerpen yaitu sebagai berikut.

  • Alur maju, merupakan alur atau rangkaian jalan cerita yang bergerak secara berurutan muali dari pengenalan, munculnya masalah, puncak masalah, peleraian, dan penyelesaian.
  • Alur mundur, merupakan alur atau rangkaian jalan cerita yang bergerak secara tidak berurutan. Pada alur mundur ini biasanya penulis akan memunculkan permasalahan di awal cerita. Selanjutnya barulah penulis memunculkan beberapa peristiwa yang menjadi sebab akibat terjadinya konflik tersebut.

 

5. Latar / Setting

Latar atau setting merupakan unsur intrinsik dalam sebuah cerpen yang menjelaskan mengenai tempat, waktu, dan suasana yang terjadi di dalam sebuah cerpen. Unsur yang satu ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan tokoh yang ada di sebuah cerpen.

  • Latar tempat, merupakan keterangan tempat yang di gunakan dalam cerpen dan disinggahi oleh tokoh utama dalam cerpen. Misalnya saja di rumah, kantor, kampus, taman, sekolahan dan lain sebagainya.
  • Latar waktu, merupakan keterangan mengenai waktu terjadinya sebuah peristiwa dalam sebuah cerpen. Misalnya saja pagi hari, siang hari, malam hari, masa lalu, atau pada jam tertentu.
  • Latar suasana, merupakan keterangan mengenai gambaran suasana yang terjadi dalam sebuah cerpen yang di rasakan oleh para tokoh dalam cerita. Misalnya saja suasana bahagia, sedih, romantis, seram, dan lain sebagainya.

 

6. Sudut Pandang

Sudut pandang adalah posisi penulis dalam menulis sebuah cerpen. Dalam hal ini penulis dapat berperan sebagai orang pertama ataupun juga dapat berperan sebagai orang ketiga dalam menceritakan sebuah cerpen. Berikut merupakan penjelasan lebih lengkap mengenai sudut pandang orang pertama dan orang ketiga.

  • Sudut pandang orang pertama, merupakan cara seorang penulis dalam menceritakan sebuah cerpen dengan menggunakan kata ganti “Aku”. Dengan kata lain, maka dapat kita simpulkan bahwa tokoh utama dalam sebuah cerpen tersebut adalah penulis itu sendiri.
  • Sudut pandang orang ketiga, merupakan cara seorang penulis dalam menceritakan sebuah cerpen dengan menggunakan kata ganti “Dia”. Dengan kata lain, bahwa tokoh utama dalam cerpen tersebut bersifat fiktif atau imajinasi penulis.

 

7. Gaya Bahasa

Gaya bahasa adalah unsur intrinsik dalam sebuah cerpen yang memiliki fungsi untuk memberikan kesan yang lebih menarik bagi para pembacanya. Misalnya saja dalam sebuah cerpen menggunakan majas, diksi, dan rangkaian kata yang menarik. Tentu saja setiap penulis memiliki gaya bahasa masing – masing dalam menulis sebuah cerpen. Adanya gaya bahasa tersebut akan memengaruhi penceritaan yang dibangun penulis dalam cerpen.

 

8. Amanat

Amanat merupakan unsur intrinsik cerpen yang berisi pelajaran atau pesan moral yang ingin di sampaikan penulis kepada para pembacanya. Pada umumnya amanat dalam sebuah cerpen tidak di sampaikan secara tersurat atau langsung, namun biasanya di sampaikan penulis secara tersirat melalui isi cerita. Tentu saja pesan moral yang dapat di ambil sangat tergantung pada pemahaman para pembaca cerpen tersebut.

 

Jadi demikianlah pembahasan ringkas dari kami mengenai pengertian unsur intrinsik, pembahasan lengkap macam-macam unsur intrinsik cerpen. Semoga pembahasan yang telah kami ulas di atas dapat bermanfaat dan dapat di jadikan sebagai referensi kamu dalam memahami unsur intrinsik dalam sebuah cerpen.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 Unsur Intrinsik Cerpen Lengkap dengan Pengertian dan Penjelasannya

8 Unsur Intrinsik Cerpen Lengkap dengan Pengertian dan Penjelasannya

Dalam pelajaran bahasa Indonesia kita sering menjumpai istilah unsur Intrinsik. Istilah ini sering kita temukan pada saat kita mempelajari sebuah karya sastra seperti novel ataupun cerpen. Karena dalam sebuah novel atau cerpen terdapat unsur – unsur intrinsik di dalamnya. Unsur intrinsik ini merupakan unsur yang menyusun struktur dari sebuah karya sastra yang di buat oleh seorang penulis.

Maka dari itu dalam mempelajari sebuah karya sastra kita perlu mengetahui unsur intrinsik karya tersebut baik itu novel atau cerpen. Lalu apakah kamu mengetahui unsur intrinsik dari sebuah cerpen? Nah untuk kamu yang belum mengetahuinya, maka kamu dapat menyimak penjelasan yang akan kami berikan berikut ini mengenai macam-macam unsur intrinsik pada sebuah cerpen.

 

 

Pengertian Unsur Intrinsik Cerpen

Pengertian unsur intrinsik cerpen adalah sebuah unsur yang dapat membentuk sebuah cerita pendek yang berasal dari dalam cerpen itu sendiri. Unsur – unsur intrinsik dalam sebuah cerpen mempunyai fungsi masing – masing dan saling melengkapi satu sama lain. Maka dari itu sebuah cerpen harus memiliki unsur intrinsik yang lengkap.

Jika di ibaratkan sebagai komponen bangunan, maka unsur intrinsik dalam cerpen ini merupakan semua komponen yang akan membangun sebuah cerpen. Maka dari itu, apabila salah satu komponen hilang, maka sebuah karya tulis tidak dapat di sebut dengan cerpen. Untuk lebih jelas mengenai unsur – unsur intrinsik dalam cerpen, maka akan kami bahas pada artikel berikut ini.

 

 

Unsur-Unsur Intrinsik Cerpen

Untuk lebih mudah dalam memahami unsur intrinsik dalam sebuah cerpen, maka berikut ini akan kami uraikan secara satu per satu mengenai unsur – unsur intrinsik cerita pendek. Adapun beberapa unsur – unsur intrinsik cerpen adalah sebagai berikut.

 

1. Tema

Tema merupakan gagasan pokok atau gagasan utama yang melatar belakangi sebuah cerita pendek. Setiap karya tulis harus mempunyai tema tertentu agar pesan yang akan di sampaikan lebih mudah diterima oleh para pembaca. Tema dalam sebuah cerpen dapat bermacam – macam. Mulai dari tema umum, isu masyarakat, kisah pribadi, kisah percintaan dan lain sebagainya.  Dapat di katakan bahwa tema merupakan ruh atau nyawa dari sebuah cerpen.

 

2. Tokoh

Tokoh merupakan salah satu unsur intrinsik  yang sangat penting dalam sebuah cerpen selain tema. Tokoh ini adalah para pemain atau orang – orang yang sedang terlibat di dalam sebuah cerpen. Dalam sebuah cerpen biasanya terdapat dua jenis tokoh yaitu tokoh utama dan tokoh pembantu / tambahan.

Tokoh utama merupakan tokoh yang berinteraksi langsung dengan konflik yang terjadi dalam sebuah cerpen. Sedangkan tokoh pembantu atau tambahan merupakan tokoh yang bermain dalam sebuah cerpen namun tidak terlibat langsung dengan konfik yang terdapat pada sebuah cerpen.

Terdapat 4 watak tokoh yang sering di gunakan dalam cerita pendek. Adapun keempat watak tokoh tersebut di antara lain adalah sebagai berikut.

  • Tokoh Protagonis, merupakan seorang tokoh yang mempunyai watak baik dan pada umumnya berperan sebagai tokoh utama dalam sebuah cerpen.
  • Tokoh Antagonis, merupakan seorang tokoh yang mempunyai watak jahat. Pada umumnya tokoh dengan watak antagonis ini akan berinteraksi langsung dengan tokoh utama.
  • Tokoh Tritagonis, merupakan seorang tokoh yang mempunyai watak sebagai penengah. Pada umumnya tokoh ini akan menjadi orang bijak dan mediator di antara tokoh protagonis dan antagonis.
  • Figuran, merupakan seorang tokoh pendukung atau pembantu yang jarang muncul dalam sebuah cerita pendek. Namun munculnya tokoh figuran ini bisa memberikan warna dan nuansa tersendiri dalam sebuah cerpen sehingga cerita akan semakin hidup.

 

3. Penokohan

Penokohan merupakan unsur intrinsik dalam cerpen yang masih berkaitan dengan unsur tokoh di dalam cerpen. Jika tokoh merupakan orang yang berpera dalam sebuah cerpen, maka penokohan ini merupakan gambaran mengenai watak atau sifat yang dimiliki tokoh tersebut. Dalam melakukan penokohan di dalam cerpen dapat dilakukan dengan menggunakan dua cara berikut ini.

  • Analitik, merupakan cara menjelaskan watak atau sifat seorang tokoh dalam cerpen dengan cara memaparkannya secara langsung. Misalnya saja memiliki watak kuat, pemberani, tangguh, keras kepala, penakut, pemalu, dan lain sebagainya.
  • Dramatik, merupakan cara menjelaskan watak atau sifat seorang tokoh dalam cerpen secara tersirat. Pada umumnya watak tokoh tersebut akan di sampaikan melelui perilaku tokoh dalam sebuah cerpen.

 

4. Alur / Plot

Alur atau plot merupakan unsur intrinsik dalam sebuah cerpen yang menjelaskan tentang rangkaian kejadian atau peristiwa yang terjadi dalam sebuah cerpen. Dalam melakukan menyampaikan sebuah cerpen biasanya seorang penulis akan menggunakan beberapa tahapan. Adapun beberapa tahapan yang di gunakan penulis adalah sebagai berikut.

  • Tahap perkenalan, merupakan tahap yang berisi pengenalan tokoh dan latar dari sebuah cerpen.
  • Tahap munculnya konflik, merupakan tahap dimana masalah atau konflik mulai muncul dalam sebuah cerpen.
  • Tahap klimaks, merupakan tahapan dimana permasalahan dalam cerpen berada di titik puncak. Pada umumnya tokoh utama akan mengalami kebingungan atau rasa sedih.
  • Tahap peleraian, merupakan tahap dimana semua masalah mulai menemukan titik terang dan muncul solusi yang di ambil oleh tokoh utama.
  • Tahap penyelesaian, merupakan tahapan akhir dalam sebuah cerpen. Pada umumnya tahap ini akan berakhir dengan kebahagian (happy ending) ataupun kesedihan (sad ending)

 

Tahapan – tahapan yang terjadi dalam sebuah cerpen sudah di atur melalui alur atau jalan cerita. Dengan adanya alur ini akan membuat sebuah cerpen menjadi lebih menarik dan akan membuat penasaran para pembacanya. Dalam sebuah cerpen, terdapat dua jenis alur yang sering di gunakan. Adapun jenis alur yang ring di gunakan dalam cerpen yaitu sebagai berikut.

  • Alur maju, merupakan alur atau rangkaian jalan cerita yang bergerak secara berurutan muali dari pengenalan, munculnya masalah, puncak masalah, peleraian, dan penyelesaian.
  • Alur mundur, merupakan alur atau rangkaian jalan cerita yang bergerak secara tidak berurutan. Pada alur mundur ini biasanya penulis akan memunculkan permasalahan di awal cerita. Selanjutnya barulah penulis memunculkan beberapa peristiwa yang menjadi sebab akibat terjadinya konflik tersebut.

 

5. Latar / Setting

Latar atau setting merupakan unsur intrinsik dalam sebuah cerpen yang menjelaskan mengenai tempat, waktu, dan suasana yang terjadi di dalam sebuah cerpen. Unsur yang satu ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan tokoh yang ada di sebuah cerpen.

  • Latar tempat, merupakan keterangan tempat yang di gunakan dalam cerpen dan disinggahi oleh tokoh utama dalam cerpen. Misalnya saja di rumah, kantor, kampus, taman, sekolahan dan lain sebagainya.
  • Latar waktu, merupakan keterangan mengenai waktu terjadinya sebuah peristiwa dalam sebuah cerpen. Misalnya saja pagi hari, siang hari, malam hari, masa lalu, atau pada jam tertentu.
  • Latar suasana, merupakan keterangan mengenai gambaran suasana yang terjadi dalam sebuah cerpen yang di rasakan oleh para tokoh dalam cerita. Misalnya saja suasana bahagia, sedih, romantis, seram, dan lain sebagainya.

 

6. Sudut Pandang

Sudut pandang adalah posisi penulis dalam menulis sebuah cerpen. Dalam hal ini penulis dapat berperan sebagai orang pertama ataupun juga dapat berperan sebagai orang ketiga dalam menceritakan sebuah cerpen. Berikut merupakan penjelasan lebih lengkap mengenai sudut pandang orang pertama dan orang ketiga.

  • Sudut pandang orang pertama, merupakan cara seorang penulis dalam menceritakan sebuah cerpen dengan menggunakan kata ganti “Aku”. Dengan kata lain, maka dapat kita simpulkan bahwa tokoh utama dalam sebuah cerpen tersebut adalah penulis itu sendiri.
  • Sudut pandang orang ketiga, merupakan cara seorang penulis dalam menceritakan sebuah cerpen dengan menggunakan kata ganti “Dia”. Dengan kata lain, bahwa tokoh utama dalam cerpen tersebut bersifat fiktif atau imajinasi penulis.

 

7. Gaya Bahasa

Gaya bahasa adalah unsur intrinsik dalam sebuah cerpen yang memiliki fungsi untuk memberikan kesan yang lebih menarik bagi para pembacanya. Misalnya saja dalam sebuah cerpen menggunakan majas, diksi, dan rangkaian kata yang menarik. Tentu saja setiap penulis memiliki gaya bahasa masing – masing dalam menulis sebuah cerpen. Adanya gaya bahasa tersebut akan memengaruhi penceritaan yang dibangun penulis dalam cerpen.

 

8. Amanat

Amanat merupakan unsur intrinsik cerpen yang berisi pelajaran atau pesan moral yang ingin di sampaikan penulis kepada para pembacanya. Pada umumnya amanat dalam sebuah cerpen tidak di sampaikan secara tersurat atau langsung, namun biasanya di sampaikan penulis secara tersirat melalui isi cerita. Tentu saja pesan moral yang dapat di ambil sangat tergantung pada pemahaman para pembaca cerpen tersebut.

 

Jadi demikianlah pembahasan ringkas dari kami mengenai pengertian unsur intrinsik, pembahasan lengkap macam-macam unsur intrinsik cerpen. Semoga pembahasan yang telah kami ulas di atas dapat bermanfaat dan dapat di jadikan sebagai referensi kamu dalam memahami unsur intrinsik dalam sebuah cerpen.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *