√ 20 Macam - Macam Majas, Jenis dan Contohnya (Lengkap 2019)

20 Macam – Macam Majas, Jenis dan Contohnya

20 Macam – Macam Majas, Jenis dan Contohnya

Macam Macam Majas – Di dalam karya sastra yang ada di mata pelajaran bahasa Indonesia, ada banyak materi yang terkandung di dalamnya. Karya sastra tersebut ada yang menggunakan kata kiasan seperti syair, pantun, majas, dan puisi.

Mungkin jika syair atau pantun atau bahkan puisi kita sudah tidak asing lagi mendengar istilah tersebut. Namun bagaimana dengan majas ? majas sendiri bisa diartikan sebagai karya yang sifatnya fiksi dan memiliki nuansa imajinatif sehingga mirip dengan pantun serta puisi.

Pengertian lain menyebutkan juga bahwa majas memiliki pengertian sebagai suatu gaya bahasa yang fungsiny untuk sebagai perumpamaan supaya menguatkan kesan yang berada di dalam kalimat dan didalamnya memiliki nuansa yang bersifat imajinatif. Majas sendiri dibagi ke dalam beberapa contoh macamnya.

 

Macam – Macam Majas dan Contohnya

Macam dari majas antara lain adalah majas alusio, majas antithesis, majas metafora, majas personifikasi, majas paradoks dan masih banyak lagi macamnya. Nah khusus pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang macam macam majas tadi selengkap – lengkapnya lengkap serta contoh dan penjelasannya. Langsung saja simak penjelasannya berikut ini.

 

1. Majas Metafora

Majas metafora mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan pelajar, karena memang majas ini dipelajari di bangku sekolah. Dan biasanya kerap muncul sebagai soal di ujian atau ulangan.

Majas metafora sendiri memiliki pengertian sebagai suatu jenis majas yang fungsinya untuk mengungkapkan dari perbandingan dua hal atau bisa juga obyek yang keduanya tidak sama dan dibandingkan supaya menjadi paduan persamaan.

Contoh lengkap dari majas metafora antara lain adalah sebagai berikut:

  • Kambing itu telah hilang dimangsa si raja lembah ini
  • Hati seorang ibu memang sehalus kapas
  • Membaca adalah kegiatan menyenangkan bagi seorang kutu buku
  • Widya adalah buah hati dari Pak Ramlan dan Ibu Sofia
  • Hati ku mengatakan dia adalah jodohku selamanya
  • Mata hatiku selalu berkata bahwa dirimu memang sangat baik hati
  • Sampah sekolah itu akhirnya masuk ruang BK juga

 

2. Majas Personifikasi

Majas ini memiliki pengertian yang berbeda dengan majas metafora, namun apabila kalian di bangku sekolah sudah diajari tentang majas pasti tahu juga majas yang satu ini. Majas personifikasi namanya, majas ini memiliki pengertian seperti mengibaratkan benda mati seperti seolah olah seperti makhluk hidup. Adapun contohnya antara lain adalah sebagai berikut:

  • Sang rembulan sedang menangis di malam hari
  • Foto itu menatap sayu diriku
  • Awan itu sedang berlari lari di siang ini
  • Ombak yang besar di laut tadi melambai kepada ku
  • Angin besar itu mengancam desaku
  • Saat bangun tidur, kasur seakan akan melambai kepada ku
  • Awan yang mendung tadi seakan akan berbicara hari ini hujan lebat
  • Ombak yang besar tadi pagi menyeretku hingga aku kembali lagi ke pantai
  • Pelangi pasca hujan tadi siang mengatakan padaku bahwa hari akan cerah nanti siang
  • Bunga melati di pedagang tadi merayuku untuk membelinya

 

3. Majas Sinekdode

Majas ini mungkin akan terdengar asing bagi kalangan pelajar. Majas sinekdode memiliki pengertian sebagai suatu majas yang memiliki gaya penulisan bahasa yang fungsinya untuk mengungkapkan bagian dari suatu keseluruhan atau bisa juga mengungkapkan suatu keseluruhan untuk bagian. Majas sinekdode terbagi ke dalam 2 jenis besar yaitu totem pro parte dan pars pro toto. Berikut adalah penjelasan keduanya secara satu – persatu.

Majas Sinokdade Totem Pro Parte

Majas ini memiliki pengertian sebagai majas yang memiliki kegunaan untuk menjelaskan keseluruhan yang tujuannya untuk mewakili dari suatu bagian. Contoh majas ini antara lain adalah:

  • Desaku tahun lalu menjadi juara cabang desa terbersih di sepanjang tahun lalu
  • Negara inggris memiliki peran selalu mendominasi di segala pertandingan yang ada di piala dunia

 

Majas Sinekdode Pars Pro Toto

Majas ini memiliki pengertian sebagai majas yang fungsinya untuk menjelaskan suatu bagian yang gunanya untuk mewakili dari suatu keseluruhan. Contohnya adalah sebagai berikut.

  • Rina, sejak kemarin aku belum melihat batang hidung temanmu yang tengil itu.
  • Tiket masuk ke wisata yang baru itu setiap orang akan dikenai Rp.25.000

 

4. Majas Repetisi

Majas ini tergolong majas yang cukup asing di kalangan bangku sekolah karena memang majas ini jarang digunakan. Walaupun pasti pernah namun tidak sesering majas metafora dan majas personifikasi.

Majas repetisi memiliki pengertian majas yang penggunaannya menggunakan adanya pengulangan bahasa, klausa, serta frasa dan kata yang sudah dibuat di dalam kalimat gunanya adalah untuk memberi suatu penegasan. Contoh dari majas repetisi antara lain adalah sebagai berikut:

  • Saya mencintai anda, saya menyukai anda, saya mengagumi anda
  • Cinta itu buta, cinta itu mempesona, cinta itu sakit
  • Perjuangan itu berat, perjuangan sangat susah, perjuangan itu perlu proses

 

5. Majas Eufemisme

Majas ini memiliki pengertian sebagai suatu jenis majas yang fungsinya adalah untuk pengganti ungkapan kasar sehingga menjadi ungkapan yang lebih halus, gunanya majas ini adalah supaya orang yang mendengarkannya tidak tersinggung atau sakit hati. Contoh dari majas eufemisme adalah sebagai berikut :

  • Saya baru tahu ternyata paman ku seorang yang tuna wicara. Tuna wicara = bisu
  • Ada seorang nenek yang tuna netra yang sedang menyebrang jalan. Tuna netra = buta
  • Ternyata teman masa kecilku sejak kecelakaan waktu itu menjadi tuna rungu. Tuna rungu = tuli
  • Di pelajaran sering sekali rina izin ke belakang. Belakang = WC
  • Di suatu kota banyak tuna wisma di pinggir jalan. Tuna wisma = gelandangan

 

6. Majas Pleonasme

Majas ini memiliki pengertian sebagai suatu majas yang fungsinya bisa untuk menjelaskan suatu hal yang jelas tetapi didalamnya diberikan dengan tambahan kata yang memiliki tujuan untuk mempertegas penjelasan maksud kalimat itu sendiri. Contoh dari majas pleonasme antara lain adalah sebagai berikut:

  • Ketika ada guru yang masuk kelas, pasti kelas akan menjadi sepi senyap
  • Hatiku sangat riang gembira ketika mendapat hadiah ulang tahun dari ayah
  • Naiklah keatas untuk melihat pemandangan yang bagus
  • Mundurlah ke belakang supaya kamu tidak terjatuh
  • Turunlah ke bawah kamu dipanggil ayahmu
  • Suara penyanyi itu sangat cetar membahan sehingga banyak yang suka
  • Aku sangat senang pergi ke kebun binatang disana aku melihat keanekaragaman jenis hewan
  • Senyum aktor itu sangat manis mempesona sehingga banyak sekali yang menyukainya
  • Aku sudah ikhlas lahir dan batin di tinggal kakek
  • Aku melihat dia mencuri dengan mata kepalaku sendiri

 

7. Majas Epifora

Majas ini memiliki pengertian sebagai suatu majas yang didalamnya berisi pengulangan kata yang terletak di baris akhir terakhir atau bisa juga kalimat yang letaknya secara urut. Contoh dari majas epifora itu sendiri adalah sebagai berikut:

  • Aku membenci kamu, aku menjauhi kamu, aku memusuhi kamu
  • Bayi lahir akhirnya akan besar juga, setelah itu akan mengalami masa remaja juga, lalu akan dewasa juga

 

8. Majas Sarkasme

Majas ini memiliki pengertian yaitu sejenis majas yang fungsinya untuk sindiran dengan menggunakan kalimat yang kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh seseorang yang sedang dalam keadaan marah. Contohnya antara lain adalah sebagai berikut:

  • Biasakanlah hidup hemat dasar tikus got
  • Janganlah kau bersikap seperti orang yang kere
  • Melihat mukanya saja sudah jijik
  • Sepertinya dia harus sering berkaca
  • Dasar babu tidak ada gunanya
  • Aku melihatmu seperti kotoran hewan bau
  • Kau memang sangat tidak berguna, pekerjaan seperti ini pun kau tidak bisa
  • Mengerjakan soal mudah saja tidak bisa, dasar kamu bahlul
  • Kamu memang sangat pantas jadi sampah di pinggir jalan
  • Pergilah sana dasar gembel

 

9. Majas Paralelisme

Majas ini memiliki pengertian sebagai suatu jenis majas yang didalamnya berisi perulangan yang memiliki fungsi untuk menegaskan makna di frasa yang ada di dalam suatu puisi. Contoh dari majas paralelisme antara lain adalah sebagai berikut:

  • Jujur aku mencintaimu
  • Jujur aku membencimu
  • Sungguh aku memujamu
  • Sungguh aku memikirkanmu setiap saat
  • Sungguh aku membutuhkanmu

 

10. Majas Paradoks

Majas ini memiliki pengertian sebagai suatu majas yang isinya adalah pertentangan didalamnya menjelaskan tentang pertentangan yang terjadi antara realita sesungguhnya dan pernyataan. Majas paradoks seringnya digunakan dalam penulisan sebuah novel. Contoh dari majas paradoks antara lain adalah sebagai berikut:

  • Ditengah sepinya pesta konser sang penyanyi di panggung tetap tenang
  • Hangatnya the bisa menemaniku ditengah dingin yang menggigiti kulit
  • Walaupun banyak yang mengatakan bahwa masakanku kurang asin tapi tetap saja aku merasakan ini justru sangat asin
  • Walau umur sudah tua nenek ku tetap memiliki semangat seperti anak muda
  • Ramainya kota di sekitarku tetap saja rasanya aku merasa kesepian

 

11. Majas Metonimia

Majas ini memiliki kegunaan untuk memberi penjelasan tentang suatu kata atau bisa juga kalimat yang mana masih memiliki hubungan yang dekat. Biasanya majas ini digunakan untuk menggantikan kata yang sifatnya sudah umum yang di gantikan oleh merk barang. Contoh dari majas metonimia antara lain adalah sebagai berikut:

  • Dengan menggunakan kispray pakaianku jadi lebih wangi dan licin
  • Jika kita ingin pergi berlibur ke luar negeri lebih baik menggunakan pesawat garuda supaya seperti melayang di antara awan – awan
  • Memakan jajanan taro membuatku terasa lebih bersemangat
  • Untuk memiliki gigi yang putih dan segar sebaiknya menggosok gigi menggunakan pepsodent
  • Zaman modern semuanya bisa dilakukan dengan smartphone kecil
  • Tua ataupun muda sekarang sudah menyukai kegiatan selfie
  • Untuk memiliki baju yang putih dan bersih, cucilah dengan menggunakan bayclean

 

12. Majas Hiperbola

Majas ini memiliki pengertian sebagai suatu majas yang mana di dalamnya menjelaskan tentang suatu hal yang sifatnya berlebihan dibanding dengan realitanya. Kata – kata yang berlebihan itu tadi memiliki fungsi untuk menarik perhatian dari pembaca itu sendiri. Contoh dari penggunaan majas hiperbola antara lain adalah sebagai berikut:

  • Perjalanan dari kota A ke kota B bisa secepat kilat
  • Cintaku yang sangat dalam ini mampu menenggelamkan diriku ke samudera yang terdalam
  • Ketampanan dari aktor yang sedang terkenal itu mampu mengalihkan hidupku
  • Suara emas si penyanyi itu mampu menggemparkan jagad raya
  • Otak rina sangat cemerlang seperti berlian

 

13. Majas Tautologi

Majas ini memiliki pengertian sebagai suatu jenis majas yang menggunakan bahasa yang berulang – ulang di kalimat. Tujuan dari majas ini adalah untuk menegaskan makna dari kalimat itu sendiri. Contoh dari majas tautologi antara lain adalah sebagai berikut:

  • Melihat dirinya bersama orang lain hatiku terasa hancur
  • Tanpa adanya dirimu disisiku malam ini sangat dingin dan menggigit
  • Sedih dan tawamu merupakan bagian penting di hidupku
  • Kamu memutuskan semua hal dengan luluh tanpa melakukan perundingan terlebih dahulu
  • Aku janji akan terus bersamamu di dalam suka duka di sepanjang umurku

 

14. Majas Asosiasi

Majas ini memiliki pengertian sebagai suatu majas yang fungsinya untuk membandingkan dua objek berbeda tetapi objek tersebut memiliki sifat yang mirip. Ciri dari majas asosiasi adalah menggunakan kata penghubung contoh katanya adalah ibarat, bak, laksana, dan juga. Contoh dari majas asosiasi adalah sebagai berikut:

  • Senyumannya sangat menawan seperti bunga yang harum
  • Kulitnya sangat halus seperti kapas yang masih bersih
  • Hati orang tadi memang keras ibarat batu
  • Pikiran tio sangat encer bak santan kelapa
  • Tubuh pramugara dan pramugari itu tinggi sekali seperti pohon kelapa
  • Tubuhmu sangat indah seperti gitar spanyol
  • Bibirnya merah merona bak bunga mawar yang segar
  • Semangat siswa sangat membara bak api yang menyala
  • Dia pandai sekali seperti ilmuan
  • Cahaya binar matanya sangat memukai seperti bintang di malam hari

 

15. Majas Ironi

Majas ini memiliki pengertian sebagai suatu jenis majas yang berfungsi untuk menyatakan suatu hal yang bertolak belakang dengan kenyataannya atau aslinya. Contoh dari majas ironi adalah sebagai berikut:

  • Rambutmu indah sekali seperti ekor kuda yang berantakan
  • Rajin sekali kamu, tugasnya sampai menumpuk jadi gunung
  • Baju yang kamu pakai mewah sekali seperti baju yang ada di emperan
  • Rapi sekali kamar tidurmu seperti kapal pecah yang hancur
  • Senyumu sangat manis sampai ada biji cabai di sela sela nya
  • Kulitmu sangat halus seperti jalan yang berlubang
  • Bedak yang kamu gunakan lembut sekali seperti tepung yang belum di giling
  • Aku sangat kagum dengan pakaian mu yang mirip dengan baju orangtuaku saat dulu
  • Beruntung sekali dirimu setiap hari dikejar ayam rakus itu
  • Kamu pintar sekali ya sampai mengerjakan soal mudah pun tidak bisa

 

16. Majas Litotes

Majas litotes merupakan suatu majas yang fungsinya untuk menjelaskan suatu ungkapan yang sifatnya adalah direndahkan jika dibandingkan dengan kenyataannya. Majas ini seringkali diartikan sebagai kerendah hatian dari penulis untuk mengungkapkan kepada pembacanya. Contoh dari majas litotes antara lain adalah sebagai berikut:

  • Ayahku hanyalah seorang nelayan yang menangkap ikan di laut
  • Janganlah orang seperti kamu bertanya kepada orang yang bodoh seperti saya
  • Saya hanyalah seorang pedagang kue emperan
  • Kami sudah merasa cukup dengan uang saku yang seadanya
  • Hanya makan nasi berlauk teri sudah sangat nikmat bagi saya
  • Saya hanya orang biasa janganlah dilebih – lebihkan seperti itu
  • Kakaku akan membuat pesta kecil kecilan untuk kelulusanku

 

17.   Majas Antonomasia

Majas antonomasia memiliki pengertian sebagai suatu majas yang gunanya untuk menyambut objek atau benda bukan dengan menggunakan nama aslinya tetapi lebih ke menggunakan sifat dari objek itu tadi. Majas ini digunakan di kehidupan sehari – hari contohnya antara lain adalah sebagai berikut:

  • Ibuku senang saat menjumpai “merpati terbang” yang ada di angkasa. ( merpati terbang = pesawat )
  • Rina membeli “si ratu bunga” untuk ibunya. ( ratu bunga = mawar )
  • Si suara emas itu memang memiliki watak yang periang dan baik hati. ( suara emas = penyanyi )

 

18. Majas Alusio

Majas alusio memiliki pengertian sebagai suatu majas yang gaya bahasanya menggunakan kata di masa lalu atau lampau. Fungsinya adalah untuk menjelaskan suatu kejadian yang ada. Kata – kata di dalamnya mengandung masa lalu biasanya menggunakan kejadian, tokoh, cerita, dan legenda. Contoh darri majas alusio antara lain adalah sebagai berikut:

  • Walau nilai rupiah sudah semakin turun, jangan sampai terjadi kejadian seperti tahun 90 an
  • Ceritamu dengan rina mengingatkan saya ke cerita bawang putih dan bawang merah
  • Semoga saja ini hanya getaran biasa saja dan tidak akan seperti di Aceh dulu
  • Walaupun kita miskin jangan sampai perilaku kita seperti malin kundang ke ibunya

 

19. Majas Antitetis

Majas ini memiliki fungsi untuk menyatakan dua kata yang di dalamnya memiliki arti yang berlawanan dan tetap ditampilkan secara urut. Contoh dari majas antitesis antara lain adalah sebagai berikut:

  • Banyak atau sedikit rezeki jangan sampai kita melupakan untuk bersedekah
  • Tinggi pendek tubuhmu mempengaruhi jika ingin masuk ke militer
  • Asam manis yang ada di hidup ini tergantung pada jalan pikiran kita sendiri
  • Besar kecil pemberian dariku harus diterima dengan senang hati
  • Cantik jelek kita harus tetap bersyukur

 

20. Majas Simile

Majas ini memiliki fungsi untuk membandingkan objek atau dua kata yang sudah jelas dan secara eksplisit memiliki kesamaan di sifatnya. Contohnya adalah menggunakan kata penghubung bak, layaknya, bagai, ibarat, umpamanya dan lain – lain. Majas ini sering dikatakan mirip dengan majas asosiasi tetapi sungguh ada perbedaan di antara keduanya. Contoh dari majas simile antara lain adalah sebagai berikut:

  • Kata – katamu begitu kasar ibarat sebuah pisau yang menusuk tubuhku
  • Lelaki itu baik ibarat malaikat yang turun dari langit atas sana
  • Es buah ini segar dan menghilangkan dahaga ibarat air yang membasahi tanah kering
  • Penciuman dari Tina sangat tajam ibarat anjing pelacak milik polisi
  • Rio dan vina ibarat air dan minyak, mereka tidak dapat dipisahkan

 

Demikian artikel mengenai Macam Macam Majas Beserta Contohnya, semoga artikel ini bisa membantu kalian dalam belajar soal majas, jika ada hal yang ingin ditanyakan silahkan bertanya dikolom komentar yang sudah disediakan ya. Semoga bermanfaat.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 Macam – Macam Majas, Jenis dan Contohnya

20 Macam – Macam Majas, Jenis dan Contohnya

Macam Macam Majas – Di dalam karya sastra yang ada di mata pelajaran bahasa Indonesia, ada banyak materi yang terkandung di dalamnya. Karya sastra tersebut ada yang menggunakan kata kiasan seperti syair, pantun, majas, dan puisi.

Mungkin jika syair atau pantun atau bahkan puisi kita sudah tidak asing lagi mendengar istilah tersebut. Namun bagaimana dengan majas ? majas sendiri bisa diartikan sebagai karya yang sifatnya fiksi dan memiliki nuansa imajinatif sehingga mirip dengan pantun serta puisi.

Pengertian lain menyebutkan juga bahwa majas memiliki pengertian sebagai suatu gaya bahasa yang fungsiny untuk sebagai perumpamaan supaya menguatkan kesan yang berada di dalam kalimat dan didalamnya memiliki nuansa yang bersifat imajinatif. Majas sendiri dibagi ke dalam beberapa contoh macamnya.

 

Macam – Macam Majas dan Contohnya

Macam dari majas antara lain adalah majas alusio, majas antithesis, majas metafora, majas personifikasi, majas paradoks dan masih banyak lagi macamnya. Nah khusus pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang macam macam majas tadi selengkap – lengkapnya lengkap serta contoh dan penjelasannya. Langsung saja simak penjelasannya berikut ini.

 

1. Majas Metafora

Majas metafora mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan pelajar, karena memang majas ini dipelajari di bangku sekolah. Dan biasanya kerap muncul sebagai soal di ujian atau ulangan.

Majas metafora sendiri memiliki pengertian sebagai suatu jenis majas yang fungsinya untuk mengungkapkan dari perbandingan dua hal atau bisa juga obyek yang keduanya tidak sama dan dibandingkan supaya menjadi paduan persamaan.

Contoh lengkap dari majas metafora antara lain adalah sebagai berikut:

  • Kambing itu telah hilang dimangsa si raja lembah ini
  • Hati seorang ibu memang sehalus kapas
  • Membaca adalah kegiatan menyenangkan bagi seorang kutu buku
  • Widya adalah buah hati dari Pak Ramlan dan Ibu Sofia
  • Hati ku mengatakan dia adalah jodohku selamanya
  • Mata hatiku selalu berkata bahwa dirimu memang sangat baik hati
  • Sampah sekolah itu akhirnya masuk ruang BK juga

 

2. Majas Personifikasi

Majas ini memiliki pengertian yang berbeda dengan majas metafora, namun apabila kalian di bangku sekolah sudah diajari tentang majas pasti tahu juga majas yang satu ini. Majas personifikasi namanya, majas ini memiliki pengertian seperti mengibaratkan benda mati seperti seolah olah seperti makhluk hidup. Adapun contohnya antara lain adalah sebagai berikut:

  • Sang rembulan sedang menangis di malam hari
  • Foto itu menatap sayu diriku
  • Awan itu sedang berlari lari di siang ini
  • Ombak yang besar di laut tadi melambai kepada ku
  • Angin besar itu mengancam desaku
  • Saat bangun tidur, kasur seakan akan melambai kepada ku
  • Awan yang mendung tadi seakan akan berbicara hari ini hujan lebat
  • Ombak yang besar tadi pagi menyeretku hingga aku kembali lagi ke pantai
  • Pelangi pasca hujan tadi siang mengatakan padaku bahwa hari akan cerah nanti siang
  • Bunga melati di pedagang tadi merayuku untuk membelinya

 

3. Majas Sinekdode

Majas ini mungkin akan terdengar asing bagi kalangan pelajar. Majas sinekdode memiliki pengertian sebagai suatu majas yang memiliki gaya penulisan bahasa yang fungsinya untuk mengungkapkan bagian dari suatu keseluruhan atau bisa juga mengungkapkan suatu keseluruhan untuk bagian. Majas sinekdode terbagi ke dalam 2 jenis besar yaitu totem pro parte dan pars pro toto. Berikut adalah penjelasan keduanya secara satu – persatu.

Majas Sinokdade Totem Pro Parte

Majas ini memiliki pengertian sebagai majas yang memiliki kegunaan untuk menjelaskan keseluruhan yang tujuannya untuk mewakili dari suatu bagian. Contoh majas ini antara lain adalah:

  • Desaku tahun lalu menjadi juara cabang desa terbersih di sepanjang tahun lalu
  • Negara inggris memiliki peran selalu mendominasi di segala pertandingan yang ada di piala dunia

 

Majas Sinekdode Pars Pro Toto

Majas ini memiliki pengertian sebagai majas yang fungsinya untuk menjelaskan suatu bagian yang gunanya untuk mewakili dari suatu keseluruhan. Contohnya adalah sebagai berikut.

  • Rina, sejak kemarin aku belum melihat batang hidung temanmu yang tengil itu.
  • Tiket masuk ke wisata yang baru itu setiap orang akan dikenai Rp.25.000

 

4. Majas Repetisi

Majas ini tergolong majas yang cukup asing di kalangan bangku sekolah karena memang majas ini jarang digunakan. Walaupun pasti pernah namun tidak sesering majas metafora dan majas personifikasi.

Majas repetisi memiliki pengertian majas yang penggunaannya menggunakan adanya pengulangan bahasa, klausa, serta frasa dan kata yang sudah dibuat di dalam kalimat gunanya adalah untuk memberi suatu penegasan. Contoh dari majas repetisi antara lain adalah sebagai berikut:

  • Saya mencintai anda, saya menyukai anda, saya mengagumi anda
  • Cinta itu buta, cinta itu mempesona, cinta itu sakit
  • Perjuangan itu berat, perjuangan sangat susah, perjuangan itu perlu proses

 

5. Majas Eufemisme

Majas ini memiliki pengertian sebagai suatu jenis majas yang fungsinya adalah untuk pengganti ungkapan kasar sehingga menjadi ungkapan yang lebih halus, gunanya majas ini adalah supaya orang yang mendengarkannya tidak tersinggung atau sakit hati. Contoh dari majas eufemisme adalah sebagai berikut :

  • Saya baru tahu ternyata paman ku seorang yang tuna wicara. Tuna wicara = bisu
  • Ada seorang nenek yang tuna netra yang sedang menyebrang jalan. Tuna netra = buta
  • Ternyata teman masa kecilku sejak kecelakaan waktu itu menjadi tuna rungu. Tuna rungu = tuli
  • Di pelajaran sering sekali rina izin ke belakang. Belakang = WC
  • Di suatu kota banyak tuna wisma di pinggir jalan. Tuna wisma = gelandangan

 

6. Majas Pleonasme

Majas ini memiliki pengertian sebagai suatu majas yang fungsinya bisa untuk menjelaskan suatu hal yang jelas tetapi didalamnya diberikan dengan tambahan kata yang memiliki tujuan untuk mempertegas penjelasan maksud kalimat itu sendiri. Contoh dari majas pleonasme antara lain adalah sebagai berikut:

  • Ketika ada guru yang masuk kelas, pasti kelas akan menjadi sepi senyap
  • Hatiku sangat riang gembira ketika mendapat hadiah ulang tahun dari ayah
  • Naiklah keatas untuk melihat pemandangan yang bagus
  • Mundurlah ke belakang supaya kamu tidak terjatuh
  • Turunlah ke bawah kamu dipanggil ayahmu
  • Suara penyanyi itu sangat cetar membahan sehingga banyak yang suka
  • Aku sangat senang pergi ke kebun binatang disana aku melihat keanekaragaman jenis hewan
  • Senyum aktor itu sangat manis mempesona sehingga banyak sekali yang menyukainya
  • Aku sudah ikhlas lahir dan batin di tinggal kakek
  • Aku melihat dia mencuri dengan mata kepalaku sendiri

 

7. Majas Epifora

Majas ini memiliki pengertian sebagai suatu majas yang didalamnya berisi pengulangan kata yang terletak di baris akhir terakhir atau bisa juga kalimat yang letaknya secara urut. Contoh dari majas epifora itu sendiri adalah sebagai berikut:

  • Aku membenci kamu, aku menjauhi kamu, aku memusuhi kamu
  • Bayi lahir akhirnya akan besar juga, setelah itu akan mengalami masa remaja juga, lalu akan dewasa juga

 

8. Majas Sarkasme

Majas ini memiliki pengertian yaitu sejenis majas yang fungsinya untuk sindiran dengan menggunakan kalimat yang kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh seseorang yang sedang dalam keadaan marah. Contohnya antara lain adalah sebagai berikut:

  • Biasakanlah hidup hemat dasar tikus got
  • Janganlah kau bersikap seperti orang yang kere
  • Melihat mukanya saja sudah jijik
  • Sepertinya dia harus sering berkaca
  • Dasar babu tidak ada gunanya
  • Aku melihatmu seperti kotoran hewan bau
  • Kau memang sangat tidak berguna, pekerjaan seperti ini pun kau tidak bisa
  • Mengerjakan soal mudah saja tidak bisa, dasar kamu bahlul
  • Kamu memang sangat pantas jadi sampah di pinggir jalan
  • Pergilah sana dasar gembel

 

9. Majas Paralelisme

Majas ini memiliki pengertian sebagai suatu jenis majas yang didalamnya berisi perulangan yang memiliki fungsi untuk menegaskan makna di frasa yang ada di dalam suatu puisi. Contoh dari majas paralelisme antara lain adalah sebagai berikut:

  • Jujur aku mencintaimu
  • Jujur aku membencimu
  • Sungguh aku memujamu
  • Sungguh aku memikirkanmu setiap saat
  • Sungguh aku membutuhkanmu

 

10. Majas Paradoks

Majas ini memiliki pengertian sebagai suatu majas yang isinya adalah pertentangan didalamnya menjelaskan tentang pertentangan yang terjadi antara realita sesungguhnya dan pernyataan. Majas paradoks seringnya digunakan dalam penulisan sebuah novel. Contoh dari majas paradoks antara lain adalah sebagai berikut:

  • Ditengah sepinya pesta konser sang penyanyi di panggung tetap tenang
  • Hangatnya the bisa menemaniku ditengah dingin yang menggigiti kulit
  • Walaupun banyak yang mengatakan bahwa masakanku kurang asin tapi tetap saja aku merasakan ini justru sangat asin
  • Walau umur sudah tua nenek ku tetap memiliki semangat seperti anak muda
  • Ramainya kota di sekitarku tetap saja rasanya aku merasa kesepian

 

11. Majas Metonimia

Majas ini memiliki kegunaan untuk memberi penjelasan tentang suatu kata atau bisa juga kalimat yang mana masih memiliki hubungan yang dekat. Biasanya majas ini digunakan untuk menggantikan kata yang sifatnya sudah umum yang di gantikan oleh merk barang. Contoh dari majas metonimia antara lain adalah sebagai berikut:

  • Dengan menggunakan kispray pakaianku jadi lebih wangi dan licin
  • Jika kita ingin pergi berlibur ke luar negeri lebih baik menggunakan pesawat garuda supaya seperti melayang di antara awan – awan
  • Memakan jajanan taro membuatku terasa lebih bersemangat
  • Untuk memiliki gigi yang putih dan segar sebaiknya menggosok gigi menggunakan pepsodent
  • Zaman modern semuanya bisa dilakukan dengan smartphone kecil
  • Tua ataupun muda sekarang sudah menyukai kegiatan selfie
  • Untuk memiliki baju yang putih dan bersih, cucilah dengan menggunakan bayclean

 

12. Majas Hiperbola

Majas ini memiliki pengertian sebagai suatu majas yang mana di dalamnya menjelaskan tentang suatu hal yang sifatnya berlebihan dibanding dengan realitanya. Kata – kata yang berlebihan itu tadi memiliki fungsi untuk menarik perhatian dari pembaca itu sendiri. Contoh dari penggunaan majas hiperbola antara lain adalah sebagai berikut:

  • Perjalanan dari kota A ke kota B bisa secepat kilat
  • Cintaku yang sangat dalam ini mampu menenggelamkan diriku ke samudera yang terdalam
  • Ketampanan dari aktor yang sedang terkenal itu mampu mengalihkan hidupku
  • Suara emas si penyanyi itu mampu menggemparkan jagad raya
  • Otak rina sangat cemerlang seperti berlian

 

13. Majas Tautologi

Majas ini memiliki pengertian sebagai suatu jenis majas yang menggunakan bahasa yang berulang – ulang di kalimat. Tujuan dari majas ini adalah untuk menegaskan makna dari kalimat itu sendiri. Contoh dari majas tautologi antara lain adalah sebagai berikut:

  • Melihat dirinya bersama orang lain hatiku terasa hancur
  • Tanpa adanya dirimu disisiku malam ini sangat dingin dan menggigit
  • Sedih dan tawamu merupakan bagian penting di hidupku
  • Kamu memutuskan semua hal dengan luluh tanpa melakukan perundingan terlebih dahulu
  • Aku janji akan terus bersamamu di dalam suka duka di sepanjang umurku

 

14. Majas Asosiasi

Majas ini memiliki pengertian sebagai suatu majas yang fungsinya untuk membandingkan dua objek berbeda tetapi objek tersebut memiliki sifat yang mirip. Ciri dari majas asosiasi adalah menggunakan kata penghubung contoh katanya adalah ibarat, bak, laksana, dan juga. Contoh dari majas asosiasi adalah sebagai berikut:

  • Senyumannya sangat menawan seperti bunga yang harum
  • Kulitnya sangat halus seperti kapas yang masih bersih
  • Hati orang tadi memang keras ibarat batu
  • Pikiran tio sangat encer bak santan kelapa
  • Tubuh pramugara dan pramugari itu tinggi sekali seperti pohon kelapa
  • Tubuhmu sangat indah seperti gitar spanyol
  • Bibirnya merah merona bak bunga mawar yang segar
  • Semangat siswa sangat membara bak api yang menyala
  • Dia pandai sekali seperti ilmuan
  • Cahaya binar matanya sangat memukai seperti bintang di malam hari

 

15. Majas Ironi

Majas ini memiliki pengertian sebagai suatu jenis majas yang berfungsi untuk menyatakan suatu hal yang bertolak belakang dengan kenyataannya atau aslinya. Contoh dari majas ironi adalah sebagai berikut:

  • Rambutmu indah sekali seperti ekor kuda yang berantakan
  • Rajin sekali kamu, tugasnya sampai menumpuk jadi gunung
  • Baju yang kamu pakai mewah sekali seperti baju yang ada di emperan
  • Rapi sekali kamar tidurmu seperti kapal pecah yang hancur
  • Senyumu sangat manis sampai ada biji cabai di sela sela nya
  • Kulitmu sangat halus seperti jalan yang berlubang
  • Bedak yang kamu gunakan lembut sekali seperti tepung yang belum di giling
  • Aku sangat kagum dengan pakaian mu yang mirip dengan baju orangtuaku saat dulu
  • Beruntung sekali dirimu setiap hari dikejar ayam rakus itu
  • Kamu pintar sekali ya sampai mengerjakan soal mudah pun tidak bisa

 

16. Majas Litotes

Majas litotes merupakan suatu majas yang fungsinya untuk menjelaskan suatu ungkapan yang sifatnya adalah direndahkan jika dibandingkan dengan kenyataannya. Majas ini seringkali diartikan sebagai kerendah hatian dari penulis untuk mengungkapkan kepada pembacanya. Contoh dari majas litotes antara lain adalah sebagai berikut:

  • Ayahku hanyalah seorang nelayan yang menangkap ikan di laut
  • Janganlah orang seperti kamu bertanya kepada orang yang bodoh seperti saya
  • Saya hanyalah seorang pedagang kue emperan
  • Kami sudah merasa cukup dengan uang saku yang seadanya
  • Hanya makan nasi berlauk teri sudah sangat nikmat bagi saya
  • Saya hanya orang biasa janganlah dilebih – lebihkan seperti itu
  • Kakaku akan membuat pesta kecil kecilan untuk kelulusanku

 

17.   Majas Antonomasia

Majas antonomasia memiliki pengertian sebagai suatu majas yang gunanya untuk menyambut objek atau benda bukan dengan menggunakan nama aslinya tetapi lebih ke menggunakan sifat dari objek itu tadi. Majas ini digunakan di kehidupan sehari – hari contohnya antara lain adalah sebagai berikut:

  • Ibuku senang saat menjumpai “merpati terbang” yang ada di angkasa. ( merpati terbang = pesawat )
  • Rina membeli “si ratu bunga” untuk ibunya. ( ratu bunga = mawar )
  • Si suara emas itu memang memiliki watak yang periang dan baik hati. ( suara emas = penyanyi )

 

18. Majas Alusio

Majas alusio memiliki pengertian sebagai suatu majas yang gaya bahasanya menggunakan kata di masa lalu atau lampau. Fungsinya adalah untuk menjelaskan suatu kejadian yang ada. Kata – kata di dalamnya mengandung masa lalu biasanya menggunakan kejadian, tokoh, cerita, dan legenda. Contoh darri majas alusio antara lain adalah sebagai berikut:

  • Walau nilai rupiah sudah semakin turun, jangan sampai terjadi kejadian seperti tahun 90 an
  • Ceritamu dengan rina mengingatkan saya ke cerita bawang putih dan bawang merah
  • Semoga saja ini hanya getaran biasa saja dan tidak akan seperti di Aceh dulu
  • Walaupun kita miskin jangan sampai perilaku kita seperti malin kundang ke ibunya

 

19. Majas Antitetis

Majas ini memiliki fungsi untuk menyatakan dua kata yang di dalamnya memiliki arti yang berlawanan dan tetap ditampilkan secara urut. Contoh dari majas antitesis antara lain adalah sebagai berikut:

  • Banyak atau sedikit rezeki jangan sampai kita melupakan untuk bersedekah
  • Tinggi pendek tubuhmu mempengaruhi jika ingin masuk ke militer
  • Asam manis yang ada di hidup ini tergantung pada jalan pikiran kita sendiri
  • Besar kecil pemberian dariku harus diterima dengan senang hati
  • Cantik jelek kita harus tetap bersyukur

 

20. Majas Simile

Majas ini memiliki fungsi untuk membandingkan objek atau dua kata yang sudah jelas dan secara eksplisit memiliki kesamaan di sifatnya. Contohnya adalah menggunakan kata penghubung bak, layaknya, bagai, ibarat, umpamanya dan lain – lain. Majas ini sering dikatakan mirip dengan majas asosiasi tetapi sungguh ada perbedaan di antara keduanya. Contoh dari majas simile antara lain adalah sebagai berikut:

  • Kata – katamu begitu kasar ibarat sebuah pisau yang menusuk tubuhku
  • Lelaki itu baik ibarat malaikat yang turun dari langit atas sana
  • Es buah ini segar dan menghilangkan dahaga ibarat air yang membasahi tanah kering
  • Penciuman dari Tina sangat tajam ibarat anjing pelacak milik polisi
  • Rio dan vina ibarat air dan minyak, mereka tidak dapat dipisahkan

 

Demikian artikel mengenai Macam Macam Majas Beserta Contohnya, semoga artikel ini bisa membantu kalian dalam belajar soal majas, jika ada hal yang ingin ditanyakan silahkan bertanya dikolom komentar yang sudah disediakan ya. Semoga bermanfaat.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *