Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...

Macam-Macam Konjungsi: Fungsi, Contoh dan Tata Cara

5 min read

jenis kata konjungsi

Dalam bahasa indonesia, kita mengenal yang namanya kata konjungsi. Apakah kalian sudah pernah mendengarnya? Mungkin masih banyak yang belum tahu apa itu kata konjungsi. Tapi pasti kalian semua sudah pernah menggunakannya dalam percakapan sehari-hari secara tidak sadar.

Nah untuk itulah Mastekno ingin mengajak kalian semua untuk mengenal pengertian kata konjungsi. Serta apa fungsi dan contoh penggunaannya dalam sebuah kalimat.

 

Pengertian Kata Konjungsi

pengertian kata konjungsi

Secara sederhana, kata konjungsi adalah sebuah kata penghubung. Artinya ia berfungsi untuk menghubungkan antar kata, klausa ataupun kalimat. Konjungsi tidak bisa menghubungkan objek atau menjelaskan kata karena bukan itu fungsinya. Contoh kata konjungsi adalah sebagai berikut :

  • dan
  • atau
  • tetapi
  • ketika
  • seandainya
  • supaya
  • seperti
  • oleh
  • karena
  • sehingga
  • bahwa

 

Mungkin sekarang kalian bertanya-tanya, apa itu kata, klausa dan juga kalimat? Untuk menjawab pertanyaan tersebut silahkan lihat penjelasan di bawah ini :

  • Kata adalah sebuah unit dari suatu bahasa yang mengandung arti atau makna tertentu.
  • Klausa adalah gabungan dari beberapa kata yang terdiri dari subjek dan predikat.
  • Kalimat adalah rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan sebuah makna yang lengkap.

 

Fungsi Kegunaan Kata Konjungsi

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa fungsi utama dari kata konjungsi adalah menghubungkan antar kata, klausa ataupun kalimat. Ia bisa memperjelas hubungan antara 2 klausa atau kalimat. Dan konjungsi hanya berhenti disana serta tidak memiliki fungsi yang lain lagi.

 

Jenis-Jenis Kata Konjungsi

jenis jenis kata konjungsi

Kata Konjungsi sendiri memiliki beberapa macam karena fungsi dan penggunaannya yang berbeda. Kalian harus tahu tentang hal ini agar dikemudian hari tidak memakai kata konjungsi yang salah.

 

Konjungsi Antar Klausa

Biasa juga disebut sebagai konjungsi intra kalimat. Ia berfungsi untuk menghubungkan klausa induk dengan anak dalam satu kalimat. Konjungsi ini bisa diposisikan di tengah kalimat antar 2 klausanya. Dan ia pun juga memiliki 3 jenis yaitu konjungsi koordinatif, konjungsi subordinatif dan korelatif

 

1. Konjungsi Koordinatif

Adalah bentuk konjungsi yang menghubungkan 2 kalimat atau lebih yang memiliki kedudukan setara. Jika dikupas lebih dalam lagi, konjungsi koordinatif juga bisa dibagi menjadi :

  • Konjungsi Koordinatif Penambahan, contoh katanya “dan“.
  • Konjungsi Koordinatif Pendampingan, contoh katanya “serta“.
  • Konjungsi Koordinatif Pemilihan, contoh katanya “atau“.
  • Konjungsi Koordinatif Perlawanan, contoh katanya “tetapi, melainkan“.
  • Konjungsi Koordinatif Pertentangan, contoh katanya “padahal, sedangkan“.

 

2. Konjungsi Subordinatif

Adalah konjungsi yang menghubungkan induk dan anak kalimat yang memiliki kedudukan tidak setara. Jadi ada klausa yang kedudukannya lebih tinggi daripada yang lainnya. Dan konjungsi subordinatif berfungsi untuk menghubungkan keduanya.

Kata konjungsi subordinatif pun bisa dibagi menjadi 13 jenis sebagai berikut :

  • Konjungsi Subordinatif Atribut, contoh katanya “yang“.
  • Konjungsi Subordinatif Tujuan, contoh katanya “agar, supaya, biar“.
  • Konjungsi Subordinatif Syarat, contoh katanya “jika, bila, manakala, asalkan“.
  • Konjungsi Subordinatif Waktu, contoh katanya “sebelum sesudah, sampai, hingga“.
  • Konjungsi Subordinatif Pengandaian, contoh katanya “seandainya, umpamanya, sekiranya“.
  • Konjungsi Subordinatif Konsesif, contoh katanya “biarpun, walaupun, sekalipun“.
  • Konjungsi Subordinatif Pembandingan, contoh katanya “seolah-olah, ibarat, laksana, alih-alih“.
  • Konjungsi Subordinatif Sebab, contoh katanya “sebab, karena“.
  • Konjungsi Subordinatif Hasil, contoh katanya “sehingga, sampai-sampai“.
  • Konjungsi Subordinatif Alat, contoh katanya “tanpa, dengan“.
  • Konjungsi Subordinatif Cara, contoh katanya “dengan, cara“.
  • Konjungsi Subordinatif Komplementasi, contoh katanya “bahwa“.
  • Konjungsi Subordinatif Perbandingan, contoh katanya “sama…dengan, lebih…dari“.

 

3. Konjungsi Korelatif

Adalah kata konjungsi yang menghubungkan 2 unsur yang kedudukannya setara. Kalau begitu sama dengan konjungsi koordinatif dong? Bisa dikatakan mirip, namun ada perbedaan besar pada kata konjungsi yang digunakan. Pada konjungsi korelatif, kita memakai penghubung yang terdiri dari beberapa kata.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini kata yang termasuk ke dalam konjungsi korelatif :

  • …maupun…
  • …melainkan….
  • …sehingga….
  • …entah…
  • Tidak hanya….melainkan….
  • …melainkan….

Baca Juga : Pengertian Kalimat Majemuk, Jenis dan Contohnya.

 

Konjungsi Antar Kalimat

Yaitu konjungsi yang fungsinya untuk menghubungkan 2 buah kalimat. Dimana kedua unsur tersebut bisa saling menjelaskan satu sama lain atau bahkan bersifat bertentangan. Biasanya konjungsi ini akan selalu membuat kalimat baru.

Berikut ini beberapa kata yang termasuk konjungsi antar kalimat :

  • Konjungsi Pertentangan, contoh katanya “biarpun demikian, sekalipun demikian“.
  • Konjungsi Kelanjutan, contoh katanya “sesudah itu, setelah itu, selanjutnya“.
  • Konjungsi Kebalikan, contoh katanya “sebaliknya“.
  • Konjungsi Keadaan, contoh katanya “sesungguhnya, bahwasanya“.
  • Konjungsi Menguatkan, contoh katanya “malahan, bahkan“.
  • Konjungsi Pertentangan dari Sebelumnya, contoh katanya “namun, akan tetapi“.
  • Konjungsi Konsekuensi, contoh katanya “dengan demikian“.
  • Konjungsi Akibat, contoh katanya “oleh sebab itu, oleh karena itu“.
  • Konjungsi Kejadian Sebelumnya, contoh katanya “sebelum itu“.

 

Konjungsi Berdasarkan Fungsinya

Dari banyaknya jenis kata konjungsi yang ada, mereka memiliki fungsi dan penggunaan yang berbeda-beda. Oleh karena itulah kita bisa kembali mengklasifikasikannya sebagai berikut :

 

1. Konjungsi Aditif (Gabungan)

Konjungsi yang berfungsi untuk menggabungkan 2 buah kata, klausa atau kalimat yang memiliki kedudukan setara. Contohnya seperti “dan, lagi, serta, lagi pula“.

 

2. Konjungsi Pertentangan

Adalah konjungsi koordinatif yang menghubungkan 2 kalimat setara namun juga bertentangan. Jadi meskipun keduanya ada pada tingkatan yang sama, namun ada salah satu yang dianggap lebih penting. Contohnya katanya seperti “melainkan, sedangkan, sebaliknya, padahal, namun“.

 

3. Konjungsi Disjungtif (Pilihan)

Merupakan konjungsi koordinatif yang menghubungkan 2 kalimat sederajat dan sifatnya berupa pilihan. Contoh katanya seperti “atau, maupun, entah….entah“.

 

4. Konjungsi Waktu

Ialah bentuk konjungsi yang berfungsi menjelaskan hubungan waktu dari 2 buah peristiwa baik yang sederajat maupun tidak. Contoh katanya adalah “apabila, hingga, sejak, semenjak, sesudah, tatkala“.

 

5. Konjungsi Final (Tujuan)

Adalah jenis konjungsi yang menjelaskan tujuan dari suatu hal, peristiwa atau tindakan seseorang. Contoh katanya adalah “guna, untuk, supaya, agar“.

 

6. Konjungsi Sebab (Kausal)

Yaitu konjungsi yang berusaha untuk menjelaskan apa yang menjadi penyebab dari suatu peristiwa. Contoh katanya adalah “sebab, karena“.

 

7. Konjungsi Akibat (Konsekuentif)

Merupakan konjungsi yang berusaha menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi akibat dari suatu hal yang lain. Contoh katanya adalah “sehingga, sampai, akibatnya“.

 

8. Konjungsi Syarat (Kondisional)

Ialah kata hubung yang akan menjelaskan tentang suatu peristiwa dengan kondisi-kondisi yang harus terpenuhi. Contoh katanya adalah “jika, apabila, kalau, asalkan“.

 

9. Konjungsi Tak Bersyarat

Konjungsi yang menjelaskan suatu hal tanpa adanya syarat yang harus dipenuhi. Contoh katanya seperti “walaupun, meskipun, biarpun“.

 

10. Konjungsi Perbandingan

Adalah kata konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan serta membandingkan 2 buah hal. Contoh katanya adalah “sebagai, seperti, ibarat, umpama, daripada”.

 

11. Konjungsi Korelatif

Konjungsi yang berfungsi menghubungkan 2 kalimat yang saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. Sehingga antara satu kalimat dan yang lainnya memiliki hubungan timbal balik. Contoh katanya adalah “semakin…semakin, sehingga…tidak hanya…tetapi juga“.

 

12. Konjungsi Penegas

Merupakan penghubung yang akan menegaskan suatu kalimat yang telah disebutkan sebelumnya. Contoh katanya seperti “apalagi, yakni, ringkasnya, bahkan“.

 

13. Konjungsi Penjelas

Adalah kata yang akan menghubungkan suatu kalimat penjelas yang berisi rincian dari kalimat yang sebelumnya. Contoh katanya seperti “bahwa“.

 

14. Konjungsi Pembenaran

Termasuk dalam konjungsi subordinatif yang akan memberikan pembenaran tentang suatu hal. Kalimat induknya akan berisi pembenaran, sedangkan anak kalimat akan berisi penolakan yang didahului dengan kata konjungsi seperti “meskipun, biar, sekalipun“.

 

15. Konjungsi Urutan

Adalah konjungsi yang akan menyatakan urutan dari suatu peristiwa atau kejadian. Contoh katanya adalah “mula-mula, kemudian, lalu“.

 

16. Konjungsi Pembatasan

Yaitu kata hubung yang akan menjelaskan batas-batas dari suatu hal. Contoh katanya adalah “kecuali, selain, asal“.

 

17. Konjungsi Penanda

Biasanya dipakai sebagai penanda dari suatu hal. Contoh katanya seperti “misalnya, umpama“.

 

18. Konjungsi Situasi

Adalah konjungsi yang menerangkan suatu peristiwa yang terjadi dalam sebuah kondisi tertentu. Contoh katanya adalah “sedang, padahal, sambil“.

 

Itulah pembahasan lengkap tentang pengertian konjungsi, fungsi kegunaan dan jenis-jenisnya. Semoga dari contoh yang telah diberikan diatas bisa membuat kalian lebih memahami materi kali ini. Apabila dari dari kalian yang punya kritik, saran atau pertanyaan bisa langsung tulis di kolom komentar.


Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...
DarkLight