Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...

Lari Maraton: Pengertian, Sejarah, Teknik dan Peraturan Lari Maraton

5 min read

pengertian lari maraton

Lari maraton merupakan salah satu cabang olahraga yang sering dipertandingkan di seluruh dunia. Perlombaan ini nampak cukup sederhana yaitu hanya seperti lomba lari pada umumnya. Namun faktanya, dalam maraton tidak sesimple yang terlihat. Karena ada teknik-teknik khusus serta peraturan yang harus dipatuhi oleh pesertanya. Untuk itulah dalam kesempatan kali ini, Mastekno akan membahas segala hal seputar lari maraton ini.

 

Pengertian Lari Maraton

Pengertian lari maraton ddalah sebuah cabang olahraga atletik berupa lari dengan jarak tempuh yang jauh berkisar antara 3.000 sampai 10.000 meter. Lintasan yang digunakan dalam perlombaan ini bisa berada di dalam maupun di luar stadion. Melihat dengan jarak tempuhnya yang sangat jauh, dalam lari maraton akan membutuhkan stamina serta ketahanan fisik yang luar biasa. Serta diperlukan pula teknik-teknik yang benar agar peserta tak cepat kelelahan dan mampu mempertahankan kecepatannya.

 

Sejarah Lari Maraton

Lari Maraton sendiri punya sejarah yang cukup panjang. Ia merupakan salah satu cabang atletik tertua d dunia. Lari maraton sendiri sudah mulai diperlombakan sejak Olimpiade Kuno di Yunani pada tahun 490 Sebelum Masehi. Awalnya, perlombaan ini diadakan untuk memperingari perjuangan seorang prajurit pembawa pesan kemenangan perang melawan Persia. Ia berlari ke Athena yang mana jarak tempuhnya kala itu sekitar 41,8 KM.

Saat prajurit Yunani tersebut berhasil menyampaikan pesan kemenangan, ia akhirnya meninggal akibat kelelahan yang dialaminya. Kegigihannya pun membuat orang-orang Yunani kala itu terharu. Maka sejak saat itu dibuatlah lomba lari jarak jauh untuk menghormatinya. Hingga kemudian cabang atletik ini hampir selalu dipertandingkan dalam setiap pesta olahraga di dunia.

 

Teknik-Teknik Lari Maraton

Hampir semua orang bisa berlari, namun tidak semua pula mampu melakukan maraton. Kenapa begitu? Tentu saja karena jarak tempuhnya yang sangat jauh sehingga stamina yang dibutuhkan juga lebih banyak. Selain itu, untuk mendapatkan hasil terbaik seorang atlet juga harus menguasai beberapa teknik dasar yang diperlukan.

 

1. Teknik Start

Untuk yang pertama adalah teknik start sebelum memulai perlombaan. Ada beberapa jenis awalan yang biasanya digunakan sepeti start jongkok, start melayang dan start berdiri. Hal tersebut akan ditentukan oleh jenis dan jarak tempuh dari lari maraton itu sendiri.

 

Untuk lari jarak pendek akan menggunakan start jongkok sebagai berikut :teknik-start-jongkok

  • Lakukan sikap jongkok dengan salah satu kaki berada di belakang dengan lutut direndahkan.
  • Pandangan atlet harus lurus ke depan ke arah jalur lintasan.
  • Kedua tangan juga bertumpu pada tanah.
  • Ketika aba-aba “siap”, pindahkan titik berat ke bagian depan tubuh serta angkat bagian belakang tubuh kalian.
  • Saat aba-aba “ya” lakukan tolakan dan mulai berlari.

 

Untuk lari jarak jauh, biasanya akan menggunakan start berdiri dengan tata cara sebagai berikut :teknik-start-maraton

  • Pertama sedikit renggangkan kedua kaki satu sama lain.
  • Setelah itu, geser satu kaki ke arah belakang dan angkat tumitnya sebagai titik tumpu.
  • Sedikit tekuk lutut kaki bagian depan, dan rendahkan posisi tubuh.
  • Condongkan tubuh sedikit ke arah depan.
  • Kedua tangan dalam posisi mengepal namun tetap rileks.
  • Setelah aba-aba dimulai, lakukan tolakan dan segera berlari.

 

2. Teknik Berlari

teknik-lari-maraton

Mungkin kalian bertanya-tanya, kenapa lari pun harus ada tekniknya? Hal ini agar kita mampu melakukan gerakan yang seefektif mungkin. Serta untuk menjaga stamina agar tidak cepat terkuras habis. Karena dalam maraton akan berbeda dengan lari jarak pendek, dimana peserta tidak bisa langsung mengeluarkan seluruh tenaganya dari awal.

Ia harus mampu memaksimalkan stamina yang dimilikinya dari start hingga finish dengan baik. Karena jika terlalu dipaksa di awal, maka di pertengahan lomba pun pasti sudah kehabisan tenaga. Alhasil ia tidak akan punya cukup stamina untuk menyelesaikannya. Peserta harus mampu mengatur kecepatan berlari yang konstan. Hingga jarak 1 KM dari garis finish, ia baru boleh menaikkan kecepatannya secara maksimal.

Baca Juga : Pengertian Lari Estafet, Sejarah dan Peraturannya.

 

3. Teknik Pernapasan

teknik-pernapasan-maraton

Seperti yang telah dibahas diatas bahwa dalam lari jarak jauh sangat penting untuk menjaga stamina. Dan pernapasan adalah salah satu faktor utama dalam dalam hal ini. Karena jika teknik pernapasan salah, maka seseorang akan menjadi mudah lelah dan membuang banyak tenaganya secara percuma. Berikut ini beberapa tips teknik pernapasan untuk lari jarak jauh.

 

  • Bernapas Menggunakan Mulut

Saat bernapas setiap hari, kita tentu lebih sering menggunakan hidung. Namun ketika dalam lari maraton, seseorang lebih disarankan mengambil napas menggunakan mulut. Hal ini agar ia mendapatkan pasokan oksigen yang lebih besar. Selain itu juga agar menjaga otot wajah menjadi lebih rileks dan tidak tegang dibandingkan bernapas lewat hidung.

 

  • Belajar Pernapasan perut

Penggunaan pernapasan perut/diafragma adalah hal yang lebih baik daripada menggunakan dada. Dengan begitu stamina kita menjadi lebih terjaga dan tidak cpepat terkuras. Kalian perlu melakukan latihan rutin agar terbiasa dalam melakukan teknik ini.

 

  • Tarik Napas Pendek

Banyak orang yang ketika berlari lebih sering mengambil napas panjang. Mereka beranggapan hal tersebut akan membuat tenaga lebih terjaga. Padahal hal ini adalah salah, pengambilan napas pendek ternyata lebih disarankan. Kenapa? Karena akan membuat kita lebih mudah untuk mengatur pernapasan terutama untuk jarak tempuh yang jauh.

 

  • Bernapas Dengan Teratur

Ketika kita melakukan pengambilan dan pembuangan napas, lakukan hal tersebut secara konsisten. Entah dengan kecepatan lari yang rendah atau tinggi, usahakan untuk membuat pernapasan yang konstan. Sehingga tubuh juga tidak terlalu terbebani dan membuatnya mudah terbiasa.

 

  • Sesuaikan Kecepatan Lari

Dalam jarak tempuh yang jauh tentu adakalanya kita akan merasa lelah di tengah perlombaan. Dan ketika irama napas sudah mulai terengah-engah maka sedikit turunkan kecepatan lari kalian. Jangan memaksakan untuk berlari sekuat tenaga secara terus-menerus karena malah akan membuang banyak stamina.

 

4. Teknik Finish

teknik-finish

Ketika sudah hampir mendekati garis finish, maka peserta harus memaksimalkan apa yang dimilikinya. Karena ini merupakan penentuan tentang siapa yang akan menjadi juaranya. Berikut ini beberapa tips ketika kita sudah mendekati garis finish :

  • Posisikan tubuh agak condong ke depan.
  • Ayunkan kedua tangan secara bergantian semaksimal mungkin.
  • Pandangan fokus ke arah depan, jangan teralihkan oleh hal lain.
  • Ketika mendekati garis finish, busungkan dada agar ia lebih dulu menabrak pita garis finish.

 

Peraturan Lari Maraton

Sebagai sebuah perlombaan, tentu maraton punya serangkaian peraturan yang harus dipatuhi. Sehingga pertandingan dapat berjalan dengan sportif tanpa adanya hal-hal yang merugikan pihak lain. Berikut ini beberapa peraturan yang harus diperhatikan dalam lari maraton :

  • Jalur perlombaan harus diberitahukan kepada para peserta dengan jelas.
  • Peserta tidak boleh memilih jalur yang dilarang demi mencari jalan pintas.
  • Di sepanjang jalur harus dipasang tanda agar peserta tidak salah memilih arah.
  • Pemenang adalah peserta yang mencapai garis finish terlebih dahulu.

 

Demikian pembahasan lengkap mengenai pengertian lari maraton, sejarah, teknik dan peraturan lari maraton. Nah bagaimana? Mungkin ada banyak hal yang baru kalian ketahui setelah membaca artikel diatas. Semoga informasi tersebut bisa bermanfaat bagi kita semua. Jika ada yang punya kritik, saran atau pertanyaan bisa langsung berkomentar di bawah.


Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...
DarkLight