Adi Pamungkas Temenya Dimas, sama-sama kontributor di mastekno

Lari Jarak Pendek: Pengertian, Teknik Dasar, Sejarah dan Peraturan

15 min read

pengertian lari cepat

Olahraga yang murah dan dapat dilakukan oleh banyak orang dimanapun dan kapan saja. Asalkan mempunyai fisik yang kuat dan dilakukan pada lingkungan terbuka tentu saja jawabannya yaitu lari.

Olahraga lari ini merupakan bagian dari cabang olahraga atletik yang sering dilombakan dalam berbagai perhelatan olahraga mulai dari PON, Porda, Sea Games, Asian Games, Olimpiade, dan kejuaraan – kejuaraan yang diadakan dibawah naungan IAAF (International Association of Athletics Federations).

Olahraga lari ini dibagi menjadi beberapa jenis di antaranya yaitu lari jarak pendak, lari jarak menengah, lari jarak jauh, lari marathon, dan lari estafet.

Namun pada pembahasan kali ini kami hanya akan membahas mengenai lari jarak pendak saja baik mulai dari pengertian, sejarah, teknik, peraturan, nomor, kesalahan – kesalahan, dan manfaat lari jarak pendek.

 

Pengertian Lari Jarak Pendek

pengertian lari cepat

Lari jarak pendek atau sering disebut juga dengan sprint adalah salah satu jenis olahraga yang dilakukan dengan cara mengandalkan kekuatan dan juga kecepatan kaki pada lintasan lari mulai dari garis start hingga finish. Pemenang pada lari jarak pendek ini ditentukan berdasarkan catatan waktu tercepat.

Supaya bisa  menang, maka atlet lari jarak pendek harus mempunyai reaksi yang cepat, teknik berlari yang efisien, kecepatan yang baik, ketepatan pada saat start, dan mempertahankan kecepatan mulai dari garis start hingga garis finish.

Pada pertandingan resmi, biasanya lari jarak pendek ini terbagi kedalam beberapa kategori lomba di antaranya yaitu lari jarak pendek 100 meter (short sprint), lari jarak pendek 200 meter (medium sprint), dan lari jarak pendek 400 meter (long sprint).

 

 

Pengertian Lari Jarak Jauh Menurut Ahli

pengertian lari cepat menurut ahli

1. Menurut Muhajir

Menurut Muhajir (2007) Lari jarak pendek atau sprint adalah perlombaan lari yang seluruh pelarinya menggunakan kecepatan sangat penuh dengan menempuh jarak 100 m, 200 m, atau 400 m.

2. Syarifudin dan Muhadi

Menurut Syarifudin dan Muhadi (1992) Lari jarak pendek adalah cara berlari di mana atlet harus menempuh seluruh jarak dengan kecepatan semaksimal mungkin. Atlet harus melakukan lari secepat-cepatnya dengan mengerahkan segenap kekuatan dari start sampai finish.

3. Menurut Adisasmita

Menurut Adisasmita (1992) Lari jarak pendek atau sprint adalah semua nomor lari yang dilakukan dengan kecepatan penuh atau kecepatan maksimal sepanjang jarak yang ditempuh.

Baca Juga : Pengertian Lari Maraton

 

Sejarah Lari Jarak Pendek

sejarah lari cepat

Dalam sejarah, lari jarak pendek ini tidak dapat dilepaskan dari sejarah olimpiade yang pertama kali diadakan di dunia. Pasalnya olahraga lari ini sudah dikenal sejak zaman dahulu dan menjadi satu – satunya cabang olahraga yang dilombakan dalam Olimpiade Kuno yang diadakan di Yunani pada tahun 776 SM.

Dulunya olahraga lari pada Olimpiade tersebut diperlombakan sebagai sebuah penghormatan kepada prajurit Yunani yang berlari sejauh 40 km dengan membawa pesan kemenangan perang. Sesampainya prajurit tersebut di Athena dan telah mengabarkan kemenangan perang Yunani atas Persia, akhirnya prajurit tersebut meninggal.

Kemudian pada Olimpiade – Olimpiade berikutnya barulah beberapa cabang olahraga baru di pertandingkan, seperti halnya memanah , bela diri, lempar tombak. Sementara itu, olahraga lari jarak pendek ini baru muali dilombakan untuk pertama kalinya di ajang Olimpiade Modern pada tahun 1896 di Athena, Yunani,

Sejak pada saat itu, olahraga lari jarak pendek atau sprint ini menjadi salah satu cabang olahraga tetap yang di pertandingkan disetiap Olimpiade yang diadakan. Tidak hanya Olimpiade saja, banyak juga event olahraga lain yang memperlombakan olahraga lari jarak pendek ini.

Olahraga lari jarak pendek ini sudah menjadi salah satu olahraga cabang atletik yang sangat terkenal di dunia, termasuk di Indonesia yang mempunyai atlet lari jarak pendek yang sangat berbakat dengan berbagai macam prestasinya serta telah mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

Mungkin kalian pernah mendengar nama Purnomo, Mardi Lestari, atau Suryo Agung Wibowo yang telah menorehkan catatan waktu 10,20 detik pada Sea Games 2009 dan menjadi Sprinter tercepat di Asia Tenggara.

Lalu 10 tahun kemudian, Sprinter muda berbakat yaitu Lalu Muhammad Zohri berhasil membuat catatan waktu 10,15 detik. Sementara itu untuk di tingkat dunia, ada Usain Bolt yang berhasil mencatatkan waktu 9,58 detik untuk lari jarak pendek 100 meter.

 

 

Teknik Lari Jarak Pendek

teknik dasar lari cepat

Untuk menjadi seorang sprinter yang handal, maka kamu harus menguasai teknik – teknik dalam olahraga lari jarak pendek ini mulai dari teknik start, gerakan berlari, dan gerakan finish.

Namun sebelum kita memelajari ketiga teknik lari jarak pendek tersebut, terdapat beberapa pengetahuan dasar yang perlu kamu kuasai seperti berikut ini.

  • Pada saat berlari, condongkan tubuh sedikit kearah depan, lalu kedua lengan sedikit fleksi 90 derajat, kemudian lengan diayunkan searah dengan gerakan lari.
  • Selain itu otot – otot bagian depan dan kedua lengan harus tetap dijaga supaya tetap berada dalam keadaan rileks.
  • Kemudian pada tungkai kaki bagian bawah ditolakan dengan kuat hingga lurus serta usahakan paha depan di angkat hingga sejajar dengan tanah.
  • Pada saat berlari posisi pinggang harus tetap dalam ketinggian yang sama.
  • Ketika mencapai garis finish, bedan dicondongkan serentak kedepan untuk mengantarkan bagian dada menyentuh pita.

Setelah kita memelajari beberapa latihan dasar dalam lari jarak pendek, barulah kita memelajari teknik dasar lari cepat seperti berikut ini.

 

1. Teknik Start

Start merupakan proses persiapan awal yang dilakukan oleh seorang pelari cepat sebelum melakukan gerakan berlari. Menurut ahli, dalam hal ini menurut Purnomo (2007:23), start dalam lari jarak pendek bertujuan untuk mengoptimalkan lari cepat.

Terdapat tiga teknik dasar yang wajib kita ketahui dalam lari jarak pendek yaitu teknik start, yaitu start pendek, menengah, dan panjang.

a. Start Pendek (Bunch Start)

Dalam melakukan start pendek ini, kaki kiri diletakan didepan dan lutut kanan diletakan disebelah kaki kiri dengan jarak satu kepalan tangan. Kemudian kedua tangan diletakan dibelakang garis start dengan keempat jari dirapatkan dan ibu jari terpisah.

b. Start Menengah (Medium Start)

Pada saat melakukan start menengah, kaki kiri diletakan di depan, kemudian lutut kaki kanan diletakan disebalah kanan tumit kaki kiri dengan jarak satu kepalan tangan. Lalu untuk posisi kedua tangan sama halnya dengan start pendek, yaitu diletakan di belakang garis start  dengan empat jari dirapatkan dan ibu jari terpisah.

c. Start Panjang (Long Start)

Hampir sama dengan dua start sebelumnya, pada start panjang ini, kaki kiri diletakan didepan, namun lutut kaki kanan diletakan dibelakang kaki kiri dengan jarak satu kepalan tangan. Kemudian untuk posisi kedua tangan juga tidak berbeda dengan sebelumnya yaitu diletakan dibelakang garis start dengan empat jari dirapatkan dan ibu jari terpisah.

Setelah kita mengetahui posisi start yang baik dan benar, seorang pelari cepat juga harus mengambil posisi dan melakukan gerakan sesuai dengan aba – aba yang diberikan oleh starter. Adapun beberapa aba – aba yang dering digunakan adalah sebagai berikut.

Aba – Aba “Bersedia!”

Pada saat starter telah memberikan aba – aba ini, maka pelari harus menempatkan kedua kakinya menyentuh balok depan dan belakang, lalu meletakan lutut kaki belakang pada tanah dengan jarak selebar bahu. Kemudian jari – jari membentuk huruf V terbalik, lalu kepala sejajar dengan punggung, dan mata menatap lurus ke bawah.

Aba – Aba “Siap!”

Lalu pada aba – aba  “Siap”, posisi badan pelari yaitu lutut ditekan kebelakang, lalu kaki depan membentuk sudut siku – siku, dan kemudian kaki belakang membentuk sudut 120 -140 derajat. Lalu pinggang di angkat sehingga posisinya sedikit lebih tinggi dari bahu, tubuh condong kedepan, serta posisi bahu sedikit maju dari kedua tangan.

Aba – Aba “Ya”

Setelah starter memberikan aba – aba “Ya”, maka pelari segera meluruskan dan mengangkat badan tepat pada saat kaki menolak atau menekan balok start dengan kuat. Lalu kedua tangan diangkat dari tanah secara bersamaan dan diayunkan secara bergantian.

Kemudian kaki belakang mendorong dengan lebih kuat dan lakukan dorongan kaki depan sedikit demi sedikit kaki belakang diayunkan kedepan dengan cepat. Lalu di akhir dorongan  badan sedikit dicondongkan dengan kedepan dan lutut diluruskan secara penuh.

 

2. Gerakan Berlari

Menurut ahli, dalam hal ini menurut Purnomo (2007:33), gerakan berlari pada lari jarak pendek terdiri dari dua tahap. Adapun dua tahap tersebut akan kami jelaskan secara ringkas berikut ini.

a. Fase Topang

Pada fase ini mempunyai tujuan untuk meminimalkan hambatan apabila kaki menyentuh tanah dan akan memaksimalkan dorongan kedepan. Pada fase ini juga terdiri dari topang depan dan topang dorongan yang dapat dilakukan dengan cara berikut ini.

  • Pada saat mendarat ditanah, gunakanlah telapak kaki.
  • Pada kaki yang digunakan untuk menopang, bengkokan lutut seminimal mungkin pada saat amortasi.
  • Kemudian ayunan kaki dipercepat dan pinggang, sendi lutut, serta mata kaki dari kaki yang digunakan untuk menopang harus diluruskan dengan kuat pada saat hendak melakukan tolakan.
  • Selanjutnya, paha kaki diayunkan naik dengan cepat hingga mencapai posisi horizontal.

b. Fase Layang

Fase layang ini bertujuan untuk memaksimalkan dorongan kedepan pada saat melakukan lari jarak pendek dan digunakan untuk mempersiapkan penempatan kaki yang efektif pada saat menyentuh tanah. Fase layang ini dapat dilakukan dengan cara berikut ini.

  • Lutut kaki diayunkan kedepan hingga keatas.
  • Kemudian lutut kaki yang digunakan sebagai topang dalam fase pemulihan, lalu ayunkan lengan secara aktif namun tetap rileks.
  • Terakhir kaki topang digerakan ke belakang.

 

3. Gerakan Finish

Seorang pelari sudah dianggap menyelesaikan perlombaan lari apabila sudah melewati garis finish, yaitu pada saat bagian – bagian tubuhnya telah berada didalam bidang vertikal dari sisi terdekat garis finish sesuai dengan aturan dan garis yang telah ditentukan.

Yang dimaksud dengan bagian tubuh disini yaitu bagian kepala, leher, lengan, dan kaki. Nah berikut ini merupakan beberapa teknik pada saat kamu mendekati garis finish dan setelah melewati garis finish.

a. Mendekati Garis finish

  • Pada saat garis finish sudah mulai terlihat jelas, maka kamu dapat mempercepat gerakan lari namun tetap dalam keadaan fokus.
  • Pusatkan pikiran kamu hanya tertuju ke garis finish dan fokuskan pandangan kedepan dan jangan tengak – tengok ke kanan ataupun ke kiri maupun kebelakang.
  • Selain itu jangan sekali kali melompat, karena hal tersebut dapat memperlambat kecepatan lari kamu.
  • Pada saat sudah mendekati garis finish sekitar 10 meter lagi, jaga gerakan lari supaya tetap stabil.

b. Melewati Garis Finish

Menurut ahli dalam hal ini menurut Muhtar (2011:14), terdapat tiga gerakan yang perlu dilakukan seorang pelari pada saat melewati garis finish. Nah berikut ini merupakan ketiga gerakan yang dimaksud serta cara melakukannya.

Menjatuhkan Dada ke Depan

Cara ini dapat dilakukan dengan terus berlari dan pada saat telah mendekati garis finish, dada di condongkan  ke depan dan kedua tangan diayunkan kebawah belakang atau biasanya disebut dengan “the lung”.

Menjatuhkan Salah Satu Bahu ke Depan

Cara ini dapat dilakukan dengan cara memutar dada dengan ayunan tangan kearah depan atas sehingga salah satu bahu condong kedepan atau sering juga disebut dengan  istilah “the shruge”.

Berlari Secepat Mungkin

Teknik yang terakhir ini tidak ada gerakan khusus yang harus dilakukan pada saat menjelang garis finish. Yang perlu kamu lakukan yaitu berusaha lari secepat mungkin melebihi lawan lainnya.

Dari ketiga teknik yang telah kami sampaikan diatas, salah satu teknik yang paling sering digunakan oleh kebanyakan atlet lari jarak pendek yaitu teknik mencondongkan dada kedepan, terutama pada saat terjadi kondisi dimana terdapat beberapa pelari yang melewati garis finish secara bersamaan. Karena pelari yang anggota tubuhnya lebih dulu menyentuh pita akan dinobatkan sebagai pemenang.

 

 

Peraturan Lari Jarak Pendek

peraturan lari cepat

Seperti halnya cabang olahraga lainnya, cabang olahraga lari jarak pendek juga mempunyai beberapa peraturan yang wajib diikuti oleh para atlet. Untuk peraturan lari jarak pendek di tingkat internasional telah di atur oleh IAAF (International Amateur Athletic Federation).

Sedangkan untuk tingkat nasional, peraturan lari jarak pendek di atur oleh PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).

 

1. Peraturan Perlombaan

Peraturan yang digunakan dalam perlombaan lari jarak pendek terdiri dari 6 poin. Berikut ini merupakan ke enam poin yang dimaksud.

  • Garis start dan finish pada lintasan lari ditunjukkan dengan garis selebar 5 cm yang membentuk sudut siku – siku dengan batas tepi dalam lintasan. Jarak perlombaan diukur dari tepi garis start hingga garis finish yang terdekat dengan garis start.
  • Aba – aba yang digunakan dalam perlombaan yaitu “bersedia”, “siap”, dan “ya” maupun menggunakan bunyi tembakan pistol.
  • Semua peserta lomba mulai berlari pada saat terdengar aba – aba “ya” ataupun saat mendengar bunyi pistol yang di tembakkan ke udara.
  • Peserta perlombaan yang melakukan kesalahan pada saat melakukan start maka akan diberikan peringatan maksimal sebanyak tiga kali.
  • Perlombaan lari jarak pendek dalam perlombaan besar pada umumnya dilakukan kedalam empat babak, yaitu babak pertama, kedua, semifinal, dan final.
  • Babak pertama dilakukan apabila jumlah peserta lomba lari cukup banyak. Pemenang I dan II di setiap heat berhak untuk melaju ke babak selanjutnya.

 

2. Peraturan Diskualifikasi

Peserta lomba lari jarak pendek dapat dikenai sanksi berupa diskualifikasi apabila melakukan hal – hal yang tidak sah. Berikut ini merupakan beberapa hal yang dapat menyebabkan peserta perlombaan dapat di diskualifikasi.

  • Melakukan kesalahan start lebih dari tiga kali.
  • Mengganggu peserta lari lain.
  • Keluar dari lintasan perlombaan lari.
  • Terbukti menggunakan obat perangsang (doping).

 

3. Sarana dan Prasarana

Selain terdapat peraturan untuk para peserta lomba lari, sarana dan prasarana yang digunakan dalam perlombaan lari jarak pendek jug harus memenuhi peraturan yang telah ditetapkan seperti berikut ini.

Lintasan : perlombaan lari jarak pendek dilakukan pada lapangan yang dilengkapi dengan lintasan lari berjumlah delapan buah dengan masing – masing lintasan mempunyai lebar 1,22 meter.

Peralatan : peralatan yang digunakan dalam perlombaan lari jarak pendek yaitu antara lain sepatu lari (spikes), blok start (start block), tiang finish, stopwatch, dan bendera start serta pistol aba – aba.

 

 

Nomor Lari Jarak Pendek

nomor lari cepat

Nomor lari jarak pendek ini dapat di bedakan berdasarkan jarak maupun panjang lintasan yang akan di tempuh oleh para pelari. Pada saat ini perlombaan lari jarak pendek terbagi dalam tiga kategori antara lain adalah sebagai berikut.

  • Nomor lari dengan panjang lintasan 100 meter.
  • Nomor lari dengan panjang lintasan 200 meter.
  • Nomor lari dengan panjang lintasan 400 meter.

Selain ditentukan berdasarkan panjang lintasan yang digunakan, ketiga nomor lari jarak pendek yang telah kami sebutkan diatas juga mempunyai perbedaan yang mendasar baik dalam hal teknik dasar yang digunakan dan manajemen energi atlet pada saat berlari.

Untuk lari jarak pendek 100 meter, biasanya atlet lari akan mengerahkan semua energinya semaksimal mungkin dari awal hingga akhir.

Kemudian untuk nomor lari dengan panjang lintasan yang lebih panjang, pada umumnya para atlet lari akan memaksimalkan penggunaan tenaga dan kecepatan yang dimilikinya pada saat hampir sampai pada garis finish, misalnya saja 50 meter menjelang garis finish.

Di antara ketiga nomor lari jarak pendek, nomor lari jarak pendek 100 meter merupakan lari jarak pendek yang sering sekali diperlombakan dan biasanya diadakan di lintasan tepi lapangan outdoor.

Lari jarak pendek 100 meter ini merupakan nomor perlombaan lari yang paling bergengsi karena pemenang perlombaan lari jarak 100 meter ini akan mendapatkan gelar sebagai manusia tercepat di dunia.

 

 

Kesalahan Kesalahan Lari Jarak Pendek

kesalahan lari cepat

Selain harus mengikuti peraturan – peraturan yang telah ditetapkan, pada saat melakukan perlombaan lari jarak pendek kamu juga harus menghindari kesalahan – kesalahan yang bisa mengakibatkan kecepatan lari menjadi tidak maksimal.

Berikut ini merupakan beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh para pelari jarak pendek pada saat perlombaan.

  • Tubuh tidak dicondongkan ke depan dengan tolakan kaki yang kuat.
  • Tidak menggerakkan kaki dengan cepat.
  • Melakukan pendaratan lari menggunakan tumit, buka menggunakan telapak kaki, dengan posisi lutut dibengkokan.

 

 

Manfaat Lari Jarak Pendek

manfaat lari cepat

Semua jenis olahraga yang kita lakukan tentu saja mempunyai manfaat yang sangat baik bagi tubuh kita, tidak terkecuali olahraga lari jarak pendek ini. Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan olahraga lari jarak pendek ini sangat baik untuk kesehatan tubuh di antaranya adalah sebagai berikut.

 

1. Meningkatkan Pertumbuhan Badan

Berlari dengan cepat akan membantu meningkatkan hormon pertumbuhan dalam tubuh yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis dalam tubuh. Walaupun peningkatan tersebut bersifat sementara, namun jika dilakukan secara rutin maka pertumbuhan tulang akan tumbuh secara optimal.

 

2. Menguatkan Tulang

Jika kamu menginginkan mempunyai sebuah tulang yang kuat, maka rutin melakukan olahraga lari cepat dapat menjadi solusinya. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa para atlet lari jarak pendek mempunyai tulang yang sangat kuat.

 

3. Membakar Lemak

Melakukan olahraga lari cepat secara rutin sangat baik dilakukan apabila kamu ingin membakar lemak yang lebih banya dalam tubuh kamu. Lari cepat jarak pendek terbukti lebih efektif dalam membakar lemak dibandingkan dengan joging atau lari perlahan.

Karena berbeda dengan joging, lari sprint ini mempunyai intensitas yang tinggi sehingga akan membutuhkan energi yang lebih besar pula.

Oleh karena itu, maka proses pembakaran lemak yang berlangsung dalam tubuh akan lebih cepat dan lebih banyak. Sebagai perbandingan, jika kita melakukan joging selama 15 menit maka lemak yang akan dibakar hanya 150-165 kalori saja, sedangkan jika kita melakukan lari sprint yang dilakukan selama 2,5 menit saja mampu membakar lemak sebanyak 200 kalori.

Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa lari sprint mampu menurunkan berat badan dengan lebih efektif. Sebuah penelitian menunjukan bahwa melakukan lari sprint selama satu jam akan membakar lemak lebih banyak jika dibandingan dengan lari joging selama satu hari. Melakukan olahraga lari sprint setiap hari mampu menurunkan berat badan hingga 2 kg.

 

4. Meningkatkan Kebugaran Jantung

Pada saat kita berlari, maka denyut jantung akan mengalami peningkatan. Hal tersebut bertujuan untuk mengimbangi naiknya kebutuhan aliran darah menuju otot yang digunakan. Lari cepat ini juga dapat membuat detak jantung mendekati kecepatan maksimalnya.

Jika rutin melakukan lari sprint , maka dapat meningkatkan denyut jantung secara maksimal sehingga kita dapat bekerja dengan lebih efisien.

Selain itu, dengan berlari sprint maka dapat meningkatkan kebugaran sistem kardiovaskular yang dapat membantu kita dalam mengambil lebih banyak oksigen pada saat berolahraga.

 

5. Membentuk Otot

Olahraga lari cepat merupakan salah satu latihan anaerobik yang dapat membentuk otot secara efektif, sama seperti halnya kita melakukan olahraga angkat beban. Pada saat olahraga angkat beban, maka tubuh akan dituntut untuk menghasilkan letupan energi pendek yang dapat meningkatkan kekuatan otot, seperti halnya juga olahraga lari cepat jarak pendek.

Namun pada saat latihan beban seperti halnya angkat besi,otot yang digunakan hanya bagian tertentu saja, sedangkan olahraga lari sprint akan menggunakan puluhan otot secara bersamaan sehingga olahraga ini adalah olahraga latihan otot yang sangat lengkap.

Oleh sebab itu, olahraga lari cepat ini sangat dianjurkan untuk kamu yang ingin membentuk otot pada tubuh. Berlari dengan cepat maka akan membuat massa dan bentuk otot menjadi lebih ideal. Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal, maka kamu dapat mengombinasikan dengan olahraga renang, aerobik, maupun olahraga lainnya.

 

6. Memperbaiki Metabolisme

Menurut Profesor James Timmons dari Universitas Hariot-Watt, Edinburgh, dengan berlari maka dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh secara signifikan, mencegah obesitas, dan juga dapat mencegah terjadinya diabetes.

 

7. Meningkatkan Kecepatan Gerak

Lari sprint jarak pendek ini dapat memberikan manfaat yang lebih dari yang kita bayangkan, terlebih lagi untuk para atlet dari cabang olahraga yang membutuhkan kecepatan gerakan misalnya saja atlet sepak bola. Maka dari itu, olahraga lari cepat ini menjadi salah satu latihan wajib yang harus dilakukan oleh para pemain sepak bola.

Melakukan olahraga sprint secara rutin maka dapat meningkatkan kemampuan para pemain sepak bola dalam berlari dengan cepat dalam waktu yang lama namun tetap fokus pada bola yang sedang mereka giring. Nah untuk kamu yang ingin menjadi seorang pemain sepak bola profesional, maka terus berlatih dan jangan tinggalkan latihan lari cepat.

 

Jadi demikianlah informasi ringkas yang dapat kami sampaikan mengenai berbagai hal tentang lari jarak pendek yang perlu kamu ketahui. Satu hal yang perlu diperhatian yaitu pada saat kita melakukan latihan lari cepat ini, pastikan kondisi tubuh kita dalam keadaan yang bugar.

Karena jika tubuh kita tidak dalam kondisi yang fit maka kita dapat mengalami cedera ataupun kita dapat pingsan karena tidak terbiasa melakukannya.


Adi Pamungkas Temenya Dimas, sama-sama kontributor di mastekno
DarkLight