Hasif Priyambudi Nothing Last Forever We Can Jump And Feeder #ProALUKERAD

7+ Lapisan Atmosfer: Fungsi, Sifat, Ciri dan Gambar Lapisan Atmosfer

10 min read

lapisan atmosfer

Lapisan Atmosfer – Di planet bumi yang saat ini kita hun terdiri dari berbagai macam lapisan yang meliputi bumi, salah satunya adalah lapisan atmosfer bumi. Untuk sebagian kalian mungkin sudah mengetahui apa itu yang dimaksud sebagai atmosfer itu.

Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelimuti atau menyelubungi bumi sampai dengan ketinggian 560 km. Udara sendiri merupakan salahs atau komponen yang penting untuk kelangsungan seluruh makhluk hidup yang ada di dalam bumi. Pada zaman dahulu, para peneliti mendalami mengenai atmosfer sudah dimulai yang memiliki tujuan untuk memecahkan suatu kasus permasalahan cuaca.

Tidak hanya itu saja, penelitian tersebut juga berguna untuk meneliti binatang yang terlihat berkelap – kelip, fenomena proses pembiasan oleh cahaya matahari pada saat terbit, serta pada saat tenggelam matahari. Penelitian yang dilakukan pada saat itu sudah menggunakan suatu alat tertentu yang sensitif kepada semua fenomena – fenomena yang berlangsung serta dipasang di luar angkasa.

Baca Juga: Pemanasan Global.

Atmosfer bumi sendiri memiliki kandungan utama yang terdiri dari berbagai campuran gas. Campuran gas tersebut terdiri dari Nitrogen (78,17 %), oksigen (20,97%), argon (0,9%) dan beberapa jumlah kecil gas yang lainnya. Untuk lebih jelasnya mengenai gas – gas yang ada, mastekno akan memaparkannya dibawah ini.

Umumnya atmosfer bumi melindungi semua kehidupan yang ada di dalam bumi, mulai dari paparan langsung sinar ultra violet dan radiasi sinar matahari. Atmosfer juga bisa menjadi penyerap sehingga bisa mengurangi suhu ekstrem yang bisa saja terjadi di bumi. Atmosfer terdiri dari berbagai macam lapisan yang saling berurutan untuk menyelimuti planet kita ini. Lapisan atmosfer tersebut bisa terbagi menjadi beberapa bagian, simak berikut ini.

 

Lapisan Atmosfer Berdasarkan Temperatur

Berdasarkan dari temperaturnya, lapisan atmosfer terdiri dari 5 (lima) bagian. Antara lain, troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer. Berikut ini adalah penjelasannya lebih rinci, antara lain.

lapisan atmosfer

 

1. Troposfer

Troposfer merupakan suatu lapisan yang menempel di permukaan bumi. Lapisan ini merupakan sebuah lapisan yang paling rendah dari seluruh lapisan atmosfer yang menyelimuti bumi. Bagian atas khatulistiwa, lapisan ini mencapai sampai ketinggian 19 km, sementara diatas kutub, lapisan ini mencapai ketinggian sampai 8 (delapan) km.

Dalam sebuah lapisan troposfer merupakan tempat dari semua jenis cuaca, semua perubahan suhu, tekan, hembusan angin, serta juga kelembapan yang bisa kita rasakan secara langsung di permukaan bumi. Oleh karena itu lapisan ini juga terdapat peristiwa cuaca. Mulai dari cuaca hujan, salju, kemarau, angin, dan cuaca yang lainnya. Ciri – ciri lapisan atmosfer troposfer ini adalah sebagai berikut,

  • Lapisan ini merupakan tempat berlangsungnya peristiwa cuaca serta iklim, seperti angin, hujan, petir, serta awan.
  • Lapisan ini merupakan lapisan yang paling tipis, lapisan ini mempunyai ketebalan sekitar 12 km dari permukaan tanah.
  • Di dalam lapisan troposfer ada lapisan tropopause yang merupakan lapisan antara troposfer dan stratosfer.
  • Pada lapisan ini berlangsung gejala cuaca. Contohnya saja seperti angin, halilintar, hujan, dan juga munculnya pelangi. Oleh karena itu, lapisan ini sangat penting untuk kehidupan di bumi.
  • Setiap naik 100 meter, suhu akan turun menjadi 0,5° sampai 0,6° C.
  • Ketinggian dari lapisan troposfer berbeda – beda pada setiap tempat. Pada daerah kutub, ketinggian lapisan ini sekitar 8 (delapan) km dan di daerah khatulistiwa atau daerah ekuator bisa mencapai ketinggian 16 km.
  • Lapisan troposfer merupakan lapisan yang berkaitan langsung dengan permukaan bumi, lapisan ini juga dipakai sebagai tempat tinggal berbagai jenis makhluk hidup.
  • Puncak troposfer memiliki temperatur mencapai minus 600 C.

Lapisan Troposfer terdiri dari,

  • Lapisan konveksi 1 sampai 8 km
  • Lapisan planetair 0 sampai 1 km
  • Lapisan tropopause 8 sampai 12 km (merupakan pembatas antara troposfer dengan stratosfer, pada lapisan ini aktivitas udara secara vertikal (konveksi) berhenti).

Baca Juga: Contoh Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbaharui.

 

2. Stratosfer

Lapisan Stratosfer terdapat di atas tropopause sampai dengan ketinggian 50 km. Dalam lapisan ini berlangsung angin yang berhembus sangan kencang serta memiliki pila aliran tertentu. Pada lapisan ini merupakan tempat terbangnya pesawat terbang, dalam lapisan stratosfer ada bagian lapisan yang sangat penting yang tidak lain merupakan lapisan ozon.

Ozon merupakan semacam gas yang mengandung banyak unsur kimia dan mempunyai sifat racun bagi makhluk hidup. Umumnya lapisan ini terbagi menjadi 2 (dua) lapisan, di antaranya adalah lapisan isothermal dan lapisan inversi. Berikut ini adalah penjelasannya masing – masing, antara lain.

  • Lapisan isothermal adalah lapisan yang terdiri dari kata iso yang memiliki arti sama serta term yang memiliki arti panas. Sehingga dalam lapisan ini temperatur udaranya tetap, yakni sekitar – 600 C. Lapisan ini terletak pada ketinggian 11 sampai dengan 20 km.
  • Lapisan inversi ada di ketinggian 20 sampai dengan 50 km. Semakin ke atas temperaturnya semakin meningkat serta di ketinggian 50 km temperaturnya masih di bawah beku yakni -50 C. Kenaikan temperatur udara yang terjadi pada lapisan ini dikarenakan gas ozon. Puncak stratosfer di batasi dengan lapisan stratopause yang merupakan batas antara stratosfer dengan lapisan mesosfer.

Ciri-Ciri Lapisan Stratosfer

  • Lapisan ini tidak mengandung air, awan, atau pun debu. Sehingga udara di dalam lapisan ini kering.
  • Lapisan stratosfer merupakan lapisan yang ada di ketinggian sekitar 12 sampai dengan 60 km.
  • Suhu dalam lapisan ini meningkat dengan bertambahnya ketinggian, yakni dari -60°C (pada tropopause) sampai dengan 10 (sepeluh) °C pada puncaknya.
  • Ada lapisan stratopause, lapisan tersebut merupakan lapisan antara stratosfer dengan mesosfer.
  • Serapan dari radiasi matahari oleh ozon itulah yang bisa membuat suhu udara naik setiap bertambah ketinggian.
  • Lapisan ini terdapat lapisan ozon (ozone layer) yang mempunyai tugas untuk melindungi bumi dari radiasi ultraviolet matahari, caranya yakni menyerap sinar yang berlebih masuk ke bumi.

Lapisan Stratosfer Terdiri dari

  • Lapisan isotherm
  • Lapisan panas
  • Lapisan campuran atas

 

3. Mesosfer

Ketinggian dari lapisan ini antara 50 sampai dengan 85 km dengan karakteristik semakin ke atas, maka temperatur udara semakin rendah. Setiap naik 1000 m, temperatur udara turun menjadi 2,5 sampai dengan 3 derajat C. Puncak dari lapisan ini dibatasi oleh laposan mesopause.

Lapisan yang satu ini merupakan lapisan yang ada bagian bisa mengikis benda – benda langit yang masuk ke permukaan bumi. Benda langit tersebut bisa berupa meteor, debu angkasa, komet, dan benda – benda asing dari angkasa yang lainnya.

Proses dari pengikisan berbagai benda itu dengan cara terkikis sedikit demi sedikit, dan kemudian terbakar karena sudah bergesekan dengan udara yang terkandung dalam lapisan mesosfer.

Bisa kita ambil kesimpulan jika dalam lapisan atmosfer ini menjadi benteng perlindungan yang pertama di permukaan bumi dari ancaman benda asing dari luar angkasa.

Tapi jika ada benda asing luar angkasa tadi yang memiliki ukuran yang sangat besar, lapisan atmosfer ini memiliki sifat bisa mengurangi ukuran benda tersebut sampai dengan menjadikannya tidak terlalu berdampak yang besar pada saat sampai ke permukaan bumi.

Ciri – Ciri lapisan mesosfer, antara lain.

  • Ada lapisan mesopause yang merupakan lapisan antara mesosfer dengan termosfer.
  • Suhu dari lapisan mesosfer sekitar -50°C sampai dengan -70°C.
  • Ketinggian berada di sekitar 60 sampai dengan 80 km.
  • Lapisan mesosfer merupakan lapisan yang melindungi bumi dari ancaman benda luar angkasa. Contohnya seperti meteor dan benda – benda langit yang lain.
  • Meteor yang akan jatuh ke bumi nantinya akan terbakar serta akan hancur apabila lapisan mencapai lapisan ini serta akan berubah menjadi pecahan-pecahan kecil yang disebut sebagai meteorit.

 

4. Termosfer

Lapisan ini berada di ketinggian 85 sampai dengan 500 km, lapisan atmosfer yang satu ini sering disebut dengan lapisan panas (hot layer). Karena di lapisan ini sering terjadi transisi kenaikan temperatur yang sangat tinggi. Temperatur lapisan ini mencapai 90 sampai dengan 5000 derajat C, tingginya temperatur ini dikarenakan molekul oksigen mengabsorpsi (menyerap) radiasi dari energi surya.

Radiasi ini mengakibatkan suatu reaksi kimia yang kemudian membentuk lapisan yang bermuatan listrik. Sebelum dikenal dengan namanya satelit, lapisan ini berfungsi untuk membantu memancarkan gelombang radio. Karena, di dalam lapisan atmosfer ini bisa memantulkan gelombang radio.

Ciri – Ciri dari Lapisan Termosfer

  • Suhu udara yang berada di bagian paling atas dari lapisan ini bisa mencapai lebih dari 1000°C.
  • Lapisan ini sering disebut sebagai lapisan panas (hot layer).
  • Lapisan termosfer ini ada di ketinggian 85 sampai dengan 500 km.
  • Dalam lapisan ini terdapat lapisan ionosfer.
  • Lapisan ionosfer mempunyai fungsi sebagai penyebaran gelombang radio.

 

5. Eksosfer

Lapisan ini merupakan suatu lapisan dari atmosfer yang ada di bagian paling luar, lapisan ini terletak di ketinggian 500 km sampai ke atas. Dalam lapisan Eksosfer, ada berbagai molekul udara yang bergerak dengan cepat serta pengaruh dari gaya gravitasi bumi sudah jauh berkurang.

Sehingga, dalam lapisan ini ada berbagai gesekan benda di udara sudah jarang terjadi. Pengaruh dari angkasa luar juga sudah terasa pada lapisan Eksosfer.

Ciri – Ciri dari Lapisan Eksosfer

  • Lapisan atmosfer ini berada di bagian paling luar, sehingga pengaruh gaya gravitasi sangat kecil.
  • Kandungan gas atmosfer sangat rendah pada lapisan eksosfer ini.
  • Lapisan eksosfer terdapat di ketinggian 500 km ke atas.

 

 

Lapisan Atmosfer berdasarkan Jenis dan Kondisi Gas

Berikut ini adalah lapisan atmosfer jika dilihat dari jenis serta kondisi gas, antara lain.

 

1. Lapisan Ozon (Ozonosfer)

Lapisan ozon ini berada di ketinggian 15 sampai dengan 35 km, ozon ini ada di semua bagian atmosfer bagian bawah, tapi kebanyakan dari gas ini terkonsentrasi pada lapisan stratosfer. Khususnya pada ketinggian 15 sampai dengan 35 km, ozon sendiri kondisinya tidak stabil karena sudah terurai di bawah pengaruh radiasi atau bertumbukan dengan atom oksigen (O).

Secara alamiah, pada ketinggian 15 sampai dengan 35 km berlangsung pembentuk serta penguraian ozon dari oksigen diatomik serta monotomik dengan bantuan (penyerapan) dari radiasi ultraviolet. Lapisan ozon merupakan penyerap utama dari radiasi sinar ultraviolet, maka dari itu pada saat sinar ultraviolet sampai ke permukaan bumi tidak lagi berbahaya untuk kehidupan makhluk hidup.

Jika radiasi ultraviolet sampai ke permukaan bumi, maka hal tersebut bisa memicu terjadinya luka bakar, kanker kulit, serta juga kebutaan untuk manusia. Serta juga bisa menyebabkan gangguan generatif serta produktivitas tumbuhan serta juga hewan. Lapisan ozon akan mengalami kerusakan karena gas CFC (Chloro Fluoro Carbon) yaitu gas untuk bahan pendingin AC, hairspray, dan kulkas.

Kerusakan yang ada dalam lapisan ozon akan menimbulkan terbentuknya daerah minim O3 sehingga lapisan ini seolah – olah akan berlubang dan dinamakan dengan lubang ozon. Dan pada akhirnya suhu udara di bumi akan terus bertambah panas serta bisa mengakibatkan gangguan iklim.

 

2. Lapisan Ionosfer

Lapisan ini terletak di ketinggian 60 sampai dengan 600 km. Lapisan ini terdiri dari berbagai atom serta juga molekul yang kehilangan satu atua lebih elektron, sehingga bisa terbentuk lah ion. Oleh karena itu, lapisan ini sangat bermanfaat dalam bidang komunikasi, karena pada lapisan ionosfer bisa memantulkan kembali gelombang radio.

Ionosfer terdiri dari 3 (tiga) lapisan, ketiga lapisan ini yaitu lapisan D, Lapisan E, serta juga lapisan F. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Lapisan D
Terletak di ketinggian 60 sampai dengan 120 km. Lapisan ini adalah tempat untuk memantulkan kembali gelombang Am ke bumi.

2. Lapisan E
Lapisan ini terletak di ketinggian 120 sampai dengan 180 km. Lapisan ini juga sebagai tempat memantulkan kembali gelombang AM.

3. Lapisan F
Lapisan ini berada di ketinggian 180 sampai dengan 600 km. Pada lapisan ini juga berfungsi untuk memantulkan kembali gelombang pendek.

 

 

Kandungan Lapisan Atmosfer

Berikut ini adalah kandungan lapisan atmosfer yang ada, antara lain.

GasSimbolVolume %
NitrogenN278,08
OksigenO220,95
ArgonAr0,93
KarbondioksidaCO20,035
NeonNe0,0018
MethanCH40,00017
HeliumHe0,0005
HidrogenH20,00005
XenonXe0,000009
OzonO30,000004

Tabel diatas merupakan gambaran jika nitrogen serta juga oksigen merupakan bagian terbesar gas yang ada di lapisan atmosfer. Jumlah totalnya mencapai 99, 03 %, dan sisanya adalah berbagai gas yang berjumlah sangat kecil. Walaupun mempunyai jumlahnya sangat kecil, beberapa gas tersebut mempunyai peran yang sangat pentung untuk kehidupan makhluk hidup di bumi. Contohnya saja adalah ozon serta karbon dioksida.

 

 

Manfaat Atmosfer

manfaat lapisan atmosfer

Berikut ini merupakan beberapa manfaat dari atmosfer, antara lain.

  • Atmosfer menjadi sarana cuaca yang bisa memengaruhi badai, hujan, angin, topan, awan, salju, dan lain sebagainya.
  • Memiliki kandungan berbagai macam gas yang dibutuhkan oleh tumbuhan, manusia, dan juga hewan untuk bernafas serta juga keperluan lainnya. Seperti nitrogen, oksigen, dan juga karbon dioksida (Co2).
  • Coba bayangin jika tidak ada atmosfer di bumi? Yang menghujani kepala kalian saat ini bukan cuma air atau pun salju untuk yang diluar negeri, tapi juga bisa berupa batuan atau pun berbagai benda luar angkasa lainnya.
  • Melindungi bumi dari berbagai macam benda luar angkasa yang jatuh karena gaya gravitasi bumi.
  • Melindungi bumi dari paparan radiasi sinar ultraviolet dengan menggunakan lapisan ozon.
  • Karena seperti yang sudah dijelaskan diatas, jika paparan sinar ultraviolet sangat berbahaya untuk kehidupan
    makhluk hidup yang ada di bumi.

 

 

Fungsi Atmosfer

Nah, berikut ini adalah beberapa fungsi dari lapisan atmosfer, antara lain.

  • Di malam hari lapisan atmosfer memiliki fungsi untuk pengatur suhu di bumi supaya selalu stabil.
  • Membantu dalam proses penyebaran spora tumbuhan.
  • Atmosfer memiliki peran untuk proses perdistribusian air ke berbagai wilayah yang ada di muka bumi. Peristiwa tersebut juga bisa disebut sebagai siklus hidrologi.
  • Sebagai perantara gelombang suara.
  • Sebagai sumber dari oksigen (O2) dan juga karbon dioksida (CO2). Oksigen memiliki peran yang sangat vital untuk kelangsungan kehidupan manusia yang tidak bisa digantikan dengan apa pun. Sementara untuk karbon dioksia memiliki peran untuk tumbuh – tumbuhan supaya memproduksi makanan lewat proses fotosintesis. Dari proses fotosintesis tersebut, nantinya bisa menghasilkan oksigen (O2) yang diperlukan oleh manusia.
  • Sebagai benteng bagi bumi guna untuk mengurangi efek berbahaya dari ultra violet yang dipancarkan oleh matahari.
  • Jika ada benda angkasa yang masuk ke permukaan bumi, lapisan atmosfer berperan sebagai benteng pertahanan. Sehingga kemungkinan berbagai benda langit sudah hancur sebelum sampai ke permukaan bumi.
  • Sebagai pembangkit listrik, yaitu pembangkit listrik dengan tenaga angin yang terkandung di dalam atmosfer.
  • Sebagai pengatur lalu lintas satelit di bumi, baik itu satelit-satelit buatan atau pun satelit alami bumi yang berwujud bulan.
  • Dalam konteks ini, peran atmosfer adalah sebagai penampung sekaligus sebagai penyimpan uap air yang menguap karena adanya paparan dari sinar matahari.
  • Sebagai benteng bagi bumi dari berbagai benturan yang dikarenakan oleh berbagai benda angkasa.

 

Nah, itulah artikel singkat tentang lapisan atmosfer bumi. Semoga artikel ini bisa kalian jadikan sebagai bahan pembelajaran kalian. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.


Hasif Priyambudi Nothing Last Forever We Can Jump And Feeder #ProALUKERAD
DarkLight