Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~

Kebijakan Moneter: Pengertian,Jenis, Fungsi, Contoh, Tujuan

13 min read

kebijakan moneter

Kembali lagi bersama mastekno, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi tentang kebijakan moneter. Apakah kalian sudah tahu apa itu kebijakan moneter? Kebijakan moneter ini sangat penting keberadaannya untuk negara kita Indonesia.

Kebijakan moneter ini merupakan tindakan terukur yang digunakan untuk membantu mengatur variabel makroekonomi seperti pengangguran dan inflasi. Kebijakan ekonomi ini juga ada banyak sekali jenis-jenisnya.

Nah, pada kesempatan kali ini mastekno akan memberikan informasi tentang pengertian kebijakan moneter beserta, contoh, jenis, fungsi, dan tujuan adanya kebijakan moneter dalam pemerintah kita. berikut adalah penjelasan tentang kebijakan moneter tersebut.

 

Pengertian Kebijakan Moneter

pengertian kebijakan moneter

Kebijakan moneter adalah kumpulan kebijakan ekonomi yang mengatur ukuran dan juga tingkat pertumbuhan pasokan uang dalam suatu perekonomian sebuah negara. Kebijakan moneter ini merupakan tindakan terukur untuk mengatur variabel makroekonomi seperti pengangguran dan inflasi.

Kebijakan moneter ini dilakukan dengan berbagai cara, seperti penyesuaian suku bunga, pembelian atau penjualan sekuritas pemerintah, dan menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat.

Bank sentral merupakan badan pengatur yang bertanggung jawab atas perumusan kebijakan ini. Di Indonesia kita ini kebijakan moneter diatur tunggal oleh Bank Sentral, yaitu  BI (Bank Indonesia).

 

 

Contoh Kebijakan Moneter

contoh kebijakan moneter

Supaya kalian menjadi lebih paham tentang apa itu kebijakan moneter. Berikut ini adalah beberapa contoh kebijakan moneter beserta penjelasan singkatnya.

 

1. Kebijakan Menetapkan Cash Rasio

Kebijakan ini berperan untuk mengatur persentase cadangan minimum berdasarkan jumlah uang yang beredar. Pemerintah harus menetapkan rasio presentasi dana cadangan minimum supaya peredaran uang tidak berlebihan dan tidak terjadi inflasi.

 

2. Kebijakan Suku Bunga Kredit

Setiap bank tentu harus menyediakan layanan kredit untuk masyarakatnya. Setoran yang diberikan setiap bulannya dari kredit juga ditambah dengan bunga yang telah ditetapkan.

Jika bank tidak mempunyai kebijakan suku bunga, maka perekonomian menjadi tidak stabil. Kebijakan moneter ini juga berperan dalam penetapan bunga kredit supaya kestabilan ekonomi bisa terjaga.

 

3. Kebijakan Suku Bunga Deposito

Kebijakan moneter dalam hal suku bunga deposit ini fungsinya sama seperti kebijakan suku bunga kredit. Jika pemerintah ingin peredaran uangnya bertambah, maka mereka akan menaikkan suku bunga deposit.

Sedangkan jika pemerintah ingin peredaran uangnya berkurang, maka suku bunga deposit juga harus diturunkan.

 

4. Kebijakan Mempertahankan Kestabilan Harga

Perekonomian suatu negara sering sekali tidak stabil seperti inflasi. Inflasi ini adalah banyaknya uang yang beredar hingga membuat harga barang-barang menjadi naik harganya.

Jika negara mengalami inflasi maka kebijakan moneter ini berperan untuk mengurangi peredaran uang di masyarakat. Dengan begitu maka perekonomian negara akan menjadi stabil kembali.

 

5. Mengendalikan Uang dengan Menjual / Membeli Surat Berharga

Kebijakan moneter yang satu ini disebut sebagai operasi pasar terbuka. Jika negara ingin menambahkan jumlah uang yang beredar, maka pemerintah akan membeli surat-surat berharga pemerintah.

Saat pemerintah membeli surat berharga, aset negara akan bertambah dan peredaran uang bisa diperbanyak. Sedangkan jika negara ingin mengurangi uang yang beredar maka mereka harus menjual surat berharga kepada para masyarakat.

Surat-surat berharga tersebut diantaranya adalah SPBU (Surat Berharga Pasar Uang), dan SBI (Sertifikat Bank Indonesia).

 

6. Memainkan Tingkat Bunga Bank Sentral pada Bank Umum

Peran kebijakan moneter yang satu ini disebut dengan fasilitas diskonto. Fasilitas ini akan memainkan peredaran uang degan cara memainkan suku bunga yang ada pada bank sentral ke bank umum.

Bank umum sering sekali kekurangan uang dan harus meminjam uang ke bank sentral. Karena itulah bank sentral akan menurunkan bunga dan menaikkan bunga pada bank umum. Fasilitas diskonto ini membuat uang menjadi bertambah dan tidak mengakibatkan inflasi.

 

7. Memainkan Jumlah Cadangan Perbankan

Contoh kebijakan yang selanjutnya ini sering disebut dengan rasio cadangan wajib. Peran kebijakan moneter yang satu ini sama seperti memainkan uang, namun lewat jumlah cadangan perbankan yang harus disimpan pemerintah.

Saat negara akan menambah jumlah uang, pemerintah akan menurunkan rasio cadangkan wajib. Begitu juga sebaliknya, jika ingin mengurangi jumlah uang maka pemerintah harus menaikkan rasio cadangan wajib.

Dengan memainkan rasio cadangan wajib pada perbanka ini maka perekonomian negara akan menjadi stabil karena perbanka menjadi lembaga utama untuk peredaran keuangan negara.

 

8. Imbauan Moral Kepada Pelaku Ekonomi

Untuk mengatur kestabilan uang di negara ini, kebijakan moneter bukan cuma bergerak memainkan peredaran uang saja namun juga mengimbau para pelaku ekonomi. Himbauan ini khususnya ditujukan untuk bank.

Pemerintah akan mengimbau setiap bank supaya berhati-hati dalam memberikan kredit.  Hal ini supaya peredaran uang terjaga dan tidak meningkat. Bank umum juga dihimbau untuk meminjamkan lebih banyak uang ke bank sentral untuk memperbanyak uang yang beredar.

 

9. Kebijakan Nilai Tukar Uang

Contoh kebijakan moneter yang selanjutnya adalah untuk mengatur nilai tukar uang. Nilai tukar uang ini sangatlah berpengaruh dalam peningkatan harga barang dan juga jasa. Jadi kebijakan moneter berperan untuk memantau nilai tukar.

Bank Indonesia menjalankan kebijakan nilai tukar ini untuk mengurangi volatilitas nilai tukar supaya tidak berlebihan. BI juga menetapkan jumlah nilai tukar mata uang ada level tertentu sehingga peredaran uang tidak berlebihan.

 

10. Mengatur Persediaan Uang dan Barang

Kebijakan moneter juga sangat berpengaruh terhadap sektor perdagangan. Guna mengatur laju perekonomian dengan menstabilkan keuangan, pemerintah harus memerhatikan penyediaan barang.

Saat pemerintah ingin peredaran uang lebih banyak, mereka harus meningkatkan penyediaan barang. Sedangkan jika mereka ingin peredaran uang menurun, penyediaan barang harus diturunkan.

Dengan begitu maka perekonomian suatu negara akan menjadi stabil lewat kebijakan moneter pada bidang perdagangan ini.

 

 

Jenis – Jenis Kebijakan Moneter

jenis jenis kebijakan moneter

Kebijakan moneter bukan cuma satu saja, kebijakan moneter ini bisa dibedakan menjadi beberapa jenis kebijakan. Berikut ini adalah jenis-jenis kebijakan moneter beserta penjelasannya.

 

1. Kebijakan Pasar Terbuka (Open Market Policy)

Kebijakan pasar terbuka atau kebijakan bank sentral untuk mengurangi atau menambahkan uang yang beredar dalam masyarakat dengan cara menjual dan membeli surat-surat yang berharga.

Jika bank sentral menjual surat berharga atau Sertifikat Bank Indonesia (SBI), ini berarti bank sentral ingin mengurangi jumlah uang yang ada pada masyarakat. Dengan menjual SBI ini bank sentral akan menerima uang dari masyarakat.

Dengan begitu jumlah uang yang beredar pada masyarakat akan berkurang. Bank sentral akan menjual SBI jika perekonomian menunjukkan gejala akan terjadi inflasi (kelebihan uang sehingga harga terus menerus naik).

Namun sebaliknya jika bank sentral membeli surat-surat berharga dari masyarakat dalam bentuk obligasi, saham, maupun surat-surat yang berharga lainnya, ini berarti bank ingin menambah jumlah yang beredar di masyarakat.

Dengan membeli surat-surat berharga tersebut bank harus membayar sejumlah uang ke masyarakat. Dengan ini maka jumlah uang yang beredar di masyarakat akan bertambah. Bank sentral membeli surat-surat berharga tersebut jika perekonomian menunjukkan gejala deflasi.

Untuk mempermudah pemahaman kalian tentang apa yang sudah kami jelaskan di atas tadi, kalian bisa melihat gambar berikut ini.

[gambar]

 

2. Kebijakan Diskonto (Discount Policy)

Kebijakan diskonto merupakan kebijakan bank sentral untuk mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar. Caranya adalah dengan menaikkan atau menurunkan bunga dalam bank.

Jika bank sentral menaikkan suku bunga dalam bank maka ini berarti bank sentral ingin mengurangi uang yang beredar dalam masyarakat. Sedangkan jika bank sentral menurunkan suku bunga dalam bank maka mereka ini menambah jumlah uang yang beredar.

Dengan menurunkan bunga bank diharapkan masyarakat akan mengurangi atau mengambil tabungan mereka yang ada di bank. Dengan begitu maka jumlah uang yang ada dalam masyarakat akan bertambah.

Bank sentral akan menurunkan suku bunga apabila perekonomian di Indonesia menunjukkan sebuah gejala akan terjadi deflasi.

 

3. Kebijakan Cadangan Kas (Cash Ratio Policy)

Kebijakan cadangan merupakan kebijakan bank sentral untuk mengurangi atau menambah jumlah uang yang ada dengan cara menurunkan atau menaikkan cadangan kas minimum yang dimiliki oleh bank-bank umum.

Cadangan kas minimal merupakan jumlah cadangan kas yang tidak boleh dipinjamkan bank umum untuk masyarakat. Jika bank sentral menaikkan cadangan kas minimalnya berarti bank sentral ingin mengurangi uang yang beredar di masyarakat.

Dengan menaikkan cadangan kas minimumnya, maka bank umum harus menahan lebih banyak uang di dalam bank. Dengan begitu jumlah uang yang beredar akan bisa dikurangi. Bank sentral akan menaikkan cadangan kas minimum apabila perekonomian menunjukkan gejala akan mengalami inflasi.

Namun sebaliknya, apabila bank menurunkan cadangan kas minimum berarti bank sentral ingin menambah jumlah uang yang beredar dalam masyarakat. Caranya adalah dengan menurunkan kas cadangan minimumnya

Dengan begitu bank umum bisa meminjamkan uang lebih banyak untuk masyarakat. Bank sentral akan menurunkan cadangan kas minimumnya jika perekonomian menunjukkan gejala akan mengalami deflasi.

 

4. Kebijakan Kredit Selektif dan Kredit Longgar

Kebijakan kredit selektif merupakan kebijakan bank sentral untuk mengurangi  jumlah uang yang ada pada masyarakat dengan cara memperketat syarat-syarat dalam pemberian kredit.

Jadi di sini bank dibolehkan untuk memberikan kredit namun dengan mempertimbangkan 5C (character, capability, collateral, capital, dan conditional economic) dengan sungguh-sungguh

Bank sentral menjalankan kebijakan kredit selektif ini apabila perekonomian menunjukkan gejala akan mengalami inflasi. Namun sebaliknya jika bank sentral memberlakukan kredit longgar maka mereka ingin menambah jumlah uang yang beredar.

Caranya adalah dengan memperlonggar syarat-syarat dalam pemberian kredit. Kebijakan kredit longgar ini diberlakukan jika perekonomian menunjukkan gejala akan melakukan deflasi.

 

5. Kebijakan Devaluasi dan Revaluasi

Devaluasi merupakan kebijakan dari bank sentral untuk menurunkan nilai mata uang terhadap mata uang asing. Kebijakan ini dilakukan untuk memperbaiki neraca perdagangan dan pembayaran.

Dengan devaluasi, harga dari barang-barang dalam negeri menjadi lebih murah apabila dibeli menggunakan mata uang asing.

Hal ini membuat barang-barang dalam negeri bisa bersaing dengan barang-barang dari luar dan meningkatkan jumlah ekspor. Jika nilai ekspor meningkat, maka posisi neraca perdagangan dan juga pembayaran bisa diperbaiki.

Sedangkan kebijakan revaluasi merupakan kebijakan bank sentral untuk menaikkan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing. Revaluasi ini dilakukan saat keadaan ekonomi telah meningkat.

Maksudnya adalah barang-barang dalam negeri sudah bisa bersaing dengan barang-barang luar negeri.

 

6. Sanering

Sanering merupakan kebijakan bank sentral untuk memotong nilai dari mata uang dalam negeri. Kebijakan yang satu ini dilakukan apabila negara mengalami hiperinflasi atau inflasi di atas 100%.

Sanering pernah dilakukan oleh negara kita pada tahun 1950, yaitu dengan memotong uang sebesar 50%. Jadi, yang tadinya  uang bernominal 100rb nilainya menjadi 50rb. Kebijakan ini dikenal dengan istilah “Gunting Syafrudin”.Fungsi Manajemen Keuangan

Kemudian pada tahun 1965, pemerintah kembali memotong nilai uang rupiah sebanyak 99,9% jadi yang tadinya Rp1000,- nilainya menjadi Rp1,-.

 

7. Mencetak Uang Baru

Mencetak mata uang baru ini dilakukan oleh bank sentral dalam rangka untuk menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat.

 

8. Mencarik atau Memusnahkan Uang Lama

Memusnahkan atau menarik uang lama ini dilakukan oleh bank sentral untuk mengurangi jumlah uang yang beredar. Dulunya kita memakai uang logam Rp5,- ; Rp10,- ; dan Rp100,- merah.

Sekarang ini kita sudah tidak bisa menemui atau menggunakan uang-uang tersebut karena bank sentral sudah menariknya dari masyarakat. Penarikan selain digunakan untuk mengurangi jumlah uang juga untuk menyesuaikan perkembangan zaman.

Uang Rp5,- yang ditarik ini sudah tidak berfungsi di masyarakat, sudah tidak ada lagi yang bisa dibeli dengan menggunakan uang tersebut.

 

9. Dorongan Moral

Untuk memengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat, bank sentral bisa mengeluarkan pengumuman, pidato, atau pun edaran kepada bank umum dan pelaku moneter yang lain berupa ajakan atau larangan.

Contohnya ajakan atau larangan untuk melepas pinjaman atau menahan pinjaman pada waktu tertentu.

Baca Juga : Konsep Ilmu Ekonomi

 

 

Fungsi Kebijakan Moneter

fungsi kebijakan moneter

Dibuatnya kebijakan moneter tentu memiliki tujuan serta fungsi tertentu yang menguntungkan kita semua. Kebijakan moneter ini mempunyai beberapa fungsi, berikut ini adalah beberapa fungsi kebijakan moneter beserta penjelasan singkatnya.

 

1. Menjaga Iklim Investasi

Dengan adanya kebijakan moneter ini, tingkat suku bunga dalam suatu negara bisa dikendalikan. Hal ini karena tingkat suku bunga sangat berpengaruh terhadap penanaman investasi atau modal. Jadi kebijakan moneter ini bisa untuk menjaga iklim investasi.

 

2. Menjaga Kestabilan Barang dan Jasa

Kebijakan moneter adalah salah satu kebijakan ekonomi makro. Ekonomi makro ini mencakup masalah inflasi yang artinya naiknya harga barang dan juga jasa secara terus menerus.

Nah, dengan adanya kebijakan moneter yang tepat ini maka bisa memulihkan harga dari barang dan juga jasa.

 

3. Menurunkan Lanju Inflasi

Kebijakan moneter merupakan kebijakan yang berhubungan dengan peredaran uang. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk menurunkan laju dari inflasi adalah dengan mengurangi peredaran uang yang ada dalam masyarakat.

 

4. Membuka Lapangan Pekerjaan

Kenapa di Indonesia kita ini tingkat penganggurannya sangat tinggi? karena lapangan kerja yang terbatas. Pelaku kebijakan moneter, yaitu Bank Indonesia mempunyai wewenang untuk mengubah suku bunga dan tingkat diskonto.

Jadi Bank Indonesia bisa meningkatkan kegiatan ekonomi dengan cara menurunkan tingkat diskontonya. Hal ini akan berakibat kepada banyaknya pelaku usaha yang mengembangkan jenis usahanya atau usaha yang baru.

Sehingga bisa menciptakan lapangan kerja yang dan luas. Ini akan mengurangi angka pengangguran yang ada di Indonesia.

 

5. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di negara kita, salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan menekan laju inflasi. Bank Indonesia yang berperan sebagai Bank Sentral mempunyai wewenang atas kebijakan moneter.

Mereka harus berusaha untuk bisa menjaga kestabilan inflasi supaya tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi di negeri kita. Selain itu bank Indonesia juga berperan dalam mengendalikan kurs mata uang negeri (rupiah).

 

6. Menjaga Kestabilan Nilai Tukar Mata Uang

Nilai tukar mata uang atau exchange rate adalah harga yang menggambarkan berapa banyak sebuah mata uang harus dipertukarkan untuk mendapatkan satu unit mata uang yang lainnya.

Hubungan nilai tukar dari mata uang dengan kebijakan moneter adalah, apabila nilai tukar mata uang negara kita melemah, maka ini bisa membuat melemahnya daya beli dan konsumsi dalam masyarakat, harga barang impor naik, dan kenaikan suku bunga.

Oleh karena itulah kebijakan moneter berperan sangat penting dalam menjaga kestabilan nilai tukar mata uang rupiah kita.

 

7. Meningkatkan Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran merupakan sebuah catatan statistik yang isinya adalah transaksi ekonomi internasional yang dilakukan oleh penduduk dari suatu negara dengan penduduk negara lainnya.

Ringkasan ini berupa arus masuk dan juga keluar barang atau jasa dalam suatu perekonomian dalam kurun waktu tertentu. Guna menjaga kestabilan dan meningkatkan neraca pembayaran, harus ditetapkan sebuah kebijakan moneter dan fiskal yang tepat.

Baca Juga : Fungsi Manajemen Keuangan

 

 

Tujuan Kebijakan Moneter

tujuan kebijakan moneter

Setelah sebelumnya kita membahas tentang fungsi kebijakan moneter, selanjutnya kita akan membahas tentang tujuan dari kebijakan moneter. Berikut ini adalah tujuan kebijakan moneter, diantaranya adalah sebagai berikut.

 

1. Menjaga Stabilitas Ekonomi

Stabilitas ekonomi akan sangat terganggu jika jumlah uang yang ada dan beredar dalam masyarakat sangat banyak atau melebihi jumlah barang atau jasa yang ada sehingga membuat terjadinya inflasi atau harga barang / jasa naik tinggi.

Stabilitas ekonomi juga akan terganggu apabila jumlah uang yang beredar di masyarakat kurang dari jumlah barang / jasa yang ada sehingga membuat terjadinya deflasi atau kelesuan ekonomi. Oleh karena itulah sangat penting adanya kebijakan moneter.

Kebijakan moneter diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi yang selalu mengusahakan jumlah uang yang beredar di masyarakat seimbang dengan jumlah barang dan juga jasa yang tersedia di masyarakat.

 

2. Menjaga Stabilitas Harga

Tinggi dan rendahnya harga sangat memengaruhi jalannya perekonomian. Harga-harga yang terlalu tinggi bisa membuat turunnya permintaan di masyarakat. Turunnya permintaan tersebut bisa membuat menurunkan produktivitas dalam dunia usaha.

Karena itulah untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah bisa menggunakan kebijakan moneter. Untuk mengatasinya caranya adalah jika harga terlalu  tinggi pemerintah harus mengurangi jumlah uang yang diedarkan.

Sedangkan jika harga barang atau jasa terlalu rendah, maka pemerintah harus menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat

 

3. Meningkatkan Kesempatan Kerja

Dengan mengatur uang yang beredar di masyarakat, perekonomian akan lebih stabil. Dan jika perekonomian sudah stabil, para penguasa dan investor bisa menambah investasi yang baru.

Kemudian investasi ini akan membuka sebuah lapangan kerja yang baru sehingga banyak orang yang bisa mendapatkan kerja. Hal ini tentu akan mengurangi angka pengangguran yang ada pada masyarakat.

 

4. Memperbaiki Posisi Neraca Perdagangan dan Pembayaran

Kebijakan moneter ini bisa digunakan untuk memperbaiki posisi dari neraca perdagangan dan juga neraca pembayaran sehingga negara kita tidak terlalu banyak mengalami defisit, atau posisinya menjadi seimbang atau bahkan surplus.

Salah satunya adalah dengan cara melakukan devaluasi atau menurunkan nilai mata uang negara terhadap mata uang asing. Dengan devaluasi ini harga dari barang yang ada di dalam negeri menjadi semakin murah jika dibeli menggunakan mata uang asing.

Hal ini akan meningkatkan jumlah ekspor, jika ekspor terus meningkat maka neraca perdagangan dan neraca pembayaran bisa diperbaiki, paling tidak defisit bisa dikurangi, seimbang, atau bahkan bisa surplus.

Dengan evaluasi ini, di pasar internasional harga tas dan juga barang lainnya yang dibuat Indonesia akan menjadi lebih murah dibandingkan sebelum devaluasi sehingga produk-produk tersebut bisa berasing dengan produk negara lain.

Selanjutnya penurunan harga ini biasanya akan diikuti dengan mengalirnya pesanan dari para pengimpor luar negeri, ini akan membuat nilai ekspor dari negara Indonesia menjadi semakin banyak atau meningkat.

Jika ekspor ini terus meningkat, maka posisi dari neraca perdagangan dan juga neraca pembayaran akan bisa diperbaiki. Atau paling tidak defisit bisa dikurangi, diseimbangkan, atau bahkan surplus.

Baca Juga : Tujuan Laporan Keuangan

 

Nah itulah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kalian tentang kebijakan moneter beserta pengertian, contoh, jenis, fungsi, dan tujuan dari kebijakan moneter. Sekarang tentunya kalian sudah tahu tentang kebijakan moneter.

Demikianlah informasi yang bisa mastekno sampaikan tentang kebijakan moneter. Semoga informasi yang kami sampaikan di atas tadi bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kalian.

Jika ada kesalahan kata dan informasi yang kurang tepat dalam artikel ini mohon dimaafkan, dan koreksi di kolom komentar. Jika kalian masih bingung dan ada yang ingin ditanyakan tentang artikel ini silahkan tanya di kolom komentar, terima kasih.


Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~
DarkLight