√ 21+ Jenis Jenis Batuan: Ciri, Kegunaan dan Fungsi Batuan (Lengkap)

21+ Jenis Jenis Batuan: Ciri-Ciri, Kegunaan dan Fungsi Batuan

21+ Jenis Jenis Batuan: Ciri-Ciri, Kegunaan dan Fungsi Batuan

Jenis Jenis Batuan – Kalian pasti sudah tidak asing lagi dong dengan yang namanya batu. Benda keras yang satu ini memang sering dan bisa dijumpai di sekitar kita. Batu sendiri terbentuk dari proses pembekuan mineral-mineral yang berasal dari dalam bumi. Proses pembentukannya sendiri bisa membutuhkan waktu yang cukup lama.

Secara umum, kita bisa membedakan jenis batuan menjadi 3 macam batuan. Pertama adalah batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorfik. Ketiganya punya bahan serta proses pembentukan yang berbeda-beda. Selain itu kegunaannya pun juga bervariasi satu sama lain.

 

Batuan Beku

Adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma atau lava yang telah dingin dan akhirnya membeku. Berikut beberapa batuan yang termasuk ke dalam jenis batuan beku.

 

1. Batu Apung

batu apung

Secara kasat mata, batu apung memiliki bentuk yang berongga atau berpori-pori. Hal ini karena ia terbentuk dari magma yang memiliki gelembung gas. Maka dari itu batu apung juga memiliki berat yang tergolong ringan. Ia biasa digunakan sebagai amplas untuk menghaluskan kayu.

 

2. Batu Andesit

batu andesit

Berasal dari proses pembekuan lelehan magma dari gunung yang telah meletus. Akibat penurunan temperatur yang ekstrem, maka terbentuklah batu andesit. Biasanya memiliki warna abu-abu, jingga dan kadang kemerah-merahan. Kita sering memanfaatkannya untuk membuat cobek, patung atau batu nisan.

 

3. Batu Gabro

batu gabro

Berbeda dengan batu andesit, batu gabro ini berasal dari pembekuan lava di dalam gunung. Warnanya hitam dengan tambahan putih, hijau atau abu-abu. Batu jenis ini memilii struktur yang padat dan tidak berongga. Bisa dipakai untuk ubin lantai, batu nisan ataupun facing stone.

 

4. Batu Obsidian

batu obsidian

Jenis batu ini memiliki warna yang beragam dan juga cantik. Ia berasal dari proses pembekuan lava di permukaan dalam waktu yang singkat. Karena keindahan yang dimilikinya, batu obsidian seringkali digunakan sebagai bahan kerajinan.

 

5. Batu Granit

batu granit

Bisa dibilang ini merupakan kebalikan dari batu obsidian. Karena proses pembentukan batu granit terjadi di dalam bumi dengan proses yang lambat. Ciri khas dari batu ini memiliki kristal-kristal kasar dengan warna putih atau bau-abu. Kita biasa memanfaatkannya untuk kebutuhan bangunan.

 

6. Batu Diorit

batu diorit

Batuan ini terbentuk sebagai hasil intrusi yang terjadi pada kerak benua. Umumnya memiliki warna hitam dengan campuran putih . Seringkali dipakai untuk ornamen lantai atau dinding guna mempercantik bangunan.

 

7. Batu Basalt

batu basalt

Ketika lava yang mengandung gas telah menguap dan akhirnya membeku, maka terbentuklah batu basalt. Ia memiliki kristal-kristal kecil dengan warna hijau abu-abu. Fungsi dari batu ini untuk bahan bangunan seperti pondasi dll.

 

8. Batu Liparit

batu liparit

Beberapa jenis mineral seperti biotit, kuarsa dan feldpar menjadi bahan pembentuk batu liparit. Ia memiliki karakteristrik berpori dan keras. Biasanya memiliki warna putih atau jingga. Kegunaannya untuk kebutuhan bangunan karena memiliki tekstur yang keras.

 

Batuan Sedimen (Endapan)

Adalah jenis batuan yang terbentuk akibat pengikisan batuan lain yang kemudian terbawa air atau angin dan mengendap di satu tempat sehingga membentuk batuan baru. Berikut beberapa jenis batu yang termasuk dalam jenis sedimen.

 

1. Batu Gamping (Kapur)

batu gamping

Salah satu jenis batuan yang populer dan dikenal banyak orang. Tahukah kalian bahwa batu gamping ini terbentuk dari sedimentasi cangkang organisme yang telah mati? Warnanya putih keabu-abuan dan akan mengeluarkan gas karbondioksida jika bertemu zat asam. Jenis batuan ini seringkali dijadikan sebagai bahan baku semen.

 

2. Batu Pasir

batu pasir

Terbentuk dari butiran-butiran mineral seukuran pasir yang mengendap dan berkumpul menjadi satu. Kita bisa dengan mudah menjumpai batu pasir hampir di setiap tempat. Bisa digunakan sebagai bahan bangunan atau untuk pembuatan gelas dan kaca.

 

3. Batu Konglomerat

batu konglomerat

Tersusun dari bahan-bahan yang lepas sebagai akibat dari gaya berat batu itu sendiri. Hingga bagian-bagian kecil tersebut berkumpul dan terikat satu sama lain membentuk batu. Tekstur batu konglomerat adalah bekerikil seperti kumpulan pasir. Sering dipakai untuk bahan bangunan.

 

4. Batu Serpih

batu serpih

Jenis batuan sedimen dengan butiran-butiran yang halus. Tersusun dari berbagai mineral kecil seperti illete, smektit dan kaolinit. Warna umum yang dimiliki batu serpih adalah merah, kuning dan juga abu-abu/hitam. Kita dapat memanfaatkannya sebagai pelengkap bahan bangunan.

 

5. Batu Stalaktit dan Stalagmit

batu stalaktit stalagmit

Jenis batuan ini bisa kita jumpai di dalam gua-gua. Terbentuk dari tetesan air yang mengandung kapur kemudian membeku menjadi batuan runcing. Stalagmit adalah sebutan bagi batu yang mengendap di lantai gua dan meruncing ke atas. Sedangkan stalaktit adalah yang menggantung di atap gua dan runcing ke bawah. Warnanya bisa berupa putih, krim, kuning, coklat atau emas.

 

6. Batu Breksi

batu breksi

Batuan ini berasal dari material yang terlempar kemudian berkumpul di satu tempat dan mengalami sedimentasi. Penampakannya seperti gabungan berbagai macam material yang menjadi satu. Bisa digunakan untuk bahan bangunan atau ornamen hiasan.

 

7. Batu Lempung

batu lempung

Batu lempung tersusun dari berbagai jenis mineral dengan sifat plastis. Ia memiliki butiran-butiran yang sangat kecil sehingga bentuknya juga halus. Batu lempung umumnya memiliki warna coklat, merah atau abu-abu. Bisa digunakan untuk keperluan kerajinan dll.

 

Batuan Metamorf (Malihan)

Adalah jenis batuan yang berasal dari batuan beku atau sedimen yang mengalami perubahan akibat suhu atau tekanan. Berikut ini beberapa contoh dari batuan metamorf.

 

1. Batu Marmer (Pualam)

batu marmer

Ia berasal dari batu kapur yang mengalami perubahan karena suhu atau tekanan yang ekstrem. Batu marmer ini memiliki berbagai campuran warna dan akan menjadi mengkilap jika dipoles. Oleh karena itulah ia sering dijadikan sebagai ubin lantai atau patung.

 

2. Batu Sekis (Schist)

batu sekis

Adalah jenis batuan metamorf yang di dalamnya mengandung mika, horndlende dan grafit. Warna dari batu ini cenderung hitam, ungu ataupun hijau. Seringkali dimanfaatkan sebagai sumber mika untuk produksi kondensator dan kapasitor dalam elektronika.

 

3. Batu Sabak

batu sabak

Apabila batu serpih berada pada suhu atau tekanan tinggi dalam waktu yang lama akan berubah menjadi batu sabak. Warnanya abu-abu atau kehijau-hijauan. Bisa digunakan untuk bahan baku kerajinan.

 

4. Batu Genes (Gneiss)

batu gneiss

Mineral penyusun batuan yang mengalami dekristalisasi karena temperatur dan tekanan akan menciptakan batu gneiss ini. Ciri-cirinya memiliki warna putih keabu-abuan dengan corak mirip garis. Penggunaannya bisa kita manfaatkan untuk bahan kerajinan.

 

5. Batu Kuarsit

batu kuarsit

Berasal dari batu pasir yang mengalami metamorf dan berubah menjadi batu kuarsit. Ketika batu pasir terkena suhu yang tinggi maka akan terjadi rekristalisasi kwarsa dan felsdpar. Pemanfaatannya sendiri bisa untuk bahan kerajinan atau konstruksi jalan.

 

6. Batu Milonit

batu milonit

Proses pembentukannya diakibatkan oleh rekristalisasi mineral pokok di dalamnya. Sehingga butiran-butiran dalam batu tersebut menjadi lebih kecil. Warna yang biasa dimiliki adalah abu-abu, kehitaman, biru dan coklat. Bisa digunakan untuk bahan berbagai macam kerajinan.

 

Demikian pembahasan mengenai jenis-jenis batuan dan juga fungsi batuan kegunaannya. Dengan berbagai macam batuan yang ada, pemanfaatannya pun juga berbeda-beda tergantung sifatnya. Jika ada yang punya kritik, saran atau pertanyaan bisa langsung berkomentar di bawah.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

21+ Jenis Jenis Batuan: Ciri-Ciri, Kegunaan dan Fungsi Batuan

21+ Jenis Jenis Batuan: Ciri-Ciri, Kegunaan dan Fungsi Batuan

Jenis Jenis Batuan – Kalian pasti sudah tidak asing lagi dong dengan yang namanya batu. Benda keras yang satu ini memang sering dan bisa dijumpai di sekitar kita. Batu sendiri terbentuk dari proses pembekuan mineral-mineral yang berasal dari dalam bumi. Proses pembentukannya sendiri bisa membutuhkan waktu yang cukup lama.

Secara umum, kita bisa membedakan jenis batuan menjadi 3 macam batuan. Pertama adalah batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorfik. Ketiganya punya bahan serta proses pembentukan yang berbeda-beda. Selain itu kegunaannya pun juga bervariasi satu sama lain.

 

Batuan Beku

Adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma atau lava yang telah dingin dan akhirnya membeku. Berikut beberapa batuan yang termasuk ke dalam jenis batuan beku.

 

1. Batu Apung

batu apung

Secara kasat mata, batu apung memiliki bentuk yang berongga atau berpori-pori. Hal ini karena ia terbentuk dari magma yang memiliki gelembung gas. Maka dari itu batu apung juga memiliki berat yang tergolong ringan. Ia biasa digunakan sebagai amplas untuk menghaluskan kayu.

 

2. Batu Andesit

batu andesit

Berasal dari proses pembekuan lelehan magma dari gunung yang telah meletus. Akibat penurunan temperatur yang ekstrem, maka terbentuklah batu andesit. Biasanya memiliki warna abu-abu, jingga dan kadang kemerah-merahan. Kita sering memanfaatkannya untuk membuat cobek, patung atau batu nisan.

 

3. Batu Gabro

batu gabro

Berbeda dengan batu andesit, batu gabro ini berasal dari pembekuan lava di dalam gunung. Warnanya hitam dengan tambahan putih, hijau atau abu-abu. Batu jenis ini memilii struktur yang padat dan tidak berongga. Bisa dipakai untuk ubin lantai, batu nisan ataupun facing stone.

 

4. Batu Obsidian

batu obsidian

Jenis batu ini memiliki warna yang beragam dan juga cantik. Ia berasal dari proses pembekuan lava di permukaan dalam waktu yang singkat. Karena keindahan yang dimilikinya, batu obsidian seringkali digunakan sebagai bahan kerajinan.

 

5. Batu Granit

batu granit

Bisa dibilang ini merupakan kebalikan dari batu obsidian. Karena proses pembentukan batu granit terjadi di dalam bumi dengan proses yang lambat. Ciri khas dari batu ini memiliki kristal-kristal kasar dengan warna putih atau bau-abu. Kita biasa memanfaatkannya untuk kebutuhan bangunan.

 

6. Batu Diorit

batu diorit

Batuan ini terbentuk sebagai hasil intrusi yang terjadi pada kerak benua. Umumnya memiliki warna hitam dengan campuran putih . Seringkali dipakai untuk ornamen lantai atau dinding guna mempercantik bangunan.

 

7. Batu Basalt

batu basalt

Ketika lava yang mengandung gas telah menguap dan akhirnya membeku, maka terbentuklah batu basalt. Ia memiliki kristal-kristal kecil dengan warna hijau abu-abu. Fungsi dari batu ini untuk bahan bangunan seperti pondasi dll.

 

8. Batu Liparit

batu liparit

Beberapa jenis mineral seperti biotit, kuarsa dan feldpar menjadi bahan pembentuk batu liparit. Ia memiliki karakteristrik berpori dan keras. Biasanya memiliki warna putih atau jingga. Kegunaannya untuk kebutuhan bangunan karena memiliki tekstur yang keras.

 

Batuan Sedimen (Endapan)

Adalah jenis batuan yang terbentuk akibat pengikisan batuan lain yang kemudian terbawa air atau angin dan mengendap di satu tempat sehingga membentuk batuan baru. Berikut beberapa jenis batu yang termasuk dalam jenis sedimen.

 

1. Batu Gamping (Kapur)

batu gamping

Salah satu jenis batuan yang populer dan dikenal banyak orang. Tahukah kalian bahwa batu gamping ini terbentuk dari sedimentasi cangkang organisme yang telah mati? Warnanya putih keabu-abuan dan akan mengeluarkan gas karbondioksida jika bertemu zat asam. Jenis batuan ini seringkali dijadikan sebagai bahan baku semen.

 

2. Batu Pasir

batu pasir

Terbentuk dari butiran-butiran mineral seukuran pasir yang mengendap dan berkumpul menjadi satu. Kita bisa dengan mudah menjumpai batu pasir hampir di setiap tempat. Bisa digunakan sebagai bahan bangunan atau untuk pembuatan gelas dan kaca.

 

3. Batu Konglomerat

batu konglomerat

Tersusun dari bahan-bahan yang lepas sebagai akibat dari gaya berat batu itu sendiri. Hingga bagian-bagian kecil tersebut berkumpul dan terikat satu sama lain membentuk batu. Tekstur batu konglomerat adalah bekerikil seperti kumpulan pasir. Sering dipakai untuk bahan bangunan.

 

4. Batu Serpih

batu serpih

Jenis batuan sedimen dengan butiran-butiran yang halus. Tersusun dari berbagai mineral kecil seperti illete, smektit dan kaolinit. Warna umum yang dimiliki batu serpih adalah merah, kuning dan juga abu-abu/hitam. Kita dapat memanfaatkannya sebagai pelengkap bahan bangunan.

 

5. Batu Stalaktit dan Stalagmit

batu stalaktit stalagmit

Jenis batuan ini bisa kita jumpai di dalam gua-gua. Terbentuk dari tetesan air yang mengandung kapur kemudian membeku menjadi batuan runcing. Stalagmit adalah sebutan bagi batu yang mengendap di lantai gua dan meruncing ke atas. Sedangkan stalaktit adalah yang menggantung di atap gua dan runcing ke bawah. Warnanya bisa berupa putih, krim, kuning, coklat atau emas.

 

6. Batu Breksi

batu breksi

Batuan ini berasal dari material yang terlempar kemudian berkumpul di satu tempat dan mengalami sedimentasi. Penampakannya seperti gabungan berbagai macam material yang menjadi satu. Bisa digunakan untuk bahan bangunan atau ornamen hiasan.

 

7. Batu Lempung

batu lempung

Batu lempung tersusun dari berbagai jenis mineral dengan sifat plastis. Ia memiliki butiran-butiran yang sangat kecil sehingga bentuknya juga halus. Batu lempung umumnya memiliki warna coklat, merah atau abu-abu. Bisa digunakan untuk keperluan kerajinan dll.

 

Batuan Metamorf (Malihan)

Adalah jenis batuan yang berasal dari batuan beku atau sedimen yang mengalami perubahan akibat suhu atau tekanan. Berikut ini beberapa contoh dari batuan metamorf.

 

1. Batu Marmer (Pualam)

batu marmer

Ia berasal dari batu kapur yang mengalami perubahan karena suhu atau tekanan yang ekstrem. Batu marmer ini memiliki berbagai campuran warna dan akan menjadi mengkilap jika dipoles. Oleh karena itulah ia sering dijadikan sebagai ubin lantai atau patung.

 

2. Batu Sekis (Schist)

batu sekis

Adalah jenis batuan metamorf yang di dalamnya mengandung mika, horndlende dan grafit. Warna dari batu ini cenderung hitam, ungu ataupun hijau. Seringkali dimanfaatkan sebagai sumber mika untuk produksi kondensator dan kapasitor dalam elektronika.

 

3. Batu Sabak

batu sabak

Apabila batu serpih berada pada suhu atau tekanan tinggi dalam waktu yang lama akan berubah menjadi batu sabak. Warnanya abu-abu atau kehijau-hijauan. Bisa digunakan untuk bahan baku kerajinan.

 

4. Batu Genes (Gneiss)

batu gneiss

Mineral penyusun batuan yang mengalami dekristalisasi karena temperatur dan tekanan akan menciptakan batu gneiss ini. Ciri-cirinya memiliki warna putih keabu-abuan dengan corak mirip garis. Penggunaannya bisa kita manfaatkan untuk bahan kerajinan.

 

5. Batu Kuarsit

batu kuarsit

Berasal dari batu pasir yang mengalami metamorf dan berubah menjadi batu kuarsit. Ketika batu pasir terkena suhu yang tinggi maka akan terjadi rekristalisasi kwarsa dan felsdpar. Pemanfaatannya sendiri bisa untuk bahan kerajinan atau konstruksi jalan.

 

6. Batu Milonit

batu milonit

Proses pembentukannya diakibatkan oleh rekristalisasi mineral pokok di dalamnya. Sehingga butiran-butiran dalam batu tersebut menjadi lebih kecil. Warna yang biasa dimiliki adalah abu-abu, kehitaman, biru dan coklat. Bisa digunakan untuk bahan berbagai macam kerajinan.

 

Demikian pembahasan mengenai jenis-jenis batuan dan juga fungsi batuan kegunaannya. Dengan berbagai macam batuan yang ada, pemanfaatannya pun juga berbeda-beda tergantung sifatnya. Jika ada yang punya kritik, saran atau pertanyaan bisa langsung berkomentar di bawah.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *