Adi Pamungkas Temenya Dimas, sama-sama kontributor di mastekno

20 Jenis-Jenis Pantun: Ciri, Contoh Pantun

8 min read

jenis dan contoh pantun

Pantun merupakan salah satu jenis karya sastra yang sangat populer di Indonesia. Pantun ini adalah bentuk puisi Indonesia atau melayu. Selain itu, puisi juga termasuk jenis puisi lama yang memiliki berbagai ketentuan dan aturan. Maka dari itu sebuah puisi tidak dapat dikatakan sebagai pantun apabila tidak mempunyai ketentuan dan aturan yang telah di tetapkan.

 

Ciri Ciri Pantun

Pada umumnya sebuah pantun akan memiliki ciri – ciri tertentu. Adapun beberapa ciri – ciri sebuah pantun adalah sebagai berikut.

  • Pantun terdiri dari 4 baris.
  • Bersajak a-b-a-b, maksudnya adalah bahwa format baris pertama dan ketiga harus berakhiran dengan huruf yang sama, dan baris kedua dan keempat berakhiran dengan huruf / lafal yang sama.
  • Setiap baris biasanya terdapat 8-12 suku kata.
  • Baris pertama dan kedua menjadi sampiran
  • Baris ketiga dan keempat sebagai isi.

 

 

Jenis Pantun Berdasarkan Keterkaitan Sampiran dan Isi

Jenis pantun berdasarkan keterkaitan sampiran (baris 1 dan 2) dan isi (baris 3 dan 4), dapat dibedakan menjadi 2 jenis, di antaranya yaitu sebagai berikut.

 

1. Pantun Mulia

Pantun mulia ini merupakan sebuah jenis yang bagian sampiran (baris 1 dan 2) berfungsi selain mempersiapkan lafal untuk isi, namun juga berfungsi sebagai isyarat dari (baris 3 dan 4). Berikut ini merupakan contoh pantun mulia.

Air di dalam tambah dalam (sampiran)

Hujan di hulu belum juga teduh (sampiran)

Hati ini dendam bertambah dendam (isi – artinya hatinya bertambah marah)

Dendam dahulu belum juga sembuh (isi – kemarahannya dari dulu masih ada)

 

2. Pantun Tak Mulia

Jenis pantun ini di katakan pantun tak mulia karena sampiran yang terdapat di baris ke 1-2 hanya berfungsi sebagai lafal untuk isi saja, dan kata – kata yang terdapat di dalam sampiran tidak memiliki hubungan dengan bagan isi pada baris ke 3-4. Berikut ini merupakan contoh pantun tak mulia.

Tanam padi di tengah sawah (sampiran)

Hamparan sawah di tepi rumah mewah (sampiran)

Supaya hidup menjadi berkah (isi – artinya agar hidup menjadi berkah)

Maka harus rajin beribadah (isi – artinya harus rajin beribadah)

 

 

Jenis Pantun Berdasarkan Isi

Selain itu kamu dapat mengetahui jenis pantun berdasarkan isi, adapun jenis-jenisnya sebagai berikut.

1. Pantun Anak – Anak

Pantun bersuka cita, pantun ini berisi cerita ungkapan perasaan kebahagiaan atau kegembiraan. Berikut ini merupakan contohnya.

Burung kenari burung dara (sampiran)

Terbang kearah angkasa luas (sampiran)

Hati siapa tak gembira (isi – artinya setiap anak akan bahagia)

Karena beta telah naik kelas (isi – artinya telah naik kelas)

 

Pantun berduka cita, merupakan sebuah jenis pantun yang berisi ungkapan kesedihan atau duka cita. Berikut ini merupakan contoh pantun duka cita.

Memetik duku di kota Kedua (Sampiran)

Membeli tenda uangnya hilang (Sampiran)

Aku menangis hingga tersedu-sedu (Isi – artinya aku menangis hingga terisak-isak)

Karena ayah tak kunjung pulang (isi – artinya tangisku karena ibu lama tidak pulang ke rumah)

 

2. Pantun Nasib / Pantun Dagang

Pantun nasib atau pantun dagang ini merupakan sebuah jenis pantun yang berisi gambaran keadaan seseorang. Berikut ini merupakan contoh pantun nasib atau pantun dagang.

Pergi ke sekolah mampir Cimahi (sampiran )

Depan bukit lihat belalang (sampiran)

Mungkin memang sudah takdir ilahi (isi – artinya sepertinya sudah ketetapan Tuhan)

Badan sakit tertinggal tulang (isi – artinya memiliki penyakit yang tidak kunjung sembuh)

Baca Juga: Pengertian Pantun.

 

3. Pantun Perkenalan

Pantun perkenalan ini merupakan sebuah jenis pantun yang berisi ungkapan perkenalan kepada seseorang dan ucapan ketika berkenalan. Berikut ini merupakan contoh pantun perkenalan.

Dari mana hendak ke mana (sampiran)

Manggis kupas dengan pisau (sampiran)

Jika kami boleh bertanya (Isi – artinya seseorang ingin berkenalan)

Gadis manis siapa namamu (isi – artinya kepada seorang gadis ia menanyakan namanya)

 

4. Pantun Persahabatan

Pantun persahabatan merupakan sebuah jenis pantun bertema persahabatan atau hubungan dengan teman Berikut ini merupakan contoh pantun persahabatan.

Jalan jalan ke kota Pekalongan (sampiran)

Di Pekalongan beli batik (sampiran)

Kalau kau cari teman (Isi – artinya ketika kamu memilih teman atau sahabat)

Carilah seorang teman yang baik (Isi – artinya pilihlah teman yang baik)

 

5. Pantun Adat

Pantun adat adalah jenis pantun yang memiliki isi mengenai adat istiadat dan kebudayaan. Berikut ini merupakan contoh pantun adat.

Menanam kelapa di tanah Bukum (sampiran)

Tinggi sedepa telah berbuah (sampiran)

Adat bermula dari hukum (Isi – artinya adat suatu suku awalnya berasal dari aturan)

Hukum sandar dari Kitabullah (Isi – artinya aturan aturan yang menjadi adat bersandar dari kitab Allah)

 

6. Pantun Agama

Pantun agama merupakan jenis pantun yang bertema atau berisi mengenai hal – hal yang berhubungan dengan keagamaan. Berikut ini merupakan contoh pantun keagamaan.

Banyak sekali bulan mulia (sampiran)

Namun tidak semulia bulan puasa (sampiran)

Jadi manusia harus selalu bertakwa (Isi – artinya menjadi manusia harus selalu bertakwa)

Kepada  Tuhan Yang Esa (Isi – artinya namun hanya satu yang mulia yaitu Tuhan yang esa)

 

7. Pantun Budi

Pantun budi adalah salah satu jenis pantun yang berisi tentang kesopanan, sikap dan perilaku. Berikut ini merupakan contoh dari pantun budi.

Apa faedah berkain batik  (sampiran)

Jikalau tidak dengan sujinya (sampiran)

Apa faedah beristri cantik

Jikalau tidak dengan budinya

 

8. Pantun Jenaka

Pantun jenaka adalah sebuah jenis pantun yang memiliki tujuan untuk menghibur para pembaca atau pendengarnya. Selain itu, biasanya pantun jenaka ini digunakan sebagai media untuk menyindir dalam suasana akrab, sehingga tidak akan menyinggung. Pantun jenaka ini dapat gunakan untuk mencairkan suasana. Berikut ini merupakan contoh pantun jenaka.

Jalan-jalan sekitar rawa (sampiran)

Jika lelah duduk dipohon palm (sampiran)

Perut sakit menahan tawa (Isi – artinya ingin tertawa karena lucu namun ditahan)

Melihat cacing memakai helm (Isi – artinya lucu ketika melihat cacing yang memakai helm, cacing sama helm gedean helmnya )

 

9. Pantun Kepahlawanan

Pantun kepahlawanan merupakan jenis pantun yang berisi mengenai semangat kepahlawanan, patriotisme, dan kebangsaan. Berikut ini merupakan contoh pantun kepahlawanan.

Jika seorang menjaring ungka (sampiran)

Rebung seiris akan mengukusnya (sampiran)

Jikalau arang tercorong ke muka (Isi – artinya pahlawan akan melawan saat penjajah menyerang bangsa)

Ujung keris akan menghapusnya (Isi – artinya perlawanan pahlawan bisa dilakukan dengan keris, yang merupakan senjata asli nusantara)

 

10. Pantun Kias

Pantun kias adalah sebuah jenis pantun yang mengandung makna konotasi atau perumpamaan dan pada umumnya akan menggunakan majas metafora. Berikut ini merupakan contoh pantun kias.

Kayu tempinis dari kuala(sampiran)

Dibawa orang pergi Melaka (sampiran)

Berapa manis bernama nira (Isi – artinya sebaiknya mampu mengubah sesuatu, nira : air kelapa)

Simpan lama menjadi cuka (Isi – artinya agar nantinya mendapatkan manfaat darinya)

 

11. Pantun Nasihat

Pantun nasihat adalah sebuah pantun yang berisi tentang pesan nasihat, anjuran, imbauan yang baik untuk di laksanakan. Berikut ini merupakan contoh pantun nasihat

Kemuning tengah balai (sampiran)

Bertumbuh lalu semakin tinggi (sampiran)

Bermusyawarah dengan orang yang tak pandai (Isi – artinya bermusyawarah dengan orang yang bodoh)

Bagaikan alu pencungkil duri (Isi – artinya tidak akan menyelesaikan masalah)

 

12. Pantun Percintaan

Pantun percintaan merupakan jenis pantun yang berisi mengenai percintaan, kasih dan sayang. Berikut ini merupakan contoh pantun percintaan. Berikut ini merupakan contoh pantun percintaan.

Coba-coba bertanam mumbang (sampiran)

Semoga saja menjadi kelapa (sampiran)

Coba-coba menanam sayang (Isi – artinya penulis berusaha memberikan rasa sayang kepada seseorang)

Semoga saja tumbuh cinta (Isi – artinya penulis berharap orang lain pun memiliki rasa cinta)

 

13. Pantun Peribahasa

Pantun peribahasa adalah jenis pantun yang berisi ungkapan yang pada umumnya mempunyai susunan tetap. Berikut ini merupakan contoh pantun peribahasa.

Ke hulu potong pagar (sampiran)

Jangan terpotong pohon durian (sampiran)

Carilah guru tempat belajar (Isi – artinya selagi masih muda harus belajar dengan seorang guru)

Janganlah sesal kemudian (Isi – artinya agar nanti tidak menyesal dikemudian hari)

 

14. Pantun Teka – Teki

Pantun teka – teki merupakan jenis pantun yang berisi mengenai terkaan atau tebakan terhadap pantun tersebut. Berikut ini merupakan contoh pantun teka – teki.

Pucuk mangga delima batu(sampiran)

Anak sembilang di tapak tangan(sampiran)

Biar jauh di negeri satu(Isi – artinya walaupun jauh namun masih dalam satu negara)

Walaupun jauh dimata namun di hati jangan (Isi – artinya meskipun tak bisa dilihat secara langsung, namun jangan sampai perasaannya juga menghilang).

 

15. Pantun Perpisahan

Pantun perpisahan adalah sebuah jenis pantun yang memiliki isi sebuah perpisahan. Berikut ini merupakan contoh pantun perpisahan.

Pucuk mangga delima batu (sampiran)

Anak sembilang di tapak tangan (sampiran)

Biar jauh di negeri satu (Isi – artinya walaupun jauh namun masih dalam satu negara)

Hilang di mata di hati jangan (Isi – artinya meskipun tak bisa dilihat secara langsung, namun jangan sampai perasaannya juga menghilang)

 

 

Jenis Pantun Berdasarkan Suku Daerah

Setiap suku dan daerah tentu saja memiliki pantun yang menjadi ciri khasnya. Adapun beberapa sebuatan pantun di berbagai suku yang ada di Indonesia adalah sebagai beriku.

  • Orang Jawa menyebut pantun sebagai Parikan.
  • Orang Sunda menyebut pantun sebagai Susulan atau Sisindiran.
  • Orang Mandailing menyebut pantun sebagai Ende – Ende.
  • Orang Aceh menyebut pantun sebagai Boligoni atau Rejong.
  • Orang Melayu, Banjar, dan Minang, menyebut pantun sebagai Pantun.

 

1. Pantun Sunda

Pantun sunda memiliki makna yang berbeda dengan pantun melayu. Pantun Melayu lebih mendekati ke sisindiran Sunda. Apa itu sisindiran sunda? Sisindiran Sunda merupakan puisi yang terdiri dari dua bagian yaitu sampiran dan isi. Namun pantun sunda ini adalah seni pertunjukan berupa tutur berbentuk sastra Sunda yang di sajikan secara prolog, dialog, dan sering juga di nyanyikan. Berikut ini merupakan contoh sisindiran sunda.

Seng getol nginum jajamu (Sampiran – rajin-rajinlah minum jamu)

Nu guna nguatkeun urat (sampiran – yang bermanfaat menguatkan urat)

Sing getol neangan ilmu (isi – artinya rajin rajinlah menuntut ilmu)

Nu guna dunya akhirat (isi – artinya yang bermanfaat bagi dunia akhirat)

 

2. Pantun Banjar

Pantun banjar adalah sebuah pantun yang di tulis dengan menggunakan bahasa Banjar dengan bentuk mental dan bentuk fisik tertentu sesuai konvensi khusus yang sudah berlaku di dalam literatur folkor Banjar. Bahasa Banjar sendiri sering digunakan oleh suku Banjar di Kalimantan Selatan dan di sekitarnya serta daerah – dearah perantauan dari suku Banjar. Berikut ini merupakan contoh puisi Banjar.

Rak sinduk jangan dibuang
Sampai rusakan talimpat pulang
Ratik banyak bukan kapalang
Sungai jangan tampat mambuang

 

3. Pantun Betawi

Pantun betawi ini tersebar di daerah Betawi meliputi Pinggiran Tambun, Krawang, Bekasi bagian Timur, Cimanggis, Depok, Ciputat dan Cibinong di bagian selatan, Tanggerang pada bagian timur. Hal yang paling menonjol pada pantun Betawi yaitu ekspresi spontannya. Maka dari itu biasanya hampir semua sampiran pantun Betawi tidak berkaitan dengan isi. Sampiran tersebut seperti terlontar apa adanya, bebas, lepas, dan spontan. Berikut ini merupakan contoh pantun betawi.

Mbelah nangka di daon waru (sampiran)

Daon digelar ama pengejeg (sampiran)

Sapa nyangka nasibnya guru (Isi – artinya tidak ada yang dapat menentukan nasib seorang guru)

Pagi ngajar sorenya ngojeg (Isi – artinya paginya mengajari murid-murid kemudian sorenya bekerja sebagai ojek motor)

 

Demikianlah pembahasan ringkas dari kami mengenai jenis – jenis pantun lengkap dengan contohnya. Semoga pembahasan di atas dapat kamu jadikan sebagai referensi dalam mempelajari jenis – jenis pantun lengkap dengan contohnya. Terima kasih.


Adi Pamungkas Temenya Dimas, sama-sama kontributor di mastekno
DarkLight