√ Jangka Sorong: Cara Menghitung, Membaca dan Contoh Soal

Jangka Sorong: Cara Menghitung, Menggunakan, Membaca Jangka Sorong, Contoh Soal

Jangka Sorong: Cara Menghitung, Menggunakan, Membaca Jangka Sorong, Contoh Soal
By : Hasif Priyambudi 14 min read

Cara Menggunakan Jangka Sorong – Dalam melakukan pengukuran terhadap panjang benda, kita dapat menggunakan berbagai macam alat ukur yang bisa bisa digunakan untuk mengetahui panjang dari suatu benda, seperti mistar, rolmeter, jangka sorong, mikrometer sekrup. Setiap alat ukur memiliki ketelitian yang berbeda beda, sehingga suatu alat ukur semakin teliti maka kran benda tersebut bisa mendekati ukuran yang sebenarnya.

Salah satunya adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda seperti bola, diameter luar tabung, dan lainnya dapat menggunakan mikro meter sekrup dan agar mendapat mendapatkan hasil yang lebih spesifik kita bisa menggunakan alat ukur jangka sorong.

Nah pada kesempatan kali ini kami akan memberikan sedikit materi tentang jangka sorong lebih dalam. Jadi jika kamu penasaran dengan jangka sorong atau ingin tahu lebih dalam tentang jangka sorong, berikut adalah pembahasannya.

 

Penemu Jangka Sorong

penemu jangka sorong Pierre Vernier

Jangka sorong pertama kali di temukan oleh seorang ahli teknik yang berasal dari Prancis yakni Piere Varnier. Varnier juga merupakan seorang penemu jangka sorong yang ahli di bidang matematika dan ia juga penemu instrumen. Ia lahir di Ornans, Franche-Comté, Spanyol Habsbur yang sekarang sudah menjadi Prancis pada tanggal 19 Agustus 1580. Dan ia menghembuskan nafas terakhirnya di tempat yang sama dengan tempat kelahirannya pada tangga; 14 September 1637.

Selain menemukan jangka orang, ia juga menemukan eponim yang merupakan skala varnier. Skala varnier sendiri merupakan sebuah perangkat pengukuran yang ada pada jangka sorong.

 

Pengertian Jangka Sorong

Menurut sang penemu yakni Varnier Caliper, jangka sorong merupakan sebuah alat ukur panjang yang dapat digunakan untuk mengukur suatu benda dengan ketelitian hingga 0,1 mm. Dan maksimum pengukuran panjang suatu benda menggunakan jangka sorong adalah 20 cm. Dan keuntungan dari penggunaan jangka sorong adalah dapat mengukur panjang suatu benda dengan skala yang kecil, seperti untuk mengukur diameter kelereng, cincin, tabung, kedalaman tabung, dan masih banyak lagi benda yang berskala kecil lainnya.

 

Fungsi Jangka Sorong

Jangka sorong memiliki beberapa fungsi yang sangat berguna pada saat-saat tertentu seperti :

  1. Untuk mengukur panjang benda dengan mencapit sisi lara benda tersebut. Dan dalam mengukur sisi suatu benda biasanya berbentuk lubang seperti pada pipa dengan cara mengulurnya.
  2. Dapat digunakan untuk mengukur kedalaman suatu lubang atau celahdengancara menancapkan benda tersebut pada bagian pengukur.
  3. Dapat digunakan untuk mengukur ketebalan dari suatu benda.
  4. Dapat digunakan untuk diameter luar dan dalam suatu benda.
  5. Dapat digunakan untuk mengukur kedalaman suatu benda.

 

Kelebihan dan Kekurangan Jangka Sorong

Setiap alat ukur yang digunakan untuk mencari panjang pastilah memiliki kelebihan dan juga kekurangan, berikut ini adalah kekurangan dan kelebihan dari penggunaan jangka sorong,

 

Kelebihan Jangka Sorong

Berikut ini adalah beberapa kelebihan jangka sorong, antara lain.

  1. Ketelitian yang terdapat pada jangka sorong lumayan baik karena, karena ketelitian dari jangka sorong hingga 0,1 mm.
  2. Dapat digunakan untuk mengukur diameter sisi luar suatu benda dengan cara menjapit benda tersebut.
  3. Dapat digunakan untuk mengukur diameter sisi dalam dari suatu benda dengan cara di ulur.
  4. Dapat digunakan untuk mengukur kedalaman.
  5. Memiliki harga yang relatif murah dan juga terjangkau.

Kekurangan Jangka Sorong

Berikut ini adalah beberapa kekurangan jangka sorong, antara lain.

  1. Tidak dapat digunakan untuk mengukur benda yang memiliki skala yang besar.
  2. Dapat terjadinya pemuaian terhadap alat pengukur yang satu ini.
  3. Karena sensor yang dimiliki oleh jangka sorong berkontak langsung dengan benda kerja jadi dapat terjadinya kemungkinan ketidakrataan pada kedua sensor atau kedua rahang apa bila terjadi goresan atau benturan.

 

Cara Merawat jangka Sorong

Bagaimana cara merawat jangka sorong juga dapat berpengaruh pada awet atau tidaknya jangka sorong. Karena jika jangka sorong di simpan pada tempat yang memiliki suhu yang kurang stabil maka jangka sorong akan mengalami pemuaian atau penyusutan, selain itu terjadinya goresan atau benturan terhadap jangka sorong juga dapat menyebabkan kerusakan pada jangka sorong. Maka dari itu jangka sorong sebaiknya disimpan di tempat yang memiliki suhu kamar dan di letakkan di dalam kotak agar hal-hal yang tidak diinginkan seperti di atas tidak terjadi.

 

Bagian-Bagian Jangka Sorong

Secara umum, jangka sorong sendiri memiliki 3 bagian yakni rahang tetap dan rahang geser. Dan pada setiap rahang yang dimiliki jangka sorong juga memiliki skalanya masing-masing yakni skala utama yang berada pada rahang tetap dan skala noninus (vernier) yang terdapat pada rahang geser. Berikut ini adalah gambar beserta dengan keterangan bagian-bagian pada jangka sorong.

bagian jangka sorong

Keterangan

  1. Rahang dalam terdiri atas rahang tetap dan rahang geser, dan digunakan untuk mengukur benda bagian luar seperti ketebalan benda, diameter luar benda, dan lain-lain.
  2. Rahang luar terdiri dari rahang tetap dan rahang geser, dan dapat digunakan sebagai alat pengukur bagian dalam suatu benda seperti diameter tabung, dan lain-lain.
  3. Depth Probe merupakan bagian yang dapat digunakan sebagai pengukur kedalaman pada suatu benda misalnya kedalaman suatu tabung.
  4. Skala utama (cm), memberikan bentuk pengukuran dengan satuan sentimeter (cm).
  5. Skala (inchi) memberikan bentuk pengukuran dengan satuan inchi.
  6. Skala noninus (mm) memberikan bentuk pengukuran fraksi dengan satuan milimeter (mm).
  7. Skala noninus (inchi) memberikan bentuk pengukuran fraksi dengan satuan inchi.
  8. Pengunci, berfungsi untuk melakukan penguncian atau menahan bagian-bagian jangka sorong pada saat melakukan pengukuran, salah satunya adalah pada bagian rahang gerak.

 

Prinsip Kerja Jangka Sorong

Seperti yang sudah di jelaskan di atas, jangka sorong memiliki dua skala yakni skala utama dengan besar skala minimal adalah 1mm atau 0,1cm dan juga skala noninus.

Sepuluh skala utama memiliki panjang 1 cm, atau bisa dikatakan bahwa jarak 2 skala utama yang sering berdekatan adalah 0,1 cm. Dan di sisi lain skala noninus memiliki panjang 0,9 cm atau yang bisa dikatakan bahwa jarak 2 skala noninus yang saling berdekatan adalah 0,009 cm. Jadi perbedaan antara skala utama dengan skala noninus adalah 0,1 cm – 0,09 cm = 0,01cm atau 0,1mm. Jadi skala terkecil dari jangka sorong adalah 0,1 mm atau 0,01 cm.

jangka sorong analog

Ketelitian yang terdapat pada jangka sorong adalah setengah dari skala terkecil atau ½ x 0,1 mm = 0,05 mm. Dengan ketelitian sebesar 0.05 mm atau 0,005 cm maka jangka sorong sangat direkomendasikan untuk mengukur benda dengan skala kecil seperti diameter dari kelereng ataupun diameter dari cincin dengan hasil yang lebih akurat dari pada menggunakan alat ukur yang lain.

Prinsip utama pada jangka sorong terdapat pada kunci yang terdapat pada jangka sorong yang dapat direnggangkan dan juga dikencangkan sesuai dengan kebutuhan dengan menyegerakan skala noninus atau rahang geser. Cara mengukurnya adalah dengan menjepit benda yang akan di ukur dengan kedua rahang yang ada pada jangka sorong.

Panjang dari suatu benda yang diukur dapat ditentukan dengan membaca skala utama hingga 1/10 cm atau 0,1 cm dan kemudian hasil pembacaan pada skala noninus hingga 1/1000 cm atau 0,001 cm.

 

Kalibrasi Jangka Sorong

Cara melakukan dikalibrasi jangka sorong alah dengan menggeser atau mendorong rahang geser hingga menyentuh rahang tetap. Apabila rahang di geser hingga berada posisi yang tepat tani beda di angka nol, maka angka nol pada skala utama dan angka skala noninus saling terhimpit terhadap satu garis, itu berarti jangka sorong sudah terkalibrasi dan sudah siap untuk digunakan. Seperti yang ditunjukkan ada gambar yang ada di bawah ini.

kalibrasi jangka sorong

 

Cara Menggunakan Jangka Sorong

Berikut ini adalah cara dalam penggunaan jangka sorong dalam mengukur suatu benda baik itu diameter luar, diameter dalam, dan juga kedalaman suatu benda.

 

Cara Memakai Jangka Sorong Untuk Mengukur Diameter Luar Suatu Benda

mengukur diameter luar benda

  • Bukalah rahang jangka dengan mengendorkan sekrup pengunci yang terdapat pada jangka sorong, lalu geser rahang geser ke kanan hingga benda yang akan di ukur dapat masuk di antara kedua rahang.
  • Masukan benda yang akan diukur di atara dua rahang.
  • Geser kembali rahang geser menuju ke kiri hingga benda yang akan diukur dapat terjepit dan kemudian kuncup menggunakan sekrup pengunci.
  • Lalu catatlah hasil dari pengukuran.

 

Cara Memakai Jangka Sorong Untuk Mengukur Diameter Dalam Suatu Benda

mengukur diameter dalam

  1. Kendorkan sekrup pengunci pada jangka sorong.
  2. Lalu geserlah rahang geser sedikit ke kanan.
  3. Letakkan benda yang akan di ukur diameter dalamnya seperti gambar di atas sehingga rahang atas pada jangka sorong dapat dimasuki oleh benda yang akan di ukur.
  4. Lalu geser kembali rahang atas jangka sorong ke sebalah kiri hingga menyentuh kedua sisi dalam benda yang akan di ukur.
  5. Lalu kuncilah menggunakan sekrup pengunci pada jangka sorong.
  6. Dan yang terakhir adalah mencatat hasil pengkuran.

 

Cara Memakai Jangka Sorong Untuk Mengukur Kedalaman Suatu Benda

mengukur kedalaman benda

  1. Letakkan tabung yang akan diukur kedalamannya dalam posisi tegak.
  2. Lalu posisikan jangka seperti gambar dalam posisi tegak seperti gambar di atas dengan meletakkan ujung jangka sorong pada permukaan tabung yang akan diukur.
  3. Geserlah rahang geser menuju ke bawah hingga menyentuh dasar tabung.
  4. Catatlah hasil dari pengukuran.

Prinsip dasar dalam menggunakan jangka sorong adalah mengendorkan pengunci yang terdapat di alat tersebut dan gerakkan rahang geser sesuai dengan keperluan. Untuk mengukur panjang atau diameter luar dari suatu benda maka jepitlah benda tersebut di antara dua rahang.

Panjang dari benda yang diukur secara langsung dengan membaca skala utama hingga 0,1 cm dan kemudian menambahkan hasil dari pembacaan skala noninus hingga 0,001 cm.

 

Cara Membaca Jangka Sorong

membaca jangka sorong

Pertama-tama adalah memperhatikan skala utama yang berhimpit dengan angka nol yang terdapat pada skala noninus. Seperti gambar di atas terlihat bahwa angka yang tunjukan skala utama berhimpit di antara angka 4,7 cm dan dan 4,8 cm. Kemudian perhatikanlah skala noninus dengan yang segaris dengan skala utama, menurut gambar 4 ditunjukkan dengan angka 4.

Perhatikan pembagian skala yang terdapat pada skala noninus, dan apabila skala tersebut dibagi menjadi 10 maka hasil dari skala noninus dikalikan dengan 1/10 mm. lalu bila dibagi 20 maka hasil dari skala noninus dikalikan dengan 1/20 mm, Dan bila dibagi 50 maka hasil dari skala noninus dikalikan dengan 1/50 mm.

Setelah diketahui jumlah skala utama dan skala noninusnya kemudian jumlahkan keduanya. Maka berdasarkan contoh di atas dapat dibaca hasil pengukurannya sebesar :

Hasil = Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x skala terkecil jangka sorong) = Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x 0,01 cm).

X = 0,005 cm (3 buah angka desimal), maka hasil pembacaan pengukuran harus dinyatakan dalam 3 desimal. Namun tidak perlu menaksir angka terakhir (angka desimal ke-3) dan kamu hanya perlu memberikannya nilai 0 untuk nilai desimal ke-3. Sehingga hasil dari pengukuran jangka sorong dapat dilaporkan sebagai berikut :

Panjang L = xo ¬ + xD

Sehingga hasil dari pengukurannya adalah sebagai berikut :

4,7 cm + (0,4 x 0,01) cm = 4,7 cm + 0,004 cm = 4,704 cm
Jadi, L = (4,704 + 0,005) cm

 

Contoh Soal dan Pembahasan

Berapakah panjang dari benda yang akan di ukur menggunakan jangka sorong berikut jika dalam skala utama dan skala noninus nya tampak sebagai berikut :

contoh soal jangka sorong

Jawaban :

Lingkaran Biru berada di 5, 3.. cm, dan akan didapatkan di lingkaran “merah”
Lingkaran Merah = 5
Jadi hasilnya  = 5,35 cm

contoh soal jangka sorong

 

Cara Membaca Jangka Sorong Dalam Satuan Metris

Berikut ini adalah beberapa cara untuk membaca jangka sorong, antara lain

 

Cara Membaca Jangka Sorong dengan Noninus Puluhan

cara membca jangka sorong noninus puluhan

Dari gambar yang terdapat di atas maka hasil yang akan didapatkan adalah 31 mm + 4 (0,1) mm = 31,4 mm

 

Cara Membaca Jangka Sorong dengan Noninus Dua Puluhan

Berikut inni adalah cara membaca jangka sorong dnegan noninus dua puluhan,

cara membaca jangka sorong noninus 2 puluhan

 

Cara Membaca Jangka Sorong dengan Noninus Lima Puluhan

Berikut ini adalah Cara Membaca Jangka Sorong dengan Noninus Lima Puluhan,

cara membaca jangka sorong noninus 5 puluhan

Cara Membaca Jangka Sorong dengan satuan inchi

Dalam pembahasan yang satu ini hanya bisa digunakan jika jangka sorong melakukan pengukuran menggunakan satuan inchi dengan tingkat ketelitian hingga 1/128 inchi.

cara membaca jangka sorong noninus inchi

Berdasarkan gambar di atas maka akan di peroleh pengukuran dengan besar :

4+6/8+2(1/128) = 4 + 22/128 + 2/128)4 + 24/128
= 4 1/32”

 

Cara Membaca Skala Ukur dengan Menggunakan Jangka Sorong yang Memiliki Ketelitian 0,05 mm

cara membaca jangka sorong ketelitian 0,05 mm

 

Cara Membaca Skala Ukur dengan Menggunakan Jangka Sorong yang Memiliki Ketelitian 0,02 mm

cara membca jangka sorong ketelitian 0,02 mm

 

Rumus Untuk Membaca Hasil Pengukuran Jangka Sorong

Hasil = Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x skala terkecil jangka sorong) = Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x 0,01 cm).

 

Jenis-Jenis Jangka Sorong

Jangka sorong adalah salah satu alat ukur panjang yang memiliki beberapa jenis. Berikut ini adalah jenis-jenis dari jangka sorong beset dengan gambarnya.

1. Jangka Sorong Manual/Biasa

Jangka sorong yang satu ini adalah jenis jangka sorong yang paling sering ditemui dan juga digunakan. Cara pembacaan dari jangka sorong yang satu ini dilakukan seperti membaca meteran rol.

jenis jangka sorong biasa

 

2. Jangka Sorong Jam/Arloji

Jangka sorong yang satu ini adalah jangka sorong yang dalam pengukurannya menggunakan jarum yang ditempelkan pada bagian muka jangka sorong (dengan stoper). Jenis jangka sorong yang satu ini menggunakan alat yang hampir sama dengan jam uruk melihat skala noninus dan sangat berfungsi untuk menginterpolasikan posisi garis indeks terhadap skala yang terdapat pada batang ukur. Gerakan translasi peluncur yang ada juga diubah menjadi jerakan yang sesuai dengan putaran jarum jam dengan menggunakan perantaran roda gigi yang terdapat dalam poros jam ukur dan juga batang bergerigi yang dilekatkan pada setiap batang ukur.

jenis jangka sorong jam

 

3. Jangka Sorong Digital

Jangka sorong digital adalah jenis jangka sorong yang sangat mudah digunakan dan tentunya sangat praktis karena dalam melakukan pembacaan, jangka sorong ini menggunakan display digital.

jenis jangka sorong digital

 

4. Jangka Sorong Ketinggian

jenis jangka sorong ketinggian

Jenis jangka sorong yang satu ini di khususkan untuk mengukur ketinggian dari suatu benda. Jangka sorong ketinggian atau kaliber tinggi adalah alat ukur yang dilengkapi oleh rahang ukur yang dapat bergerak secara vertikal (ke atas dan ke bawah) pada sebuah batang yang memiliki skala tegak lurus dengan landasannya.

Pemukaan rahang ukur dari jangka sorong yang satu ini dibuat sejajar dengan alasnya, sehingga garis ukur dapat tegak lurus dengan permukaan dimana landasan tersebut diletakkan. Oleh sebab itulah mengapa dalam melakukan pengukuran menggunakan jangka sorong jenis ini haruslah pada permukaan yang rata.

 

5. Jangka Sorong Tak Sebidang

jenis jangka sorong tak sebidang

 

6. Jangka Sorong Diameter Alur Dalam

jangka sorong alur dalam

 

7. Jangka Sorong Pipa

jenis jangka sorong pipa

 

Nah, itulah beberapa hal yang berhubungan dengan jangka sorong, jadi pada intinya jangka sorong adalah salah satu alat pengukur panjang yang digunakan untuk mengukur panjang suatu benda baik itu berupa diameter luar, diameter dalam, kedalaman suatu benda, dan masih banyak lagi, selain itu jangka sorong juga memiliki tingkat ketelitian hingga 0,01 mm. Sein itu jangka sorong juga memiliki banyak sekali macamnya seperti yang sudah kita sebutkan dan bahas di atas.

Jadi, semoga dengan adanya artikel ini dapat membatu kalian semua untuk menambah ilmu pengetahuan kalian semua terutama tentang jangka sorong baik itu cara menggunakan jangka sorong, dan cara menghitung jangka sorong, serta jenis-jenis dari jangka sorong. Dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangka Sorong: Cara Menghitung, Menggunakan, Membaca Jangka Sorong, Contoh Soal

Jangka Sorong: Cara Menghitung, Menggunakan, Membaca Jangka Sorong, Contoh Soal
By : Hasif Priyambudi 14 min read

Cara Menggunakan Jangka Sorong – Dalam melakukan pengukuran terhadap panjang benda, kita dapat menggunakan berbagai macam alat ukur yang bisa bisa digunakan untuk mengetahui panjang dari suatu benda, seperti mistar, rolmeter, jangka sorong, mikrometer sekrup. Setiap alat ukur memiliki ketelitian yang berbeda beda, sehingga suatu alat ukur semakin teliti maka kran benda tersebut bisa mendekati ukuran yang sebenarnya.

Salah satunya adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda seperti bola, diameter luar tabung, dan lainnya dapat menggunakan mikro meter sekrup dan agar mendapat mendapatkan hasil yang lebih spesifik kita bisa menggunakan alat ukur jangka sorong.

Nah pada kesempatan kali ini kami akan memberikan sedikit materi tentang jangka sorong lebih dalam. Jadi jika kamu penasaran dengan jangka sorong atau ingin tahu lebih dalam tentang jangka sorong, berikut adalah pembahasannya.

 

Penemu Jangka Sorong

penemu jangka sorong Pierre Vernier

Jangka sorong pertama kali di temukan oleh seorang ahli teknik yang berasal dari Prancis yakni Piere Varnier. Varnier juga merupakan seorang penemu jangka sorong yang ahli di bidang matematika dan ia juga penemu instrumen. Ia lahir di Ornans, Franche-Comté, Spanyol Habsbur yang sekarang sudah menjadi Prancis pada tanggal 19 Agustus 1580. Dan ia menghembuskan nafas terakhirnya di tempat yang sama dengan tempat kelahirannya pada tangga; 14 September 1637.

Selain menemukan jangka orang, ia juga menemukan eponim yang merupakan skala varnier. Skala varnier sendiri merupakan sebuah perangkat pengukuran yang ada pada jangka sorong.

 

Pengertian Jangka Sorong

Menurut sang penemu yakni Varnier Caliper, jangka sorong merupakan sebuah alat ukur panjang yang dapat digunakan untuk mengukur suatu benda dengan ketelitian hingga 0,1 mm. Dan maksimum pengukuran panjang suatu benda menggunakan jangka sorong adalah 20 cm. Dan keuntungan dari penggunaan jangka sorong adalah dapat mengukur panjang suatu benda dengan skala yang kecil, seperti untuk mengukur diameter kelereng, cincin, tabung, kedalaman tabung, dan masih banyak lagi benda yang berskala kecil lainnya.

 

Fungsi Jangka Sorong

Jangka sorong memiliki beberapa fungsi yang sangat berguna pada saat-saat tertentu seperti :

  1. Untuk mengukur panjang benda dengan mencapit sisi lara benda tersebut. Dan dalam mengukur sisi suatu benda biasanya berbentuk lubang seperti pada pipa dengan cara mengulurnya.
  2. Dapat digunakan untuk mengukur kedalaman suatu lubang atau celahdengancara menancapkan benda tersebut pada bagian pengukur.
  3. Dapat digunakan untuk mengukur ketebalan dari suatu benda.
  4. Dapat digunakan untuk diameter luar dan dalam suatu benda.
  5. Dapat digunakan untuk mengukur kedalaman suatu benda.

 

Kelebihan dan Kekurangan Jangka Sorong

Setiap alat ukur yang digunakan untuk mencari panjang pastilah memiliki kelebihan dan juga kekurangan, berikut ini adalah kekurangan dan kelebihan dari penggunaan jangka sorong,

 

Kelebihan Jangka Sorong

Berikut ini adalah beberapa kelebihan jangka sorong, antara lain.

  1. Ketelitian yang terdapat pada jangka sorong lumayan baik karena, karena ketelitian dari jangka sorong hingga 0,1 mm.
  2. Dapat digunakan untuk mengukur diameter sisi luar suatu benda dengan cara menjapit benda tersebut.
  3. Dapat digunakan untuk mengukur diameter sisi dalam dari suatu benda dengan cara di ulur.
  4. Dapat digunakan untuk mengukur kedalaman.
  5. Memiliki harga yang relatif murah dan juga terjangkau.

Kekurangan Jangka Sorong

Berikut ini adalah beberapa kekurangan jangka sorong, antara lain.

  1. Tidak dapat digunakan untuk mengukur benda yang memiliki skala yang besar.
  2. Dapat terjadinya pemuaian terhadap alat pengukur yang satu ini.
  3. Karena sensor yang dimiliki oleh jangka sorong berkontak langsung dengan benda kerja jadi dapat terjadinya kemungkinan ketidakrataan pada kedua sensor atau kedua rahang apa bila terjadi goresan atau benturan.

 

Cara Merawat jangka Sorong

Bagaimana cara merawat jangka sorong juga dapat berpengaruh pada awet atau tidaknya jangka sorong. Karena jika jangka sorong di simpan pada tempat yang memiliki suhu yang kurang stabil maka jangka sorong akan mengalami pemuaian atau penyusutan, selain itu terjadinya goresan atau benturan terhadap jangka sorong juga dapat menyebabkan kerusakan pada jangka sorong. Maka dari itu jangka sorong sebaiknya disimpan di tempat yang memiliki suhu kamar dan di letakkan di dalam kotak agar hal-hal yang tidak diinginkan seperti di atas tidak terjadi.

 

Bagian-Bagian Jangka Sorong

Secara umum, jangka sorong sendiri memiliki 3 bagian yakni rahang tetap dan rahang geser. Dan pada setiap rahang yang dimiliki jangka sorong juga memiliki skalanya masing-masing yakni skala utama yang berada pada rahang tetap dan skala noninus (vernier) yang terdapat pada rahang geser. Berikut ini adalah gambar beserta dengan keterangan bagian-bagian pada jangka sorong.

bagian jangka sorong

Keterangan

  1. Rahang dalam terdiri atas rahang tetap dan rahang geser, dan digunakan untuk mengukur benda bagian luar seperti ketebalan benda, diameter luar benda, dan lain-lain.
  2. Rahang luar terdiri dari rahang tetap dan rahang geser, dan dapat digunakan sebagai alat pengukur bagian dalam suatu benda seperti diameter tabung, dan lain-lain.
  3. Depth Probe merupakan bagian yang dapat digunakan sebagai pengukur kedalaman pada suatu benda misalnya kedalaman suatu tabung.
  4. Skala utama (cm), memberikan bentuk pengukuran dengan satuan sentimeter (cm).
  5. Skala (inchi) memberikan bentuk pengukuran dengan satuan inchi.
  6. Skala noninus (mm) memberikan bentuk pengukuran fraksi dengan satuan milimeter (mm).
  7. Skala noninus (inchi) memberikan bentuk pengukuran fraksi dengan satuan inchi.
  8. Pengunci, berfungsi untuk melakukan penguncian atau menahan bagian-bagian jangka sorong pada saat melakukan pengukuran, salah satunya adalah pada bagian rahang gerak.

 

Prinsip Kerja Jangka Sorong

Seperti yang sudah di jelaskan di atas, jangka sorong memiliki dua skala yakni skala utama dengan besar skala minimal adalah 1mm atau 0,1cm dan juga skala noninus.

Sepuluh skala utama memiliki panjang 1 cm, atau bisa dikatakan bahwa jarak 2 skala utama yang sering berdekatan adalah 0,1 cm. Dan di sisi lain skala noninus memiliki panjang 0,9 cm atau yang bisa dikatakan bahwa jarak 2 skala noninus yang saling berdekatan adalah 0,009 cm. Jadi perbedaan antara skala utama dengan skala noninus adalah 0,1 cm – 0,09 cm = 0,01cm atau 0,1mm. Jadi skala terkecil dari jangka sorong adalah 0,1 mm atau 0,01 cm.

jangka sorong analog

Ketelitian yang terdapat pada jangka sorong adalah setengah dari skala terkecil atau ½ x 0,1 mm = 0,05 mm. Dengan ketelitian sebesar 0.05 mm atau 0,005 cm maka jangka sorong sangat direkomendasikan untuk mengukur benda dengan skala kecil seperti diameter dari kelereng ataupun diameter dari cincin dengan hasil yang lebih akurat dari pada menggunakan alat ukur yang lain.

Prinsip utama pada jangka sorong terdapat pada kunci yang terdapat pada jangka sorong yang dapat direnggangkan dan juga dikencangkan sesuai dengan kebutuhan dengan menyegerakan skala noninus atau rahang geser. Cara mengukurnya adalah dengan menjepit benda yang akan di ukur dengan kedua rahang yang ada pada jangka sorong.

Panjang dari suatu benda yang diukur dapat ditentukan dengan membaca skala utama hingga 1/10 cm atau 0,1 cm dan kemudian hasil pembacaan pada skala noninus hingga 1/1000 cm atau 0,001 cm.

 

Kalibrasi Jangka Sorong

Cara melakukan dikalibrasi jangka sorong alah dengan menggeser atau mendorong rahang geser hingga menyentuh rahang tetap. Apabila rahang di geser hingga berada posisi yang tepat tani beda di angka nol, maka angka nol pada skala utama dan angka skala noninus saling terhimpit terhadap satu garis, itu berarti jangka sorong sudah terkalibrasi dan sudah siap untuk digunakan. Seperti yang ditunjukkan ada gambar yang ada di bawah ini.

kalibrasi jangka sorong

 

Cara Menggunakan Jangka Sorong

Berikut ini adalah cara dalam penggunaan jangka sorong dalam mengukur suatu benda baik itu diameter luar, diameter dalam, dan juga kedalaman suatu benda.

 

Cara Memakai Jangka Sorong Untuk Mengukur Diameter Luar Suatu Benda

mengukur diameter luar benda

  • Bukalah rahang jangka dengan mengendorkan sekrup pengunci yang terdapat pada jangka sorong, lalu geser rahang geser ke kanan hingga benda yang akan di ukur dapat masuk di antara kedua rahang.
  • Masukan benda yang akan diukur di atara dua rahang.
  • Geser kembali rahang geser menuju ke kiri hingga benda yang akan diukur dapat terjepit dan kemudian kuncup menggunakan sekrup pengunci.
  • Lalu catatlah hasil dari pengukuran.

 

Cara Memakai Jangka Sorong Untuk Mengukur Diameter Dalam Suatu Benda

mengukur diameter dalam

  1. Kendorkan sekrup pengunci pada jangka sorong.
  2. Lalu geserlah rahang geser sedikit ke kanan.
  3. Letakkan benda yang akan di ukur diameter dalamnya seperti gambar di atas sehingga rahang atas pada jangka sorong dapat dimasuki oleh benda yang akan di ukur.
  4. Lalu geser kembali rahang atas jangka sorong ke sebalah kiri hingga menyentuh kedua sisi dalam benda yang akan di ukur.
  5. Lalu kuncilah menggunakan sekrup pengunci pada jangka sorong.
  6. Dan yang terakhir adalah mencatat hasil pengkuran.

 

Cara Memakai Jangka Sorong Untuk Mengukur Kedalaman Suatu Benda

mengukur kedalaman benda

  1. Letakkan tabung yang akan diukur kedalamannya dalam posisi tegak.
  2. Lalu posisikan jangka seperti gambar dalam posisi tegak seperti gambar di atas dengan meletakkan ujung jangka sorong pada permukaan tabung yang akan diukur.
  3. Geserlah rahang geser menuju ke bawah hingga menyentuh dasar tabung.
  4. Catatlah hasil dari pengukuran.

Prinsip dasar dalam menggunakan jangka sorong adalah mengendorkan pengunci yang terdapat di alat tersebut dan gerakkan rahang geser sesuai dengan keperluan. Untuk mengukur panjang atau diameter luar dari suatu benda maka jepitlah benda tersebut di antara dua rahang.

Panjang dari benda yang diukur secara langsung dengan membaca skala utama hingga 0,1 cm dan kemudian menambahkan hasil dari pembacaan skala noninus hingga 0,001 cm.

 

Cara Membaca Jangka Sorong

membaca jangka sorong

Pertama-tama adalah memperhatikan skala utama yang berhimpit dengan angka nol yang terdapat pada skala noninus. Seperti gambar di atas terlihat bahwa angka yang tunjukan skala utama berhimpit di antara angka 4,7 cm dan dan 4,8 cm. Kemudian perhatikanlah skala noninus dengan yang segaris dengan skala utama, menurut gambar 4 ditunjukkan dengan angka 4.

Perhatikan pembagian skala yang terdapat pada skala noninus, dan apabila skala tersebut dibagi menjadi 10 maka hasil dari skala noninus dikalikan dengan 1/10 mm. lalu bila dibagi 20 maka hasil dari skala noninus dikalikan dengan 1/20 mm, Dan bila dibagi 50 maka hasil dari skala noninus dikalikan dengan 1/50 mm.

Setelah diketahui jumlah skala utama dan skala noninusnya kemudian jumlahkan keduanya. Maka berdasarkan contoh di atas dapat dibaca hasil pengukurannya sebesar :

Hasil = Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x skala terkecil jangka sorong) = Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x 0,01 cm).

X = 0,005 cm (3 buah angka desimal), maka hasil pembacaan pengukuran harus dinyatakan dalam 3 desimal. Namun tidak perlu menaksir angka terakhir (angka desimal ke-3) dan kamu hanya perlu memberikannya nilai 0 untuk nilai desimal ke-3. Sehingga hasil dari pengukuran jangka sorong dapat dilaporkan sebagai berikut :

Panjang L = xo ¬ + xD

Sehingga hasil dari pengukurannya adalah sebagai berikut :

4,7 cm + (0,4 x 0,01) cm = 4,7 cm + 0,004 cm = 4,704 cm
Jadi, L = (4,704 + 0,005) cm

 

Contoh Soal dan Pembahasan

Berapakah panjang dari benda yang akan di ukur menggunakan jangka sorong berikut jika dalam skala utama dan skala noninus nya tampak sebagai berikut :

contoh soal jangka sorong

Jawaban :

Lingkaran Biru berada di 5, 3.. cm, dan akan didapatkan di lingkaran “merah”
Lingkaran Merah = 5
Jadi hasilnya  = 5,35 cm

contoh soal jangka sorong

 

Cara Membaca Jangka Sorong Dalam Satuan Metris

Berikut ini adalah beberapa cara untuk membaca jangka sorong, antara lain

 

Cara Membaca Jangka Sorong dengan Noninus Puluhan

cara membca jangka sorong noninus puluhan

Dari gambar yang terdapat di atas maka hasil yang akan didapatkan adalah 31 mm + 4 (0,1) mm = 31,4 mm

 

Cara Membaca Jangka Sorong dengan Noninus Dua Puluhan

Berikut inni adalah cara membaca jangka sorong dnegan noninus dua puluhan,

cara membaca jangka sorong noninus 2 puluhan

 

Cara Membaca Jangka Sorong dengan Noninus Lima Puluhan

Berikut ini adalah Cara Membaca Jangka Sorong dengan Noninus Lima Puluhan,

cara membaca jangka sorong noninus 5 puluhan

Cara Membaca Jangka Sorong dengan satuan inchi

Dalam pembahasan yang satu ini hanya bisa digunakan jika jangka sorong melakukan pengukuran menggunakan satuan inchi dengan tingkat ketelitian hingga 1/128 inchi.

cara membaca jangka sorong noninus inchi

Berdasarkan gambar di atas maka akan di peroleh pengukuran dengan besar :

4+6/8+2(1/128) = 4 + 22/128 + 2/128)4 + 24/128
= 4 1/32”

 

Cara Membaca Skala Ukur dengan Menggunakan Jangka Sorong yang Memiliki Ketelitian 0,05 mm

cara membaca jangka sorong ketelitian 0,05 mm

 

Cara Membaca Skala Ukur dengan Menggunakan Jangka Sorong yang Memiliki Ketelitian 0,02 mm

cara membca jangka sorong ketelitian 0,02 mm

 

Rumus Untuk Membaca Hasil Pengukuran Jangka Sorong

Hasil = Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x skala terkecil jangka sorong) = Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x 0,01 cm).

 

Jenis-Jenis Jangka Sorong

Jangka sorong adalah salah satu alat ukur panjang yang memiliki beberapa jenis. Berikut ini adalah jenis-jenis dari jangka sorong beset dengan gambarnya.

1. Jangka Sorong Manual/Biasa

Jangka sorong yang satu ini adalah jenis jangka sorong yang paling sering ditemui dan juga digunakan. Cara pembacaan dari jangka sorong yang satu ini dilakukan seperti membaca meteran rol.

jenis jangka sorong biasa

 

2. Jangka Sorong Jam/Arloji

Jangka sorong yang satu ini adalah jangka sorong yang dalam pengukurannya menggunakan jarum yang ditempelkan pada bagian muka jangka sorong (dengan stoper). Jenis jangka sorong yang satu ini menggunakan alat yang hampir sama dengan jam uruk melihat skala noninus dan sangat berfungsi untuk menginterpolasikan posisi garis indeks terhadap skala yang terdapat pada batang ukur. Gerakan translasi peluncur yang ada juga diubah menjadi jerakan yang sesuai dengan putaran jarum jam dengan menggunakan perantaran roda gigi yang terdapat dalam poros jam ukur dan juga batang bergerigi yang dilekatkan pada setiap batang ukur.

jenis jangka sorong jam

 

3. Jangka Sorong Digital

Jangka sorong digital adalah jenis jangka sorong yang sangat mudah digunakan dan tentunya sangat praktis karena dalam melakukan pembacaan, jangka sorong ini menggunakan display digital.

jenis jangka sorong digital

 

4. Jangka Sorong Ketinggian

jenis jangka sorong ketinggian

Jenis jangka sorong yang satu ini di khususkan untuk mengukur ketinggian dari suatu benda. Jangka sorong ketinggian atau kaliber tinggi adalah alat ukur yang dilengkapi oleh rahang ukur yang dapat bergerak secara vertikal (ke atas dan ke bawah) pada sebuah batang yang memiliki skala tegak lurus dengan landasannya.

Pemukaan rahang ukur dari jangka sorong yang satu ini dibuat sejajar dengan alasnya, sehingga garis ukur dapat tegak lurus dengan permukaan dimana landasan tersebut diletakkan. Oleh sebab itulah mengapa dalam melakukan pengukuran menggunakan jangka sorong jenis ini haruslah pada permukaan yang rata.

 

5. Jangka Sorong Tak Sebidang

jenis jangka sorong tak sebidang

 

6. Jangka Sorong Diameter Alur Dalam

jangka sorong alur dalam

 

7. Jangka Sorong Pipa

jenis jangka sorong pipa

 

Nah, itulah beberapa hal yang berhubungan dengan jangka sorong, jadi pada intinya jangka sorong adalah salah satu alat pengukur panjang yang digunakan untuk mengukur panjang suatu benda baik itu berupa diameter luar, diameter dalam, kedalaman suatu benda, dan masih banyak lagi, selain itu jangka sorong juga memiliki tingkat ketelitian hingga 0,01 mm. Sein itu jangka sorong juga memiliki banyak sekali macamnya seperti yang sudah kita sebutkan dan bahas di atas.

Jadi, semoga dengan adanya artikel ini dapat membatu kalian semua untuk menambah ilmu pengetahuan kalian semua terutama tentang jangka sorong baik itu cara menggunakan jangka sorong, dan cara menghitung jangka sorong, serta jenis-jenis dari jangka sorong. Dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *