Sandy Kurnia Fajar Penyuka hewan seperti kucing, aku juga suka pemrograman dan merupakan sobat bucin.

Isi Tritura: Latar Belakang, Tujuan, Dampak, Tokoh, Supersemar

3 min read

isi tritura

Pada tanggal 12 januari tahun 1966 KAMI dan KAPPI menggencarkan satuan aksi dengan gabungan Front pancasila dengan mendatangi DPR untuk menuntut Tritura atau Tri Tuntutan Rakyat (tiga tuntutan rakyat).

Bagi kalian yang belum tau apa itu Tritura, pada kesempatan kali ini Mastekno akan berbagi artikel yang membahas terkait Isi Tritura, latar belakang tujuan, dampak, supersemar, dan tokoh tritura. Simak pembahasannya di bawah ini.

 

Isi Tritura

Berikut dibawah ini merupakan isi dari Tritura. Isi Tritura :

  1. Pembubaran PKI beserta ormas-ormasnya
  2. Perombakan kabinet Dwikora
  3. Turunkan harga sembako

 

 

Latar Belakang Tritura

Latar belakang tritura terjadi ketika ada gelombang demonstrasi yang melakukan penuntutan untuk membubarkan PKI dengan semakin keras, tetapi pemerintah tidak langsung mengambil tindakan. Pada saat itu keadaan negara Indonesia sangat parah, dari segi ekonomi ataupun politik.

Harga barang dan kebutuhan pokok naik dengan sangat tinggi terutama pada Bahan bakar minyak. Di tanggal 12 Januari 1966 organisasi KAMI dan KAPPI memelopori suatu kesatuan aksi yang tergabung di dalam Front Pancasila untuk mendatangi DPR-GR dan menuntut Tritura.

Mulai dari Pembubaran PKI beserta ormas – ormasnya, Perombakan kabinet Dwikora, dan Turunkan harga pangan. Tuntutan yang pertama dan kedua sudah pernah diserukan KAP-Gestapu atau Kesatuan Aksi Pengganyangan Gerakan 30 September.

Sedangkan untuk tuntutan ketiga merupakan tuntutan yang baru diserukan pada saat itu. Tuntutan yang ketiga ini sangat berkaitan dengan kepentingan banyak orang.

Kemudian di 21 Februari 1966 Presiden Soekarno mengumumkan reshuffle kabinet. Kabinet itu berisi sekumpulan simpatisan PKI. Kejadian itu menyulut kembali mahasiswa untuk melakukan aksi demonstrasinya. Lalu terjadilah di Tanggal 24 Februari 1966 mahasiswa melakukan boikot pelantikan menteri baru.

Ketika insiden itu terjadi, seorang mahasiswa yang bernama Arif Rahman Hakim menjadi salah satu korban dan meninggal. Di tanggal 25 Februari 1966 KAMI lalu dibubarkan, tetapi hal itu tidak mengurangi antusias gerakan mahasiswa melanjutkan Tritura (Tri Tuntutan Rakyat).

Hingga akhirnya pada 11 Maret 1966 keluarlah Surat peritah yang lebih sering dikenal sebagai Supersemar dari Soekarno untuk memerintahkan Soeharto mengambil tindakan yang diperlukan sebagai upaya memulihkan ketertiban dan keamanan.

 

 

Tujuan Tritura

Pada dasarnya ada 2 tujuan dari tritura, berikut di bawah ini adalah tujuan tritura :

  1. Merongrong kepemimpinan, kebijakan, dan kewibawaan Presiden.
  2. Kepentingan pengganyangan terhadap Nekolim dan proyek British Malaysia.

 

 

Dampak Tritura

Ada dua dampak dari terjadinya peristiwa tritura, yaitu dampak negatif atau buruk dan dampak positif atau baik ketika peristiwa tersebut. Di bawah ini dampak negatif tritura dan dampak positif tritura :

 

Dampak Positif Tritura

Terjadinya pembubaran PKI serta organisasi yang terkait, dimana organisasi tersebut sangat mengancam ideologi bangsa pada masa sebelumnya. Selain itu juga melakukan pembersihan kabinet Dwikora.

 

Dampak Negatif Tritura

Terjadinya pelanggaran HAM (Hak Asasi manusia) pada saat masa orde baru.

Baca Juga: Pengertian Konflik Sosial.

 

Tokoh Tritura

Di bawah ini adalah beberapa tokoh yang berperan di dalam peristiwa Tritura :

  1. D.N. Aidit
  2. Muhammad Arief
  3. Wikana
  4. Chaerul Saleh
  5. Letkol Untung Syamsuri
  6. Syam Kamaruzzaman
  7. Trubus Soedarsono
  8. Lukman Njoto
  9. Lettu Doel Arif
  10. Sudisman
  11. Brigjen Soepardjo
  12. Ir. Sakirman
  13. M.H. Lukman
  14. Ibnu Parna

 

 

SUPERSEMAR (Surat Perintah 11 Maret)

Untuk mengatasi terjadinya krisis politik pada tanggal 11 Maret 1966 Soekarno menggelar rapat kabinet. Namun, hal tersebut ternyata palah diboikot oleh para pengunjuk rasa yang terus menuntut Presiden Soekarno untuk membubarkan PKI, mereka melakukan pengempesan ban kendaraan yang mengarah ke istana.

Presiden berbicara di persidangan, dia diberitahu oleh Brigjen Sabur, Komandan Cakrabirawa jika ada kekuatan di luar istana yang tidak dikenali.

Meskipun komandan militer V / Jaya Amir Machmud memberikan jaminan bahwa dapat melakukan pengamanan situasi, namun Presiden Soekarno masih merasa khawatir dan dengan segera meninggalkan sidang.

Aksi ini diikuti oleh Waperdam I Dr.Subandrio dan Waperdam III Dr.Chaerul Saleh, yang bersama dengan Presiden segera ke Bogor dengan menggunakan helikopter. Sidang ini ditutup oleh Wakil Waperdam II Dr.J. Leimena, yang kemudian Ia ikut menyusul ke Bogor menggunakan mobil.

Di sisi lain tiga perwira tinggi Angkatan Darat, yaitu Mayor Basuki Rahmat, Brigjen Jusuf, dan Brigadir Amir Machmud, dimana Ia ikut sidang paripurna Kabinet, setuju untuk mengikuti Presiden Soekarno ke Bogor.

Sebelum pergi, ketiga perwira tinggi itu meminta izin kepada atasannya yaitu Panglima Angkatan Darat Jenderal Soeharto, yang juga sebagai komandan Kopkamtib.

Supersemar berisi mandat untuk Letnan Jenderal Soeharto sebagai Panglima Tentara dan Pangkopkamtib untuk memulihkan kondisi dan pemerintah otoritas. Dalam menjalankan tugas tersebut, penerima mandat yang diperlukan untuk melaporkan segala sesuatu kepada presiden.

Mandat ini kemudian dikenal sebagai Surat Perintah 11 Maret (Supersemar). Keluar Supersemar dianggap sebagai tonggak lahirnya Orde Baru.

Tindakan pertama yang dilakukan Soeharto pada hari berikutnya setelah menerima surat perintah tersebut yaitu membubarkan dan melarang PKI dan organisasi massanya dari tanggal 12 Maret 1966.

 

Baik seperti itulah aritkel kali ini dari Mastekno terkait Tritura. Mudah – mudahan artikel kali ini bisa membantu teman – teman yang sedang mencari pegnetahuan terkait Tritura.


Sandy Kurnia Fajar Penyuka hewan seperti kucing, aku juga suka pemrograman dan merupakan sobat bucin.
DarkLight