Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~

Integrasi Sosial: Pengertian, Bentuk, Proses, Contoh, Faktor

10 min read

integrasi sosial lengkap

Kembali lagi bersama dengan mastekno yang selalu memberikan informasi-informasi berguna dan bermanfaat untuk kehidupan kalian. Kali ini mastekno akan membahas salah satu materi pelajaran yang dipelajari di sekolahan, yaitu Integrasi sosial.

Tentunya kalian sudah tidak asing dengan materi yang satu ini, karena memang materi ini pernah dipelajari dulu. Kalian yang datang ke sini pasti karena lupa akan materi tersebut kan? Tidak perlu khawatir, berikut  ini akan mastekno jelaskan secara ringkas tentang Integrasi sosial.

 

Pengertian Integrasi Sosial

pengertian integrasi sosial

Integrasi sosial merupakan gabungan dari dua kata, yaitu Integrasi yang dalam bahasa Inggris disebut “integration” artinya adalah kesempurnaan / keseluruhan, dan kata sosial yang artinya adalah hubungan atau timbal balik dari tindakan yang dilakukan oleh seseorang (masyarakat).

Tindakan yang sudah dilakukan oleh masyarakat ini muncul karena adanya gejala sosial mengenai keinginan dan harapan.

Jika gejala sosial dan keinginan ini tidak bisa dilakukan maka akan membuat munculnya masalah sosial. Pada akhirnya hal ini akan memicu terjadinya Integrasi atau konflik dalam masyarakat.

Yang dimaksud dengan Integrasi sosial adalah hubungan yang ada dalam unsur-unsur masyarakat yang saling berhubungan secara intensif dalam berbagai bidang kehidupan.

Ini berarti dalam Integrasi sosial akan terjadi pembauran dari beberapa unsur berbeda yang sehingga bisa bekerja sama dengan unsur lainnya.

 

Pengertian Integrasi Sosial Menurut Ahli

Berikut ini adalah beberapa pengertian Integrasi sosial menurut para ahlinya, yaitu sebagai berikut.

  • Penganut Pendekatan Konflik. Suatu masyarakat terintegrasi karena paksaan dari suatu kelompok atau satuan sosial yang dominan terhadap kelompok-kelompok atau satuan-satuan sosial lainnya.
  • Penganut Fungsionalisme Struktural. Sistem sosial selalu terintegrasi di atas dua landasan, yaitu konsensus nilai-nilai fundamental dan cross cutting affiliations.
  • Kun Maryati dan Juju Suryawati. Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur berbeda tersebut bisa meliputi kedudukan sosial, etnik, ras, bahasa, agama, sistem nilai, kebiasaan, norma.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Integrasi adalah pembauran sesuatu yang tertentu sampai menjadi satu kesatuan yang utuh, bulat.

Baca Juga: Pengertian Integrasi Nasional.

 

Proses Integrasi Sosial

proses integrasi sosial

Di dalam kehidupan bermasyarakat, tentunya terdapat sebuah gesekan antar individu atau pun kelompok yang mengakibatkan munculnya gejala sosial, perubahan politik, dan bahkan terjadinya konflik.

Namun tidak perlu khawatir karena kita bisa mengatasi ini dengan adanya proses integrasi untuk menyatukan kembali individu dan kelompok yang berbeda keyakinan atau paham tersebut. Lalu bagaimanakah proses integrasi sosial tersebut? Berikut proses dan penjelasannya.

 

Proses Interaksi

Proses Interaksi adalah proses pertama atau yang paling awal dalam membangun kerja sama yang dimulai dengan adanya kecenderungan dan niat positif yang berpotensi menjadikan aktivitas bersama.

 

Proses Identifikasi

Langkah yang selanjutnya setelah dilakukannya proses interaksi adalah  proses identifikasi. Proses identifikasi berlangsung disaat setiap pihak sudah bisa menerima dengan terbuka keberadaan dari pihak yang lain dengan menyeluruh.

Jadi proses identifikasi ini adalah proses yang tujuannya untuk memahami beragam karakter yang ada, latar belakang, dan kepentingan dari setiap pihak atau pihak lain.

 

Kerja sama (Cooperation)

Charles H. Cooley mengatakan bahwa kerja sama bisa terjadi jika setiap pihak sadar bahwa mereka mempunyai kepentingan yang sama. Dan

Dan pada saat yang bersamaan, mereka juga akan memiliki pengetahuan sekaligus pengendalian diri yang cukup untuk menggapai kepentingan bersama tersebut lewat kerja sama yang dilakukan.

Setelah hal tersebut bisa dipahami oleh setiap pihak, proses integrasi bisa berjalan lebih mudah karena masing-masing pihak sudah mau membuka diri untuk menjalin kerja sama yang positif tentunya.

 

Proses Akomodasi

Selanjutnya adalah akomodasi, akomodasi ini bisa diartikan sebagai langkah yang digunakan untuk mengatasi pertentangan tanpa membuat pihak lawan mengalami kehancuran.

Proses akomodasi ini dilakukan dengan semaksimal mungkin di setiap pihak supaya bisa mencapai kata sepakan dalam memenuhi tujuan tanpa ada pihak lain yang dirugikan.

 

Proses  Asimilasi

Proses asimilasi bisa diartikan sebagai cara yang ditanai dengan adanya kegiatan yang nyata untuk mengurangi perbedaan yang ada pada setiap individu atau kelompok yang sedang mengalami konflik.

Proses ini termasuk dalam usaha untuk menyatukan persepsi diantara kedua pihak yaitu dengan memerhatikan tujuan dan kepentingan mereka bersama.

 

Proses Integrasi

Yang terakhir adalah proses integrasi, proses integrasi ini bisa dipahami dengan adanya proses penyesuaian antara unsur yang ada dalam masyarakat majemuk sampai dengan terbentuknya keselarasan dalam hidup sosial bermasyarakat.

 

 

Syarat Integrasi Sosial

syarat integrasi sosial

Sebuah Integrasi sosial akan terbentuk dalam masyarakat jika kebanyakan anggota masyarakatnya memiliki suatu kesepakatan tentang batas-batas teritorial pada suatu wilayah atau negara tempat dimana mereka berada atau tinggal.

Bukan cuma itu saja, sebagian besar masyarakat juga harus sepakat tentang struktur kemasyarakatan yang dibuat.

Dalam hal ini adalah norma-norma, nilai-nilai, dan yang lebih tinggi adalah pranata-pranata sosial yang hidup dalam masyarakat. Ini dilakukan dengan tujuan mempertahankan keberadaan masyarakat-masyarakat tersebut.

Selain itu, karakteristik yang terbentuk juga menandai adanya batas dan corak dalam masyarakat tersebut. Menurut pendapat William F. Oburn dan Mayer Nimkoff, syarat dari berhasilnya Integrasi sosial adalah:

  • Anggota masyarakat merasa mereka berhasil untuk saling mengisi kebutuhan mereka satu sama lain. Ini berarti kebutuhan fisik berupa sandang dan juga pangan serta kebutuhan-kebutuhan sosialnya bisa dipenuhi oleh budayanya. Dengan terpenuhinya kebutuhan ini masyarakat akan saling menjaga keterikatan satu sama lain.
  • Masyarakat telah berhasil menciptakan consensus (Kesepakatan) bersama tentang normal-norma dan juga nilai-nilai sosial yang dijaga dan dijadikan pedoman dalam berinteraksi satu sama lain, termasuk menyepakati hal-hal yang dilarang dalam budaya mereka.
  • Norma-norma dan juga nilai sosial ini berlaku sudah cukup lama dan dijalankan dengan baik secara konsisten serta tidak mengalami perubahan. Norma dan nilai ini bisa dijadikan aturan baku.

 

 

Faktor Integrasi Sosial

faktor integrasi sosial

Ada beberapa faktor yang mengakibatkan terjadinya Integrasi sosial, baik itu faktor pendukung, faktor penghambat, faktor internal dan eksternal. Berikut ini akan kami jelaskan tentang faktor-faktor Integrasi sosial tersebut.

 

Faktor Pendorong

Faktor yang pertama yang menyelimuti Integrasi sosial adalah faktor pendorong. Faktor pendorong adalah faktor yang membuat Integrasi sosial ini bisa terjadi dan berjalan dengan baik, berikut adalah beberapa faktor pendorong Integrasi sosial, yaitu:

  • Kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi.
  • Toleransi terhadap adanya perbedaan.
  • Memunculkan sikap yang saling menghargai satu dengan lainnya.
  • Adanya persamaan dalam unsur kebudayaan.
  • Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat.
  • Adanya perkawinan campuran.
  • Dan adanya musuh bersama yang berasal dari luar.

 

Faktor Penghambat

Setelah kalian mengetahui faktor pendorong yang membuat Integrasi sosial ini bisa terjadi, kalian juga harus mengetahui faktor-faktor apa saja yang menghambat Integrasi sosial. Berikut adalah faktor-faktor Integrasi sosial, yaitu:

  • Masyarakat yang kurang akan ilmu pengetahuan.
  • Kondisi masyarakat yang terisolasi.
  • Adanya perasaan superior dari salah satu kelompok.
  • Tidak adanya penghargaan terhadap perbedaan.
  • Kurangnya rasa toleransi terhadap golongan berbeda yang lain.
  • Kurangnya kesadaran diri dalam setiap individu dalam menjaga persatuan dan juga kesatuan.
  • Adanya rasa tidak puas dengan ketimpangan sosial dan tidak meratanya sistem pembangunan.

 

Selain faktor pendorong dan penghambat, ada juga beberapa faktor lain yang menyelimuti Integrasi sosial, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Berikut ini adalah beberapa faktor internal dan eksternal yang memengaruhi Integrasi sosial dalam masyarakat.

 

Faktor Internal

Adapun faktor internal yang membuat terjadinya Integrasi sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut:

  • Adanya kesadaran diri sebagai makhluk sosial.
  • Tuntutan kebutuhan.
  • Jiwa dan semangat untuk gotong royong.

 

Faktor Eksternal

Selain faktor internal, ada juga faktor eksternal atau dari luar yang memengaruhi Integrasi sosial, yaitu:

  • Terbukanya kesempatan untuk berpartisipasi dalam kehidupan bersama.
  • Adanya konsensus nilai.
  • Tuntutan perkembangan zaman.
  • Persamaan dalam kebudayaan.
  • Persamaan visi, misi, tujuan.
  • Sikap toleransi.
  • Adanya tantangan dari luar.

 

Menurut Prof. Dr. Ramlam Surbakti ada 9 faktor yang memengaruhi kelompok masyarakat untuk terjadi Integrasi dalam komunitas bersama. Berikut adalah 9 faktor tersebut dan penjelasan singkatnya, yaitu:

 

  • Identitas bersama dari suatu komunitas bisa ada karena ikatan keaslian, kekerabatan, kedaerahan, kesamaan suku, tempat tinggal, bahasa, ras, dan adat istiadat.
  • Sakral. Maksud dari sakral di sini adalah ikatan-ikatan religius yang dipercayai sebagai hal yang berhubungan dengan kebenaran mutlak. Keyakinan sakral masyarakat ini terwujud dalam kepercayaan dan agama terhadap hal-hal supranatural.
  • Tokoh. Integrasi bisa terbentuk ketika dalam masyarakat ada seseorang atau beberapa tokoh pemimpin yang dihormati dan disegani karena kepemimpinannya yang karismatik.
  • Bhineka tunggal ika. Merupakan pemersatu bangsa yang majemuk untuk menggapai sebuah Integrasi suatu bangsa. Dalam suatu negara biasanya terdapat berbagai kelompok, suku, rasa, agama, dan golongan yang terbagi ke dalam kelompok-kelompok dimana satu kelompok dengan kelompok lain tidak saling melengkapi namun justru lebih kompetitif.
  • Perkembangan ekonomi. Perkembangan ekonomi ini melahirkan kerja dan spesialisasi pekerjaan yang menyokong kelangsungan hidup dari suatu fungsi ekonomi, yaitu untuk menghasilkan produk atau barang dan jasa atau layanan.
  • Homenogenitas kelompok. Di setiap lini kehidupan sosial selalu memiliki kemajemukan sosial, hanya pada tiap-tiap kehidupan sosial yang akan mempunyai intensitas berbeda-beda. Integrasi antar kemajemukan sosial akan terbentuk apabila antar elemen pembentuk struktur sosial berusaha membentuk Integrasi sosial dengan menekankan kesadaran untuk mengurangi intensitas perbedaan setiap elemen sosial.
  • Besar kecilnya kelompok. Apabila kehidupan sosial relatif kecil, maka akan lebih mudah untuk membentuk Integrasi sosial jika dibandingkan dengan kelompok yang mempunyai intensitas perbedaan yang lebih besar.
  • Mobilitas sosiogeografis. Mobilitas sosial ini artinya adalah perpindahan manusia dari tempat satu ke tempat lain dengan latar belakang dan tujuan. Biasanya mobilitas sosial yang terjadi di Indonesia ini di dominasi oleh tingginya urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota.
  • Efektivitas dan efisiensi komunikasi. Cepat dan lambatnya proses integrasi sosial dipengaruhi oleh tingkat efektivitas dan juga efisiensi komunikasi sosial, ini karena komunikasi adalah terjadinya interaksi sosial. Sedangkan interaksi adalah prasyarat terjadinya integrasi atau pun konflik sosial.

 

 

Contoh Integrasi Sosial

masyarakat multikultural lengkap

Supaya kalian lebih paham integrasi sosial, berikut ini adalah beberapa contoh integrasi yang ada dalam masyarakat Indonesia, baik itu dalam kehidupan kita sehari-hari, di lingkungan sekitar, sekolah, dan di manapun, yaitu:

  • Bersilaturahmi
  • Tidak mementungkan kepentingan sendiri
  • Bermain dengan teman sebaya, contoh bermain bulu tangkis dan sepak bola
  • Memberi salam ke orang yang dikenal
  • Mengisi hari kemerdekaan dengan kegiatan yang positif
  • Beribadah
  • Mengikuti upacara bendara setiap hari Senin dengan hikmat
  • Saling tolong menolong.
  • Mengembangkan kepribadian dan akhlak yang baik
  • Berperan aktif dalam melaksanakan siskamling
  • Melestarikan kebudayaan dengan mengikuti setiap pementasan yang ada
  • Sekaten
  • Mengikuti setiap kegiatan di sekolah dan luar sekolah
  • Bergotong royong
  • Akulturasi budaya Jawa, Islam, dan Hindu
  • Menanamkan nilai-nilai luhur berbangsa & bernegara
  • Tidak mengikuti pergaulan yang buruk seperti menggunakan narkoba, mabuk, menyontek, dan sebagainya
  • Tidak memaksakan kehendak kita ke orang lain
  • Menjaga dan memelihara lingkungan sekitar kita
  • Bersosialisasi
  • Kebutuhan utama bukan keinginan pribadi
  • Kerja kelompok dan diskusi
  • Mengikuti kegiatan di sekolah dan juga masyarakat
  • Menjadi orang yang berguna dan bermanfaat oleh orang lain
  • Tidak melakukan KKN (korupsi, kolusi, nepotisme).

 

 

Bentuk Integrasi Sosial

Adapun bentuk dari integrasi sosial adalah sebagai berikut:

  • Asimilasi, yaitu pembaharuan kebudayaan yang diikuti dengan ciri khas kebudayaan aslinya.
  • Akulturasi, yaitu penerimaan sebagian unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya. Contoh: Sekaten (akulturasi budaya Jawa, Islam dan Hindu).
  • Integrasi Normatif, yaitu integrasi yang terjadi karena ada beberapa norma yang berlaku di masyarakat. Contoh: masyarakat Indonesia yang disatukan dengan adanya semboyan Bhineka Tunggal Ika.
  • Integrasi Fungsional, yaitu integrasi yang didasari kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa. Dalam hal ini penguasa akan mengenakan cara koersif.

Selain 5 bentuk integrasi sosial di atas, ada dua bentuk lain dalam integrasi sosial, yaitu integrasi instrumental dan integrasi ideologi. Berikut adalah penjelasan dan ciri dari kedua bentuk integrasi tersebut.

 

Integrasi Instrumental

Integrasi Instrumental adalah integrasi yang terbentuk dari ikatan-ikatan sosial yang mengikat berbagai individu di lingkungan masyarakat. Berikut adalah ciri-ciri integrasi instrumental, diantaranya adalah:

  • Terdapat keseragaman atau kesamaan aktivitas sehari-hari.
  • Terdapat kepentingan atau norma tertentu yang mengikat atau instrumen.
  • Terdapat tujuan tertentu yang disesuaikan dengan kepentingan kelompok.
  • Terdapat kesamaan pakaian.

Baca Juga: Pengertian Sosial Asosiatif.

 

Integrasi Ideologi

Integrasi ideologi adalah bentuk integrasi yang tidak terlihat secara visual karena terbentuk lewat ikatan spiritual / ideologi yang kuat, berdasar dan mengikat.

Integrasi jenis ini memberikan gambaran tentang adanya pemahaman nilai, persepsi dan tujuan kelompok orang menjadi kesatuan sosial. Adapun ciri-ciri integrasi sosial, yaitu:

  • Terdapat persepsi, yaitu pandangan yang diilhami oleh nilai-nilai yang sama diantara anggota kelompok.
  • Terdapat persamaan nilai-nilai yang mendasar yang terbentuk dari kehendak diri sendiri, bukan dari dasar ikatan / paksaan.
  • Terdapat tujuan yang sama yang mengacu kepada prinsip-prinsip ideologi yang dipercaya atau dianut.
  • Terdapat persamaan orientasi kerja diantara para anggota kelompok.

 

 

Manfaat Integrasi Sosial

manfaat integrasi sosial

Setelah pembahasan di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa integrasi sosial ini sangat penting dan sangat berguna untuk kedamaian dari suatu Wilayah. Berdasarkan penjelasan di atas, manfaat integrasi sosial, yaitu:

  • Memberikan kenyamanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  • Membuat kehidupan dalam masyarakat menjadi lebih tenteram.
  • Memberikan sikap kepedulian antar sesama manusia, meskipun berbeda dalam hal suku, agama, budaya, bahasa, dan sebagainya.

 

Demikian informasi tentang pengertian integrasi sosial beserta proses, syarat, faktor, contoh, bentuk, dan manfaat integrasi sosial yang bisa mastekno sampaikan kepada kalian. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon dikoreksi.

Jika masih bingung dengan penjelasan di atas tadi, jangan sungkan untuk bertanya di kolom komentar, terima kasih.


Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~
DarkLight