Adi Pamungkas Temenya Dimas, sama-sama kontributor di mastekno

Indeks Harga: Pengertian, Tujuan, Ciri, Macam, Penyusunan, Metode

8 min read

indeks harga

Pernahkah kamu menyadari bahwa harga – harga setiap barang akan selalu mengalami kenaikan dan penurunan? Misalnya saja harga daging ayam maupun daging sapi atau kebutuhan pokok lainnya yang akan naik jika mendekati lebaran, hal tersebut karena banyak orang membutuhkan semua barang tersebut.

Karena harga barang akan terus mengalami kenaikan dan penurunan, maka dibutuhkan sebuah indeks harga untuk membandingkan variable dalam dua kurun waktu yang berbeda.

 

Pengertian Indeks Harga

indeks harga

Indeks harga adalah sebuah ukuran statistik yang dapat digunakan untuk menyatakan berbagai macam perubahan harga yang terjadi dalam kurun waktu tertentu.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Keuangan.

 

Tujuan Perhitungan Indeks Harga

indeks harga

Perhitungan indeks harga ini juga mempunyai tujuan yang jelas. Nah berikut ini merupakan tujuan dari indeks harga adalah sebagai berikut.

  • Sebagai barometer atau sebagai petunjuk dari keadaan ekonomi secara umum.
  • Sebagai pedoman dalam menentukan berbagai macam kebijakan serta administrasi perusahaan.
  • Digunakan sebagai deflator.
  • Digunakan sebagai pedoman dalam membeli berbagai macam jenis barang.
  • Digunakan sebagai pedoman dalam menentukan upah gaji buruh ataupun digunakan untuk menyesuaikan kenaikan gaji buruh pada saat terjadi inflasi.

 

 

Macam Macam Indeks Harga

indeks harga

Setelah kita mengetahui pengertian dan juga tujuan dari indeks harga, maka untuk lebih memahami langi mengenai indeks harga ini kita juga perlu mengetahui macam – macam dari indeks harga. Adapun macam – macam dari indeks harga adalah sebagai berikut.

 

1. Indeks Harga Konsumen

Indeks harga konsumen ini meruakan indeks harga yang diambil dari perubahan harga yang terjadi pada barang dan jasa yang digunakan dari waktu ke waktu. Indeks harga konsumen ini mengambil data dari empat kelompok di antara lain adalah kelompok makanan, perumahan, serta aneka barang dan jasa.

Selain itu, indeks harga konsumen ini juga digunakan oleh Badan Pusat Statistik sebagai indikator inflasi di Indonesia.

 

2. Indeks Harga Perdagangan Besar / Indeks Harga Produsen

Indeks harga produsen ini merupakan indeks harga yang digunakan untuk menggambarkan sebuah perubahan dalam harga pembelian sebuah barang oleh para pedagang – pedagang besar.

Indeks harga pada pedagang besar tersebut ditetapkan melalui kuantitas atau ukuran borongan yang dilakukan. Misalnya saja hasil pertambangan, hasil industri, hasil pertanian, serta impor dan juga ekspor.

 

3. Indeks Harga yang Diterima dan Dibayar Petani

Indeks harga yang diterima dan dibayar oleh petani merupakan indeks harga yang harus dibayarkan oleh para petani baik digunakan untuk biaya hidup maupun biaya produksi yang didalamnya meliputi biaya hipotek, pajak, dan upah.

Dalam indeks harga ini, rasio paritas adalah rasio antara indeks harga yang harus dibayar dan diterima dalam periode tertentu.

 

4. Indeks Harga Implisit

Indeks harga implisit merupakan sebuah metode atau cara yang digunakan dalam membandingkan pertumbuhan ekonomi rill dengan  pertumbuhan ekonomi nominal. Dalam metode ini akan melibatkan semua barang yang diproduksi.

Indeks harga implisit sudah menjadi salah satu ukuran inflasi dari sebuah masa dimana harga dasar untuk perhitungan GNP rill digunakan sampai GNP saat ini.

 

 

Ciri Ciri Indeks Harga

indeks harga

Selain terdapat beberapa macam dari indeks harga, ternyata indeks harga juga mempunyai ciri – ciri tertentu. Adapun ciri – ciri dari indeks harga adalah sebagai berikut ini.

  • Indeks harga digunakan sebagai standar dalam membandingkan harga dari masa ke masa.
  • Penetapan indeks harga berdasarkan relevansi.
  • Indeks harga ini akan ditetapkan oleh sampel dan bukan dari populasi.
  • Perhitungan indeks harga ini harus dilatar belakangi oleh waktu yang mempunyai kondisi ekonomi yang stabil.
  • Perhitungan indeks harga dilakukan dengan menggunakan metode yang sesuai dan juga tepat.
  • Dalam menghitung indeks harga dapat dihitung dengan cara membagi harga tahun akan dihitung indeksnya dengan harga tahun dasar lalu dikali dengan 100.

 

 

Penyusunan Indeks Harga

indeks harga

Dalam menyusun sebuah indeks harga, maka terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai data yang tepat dan juga dapat dipertanggung jawabkan. Oleh karena itu, berikut ini merupakan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun sebuah indeks harga.

 

1. Perumusan Tujuan Penyusunan Angka Indeks

Perumusan tujuan ini digunakan untuk menghitung semua perubahan yang terjadi dan juga digunakan untuk membandingkan perubahan antara variable sosial dan ekonomi. Adapun rumusan yang digunakan dalam penyusunan angka indeks di antaranya yaitu.

  1. Apakah yang akan diukur?
  2. Bagaimana cara atau metode untuk mengukurnya?
  3. Untuk apa pengukuran tersebut dilakukan?

 

2. Sumber dan Syarat Perbandingan Data

Dalam menyusun sebuah indeks harga maka dibutuhkan sebuah data selama kurun waktu atau periode tertentu. Data tersebut dapat berupa data jumlah produksi maupun harga barang yang mempunyai hubungan dari masa ke masa. Dalam perhitungan angka indeks, juga harus menentukan jenis barang yang nantinya akan dihitung.

Biasanya terdapat sebuah kesulitan dalam melakukan perhitungan sebuah indeks biasanya yaitu kesulitan dalam memilih komponen yang termasuk ke dalam kumpulan variable yang diperhitungkan nantinya.

Misalnya saja indeks bahan makanan, maka kita harus memilih jenis makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat umum.

Namun dalam pemilihan jenis makanan atau barang tersebut harus representatif atau dapat mewakili semua masyarakat umum. Cara ini juga sering disebut dengan judgement sampling.

 

3. Pemilihan Periode Dasar

Pemilihan periode dasar atau juga sering disebut dengan tahun dasar (base year) merupakan sebuah periode atau waktu maupun tahun yang memiliki angka indeks 100 dan dalam tahun berikutnya sebagai berperan sebagai tahun tertentu (given year).

Misalnya saja diketahui sebuah angka indeks mulai dari tahun  2016 hingga 2019 adalah sebagai berikut :

  • Tahun 2016 = 100
  • Tahun 2017 = 110
  • Tahun 2018 = 115
  • Tahun 2019 =120

Berdasarkan indeks harga yang telah diketahui diatas, maka tahun dasarnya merupakan tahun 2016, hal tersebut dikarenakan pada tahun tersebut menunjukan angka 100%.

Selain itu, terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan pada saat hendak memilih tahun dasar. Adapun beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih tahun dasar adalah sebagai berikut.

  1. Dalam memilih periode tahun dasar dapat dilakukan pada saat kondisi perekonomian cenderung cukup stabil.
  2. Periode dasar memiliki jangka waktu yang tidak terlalu pendek dan juga tidak terlalu panjang. Karena sangat jarang sekali tahun dasar menggunakan jangka waktu yang pendek misalnya seminggu ataupun terlalu lama misalnya 5 tahun.
  3. Dalam memilih tahun dasar bisa dilandasi dengan sebuah kejadian penting.

 

4. Pemilihan Timbangan (Weight)

Selain memerhatikan faktor harga dalam membandingkan sebuah barang, alangkah lebih baiknya kita juga memperhatikan faktor kuantitasnya juga. Karena faktor kuantitas tersebut digunakan sebagai timbangan yang digunakan untuk membandingkan kualitas suatu barang.

Untuk jenis barang yang dianggap penting, maka faktor penimbangnya akan lebih tinggi dibandingkan dengan barang yang dinilai kurang penting.

 

 

Metode Perhitungan

indeks harga

Dalam menghitung harga indeks, terdapat beberapa metode berbeda yang dapat digunakan. Oleh karena itu dalam memilih metode tersebut perlu dilakukan dengan pilihan yang akurat supaya angka indeks yang telah ditetapkan dapat dijangkau.

Pada umumnya terdapat dua metode perhitungan angka indek yang sering digunakan, di antaranya yaitu adalah sebagai berikut.

  1. Angka indeks sederhana (simple agregatife method) terbagi dalam wujud berupa agregatif sederhana dengan rata – rata harga yang relatif.
  2. Angka indeks yang ditimbang terbagi dalam wujud agregatif sederhana dengan rata – rata harga relatif yang tertimbang.

 

A. Indeks Harga Tidak Tertimbang dengan Metode Agregatif Sederhana

1. Angka Indeks Harga (Price = P)

2. Angka Indeks Kuantitas (Quantity = Q)

3. Angka Indeks Nilai (Value = V)

Keterangan :

  • IA = indeks kuantitas tidak ditimbang.
  • Qn = kuantitas angka indeks.
  • Qo = kuantitas pada tahun dasar.

Keunggulan : dengan menggunakan metode agregatif sederhana maka prosesnya akan lebih simpel dan akan lebih mudah dalam melakukan perhitungannya.

Kelemahan : namun jika menggunakan metode agregatif sederhana ini maka jika terjadi perubahan kuantitas suatu barang, maka angka dari indeksnya juga akan ikut berubah.

Baca Juga: Pengertian Laporan Keuangan.

 

B. Angka Indeks Tertimbang

Dengan memakai indeks tertimbang, maka perhitungan indeks bisa dilakukan dengan beberapa metode di antaranya adalah sebagai berikut.

 

1. Metode Agregatif Sederhana

Adapun rumus metode agregatif sederhana adalah sebagai berikut :

rumus metode agregatif sederhana

Keterangan :

  • IA = indeks harga yang ditimbang
  • Pn = nilai yang dihitung angkanya
  • Po = harga pada tahun dasar
  • W = faktor penimbang.

Sedangkan contoh dari perhitungan dengan metode agregatif sederhana yaitu sebagai berikut

perhitungan dengan metode agregatif sederhana

 

2. Metode Laspeyres

Metode laspeyres merupakan sebuah metode angka indeks yang digitung degan memerhatikan berbagai macam faktor penimbangnya dan juga kuantitas tahun dasarnya (Qo). Berikut ini merupakan rumus dari metode laspeyres.

rumus dari metode laspeyres

 

Sedangkan contoh dari perhitungan dengan menggunakan metode laspeyres yaitu sebagai berikut :

perhitungan dengan menggunakan metode laspeyres

 

Kelemahan metode laspeyres:

  • Hasil perhitungan akan lebih besar atau over estimate karena disebabkan jumlah permintaan yang mengalami penurunan.
  • Kuantitas dasar (Qo) akan lebih besar dibandingkan dengan kuantitas yang akan dihitung angka indeks (Qn).

 

3. Metode Paasche

Metode paasche merupakan sebuah metode angka indeks yang dihitung dengan memerhatikan berbagai faktor penimbang kuantitas tahun yang dihitung dengan menggunakan angka indeksnya (Qn). Berikut ini merupakan rumus dari metode paasche.

rumus dari metode paasche

 

Sedangkan contoh dari perhitungan dengan menggunakan metode paasche yaitu sebagai berikut :

rumus dari metode paasche

 

Kelemahan metode paasche :

  • Hasil perhitungan dari metode ini cenderung akan lebih rendah atau under estimate karena disebabkan jika terdapat harga suatu barang yang mengalami kenaikan sehingga jumlah permintaan akan menurun.
  • Kuantitas yang akan dihitung angka indeks (Qn) akan lebih kecil jika dibandingkan dengan kuantitas dasar (Qo).

 

Solusi :

Untuk mengatasi kelemahan dari metode paasche ini maka kita dapat menggunakan metode untuk mengintegrasikan angka indeksnya tersebut yaitu dengan cara menggunakan sebuah metode angka indeks Drobisch and Bowley.

 

4. Metode Drobisch and Bowley

Berikut ini merupakan rumus dan contoh soal angka indeks tertimbang dengan menggunakan metode Drobisch and Bowley :

rumus dari metode paasche

 

5. Metode Irving Fisher

Metode irving fisher dapat disebut sebagai metode perhitungan angka indeks yang paling ideal. Hal tersebut dikarenakan metode ini dapat menghitung indeks dengan cara mencari rata – rata ukur indeks laspeyres dan juga indeks paasche.

Berikut ini merupakan rumus dari perhitungan angka indeks dengan menggunakan metode irving fisher.

rumus metode irving fisher

 

6. Metode Marshal Edgewarth

Metode marshal edgewarth merupakan sebuah metode perhitungan angka indeks dengan cara ditimbang dan juga dihitung dengan menggabungkan kuantitas tahun dasar dan juga kuantitas tahun n. Lalu dikalikan dengan harga pada tahun dasar atau pada tahun n.

Untuk lebih jelasnya berikut ini merupakan rumus dari perhitungan angka indeks dengan menggunakan metode marshal edgewarth.

metode marshal edgewarth

 

Sedangkan contoh dari perhitungan dengan menggunakan metode marshal edgewarth yaitu sebagai berikut :

contoh perhitungan marshal edgewarth

 

Demikianlah pembahasan ringkas dari kami mengenai indeks harga mulai dari pengertian indeks harga, tujuan indeks harga, ciri – ciri indeks harga, penyusunan indeks harga dan metode indeks harga.

Semoga pembahasan diatas dapat bermanfaat dan membantu kamu dalam mempelajari indeks harga muai dari pengertian indeks harga, tujuan indeks harga, ciri – ciri indeks harga, penyusunan indeks harga dan metode indeks harga.


Adi Pamungkas Temenya Dimas, sama-sama kontributor di mastekno
DarkLight