√ Pengertian Hukum Internasional: Kaidah, Asas dan Bentuk (Lengkap)

Hukum Internasional: Pengertian, Kaidah, Asas, dan Bentuk Hukum Internasional

Hukum Internasional: Pengertian, Kaidah, Asas, dan Bentuk Hukum Internasional

Pada pelajaran PPKN biasanya kita sering mendengar mengenai materi hukum internasional. Materi ini memang dipelajari di bangku sekolah untuk dipahami oleh para siswa.

Nah hukum internasional sendiri memiliki bahasan yang mencakup subjek, bentuk, asas, sifat, sumber, dan kaidahnya. Nah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan hukum internasional secara lengkap mulai dari pengertiannya dan bahasan yang sudah saya jelaskan di kalimat sebelumnya. Langsung saja simak penjelasannya berikut ini ya.

 

Pengertian Hukum Internasional

Pengertian Hukum internasional adalah suatu hal yang mengatur semua aktivitas entitas yang merupakan bagian hukum dan dalam skala internasional. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu pengertian itu tadi menjadi lebih luas lagi yaitu selain sebagai pengatur aktivitas dijadikan juga sebagai pengurus struktur dan juga perilaku organisasi internasional dalam batas yang ditentukan, baik itu perusahaan individu dan multinasional. Dahulu kala hukum internasional hanya diartikan sebagai suatu perilaku serta hubungan antarnegara.

 

 

Kaidah Hukum Internasional

Setelah kita membahas mengenai pengertian selanjutnya yang kita bahas adalah kaidah dari hukum internasional. Lalu yang jadi pertanyaan adalah apakah kaidah dari hukum internasional ?

Kaidahnya yaitu  sebuah hukum yang memiliki tujuan untuk mengurus dan mengatur hubungan Negara dan individu serta hubungan yang satu dengan yang lain yang memiliki hubungan dengan organisasi dan lembaga internasional.

 

 

Asas Hukum Internasional

Setelah kita mengetahui tentang pengertian dan kaidah dari hukum internasional maka selanjutnya akan dibahas mengenai asas dari hukum internasional. Asas tersebut antara lain adalah :

1. Asas Kebangsaan

Asas ini diberikan atau berlaku untuk seorang warga Negara. Sistemnya adalah dimanapun warna Negara itu berada baik di Negara sendiri maupun di Negara asing akan tetap mendapat perlakuan hukum sesuai dengan Negara asal. Hal ini dikarenakan adanya kekuatan ekstrateritorial yang contohnya adalah ada seorang yang melakukan tindakan kejahatan di Negara asing maka akan di hukum sesuai dengan aturan di Negara asalnya.

 

2. Asas Kepentingan Umum

Asas ini tidak terikat dengan batas-batasan wilayah suatu Negara. Asas ini didasarkan pada kewenangan Negara yang tujuannya untuk mengatur kepentingan dan melindungi dalam kehidupan di masyarakat. Peran Negara dalam asas ini harus mampu menyesuaikan diri di segala peristiwa yang berkaitan dengan kepentingan umum.

 

3. Asas Teritorial

Asas ini didasarkan pada Negara yang memiliki kekuasaan atas wilayah atau daerahnya. Asas ini memiliki sistem yaitu semua orang atau barang yang berada di wilayahnya maka harus mematuhi hukum yang diberlaku Negara itu. Dan apabila seorang atau barang berada di suatu Negara asing maka harus mengikuti aturan hukum yang ada di Negara asing itu.

Saat melaksanakan hukum internasional ada beberapa macam asas hukum, berikut adalah asasnya :

1. Courtesy

Adalah asas yang memiliki pengertian antara Negara yang saling dekat atau bersangkutan wajib untuk saling menjaga kehormatan dan saling menghormati.

 

2. Reciprositas / Asas Timbal Balik

Adalah asas yang memiliki pengertian yaitu suatu tindakan baik negative maupun tindakan positif yang dibalas setimpal oleh suatu Negara ke Negara lain.

 

3. Pacta Sunt Servanda

Adalah asas hukum yang memiliki pengertian yang sesuai dengan Konvensi WINA pasal 26 tahun 1969. Yang menyatakan bahwa suatu perjanjian yang dilakukan sifatnya mengikat pihak yang melakukan perjanjian.

 

4. Rebus Sic Stantibus

Adalah asas hukum yang memiliki arti suatu asas yang memiliki fungsi dapat memutuskan perjanjian walaupun sepihak dengan syarat jika ada perubahan fundamental atau mendasar di suatu keadaan yang berkaitan dengan perjanjian yang sudah disepakati sebelumnya.

 

5. Equality Rights

Adalah asas hukum yang memiliki pengertian Negara yang sudah memiliki suatu hubungan atau Negara yang saling mengadakan hubungan maka akan memiliki satu kedudukan yang sama dibawah hukum.

 

 

Bentuk Hukum Internasional

Untuk hukum internasional memiliki bentuk, Dalam Bentuk hukum internasional sendiri memiliki dua jenis yaitu :

 

Hukum Internasional Khusus

Bentuk hukum ini dasarnya hanya berlaku untuk Negara-negara tertentu saja. Untuk contoh adalah Konversi Eropa tentang HAM yang mana bisa dijadikan sebagai cerminan dari taraf perkembangan dan tingkat integritas yang berbeda dari masyarakat yang sifatnya berlainan, cerminan keadaan, dan kebutuhan.

 

Hukum Internasional Regional

Berbeda dengan bentuk hukum diatas, bentuk hukum ini berlaku di daerah lingkungan sesuai dengan berlakunya. Contoh hukum internasional regional adalah hukum yang berada di amerika latin atau amerika yaitu adanya konsep Continental Shelf ( Landasan Kontinen ) dan konsep Conservation of the living resources of the sea atau ( Konsep Perlindungan Kekayaan Hayati Laut ).

Perbedaan dari kedua bentuk hukum diatas adalah jika bentuk hukum khusus tumbuh lewat perjanjian internasional multilateral. Sedangkan hukum regional tumbuh lewat kebiasaan.

 

 

Subjek Hukum Internasional

Ada lima subjek hukum internasional yaitu :

  1. Adanya Negara
  2. Andanya Individu
  3. Vatican / Tahta Suci
  4. Adanya Palang Merah Internasional
  5. Adanya Organisasi Internasional

Ada juga beberapa kelompok ahli yang menyebutkan bahwa pemberontak masuk ke dalam bagian subjek hukum internasional.

 

 

Sumber Hukum Internasional

Sumber hukum dikelompokan menjadi 2 bagian besar antara lain yaitu :

1. Sumber Hukum Formal

Yaitu sumber darimana saat kita menemukan ketentuan dari hukum internasional atau sumber kita mendapatkan ketentuan hukum internasional.

 

2. Sumber Hukum Materil

Yaitu suatu hal yang membahas dasar dan berlakunya adanya hukum di Negara.

 

Adanya pasa 38 Piagam Mahkamah Internasional, menyebutkan bahwa sumber hukum formal berisi :

  1. Adanya perjanjian internasional atau ( Traktat ).
  2. Adanya Doktrin yang memiliki pengertian pendapat dari para ahli mengenai hukum internasional.
  3. Adanya asas-asas umum dari hukum yang sudah diakui oleh Negara beradab.
  4. Adanya yurisprudency, yang memiliki pengertian yaitu adanya hakim hukum internasional yang mana sudah memiliki kekuatan hukum yang tetap.
  5. Adanya sekumpulan kebiasaan internasional yang sudah diterima sebagai hukum dan sudah terbukti di praktek umum.

 

Demikian artikel mengenai Hukum Internasional: Pengertian, Kaidah, Asas, dan Bentuk Hukum Internasional semoga dapat menambah wawasan kita mengenai apa itu Hukum Internasional secara jelas dan lengkap. Jika ada poin atau penjelasan yang kurang dipahami bisa bertanya dikolom komentar yang sudah disediakan.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum Internasional: Pengertian, Kaidah, Asas, dan Bentuk Hukum Internasional

Hukum Internasional: Pengertian, Kaidah, Asas, dan Bentuk Hukum Internasional

Pada pelajaran PPKN biasanya kita sering mendengar mengenai materi hukum internasional. Materi ini memang dipelajari di bangku sekolah untuk dipahami oleh para siswa.

Nah hukum internasional sendiri memiliki bahasan yang mencakup subjek, bentuk, asas, sifat, sumber, dan kaidahnya. Nah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan hukum internasional secara lengkap mulai dari pengertiannya dan bahasan yang sudah saya jelaskan di kalimat sebelumnya. Langsung saja simak penjelasannya berikut ini ya.

 

Pengertian Hukum Internasional

Pengertian Hukum internasional adalah suatu hal yang mengatur semua aktivitas entitas yang merupakan bagian hukum dan dalam skala internasional. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu pengertian itu tadi menjadi lebih luas lagi yaitu selain sebagai pengatur aktivitas dijadikan juga sebagai pengurus struktur dan juga perilaku organisasi internasional dalam batas yang ditentukan, baik itu perusahaan individu dan multinasional. Dahulu kala hukum internasional hanya diartikan sebagai suatu perilaku serta hubungan antarnegara.

 

 

Kaidah Hukum Internasional

Setelah kita membahas mengenai pengertian selanjutnya yang kita bahas adalah kaidah dari hukum internasional. Lalu yang jadi pertanyaan adalah apakah kaidah dari hukum internasional ?

Kaidahnya yaitu  sebuah hukum yang memiliki tujuan untuk mengurus dan mengatur hubungan Negara dan individu serta hubungan yang satu dengan yang lain yang memiliki hubungan dengan organisasi dan lembaga internasional.

 

 

Asas Hukum Internasional

Setelah kita mengetahui tentang pengertian dan kaidah dari hukum internasional maka selanjutnya akan dibahas mengenai asas dari hukum internasional. Asas tersebut antara lain adalah :

1. Asas Kebangsaan

Asas ini diberikan atau berlaku untuk seorang warga Negara. Sistemnya adalah dimanapun warna Negara itu berada baik di Negara sendiri maupun di Negara asing akan tetap mendapat perlakuan hukum sesuai dengan Negara asal. Hal ini dikarenakan adanya kekuatan ekstrateritorial yang contohnya adalah ada seorang yang melakukan tindakan kejahatan di Negara asing maka akan di hukum sesuai dengan aturan di Negara asalnya.

 

2. Asas Kepentingan Umum

Asas ini tidak terikat dengan batas-batasan wilayah suatu Negara. Asas ini didasarkan pada kewenangan Negara yang tujuannya untuk mengatur kepentingan dan melindungi dalam kehidupan di masyarakat. Peran Negara dalam asas ini harus mampu menyesuaikan diri di segala peristiwa yang berkaitan dengan kepentingan umum.

 

3. Asas Teritorial

Asas ini didasarkan pada Negara yang memiliki kekuasaan atas wilayah atau daerahnya. Asas ini memiliki sistem yaitu semua orang atau barang yang berada di wilayahnya maka harus mematuhi hukum yang diberlaku Negara itu. Dan apabila seorang atau barang berada di suatu Negara asing maka harus mengikuti aturan hukum yang ada di Negara asing itu.

Saat melaksanakan hukum internasional ada beberapa macam asas hukum, berikut adalah asasnya :

1. Courtesy

Adalah asas yang memiliki pengertian antara Negara yang saling dekat atau bersangkutan wajib untuk saling menjaga kehormatan dan saling menghormati.

 

2. Reciprositas / Asas Timbal Balik

Adalah asas yang memiliki pengertian yaitu suatu tindakan baik negative maupun tindakan positif yang dibalas setimpal oleh suatu Negara ke Negara lain.

 

3. Pacta Sunt Servanda

Adalah asas hukum yang memiliki pengertian yang sesuai dengan Konvensi WINA pasal 26 tahun 1969. Yang menyatakan bahwa suatu perjanjian yang dilakukan sifatnya mengikat pihak yang melakukan perjanjian.

 

4. Rebus Sic Stantibus

Adalah asas hukum yang memiliki arti suatu asas yang memiliki fungsi dapat memutuskan perjanjian walaupun sepihak dengan syarat jika ada perubahan fundamental atau mendasar di suatu keadaan yang berkaitan dengan perjanjian yang sudah disepakati sebelumnya.

 

5. Equality Rights

Adalah asas hukum yang memiliki pengertian Negara yang sudah memiliki suatu hubungan atau Negara yang saling mengadakan hubungan maka akan memiliki satu kedudukan yang sama dibawah hukum.

 

 

Bentuk Hukum Internasional

Untuk hukum internasional memiliki bentuk, Dalam Bentuk hukum internasional sendiri memiliki dua jenis yaitu :

 

Hukum Internasional Khusus

Bentuk hukum ini dasarnya hanya berlaku untuk Negara-negara tertentu saja. Untuk contoh adalah Konversi Eropa tentang HAM yang mana bisa dijadikan sebagai cerminan dari taraf perkembangan dan tingkat integritas yang berbeda dari masyarakat yang sifatnya berlainan, cerminan keadaan, dan kebutuhan.

 

Hukum Internasional Regional

Berbeda dengan bentuk hukum diatas, bentuk hukum ini berlaku di daerah lingkungan sesuai dengan berlakunya. Contoh hukum internasional regional adalah hukum yang berada di amerika latin atau amerika yaitu adanya konsep Continental Shelf ( Landasan Kontinen ) dan konsep Conservation of the living resources of the sea atau ( Konsep Perlindungan Kekayaan Hayati Laut ).

Perbedaan dari kedua bentuk hukum diatas adalah jika bentuk hukum khusus tumbuh lewat perjanjian internasional multilateral. Sedangkan hukum regional tumbuh lewat kebiasaan.

 

 

Subjek Hukum Internasional

Ada lima subjek hukum internasional yaitu :

  1. Adanya Negara
  2. Andanya Individu
  3. Vatican / Tahta Suci
  4. Adanya Palang Merah Internasional
  5. Adanya Organisasi Internasional

Ada juga beberapa kelompok ahli yang menyebutkan bahwa pemberontak masuk ke dalam bagian subjek hukum internasional.

 

 

Sumber Hukum Internasional

Sumber hukum dikelompokan menjadi 2 bagian besar antara lain yaitu :

1. Sumber Hukum Formal

Yaitu sumber darimana saat kita menemukan ketentuan dari hukum internasional atau sumber kita mendapatkan ketentuan hukum internasional.

 

2. Sumber Hukum Materil

Yaitu suatu hal yang membahas dasar dan berlakunya adanya hukum di Negara.

 

Adanya pasa 38 Piagam Mahkamah Internasional, menyebutkan bahwa sumber hukum formal berisi :

  1. Adanya perjanjian internasional atau ( Traktat ).
  2. Adanya Doktrin yang memiliki pengertian pendapat dari para ahli mengenai hukum internasional.
  3. Adanya asas-asas umum dari hukum yang sudah diakui oleh Negara beradab.
  4. Adanya yurisprudency, yang memiliki pengertian yaitu adanya hakim hukum internasional yang mana sudah memiliki kekuatan hukum yang tetap.
  5. Adanya sekumpulan kebiasaan internasional yang sudah diterima sebagai hukum dan sudah terbukti di praktek umum.

 

Demikian artikel mengenai Hukum Internasional: Pengertian, Kaidah, Asas, dan Bentuk Hukum Internasional semoga dapat menambah wawasan kita mengenai apa itu Hukum Internasional secara jelas dan lengkap. Jika ada poin atau penjelasan yang kurang dipahami bisa bertanya dikolom komentar yang sudah disediakan.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *