√ 15 Hukum Bacaan Mad: Pengertian, Jenis dan Contoh Bacaan Mad

15 Hukum Bacaan Mad: Pengertian, Jenis dan Contoh Bacaan Mad

15 Hukum Bacaan Mad: Pengertian, Jenis dan Contoh Bacaan Mad
By : Hasif Priyambudi 7 min read

Hukum Bacaan Mad – Bagi orang muslim pasti pernah membaca Al – Qur’an, tapi apakah kamu yakin sudah membaca Al – Qur’an dengan hukum bacaan yang sesuai?. Dalam membaca Al – Quran tidak terlepas yang namanya dengan tajwid, salah satu dari hukum bacaan tajwid sendiri adalah hukum bacaan Mad.

Nah, sebelum kita membahas lebih dalam mengenai hukum bacaan mad, ada baiknya jika kita mengetahui dan mempelajari terlebih dahulu apa itu bacaan Mad beserta pentingnya hukum bacaan Mad dalam membaca Al – Quran, setelah itu baru kita menjelaskan mengenai 15 jenis hukum bacaan Mad.

Pengertian Hukum Bacaan Mad

Arti atau makna dari hukum bacaan Mad bisa dibagi menjadi 2 (Dua), yakni secara bahasa dan istilah. Secara bahasa mempunyai arti panjang, sedangkan secara istilah makna Mad memiliki pengertian membaca panjang huruf di Al – Quran yang dikarenakan bertemunya dengan beberapa huruf Mad. Huruf Mad di antaranya adalah wawu (و), hamzah (ء), ya’ (ي) dan panjangnya tergantung dari mad itu sendiri.

 

Jenis Hukum Bacaan Mad

Hukum Bacaan Mad

Pada dasarnya bacaan mad terbagi menjadi 2 (dua) saja yakni Mad Thobi’i dan Mad Far’i, kemudian ada bacaan Mad Far’i yang hukumnya bisa terbagi menjadi 14 macam. Jika di total secara keseluruhan jumlah jenis bacaan mad menjadi 15 jenis.

 

Penjelasan Hukum Bacaan Mad

Nah, berikut ini adalah penjelasan masing masing dari hukum bacaan mad beserta dengan contohnya.

 

1. Hukum Mad Thobi’i Beserta dengan Contohnya

Hukum Bacaan Mad Thobi'i

Jenis Mad yang pertama adalah Mad Thobi’i, Mad Thobi’i terjadi jika huruf hiyaiyah Alif ( أ ) yang terletak sesudah fathah atau Ya Sukun terletak setelah kasrah ( _ ) atau juga terdapat huruf wawu (ۏ) yang terletak setelah dhommah, maka terjadilah hukum bacaan yang disebut dengan hukum bacaan Mad Thobi’i. Di mana mad mempunyai arti panjang serta Thobi’i mempunyai arti biasa. Untuk cara membacanya adalah harus sepanjang 2 (dua) harakat atau bisa disebut juga dengan satu Alif ( أ ).

 

2. Hukum Mad Wajib Muttasil Beserta dengan Contohnya

Hukum Bacaan Mad Wajib Muttasil

Mad Wajib Muttasil terjadi jika ada Mad Thobi’i yang bertemu dengan Hamzah ( ء ) pada satu ayat. Dan cara membaca bacaan mad wajib muttasil dengan cara dipanjangkan menjadi 5 (lima) harakat atau 2 (dua) setengah kali dari Mad Thobi’i.

 

3. Hukum Bacaan Mad Jaiz Munfasil Beserta dengan Contohnya

hukum bacaan mad jaiz munfasil

Jenis hukum bacaan mad ini terjadi jika ada Mad Thobi’i bertemu dengan hamzah, tetapi Hamzah tersebut berada pada lain kalimat. Arti kata dari Jaiz adalah boleh dan arti dari kata munfasil adalah terpisah. Untuk cara membaca jenis bacaan mad yang satu ini boleh sama seperti Mad Wajib Muttasil serta bokeh juga seperti Mad Thobi’i saja.

 

4. Hukum Bacaan Mad Lazim Mutsawwal Kilmi

Hukum Bacaan Mad Lazim Mutsawwal Kilmi

Jenis bacaan mad yang satu ini terjadi jika ada Mad Thobi’i yang bertemu dengan tasydid pada satu ayat atau satu kata yang sama. Cara membaca Mad Lazim Mutsawwal Kilmi adalah dipanjangkan selama 3 (tiga) kali Mad Thabi’i atau 6 (enam) harakat / ketukan.

 

5. Hukum Bacaan Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

Hukum Bacaan Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

Hukum Bacaan Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi terjadi jika Mad Thobi’i bertemu dengan huruf mati atau sukun. Cara membaca mad yang satu ini adalah sepanjang 6 (enam) harakat / ketukan.

 

6. Hukum Bacaan Mad Layyin

Hukum Bacaan Mad Layyin

Hukum Bacaan Mad Layyin terjadi jika setelah huruf yang berharakat fathah terdapat Ya Sukun(يْ) atau wawu sukun (و). Untuk cara membacanya adalah dengan sekedar lemas dan lunak saja.

 

7. Hukum Bacaan Mad Arid Lissukun

Hukum Bacaan Mad Arid Lissukun

Mad Arid Lissukun jika ada waqaf atau tempat pemberhentian membaca tapi sebelum waqaf tersebut terdapat Mad Layyin atau Mad Thobi’i. Cara membacanya dari jenis hulum bacaan Mad Arid Lissukun ini bisa terbagi menjadi 3 (tiga) cara, yakni :

  • Bacaan yang pendek Ya ini boleh dibaca seperti pada Mad Thobi’i biasa.
  • Setelah itu, pertengahan bisa dibaca sepanjang 4 (empat) ketukan atau 4 (empat) harakat ya ini 2 (dua) kali Mad Thobi’i.
  • Setalah itu, utamanya dibaca sepanjang seperti halnya Mad Wajib Muttasil atau setara dengan 6 (enam) harakat atau 6 (enam) ketukan.

 

8. Hukum Mad Shilah Qashirah

Hukum Mad Shilah Qashirah

Hukum Mad Shilah Qashirah ini terjadi jika ada huruf Haa Dhamir sedangkan sebelum huruf Haa tadi ada huruf hidup yang berharakat. Cara membacanya adalah dengan cara panjang seperti halnya Mad Thobi’i.

 

9. Hukum Bacaan Mad Silah Tawilah

Hukum Mad Silah Tawilah

Hukum Bacaan Mad yang kesembilana dalah Mad Silah Tawilah, Mad Silah Tawilah terjadi jika ada Mad Qashirah yang bertemu dengan Hamzah ( ء ). Cara membaca Mad Silah Tawilah seperi bacaan Mad Jaiz Munfasil.

 

10. Hukum Bacaan Mad Iwad

Hukum Bacaan Mad Iwad

Hukum bacaan mad yang ke sepuluh adalah Mad Iwad, Mad Iwad terjadi jika ada Fathatain yang bertemu di Waqaf atau pemberhentian di akhir ayat atau kalimat. Cara membaca Mad Iwad adalah seperti Mad Thobi’i.

 

11. Hukum Bacaan Mad Badal

Hukum Bacaan Mad Badal

Hukum Mad badal terjadi jika ada hamzah yang bertemu dengan sebuah magnet. Cara membaca hukum bacaan mad badal adalah dengan cara seperti Mad Thobi’i.

 

12. Hukum Mad Lazim Harfi Musyabba

Hukum Mad Lazim Harfi Musyabba

Mad Lazim Harfi Musyabba adalah bacaan mad yang paling sering kita jumpai pada awal surat yang ada di Al – Quran. Ada 8 (delapan) huruf yang termasuk Mad Lazim Harfi Musyabba yakni, nun (ن), kof (ف ), shod (ص ), ain (ع), sin (س ), lam (ل), kaf (ك ), mim (م). Cara membaca Mad Lazim Harfi Musyabba seperti mad lazim yakni sepanjang 6 (enam) harakat.

 

13. Hukum Mad Lazim Harfi Mukhaffaf

Hukum Mad Lazim Harfi Mukhaffaf

Hukum Mad Lazim Harfi Mukhaffaf ini terjadi jika di awal surat dalam Al – Quran ada salah 1 (satu) atau lebih antar 5 (lima) huruf hijaiyah Ro (ر), Ha (هـ), Tho (ط), Ya (ي ), Kha (خ). Cara membaca hukum Bacaan Mad Lazim Harfi Mukhaffaf seperti Mad Thobi’i.

 

14. Hukum Bacaan Mad Tamkin

Hukum Bacaan Mad Tamkin

Hukum Bacaan Mad Tamkin terjadi jika ada Ya Sukun (يْ) yang didahului dengan Ya (ي ) yang bertasydid dan berharakat kasrah.

 

15. Hukum Bacaan Mad Farq

Hukum Bacaan Mad Farq

Jenis Mad yang terakhir adalah Hukum Bacaan Mad Farq, Hukum Bacaan Mad Farq terjadi jika ada dua hamzah diaman satu Hamzah Istifham sedangkan yang satunya merupakan Hamzah Washal pada Lam Alif Ma’rifat. Cara membaca mad ini sepanjang 6 (enam) harakat.

 

Nah, itulah Hukum Bacaan Mad Beserta dengan contoh dan penjelasannya masing – masing. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita mengenai cara membaca Al – Quran yang baik dan benar, jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 Hukum Bacaan Mad: Pengertian, Jenis dan Contoh Bacaan Mad

15 Hukum Bacaan Mad: Pengertian, Jenis dan Contoh Bacaan Mad
By : Hasif Priyambudi 7 min read

Hukum Bacaan Mad – Bagi orang muslim pasti pernah membaca Al – Qur’an, tapi apakah kamu yakin sudah membaca Al – Qur’an dengan hukum bacaan yang sesuai?. Dalam membaca Al – Quran tidak terlepas yang namanya dengan tajwid, salah satu dari hukum bacaan tajwid sendiri adalah hukum bacaan Mad.

Nah, sebelum kita membahas lebih dalam mengenai hukum bacaan mad, ada baiknya jika kita mengetahui dan mempelajari terlebih dahulu apa itu bacaan Mad beserta pentingnya hukum bacaan Mad dalam membaca Al – Quran, setelah itu baru kita menjelaskan mengenai 15 jenis hukum bacaan Mad.

Pengertian Hukum Bacaan Mad

Arti atau makna dari hukum bacaan Mad bisa dibagi menjadi 2 (Dua), yakni secara bahasa dan istilah. Secara bahasa mempunyai arti panjang, sedangkan secara istilah makna Mad memiliki pengertian membaca panjang huruf di Al – Quran yang dikarenakan bertemunya dengan beberapa huruf Mad. Huruf Mad di antaranya adalah wawu (و), hamzah (ء), ya’ (ي) dan panjangnya tergantung dari mad itu sendiri.

 

Jenis Hukum Bacaan Mad

Hukum Bacaan Mad

Pada dasarnya bacaan mad terbagi menjadi 2 (dua) saja yakni Mad Thobi’i dan Mad Far’i, kemudian ada bacaan Mad Far’i yang hukumnya bisa terbagi menjadi 14 macam. Jika di total secara keseluruhan jumlah jenis bacaan mad menjadi 15 jenis.

 

Penjelasan Hukum Bacaan Mad

Nah, berikut ini adalah penjelasan masing masing dari hukum bacaan mad beserta dengan contohnya.

 

1. Hukum Mad Thobi’i Beserta dengan Contohnya

Hukum Bacaan Mad Thobi'i

Jenis Mad yang pertama adalah Mad Thobi’i, Mad Thobi’i terjadi jika huruf hiyaiyah Alif ( أ ) yang terletak sesudah fathah atau Ya Sukun terletak setelah kasrah ( _ ) atau juga terdapat huruf wawu (ۏ) yang terletak setelah dhommah, maka terjadilah hukum bacaan yang disebut dengan hukum bacaan Mad Thobi’i. Di mana mad mempunyai arti panjang serta Thobi’i mempunyai arti biasa. Untuk cara membacanya adalah harus sepanjang 2 (dua) harakat atau bisa disebut juga dengan satu Alif ( أ ).

 

2. Hukum Mad Wajib Muttasil Beserta dengan Contohnya

Hukum Bacaan Mad Wajib Muttasil

Mad Wajib Muttasil terjadi jika ada Mad Thobi’i yang bertemu dengan Hamzah ( ء ) pada satu ayat. Dan cara membaca bacaan mad wajib muttasil dengan cara dipanjangkan menjadi 5 (lima) harakat atau 2 (dua) setengah kali dari Mad Thobi’i.

 

3. Hukum Bacaan Mad Jaiz Munfasil Beserta dengan Contohnya

hukum bacaan mad jaiz munfasil

Jenis hukum bacaan mad ini terjadi jika ada Mad Thobi’i bertemu dengan hamzah, tetapi Hamzah tersebut berada pada lain kalimat. Arti kata dari Jaiz adalah boleh dan arti dari kata munfasil adalah terpisah. Untuk cara membaca jenis bacaan mad yang satu ini boleh sama seperti Mad Wajib Muttasil serta bokeh juga seperti Mad Thobi’i saja.

 

4. Hukum Bacaan Mad Lazim Mutsawwal Kilmi

Hukum Bacaan Mad Lazim Mutsawwal Kilmi

Jenis bacaan mad yang satu ini terjadi jika ada Mad Thobi’i yang bertemu dengan tasydid pada satu ayat atau satu kata yang sama. Cara membaca Mad Lazim Mutsawwal Kilmi adalah dipanjangkan selama 3 (tiga) kali Mad Thabi’i atau 6 (enam) harakat / ketukan.

 

5. Hukum Bacaan Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

Hukum Bacaan Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

Hukum Bacaan Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi terjadi jika Mad Thobi’i bertemu dengan huruf mati atau sukun. Cara membaca mad yang satu ini adalah sepanjang 6 (enam) harakat / ketukan.

 

6. Hukum Bacaan Mad Layyin

Hukum Bacaan Mad Layyin

Hukum Bacaan Mad Layyin terjadi jika setelah huruf yang berharakat fathah terdapat Ya Sukun(يْ) atau wawu sukun (و). Untuk cara membacanya adalah dengan sekedar lemas dan lunak saja.

 

7. Hukum Bacaan Mad Arid Lissukun

Hukum Bacaan Mad Arid Lissukun

Mad Arid Lissukun jika ada waqaf atau tempat pemberhentian membaca tapi sebelum waqaf tersebut terdapat Mad Layyin atau Mad Thobi’i. Cara membacanya dari jenis hulum bacaan Mad Arid Lissukun ini bisa terbagi menjadi 3 (tiga) cara, yakni :

  • Bacaan yang pendek Ya ini boleh dibaca seperti pada Mad Thobi’i biasa.
  • Setelah itu, pertengahan bisa dibaca sepanjang 4 (empat) ketukan atau 4 (empat) harakat ya ini 2 (dua) kali Mad Thobi’i.
  • Setalah itu, utamanya dibaca sepanjang seperti halnya Mad Wajib Muttasil atau setara dengan 6 (enam) harakat atau 6 (enam) ketukan.

 

8. Hukum Mad Shilah Qashirah

Hukum Mad Shilah Qashirah

Hukum Mad Shilah Qashirah ini terjadi jika ada huruf Haa Dhamir sedangkan sebelum huruf Haa tadi ada huruf hidup yang berharakat. Cara membacanya adalah dengan cara panjang seperti halnya Mad Thobi’i.

 

9. Hukum Bacaan Mad Silah Tawilah

Hukum Mad Silah Tawilah

Hukum Bacaan Mad yang kesembilana dalah Mad Silah Tawilah, Mad Silah Tawilah terjadi jika ada Mad Qashirah yang bertemu dengan Hamzah ( ء ). Cara membaca Mad Silah Tawilah seperi bacaan Mad Jaiz Munfasil.

 

10. Hukum Bacaan Mad Iwad

Hukum Bacaan Mad Iwad

Hukum bacaan mad yang ke sepuluh adalah Mad Iwad, Mad Iwad terjadi jika ada Fathatain yang bertemu di Waqaf atau pemberhentian di akhir ayat atau kalimat. Cara membaca Mad Iwad adalah seperti Mad Thobi’i.

 

11. Hukum Bacaan Mad Badal

Hukum Bacaan Mad Badal

Hukum Mad badal terjadi jika ada hamzah yang bertemu dengan sebuah magnet. Cara membaca hukum bacaan mad badal adalah dengan cara seperti Mad Thobi’i.

 

12. Hukum Mad Lazim Harfi Musyabba

Hukum Mad Lazim Harfi Musyabba

Mad Lazim Harfi Musyabba adalah bacaan mad yang paling sering kita jumpai pada awal surat yang ada di Al – Quran. Ada 8 (delapan) huruf yang termasuk Mad Lazim Harfi Musyabba yakni, nun (ن), kof (ف ), shod (ص ), ain (ع), sin (س ), lam (ل), kaf (ك ), mim (م). Cara membaca Mad Lazim Harfi Musyabba seperti mad lazim yakni sepanjang 6 (enam) harakat.

 

13. Hukum Mad Lazim Harfi Mukhaffaf

Hukum Mad Lazim Harfi Mukhaffaf

Hukum Mad Lazim Harfi Mukhaffaf ini terjadi jika di awal surat dalam Al – Quran ada salah 1 (satu) atau lebih antar 5 (lima) huruf hijaiyah Ro (ر), Ha (هـ), Tho (ط), Ya (ي ), Kha (خ). Cara membaca hukum Bacaan Mad Lazim Harfi Mukhaffaf seperti Mad Thobi’i.

 

14. Hukum Bacaan Mad Tamkin

Hukum Bacaan Mad Tamkin

Hukum Bacaan Mad Tamkin terjadi jika ada Ya Sukun (يْ) yang didahului dengan Ya (ي ) yang bertasydid dan berharakat kasrah.

 

15. Hukum Bacaan Mad Farq

Hukum Bacaan Mad Farq

Jenis Mad yang terakhir adalah Hukum Bacaan Mad Farq, Hukum Bacaan Mad Farq terjadi jika ada dua hamzah diaman satu Hamzah Istifham sedangkan yang satunya merupakan Hamzah Washal pada Lam Alif Ma’rifat. Cara membaca mad ini sepanjang 6 (enam) harakat.

 

Nah, itulah Hukum Bacaan Mad Beserta dengan contoh dan penjelasannya masing – masing. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita mengenai cara membaca Al – Quran yang baik dan benar, jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *