√ 12 Cara Mengatasi HP Sering Mati Sendiri + Penyebab (Lengkap)

12 Cara Mengatasi HP Android Sering Mati Sendiri + Penyebab

12 Cara Mengatasi HP Android Sering Mati Sendiri + Penyebab
By : Danang Febriyandra

Yang namanya perangkat elektronik pastilah tak lepas dari berbagai macam masalah atau error. Khususnya smartphone yang sudah menjadi pegangan wajib bagi setiap orang saat ini. Kadang ada saja masalah yang timbul ketika kita sedang menggunakannya. Salah satu yang paling umum dan dialami oleh banyak orang adalah HP yang suka mati atau restart sendiri. Hal ini bisa dibilang sudah menjadi ‘penyakit’ biasa dan dapat terjadi pada smartphone merk apapun.

 

Penyebab HP Mati Sendiri

Sebelum mengetahui cara memperbaiki hp mati sendiri, maka kita perlu ketahui alasan kenapa hp android sering mati sendiri, berikut ini penyebab hp mati sendiri:

  • Sistem Rusak, beberapa komponen pada sistem rusak, sehingga fungsi kontrol antara hardware tidak tepat.
  • HP Panas, ketika sudah mencapai titik terpanas, maka sebaiknya matikan dan diamkan hp untuk dingin.
  • Terlalu Sering Untuk Main Game: Beberapa hp kelas medium yang sebenarnya tidak di khususkan untuk game mungkin mengalami ini, karena tidak dibekali dengan perangkat yang tahan panas.
  • Status Baterai Error, ini terjadi ketika yang kita lihat baterai masih banyak, tapi yang sebnarnya hanya tinggal sendiri. Ibarat ini menipu, yang seharusnya perlu diperbaiki
  • Komponen Rusak: Jika sudah seperti ini maka perlu adanya perbaikan fisik pada perangkat.

Nah itulah penyebab kenapa hp android sering mati sendiri,

 

Cara Mengatasi HP Mati Sendiri

Memangnya apa sih yang menyebabkan error semacam ini? Jawabannya cukup beragam, bisa dari segi hardware ataupun softwarenya. Inilah yang harus kita cari tahu sehingga nanti menemukan solusi terbaik untuk mengatasinya. Jika kalian mengalami hal yang sama, mari simak beberapa tips dari Mastekno berikut ini.

 

1. Baterai Drop Saatnya Diganti

Salah satu penyebab paling umum HP suka mati sendiri adalah baterai yang sudah usang. Penggunaan selama bertahun-tahun tentu akan menurunkan performanya secara perlahan. Hal ini menyebabkan ia tak lagi dapat menyimpan daya secara optimal. Satu-satunya jalan adalah menggantinya dengan yang baru. Karena jika mempertahankan penggunaannya malah akan membuat HP jadi tidak optimal dan sering mati sendiri.

 

2. RAM yang Terlalu Penuh

Umumnya, smartphone jaman sekarang dibekali dengan RAM yang lumayan besar minimal 2 GB. Namun hal ini diikuti dengan berbagai macam aplikasi yang juga membutuhkan resources besar.

Apalagi game-game saat ini banyak memakan RAM sehingga yang spesifikasinya rendah akan terbebani. Hal ini bisa mengakibatkan lag, crash atau bahkan restart otomatis karena HP tidak kuat. Maka dari itu, janganlah terlalu memaksa kinerja smartphone diluar kemampuannya.

 

3. Terlalu Banyak Aplikasi/Game

Setiap perangkat smartphone pastilah dipasang aplikasi sebagai pelengkap. Namun tentu kita harus bijak ketika menginstall software-software tersebut. Karena mereka juga memerlukan beberapa ruang di memory untuk menyimpan data-datanya.

Mungkin jika hanya beberapa aplikasi tidak masalah. Namun apabila jumlahnya terlalu banyak bisa-bisa membebani HP kalian. Apalagi bagi yang spesifikasinya kurang, hanya menunggu waktu saja sampai performanya terganggu karena memory yang penuh.

 

4. Bersihkan File Cache/Sampah yang Menumpuk

Dalam sebuah smartphone, tentu ada berbagai macam file yang tersimpan. Dan diantaranya banyak berupa berkas sampah yang tak dibutuhkan lagi seperti cache dan temporarily file. Memang cache sendiri akan muncul seiring dengan penggunaan HP tersebut. Dan selalu disarankan untuk melakukan pembersihan secara berkala terhadap file-file sampah itu.

Hal ini untuk membebaskan beberapa ruang agar penyimpanan menjadi lebih lega. Bingung bagaimana caranya? Kalian bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti SD Maid. Ia akan membantu untuk scan berkas-berkas tidak penting dan menghapusnya secara cepat. Jadi kita tak perlu mencarinya satu per satu lagi.

 

5. Bug Pada ROM yang Digunakan

Sistem android yang bersifat open source memperbolehkan pengguna untuk melakukan perubahan. Contoh mudahnya adalah dengan mengganti ROM bawaan dengan custom ROM. Biasanya hal ini dilakukan untuk memperoleh performa yang lebih baik.

Namun tidak selalu seperti ini, kadang penggunaan custom ROM malah menimbulkan masalah lain. Karena pada dasarnya ia bersifat unofficial sehingga pasti ada bug atau kekurangan di dalamnya. Oleh karena itu disarankan kita untuk selalu menggunakan ROM official saja agar lebih terjamin.

 

6. Update Sistem Versi Terbaru

Setiap smartphone umumnya akan mendapatkan pembaruan sistem secara berkala. Hal ini untuk mengurangi dan memperbaiki bug yang ada di versi sebelumnya. Jadi jika sekiranya ada error yang terjadi, bisa segera teratasi dengan update tersebut. Kalian bisa langsung mengeceknya di Pengaturan > Sistem > Pembaruan Sistem.

 

7. Error Karena Sistem Diroot

Beberapa orang suka meroot perangkat mereka agar mempunyai akses ke sistem. Memang root sendiri bisa memberikan banyak manfaat jika digunakan dengan baik. Namun perlu diketahui, akses root sendiri punya banyak resiko di dalamnya. Sering terjadi kasus dimana smartphone menjadi error sering restart sendiri karena hal ini. Maka dari itu, apabila HP kalian bermasalah setelah diroot, alangkah baiknya melakukan unroot agar sistem kembali seperti semula.

 

8. Smartphone Mengalami Overheat

Apabila HP digunakan secara terus-menerus, tentu suhunya akan naik secara perlahan. Dan jika dipaksa, bisa-bisa terjadi yang namanya overheat. Artinya perangkat akan mengalami panas berlebih sehingga beresiko terhadap komponen di dalamnya.

Alhasil, sistem secara otomatis akan mematikan perangkat untuk mencegah hal tersebut kerusakan terus menjalar. Biasakan untuk mengistirahatkan HP kalian jika mulai terasa panas. Tunggu hingga suhunya kembali normal sebelum digunakan kembali.

 

9. Lakukan Flashing/Reset Pabrik

Tips ini memang sering menjadi andalan untuk berbagai macam masalah pada smartphone. Karena dengan mengembalikannya ke kondisi pabrik, maka semua sistem dan pengaturan juga akan tereset. Dengan begitu setiap error yang ada juga akan ikut hilang. Namun pastikan dulu untuk membackup data-data penting agar tidak hilang ketika proses factory reset.

 

10. Adanya Virus atau Malware

Memang tidak semasif pada perangkat komputer, namun resiko serangan virus pada smartphone tetaplah ada. Apalagi bagi yang suka mengunjungi berbagai macam situs internet, bisa saja terjangkit malware dari sana. Untuk mencegahnya, disarankan untuk memasang aplikasi antivirus sebagai proteksi tambahan. Selain itu, lakukan pula scan secara berkala untuk memastikan tidak ada program jahat yang menyusup ke sistem HP kita.

 

11. Kerusakan Pada Komponen Hardware

Jika sekiranya tidak ada masalah dari segi software, mungkin yang rusak adalah hardwarenya. Bisa dari bagian EMMC atau komponen lainnya sehingga tak dapat berfungsi dengan baik. Jika sudah begini, tentu solusi terbaik adalah ke tempat service. Karena ia butuh penanganan khusus agar tahu apa yang rusak. Jangan coba membongkarnya sendiri jika kalian tak terlalu mahir.

 

12. Waktunya Ganti HP

Setiap benda terutama barang elektronik pasti akan rusak pada waktunya. Karena memang semakin lama digunakan, maka performanya akan semakin menurun. Dan apabila sekiranya sudah berumur lama, pastilah akan terjadi banyak masalah. Terlebih lagi perkembangan smartphone yang sangat pesat akan membuatnya jadi cepat ketinggalan jaman. Maka dari itu, mungkin memang sudah saatnya kalian ganti HP baru.

 

Itulah beberapa tips trik untuk mengatasi smartphone yang suka mati dan restart sendiri. Masalah semacam ini memang umum terjadi dan tidak selalu berujung kerusakan berat. Kadang kala hanya disebabkan oleh error kecil yang sangat mudah untuk diatasi. Cukup praktekkan cara-cara diatas siapa tahu salah satunya adalah solusi yang kalian cari.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 Cara Mengatasi HP Android Sering Mati Sendiri + Penyebab

12 Cara Mengatasi HP Android Sering Mati Sendiri + Penyebab
By : Danang Febriyandra

Yang namanya perangkat elektronik pastilah tak lepas dari berbagai macam masalah atau error. Khususnya smartphone yang sudah menjadi pegangan wajib bagi setiap orang saat ini. Kadang ada saja masalah yang timbul ketika kita sedang menggunakannya. Salah satu yang paling umum dan dialami oleh banyak orang adalah HP yang suka mati atau restart sendiri. Hal ini bisa dibilang sudah menjadi ‘penyakit’ biasa dan dapat terjadi pada smartphone merk apapun.

 

Penyebab HP Mati Sendiri

Sebelum mengetahui cara memperbaiki hp mati sendiri, maka kita perlu ketahui alasan kenapa hp android sering mati sendiri, berikut ini penyebab hp mati sendiri:

  • Sistem Rusak, beberapa komponen pada sistem rusak, sehingga fungsi kontrol antara hardware tidak tepat.
  • HP Panas, ketika sudah mencapai titik terpanas, maka sebaiknya matikan dan diamkan hp untuk dingin.
  • Terlalu Sering Untuk Main Game: Beberapa hp kelas medium yang sebenarnya tidak di khususkan untuk game mungkin mengalami ini, karena tidak dibekali dengan perangkat yang tahan panas.
  • Status Baterai Error, ini terjadi ketika yang kita lihat baterai masih banyak, tapi yang sebnarnya hanya tinggal sendiri. Ibarat ini menipu, yang seharusnya perlu diperbaiki
  • Komponen Rusak: Jika sudah seperti ini maka perlu adanya perbaikan fisik pada perangkat.

Nah itulah penyebab kenapa hp android sering mati sendiri,

 

Cara Mengatasi HP Mati Sendiri

Memangnya apa sih yang menyebabkan error semacam ini? Jawabannya cukup beragam, bisa dari segi hardware ataupun softwarenya. Inilah yang harus kita cari tahu sehingga nanti menemukan solusi terbaik untuk mengatasinya. Jika kalian mengalami hal yang sama, mari simak beberapa tips dari Mastekno berikut ini.

 

1. Baterai Drop Saatnya Diganti

Salah satu penyebab paling umum HP suka mati sendiri adalah baterai yang sudah usang. Penggunaan selama bertahun-tahun tentu akan menurunkan performanya secara perlahan. Hal ini menyebabkan ia tak lagi dapat menyimpan daya secara optimal. Satu-satunya jalan adalah menggantinya dengan yang baru. Karena jika mempertahankan penggunaannya malah akan membuat HP jadi tidak optimal dan sering mati sendiri.

 

2. RAM yang Terlalu Penuh

Umumnya, smartphone jaman sekarang dibekali dengan RAM yang lumayan besar minimal 2 GB. Namun hal ini diikuti dengan berbagai macam aplikasi yang juga membutuhkan resources besar.

Apalagi game-game saat ini banyak memakan RAM sehingga yang spesifikasinya rendah akan terbebani. Hal ini bisa mengakibatkan lag, crash atau bahkan restart otomatis karena HP tidak kuat. Maka dari itu, janganlah terlalu memaksa kinerja smartphone diluar kemampuannya.

 

3. Terlalu Banyak Aplikasi/Game

Setiap perangkat smartphone pastilah dipasang aplikasi sebagai pelengkap. Namun tentu kita harus bijak ketika menginstall software-software tersebut. Karena mereka juga memerlukan beberapa ruang di memory untuk menyimpan data-datanya.

Mungkin jika hanya beberapa aplikasi tidak masalah. Namun apabila jumlahnya terlalu banyak bisa-bisa membebani HP kalian. Apalagi bagi yang spesifikasinya kurang, hanya menunggu waktu saja sampai performanya terganggu karena memory yang penuh.

 

4. Bersihkan File Cache/Sampah yang Menumpuk

Dalam sebuah smartphone, tentu ada berbagai macam file yang tersimpan. Dan diantaranya banyak berupa berkas sampah yang tak dibutuhkan lagi seperti cache dan temporarily file. Memang cache sendiri akan muncul seiring dengan penggunaan HP tersebut. Dan selalu disarankan untuk melakukan pembersihan secara berkala terhadap file-file sampah itu.

Hal ini untuk membebaskan beberapa ruang agar penyimpanan menjadi lebih lega. Bingung bagaimana caranya? Kalian bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti SD Maid. Ia akan membantu untuk scan berkas-berkas tidak penting dan menghapusnya secara cepat. Jadi kita tak perlu mencarinya satu per satu lagi.

 

5. Bug Pada ROM yang Digunakan

Sistem android yang bersifat open source memperbolehkan pengguna untuk melakukan perubahan. Contoh mudahnya adalah dengan mengganti ROM bawaan dengan custom ROM. Biasanya hal ini dilakukan untuk memperoleh performa yang lebih baik.

Namun tidak selalu seperti ini, kadang penggunaan custom ROM malah menimbulkan masalah lain. Karena pada dasarnya ia bersifat unofficial sehingga pasti ada bug atau kekurangan di dalamnya. Oleh karena itu disarankan kita untuk selalu menggunakan ROM official saja agar lebih terjamin.

 

6. Update Sistem Versi Terbaru

Setiap smartphone umumnya akan mendapatkan pembaruan sistem secara berkala. Hal ini untuk mengurangi dan memperbaiki bug yang ada di versi sebelumnya. Jadi jika sekiranya ada error yang terjadi, bisa segera teratasi dengan update tersebut. Kalian bisa langsung mengeceknya di Pengaturan > Sistem > Pembaruan Sistem.

 

7. Error Karena Sistem Diroot

Beberapa orang suka meroot perangkat mereka agar mempunyai akses ke sistem. Memang root sendiri bisa memberikan banyak manfaat jika digunakan dengan baik. Namun perlu diketahui, akses root sendiri punya banyak resiko di dalamnya. Sering terjadi kasus dimana smartphone menjadi error sering restart sendiri karena hal ini. Maka dari itu, apabila HP kalian bermasalah setelah diroot, alangkah baiknya melakukan unroot agar sistem kembali seperti semula.

 

8. Smartphone Mengalami Overheat

Apabila HP digunakan secara terus-menerus, tentu suhunya akan naik secara perlahan. Dan jika dipaksa, bisa-bisa terjadi yang namanya overheat. Artinya perangkat akan mengalami panas berlebih sehingga beresiko terhadap komponen di dalamnya.

Alhasil, sistem secara otomatis akan mematikan perangkat untuk mencegah hal tersebut kerusakan terus menjalar. Biasakan untuk mengistirahatkan HP kalian jika mulai terasa panas. Tunggu hingga suhunya kembali normal sebelum digunakan kembali.

 

9. Lakukan Flashing/Reset Pabrik

Tips ini memang sering menjadi andalan untuk berbagai macam masalah pada smartphone. Karena dengan mengembalikannya ke kondisi pabrik, maka semua sistem dan pengaturan juga akan tereset. Dengan begitu setiap error yang ada juga akan ikut hilang. Namun pastikan dulu untuk membackup data-data penting agar tidak hilang ketika proses factory reset.

 

10. Adanya Virus atau Malware

Memang tidak semasif pada perangkat komputer, namun resiko serangan virus pada smartphone tetaplah ada. Apalagi bagi yang suka mengunjungi berbagai macam situs internet, bisa saja terjangkit malware dari sana. Untuk mencegahnya, disarankan untuk memasang aplikasi antivirus sebagai proteksi tambahan. Selain itu, lakukan pula scan secara berkala untuk memastikan tidak ada program jahat yang menyusup ke sistem HP kita.

 

11. Kerusakan Pada Komponen Hardware

Jika sekiranya tidak ada masalah dari segi software, mungkin yang rusak adalah hardwarenya. Bisa dari bagian EMMC atau komponen lainnya sehingga tak dapat berfungsi dengan baik. Jika sudah begini, tentu solusi terbaik adalah ke tempat service. Karena ia butuh penanganan khusus agar tahu apa yang rusak. Jangan coba membongkarnya sendiri jika kalian tak terlalu mahir.

 

12. Waktunya Ganti HP

Setiap benda terutama barang elektronik pasti akan rusak pada waktunya. Karena memang semakin lama digunakan, maka performanya akan semakin menurun. Dan apabila sekiranya sudah berumur lama, pastilah akan terjadi banyak masalah. Terlebih lagi perkembangan smartphone yang sangat pesat akan membuatnya jadi cepat ketinggalan jaman. Maka dari itu, mungkin memang sudah saatnya kalian ganti HP baru.

 

Itulah beberapa tips trik untuk mengatasi smartphone yang suka mati dan restart sendiri. Masalah semacam ini memang umum terjadi dan tidak selalu berujung kerusakan berat. Kadang kala hanya disebabkan oleh error kecil yang sangat mudah untuk diatasi. Cukup praktekkan cara-cara diatas siapa tahu salah satunya adalah solusi yang kalian cari.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *