√ Hitungan Jawa: Cara Menghitung Weton, Penjelasan [Lengkap]

Hitungan Jawa: Cara Menghitung Weton, Penjelasan

Hitungan Jawa: Cara Menghitung Weton, Penjelasan

Hitungan Jawa Weton – Hitungan weton merupakan cara untuk menentukan hitungan baik dan buruk pada saat memulai sebuah hajatan besar seperti khitanan, pernikahan, usaha, dan sebagainya yang dipercayai oleh masyarakat Jawa zaman dulu. Selain itu, hitungan weton jawa untuk pernikahan juga sering dipakai untuk menentukan cocok tidaknya dan nasib kehidupan dari rumah tangga kedua calon mempelai.

Dalam hitungan weton jawa yang ada, istilah ‘neptu’ sering menjadi sebuah pertimbangan pada saat menentukan watak serta nasib seseorang. Biasanya apabila hasil hitungan weton dari pasaran jawa tidak bertemu dengan yang cocok, maka hal yang dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi adalah dengan melakukan ruwutan atau memilih hari pernikahan khusus yang dipercaya dapat menolak kesialan yang akan terjadi nantinya..

Apakah kalian kalian penasaran dengan hitung weton jawa ini? Nah, pada kesempatan kali ini mastekno akan menjelaskan lebih lanjut tentang hitung weton jawa lengkap beserta cara menghitungnya. Namun informasi ini hanyalah sebagai pengetahuan kita saja untuk melestarikan budaya dan tradisi masyarakat jawa dulu dalam menentukan nasib rumah tangga seseorang. Jangan mudah percaya dengan yang namanya prediksi masa depan atau ramalan dan semacamnya.

Kita harus optimis dan yakin bahwa semua tanggal pernikahan itu baik, tidak ada hari atau tanggal yang buruk. Oke, langsung saja silahkan simak artikel berikut ini hitungan weton jawa tanggal lahir, jodoh, pernikahan dan acara lainya.

 

Hitung Weton Jawa untuk Pernikahan

penjelasan dan cara hitungan weton jawa 1

Kecocokan serta keberuntungan pasangan seseorang bisa dihitung dengan weton kelahiran dari kedua calon pengantin karena weton ini mengandung nasib dan watak dari seseorang. Untuk sebagian masyarakat jawa zaman dulu, mengetahui weton seseorang itu sangatlah penting karena akan berhubungan dengan peristiwa atau kegiatan yang akan terjadi dalam hidupnya.

 

Cara Menghitung Weton: Hitung Weton Neptu

Bagi orang jawa, istilah ‘neptu’ sudah tidak asing lagi di telinga mereka. Neptu ini adalah sebuah besaran nilai hari pasaran Jawa atau besaran nilai dari hari lahir seseorang yang bisa dihitung dan dijumlahkan. Untuk melakukan penghitungan weton jodoh ini biasanya menggunakan pedoman dari neptu tersebut.

Hari lahir dari seseorang sama seperti istilah hari yang ada pada umumnya yang kita pakai dalam kehidupan sehari-hari seperti hari senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, dan minggu. Sedangkan hari pasaran jawa dalam adalah pon, kliwon, legi, pahing, dan juga wage. Supaya lebih jelas, berikut ini adalah tabel neptu berdasarkan hari lahir dan neptu berdasarkan nama hari pasaran jawa.

 

Neptu berdasarkan hari lahir

HariNilai
Minggu5
Senin4
Selasa3
Rabu7
Kamis8
Jumat6
Sabtu9

 

Neptu berdasarkan nama hari pasaran Jawa

Hari PasaranNilai
Wage4
Kliwon8
Legi5
Pahing9
Pon7

 

Langkah-Langkah Menghitung Weton dengan Jumlah Neptu

Berikut ini adalah cara menghitung weton jawa dengan jumlah neptu.

 

Tentukan neptu (nilai) hari kelahiran dan hari pasaran jawa dari kedua mempelai

Contohnya apabila mempelai wanita lahir pada hari selasa dengan pasaran jawa pon disebut memiliki weton selasa pon. Jika dihitung nilai hari selasa adalah tiga dan nilai pasaran jawa pon adalah tujuh. Dari dua nilai tersebut jika dijumlahkan maka bisa didapatkan nilai weton jawa sebesar 10 (sepuluh). Sedangkan untuk calon mempelai prianya lahir pada hari sabtu dengan pasaran jawa Kliwon, jadi dia mempunyai weton sabtu kliwon. Jika dihitung nilai dari sabtu ini adalah 9 (sembilan) dan nilai dari pasaran kliwon adalah 8 (delapan). Jika dijumlahkan maka bisa diperoleh neptu weton sebesar 17 (tujuh belas).

Jumlah neptu kedua calon mempelai

Setelah diketahui jumlah neptu weton dari mempelai pria dan wanita, selanjutnya jumlah kan neptu dari kedua calon mempelai tersebut.

  • Weton rabu pon = 10 (sepuluh)
  • Weton sabtu kliwon = 17 (tujuh belas)
  • Jumlah weton = 27 (dua puluh tujuh)

 

Hasil dari penjumlahan weton

Setelah kalian menjumlah neptu dari kedua calon mempelai dan sudah diketahui jumlah dari keduanya, maka selanjutnya adalah tinggal mencocokkan dengan hasil penjumlahan weton berikut ini sesuai jumlah yang didapatkan.

1PEGAT19JODOH
2RATU20TOPO
3JODOH21TINARI
4TOPO22PADU
5TINARI23SUJANAN
6PADU24PESTHI
7SUJANAN25PEGAT
8PESTHI26RATU
9PEGAT27JODOH
10RATU28TOPO
11JODOH29TINARI
12TOPO30PADU
13TINARI31SUJANAN
14PADU32PESTHI
15SUJANAN33PEGAT
16PESTHI34RATU
17PEGAT35JODOH
18RATU36TOPO

Dari tabel di atas maka berdasarkan jumlah weton yang diperoleh yaitu 27, maka jika dicocokan dengan tabel di atas hasilnya adalah jodoh. Supaya kalian lebih paham. Berikut ini adalah penjelasan tentang hasil penjumlahan weton pada tabel di atas.

 

Maksud Hasil Penjumlahan Weton

Berikut ini adalah penjelasan tentang hasil dari jumlah weton dalam tabel di atas.

Pegat

Pegat atau dikenal juga dengan pegatan adalah bahasa jawa dari bercerai. Jika jumlah neptu menunjukkan pegat maka kemungkinan besar kedepannya pasangan tersebut akan menghadapi masalah dalam keluarga mereka. Masalah tersebut bisa bermacam-macam seperti masalah ekonomi, kekuasaan, perselingkuhan, dan sebagainya yang bisa menyebabkan terjadinya perceraian.

Ratu

Yang namanya ratu selalu identik dengan sosok yang dihormati. Apabila hasil dari penjumlahan menunjukkan ratu, maka pasangan ini bisa dikatakan cocok dan berjodoh. Pasangan ini akan dihargai dan disegani oleh para tetangga dan orang di lingkungan sekitar. Bahkan banyak orang yang iri akan keharmonisan pasangan tersebut dalam membina rumah tangga mereka.

Jodoh

Hasil yang berikutnya adalah Jodoh. Yang namanya jodoh, berarti yang sudah jodoh. Jadi jika pasangan mendapatkan hasil jodoh, mereka memang ditakdirkan untuk menikah. Pasangan tersebut bisa menerima semua kekurangan dan kelebihan dari pasangan mereka. Nasib rumah tangga seperti ini dikatakan bisa harmonis sampai mereka tua.

Topo

Hasil berikutnya adalah topo, topo ini dalam bahasa jawa bisa diartikan dengan bertirakat. Pasangan yang mendapat hasil ini akan sering mengalami kesusahan di awal mereka membina rumah tangga, namun setelah itu mereka akan hidup bahagia. Persoalan rumah tangganya bisa seperti ekonomi dan sebagainya. Namun setelah mereka memiliki anak dan sudah cukup lama hidup berumah tangga, hidup pasangan ini akan sukses dan bahagia.

Tinari

Hasil yang selanjutnya adalah Tinari. Calon pasangan yang mendapatkan hasil ini dikatakan akan mendapat kebahagiaan. Mereka akan mendapat kemudahan dalam mencari rezeki dan tidak akan hidup dalam kekurangan. Selain itu katanya hidup mereka juga akan diliputi oleh keberuntungan.

Padu

Dalam bahasa jawa, padu ini bisa diartikan sebagai cekcok atau pertengkaran dalam bahasa Indonesia. Jadi pasangan yang mendapatkan hasil ini kemungkinan akan sering mengalami pertengkaran atau pertikaian dalam rumah tangga yang mereka bangun. Meskipun sering terjadi pertengkaran, nasib rumah tangga mereka tidak sampai bercerai. Kadang pertengkaran yang terjadi ini bisa disebabkan oleh hal-hal yang sepele.

Sujanan

Hasil yang selanjutnya adalah Sujanan. Jadi pasangan yang mendapatkan hasil ini dikatakan rumah tangga mereka nantinya akan sering mengalami pertengkaran dan masalah perselingkuhan. Entah itu dari suami yang memulai perselingkuhan atau pun dari istri terlebih dahulu.

Pesthi

Hasil yang terakhir adalah pesthi. Dikatakan bahwa pasangan yang mendapatkan hasil pesthi ini rumah tangganya akan berjalan dengan harmonis, rukun, adem, ayem, tenteram dan sejahtera sampai tua. Kadang terjadi sedikit masalah namun tidak sampai menganggu keharmonisan rumah tangga.

 

 

Cara Menghitung Weton: Sisa Neptu

Berikut ini adalah cara menghitung weton dengan menggunakan sisa neptu. weton jawa tanggal lahir:

  1. Tentukan nilai hari kelahiran dan nilai hari pasaran dari kedua calon mempelai terlebih dahulu.
  2. Kemudian jumlahkan nepto dari kedua calon mempelai.
  3. Bagi jumlah neptu tersebut dengan angka 7.
  4. Jadikan sisa nilai sebagai acuan primbon jodoh.

Jika kita mengambil contoh dari neptu pasangan di atas sebelumnya, maka diperoleh:

Weton rabu pon = 10 (sepuluh)

Weton sabtu kliwon = 17 (tujuh belas)

Jumlah weton = 27 (dua puluh tujuh)

Setelah itu bagi jumlah weton dengan 7, maka diperoleh 27:7=3 sisanya adalah 6.

Berikut ini adalah penjelasan tentang weton sisa neptu:

  • Sisa 1 = Wasesasegara, artinya adalah memiliki watak yang pemaaf, sabar, berbudi luhur, dan berwibawa.
  • Sisa 2 = Tunggaksemi, artinya rezeki yang dimudahkan dan juga dilancarkan.
  • Sisa 3 = Satria wibawa, artinya mendapatkan kemuliaan dan keluhuran yang tinggi.
  • Sisa 4 = Sumur sinaba, artinya banyak orang yang datang untuk berguru dan juga meminta ilmu.
  • Sisa 5 = Satriya wirang, artinya sering memperoleh duka cita, kesusahan dan sering malu karena tindakannya sendiri. Berdasarkan kitab primbon jawa, cara untuk menolak keburukan ini adalah dengan memotong ayam pada saat ijab kabul.
  • Sisa 7 = Lebu ketiup angin, artinya sulit menggapai cita-cita, sering pindah rumah, dan sering mendapatkan kesulitan. Berdasarkan kitab primbon jawa cara untuk menolak bala ini adalah dengan menabur debu pada saat ijab kabul.

 

Neptu Bulan dan Tahun Jawa

Selain memerhatikan hitungan weton dari hari lahir dan pasaran jawa, orang jawa dulu juga sangat memerhatikan neptu bulan dan juga tahun. Namun sekarang ini hitungan bulan dan tahun sudah jarang digunakan pada saat menentukan nasib dan jodoh seseorang. Biasanya sebagian orang jawa masih memakai neptu bulan dan tahun ini untuk menghitung waktu musim tanam, musim hujan, musim kemarau, ataupun banyak ikan tangkapan nelayan. Berikut ini adalah nilai neptu bulan dan tahun jawa.

BulanNilaiTahunNilai
Sura7Alip1
Sapar2Ehe5
Mulud3Jimawal3
Bada Mulud5Je7
Jumadil Awal6 Dal4
Jumadil Akhir1Be2
Rejeb2Wawu6
Ruwah4Jimakhir3
Pasa5
Sawal7
Sela1
Besar3

 

Nah, itulah cara hitung weton jawa untuk pernikahan yang dulunya digunakan para orang tua yang ditulis pada primbon. Namun untuk sekarang cara hitung seperti ini sudah jarang atau bahkan sudah tidak dilakukan lagi. Kita bisa menjadikan ini sebagai pengetahuan dan wawasan saja tentang apa itu neptu hari kelahiran dan neptu pasaran jawa. Yang harus kita yakini adalah bahwa tidak ada hari buruk untuk pernikahan, setiap hari adalah hari yang baik.

Ini karena cara perhitungan di atas dibuat oleh manusia semata. Kekuasaan mutlak hanya milik Tuhan Yang Maha Esa, yaitu Allah. Nasib dan takdir dari seseorang tidak bisa dihubungkan dengan tanggal, weton jawa tanggal lahir dan hari kelahiran orang tersebut. Tanggal dari hari orang juga tidak bisa dijadikan sebagai prediksi atau ramalan yang akan terjadi nantinya.

Demikianlah apa yang bisa saya sampaikan, semoga informasi tadi bisa menambah wawasan kita tentang hitungan jawa weton, apa itu neptu dan hitungan weton jawa. Jika ada kesalahan dan informasi yang saya sampaikan di atas saya mohon maaf, silahkan komen di bawah jika ada yang ingin ditanyakan.

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hitungan Jawa: Cara Menghitung Weton, Penjelasan

Hitungan Jawa: Cara Menghitung Weton, Penjelasan

Hitungan Jawa Weton – Hitungan weton merupakan cara untuk menentukan hitungan baik dan buruk pada saat memulai sebuah hajatan besar seperti khitanan, pernikahan, usaha, dan sebagainya yang dipercayai oleh masyarakat Jawa zaman dulu. Selain itu, hitungan weton jawa untuk pernikahan juga sering dipakai untuk menentukan cocok tidaknya dan nasib kehidupan dari rumah tangga kedua calon mempelai.

Dalam hitungan weton jawa yang ada, istilah ‘neptu’ sering menjadi sebuah pertimbangan pada saat menentukan watak serta nasib seseorang. Biasanya apabila hasil hitungan weton dari pasaran jawa tidak bertemu dengan yang cocok, maka hal yang dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi adalah dengan melakukan ruwutan atau memilih hari pernikahan khusus yang dipercaya dapat menolak kesialan yang akan terjadi nantinya..

Apakah kalian kalian penasaran dengan hitung weton jawa ini? Nah, pada kesempatan kali ini mastekno akan menjelaskan lebih lanjut tentang hitung weton jawa lengkap beserta cara menghitungnya. Namun informasi ini hanyalah sebagai pengetahuan kita saja untuk melestarikan budaya dan tradisi masyarakat jawa dulu dalam menentukan nasib rumah tangga seseorang. Jangan mudah percaya dengan yang namanya prediksi masa depan atau ramalan dan semacamnya.

Kita harus optimis dan yakin bahwa semua tanggal pernikahan itu baik, tidak ada hari atau tanggal yang buruk. Oke, langsung saja silahkan simak artikel berikut ini hitungan weton jawa tanggal lahir, jodoh, pernikahan dan acara lainya.

 

Hitung Weton Jawa untuk Pernikahan

penjelasan dan cara hitungan weton jawa 1

Kecocokan serta keberuntungan pasangan seseorang bisa dihitung dengan weton kelahiran dari kedua calon pengantin karena weton ini mengandung nasib dan watak dari seseorang. Untuk sebagian masyarakat jawa zaman dulu, mengetahui weton seseorang itu sangatlah penting karena akan berhubungan dengan peristiwa atau kegiatan yang akan terjadi dalam hidupnya.

 

Cara Menghitung Weton: Hitung Weton Neptu

Bagi orang jawa, istilah ‘neptu’ sudah tidak asing lagi di telinga mereka. Neptu ini adalah sebuah besaran nilai hari pasaran Jawa atau besaran nilai dari hari lahir seseorang yang bisa dihitung dan dijumlahkan. Untuk melakukan penghitungan weton jodoh ini biasanya menggunakan pedoman dari neptu tersebut.

Hari lahir dari seseorang sama seperti istilah hari yang ada pada umumnya yang kita pakai dalam kehidupan sehari-hari seperti hari senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, dan minggu. Sedangkan hari pasaran jawa dalam adalah pon, kliwon, legi, pahing, dan juga wage. Supaya lebih jelas, berikut ini adalah tabel neptu berdasarkan hari lahir dan neptu berdasarkan nama hari pasaran jawa.

 

Neptu berdasarkan hari lahir

HariNilai
Minggu5
Senin4
Selasa3
Rabu7
Kamis8
Jumat6
Sabtu9

 

Neptu berdasarkan nama hari pasaran Jawa

Hari PasaranNilai
Wage4
Kliwon8
Legi5
Pahing9
Pon7

 

Langkah-Langkah Menghitung Weton dengan Jumlah Neptu

Berikut ini adalah cara menghitung weton jawa dengan jumlah neptu.

 

Tentukan neptu (nilai) hari kelahiran dan hari pasaran jawa dari kedua mempelai

Contohnya apabila mempelai wanita lahir pada hari selasa dengan pasaran jawa pon disebut memiliki weton selasa pon. Jika dihitung nilai hari selasa adalah tiga dan nilai pasaran jawa pon adalah tujuh. Dari dua nilai tersebut jika dijumlahkan maka bisa didapatkan nilai weton jawa sebesar 10 (sepuluh). Sedangkan untuk calon mempelai prianya lahir pada hari sabtu dengan pasaran jawa Kliwon, jadi dia mempunyai weton sabtu kliwon. Jika dihitung nilai dari sabtu ini adalah 9 (sembilan) dan nilai dari pasaran kliwon adalah 8 (delapan). Jika dijumlahkan maka bisa diperoleh neptu weton sebesar 17 (tujuh belas).

Jumlah neptu kedua calon mempelai

Setelah diketahui jumlah neptu weton dari mempelai pria dan wanita, selanjutnya jumlah kan neptu dari kedua calon mempelai tersebut.

  • Weton rabu pon = 10 (sepuluh)
  • Weton sabtu kliwon = 17 (tujuh belas)
  • Jumlah weton = 27 (dua puluh tujuh)

 

Hasil dari penjumlahan weton

Setelah kalian menjumlah neptu dari kedua calon mempelai dan sudah diketahui jumlah dari keduanya, maka selanjutnya adalah tinggal mencocokkan dengan hasil penjumlahan weton berikut ini sesuai jumlah yang didapatkan.

1PEGAT19JODOH
2RATU20TOPO
3JODOH21TINARI
4TOPO22PADU
5TINARI23SUJANAN
6PADU24PESTHI
7SUJANAN25PEGAT
8PESTHI26RATU
9PEGAT27JODOH
10RATU28TOPO
11JODOH29TINARI
12TOPO30PADU
13TINARI31SUJANAN
14PADU32PESTHI
15SUJANAN33PEGAT
16PESTHI34RATU
17PEGAT35JODOH
18RATU36TOPO

Dari tabel di atas maka berdasarkan jumlah weton yang diperoleh yaitu 27, maka jika dicocokan dengan tabel di atas hasilnya adalah jodoh. Supaya kalian lebih paham. Berikut ini adalah penjelasan tentang hasil penjumlahan weton pada tabel di atas.

 

Maksud Hasil Penjumlahan Weton

Berikut ini adalah penjelasan tentang hasil dari jumlah weton dalam tabel di atas.

Pegat

Pegat atau dikenal juga dengan pegatan adalah bahasa jawa dari bercerai. Jika jumlah neptu menunjukkan pegat maka kemungkinan besar kedepannya pasangan tersebut akan menghadapi masalah dalam keluarga mereka. Masalah tersebut bisa bermacam-macam seperti masalah ekonomi, kekuasaan, perselingkuhan, dan sebagainya yang bisa menyebabkan terjadinya perceraian.

Ratu

Yang namanya ratu selalu identik dengan sosok yang dihormati. Apabila hasil dari penjumlahan menunjukkan ratu, maka pasangan ini bisa dikatakan cocok dan berjodoh. Pasangan ini akan dihargai dan disegani oleh para tetangga dan orang di lingkungan sekitar. Bahkan banyak orang yang iri akan keharmonisan pasangan tersebut dalam membina rumah tangga mereka.

Jodoh

Hasil yang berikutnya adalah Jodoh. Yang namanya jodoh, berarti yang sudah jodoh. Jadi jika pasangan mendapatkan hasil jodoh, mereka memang ditakdirkan untuk menikah. Pasangan tersebut bisa menerima semua kekurangan dan kelebihan dari pasangan mereka. Nasib rumah tangga seperti ini dikatakan bisa harmonis sampai mereka tua.

Topo

Hasil berikutnya adalah topo, topo ini dalam bahasa jawa bisa diartikan dengan bertirakat. Pasangan yang mendapat hasil ini akan sering mengalami kesusahan di awal mereka membina rumah tangga, namun setelah itu mereka akan hidup bahagia. Persoalan rumah tangganya bisa seperti ekonomi dan sebagainya. Namun setelah mereka memiliki anak dan sudah cukup lama hidup berumah tangga, hidup pasangan ini akan sukses dan bahagia.

Tinari

Hasil yang selanjutnya adalah Tinari. Calon pasangan yang mendapatkan hasil ini dikatakan akan mendapat kebahagiaan. Mereka akan mendapat kemudahan dalam mencari rezeki dan tidak akan hidup dalam kekurangan. Selain itu katanya hidup mereka juga akan diliputi oleh keberuntungan.

Padu

Dalam bahasa jawa, padu ini bisa diartikan sebagai cekcok atau pertengkaran dalam bahasa Indonesia. Jadi pasangan yang mendapatkan hasil ini kemungkinan akan sering mengalami pertengkaran atau pertikaian dalam rumah tangga yang mereka bangun. Meskipun sering terjadi pertengkaran, nasib rumah tangga mereka tidak sampai bercerai. Kadang pertengkaran yang terjadi ini bisa disebabkan oleh hal-hal yang sepele.

Sujanan

Hasil yang selanjutnya adalah Sujanan. Jadi pasangan yang mendapatkan hasil ini dikatakan rumah tangga mereka nantinya akan sering mengalami pertengkaran dan masalah perselingkuhan. Entah itu dari suami yang memulai perselingkuhan atau pun dari istri terlebih dahulu.

Pesthi

Hasil yang terakhir adalah pesthi. Dikatakan bahwa pasangan yang mendapatkan hasil pesthi ini rumah tangganya akan berjalan dengan harmonis, rukun, adem, ayem, tenteram dan sejahtera sampai tua. Kadang terjadi sedikit masalah namun tidak sampai menganggu keharmonisan rumah tangga.

 

 

Cara Menghitung Weton: Sisa Neptu

Berikut ini adalah cara menghitung weton dengan menggunakan sisa neptu. weton jawa tanggal lahir:

  1. Tentukan nilai hari kelahiran dan nilai hari pasaran dari kedua calon mempelai terlebih dahulu.
  2. Kemudian jumlahkan nepto dari kedua calon mempelai.
  3. Bagi jumlah neptu tersebut dengan angka 7.
  4. Jadikan sisa nilai sebagai acuan primbon jodoh.

Jika kita mengambil contoh dari neptu pasangan di atas sebelumnya, maka diperoleh:

Weton rabu pon = 10 (sepuluh)

Weton sabtu kliwon = 17 (tujuh belas)

Jumlah weton = 27 (dua puluh tujuh)

Setelah itu bagi jumlah weton dengan 7, maka diperoleh 27:7=3 sisanya adalah 6.

Berikut ini adalah penjelasan tentang weton sisa neptu:

  • Sisa 1 = Wasesasegara, artinya adalah memiliki watak yang pemaaf, sabar, berbudi luhur, dan berwibawa.
  • Sisa 2 = Tunggaksemi, artinya rezeki yang dimudahkan dan juga dilancarkan.
  • Sisa 3 = Satria wibawa, artinya mendapatkan kemuliaan dan keluhuran yang tinggi.
  • Sisa 4 = Sumur sinaba, artinya banyak orang yang datang untuk berguru dan juga meminta ilmu.
  • Sisa 5 = Satriya wirang, artinya sering memperoleh duka cita, kesusahan dan sering malu karena tindakannya sendiri. Berdasarkan kitab primbon jawa, cara untuk menolak keburukan ini adalah dengan memotong ayam pada saat ijab kabul.
  • Sisa 7 = Lebu ketiup angin, artinya sulit menggapai cita-cita, sering pindah rumah, dan sering mendapatkan kesulitan. Berdasarkan kitab primbon jawa cara untuk menolak bala ini adalah dengan menabur debu pada saat ijab kabul.

 

Neptu Bulan dan Tahun Jawa

Selain memerhatikan hitungan weton dari hari lahir dan pasaran jawa, orang jawa dulu juga sangat memerhatikan neptu bulan dan juga tahun. Namun sekarang ini hitungan bulan dan tahun sudah jarang digunakan pada saat menentukan nasib dan jodoh seseorang. Biasanya sebagian orang jawa masih memakai neptu bulan dan tahun ini untuk menghitung waktu musim tanam, musim hujan, musim kemarau, ataupun banyak ikan tangkapan nelayan. Berikut ini adalah nilai neptu bulan dan tahun jawa.

BulanNilaiTahunNilai
Sura7Alip1
Sapar2Ehe5
Mulud3Jimawal3
Bada Mulud5Je7
Jumadil Awal6 Dal4
Jumadil Akhir1Be2
Rejeb2Wawu6
Ruwah4Jimakhir3
Pasa5
Sawal7
Sela1
Besar3

 

Nah, itulah cara hitung weton jawa untuk pernikahan yang dulunya digunakan para orang tua yang ditulis pada primbon. Namun untuk sekarang cara hitung seperti ini sudah jarang atau bahkan sudah tidak dilakukan lagi. Kita bisa menjadikan ini sebagai pengetahuan dan wawasan saja tentang apa itu neptu hari kelahiran dan neptu pasaran jawa. Yang harus kita yakini adalah bahwa tidak ada hari buruk untuk pernikahan, setiap hari adalah hari yang baik.

Ini karena cara perhitungan di atas dibuat oleh manusia semata. Kekuasaan mutlak hanya milik Tuhan Yang Maha Esa, yaitu Allah. Nasib dan takdir dari seseorang tidak bisa dihubungkan dengan tanggal, weton jawa tanggal lahir dan hari kelahiran orang tersebut. Tanggal dari hari orang juga tidak bisa dijadikan sebagai prediksi atau ramalan yang akan terjadi nantinya.

Demikianlah apa yang bisa saya sampaikan, semoga informasi tadi bisa menambah wawasan kita tentang hitungan jawa weton, apa itu neptu dan hitungan weton jawa. Jika ada kesalahan dan informasi yang saya sampaikan di atas saya mohon maaf, silahkan komen di bawah jika ada yang ingin ditanyakan.

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *