√ Hasil Sidang PPKI: 1, 2, 3 (18, 19, 22 Agustus) dan Penjelasan Lengkap

Hasil Sidang PPKI: 1, 2, 3 (18, 19, 22 Agustus) dan Penjelasannya

Hasil Sidang PPKI: 1, 2, 3 (18, 19, 22 Agustus) dan Penjelasannya

Kemerdekaan Indonesia terjadi di tanggal 17 Agustus tahun 1945. Sebelum terjadinya kemerdekaan ada badan khusus yang tugasnya adalah mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Badan tersebut bernama PPKI atau yang memiliki kepanjangan dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Badan PPKI memiliki tujuan utama yaitu untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Untuk mewujudkan tujuannya tersebut, PPKI melakukan sidang yang menghasilkan beberapa macam keputusan. Keputusan tersebut antara lain adalah membentuk komite nasional dan juga mengesahkan UUD 1945.

Sebelum ada PPKI awalnya ada sebuah badan yang bernama BPUPKI yang memiliki kepanjangan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Nah setelah BPUPKI selesai dalam mengerjakan tugasnya kemudian dibubarkan dan digantikan dengan PPKI. PPKI disebut sebagai Dokuritsu Junbi Iinkai di dalam bahasa jepang.

Anggota dari PPKI terdiri dari 21 anggota dan kemudian bertambah 6 anggota lainnya. Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta adalah ketua dari badan PPKI. Kemudian anggota PPKI antara lain terdiri dari Dr. Soepomo, Achmad Soebardjo, Radjiman Widyodiningrat, dan juga Otto Iskandardinata.

Baca Juga: Tugas PPKI.

PPKI melakukan sidang sebanyak tiga kali yang masing – masing memiliki tanggal dan juga hasil sidang yang berbeda – beda. Saat kegiatan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia di tanggal 17 agustus, di hari berikut nya PPKI melaksanakan sidang. Berikut tanggal kapan sidang PPKI dimulai.

  • Sidang PPKI yang pertama diselenggerakan di tanggal 18 Agustus 1945
  • Sidang PPKI yang kedua diselenggerakan di tanggal 19 Agustus 1945
  • Sidang PPKI yang ketiga diselenggarakan di tanggal 22 Agustus 1945

Dari ketiga sidang diatas, ada banyak hasil keputusan yang didapatkan dari sidang. Antara lain adalah pengangkatan presiden beserta wakilnya, pembentukan badan komite nasional Indonesia pusat, disahkannya undang – undang dasar tahun 1945, dan juga pembagian wilayah Indonesia ke dalam delapan provinsi.

 

Hasil Sidang dari Ketiga Sidang PPKI

Setelah kita membahas tentang kapan saja sidang PPKI dilaksanakan, selanjutnya kita akan membahas tentang hasil dari ketiga sidang tersebut. Di setiap sidang akan yang berbeda akan menghasilkan sidang yang berbeda juga. Keputusan, gagasan, dan juga ide yang dihasilkan pun berbeda. Keputusan yang dibahas di sidang antara lain adalah tentang pasukan Negara, pembentukan konstitusi, komite nasional, dan juga struktur pemerintahan.

 

Hasil dari Sidang PPKI Pertama Tanggal 18 Agustus 1945

Yang pertama saya akan membahas tentang sidang pertama dari PPKI yang dilaksanakan di tanggal 18 Agustus 1945. Berikut adalah hasil dari keputusannya yang akan dijelaskan satu persatu langsung saja simak penjelasannya berikut ini.

1. Melakukan Pengesahan UUD 1945

Sebelum PPKI mengesahkan UUD 1945, sebelumnya badan BPUPKI telah membuat batang tubuh UUD 1945. Pengesahan UUD 1945 ini bisa dikatakan sebagai hasil dari sidang pertama PPKI. UUD 1945 disahkan sebagai konstitusi dari Negara.

Selain mengesahkan UUD 1945, PPKI juga melakukan revisi di piagam Jakarta. Revisi yang dilakukan adalah melakukan perubahan kalimat. Yang tadinya berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk – pemeluknya” kemudian diganti dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Itulah hasil revisi piagam Jakarta oleh PPKI.

 

2. Menetapkan Presiden dan Juga Wakil Presiden

Selain mengesahkan UUD, di sidang pertama PPKI juga berhasil menetapkan presiden indonesia beserta dengan wakil presiden indonesia. Yang terpilih menjadi presiden Indonesia adalah Ir.Soekarno dan yang terpilih menjad wakil presidennya adalah Drs. Mohammad Hatta. Hal itu semua didasarkan atas usulan dari Otto Iskandardinata yang dilakukan dengan aklamasi.

 

3. Pembentukan Komite Nasional

Hasil ketiga dari sidang PPKI yang pertama adalah pembentukan komite nasional. Tugas dari komite nasional adalah sebagai badan yang membantu tugas dari presiden sebelum dibentuk DPR dan juga MPR dan bersifat sementara.

 

Hasil Dari Sidang PPKI Kedua Tanggal 19 Agustus 1945

Setelah kita membahas hasil dari sidang PPKI yang pertama, selanjutnya kita akan membahas tentang sidang PPKI yang kedua, berikut hasil dari sidang PPKI yang kedua, langsung saja simak penjelasannya berikut ini.

1. Membentuk Pemerintah Daerah Berjumlah 8 Provinsi

Hasil pertama dari sidang PPKI yang kedua adalah daerah Indonesia dibagi untuk membentuk pemerintah daerah yang mana hasilnya adalah dapat dibagi ke dalam delapan provinsi. Di setiap provinsi ada pemimpin yang memimpin daerah tersebut. Pemimpin itu disebut dengan kepala daerah atau bisa juga disebut dengan gubernur. Hasil pembagian delapan provinsi tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

NoProvinsiNama Gubernur
1SumatraTeuku Mohammad Hassan
2Jawa BaratSutarjo Kartohadikusumo
3Jawa TengahR. Panji Suroso
4Jawa TimurR. A. Suryo
5Sunda KecilI Gusti Ketut Puja Suroso
6KalimantanIr. Pangeran Mohammad Nor
7SulawesiMr. J. Ratulangi
8MalukuDr G. S. S. J. Latuharhary

 

2. Pembentukan Komite Nasional di Daerah

Setelah membagi ke dalam delapan provinsi, sidang PPKI yang kedua juga membentuk komite nasional yang ada di tingkat daerah untuk setiap provinsi yang sudah dibentuk tadi. Daerah provinsi nya mulai dari Kalimantan, sumatera, Maluku, jawa timur, Sulawesi, sunda kecil, jawa tengah, dan jawa barat.

 

3. Pembentukan 12 Kementerian Beserta 4 Menteri Negara

Hasil sidang selanjutnya yang akan kita bahas adalah tentang terbentuknya 12 kementerian dan juga 4 menteri Negara. 12 kementerian tersebut adalah kementerian kabinet di setiap departemen lalu 4 meteri Negara non departemen. Langsung saja berikut adalah tabel nama – nama menteri beserta departemen yang dipimpin di kabinet Republik Indonesia pertama kali.

NoNama MenteriDepartemen
1R.A.A. Wiranata KusumahDepartemen Dalam Negeri
2Mr. Achmad SoebardjoDepartemen Luar Negeri
3Prof. Dr. Mr. SoepomoDepartemen Kehakiman
4Ki Hajar DewantaraDepartemen Pengajaran
5Abikusno TjokrosujosoDepartemen Pekerjaan Umum
6Abikusno TjokrosujosoDepartemen Perhubungan
7A.A. MaramisDepartemen Keuangan
8Ir. Surachman TjokroadisurjoDepartemen Kemakmuran
9Dr. Buntaran MartoatmojoDepartemen Kesehatan
10Mr. Iwa Kusuma SumantriDepartemen Sosial
11SoeprijadiDepartemen Keamanan Rakyat
12Mr. Amir SyarifudinDepartemen Penerangan
13Wachid Hasjimnon-departemen
14Dr. M. Amirnon-departemen
15Mr. R. M. Sartononon-departemen
16R. Otto Iskandardinatanon-departemen

 

4. Pembentukan Tentara Rakyat Indonesia

Setelah sidang PPKI kedua telah selesai dilakukan kemudian PPKI melakukan rapat kecil yang menghasilkan suatu keputusan untuk membentuk Tentara Rakyat Indonesia. Tentara Rakyat Indonesia diambil dari PETA dan juga tentara Heiho hal ini didasarka atas usulan dari Adam Malik.

Setelah itu Kasman Singodimerjo, Otto Iskandardinata, dan juga Abdul Kadir mempersiapkan hal untuk membentuk kepolisian Negara dan juga tentara kebangsaan. Tidak hanya itu, Otto Iskandardinata juga memberikan buah pikiran untuk memasukan anggota polisi kedalam departemen dalam negeri.

 

Hasil Dari Sidang PPKI Ketiga Tanggal 22 Agustus 1945

Setelah kita membahas tentang sidang pertama maupun kedua, selanjutnya saya akan membahas tentang sidang ketiga dari PPKI yang dilaksanakan di tanggal 22 Agustus 1945. Berikut adalah hasil dari keputusannya simak penjelasannya berikut ini.

1. Penetapan KNIP ( Komite Nasional Indonesia Pusat )

Sebenarnya di sidang pertama komite nasional telah diputuskan namun di sidang ketiga ini KNIP atau Komite Nasionall Indonesia Pusat yang resmi barulah terbentuk. Anggota KNIP terdiri atas masyarakat dan juga terdiri atas golongan muda, anggota KNIP sendiri terdiri atas 137 anggota.

Setelah itu KNIP melakukan sidang. Terdapat tiga wakil ketua di susunan KNIP yaitu ketua pertama dijabat oleh M.Sutarjo, kemudian ketua kedua dijabat oleh Latuharhary, dan yang terakhir ketua ketiga dijabat oleh Adam Malik. Ketua dari KNIP adalah Singodimerjo.

 

2. Pembentukan PNI ( Partai Nasional Indonesia )

Hasil keputusan sidang ketiga yang selanjutnya adalah tentang terbentuknya PNI atau yang memiliki kepanjangan sebagai Partai Nasional Indonesia. Mengapa PNI dibentuk, awalnya adalah ditujukan supaya menjadi satu – satunya partai yang ada di Indonesia. PNI sendiri memiliki tujuan supaya bisa menjadikan dan mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi Negara yang makmur, berdaulat, dan juga adil atas berdasarkan kedaulatan rakyat. Ketua PNI sendiri adalah Ir. Soekarno.

PNI yang sebagai rancangan awal untuk menjadi partai tunggal ditolak, kemudian di tahun 1945 tepatnya saat akhir agustus rencana itu akhirnya sudah dibatalkan. Setelah rencana itu dibatalkan kemudian gagasan untuk menjadikan hanya ada satu partai yang ada di Indonesia sudah tenggelam dan sudah tidak ada lagi

 

3. Pembentukan BKR ( Badan Keamanan Rakyat )

Hasil sidang ketiga dari PPKI yang terakhir adalah membentuk BKR. BKR sendiri merupakan singkatan dari Badan Keamanan Rakyat. BKR memiliki fungsi atau kegunaan untuk menjaga keamanan di masing – masing daerah secara umum.

Laskar Rakyat, PETA, dan juga Heiho resmi langsung dibubarkan setelah BKR dibentuk. Kemudian diusulkan untuk membentuk tentara kebangsaan Indonesia secara secepat – cepatnya supaya kedaulatan Negara republik Indonesia tetap terjaga.

Penjelasan mengenai ketiga sidang PPKI yang meliputi sidang pertama, kedua, dan ketiga sudah selesai kita bahas. Semua sidang PPKI memiliki peranan dan juga fungsi yang masing – masing sama pentingnya untuk kedaulatan dan keberlangsungan Republik Indonesia tercinta hingga saat ini.

 

Demikian artikel tentang Hasil Sidang PPKI 1, 2, 3 ( 18, 19, dan 22 Agustus ) Beserta Penjelasannya yang dapat saya sampaikan semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita semua khususnya di dalam bidang sidang PPKI. Dan juga semoga bisa membantu kalian yang sedang diberikan tugas oleh guru untuk mencari info tentang sidang PPKI. Jika ada hal yang ingin ditanyakan atau ada hal yang belum jelas silahkan jangan sungkan untuk bertanya di kolom komentar yang sudah disediakan dibawah ini.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hasil Sidang PPKI: 1, 2, 3 (18, 19, 22 Agustus) dan Penjelasannya

Hasil Sidang PPKI: 1, 2, 3 (18, 19, 22 Agustus) dan Penjelasannya

Kemerdekaan Indonesia terjadi di tanggal 17 Agustus tahun 1945. Sebelum terjadinya kemerdekaan ada badan khusus yang tugasnya adalah mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Badan tersebut bernama PPKI atau yang memiliki kepanjangan dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Badan PPKI memiliki tujuan utama yaitu untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Untuk mewujudkan tujuannya tersebut, PPKI melakukan sidang yang menghasilkan beberapa macam keputusan. Keputusan tersebut antara lain adalah membentuk komite nasional dan juga mengesahkan UUD 1945.

Sebelum ada PPKI awalnya ada sebuah badan yang bernama BPUPKI yang memiliki kepanjangan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Nah setelah BPUPKI selesai dalam mengerjakan tugasnya kemudian dibubarkan dan digantikan dengan PPKI. PPKI disebut sebagai Dokuritsu Junbi Iinkai di dalam bahasa jepang.

Anggota dari PPKI terdiri dari 21 anggota dan kemudian bertambah 6 anggota lainnya. Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta adalah ketua dari badan PPKI. Kemudian anggota PPKI antara lain terdiri dari Dr. Soepomo, Achmad Soebardjo, Radjiman Widyodiningrat, dan juga Otto Iskandardinata.

Baca Juga: Tugas PPKI.

PPKI melakukan sidang sebanyak tiga kali yang masing – masing memiliki tanggal dan juga hasil sidang yang berbeda – beda. Saat kegiatan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia di tanggal 17 agustus, di hari berikut nya PPKI melaksanakan sidang. Berikut tanggal kapan sidang PPKI dimulai.

  • Sidang PPKI yang pertama diselenggerakan di tanggal 18 Agustus 1945
  • Sidang PPKI yang kedua diselenggerakan di tanggal 19 Agustus 1945
  • Sidang PPKI yang ketiga diselenggarakan di tanggal 22 Agustus 1945

Dari ketiga sidang diatas, ada banyak hasil keputusan yang didapatkan dari sidang. Antara lain adalah pengangkatan presiden beserta wakilnya, pembentukan badan komite nasional Indonesia pusat, disahkannya undang – undang dasar tahun 1945, dan juga pembagian wilayah Indonesia ke dalam delapan provinsi.

 

Hasil Sidang dari Ketiga Sidang PPKI

Setelah kita membahas tentang kapan saja sidang PPKI dilaksanakan, selanjutnya kita akan membahas tentang hasil dari ketiga sidang tersebut. Di setiap sidang akan yang berbeda akan menghasilkan sidang yang berbeda juga. Keputusan, gagasan, dan juga ide yang dihasilkan pun berbeda. Keputusan yang dibahas di sidang antara lain adalah tentang pasukan Negara, pembentukan konstitusi, komite nasional, dan juga struktur pemerintahan.

 

Hasil dari Sidang PPKI Pertama Tanggal 18 Agustus 1945

Yang pertama saya akan membahas tentang sidang pertama dari PPKI yang dilaksanakan di tanggal 18 Agustus 1945. Berikut adalah hasil dari keputusannya yang akan dijelaskan satu persatu langsung saja simak penjelasannya berikut ini.

1. Melakukan Pengesahan UUD 1945

Sebelum PPKI mengesahkan UUD 1945, sebelumnya badan BPUPKI telah membuat batang tubuh UUD 1945. Pengesahan UUD 1945 ini bisa dikatakan sebagai hasil dari sidang pertama PPKI. UUD 1945 disahkan sebagai konstitusi dari Negara.

Selain mengesahkan UUD 1945, PPKI juga melakukan revisi di piagam Jakarta. Revisi yang dilakukan adalah melakukan perubahan kalimat. Yang tadinya berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk – pemeluknya” kemudian diganti dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Itulah hasil revisi piagam Jakarta oleh PPKI.

 

2. Menetapkan Presiden dan Juga Wakil Presiden

Selain mengesahkan UUD, di sidang pertama PPKI juga berhasil menetapkan presiden indonesia beserta dengan wakil presiden indonesia. Yang terpilih menjadi presiden Indonesia adalah Ir.Soekarno dan yang terpilih menjad wakil presidennya adalah Drs. Mohammad Hatta. Hal itu semua didasarkan atas usulan dari Otto Iskandardinata yang dilakukan dengan aklamasi.

 

3. Pembentukan Komite Nasional

Hasil ketiga dari sidang PPKI yang pertama adalah pembentukan komite nasional. Tugas dari komite nasional adalah sebagai badan yang membantu tugas dari presiden sebelum dibentuk DPR dan juga MPR dan bersifat sementara.

 

Hasil Dari Sidang PPKI Kedua Tanggal 19 Agustus 1945

Setelah kita membahas hasil dari sidang PPKI yang pertama, selanjutnya kita akan membahas tentang sidang PPKI yang kedua, berikut hasil dari sidang PPKI yang kedua, langsung saja simak penjelasannya berikut ini.

1. Membentuk Pemerintah Daerah Berjumlah 8 Provinsi

Hasil pertama dari sidang PPKI yang kedua adalah daerah Indonesia dibagi untuk membentuk pemerintah daerah yang mana hasilnya adalah dapat dibagi ke dalam delapan provinsi. Di setiap provinsi ada pemimpin yang memimpin daerah tersebut. Pemimpin itu disebut dengan kepala daerah atau bisa juga disebut dengan gubernur. Hasil pembagian delapan provinsi tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

NoProvinsiNama Gubernur
1SumatraTeuku Mohammad Hassan
2Jawa BaratSutarjo Kartohadikusumo
3Jawa TengahR. Panji Suroso
4Jawa TimurR. A. Suryo
5Sunda KecilI Gusti Ketut Puja Suroso
6KalimantanIr. Pangeran Mohammad Nor
7SulawesiMr. J. Ratulangi
8MalukuDr G. S. S. J. Latuharhary

 

2. Pembentukan Komite Nasional di Daerah

Setelah membagi ke dalam delapan provinsi, sidang PPKI yang kedua juga membentuk komite nasional yang ada di tingkat daerah untuk setiap provinsi yang sudah dibentuk tadi. Daerah provinsi nya mulai dari Kalimantan, sumatera, Maluku, jawa timur, Sulawesi, sunda kecil, jawa tengah, dan jawa barat.

 

3. Pembentukan 12 Kementerian Beserta 4 Menteri Negara

Hasil sidang selanjutnya yang akan kita bahas adalah tentang terbentuknya 12 kementerian dan juga 4 menteri Negara. 12 kementerian tersebut adalah kementerian kabinet di setiap departemen lalu 4 meteri Negara non departemen. Langsung saja berikut adalah tabel nama – nama menteri beserta departemen yang dipimpin di kabinet Republik Indonesia pertama kali.

NoNama MenteriDepartemen
1R.A.A. Wiranata KusumahDepartemen Dalam Negeri
2Mr. Achmad SoebardjoDepartemen Luar Negeri
3Prof. Dr. Mr. SoepomoDepartemen Kehakiman
4Ki Hajar DewantaraDepartemen Pengajaran
5Abikusno TjokrosujosoDepartemen Pekerjaan Umum
6Abikusno TjokrosujosoDepartemen Perhubungan
7A.A. MaramisDepartemen Keuangan
8Ir. Surachman TjokroadisurjoDepartemen Kemakmuran
9Dr. Buntaran MartoatmojoDepartemen Kesehatan
10Mr. Iwa Kusuma SumantriDepartemen Sosial
11SoeprijadiDepartemen Keamanan Rakyat
12Mr. Amir SyarifudinDepartemen Penerangan
13Wachid Hasjimnon-departemen
14Dr. M. Amirnon-departemen
15Mr. R. M. Sartononon-departemen
16R. Otto Iskandardinatanon-departemen

 

4. Pembentukan Tentara Rakyat Indonesia

Setelah sidang PPKI kedua telah selesai dilakukan kemudian PPKI melakukan rapat kecil yang menghasilkan suatu keputusan untuk membentuk Tentara Rakyat Indonesia. Tentara Rakyat Indonesia diambil dari PETA dan juga tentara Heiho hal ini didasarka atas usulan dari Adam Malik.

Setelah itu Kasman Singodimerjo, Otto Iskandardinata, dan juga Abdul Kadir mempersiapkan hal untuk membentuk kepolisian Negara dan juga tentara kebangsaan. Tidak hanya itu, Otto Iskandardinata juga memberikan buah pikiran untuk memasukan anggota polisi kedalam departemen dalam negeri.

 

Hasil Dari Sidang PPKI Ketiga Tanggal 22 Agustus 1945

Setelah kita membahas tentang sidang pertama maupun kedua, selanjutnya saya akan membahas tentang sidang ketiga dari PPKI yang dilaksanakan di tanggal 22 Agustus 1945. Berikut adalah hasil dari keputusannya simak penjelasannya berikut ini.

1. Penetapan KNIP ( Komite Nasional Indonesia Pusat )

Sebenarnya di sidang pertama komite nasional telah diputuskan namun di sidang ketiga ini KNIP atau Komite Nasionall Indonesia Pusat yang resmi barulah terbentuk. Anggota KNIP terdiri atas masyarakat dan juga terdiri atas golongan muda, anggota KNIP sendiri terdiri atas 137 anggota.

Setelah itu KNIP melakukan sidang. Terdapat tiga wakil ketua di susunan KNIP yaitu ketua pertama dijabat oleh M.Sutarjo, kemudian ketua kedua dijabat oleh Latuharhary, dan yang terakhir ketua ketiga dijabat oleh Adam Malik. Ketua dari KNIP adalah Singodimerjo.

 

2. Pembentukan PNI ( Partai Nasional Indonesia )

Hasil keputusan sidang ketiga yang selanjutnya adalah tentang terbentuknya PNI atau yang memiliki kepanjangan sebagai Partai Nasional Indonesia. Mengapa PNI dibentuk, awalnya adalah ditujukan supaya menjadi satu – satunya partai yang ada di Indonesia. PNI sendiri memiliki tujuan supaya bisa menjadikan dan mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi Negara yang makmur, berdaulat, dan juga adil atas berdasarkan kedaulatan rakyat. Ketua PNI sendiri adalah Ir. Soekarno.

PNI yang sebagai rancangan awal untuk menjadi partai tunggal ditolak, kemudian di tahun 1945 tepatnya saat akhir agustus rencana itu akhirnya sudah dibatalkan. Setelah rencana itu dibatalkan kemudian gagasan untuk menjadikan hanya ada satu partai yang ada di Indonesia sudah tenggelam dan sudah tidak ada lagi

 

3. Pembentukan BKR ( Badan Keamanan Rakyat )

Hasil sidang ketiga dari PPKI yang terakhir adalah membentuk BKR. BKR sendiri merupakan singkatan dari Badan Keamanan Rakyat. BKR memiliki fungsi atau kegunaan untuk menjaga keamanan di masing – masing daerah secara umum.

Laskar Rakyat, PETA, dan juga Heiho resmi langsung dibubarkan setelah BKR dibentuk. Kemudian diusulkan untuk membentuk tentara kebangsaan Indonesia secara secepat – cepatnya supaya kedaulatan Negara republik Indonesia tetap terjaga.

Penjelasan mengenai ketiga sidang PPKI yang meliputi sidang pertama, kedua, dan ketiga sudah selesai kita bahas. Semua sidang PPKI memiliki peranan dan juga fungsi yang masing – masing sama pentingnya untuk kedaulatan dan keberlangsungan Republik Indonesia tercinta hingga saat ini.

 

Demikian artikel tentang Hasil Sidang PPKI 1, 2, 3 ( 18, 19, dan 22 Agustus ) Beserta Penjelasannya yang dapat saya sampaikan semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita semua khususnya di dalam bidang sidang PPKI. Dan juga semoga bisa membantu kalian yang sedang diberikan tugas oleh guru untuk mencari info tentang sidang PPKI. Jika ada hal yang ingin ditanyakan atau ada hal yang belum jelas silahkan jangan sungkan untuk bertanya di kolom komentar yang sudah disediakan dibawah ini.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *