√ 20+ Jenis Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi dan Contohnya

20+ Jenis Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi: Penjelasan dan Contohnya

20+ Jenis Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi: Penjelasan dan Contohnya
By : Hasif Priyambudi 9 min read

Jenis Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi – Bos atau seorang pemimpin adalah seseorang yang dapat mengatur atau menyegerakan masa atau sekelompok orang agar dapat mencapai suatu tujuan. Dan setiap orang pemimpin pasti tidak memiliki gaya kepemimpinan yang sama antara satu dengan yang lain.

Seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki visi dan juga misi yang matang, kemudian visi dan misi tersebut disampaikan kepada masa atau sekelompok orang sehingga visi dan Mid tersebut bisa berubah menjadi visi dan misi kelompok.
Nah, maka dari itu kali ini kami akan membagikan ulasan tentang gaya-gaya kepemimpinan dan juga karakteristik yang biasanya di miliki oleh para pemimpin-pemimpin hebat. Jadi langsung saja kita bahas satu persatu.

 

Jenis Gaya Kepemimpinan Organisasi

Gaya kepemimpinan sendiri terbagi menjadi 20 jenis gaya kepemimpinan dalam organisasi yang harus kamu ketahui jika kamu ingin menjadi pemimpin yang ideal. Dan sedangkan tingkat efektifitasnya tergantung dengan beberapa faktor seperti tujuan, budaya, otoritas yang dimiliki, dan masih banyak lagi. Berikut ini adalah jenis-jenis dari gaya Kepemimpinan dalam Organisasi.

 

1. Kepemimpinan Demokratis

Kepemimpinan demokratis sendiri adalah kepemimpinan yang di mana sebelum membuat sebuah keputusan dia akan menerima dan memperhitungkan berbagai masukan yang di peroleh dari para anggota-anggotanya.

Para anggota yang dipimpinnya bisa memberikan aspirasinya secara bebas. Karena dengan begitu, jika seorang pemimpin dapat melihat masalah yang ada dari segala sisi, sehingga pemimpin akan dapat lebih mudah mengidentifikasi masalah yang dan juga dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan benar.

Selain hal di atas, jika seorang pemimpin dapat dan mau mendengarkan masukan-masukan dari para anggotanya maka jika terdapat suatu pemecahan masalah hal tersebut dapat membuat para anggota merasakan bahwa pemecahan masalah tersebut merupakan usaha bersama, dan tentunya dengan begitu kerja sama tim yang sudah terbentuk antara pemimpin dan anggotanya menjadi lebih kuat dan kokoh.

 

2. Kepemimpinan Otoriter

Berbeda jauh dengan kepemimpinan demokratis, kepemimpinan dengan gaya otoriter merupakan kepemimpinan yang absolut. Di mana jika seorang pemimpin menggunakan gaya ini biasanya dapat dilihat dari caranya mengambil keputusan yang tanpa memikirkan orang yang akan terkena dampak dari keputusan tersebut.

Dan para anggotanya pun sangat terbatas dalam melakukan kebebasan berpendapat, yang tentunya hal tersebut berbeda dengan kepemimpinan demokratis 180 derajat. Dan biasanya sesuatu perusahaan yang pemimpinnya menggunakan gaya yang satu ini maka perusahaan tersebut akan gagal. Karena pada umumnya gaya kepemimpinan ini ditemukan di instansi-instansi militer, yang di mana perintah dari seorang pemimpin adalah absolut dan tidak dapat diganggu gugat.

Tapi dengan begitu bukan berarti seorang perwira atau seorang dengan pangkat yang tinggi di dalam instansi militer dapat melakukan hal tersebut seenaknya sendiri, melainkan di dalam dunia militer kepatuhan terhadap SOP yang ada dan juga berlaku sangatlah penting karena hal tersebut dapat berdampak pada keselamatan dari para anggotanya pada saat menjalani operasi.

 

3. Kepemimpinan Delegatif (Laissez-Faire)

Kepemimpinan delagatif adalah sebuah gaya dari kepemimpinan di mana seorang pemimpin akan memberikan otoritas kepada para anggotanya untuk menyelesaikan tugas yang ada dan juga tanggung jawab. Dalam menggunakan gaya ini seorang pemimpin data membuat para anggotanya menjadi lebih percaya diri dan juga dapat meningkatkan kerja sama antar anggota tim dan pemimpin. Akan tetapi, hal tersebut haruslah disertai dengan pengawasan, agar otoritas yang diberikan pemimpin kepada anggotanya tidak risalah gunakan.

Cara kepemimpinan ini biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan start up yang masih dalam proses perkembangan, dan juga masih dalam tahap pembangunan kerja sama tim yang dirasa dapat sesuai dengan visi dan misi yang akan dibangun.

 

4. Kepemimpinan Strategis

Kepemimpinan strategis adalah sebuah gaya dari kepemimpinan di mana gaya ini dapat menempatkan dirinya untuk dapat berada di antara tugas atau tujuan yang harus dicapai dan menggunakan tugas yang diberikan sebagai kesempatan untuk berkembang.
Para pemimpin yang menggunakan cara ini biasanya akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mengimbangi dan juga memastikan bahwa kondisi dari para pekerjanya tetap dalam keadaan kondusif dan stabil.

 

5. Kepemimpinan Transaksional

Pemimpin yang menggunakan gaya kepemimpinan transaksional biasanya akan memberikan sebuah hadiah atau imbalan (reward), apabila para anggota yang dipimpinnya dapat mengerjakan sebuah tugas dengan hasil yang sangat memuaskan dan sesuai dengan apa yang telah ditargetkan dan juga diarahkan.

Imbalan yang diberikan kepada anggota yang dipimpinnya itu biasanya berupa uang tambahan, insentif tambahan, ataupun ditraktir makan. Hal tersebut dilakukan oleh seorang pemimpin agar dapat memotivasi anggota lain yang dipimpin olehnya. Akan tetapi hal yang perlu kamu ketahui sebagai seorang pemimpin adalah jika memberikan sebuah imbalan atau reward setelah anggotanya melakukan hal yang sangat memuaskan bukanlah hal yang tepat, karena hal tersebut tidaklah dapat menjaga motivasi kerja sama tim agar tetap konsisten.

Jika ingin memberikan imbalan atau reward sebaiknya diberikan jika tim yang kamu pimpin dapat mengerjakan sebuah proyek yang besar atau ada pekerjaan tambahan sebagai bentuk apresiasi. Dengan adanya imbalan pada kasus-kasus tersebut justru akan membuat tim yang dipimpin kamu akan diapresiasi dalam mengerjakan tugas sehingga para anggota yang kamu pimpin tidak menganggap kamu melakukan eksploitasi.

 

6. Kepemimpinan Transformasional

Kepemimpinan transformasional adalah suatu gaya kepemimpinan yang selalu berusaha agar timnya dapat berubah menuju karah yang lebih baik dari hari ke hari. Perubahan yang dimaksud di sini adalah seperti penambahan skill set dan juga kemampuan timnya dalam melaksanakan melaksanakan tugas dengan cepat.

Pada awalnya di yang dipimpin akan diberikan sebuah tugas dengan beban pekerjaan yang standar pada umumnya dan juga deadline atau batas waktu yang diberikan juga bisa dibilang cukup lama. Pada saat pemimpin sudah merasakan bahwa timnya sudah bisa memenuhi target yang diberikan maka pemimpin akan memberikan buah tugas lagi akan tetapi dengan batas waktu yang lebih cepat.

Dan setelah nya pemimpin yang menggunakan gaya ini juga akan memberikan tugas yang sedikit berbeda dengan tugas yang biasanya dan tentunya dengan tingkat kesulitan yang lebih dari biasanya dan semua itu akan dilakukan secara terus menerus dan dilakukan dengan cara yang bertahap pula. Pemimpin dengan gaya yang satu ini akan membawa para anggota timnya keluar dari zona nyaman mereka dengan berbagai tugas baru dan juga menantang. Dengan adanya pemberian tugas yang menantang, para pemimpin yang menggunakan gaya ini berharap agar timnya dapat menyelesaikan berbagai tugas secara efisien.

 

7. Kepemimpinan Karismatik

Pemimpin yang menggunakan gaya karismatik biasanya menyegerakan para anggota timnya dengan cara yang lebih alami dalam mencapai tujuannya. Pada umumnya karisma dari seseorang akan terbentuk dari lingkungannya di mana orang tersebut akan tumbuh dan nilai-nilai sosial yang mereka anggap penting.

Pemimpin karismatik atau yang bisa disebut dengan natural born leader. Gaya ini adalah salah satu gaya yang paling sulit didapatkan jika seorang pemimpin sudah memiliki gaya yang lain.

 

8. Kepemimpinan Birokrasi

Seseorang yang memiliki gaya kepemimpinan birokrasi sangatlah identik dengan aturan. Karena pada saat akan menjalankan tugasnya seorang pemimpin akan memimpin tim atau kelompoknya dengan mengacu pada SOP dan juga ketentuan yang berlaku ditempatnya.

Seorang yang memiliki gaya kepemimpinan seperti ini biasanya adalah seseorang pemimpin yang berada di perusahaan dengan budaya kerja yang tradisional, dan di mana hal tersebut seperti senioritas masih menjadi praktikum umum. Pemimpin yang menggunakan gaya kepemimpinan birokrasi juga biasanya tidak akan terlalu suka dengan perubahan dan juga cara out of the box pada saat menghadapi suatu masalah. Pendekatan yang dilakukan oleh seorang pemimpin yang menggunakan cara ini biasanya bersifat lebih konservatif dan juga sangat berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan.

Selanjutnya Gaya Kemimpinan Lainya:

9. Gaya Kepemimpinan Paternalistik
10. Gaya Kepemimpinan Egaliter
11. Gaya Kepemimpinan Transformatif
12. Gaya Kepemimpinan Autocratic
13. Gaya Kepemimpinan Laissez Faire
14. Gaya Kepemimpinan Kharismatik
15. Gaya Kepemimpinan Servant Leadership

 

Karakteristik Seorang Pemimpin

Gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh seorang pemimpin adalah dampak dari karakteristik yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Berikut ini adalah beberapa karakteristik yang biasanya dimiliki oleh seorang pemimpin yang tentunya juga berdampak pada gaya kepemimpinan yang digunakan olehnya.

Akan tetapi, bukan berarti jika kamu tidak memiliki karakteristik yang disebutkan di bawah ini kamu juga tidak bisa atau tidak cocok menjadi seorang pemimpin. Jika ingin menjadi seorang pemimpin yang ideal semua juga tergantung pada kapabilitas dan juga gaya kepemimpinan itu sendiri.

 

Cerdas

Seorang pemimpin biasanya memiliki kecerdasan yang tentunya lebih dibandingkan dengan para anggota timnya. Akan tetapi cerdas yang dimaksud di sini adalah bukan kecerdasan akademis yang sangat baik, meskipun hal tersebut bisa jadi salah satu faktor untuk menjadi pemimpin.

Kecerdasan yang dimaksud di sini adalah yang dapat memahami suatu permasalahan yang ada secara keseluruhan, dapat mencari jalan terbaik untuk menghadapi maslah tersebut, dan yang tentunya tetap tenang pada saat menghadapi suatu masalah.

 

Dapat Dipercaya (trustworthy)

Kemudian karakteristik yang berikutnya adalah dapat dipercaya. Pemimpin yang memiliki karakteristik dapat dipercaya oleh para anggota dari timnya biasanya akan sering berhasil dalam mencapai suatu tujuan, dibandingkan dengan para pemimpin yang memiliki banyak agenda yang justru dapat merugikan para anggotanya. Selain itu jika seorang pemimpin dapat dipercaya maka dia akan memperoleh loyalitas dari para anggota Tina.

 

Integritas

Integritas sendiri adalah sebuah komitmen yang biasanya dimiliki oleh seorang pemimpin dalam mengambil sikap dengan cara yang konsisten, berdasarkan dengan nilai-nilai dan juga prinsip-prinsip yang telah ia anut. Seseorang yang memiliki karakteristik yang satu ini biasanya memiliki suatu pendirian dan juga karakteristik yang kuat, jujur, serta mau bertanggung jawab.
Dapat Berkomunikasi Dengan Baik

Seorang pemimpin biasanya memiliki karakteristik yang satu ini, karena untuk menjadi seorang pemimpin kamu harus dapat menyampaikan visi dan juga misinya ke para anggotanya. Jika kamu dapat berkomunikasi dengan baik tentunya hal tersebut dapat mempermudah dalam menyampaikan isi yang sudah ada di dalam kepalanya baik secara lisan ataupun menggunakan tulisan yang tentunya restruktur, jelas, langsung, dan terarah.

 

Decisiveness

Kemudian yang selanjutnya adalah decisiveness yang merupakan salah satu karakteristik terpenting yang seharusnya dimiliki oleh para pemimpin, karena jika seorang pemimpin memiliki karakteristik yang satu ini maka ia akan lebih mudah dalam mengambil keputusan dengan cepat tetapi tetap efisien.

Contohnya adalah jika seseorang dihadapkan dengan dua pilihan yang sama-sama memiliki dampak yang besar, maka seorang yang memiliki karakteristik yang satu ini akan dapat memilih salah satu dari dua pilihan tersebut dengan cepat dan tepat, dalam mengambil keputusan ia juga akan menganalisa tentang resik dan juga manfaat yang didapatkan dalam pilihan tersebut.

Lebih mudahnya adalah seorang pemimpin yang memiliki karakteristik yang satu ini akan membuat sebuah skenario yang paling buruk dari kedua pilihan tersebut dan kemudian ia juga akan merencanakan atau mencari solusi dalam memperbaiki situasi yang buruk tersebut.

 

Karisma

Karisma adalah karakteristik yang sangat susah dijadikan sebagai indikator akan tetapi hal tersebut sangat mudah untuk dirasakan. Orang yang berkarisma biasanya memiliki sifat yang baik, rama, sopan, santun, dan tentunya memiliki rasa peduli yang tulus kepada orang lain. Selain itu, orang yang berkarisma juga biasanya memiliki wibawa dan juga aura kepemimpinan dan juga otoritas yang dapat dirasakan oleh orang lain yang berada di sekitarnya.

 

Nah, jadi itulah beberapa jenis gaya kepemimpinan organisasi dan karakteristik dari seorang pemimpin yang ideal. Semoga kamu adalah salah memiliki gaya dan juga karakteristik seperti yang ada dan sudah dijelaskan di atas. Jika tidak semoga artikel ini dapat kamu jadikan sebagai referensi agar dapat menjadi serang pemimpin yang ideal dan di kagumi oleh para anggota kamu.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20+ Jenis Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi: Penjelasan dan Contohnya

20+ Jenis Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi: Penjelasan dan Contohnya
By : Hasif Priyambudi 9 min read

Jenis Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi – Bos atau seorang pemimpin adalah seseorang yang dapat mengatur atau menyegerakan masa atau sekelompok orang agar dapat mencapai suatu tujuan. Dan setiap orang pemimpin pasti tidak memiliki gaya kepemimpinan yang sama antara satu dengan yang lain.

Seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki visi dan juga misi yang matang, kemudian visi dan misi tersebut disampaikan kepada masa atau sekelompok orang sehingga visi dan Mid tersebut bisa berubah menjadi visi dan misi kelompok.
Nah, maka dari itu kali ini kami akan membagikan ulasan tentang gaya-gaya kepemimpinan dan juga karakteristik yang biasanya di miliki oleh para pemimpin-pemimpin hebat. Jadi langsung saja kita bahas satu persatu.

 

Jenis Gaya Kepemimpinan Organisasi

Gaya kepemimpinan sendiri terbagi menjadi 20 jenis gaya kepemimpinan dalam organisasi yang harus kamu ketahui jika kamu ingin menjadi pemimpin yang ideal. Dan sedangkan tingkat efektifitasnya tergantung dengan beberapa faktor seperti tujuan, budaya, otoritas yang dimiliki, dan masih banyak lagi. Berikut ini adalah jenis-jenis dari gaya Kepemimpinan dalam Organisasi.

 

1. Kepemimpinan Demokratis

Kepemimpinan demokratis sendiri adalah kepemimpinan yang di mana sebelum membuat sebuah keputusan dia akan menerima dan memperhitungkan berbagai masukan yang di peroleh dari para anggota-anggotanya.

Para anggota yang dipimpinnya bisa memberikan aspirasinya secara bebas. Karena dengan begitu, jika seorang pemimpin dapat melihat masalah yang ada dari segala sisi, sehingga pemimpin akan dapat lebih mudah mengidentifikasi masalah yang dan juga dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan benar.

Selain hal di atas, jika seorang pemimpin dapat dan mau mendengarkan masukan-masukan dari para anggotanya maka jika terdapat suatu pemecahan masalah hal tersebut dapat membuat para anggota merasakan bahwa pemecahan masalah tersebut merupakan usaha bersama, dan tentunya dengan begitu kerja sama tim yang sudah terbentuk antara pemimpin dan anggotanya menjadi lebih kuat dan kokoh.

 

2. Kepemimpinan Otoriter

Berbeda jauh dengan kepemimpinan demokratis, kepemimpinan dengan gaya otoriter merupakan kepemimpinan yang absolut. Di mana jika seorang pemimpin menggunakan gaya ini biasanya dapat dilihat dari caranya mengambil keputusan yang tanpa memikirkan orang yang akan terkena dampak dari keputusan tersebut.

Dan para anggotanya pun sangat terbatas dalam melakukan kebebasan berpendapat, yang tentunya hal tersebut berbeda dengan kepemimpinan demokratis 180 derajat. Dan biasanya sesuatu perusahaan yang pemimpinnya menggunakan gaya yang satu ini maka perusahaan tersebut akan gagal. Karena pada umumnya gaya kepemimpinan ini ditemukan di instansi-instansi militer, yang di mana perintah dari seorang pemimpin adalah absolut dan tidak dapat diganggu gugat.

Tapi dengan begitu bukan berarti seorang perwira atau seorang dengan pangkat yang tinggi di dalam instansi militer dapat melakukan hal tersebut seenaknya sendiri, melainkan di dalam dunia militer kepatuhan terhadap SOP yang ada dan juga berlaku sangatlah penting karena hal tersebut dapat berdampak pada keselamatan dari para anggotanya pada saat menjalani operasi.

 

3. Kepemimpinan Delegatif (Laissez-Faire)

Kepemimpinan delagatif adalah sebuah gaya dari kepemimpinan di mana seorang pemimpin akan memberikan otoritas kepada para anggotanya untuk menyelesaikan tugas yang ada dan juga tanggung jawab. Dalam menggunakan gaya ini seorang pemimpin data membuat para anggotanya menjadi lebih percaya diri dan juga dapat meningkatkan kerja sama antar anggota tim dan pemimpin. Akan tetapi, hal tersebut haruslah disertai dengan pengawasan, agar otoritas yang diberikan pemimpin kepada anggotanya tidak risalah gunakan.

Cara kepemimpinan ini biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan start up yang masih dalam proses perkembangan, dan juga masih dalam tahap pembangunan kerja sama tim yang dirasa dapat sesuai dengan visi dan misi yang akan dibangun.

 

4. Kepemimpinan Strategis

Kepemimpinan strategis adalah sebuah gaya dari kepemimpinan di mana gaya ini dapat menempatkan dirinya untuk dapat berada di antara tugas atau tujuan yang harus dicapai dan menggunakan tugas yang diberikan sebagai kesempatan untuk berkembang.
Para pemimpin yang menggunakan cara ini biasanya akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mengimbangi dan juga memastikan bahwa kondisi dari para pekerjanya tetap dalam keadaan kondusif dan stabil.

 

5. Kepemimpinan Transaksional

Pemimpin yang menggunakan gaya kepemimpinan transaksional biasanya akan memberikan sebuah hadiah atau imbalan (reward), apabila para anggota yang dipimpinnya dapat mengerjakan sebuah tugas dengan hasil yang sangat memuaskan dan sesuai dengan apa yang telah ditargetkan dan juga diarahkan.

Imbalan yang diberikan kepada anggota yang dipimpinnya itu biasanya berupa uang tambahan, insentif tambahan, ataupun ditraktir makan. Hal tersebut dilakukan oleh seorang pemimpin agar dapat memotivasi anggota lain yang dipimpin olehnya. Akan tetapi hal yang perlu kamu ketahui sebagai seorang pemimpin adalah jika memberikan sebuah imbalan atau reward setelah anggotanya melakukan hal yang sangat memuaskan bukanlah hal yang tepat, karena hal tersebut tidaklah dapat menjaga motivasi kerja sama tim agar tetap konsisten.

Jika ingin memberikan imbalan atau reward sebaiknya diberikan jika tim yang kamu pimpin dapat mengerjakan sebuah proyek yang besar atau ada pekerjaan tambahan sebagai bentuk apresiasi. Dengan adanya imbalan pada kasus-kasus tersebut justru akan membuat tim yang dipimpin kamu akan diapresiasi dalam mengerjakan tugas sehingga para anggota yang kamu pimpin tidak menganggap kamu melakukan eksploitasi.

 

6. Kepemimpinan Transformasional

Kepemimpinan transformasional adalah suatu gaya kepemimpinan yang selalu berusaha agar timnya dapat berubah menuju karah yang lebih baik dari hari ke hari. Perubahan yang dimaksud di sini adalah seperti penambahan skill set dan juga kemampuan timnya dalam melaksanakan melaksanakan tugas dengan cepat.

Pada awalnya di yang dipimpin akan diberikan sebuah tugas dengan beban pekerjaan yang standar pada umumnya dan juga deadline atau batas waktu yang diberikan juga bisa dibilang cukup lama. Pada saat pemimpin sudah merasakan bahwa timnya sudah bisa memenuhi target yang diberikan maka pemimpin akan memberikan buah tugas lagi akan tetapi dengan batas waktu yang lebih cepat.

Dan setelah nya pemimpin yang menggunakan gaya ini juga akan memberikan tugas yang sedikit berbeda dengan tugas yang biasanya dan tentunya dengan tingkat kesulitan yang lebih dari biasanya dan semua itu akan dilakukan secara terus menerus dan dilakukan dengan cara yang bertahap pula. Pemimpin dengan gaya yang satu ini akan membawa para anggota timnya keluar dari zona nyaman mereka dengan berbagai tugas baru dan juga menantang. Dengan adanya pemberian tugas yang menantang, para pemimpin yang menggunakan gaya ini berharap agar timnya dapat menyelesaikan berbagai tugas secara efisien.

 

7. Kepemimpinan Karismatik

Pemimpin yang menggunakan gaya karismatik biasanya menyegerakan para anggota timnya dengan cara yang lebih alami dalam mencapai tujuannya. Pada umumnya karisma dari seseorang akan terbentuk dari lingkungannya di mana orang tersebut akan tumbuh dan nilai-nilai sosial yang mereka anggap penting.

Pemimpin karismatik atau yang bisa disebut dengan natural born leader. Gaya ini adalah salah satu gaya yang paling sulit didapatkan jika seorang pemimpin sudah memiliki gaya yang lain.

 

8. Kepemimpinan Birokrasi

Seseorang yang memiliki gaya kepemimpinan birokrasi sangatlah identik dengan aturan. Karena pada saat akan menjalankan tugasnya seorang pemimpin akan memimpin tim atau kelompoknya dengan mengacu pada SOP dan juga ketentuan yang berlaku ditempatnya.

Seorang yang memiliki gaya kepemimpinan seperti ini biasanya adalah seseorang pemimpin yang berada di perusahaan dengan budaya kerja yang tradisional, dan di mana hal tersebut seperti senioritas masih menjadi praktikum umum. Pemimpin yang menggunakan gaya kepemimpinan birokrasi juga biasanya tidak akan terlalu suka dengan perubahan dan juga cara out of the box pada saat menghadapi suatu masalah. Pendekatan yang dilakukan oleh seorang pemimpin yang menggunakan cara ini biasanya bersifat lebih konservatif dan juga sangat berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan.

Selanjutnya Gaya Kemimpinan Lainya:

9. Gaya Kepemimpinan Paternalistik
10. Gaya Kepemimpinan Egaliter
11. Gaya Kepemimpinan Transformatif
12. Gaya Kepemimpinan Autocratic
13. Gaya Kepemimpinan Laissez Faire
14. Gaya Kepemimpinan Kharismatik
15. Gaya Kepemimpinan Servant Leadership

 

Karakteristik Seorang Pemimpin

Gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh seorang pemimpin adalah dampak dari karakteristik yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Berikut ini adalah beberapa karakteristik yang biasanya dimiliki oleh seorang pemimpin yang tentunya juga berdampak pada gaya kepemimpinan yang digunakan olehnya.

Akan tetapi, bukan berarti jika kamu tidak memiliki karakteristik yang disebutkan di bawah ini kamu juga tidak bisa atau tidak cocok menjadi seorang pemimpin. Jika ingin menjadi seorang pemimpin yang ideal semua juga tergantung pada kapabilitas dan juga gaya kepemimpinan itu sendiri.

 

Cerdas

Seorang pemimpin biasanya memiliki kecerdasan yang tentunya lebih dibandingkan dengan para anggota timnya. Akan tetapi cerdas yang dimaksud di sini adalah bukan kecerdasan akademis yang sangat baik, meskipun hal tersebut bisa jadi salah satu faktor untuk menjadi pemimpin.

Kecerdasan yang dimaksud di sini adalah yang dapat memahami suatu permasalahan yang ada secara keseluruhan, dapat mencari jalan terbaik untuk menghadapi maslah tersebut, dan yang tentunya tetap tenang pada saat menghadapi suatu masalah.

 

Dapat Dipercaya (trustworthy)

Kemudian karakteristik yang berikutnya adalah dapat dipercaya. Pemimpin yang memiliki karakteristik dapat dipercaya oleh para anggota dari timnya biasanya akan sering berhasil dalam mencapai suatu tujuan, dibandingkan dengan para pemimpin yang memiliki banyak agenda yang justru dapat merugikan para anggotanya. Selain itu jika seorang pemimpin dapat dipercaya maka dia akan memperoleh loyalitas dari para anggota Tina.

 

Integritas

Integritas sendiri adalah sebuah komitmen yang biasanya dimiliki oleh seorang pemimpin dalam mengambil sikap dengan cara yang konsisten, berdasarkan dengan nilai-nilai dan juga prinsip-prinsip yang telah ia anut. Seseorang yang memiliki karakteristik yang satu ini biasanya memiliki suatu pendirian dan juga karakteristik yang kuat, jujur, serta mau bertanggung jawab.
Dapat Berkomunikasi Dengan Baik

Seorang pemimpin biasanya memiliki karakteristik yang satu ini, karena untuk menjadi seorang pemimpin kamu harus dapat menyampaikan visi dan juga misinya ke para anggotanya. Jika kamu dapat berkomunikasi dengan baik tentunya hal tersebut dapat mempermudah dalam menyampaikan isi yang sudah ada di dalam kepalanya baik secara lisan ataupun menggunakan tulisan yang tentunya restruktur, jelas, langsung, dan terarah.

 

Decisiveness

Kemudian yang selanjutnya adalah decisiveness yang merupakan salah satu karakteristik terpenting yang seharusnya dimiliki oleh para pemimpin, karena jika seorang pemimpin memiliki karakteristik yang satu ini maka ia akan lebih mudah dalam mengambil keputusan dengan cepat tetapi tetap efisien.

Contohnya adalah jika seseorang dihadapkan dengan dua pilihan yang sama-sama memiliki dampak yang besar, maka seorang yang memiliki karakteristik yang satu ini akan dapat memilih salah satu dari dua pilihan tersebut dengan cepat dan tepat, dalam mengambil keputusan ia juga akan menganalisa tentang resik dan juga manfaat yang didapatkan dalam pilihan tersebut.

Lebih mudahnya adalah seorang pemimpin yang memiliki karakteristik yang satu ini akan membuat sebuah skenario yang paling buruk dari kedua pilihan tersebut dan kemudian ia juga akan merencanakan atau mencari solusi dalam memperbaiki situasi yang buruk tersebut.

 

Karisma

Karisma adalah karakteristik yang sangat susah dijadikan sebagai indikator akan tetapi hal tersebut sangat mudah untuk dirasakan. Orang yang berkarisma biasanya memiliki sifat yang baik, rama, sopan, santun, dan tentunya memiliki rasa peduli yang tulus kepada orang lain. Selain itu, orang yang berkarisma juga biasanya memiliki wibawa dan juga aura kepemimpinan dan juga otoritas yang dapat dirasakan oleh orang lain yang berada di sekitarnya.

 

Nah, jadi itulah beberapa jenis gaya kepemimpinan organisasi dan karakteristik dari seorang pemimpin yang ideal. Semoga kamu adalah salah memiliki gaya dan juga karakteristik seperti yang ada dan sudah dijelaskan di atas. Jika tidak semoga artikel ini dapat kamu jadikan sebagai referensi agar dapat menjadi serang pemimpin yang ideal dan di kagumi oleh para anggota kamu.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *