√ Doa Niat Mandi Wajib: Tata Cara Mandi Wajib / Junub (Lengkap)

Doa Niat Mandi Wajib: Tata Cara Mandi Wajib / Junub yang Benar

Doa Niat Mandi Wajib: Tata Cara Mandi Wajib / Junub yang Benar

Doa Niat Mandi Wajib Junub – Bagi setiap manusia beragama Islam tentu saja mengetahui apa itu mandi wajib. Mandi wajib merupakan mandi besar yang biasanya akan di lakukan pada waktu – waktu tertentu karena terdapat penyebab yang melatar belakanginya. Pada saat ini tak jarang sebagian orang masih lalai dalam melakukan tata cara mandi wajib secara benar dan sempurna karena satu dan lain hal.

Supaya kita mengetahui tata cara mandi wajib dengan baik dan benar di sertai dengan niatnya, maka setidaknya kita perlu meluangkan sedikit waktu kita untuk mempelajari niat dan tata cara mandi wajib pada ulasan berikut ini. Pada saat ini, jika di sadari tingkat kesadaran umat muslim sudah mulai banyak yang ingin mengetahui serta mengenal segala sesuatu mengenai umat islam secara lebih mendalam dan tidak hanya sebatas di permukaannya saja.

 

Pengertian Mandi Wajib

Secara bahasa arti kata mandi yaitu الْغُسْل  (ghusl) yang memiliki arti “pengaliran”. Selain itu, mandi wajib juga memiliki istilah lain yaitu mandi junub yang mana mandi junub ini akan di lakukan apabila seorang muslim dalam keadaan junub.

Sedangkan secara istilah, mandi wajib memiliki pengertian mengalirkan air sampai ke seluruh tubuh dari ujung kepala hingga ke ujung kaki dengan di awali membaca niat menyucikan diri dari hadast besar. Dengan melakukan madi wajib ini akan membuat hati terasa lebih nyaman dan menjadi semakin percaya diri, baik dalam melakukan ibadah ataupun melakukan aktivitas lainnya.

Dalam melakukan mandi wajib kita dapat berpedoman dengan tata cara mandi wajib yang di lakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Secara syariat, madi mempunyai 3 hukum, di antaranya yaitu mandi wajib, mandi haram, dan mandi sunnah. Namun pada ulasan kali ini kami hanya akan membahas mengenai mandi wajib saja.

 

Tata Cara Melakukan Madi Wajib

Untuk kamu yang saat ini lupa atau belum mengetahui tata cara melakukan mandi wajib dengan baik dan benar, maka berikut ini merupakan langkah – langkah yang dapat kamu perhatikan dalam melakukan mandi wajib.

  • Membaca niat madi wajib, membaca niat pada saat melakukan mandi wajib di awal hukumnya wajib dan harus dilakukan sebelum melakukan mandi wajib. Hal tersebut yang menjadi salah satu perbedaan antara mandi wajib dengan mandi biasa. Dalam membaca niat ini boleh menggunakan suara atau hanya di dalam hati saja.
  • Mencuci kedua tangan, supaya kita mengikuti sudah Nabi, maka kita dapat mencuci tangan sebanyak 3 kali pencucian. Hal tersebut bertujuan supaya tangan kita menjadi benar – benar bersih dan terhindar dari yang namanya najis.
  • Membersihkan bagian tubuh yang kotor menggunakan tangan kiri. Dalam hal ini bagian tubuh yang kotor biasanya yaitu adalah bagian kemaluan, dubur, ketiak, dan lain sebagainya.
  • Melakukan pencucian tangan ulang. Melakukan cuci tangan ulang tangan yang sudah di gunakan untuk membersihkan bagian kemaluan dengan cara mengusap – usapkan ke tanah kemudian di bilas, atau bisa menggunakan sabun lalu di bilas.
  • Berwudu, kemudian lakukan wudu dengan cara seperti halnya berwudu ketika hendak melaksanakan sholat.
  • Membasahi kepala. Basahi kepala dengan cara mengguyurkan air sebanyak tiga kali hingga semua permukaan pada kulit dan rambut rata basah oleh air.
  • Memisah – misah rambut. Memisah misah rambut ini dapat di lakukan dengan cara menggunakan jari dan kemudian menyela – nyela rambut dengan menyilangkan jari – jari tangan.
  • Membasahi seluruh tubuh. Membasahi tubuh secara merata dengan cara mengguyurkan air dari ujung rambut hingga ujung kaki dan dimulai dari sebelah kanan terlebih dahulu kemudian baru bagian kiri.
  • Gunakan sabun dan sampo. Jika semua tata cara di atas telah di lakukan, maka langkah berikutnya barulah diperbolehkan untuk mencuci ulang semua tubuh menggunakan sabun, dan menggunakan sampo pada rambut.

Mandi wajib ini dilakukan pada saat kondisi sedang normal, dan langkah – langkah di atas dapat di ganti dengan menggunakan debu atau tayamum jika memang tidak ada air atau bahkan apabila ada mudhorot yang kemungkinan dapat terjadi jika melakukan mandi wajib, misalnya saja dalam keadaan sakit atau sedang berada dalam keadaan di dalam pesawat terbang.

Dalam hal ini yang dimaksud di dalam pesawat yaitu jika terdapat 450 orang yang sedang berada di sebuah pesawat dan semuanya melakukan wudu dan mandi wajib, maka dapat menimbulkan ke khawatiran pada saat proses penerbangan.

 

Hadits Mandi Wajib Rasulullah

Ada beberapa cara mandi wajib versi rasulullah, berikut ini penguatan tentang hadits mandi wajib sebagai berikut.

1. Hadis Pertama

Aisyah berkata, Rasulullah mulai melakukan mandi janabah di awali dengan membaca niat, kemudian mencuci kedua tangan, selanjutnya berwudu, kemudian menyela pangkal – pangkal rambut sampai air mengalir hingga pangkal rambut. Lalu menyiramkan air dari atas kepala sebanyak tiga kai dan di lanjutkan menyiram semua anggota tubuh. (HR. Bukhari dan Muslim).

 

2. Hadist Kedua

Aisyah berkata, bahwa ia melakukan mandi bersama Rasulullah melalui satu tempayan, dan kami pun bersama Rasulullah bersama – sama mengambil air dari tempayan. (HR. Muslim).

 

3. Hadist Ketiga

Maimunah binti Al – Harits ra, mengatakan, sayalah yang  menyiapkan air Rasulullah untuk mandi janabah. Kemudian Maimunah menuangkan air menggunakan tangan kanannya ke tangan kanan kirinya sebanyak dua hingga tiga kali, lalu di lanjutkan mencuci bagian kemaluannya. Setelah itu, menggosok tangannya dengan tanah atau di gosokkan di tembok sebanyak dua sampai tiga kali.

Kemudian Rasulullah berkumur dan menghirup air (istinsyaq). Lalu beliau mencuci mukanya dan juga kedua tangannya sampai ke siku. Selanjutnya beliau menyiram kepalanya dan seluruh tubuhnya. Berikutnya beliau berpindah tempat kemudian mencuci kedua kakinya.

Lalu Maimunah memberikan kain kepada Rasulullah seperti kain handuk, namun beliau tidak mau dan beliau memilih untuk menyeka air yang ada di tubuhnya dengan menggunakan tangan. (HR. Bukhari dan Muslim).

 

 

Niat dan Doa Mandi Wajib

doa niat mandi junub

Ketika kita hendak melakukan mandi wajib atau mandi junub tentu saja kita harus mengawalinya dengan membaca niat yang benar agar mandi wajib yang kita lakukan dapat bernilai ibadah di hadapan Allah SWT serta agar Allah SWT menerima semua ibadah yang akan kita lakukan setelah kita melakukan mandi wajib.

Pada saat kita akan melakukan mandi wajib, maka niat mandi wajib tidak harus kita bacakan dengan lantang, namun hanya di baca dalam hati saja sudah cukup dengan niat untuk menyucikan diri dari hadas besar. Kita juga dapat menggunakan lafal arab supaya lebih meluruskan niat.

 

1. Niat Mandi Wajib Secara Umum

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Akbarii FardhalLillahi Ta’aala”

Artinya: Saya niat mandi wajib untuk menyucikan hadast besar fardhu karena Allah ta’aala.

 

2. Niat Mandi Wajib Setelah Haid

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Akbari minal Haidil Lillahi Ta’ala”

Artinya: Saya niat mandi wajib untuk menyucikann hadast besar dari haid karena Allah Ta’ala.

 

3. Niat Mandi Wajib Setelah Nifas

“Nawaitul Ghusla Liraf il Hadatsil Akbari Minal Nifasi Fardhlon Lillahi Ta’ala.”

Artinya: Saya niat mandi wajib untuk menyucikan hadast besar dari nifas fardu karena Allah ta’ala.

 

4. Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami – Istri, Keluar Mani, dan Mimpi Basah

“Nawaitu Ghusla Lirafil Hadatsil Akbari AnJami il Badaanii Likhuruu ji Mani yyi Minal Innaabati Fardhan Lillahi Ta’aala”.

Artinya : Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari badan ini karena keluarnya mani dari janabah fardhu karena Allah taala.

 

 

Dasar Perintah Untuk Melakukan Mandi Wajib

  • Al – Quran surat Al-Maidah ayat 6
  • Al – Quran surat An – Nisa ayat 43

 

 

Hal – Hal yang Menjadikan Mandi Wajib

Mandi wajib atau mandi junub harus dilakukan jika kita menemui hal – hal berikut ini :

 

Setelah Berhentinya Darah Haid Wanita

Pada sebuah hadis telah di sebutkan bahwasanya Aisyah ra, Nabi Muhammad SAW mengatakan kepada Fatimah binti Abu Hubaisy “Apabila haid datang padamu maka hendaknya kamu tidak melaksanakan shalat. Jika darah haid telah berhenti maka hendaklah melakukan mandi wajib dan mendirikan shalat.” (HR. Bukhari no. 320 dan Muslim no. 333)

 

Setelah Berhentinya Darah Nifas Wanita

Hukum dari darah nifas pada wanita setelah melahirkan ini telah di jelaskan di dalam Al – Quran dan hadis bahwasanya darah nifas ini sama dengan darah haid.

 

Keluarnya Air Mani Diiringi Syahwat

Perlu kita perhatikan bahwa air mani, air madzi, dan air wadhi memiliki perbedaan masing – masing. Untuk lebih jelasnya simak pembahasan berikut ini mengenai perbedaan air mani, air madzi, dan air wadhi.

 

Air Mani

Air Mani merupakan cairan yang keluar dari alat kelamin laki – laki baik di sebabkan karena bersetubuh ataupun karena mimpi basah. Air mani ini akan keluar dengan memuncrat dan di sertai dengan syahwat yang besar. Kemudian setelah air mani tersebut keluar, maka badan akan terasa lemas. Air mani yang keluar akan mempunyai warna putih dan memiliki bau khas seperti bau telur yang kering.

Apabila kita menemui tanda – tanda yang sudah di sampaikan di atas, maka dapat di simpulkan bahwa cairanyang kelur tersebut merupakan air mani. Hukum air mani ini adalah tidak najis, akan tetapi karena keluar air mani ini kita wajib melakukan mandi wajib sebelum kita melakukan ibadah.

 

Air Madzi

Air Madzi merupakan sebuah cairan yang keluar dari kelamin laki – laki karena dalam keadaan gejolak syahwat sedang meningkat, namun gejolak syahwat tersebut belum mencampai puncak dengan sempurna. Dan pada saat cairan tersbut keluar tidak akan membuat tubuh menjadi lemas.

Air madzi ini memiliki wujud yang bening, encer, dan terasa lengket namun tidak memiliki bau. Air madzi ini mempunyai hukum najis ringan , apabila cairan madzi ini keuar maka tidak akan membatakan puasa, namun untuk menyucikannya dapat dilakukan dengan berwudu.

 

Air Wadhi

Air Wadhi merupakan cairan yang keluar dari alat kelamin laki – laki yang disebabkan karena bedannya mengalami kelelahan yang sangat berat ataupun sesudah mengangkat beban yang sangat berat, atau mungkin terkadang keluarnya bersamaan pada saat buang air kecil.

Air wadhi ini mempunyai wujud dengan warna putih, memiliki tekstur yang kental dan terlihat keruh. Air wadhi ini memiliki hukum najis yang ringan. Oleh karena itu dalam menyucikan najis ini tidak perlu mandi wajib, cukup dengan berwudu saja ketika henda beribadah.

 

Saling Berhubungna tanpa Keluar

Karena dalam sebuah hadist menjelaskan dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwasanya jika seorang laki – laki duduk di beberapa bagian anggota tubuh istrinya (bersetubuh) lalu ia dengan niat yang sempurna, maka hukumnya wajib untuk melakukan mandi. (HR. Bukhari No. 291dan Muslim No. 348).

Meskipun air mani tidak sampai keuar namun hukumnya tetap harus mandi wajib. Selain itu hadist lain menjellaskan dari Aisyah ra, menjelaskan bahwasanya terdapat seorang laki – laki mengajukan pertanyaan kepada Nabi Muhammad SAW mengenai laki – laki yang akan bersetubuh dengan istrinya namun tidak sampai keluar air mani. Apakah sepasang suami istri tersebut wajib melakukan mandi wajib?

Sedangkan pada saat itu, Aisyah duduk di samping, kemudian Nabi Muhammad bersabda bahwasanya “Akupun demikian pernah menyetubuhi wanita ini ( Aisyah ) akan tetapi tidak mengeluarkan air mani, lantas kami kemudian mandi.” (HR. Muslim no. 350).

 

Ketika Orang Kafir Masuk Islam

Dalam sebuah hadis di riwayatkan Qois bin Ashim ra. Beliau telah masuk ke dalam agama islam, kemudian Nabi Muhammad SAW memerintahkannya untuk mandi yaitu dengan air dan daun bidara. (HR. An Nasai No. 188, At Tirmidzi No. 605, Ahmad 5/61. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

 

Pada Saat Seseorang Meninggal Dunia

Pada saat seseorang sudah tiba ajalnya maka dia wajib melakukan mandi wajib, namun dengan cara dimandikan oleh orang lain. Hukum memandikan jenazah yaitu fardu kifayah, artinya walaupun hanya dilakukan oleh beberapa orang saja maka gugur kewajiban yang lainnya untuk melakukannya.

Didalam sebuah hadis telah di sebutkan bahwa sebuah perintah Rasulullah kepada Ummu kepada Ummu ‘Athiyah dan kepada pelayat dan wanita yang memandikan anaknya, “Maka mandikanlah mayat tersebut dengan membasahi tubuhnya dengan air dan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih sampai kalian anggap cukup dan terakhir berilah kapur barus atau minyak wewangian. (HR. Bukhari No. 1253 dan Muslim No. 939).

Bagi semua manusia beragama islam pada saat ajal sudah menjemput, maka hukumnya wajib untuk dimandikan, baik itu laki – laki maupun perempuan, muda, tua, anak – anak, dan dewasa. Dan seorang muslim yang tidak wajib untuk di mandikan yaitu seorang muslim yang meninggal dalam keadaan syahid dalam peperangan.

 

Meninggalnya Bayi Dikarenakan Keguguran

Meninggalnya bayi dikarenakan keguguran namun sudah mempunyai roh di dalam tubuhnya. Karena di dalam sebuah hadis telah di jelaskan bahwasanya bayi akan mempunyai roh pada di dalam kandungan pada saat usia di atas 120 hari.

 

Hal Dilarang Sebelum Mandi Wajib

Berikut ini merupakan beberapa hal yang tidak diperbolehkan pada saat belum melakukan mandi wajib dan masih ada hadast besar di tubuh. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini beberapa hal yang tidak diperbolehkan pada saat belum melakukan mandi wajib.

  • Tidak boleh melaksanakan sholat, baik itu sholat sunnah ataupun sholat wajib.
  • Tidak di perbolehkan melakukan i’tikaf atau berdiam diri di masjid.
  • Tidak di perbolehkan melakukan puasa, baik itu puasa wajib maupun sunnah.
  • Tidak di perbolehkan menyentuh mushaf Al – Qur’an dan membacanya.
  • Tidak di perbolehkan melakukan Thawaf pada saat berhaji.
  • Tidak di perbolehkan dicerai atau diberikan talak hingga dalam keadaan suci lagi.

 

Hal Dilarang Sebelum Mandi Wajib

  • Gunakanlah air yang suci dan bersih tanpa adanya campuran apapun, tidak terkena kotoran yang dapat merubah bau dan sifatnya.
  • Mandi wajib dihukumi sebagai pengganti wudu.
  • Semua tubuh harus terkena air semuanya secara merata tanpa terkecuali.
  • Menutupi aurat karena hukumnya wajib.
  • Tidak menggunakan penutup kepala.

 

Nah jadi itulah pembahasan ringkas dari kami mengenai doa niat mandi junub dan tata cara mandi wajib junub. Untuk kalian yang beragama islam tentu saja wajib untuk mengetahui tata cara mandi wajib atau mandi junub ini dengan baik dan benar supaya pada saat kita melakukan mandi wajib akan di hitung ibadah oleh Allah SWT. Semoga dapat bermanfaat.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Doa Niat Mandi Wajib: Tata Cara Mandi Wajib / Junub yang Benar

Doa Niat Mandi Wajib: Tata Cara Mandi Wajib / Junub yang Benar

Doa Niat Mandi Wajib Junub – Bagi setiap manusia beragama Islam tentu saja mengetahui apa itu mandi wajib. Mandi wajib merupakan mandi besar yang biasanya akan di lakukan pada waktu – waktu tertentu karena terdapat penyebab yang melatar belakanginya. Pada saat ini tak jarang sebagian orang masih lalai dalam melakukan tata cara mandi wajib secara benar dan sempurna karena satu dan lain hal.

Supaya kita mengetahui tata cara mandi wajib dengan baik dan benar di sertai dengan niatnya, maka setidaknya kita perlu meluangkan sedikit waktu kita untuk mempelajari niat dan tata cara mandi wajib pada ulasan berikut ini. Pada saat ini, jika di sadari tingkat kesadaran umat muslim sudah mulai banyak yang ingin mengetahui serta mengenal segala sesuatu mengenai umat islam secara lebih mendalam dan tidak hanya sebatas di permukaannya saja.

 

Pengertian Mandi Wajib

Secara bahasa arti kata mandi yaitu الْغُسْل  (ghusl) yang memiliki arti “pengaliran”. Selain itu, mandi wajib juga memiliki istilah lain yaitu mandi junub yang mana mandi junub ini akan di lakukan apabila seorang muslim dalam keadaan junub.

Sedangkan secara istilah, mandi wajib memiliki pengertian mengalirkan air sampai ke seluruh tubuh dari ujung kepala hingga ke ujung kaki dengan di awali membaca niat menyucikan diri dari hadast besar. Dengan melakukan madi wajib ini akan membuat hati terasa lebih nyaman dan menjadi semakin percaya diri, baik dalam melakukan ibadah ataupun melakukan aktivitas lainnya.

Dalam melakukan mandi wajib kita dapat berpedoman dengan tata cara mandi wajib yang di lakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Secara syariat, madi mempunyai 3 hukum, di antaranya yaitu mandi wajib, mandi haram, dan mandi sunnah. Namun pada ulasan kali ini kami hanya akan membahas mengenai mandi wajib saja.

 

Tata Cara Melakukan Madi Wajib

Untuk kamu yang saat ini lupa atau belum mengetahui tata cara melakukan mandi wajib dengan baik dan benar, maka berikut ini merupakan langkah – langkah yang dapat kamu perhatikan dalam melakukan mandi wajib.

  • Membaca niat madi wajib, membaca niat pada saat melakukan mandi wajib di awal hukumnya wajib dan harus dilakukan sebelum melakukan mandi wajib. Hal tersebut yang menjadi salah satu perbedaan antara mandi wajib dengan mandi biasa. Dalam membaca niat ini boleh menggunakan suara atau hanya di dalam hati saja.
  • Mencuci kedua tangan, supaya kita mengikuti sudah Nabi, maka kita dapat mencuci tangan sebanyak 3 kali pencucian. Hal tersebut bertujuan supaya tangan kita menjadi benar – benar bersih dan terhindar dari yang namanya najis.
  • Membersihkan bagian tubuh yang kotor menggunakan tangan kiri. Dalam hal ini bagian tubuh yang kotor biasanya yaitu adalah bagian kemaluan, dubur, ketiak, dan lain sebagainya.
  • Melakukan pencucian tangan ulang. Melakukan cuci tangan ulang tangan yang sudah di gunakan untuk membersihkan bagian kemaluan dengan cara mengusap – usapkan ke tanah kemudian di bilas, atau bisa menggunakan sabun lalu di bilas.
  • Berwudu, kemudian lakukan wudu dengan cara seperti halnya berwudu ketika hendak melaksanakan sholat.
  • Membasahi kepala. Basahi kepala dengan cara mengguyurkan air sebanyak tiga kali hingga semua permukaan pada kulit dan rambut rata basah oleh air.
  • Memisah – misah rambut. Memisah misah rambut ini dapat di lakukan dengan cara menggunakan jari dan kemudian menyela – nyela rambut dengan menyilangkan jari – jari tangan.
  • Membasahi seluruh tubuh. Membasahi tubuh secara merata dengan cara mengguyurkan air dari ujung rambut hingga ujung kaki dan dimulai dari sebelah kanan terlebih dahulu kemudian baru bagian kiri.
  • Gunakan sabun dan sampo. Jika semua tata cara di atas telah di lakukan, maka langkah berikutnya barulah diperbolehkan untuk mencuci ulang semua tubuh menggunakan sabun, dan menggunakan sampo pada rambut.

Mandi wajib ini dilakukan pada saat kondisi sedang normal, dan langkah – langkah di atas dapat di ganti dengan menggunakan debu atau tayamum jika memang tidak ada air atau bahkan apabila ada mudhorot yang kemungkinan dapat terjadi jika melakukan mandi wajib, misalnya saja dalam keadaan sakit atau sedang berada dalam keadaan di dalam pesawat terbang.

Dalam hal ini yang dimaksud di dalam pesawat yaitu jika terdapat 450 orang yang sedang berada di sebuah pesawat dan semuanya melakukan wudu dan mandi wajib, maka dapat menimbulkan ke khawatiran pada saat proses penerbangan.

 

Hadits Mandi Wajib Rasulullah

Ada beberapa cara mandi wajib versi rasulullah, berikut ini penguatan tentang hadits mandi wajib sebagai berikut.

1. Hadis Pertama

Aisyah berkata, Rasulullah mulai melakukan mandi janabah di awali dengan membaca niat, kemudian mencuci kedua tangan, selanjutnya berwudu, kemudian menyela pangkal – pangkal rambut sampai air mengalir hingga pangkal rambut. Lalu menyiramkan air dari atas kepala sebanyak tiga kai dan di lanjutkan menyiram semua anggota tubuh. (HR. Bukhari dan Muslim).

 

2. Hadist Kedua

Aisyah berkata, bahwa ia melakukan mandi bersama Rasulullah melalui satu tempayan, dan kami pun bersama Rasulullah bersama – sama mengambil air dari tempayan. (HR. Muslim).

 

3. Hadist Ketiga

Maimunah binti Al – Harits ra, mengatakan, sayalah yang  menyiapkan air Rasulullah untuk mandi janabah. Kemudian Maimunah menuangkan air menggunakan tangan kanannya ke tangan kanan kirinya sebanyak dua hingga tiga kali, lalu di lanjutkan mencuci bagian kemaluannya. Setelah itu, menggosok tangannya dengan tanah atau di gosokkan di tembok sebanyak dua sampai tiga kali.

Kemudian Rasulullah berkumur dan menghirup air (istinsyaq). Lalu beliau mencuci mukanya dan juga kedua tangannya sampai ke siku. Selanjutnya beliau menyiram kepalanya dan seluruh tubuhnya. Berikutnya beliau berpindah tempat kemudian mencuci kedua kakinya.

Lalu Maimunah memberikan kain kepada Rasulullah seperti kain handuk, namun beliau tidak mau dan beliau memilih untuk menyeka air yang ada di tubuhnya dengan menggunakan tangan. (HR. Bukhari dan Muslim).

 

 

Niat dan Doa Mandi Wajib

doa niat mandi junub

Ketika kita hendak melakukan mandi wajib atau mandi junub tentu saja kita harus mengawalinya dengan membaca niat yang benar agar mandi wajib yang kita lakukan dapat bernilai ibadah di hadapan Allah SWT serta agar Allah SWT menerima semua ibadah yang akan kita lakukan setelah kita melakukan mandi wajib.

Pada saat kita akan melakukan mandi wajib, maka niat mandi wajib tidak harus kita bacakan dengan lantang, namun hanya di baca dalam hati saja sudah cukup dengan niat untuk menyucikan diri dari hadas besar. Kita juga dapat menggunakan lafal arab supaya lebih meluruskan niat.

 

1. Niat Mandi Wajib Secara Umum

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Akbarii FardhalLillahi Ta’aala”

Artinya: Saya niat mandi wajib untuk menyucikan hadast besar fardhu karena Allah ta’aala.

 

2. Niat Mandi Wajib Setelah Haid

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Akbari minal Haidil Lillahi Ta’ala”

Artinya: Saya niat mandi wajib untuk menyucikann hadast besar dari haid karena Allah Ta’ala.

 

3. Niat Mandi Wajib Setelah Nifas

“Nawaitul Ghusla Liraf il Hadatsil Akbari Minal Nifasi Fardhlon Lillahi Ta’ala.”

Artinya: Saya niat mandi wajib untuk menyucikan hadast besar dari nifas fardu karena Allah ta’ala.

 

4. Niat Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami – Istri, Keluar Mani, dan Mimpi Basah

“Nawaitu Ghusla Lirafil Hadatsil Akbari AnJami il Badaanii Likhuruu ji Mani yyi Minal Innaabati Fardhan Lillahi Ta’aala”.

Artinya : Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari badan ini karena keluarnya mani dari janabah fardhu karena Allah taala.

 

 

Dasar Perintah Untuk Melakukan Mandi Wajib

  • Al – Quran surat Al-Maidah ayat 6
  • Al – Quran surat An – Nisa ayat 43

 

 

Hal – Hal yang Menjadikan Mandi Wajib

Mandi wajib atau mandi junub harus dilakukan jika kita menemui hal – hal berikut ini :

 

Setelah Berhentinya Darah Haid Wanita

Pada sebuah hadis telah di sebutkan bahwasanya Aisyah ra, Nabi Muhammad SAW mengatakan kepada Fatimah binti Abu Hubaisy “Apabila haid datang padamu maka hendaknya kamu tidak melaksanakan shalat. Jika darah haid telah berhenti maka hendaklah melakukan mandi wajib dan mendirikan shalat.” (HR. Bukhari no. 320 dan Muslim no. 333)

 

Setelah Berhentinya Darah Nifas Wanita

Hukum dari darah nifas pada wanita setelah melahirkan ini telah di jelaskan di dalam Al – Quran dan hadis bahwasanya darah nifas ini sama dengan darah haid.

 

Keluarnya Air Mani Diiringi Syahwat

Perlu kita perhatikan bahwa air mani, air madzi, dan air wadhi memiliki perbedaan masing – masing. Untuk lebih jelasnya simak pembahasan berikut ini mengenai perbedaan air mani, air madzi, dan air wadhi.

 

Air Mani

Air Mani merupakan cairan yang keluar dari alat kelamin laki – laki baik di sebabkan karena bersetubuh ataupun karena mimpi basah. Air mani ini akan keluar dengan memuncrat dan di sertai dengan syahwat yang besar. Kemudian setelah air mani tersebut keluar, maka badan akan terasa lemas. Air mani yang keluar akan mempunyai warna putih dan memiliki bau khas seperti bau telur yang kering.

Apabila kita menemui tanda – tanda yang sudah di sampaikan di atas, maka dapat di simpulkan bahwa cairanyang kelur tersebut merupakan air mani. Hukum air mani ini adalah tidak najis, akan tetapi karena keluar air mani ini kita wajib melakukan mandi wajib sebelum kita melakukan ibadah.

 

Air Madzi

Air Madzi merupakan sebuah cairan yang keluar dari kelamin laki – laki karena dalam keadaan gejolak syahwat sedang meningkat, namun gejolak syahwat tersebut belum mencampai puncak dengan sempurna. Dan pada saat cairan tersbut keluar tidak akan membuat tubuh menjadi lemas.

Air madzi ini memiliki wujud yang bening, encer, dan terasa lengket namun tidak memiliki bau. Air madzi ini mempunyai hukum najis ringan , apabila cairan madzi ini keuar maka tidak akan membatakan puasa, namun untuk menyucikannya dapat dilakukan dengan berwudu.

 

Air Wadhi

Air Wadhi merupakan cairan yang keluar dari alat kelamin laki – laki yang disebabkan karena bedannya mengalami kelelahan yang sangat berat ataupun sesudah mengangkat beban yang sangat berat, atau mungkin terkadang keluarnya bersamaan pada saat buang air kecil.

Air wadhi ini mempunyai wujud dengan warna putih, memiliki tekstur yang kental dan terlihat keruh. Air wadhi ini memiliki hukum najis yang ringan. Oleh karena itu dalam menyucikan najis ini tidak perlu mandi wajib, cukup dengan berwudu saja ketika henda beribadah.

 

Saling Berhubungna tanpa Keluar

Karena dalam sebuah hadist menjelaskan dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwasanya jika seorang laki – laki duduk di beberapa bagian anggota tubuh istrinya (bersetubuh) lalu ia dengan niat yang sempurna, maka hukumnya wajib untuk melakukan mandi. (HR. Bukhari No. 291dan Muslim No. 348).

Meskipun air mani tidak sampai keuar namun hukumnya tetap harus mandi wajib. Selain itu hadist lain menjellaskan dari Aisyah ra, menjelaskan bahwasanya terdapat seorang laki – laki mengajukan pertanyaan kepada Nabi Muhammad SAW mengenai laki – laki yang akan bersetubuh dengan istrinya namun tidak sampai keluar air mani. Apakah sepasang suami istri tersebut wajib melakukan mandi wajib?

Sedangkan pada saat itu, Aisyah duduk di samping, kemudian Nabi Muhammad bersabda bahwasanya “Akupun demikian pernah menyetubuhi wanita ini ( Aisyah ) akan tetapi tidak mengeluarkan air mani, lantas kami kemudian mandi.” (HR. Muslim no. 350).

 

Ketika Orang Kafir Masuk Islam

Dalam sebuah hadis di riwayatkan Qois bin Ashim ra. Beliau telah masuk ke dalam agama islam, kemudian Nabi Muhammad SAW memerintahkannya untuk mandi yaitu dengan air dan daun bidara. (HR. An Nasai No. 188, At Tirmidzi No. 605, Ahmad 5/61. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

 

Pada Saat Seseorang Meninggal Dunia

Pada saat seseorang sudah tiba ajalnya maka dia wajib melakukan mandi wajib, namun dengan cara dimandikan oleh orang lain. Hukum memandikan jenazah yaitu fardu kifayah, artinya walaupun hanya dilakukan oleh beberapa orang saja maka gugur kewajiban yang lainnya untuk melakukannya.

Didalam sebuah hadis telah di sebutkan bahwa sebuah perintah Rasulullah kepada Ummu kepada Ummu ‘Athiyah dan kepada pelayat dan wanita yang memandikan anaknya, “Maka mandikanlah mayat tersebut dengan membasahi tubuhnya dengan air dan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih sampai kalian anggap cukup dan terakhir berilah kapur barus atau minyak wewangian. (HR. Bukhari No. 1253 dan Muslim No. 939).

Bagi semua manusia beragama islam pada saat ajal sudah menjemput, maka hukumnya wajib untuk dimandikan, baik itu laki – laki maupun perempuan, muda, tua, anak – anak, dan dewasa. Dan seorang muslim yang tidak wajib untuk di mandikan yaitu seorang muslim yang meninggal dalam keadaan syahid dalam peperangan.

 

Meninggalnya Bayi Dikarenakan Keguguran

Meninggalnya bayi dikarenakan keguguran namun sudah mempunyai roh di dalam tubuhnya. Karena di dalam sebuah hadis telah di jelaskan bahwasanya bayi akan mempunyai roh pada di dalam kandungan pada saat usia di atas 120 hari.

 

Hal Dilarang Sebelum Mandi Wajib

Berikut ini merupakan beberapa hal yang tidak diperbolehkan pada saat belum melakukan mandi wajib dan masih ada hadast besar di tubuh. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini beberapa hal yang tidak diperbolehkan pada saat belum melakukan mandi wajib.

  • Tidak boleh melaksanakan sholat, baik itu sholat sunnah ataupun sholat wajib.
  • Tidak di perbolehkan melakukan i’tikaf atau berdiam diri di masjid.
  • Tidak di perbolehkan melakukan puasa, baik itu puasa wajib maupun sunnah.
  • Tidak di perbolehkan menyentuh mushaf Al – Qur’an dan membacanya.
  • Tidak di perbolehkan melakukan Thawaf pada saat berhaji.
  • Tidak di perbolehkan dicerai atau diberikan talak hingga dalam keadaan suci lagi.

 

Hal Dilarang Sebelum Mandi Wajib

  • Gunakanlah air yang suci dan bersih tanpa adanya campuran apapun, tidak terkena kotoran yang dapat merubah bau dan sifatnya.
  • Mandi wajib dihukumi sebagai pengganti wudu.
  • Semua tubuh harus terkena air semuanya secara merata tanpa terkecuali.
  • Menutupi aurat karena hukumnya wajib.
  • Tidak menggunakan penutup kepala.

 

Nah jadi itulah pembahasan ringkas dari kami mengenai doa niat mandi junub dan tata cara mandi wajib junub. Untuk kalian yang beragama islam tentu saja wajib untuk mengetahui tata cara mandi wajib atau mandi junub ini dengan baik dan benar supaya pada saat kita melakukan mandi wajib akan di hitung ibadah oleh Allah SWT. Semoga dapat bermanfaat.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *