Shinta Marist Penulis dan Penyunting di MasTekno, paling suka nonton anime khususnya one piece karakter paling di sukai yaitu luffy. Suka melakukan hal hal yang baru juga suka dengan dunia internet.

22+ Contoh Teks Negosiasi Singkat: Terbaru 2020

21 min read

negosiasi

Manusia dalam hidup bermasyarakat pasti sering menjalin komunikasi diantara yang satu dengan yang lainnya dan dengan seringnya melakukan komunikasi tersebut, tidak sadar mereka pun sering melakukan negosiasi secara tidak langsung. Negosiasi sendiri sering diartikan sebagai kegiatan tawar menawar dan bisa terjadi di manapun terutama saat kita sedang membeli barang atau ingin menggunakan jasa.

Jenis dari negosiasi sendiri juga banyak macamnya contohnya adalah bisa antar personal. Biasanya negosiasi bisa dilakukan secara langsung ataupun tidak langsung dan bisa juga via text atau berbicara melalui suara ( via telepon ).

Disamping itu semua, teks negosiasi juga memiliki ciri yang sangat menonjol dibandingkan dengan teks biasa lainnya. Teks negosiasi tujuan utamanya adalah untuk mencari penyelesaian masalah yang sedang dihadapi supaya bisa menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan diantara kedua belah pihak dan supaya bisa mencapai tujuan sepakat oleh kedua belah pihak juga.

Disamping untuk mencapai tujuan bersama, tujuan dari adanya negosiasi adalah untuk menciptakan komunikasi yang lebih baik dan bisa terjalin diantara institusi atau kerjasama antara dua belah pihak. Negosiasi dilakukan supaya bisa mencapai tujuan yang terbaik dan bisa saling pengertian diantara kedua belah pihak yang terlibat.

 

Contoh Teks Negosiasi

Diatas sudah kita bahas tentang pengertian dari teks negosiasi, selanjutnya akan kita bahas tentang contoh dari teks negosiasi secara lengkap dan juga jelas supaya kalian bisa lebih paham tentang arti dari contoh teks negosiasi itu sendiri, simak penjelasannya berikut dibawah ini.

 

Negosiasi Pemecahan Konflik Jual Beli Mobil

Yang pertama adalah tentang teks negosiasi soal pemecahan konflik jual beli mobil yang akan dijelaskan dibawah ini.

Pembeli: “Selamat siang pak”Penjual: “Selamat siang, Silahkan duduk. Apakah benar ini dengan saudara Slamet?”Pembeli: “Benar pak, saya yang menghubungi bapak tadi pagi”Penjual: “Baik, langsung ke intinya saja, benarkah saudara tertarik dengan mobil yang di iklankan di OLX?

Pembeli: “Iya benar pak, dari foto yang ditampilkan saya tertarik ingin melihat fisik asli mobil tersebut secara dekat, sebab berdasarkan foto yang saya lihat kelihatannya mobil bapak masih dalam keadaan bagus”

Penjual: “Iya benar, mobil itu saya beli 2 tahun lalu, kondisinya masih sangat bagus. Saya menjual karena ingin menggantinya dengan mobil baru”

Pembeli: “Apa alasan bapak mengapa mobilnya ingin diganti?, apakah mobil tersebut sudah mengalami kerusakan?”

Penjual: “Bukan itu alasannya, saya ingin mengganti dengan mobil baru karena mobil itu terlalu kecil untuk keluarga saya.”

Pembeli: “Oh begitu, berapa harganya pak?

Penjual: “150 juta, bisa nego”

Pembeli: “Wahh kok mahal pak?”

Penjual: “Bisa nego”

Pembeli: “100 juta bagaimana pak?”

Penjual: “125 juta pas, bagaimana?

Pembeli: “110 juta deh pak, bagaimana?”

Penjual: “Tidak mas, 125 sudah mentok”

Pembeli: “Baiklah, saya setuju”

Penjual: “Baik, terimakasih”

Pembeli: “Oke terimakasih kembali”

 

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Barang Kabel

teks negosiasi kabel

Di sebuah toko elektronik.

Orientasi

Penjual: Mari mas, ada yang bisa kami bantu?

Permintaan

Pembeli: Oh iya mbak, di sini ngejual kabel nggak ya?

Penjual: Kabel yang kayak gimana ya mas

Pembeli: Kabel yang  warna hitam lurus mirip rambut mbaknya ini loh!

Penjual: Haha, bisa aja masnya nih! Kabel yang kek gimana? Nanti saya coba cariin.

Pembeli: Kabel yang ukuran 1,5 100 meter, sama kabel ukuran 2,75 50 meter.

Penjual: Merek apa ya mas?

Pembeli: Yang bagus merek apa ya mbak?

Penjual: Biasanya yang dipake banyak orang Eterna mas, murah dan bagus.

Pembeli: Coba mbak bisa lihat barangnya boleh?

Penjual: Kabelnya kan ? Bentar ya, saya carikan dulu.

Pemenuhan

Penjual: Mas, ini kabelnya yang tersisa tinggal yang panjangnya cua 50 meter-an, yang 100 meter udah kosong. Ada aja sih yang langsung 100 meter tapi kabel warna putih. Gimana mas?

Pembeli: Wuihh, putih mirip kulit mbaknya dong, hehehe. Yang hitam aja mbak, 50 meter-an juga gak apa-apa.

Penjual: Berarti kabel Eterna ukuran 1,5 panjangnya 2 x 50 meter  terus sama ukuran 2,75 50 meter ya mas?

Pembeli: Ya mbak, oh iya, itu harganya berapaan ya mbak?

Penjual: Bentar mas tak cek dulu, ini ntuk ukuran 1,5 50 meternya 350 ribu mas, terus untuk yang 2,75 550 ribu, jadi total 1.300.000 mas.

Penawaran

Pembeli: Waduh, mahal juga ya ternyata, gak bisa kurang lagi mbak?

Penjual: Ini udah murah banget mas, tempat lain gak segini harganya.

Pembeli: Masak gak ada potongan sih mbak? Kalau ada besok-besok saya beli ke sini lagi deh.

Penjual: Buat dipasang di mana mas?

Pembeli: Itu loh, proyek pembangunan kantor di sebrang jalan sana.

Penjual: Bentar dulu ya mas, saya tanya si Bos dulu, siapa tahu kalau untuk proyek bisa ada bonus buat masnya kalau belanja di sini lagi.

Pembeli: Asiiik, di tunggu mbak.

Penjual: Ada kok mas, tapi gak banyak. Harganya tetep , terus untuk masnya 70 ribu. Gimana mas?

Persetujuan

Pembeli: Oke mbak, saya beli. Pakai nota ya mbak.

Penjual: Oke mas, Tunggu sebentar ya.

Pembelian

Pembeli: 1.300.000 ya mbak, ini mbak silahkan uangnya.

Penjual: Maaf, saya mau hitung bentar ya mas. Sip, uangnya udah pas ya mas. Terus ini nota, lunas, sama bonus buat masnya.

Penutup

Pembeli: Sip, terimakasih ya mbak.

Penjual: Sama-sama mas, kalau besok-besok belanja lebih banyak lagi bonusnya juga lebih banyak loh mas kata si bos.

Pembeli: Oke mbak, besok-besok bakal ada yang harus dibeli kok. Terimakasih mbak.

Penjual: Sama-sama mas.

 

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli

teks negosiasi jual beli

Berikut ini contoh tentang jual beli antara penjual dan pembeli laptop:

Pembeli: “Mas saya ingin beli laptop DELL INSPIRON, apakah disini ada?”

Penjual: “Ada mas, ini mas, ada beberapa pilihan warna”

Pembeli: “Berapa harganya mas untuk yang warna abu-abu ini?”

Penjual: “Semua warna harganya sama, RP 13.150.000”

Pembeli: “Harganya boleh kurang enggak mas?”

Penjual: “Paling pas nya RP 12.689.000”

Pembeli: “Boleh dikurangi lagi enggak mas?”

Penjual: “Wah, harga segitu rasanya tidak bisa nak.”

Pembeli: “Baiklah mas mas, saya setuju, ini uangnya”

 

Contoh Teks Negosiasi 2 Orang – Video

teks negosiasi jual 2 orang

Di sebuah gang sempit, seorang lelaki asing menghadang Pak Jono

Pembukaan

Lelaki: Permisi ya Pak, bisa berhenti sebentar.

Pak Jono: Oh ya, ada apa ya mas.

Lelaki: Ada perlu sedikit dengan bapak.

Pak Jono: Maaf masnya siapa ya?

Lelaki: Bukan siapa-siapa kok pak, tapi aku punya barang-barang bagus dan pasti bapak berminat.

Pak Jono: Maaf sekali mas, saya lagi tidak ingin beli apapun, lagian saya juga lupa bawa dompet.

Lelaki: Gak harus sekarang juga kok pak belinya.

Pak Jono: Maaf lagi mas, saya nggak berminat.

Lelaki: Baiklah, sebelum bapaknya pergi, bisa lihat vidio ini bentar (menunjukkan video melalui hp)

Pak Jono: Dari mana mas dapatin video ini?

Lelaki: Dari kelakuan bapak semalam, oke dah, bapak gak minat kan, ya udah, saya jual ke yang lain.

Isi

Pak Jono: Eh mas, tunggu bentar, saya tidak ingin video itu diketahui publik.

Lelaki: Lalu apa yang bakal bapak lakukan?

Pak Jono: Berapa harganya dik?

Lelaki: Mahal pak, tentunya bapak tidak mau beli.

Pak Jono: Kalau ada jaminan ketika video itu tidak tersebar, saya bakal beli.

Lelaki: Berapa yang bapak tawar?

Pak Jono: Berapa yang mas minta?

Lelaki: Saya realistis saja dan pasti bapak sanggup bayar

Pak Jono: Iya, katakan aja berapa?

Lelaki: 1 milyar…

Pak Jono: Waah, kamu mau memeras saya ya mas, gak ada kalau uang segitu.

Lelaki: makanya itu, ya sudah saya pergi aja.

Pak Jono: Mas, tunggu bentar mas, hei… awas ya kamu, jangan aneh-aneh kamu sama saya, hari ini juga seandainya saya mau bisa hilang badanmu.

Lelaki: Saya tidak sendirian pak, ketika saya terluka atau matipun entah kapan, maka vidio ini bakal viral.

Pak Jono: Oke… oke… kita coba bicara lagi.

Lelaki: Apa lagi yang masih belum jelas?

Pak Jono: 500 juta gimana? Hari ini bisa aku kirim.

Lelaki: Tetap 1 milyar.

Pak Jono: Sial kamu!

Lelaki: Mudah saja untuk bapak dapat uang segitu…

Pak Jono: Baiklah, lalu apa jaminannya kalau vidio itu tidak bakal viral?

Lelaki: Kepala saya pak. Bapak bisa rekam wajah saya dan suruh seseorang untuk bunuh saya kalau sampai vidionya viral.

Pak Jono: Oke, deal ya.

Lelaki: Kapan saya bisa dapat uangnya.

Pak Jono: Minggu depan baru bisa aku kirim uang segitu.

Lelaki: Oke, bisa kirim ke nomer rekening ini. Saya tunggu pak. Lewat jam 12 malam, maka vidio ini bakal terkenal tanpa ada izin bapak.

Pak Jono: Oke. aku bakal transfer.

Penutup

Lelaki: Kalau gitu saya pamit pergi dulu. Selamat siang bapak bupati. Senang sekali bisa berjumpa dengan anda siang ini.

Baca Juga: Mobilitas Sosial: Pengertian, Jenis, Contoh, Bentuk, Saluran dan Dampak.

 

Contoh Teks Negosiasi Singkat Tentang Pendidikan

teks negosiasi pendidikan

Wali kelas: “Andi?, bagaimana rencana kita untuk study wisata di hutan pinus biru? apakah semua teman temanmu mau?”

Ketua kelas: “Saya barusan sudah ngomong dengan teman teman kelas bu, kami semua setuju study alam di hutan pinus, hanya ada usulan untuk wisata di pantai padawa saja bu”

Wali kelas: “Wahhh kenapa begitu?”

Ketua kelas: “Soalnya untuk di hutan pinus tidak ada tempat wisata yang bagus bu, yang ada hanya hutan sama rumah pohon aja”

Wali kelas: “Hmmm tapi andi, ibu sudah bilang duluan tentang rencana kita ini ke kepala sekolah. Dan beliau pun sudah menyetujui”

Ketua kelas: “Iya ibu, tapi sepetinya banyak yang gak ikut bu kalau study dan wisatanya di hutan pinus biru”

Wali kelas: “Duh, gimana ya? soalnya ibu sudah mempersiapkan semua ndi”

Ketua kelas: “Apa gini saja bu, biar saya aja sama teman teman semua nanti menghadap ke kepala sekolah untuk bicara rencana kami”

Wali kelas: “Yaudah kalau begitu, sana menghadap beliau dan laporkan hasil diskusi sama ibu”

Ketua kelas: “Baik bu terimakasih”

Dari contoh teks negosiasi diatas bisa kita simpulkan bahwa ada permasalahan tentang memutuskan sebuah tempat tujuan study wisata yang bakal dilaksanakan oleh sekolah. Terjadi proses negosiasi serta tawar menawar tentang tempat tujuan wisata.

 

Contoh Teks Negosiasi di Lingkungan Keluarga

teks negosiasi lingkungan keluarga

Contoh teks negosiasi berikut ini terjadi dilingkungan keluarga antara bapak dengan anaknya. Berikut ini contohnya:

Anak: “Pak, setelah lulus nanti saya ingin sekolah di SMA.”

Bapak: “Kenapa di SMA nak? Padahal, bapak ingin kamu sekolah di SMK.”

Anak: “Alasannya apa pak, kenapa bapak ingin supaya saya melanjutkan di SMK? ”

Ayah: “Begini nak, di SMK itu lulusan nya bisa langsung masuk di dunia kerja.”

Anak: “Jadi gampang dapat kerja ya pak? Kalau gitu iya deh saya setuju.”

Ayah: “Bagus lah kalau kamu setuju, nanti kita pilih bareng SMK yang bagus.”

Anak : “Siap pak”

 

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Laptop

teks negosiasi jual beli laptop

Berikut ini contoh tentang jual beli antara penjual dan pembeli laptop:

Pembeli: “Mas saya mau beli laptop DELL INSPIRON, apa disini ada?”

Penjual: “Ada kok mas, ini mas, ada beberapa macam pilihan warna”

Pembeli: “Berapa harganya yang warna abu-abu ini?”

Penjual: “Semua warna harga sama, RP 13.150.000”

Pembeli: “Harganya bisa kurang enggak mas?”

Penjual: “Paling pas nya ya RP 12.689.000”

Pembeli: “Boleh dikurangi sedikit lagi enggak mas?”

Penjual: “Wuih, harga segitu kayaknya gak bisa nak.”

Pembeli: “Baiklah mas, saya mau, ini uangnya”

 

Contoh Teks Negosiasi Ojek dan Penumpang

teks negosiasi ojek dan penumpang

Berikut contoh teks negosiasi yang umum di kehidupan sehari-hari, kali ini yakni tentang tukang ojek dengan calon penumpang. Ini dia contohnya:

Calon Penumpang: “Bang, ke Pasar Wager berapa?”

Tukang Ojek: “10 ribu aja, mas”

Calon Penumpang: “Kok mahal banget bang, lagian deket tuh disitu, 5 ribu aja ya”

Tukang Ojek: “Waduh, itu kemurahan, Gak nutup uang bensin mas”

Calon Penumpang: “Iya dah iya bang, saya tambahin 2 ribu lagi biar jadi jadi 7 ribu ya, bagaimana?”

Tukang Ojek: “Tambah 1 ribu lagi dah, langsung lets go.”

Calon Penumpang: “Okedah bang, deal, antar saya ke pasar wager.”

 

Contoh Teks Negosiasi Pemecahan Konflik Jual Beli Mobil

teks negosiasi jual beli mobil

Berikut contoh teks negosiasi singkat tentang pemecahan konflik antara pembeli mobil dan penjual mobil.

Pembeli: “Selamat siang bapak”

Penjual: “Selamat siang, Silahkan duduk. Apa benar ini dengan mas Slamet?”

Pembeli: “Benar pak, sayalah yang ngehubungi bapak tadi pagi”

Penjual: “Baik, langsung ke inti saja, benarkah masnya tertarik dengan mobil yang sudah di iklankan di OLX?

Pembeli: “Iya betul pak, dari foto-foto yang ada saya tertarik ingin melihat fisik asli dari mobil tersebut secara langsung, sebab ketika foto yang saya lihat sepertinya mobil bapak masih sangat bagus”

Penjual: “Iya benar sekali, mobil itu baru saya beli 2 tahun lalu, kondisinya pun masih sangat bagus. Saya menjual sebab ingin menggantinya oleh mobil baru”

Pembeli: “Apa alasannya bapak kenapa mobilnya ingin diganti? apa mobil tersebut sudah mengalami beberapa kerusakan?”

Penjual: “Bukan itu alasan saya, saya ingin menggantinya dengan mobil baru sebab mobil tersebut terlalu kecil untuk nampung keluarga saya.”

Pembeli: “Oh gitu, berapa untuk harganya pak?

Penjual: “150 juta aja, bisa nego”

Pembeli: “Wuihh kok mahal sekali pak?”

Penjual: “Bisa nego kok”

Pembeli: “100 juta gimana pak?”

Penjual: “125 juta pas, gimana?

Pembeli: “110 juta deh pak, gimana?”

Penjual: “Tidak bisa mas, 125 sudah mentok itu”

Pembeli: “Baiklah 125 juta, saya setuju”

Penjual: “Baik, terimakasih mas”

Pembeli: “Oke terimakasih kembali pak”

 

Contoh Teks Negosiasi di Sekolah

teks negosiasi di sekolah

Contoh terakhir teks negosiasi singkat yaitu di lingkungan sekolah. Negosiasi antara wali kelas dengan ketua kelas berkaitan dengan rencana study wisata. berikut ini:

Wali Kelas: “Anto, bagaimana rencana Study Wisata ke Jawa Timur Park, apakah semua anggota kelas setuju?”

Ketua Kelas: “Saya sudah berbicara dengan mereka bu, cuma ada usulan study wisata nya diganti ke Pantai Kuta aja bu.”

Wali Kelas: “Wah, kenapa pada minta seperti itu?”

Ketua Kelas: “Karena sekolah kita sudah sering ke Jawa Timur Park bu. Sedangkan, Pantai Kuta belum pernah sama sekali.”

Wali Kelas: “Tapi ibu sudah bicarakan rencana ini ke bapak kepala sekolah dan beliau sudah setuju”

Ketua Kelas: “Iya bu, tetapi jika ke rencana semula sepertinya banyak teman-teman yang tidak ikut”

Wali Kelas: “Aduh bagaimana yah, padahal ibu sudah mempersiapkan semuanya.”

Ketua Kelas: “Begini saja bu, biar saya dan teman-teman yang menghadap ke kepala sekolah dan membicarakan tentang rencana study ke Pantai Kuta.”

Wali Kelas: “Baiklah kalau begitu, secepatnya kamu bicara dengan beliau, laporkan ke ibu hasilnya”.

Ketua Kelas: “Baik bu.”

 

Contoh Teks Negosiasi di Pasar

teks negosiasi di pasar

Pembeli 1: “Bu, petenya berapa ya?”

Penjual: “Satu tangkai Rp15.000,00 bu. Ini cuma tinggal tiga tangkai, semuanya Rp45.000,00.”

Pembeli 1: “Harga apa gak bisa kurang? Saya tawar buat satu tangkainya Rp10.000,00 ya bu? Sekalian buat penghabisan.”

Penjual: “Maaf, gak bisa, Bu. Saya kasih Rp40.000,00 saja kalau mau ambil semua.”

Pembeli 2: “Bu, biar saya saja yang beli petenya biarpun dengan harga Rp15.000,00 per tangkai. Saya ambil sekaligus dua tangkai.”

Penjual: “Maaf ibu, gak bisa begitu. Ibu ini yang udah menawar lebih dulu.”

Pembeli 2: “Tapi, saya setuju dengan harga awal tanpa menawar.”

Penjual: “Mohon maaf ibu, tapi itu udah aturan tawar-menawar memang begitu.”

Pembeli 1: “Ya sudah ibu, saya mau Rp40.000 untuk tiga tangkainya. Saya ambil semua ya.”

Penjual: “Terima kasih ya bu.”

Pembeli 1: “Sama-sama, Bu.”

 

Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya – Tilang

teks negosiasi tilang

Suatu hari di lokasi di jalan raya, oknum polisi menilang pengendara motor yang tidak menggunakan helm.

Pembukaan

Polisi: (meniup peluit…prit…prit)…Menepi mas…menepi mas…

Pengendara: (menepi) Kenapa ya pak?

Isi

Polisi: Maaf ya mas, itu mas nggak pakai helm.

Pengendara: Astagfirulloh, maaf banget pak, saya lupa, tadi buru-buru soalnya, mau ujian.

Polisi: Masnya punya SIM gak?

Pengendara: Punya kok pak.

Polisi: Surat kendaraannya lengkap?

Pengendara: Lengkap juga pak.

Polisi: Boleh saya periksa?

Pengendara: Boleh sih pak, tapi saya terburu-buru nih.

Polisi: Maaf sekali mas, tapi ini sudah kewajiban saya.

Pengendara: Ini SIM dan STNKnya.

Polisi: Ya, sudah lengkap mas, tapi mohon maaf masnya tetap saya tilang karena tidak menggunakan helm di jalan raya.

Pengendara: Aduh pak…maaf, ini juga karena buru-buru kalau jalan damai saja gimana pak?

Polisi: Damai gimana maksudnya mas?

Pengendara: Ya saya bayar uang tilang di sini.

Polisi: Wah, Memhon maaf mas, sekarang ini untuk pembayaran tilang cuma bisa lewat ATM, gampang dan lebih cepat kok mas, mas tinggal transfer ke no rekening ini, terus bukti transer langsung diserahkan ke saya, saya tugas di pos sampai jam 12 mas. Semisal saya nanti sedang tidak ada di pos, bisa lewat rekan saya juga boleh. Sementara itu SIM masnya saya tahan dulu, ngambilnya tetap di pos jaga.

Pengendara: Masak nggak bisa sih pak, bayar langsung ke bapak saya nggak keberatan kok.

Polisi: Maaf sekali mas, saya tidak ada hak untuk itu.

Pengendara: Ya sudah, saya pasrah aja pak.

Polisi: Ini surat tilang buat mas, nanti setelah transfer, silahkan ke pos jaga lagi buat ambil SIM punya masnya.

Pengendara: Tapi nanti tiba-tiba saya ketilang lagi gimana dong pak?

Polisi: Ya makanya jangan lupa pakai helm.

Penutup

Pengendara: Ya udah deh pak, saya pergi ke kampus dulu, lalu saya ke pos polisi nemui bapak.

Polisi: Siap Mas, sekali lagi maaf, dan saya akan tunggu di pos jaga.

Pengendara: Permisi ya pak.

Polisi: Hati-hati di jalan ya mas, di sebrang ada toko helm silahkan beli aja nanti malah di tilang polisi yang ada di pos selanjutnya…

Pengendara: Iya pak, terimakasih pak.

 

Contoh Teks Negosiasi Kehidupan Sehari-hari

Selanjutnya contoh teks negosiasi yang biasa di kehidupan sehari-hari, kali ini yaitu antara tukang ojek dengan calon penumpang. Inilah contohnya:

Calon Penumpang: “Bang, ke Pasar Wage berapa?”

Tukang Ojek: “10 ribu, mas”

Calon Penumpang: “Kok mahal amat bang, kan deket tuh disitu, 5 ribu aja ya”

Tukang Ojek: “Aduh, itu kemurahan, enggak nutup uang bensin atuh”

Calon Penumpang: “Iya deh iya bang, saya tambah 2 ribu biar jadi jadi 7 ribu ya, bagaimana?”

Tukang Ojek: “Tambah 1 ribu lagi deh, langsung capcuss.”

Calon Penumpang: “Okelah bang, saya setuju, antar saya ke pasar wage.”

 

Contoh Negosiasi Antara Pengusaha dan Pihak Bank

Kami lengkapi contoh teks negosiasi ini dengan struktur nya:

Struktur:

1-3     : orientasi
4-6     : pengajuan
7-12   : penawaran
13-16 : persetujuan
17-19 : penutup

Pengusaha: “Selamat siang”

Pihak bank: “Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?”

Pengusaha: “Iya, saya ingin bertemu dengan kepala bagian kredit”

Pihak bank: “Baik, mari saya antar menuju kepala bagian kredit”

Pengusaha: “Jadi begini pak, saya niatnya akan mengembangkan usaha, maka dari itu saya akan mengajukan kredit”

Pihak bank: “Berapa jumlah uang yang dibutuhkan untuk usaha yang bapak ingin kembangkan?

Pengusaha: “Saya butuh uang sebenar 300 juta. Bisakah saya mendapatkan pinjaman dengan jumlah tersebut?

Pihak bank: “Maaf sebelumnya, tetapi kan jumlah pinjaman bapak terlalu besar. Bagaimana jika pihak bank memberi 200 juta?

Pengusaha: “Tidak bisa lebih dari itu pak? saya kan nasabah lama di bank ini”

Pihak bank: “Baiklah, bapak saya beri 220 juta. Bagaimana pak?”

Pengusaha: “Tolong dilebihkan lagi pak, saya membutuhkan lebih banyak uang untuk mengembangkan usaha”

Pihak bank: “Baiklah, maksimal bank hanya bisa memberi pinjaman sebesar 250 juta”

Pengusaha: “Oke, bisa saya ambil kapan uangnya?”

Pihak bank: “Kalau bapak setuju uang 250 juta bisa dicairkan secepatnya”
Pengusaha: “Iya saya setuju, kemudian bagaimana lagi?”

Pihak bank: “Pihak bank akan memberikan pelayanan terbaik”

Pengusaha: “Oke terima kasih atas kerjasamanya, saya permisi dahulu pak”

Pihak bank: “Sama-sama pak, selamat siang”

Pengusaha: “Selamat siang” (Keluar dari ruang kepala bagian kredit)

 

Contoh Teks Negosiasi  – Lewat

teks negosiasi lewat

A: Boleh saya lewat sini Pak?

B: Maaf mas, kalau misal mau masuk bisa lewat depan, ini pintu keluar.

A: Tapi pak, saya tadi sudah masuk dari depan, dan sudah keluar lewat sini juga, tapi tasnya saya ketinggalan ditempat penitipan barang, kalau mau lewat depan saya bakal bayar lagi, boleh kan ya saya cuma ingin ambil tas.

B: Yang bener ya Cuma mau ambil tas?

A: Bener pak sumpah, itu tas tadi saya titip di penitipan barang, ini nomornya saja masih ada saya simpan.

B: Ya baik kalau begitu, masnya langsung ambil ya terus keluar lagi lewat sini.

A: Baik pak, terimakasih pak.

Contoh Teks  Negosiasi  – Hutang

C: Bro, kapan bisa bayar utang? Maaf loh, tapi ini sedang kepepet banget butuh uang.

D: Sorry banget bro, kalau saat ini aku belum pegang uang. Gimana kalau dua hari lagi, pas sudah tanggal 1 aku sudah punya gaji.

C: Waaah broo, maaf banget bro, aku bener kepepet banget, bisa gak kamu pinjem siapa dulu deh, lagian juga kan minggu kemaren bilang kalau hari ini udah bisa bayar utangnya, nah aku pun kebetulan janjiin bakal bayar tagihan pulsa hari ini juga.

D: Ya… gini deh, apa… aku coba ngubungi temenku dulu ya, gimana kalau 1 jam lagi kita ketemu disini lagi. Semoga aku dapat pinjaman. Maaf banget bro aku ngrepotin kamu.

C: Oke bro, tak tunggu ya, sorry loh bukan maksud aku buat maksa kamu, kalau lagi gak kepepet aku santai orangnya.

D: Siap bro, makasih bro, tunggu ya bro.

 

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Singkat

teks negosiasi jual beli singkat

Penjual: “Pagi mbak, silahkan cari apa?”

Pembeli: “Selamat pagi juga bu, saya mau beli piano yang ini, berapa ya harganya?”

Penjual: “Itu piano yamaha original mbak, harganya 20 juta mbak”

Pembeli: “Boleh kurang gak bu harganya?”

Penjual: “Hmmm, gimana ya mbak. Mbak mau nawar berapa?”

Pembeli: “17 juta boleh bu?”

Penjual: “Wah, tidak bisa mbak kalo harga segitu, soalnya ini piano original mas”

Pembeli: “Hmm, kalau 17,5 juta boleh bu?”

Penjual: “Harganya naikin dikitlah mbak, 18 juta deh ibu lepas”

Pembeli: “Iya deh bu, 18 juta saya setuju. Sebentar ya bu saya mau ambil uangnya”

 

Contoh Teks Negosiasi dalam Kehidupan Sehari-hari

teks negosiasi di kehidupan sehari hari

Contoh obrolan negosiasi kali ini bakal membahas negosiasi tentang hal hal yang cukup sering terjadi di kehidupan sehari hari. Pada contoh kali ini kita bakal membahas obrolan negosiasi antara tukang becak dan juga penumpang yang ada kaitannya dengan proses tawar menawar.

Penumpang: “Bapak, ke pasar gede berapa ya?”

Tukang becak: “15 ribu aja mbak”

Penumpang: “wuihhh mahal banget pak?, gak 10 ribu saja pak?”

Tukang becak: “Duh kalau 10 ribu itu kemurahan mbak, kan pasar gede lumayan jauh”

Penumpang: “Iya deh pak, saya tambah 12 ribu gimana?”

Tukang becak: “Naikin 13 ribu mbak”

Penumpang: “Oke dah pak, saya 13 ribu ke pasar gede ya pak”

Percakapan diatas bisa kita sebut contoh teks negosiasi penawaran antara penumpang dan juga tukang becak sebab pada dialognya mengandung obrolan yang intinya menawar tarif becak.

 

Contoh Teks Negosiasi Antara Pengusaha dan Pihak Bank

teks negosiasi pihak bank

Pengusaha: “Selamat siang”

Pihak bank: “Selamat siang, ada yang dapat saya bantu?”

Pengusaha: “Iya, saya ingin bertemu oleh kepala bagian kredit”

Pihak bank: “Baik, mari saya antarkan menuju kepala bagian kredit”

Pengusaha: “Jadi gini pak, saya niatnya bakal mengembangkan usaha, nah, makanya saya mau mengajukan kredit”

Pihak bank: “Berapa nominal uang yang dibutuhkan untuk usaha yang ingin bapak kembangkan?

Pengusaha: “Saya butuh uang sebesar 300 juta. Bisa saya mendapatkan pinjaman sebesar jumlah tersebut?

Pihak bank: “Maaf sebelumnya pak, tapi kan jumlah pinjaman bapak sangat besar. Bagaimana kalau pihak bank memberi 200 juta?

Pengusaha: “Tidak bisa lebih ya pak? saya kan merupakan nasabah lama di bank ini”

Pihak bank: “Baiklah, bapak saya kasih 220 juta. gimana pak?”

Pengusaha: “Tolong ditambahkan lagi pak, saya sangat membutuhkan lebih banyak uang untuk bisa mengembangkan usaha”

Pihak bank: “Baiklah, maksimal bank cuma bisa memberi pinjaman 250 juta”

Pengusaha: “Oke pak, bisa diambil kapan uangnya?”

Pihak bank: “Kalau bapak sudah setuju, uang 250 juta dapat dicairkan secepatnya”

Pengusaha: “Iya saya setuju, kemudian bagaimana lagi?”

Pihak bank: “Pihak bank baal segera memberi pelayanan terbaik”

Pengusaha: “Oke, terima kasih atas kerjasamanya pak, saya permisi dulu pak”

Pihak bank: “Sama-sama pak, selamat siang”

Pengusaha: “Selamat siang” (Keluar dari ruangan kepala bagian kredit)

 

Contoh Teks Negosiasi Penjual Alat Musik

teks negosiasi musik

Seorang penjual alat musik terlihat lagi membersihkan beberapa gitar dagangannya sebelum sang pembeli datang menghampiri tokonya.

Pembeli: “Pak, kalau gitar yang ini berapa ya harganya? Saya tertarik buat membeli.”

Penjual: “Gitar yang itu Rp750.000,00, Nak.”

Pembeli: “Harga tidak bisa kurang, Pak?”

Penjual: “Bisa kurang kok sedikit. Mau menawar berapa ya, Nak?”

Pembeli: “Rp600.000,00 ya, Pak. gimana?”

Penjual: “Rp600.000,00 mah belum dapat, Nak.”

Pembeli: “Kalau gitu, Rp625.000,00 ya, Pak?”

Penjual: “Naikinn sedikit lagi, Nak. Rp650.000,00 saya bakal lepas gitar itu.”

Pembeli: “Baik, Pak, saya mau Rp650.000,00. Ini uangnya, pak.”

Penjual: “Terima kasih ya, Nak.”

Pembeli: “Sama-sama, Pak.”

Baca Juga: Interaksi Sosial: Pengertian, Contoh, Syarat, Bentuk, Ciri, Jenis.

 

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli HP

Pagi itu, Seoarang pergi ke konter untuk mencari Xiaomi Redmi Note 5

Penjual :Selamat datang, silahkan duduk.”

Pembeli : “Terima kasih.”

Penjual : “Ada yang bisa saya bantu?”

Pembeli : “Saya ingin mencari Smartphone.”

Penjual : “Ingin Smartphone merek apa?”

Pembeli : “Yang bagus itu merek apaya?”

Penjual : “Begini, kalau masalah bagus atau tidaknya itu relatif. Semua merek ada kelebihan dan juga ada kekurangannya.”

Pembeli : “Oh, begitu.”

Penjual : “Tetapi sekarang yang paling laris itu Xiaomi Redmi Note 5.”

Pembeli : “Saya boleh lihat yang Xiaomi Redmi Note 5?”

Penjual : “Iya, sebentar saya ambilkan dulu.”

Pembeli : “Iya.”

Penjual : “Ini, silahkan di coba dulu.”

Pembeli : “Fasilitasnya apa saja ?”

Penjual : “Ada kamera16 MP,sudah 4G dan masih banyak lagi.”

Pembeli : “Selain warna hitam ini, apakah ada warna yang lain?”

Penjual : “Ada selain ini ada juga warana gold, putih dan silver.”

Pembeli : “Saya mau lihat yang silver, soalnya saya suka warna silver.”

Penjual : “Maaf, yang warna silver stoknya habis, mungkin besok datangnya.”

Pembeli : “Kalau sekarang adanya warna apa saja ?”

Penjual : “Kita punya warna gold sama hitam.”

Pembeli : “Saya lihat yang gold dulu.”

Penjual : “Iya, saya ambilkan dulu.”

Pembeli : “Iya.”

Penjual : “Ini, silahkan.”

Pembeli : “Hitam sama gold bagus manaya?”

Penjual : “Tergantung selera, kalau hitam itu sudah biasa, tetapi kalau gold itu jarang orang punya.”

Pembeli : “Saya pilih hitam saja.”

Penjual : “Oh iya.”

Pembeli : “Harganya berapa?”

Penjual : “Kalau yang ini harganya Rp 7.000.000,00.”

Pembeli : “Tidak ada diskon?”

Penjual : “Kebetulan kita lagi ada promo untuk merek Xiaomi Redmi Note 5 ada spesial diskon, jadi harganya tinggal Rp 6.600.000,00.”

Pembeli : “Tidak bisa turun lagi?”

Penjual : “Tidak bisa. Ini bisa di kredit mas, angsuran 8 X dalam 5 bulan.”

Pembeli : “Rp 6.400.000,00 bagaimana?, cash.”

Penjual : “Apakah bisa ditambah lagi?”

Pembeli : “Saya tambah lagi Rp 50.000,00 bagaimana?”

Penjual : “Tetap tidak bisa, begini saja saya beri Rp 6.500.000,00, itu sudah turun banyak lho.”

Pembeli : “Tidak bisa ditambah lagi diskonnya?”

Penjual : “Tidak bisa, nanti kalau ditambah lagi terus bos saya marah, ini bukan punya saya kalau punya saya, saya beri harga segitu.”

Pembeli : “Ya sudah saya setuju Rp 6.500.000,00.”

Penjual : “Saya buatkan notanya dulu.”

Pembeli : “Iya.”

Penjual : “Ini notanya, silahkan tanda tangan disini. Ini juga ada garansinya 1 tahun, jadi kalau ada masalah dengan Smartphonenya, bawa saja kesini.”

Pembeli : “Oh iya, ini uangnya.”

Penjual : “Terima kasih.”

Pembeli : “Sama-sama.”

 

Contoh Teks Negosiasi Formal 4 Orang

Sekretaris : Selamat Pagi, Bu. (bersalaman). Kami telah mensurvei tempat Ibu dan kami berencana untuk membeli tempat tersebut, rencananya kami akan membangun sebuah perumahan disana. Apa benar ibu akan menjual tempat ibu tersebut?

Pemilik Tanah : Iya benar.

Direktur : Kira-kira berapa harga yang ibu patok untuk tanah ibu itu?

Pemilik Tanah : 2M mungkin mewakili.

Sekretaris : Apa gak terlalu mahal, Bu? bagaimana dengan 1,5 M?

Kakak Pemilik Tanah : Wah turun jauh. Tempat itu sangat bagus, sangat strategis, fasilitas umum disana hampir lengkap, disamping itu banyak tempat wisata pantai yang dapat menunjang kemajuan usaha perumahan kalian.

Direktur : Begini saja, bagaimana dengan 1,6 M?

Pemilik Tanah : Masih jauh, Bu. yaudah begini saja, 1,8M bagaimana? ya itu pun kalau ibu setuju, kalau tidak saya tidak akan lepas tanah itu.

Sekretaris : Gimana bu? apa gak kemahalan?

Direktur : Mungkin itu harga yang pas untuk tanah ibu ini.

Direktur : Oke bu, saya setuju dengan harga 1,8M. terimakasih atas kerjasamanya.

P. Tanah dan Kakaknya : Oh iya, Bu. sama-sama.

 

Diatas sudah saya jelaskan secara lengkap tentang contoh teks negosiasi yang bisa kalian pahami supaya lebih tahu dan lebih mengetahui secara jelas tentang apa arti teks negosiasi itu sendiri.

Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita semua ya sobat khususnya di dalam bidang teks negosiasi. Apabila ada hal yang ingin ditanyakan silahkan bertanya dikolom komentar yang sudah disediakan ya sobat


Shinta Marist Penulis dan Penyunting di MasTekno, paling suka nonton anime khususnya one piece karakter paling di sukai yaitu luffy. Suka melakukan hal hal yang baru juga suka dengan dunia internet.
DarkLight