Adi Pamungkas Temenya Dimas, sama-sama kontributor di mastekno

10 Contoh Teks Editorial Singkat dan Struktur: Lengkap dan Penjelasan

18 min read

gambar buku

Dalam kehidupan sehari – hari dapat banyak kita temukan contoh teks editorial, karena salah satu contoh dari teks editorial yaitu surat kabar. Tentu saja surat kabar hampir ada dimana saja dan bukanlah sebuah barang yang langka. Apalagi pada saat ini perkembangan teknologi dan internet sudah sangat pesat. Dapat dikatakan bahwa teks editorial dapat di ibaratkan sebagai pengacara yang membangun argumentasi yang bertujuan untuk memengaruhi pikiran pembacanya.

Karena memang pada umumnya tujuan dari teks editorial ini untuk memengaruhi pendapat khalayak umum, menyebarkan pemahaman tertentu bahkan pada sebuah kondisi dapat menggerakan orang – orang pada masalah – masalah tertentu. Dengan kata lain teks editorial ini adalah sebuah berita yang mempunyai keberpihakan dan opini tertentu.

 

Pengertian Teks Editorial

Dalam pengertiannya teks editorial merupakan sebuat teks atau artikel opini yang merepresentasikan sebuah argumentasi atau pendapat baik yang ada di surat kabar ataupun lainnya yang berisi mengenai isu – isu tertentu. Pendapat atau opini yang disampaikan dalam teks editorial merupakan pendapat mayoritas dari tim pembuat teks editorial, dalam hal ini yaitu para pemimpin dan editor pada sebuah surat kabar.

 

 

Ciri – Ciri Teks Editorial

Teks editorial sangat mudah untuk di bedakan dengan jenis teks lainnya. Karena pada umumnya teks editorial ini akan menjurus pada sebuah opini tertentu dalam sebuah kejadian atau peristiwa ataupun masalah yang sedang hangat di bicarakan di kalangan masyarakat. Adapun beberapa cir – ciri teks editorial adalah sebagai berikut ini.

  • Tak jauh berbeda dengan jenis teks berita, teks editorial mempunyai bagian pembuka atau perkenalan mengenai peristiwa atau isu yang akan di bahas, isinya yaitu berupa argumentasi dan kesimpulan.
  • Mempunyai penjelasan yang objektif atau logis mengenai isu – isu yang akan di bahas, terlebih lagi jika isu yang akan di bahas mempunyai kompleksitas yang tinggi
  • Mempunyai urutan waktu berupa kronologi dan kejadian secara sistematis layaknya sebuah berita.
  • Memberikan pendapat – pendapat yang bertentangan dengan arah opini yang di tuliskan dalam sebuah artikel.
  • Opini atau pendapat penulis di sampaikan secara profesional dengan cara mengedepankan proses susunan redaksi yang sesuai tanpa mencampuradukkan perasaan pribadi si penulis serta tidak menghina pihak manapun yang dapat menyulut emosi.
  • Memberikan sebuah solusi alternatif terhadap isu atau masalah yang sedang di bahas. Karena pada dasarnya semua orang bisa saja memberikan pendapat mengenai isu tersebut. Namun hanyalah seorang penulis artikel opini yang baik yang akan memberikan sebuah solusi terhadap kritik yang di sampaikan.
  • Mempunyai kesimpulan yang tegas dan utuh, mampu merangkum semua pendapat yang telah di sampaikan oleh penulis dalam artikel.
  • Di tulis dengan kalimat – kalimat yang singkat, padat, dan jelas sehingga menarik untuk di baca.

 

 

Struktur Teks Editorial

Pada dasarnya struktur dari teks editorial yaitu hampir sama dengan struktur teks eksposisi. Hal tersebut di karenakan kedua teks tersebut yaitu teks editorial dan teks eksposisi merupakan jenis teks artikel berita yang berisi penjelasan mengenai sesuatu. Struktur dari teks editorial terbagi menjadi 3 bagian, di antaranya adalah sebagai berikut.

 

1. Tesis Pernyataan Pendapat

Tesisi pernyataan pendapat adalah bagian pembuka dari teks editorial. Dalam bagian ini penulis akan memperkenalkan kembali masalah yang akan di angkat. Termasuk akan memberikan arah pandangan dari pendapat yang dimiliki oleh penulis terhadap isu yang akan di bahas. Pendapat yang akan di sampikan akan diperkuat dengan dasar – dasar teori dan juga argumen.

Pada bagian ini bertujuan untuk mengarahkan fokus para pembaca terhadap masalah yang akan di bahas. Dengan begitu secara perlahan maka akan membangun opini dan akan mengarahkan para pembaca untuk mengikuti alur pikiran si penulis. Teori – teori yang berkaitan dengan masalah – masalah yang di ulas akan di paparkan secara lugas dan akan di sisipi dengan argumen – argumen yang seolah – olah semakin memperkuat teori.

2. Argumentasi

Argumentasi adalah nyawa utama dalam sebuah teks editorial. Dalam bagian argumentasi ini akan berisi mengenai alasan dan juga bukti – bukti konkret yang akan semakin memperkuat tesis pada bagian pembuka. Bukti – bukti yang akan di paparkan merupakan bukti yang akan memperkuat opini yang di sampaikan. Terkadang dalam argumen ini juga akan menyampaikan pendapat yang berlawanan, namun akan di sanggah dengan data dan fakta yang lebih riil.

Argumentasi ini sering diartikan sebagai bentuk sanggahan terhadap pendapat yang di sampaikan. Namun argumentasi sebenarnya mempunyai arti lebih dari itu, karena bisa saja berbentuk pernyataan umu dan berisi data hasil dari penelitian. Atau juga dapat berisi mengenai pendapat – pendapat para ahli dan juga paparan fakta – fakta yang berasal dari sumber yang terpercaya.

3. Kesimpulan

Di dalam bagian kesimpulan memuat penegasan ulang dari opini yang telah di sampaikan oleh penulis melalui artikelnya. Pada bagian ini biasanya penulis akan menggunakan bahasa yang singkat padat dan jelas. Selain itu, pada kesimpulan juga terkadang akan di sajikan hasil data dan fakta yang telah di paparkan sebelumnya. Kesimpulan ini berperan sebagai pukulan akhir dari penulis dalam membentuk opini para pembaca.

 

Tujuan Teks Editorial

Tujuan dari teks editorial yaitu untuk mengajak para pembacanya turut serta dalam memikirkan dan menganalisis tentang isu – isu yang sedang hangat di kalangan masyarakat. Selain itu, teks editorial juga akan memberikan pandangan kepada setiap para pembacanya mengenai sebuah masalah yang tengah berkembang tersebut. Dengan adanya teks editorial ini akan menjadian para pembacanya mempunyai sifat yang kritis dalam berpikir.

 

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menulis Teks Editorial

Seperti halnya menulis jenis teks yang lainnya, dalam menulis teks editorial juga harus memerhatikan beberapa hal yang harus lakukan. Hal tersebut bertujuan supaya dalam menulis teks editorial isi di dalamnya dapat tersampaikan dengan baik kepada para pembacanya. Adapun beberapa hal yang perlu berikut ini yang perlu diperhatikan dalam menulis teks editorial.

  • Pilihlah topik atau pembahasan yang sedang hangat di perbincangkan di kalangan masyarakat sehingga akan menarik perhatian para pembacanya.
  • Lakukanlah sebuah riset, kumpulkan fakta dan data, serta pendapat yang bertentangan sebagai bahan tulisan.
  • Tulislah pendapat dalam bentuk hipotesa singkat.
  • Jelaskan topik yang di angkat secara objektif sebagaimana layaknya seorang jurnalis dan juga jelaskan mengapa topik tersebut sangat penting.
  • Sebelum menambahkan pendapat pribadi, maka sebaiknya pelajari terlebih dahulu pendapat yang bertentangan dan di sertai dengan data dan fakta yang mendukung.
  • Dalam menyanggah pendapat yang bertentangan tersebut, maka dapat menggunakan fakta yang di lengkapi dengan data – data yang detail hingga pendapat para ahli. Jelaskan secara satu persatu mengenai pendapat yang bertentangan tanpa menggunakan kalimat – kalimat yang menyudutkan.
  • Karena dalam pendapat yang bertentangan mempunyai data dan fakta, maka berbesar hatilah dan akui pendapat tersebut. Dengan demikian maka penulis akan terkesan semakin rasional.
  • Ulangilah beberapa kalimat kunci sehingga para pembaca dapat meresap dan masuk ke dalam pembahasan yang sedang di bahas dan akan setuju dengan apa yang telah di tuliskan.
  • Berikanlah solusi yang realistis terhadap masalah yang sudah menjadi rahasia umum. Arahkan kepada para pembaca untuk memberikan reaksi yang proaktif dalam masalah tersebut.
  • Dalam kesimpulan rangkumlah hipotesis yang telah di sampaikan pada bagian pembukaan.
  • Pastikan dalam menulis sebuah teks editorial tidak melebihi 500 kata. Karena opini yang terlalu panjang akan menurunkan niat para pembaca untuk membaca teks editorial tersebut.

 

Tata Bahasa Teks Editorial

Dalam menulis sebuah teks editorial terdapat beberapa tata bahasa yang peru diperhatikan. Setidaknya terdapat lima kaidah kebahasaan yang perlu di perhatikan dalam menulis sebuah teks editoral. Adapun beberapa kaidah kebahasaan yang perlu di perhatikan pada teks editoral yaitu sebagai berikut.

  • Adverba, tata bahasa yang satu ini bertujuan supaya para pembaca mempunyai keyakinan terhadap apa yang mereka baca. Penegasan dapat dilakukan dengan menggunakan kata keterangan (Adverbial Frekuentatif). Pada umumnya kata yang sering digunakan yaitu selalu, biasanya, seringkali, kadang – kadang, sebagian besar, waktu, jarang, dan lain sebagainya.
  • Konjungsi merupakan penghubung antar kalimat. Contoh konjungsi yang sering digunakan yaitu bahkan, oleh sebab itu, karenanya, dan lain sebagainya.
  • Verba Material, merupakan sebuah kata kerja yang menunjukkan sebuah perbuatan fisik atau sebuah peristiwa. Verba material ini digunakan untuk menunjukkan bahwa fakta yang disampaikan benar – benar merupakan fakta yang benar terjadi.
  • Verba Rasional, merupakan sebuah kata kerja yang menunjukan adanya hubungan intensitas (pengertian A merupakan B) dan mempunyai (pengertian A berarti milik B).
  • Verba Mental, merupakan sebuah kata kerja yang menerangkan persepsi (melihat dan merasa), afeksi (mereka suka, khawatir), dan kognisi (berpikir dan mengerti). Verba mental mempunyai ciri – ciri terdapat partisipasi dari alat pengindra dan fenomena.

Menulis sebuah teks editorial dan mengirimkannya ke khalayak umum melalui surat kabar atau majalah bukanlah sebuah perkara yang mudah yang bisa dilakukan oleh setiap orang. Meskipun mempunyai pikiran yang kritis serta mempunyai gagasan dan solusi mengenai masalah yang tengah diperbincangkan. Butuh sebuah keberanian yang besar supaya dapat menyampaikan pendapat pada khalayak umum.

Namun disisi lain, adanya teks editorial ini sangat membantu , khususnya dalam membentuk para pembaca supaya mau berpikir kritis dan tanggap terhadap isu atau peristiwa yang tengah terjadi pada saat ini. Meskipun demikian, tidak semua opini yang disampaikan melalui teks editorial dapat diterima oleh nalar akal pembaca.

Terkadang seorang penulis tidak memerhatikan keberagaman kondisi para pembaca, oleh karena itu dapat berujung ke pengadilan karena terdapat pembaca yang tidak terima dengan opini yang di sampaikan penulis.

 

Manfaat Teks Editorial

Manfaat teks editorial secara umum dapat di rasakan secara langsung dan tidak langsung. Manfaat teks editorial secara langsung keberadaan teks editorial dapat dimuat sebagai tajuk rencana untuk memberikan informasi. Sehingga dapat merangsang para pembaca untuk ikut berpikir kritis. Manfaat teks editorial secara tidak langsung yaitu dapat menggerakkan pembaca untuk bertindak secara nyata.

 

Fungsi Teks Editorial

Karena teks editorial ini merupakan sebuah teks yang berisi opini yang sering digunakan sebagai tajuk rencana dalam surat kabar. Terdapat dua jenis opini yang sering dimuat dalam teks editorial, pertama yaitu yang dituliskan oleh tim editorial surat kabar atau majalah, dan yang kedua yaitu artikel yang ditulis oleh penulis lepas. Adapun beberapa fungsi dari teks editorial yaitu sebagai berikut.

  • Secara umum teks editorial berfungsi untuk menyampaikan sebuah berita mengenai sebuah masalah atau peristiwa yang sedang terjadi dan memberikan dampak kepada masyarakat umum.
  • Mengisi latar belakang sebuah berita dengan kenyataan apa yang terjadi di tengah masyarakat dan juga menjelaskan apa saja faktor yang dapat memengaruhinya.
  • Terkadang pada sebuah teks editorial menjalaskan analisis sebuah kondisi mengenai kemungkinan – kemungkinan apa saja yang dapat terjadi sehingga dapat menyiapkan masyarakat dalam berbagai kemungkinan.
  • Melanjutkan penilaian moral terhadap berita yang diberi tahukan tersebut.

 

 

Contoh Teks Editorial Singkat

Setelah ktia mengetahui penjelasan diatas, sampailah kita ke tahap pembahasan lengkap contoh teks editorial singkat. Bisa kalian simak sebagai berikut ini.

 

1. Kebiasaan Membuang Sampah

Pernyataan Pendapat

Kebiasaan membuang sampah sembarangan sudah menjadi sebuah kebiasaan yang buruk yang sudah tertanam di benak masyarakat Indonesia sejak dini. Bagaimana tidak, orang tua yang berperan sebagai contoh anak – anaknya secara tidak langsung mengajarkan cara membuang sampah yang tidak benar ke anak – anak mereka. Contohnya bisa kita lihat orang tua dengan mudahnya membuang sampah ke sungai ataupun halaman rumah yang di anggap lumrah.

Lebih parahnya lagi kebiasaan tersebut di anggap bukan sebagai kebiasaan yang buruk. Padahal membuang sampah di sungai bisa mengakibatkan sampah menumpuk di aliran sungai dan dapat mengakibatkan aliran sungai tersumbat, sehingga jika turun hujan dengan curah yang tinggi maka dapat menyebabkan banjir.

Kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya masih sangat rendah dan perlu membutuhkan waktu yang lama agar masyarakat Indonesia sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya.

Argumentasi

Menurut pendapat saya, tidak hanya masyarakat miskin saja yang membuang sampah tidak pada tempatnya, namun orang kaya juga seperti itu. Contohnya dapat kita lihat di jalan umum ketika melihat botol minuman kosong yang melayang keluar dari pintu kaca mobil. Disini yang menjadi pertanyaan yaitu mengapa orang yang mempunyai mobil dapat menjaga kebersihan mobilnya namun tidak memerhatikan kebersihan jalan umum?.

Botol kosong yang di buang sembarang di jalan tidak hanya akan menjadikan sampah di jalan umum namun juga dapat membahayakan pengendara lain yang melintasi jalan tersebut. Oleh karena itu pada saat ini yang paling di butuhkan adalah kesadaran dari diri masing masing akan sadarnya hidup sehat dan bersih.

Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dengan mudahnya membuang sampah ke sungai di bandingkan membuangnya ke tempat sampah. Kebiasaan buruk tersebut sudah dilakukan sejak lama, karena menurut mereka dengan melemparkan kantong sampah ke sungai akan lebih mudah dan menghemat waktu.

Selain itu, bukan sebuah rahasia umum lagi ketika terdapat tanah kosong, pasti disitu di penuhi dengan sampah – sampah rumah tangga. Pada umumnya masyarakat akan membuang sampah pada tempat tersebut di waktu malam hari, secara diam – diam, ataupun mencari waktu yang sepi untuk membuangnya.

Jika terdapat seseorang yang membuang sampah pada tempat tersebut, maka yang lan juga akan ikut – ikutan dan lama – lama tanah yang semula kosong akan berubah menjadi tumpukan sampah. Selain itu, hal tersebut juga akan menimbulkan masalah bau sampah yang menyengat yang sangat mengganggu.

Kesimpulan

Untuk mengurangi kebiasaan buruk masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan, maka disini pemerintah harus berperan aktif dengan cara membagikan tempat sampah gratis untuk semua masyarakat yang tidak mampu dan di bebaskan dari biaya iuran sampah. Mulailah meninggalkan kebiasaan buruk kita dengan cara membuang sampah pada tempatnya.

 

2. Gaya Hidup dan Kesehatan

Pernyataan Pendapat

Dengan semakin membaiknya kesejahteraan, maka akan membawa konsekuensi tersendiri yaitu meningkatnya penyakit menular di Indonesia, memberi beban ganda penyakit. Beban ganda penyakit merupakan situasi dimana penanganan penyakit menular belum sepenuhnya dapat diatasi , dan di saat bersamaan juga muncul penyakit tidak menular atau di sebut dengan penyakit degeneratif.

Jumlah penderita penyakit tidak menular terus meningkat dan menjadi penyakit pembunuh nomor satu. Penyakit tersebut yaitu stroke, jantung, hipertensi, diabetes, dan kanker.

Argumentasi

Berdasarkan data yang di peroleh dari Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa sebaran penyakit tersebut relatif  merata mulai dari kota kecil hingga kota besar. Keadaan tersebut menunjukkan pergeseran pola kesehatan dan penyakit yang ada di masyarakat yang sudah terjadi pada beberapa waktu yang lalu.

Salah satu penyebabnya yaitu meningkatnya kesejahteraan di masyarakat. Semakin membaiknya daya beli yang disertai dengan perbaikan jalur distribusi produk makanan dan minuman olahan yang terkadang mengandung gizi yang tidak seimbang hingga ke pelosok desa. Keadaan tersebut di tambah dengan gencarnya pemasaran melalui media massa langsung ke ruang keluarga.

Namun, hal tersebut tidak diimbangi dengan kampanya yang lebih gencar mengenai pola makan yang seimbang dan perilaku hidup bersih dan sehat. Perubahan pola tersebut bersamaan dengan datangnya bonus demografi ditahun ini. Besarnya jumlah penduduk usia produktif di bandingkan dengan penduduk tidak produktif dan disertai dengan perilaku konsumtif di bandingkan dengan produktif termasuk didalam pola makan dan minum.

Negara Indonesia bukanlah satu – satunya negara yang menghadapi masalah beban ganda penyakit dan bukan juga yang pertama mengalaminya. Dengan begitu sebenarnya kita dapat belajar dari negara – negara lain yang berhasil menangani pencegahan penyakit tidak menular. Penyakit tidak menular ini dapat menurunkan produktivitas penderita dan keluarga, dan akan membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal untuk mengobatinya.

Dengan adanya peraturan dari pemerintah yang mewajibkan setiap orang mengikuti program asuransi kesehatan nasional, maka penanganan penyakit ini akan membebani semua anggota masyarakat dan tentu saja akan menurunkan produktivitas nasional.

Dalam penanganan penyakit, prinsip yang paling utama yaitu mencegah lebih baik dari pada mengobati. Maka dari itu, pemerintah dalam hal ini harus berperan lebih lagi dari apa yang telah di lakukan, sala satunya dengan cara mewajibkan memberikan label informasi kandungan gizi pada setiap makanan dan minuman kemasan yang biasanya sulit dipahami oleh sebagian orang.

Kesimpulan

Kita dapat mencegah penyakit tidak menular dengan cara menerapkan kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat mulai  dari sedini mungkin. Program ini haruslah terkoordinasi, di jalankan tanpa putus dan harus melibatkan semua lapisan masyarakat.

 

3. Kebakaran Hutan

Pernyataan Pendapat

Baru – baru ini bencana alam kebakaran hutan sering terjadi di wilayah Kalimantan, Indonesia. Kebakaran hutan tersebut dapat terjadi diperkirakan karena disebabkan oleh musim kemarau yang berkepanjangan sehingga rumput – rumput menjadi kering dan dapat memicu terjadinya kebakaran hutan.

Hutan yang sudah terbakar akan menimbulkan asap yang tebal dimana – mana sehingga dapat mengancam kehidupan manusia dan dan makhluk lain yang ada di sekitarnya. Semua pihak telah berusaha untuk menyelesaikan masalah ini, dan semoga kebakaran hutan tersebut dapat terselesaikan untuk menghindari hutan gundul dan hilangnya ekosistem di dalam hutan.

Argumentasi

Dari kejadian kebakaran hutan tersebut dapat di perkirakan bahwa akan muncul beberapa penyakit yang akan menyerang manusia dan hewan dan juga tubuh – tumbuhan akibat dari asap dari kebakaran hutan yang sangat tebal. Salah satu penyakit yang dapat menyerang yaitu penyakit pada sistem pernafasan. Masyarakat berharap supaya semua pihak dikerahkan baik dari pemda atau pusat untuk segera mengatasi bencana tersebut supaya kerugian tidak semakin banyak lagi.

Kesimpulan

Dari kebakaran tersebut terdapat beberapa pohon yang masih hidup dan dekat dengan api yang menyala, hal tersebut menjadi perhatian para pecinta alam karena pohon – pohon tersebut akan mati dan daerah resapan air akan hilang. Jika daerah resapan air hilang dan musim hujan mulai datang, maka dapat menimbulkan bencana seperti banjir yang dapat mengenai pemukiman warga.

Selain itu, nasib makhluk hidup lain seperti hewan dan tumbuhan akan kehilangan ekosistem, dengan demikian semua pihak harus ikut terlibat dalam menyelesaikan masalah ini dan mengambil pelajaran dari apa saja yang telah terjadi.

 

4. Pendidikan di Indonesia

Pernyataan Pendapat

Sistem pendidikan di Indonesia dapat dibilang masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara – negara lain, bahkan dengan negara tetangga sendiri seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Seharusnya revolusi mental yang pernah di suarakan oleh pemerintah bukan hanya isapan jempol belaka, melainkan harus benar – benar di laksanakan dan dihayati oleh semua pihak.

Sebab karena hal tersebut adalah sebuah beban dan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan untuk mewujudkan generasi yang lebih baik lagi. Dalam memajukan pendidikan, pemerintah seharusnya tidak hanya mengandalkan satu pihak saja, namun harus merangkul berbagai pihak dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik.

Argumentasi

Berbicara mengenai pendidikan yang ada di indonesia memang tidak kunjung membaik, bahkan dapat dikatakan mengalami kemunduran. Hal tersebut sebenaranya di pengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya yaitu permasalahan kesejahteraan pengajar, fasilitas yang belum memadahi, anggapan masyarakat mengenai pendidikan, dan mental korupsi yang telah mengakar di dalam tubuh pemerintahan.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, pada saat ini pemerintah telah mengalokasikan dana APBD sebesar 20% untuk pendidikan. Namun semua dana tersebut tidak benar – benar untuk pendidikan secara keseluruhan. Rasanya sudah menjadi rahasia umum lagi bahwa dana yang telah di anggarkan banyak merembas di perjalanan, bahkan oleh pihak dinas dan sekolah terkait.

Dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan meningkatkan kualitas sekolah, nyatanya digunakan untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan kehidupan pendidikan di masa lalu yang harus bersusah payah, berjuang dan bahkan rela untuk tidak mendapatkan bayaran demi mewujudkan pendidikan yang lebih baik.

Pendidikan yang tidak kunjung maju semakin diperparah dengan kondisi masyarakat yang seakan tidak peduli terhadap hal ini. Seharusnya pendidikan yang baik dimulai dari keluarga, jangan sampai pada saat seorang anak berhenti sekolah, berhenti pula pendidikannya.

Kesimpulan

Jika di telaah lebih dalam lagi mengenai makna dari pendidikan, maka kita dapat menemukan bahwa mendidik tidak sama halnya dengan mengajar, itulah artinya bahwa pendidikan tidak selalu harus berkaitan dengan sekolah. Sebuah pendidikan tidak hanya untuk membuat seorang anak menjadi pintar dan cerdas saja, namun lebih dari itu yaitu agar anak mempunyai akhlak dan budaya yang baik.

 

5. Perkembangan K-POP di Indonesia

Pernyataan Pendapat

Perkembangan K-POP di Indonesia sangatlah berkembang dengan pesat, apalagi dikalangan anak muda dan remaja terutama untuk para wanita yang sering di sebut dengan istilah Korean Wave. Tidak hanya remaja dan anak muda saja yang senang akan K-POP, ternyata anak SD hingga orang tua juga mengetahui budaya K-POP.

Kebanyakan dari mereka yang sangat berlebihan menggemari budaya dari Korea tersebut, sampai – sampai sebagian dari mereka tidak kenal dengan budaya asli Indonesia maupun budaya tradisional tempat mereka berasal.

Argumentasi

Masuknya K-POP di Indonesia berawal dari munculya beberapa drama seri korea yang di tayangkan di beberapa stasiun televisi di Indonesia. Dari drama seri korea tersebutlah mereka mulai mengenal beberapa artis Korea, dan mereka mulai lebih tertarik dan mengenal lebih dalam lagi dengan budaya K-POP. Sampai saat ini masih banyak sekali masyarakat Indonesia yang lebih menyukai budaya Korea di bandingkan dengan budaya Indonesia.

Mungkin penyebab dari hal tersebut yaitu karena masyarakat Indonesia kurang peduli akan pentingnya mencintai budaya nasional. Sudah banyak bukti mulai dari pelajar SD hingga mahasiswa merelakan waktu luang yang dimilikinya untuk melihat artis – artis korea, baik melihat video klip di Youtube, menonton drama korea, dan lain sebagainya.

Selain itu tak jarang banyak penggemar K-POP yang sampai histeris jika mereka melihat postingan dari artis Korea yang mereka inginkan. Padahal waktu luang tersebut dapat digunakan untuk mengerjakan hal – hal yang lebih bermanfaat seperti belajar, membaca, ataupun melihat video yang yang dapat menambah pengetahuan mengenai kabar seputar Indonesia.

Banyak dari mereka juga akan berpenampilan layaknya artis – artis Korea yang mereka idolakan. Korean Wave memang disisi lain mempunyai dampak negatif bagi para penderitanya. Bukan hanya mengurus tenaga, namun juga akan membuang waktu, dan tentunya akan menguras uang juga akibat dari terlalu mengidolakan artis – artis Korea.

Kesimpulan

Maraknya Korean Wave di Indonesia dapat mengakibatkan banyak masyarakat Indonesia yang lebih mengena dan mencintai budaya Korea di bandingkan mencintai budaya tanah air Indonesia ataupun menyukai seni – sini yang telah di hasilkan oleh seniman – seniman Indonesia.

 

6. Contoh Teks Editorial Kritik

Jenis teks editorial ini menyampaikan sebuah kritik mengenai fenomena yang sedang marak terjadi di masyarakat. Namun tidak hanya kritik saja, melainkan juga mencoba untuk memberikan solusi. Walaupun solusi yang diberikan bukanlah apa yang ingin tersampaikan kepada pembaca, melainkan pada masalah yang sedang di kritik.

Berikut ini merupakan contoh teks editorial kritik dengan judul “Pendidikan Hanya Menghasilkan Orang Pintar, Bukan Orang Terdidik” lengkap dengan strukturnya.

contoh teks editorial

 

7. Contoh Teks Editorial Persuasi

Teks editorial persuasi mempunyai tujuan untuk memengaruhi para pembaca supaya mereka setuju dengan opini yang disampaikan penulis pada teks editorial tersebut. Tujuan dari hal tersebut yaitu supaya segera ditemukan jalan keluar dari masalah yang sedang dibahas dan tidak secara khusus menyoroti masalah tersebut.

Berikut ini merupakan contoh teks editorial persuasi dengan judul “Perlukah Ujian Nasional Online Diadakan?” lengkap dengan strukturnya.

contoh teks editorial

 

8. Contoh Teks Editorial Penjelasan

Teks editorial penjelasan merupakan jenis teks editorial yang paling banyak digunakan. Khususnya pada teks editorial yang membahas mengenai isu – isu yang sensitif dan kontroversional. Berisi mengenai penjelasan mengenai masalah yang sedang dibahas dang mengarahkan para pembaca untuk menerima pemahaman penulis mengenai masalah tersebut.

Berikut ini merupakan contoh teks editorial penjelasan dengan judul “Upaya Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan” lengkap dengan strukturnya.

contoh teks editorial

 

9. Ancaman Di Jalan Raya

Berikut ini merupakan contoh teks editorial dengan judul “Ancaman Di Jalan Raya” lengkap dengan strukturnya.

contoh teks editorial

 

10. Macet Mudik Khas Lebaran

Berikut ini merupakan contoh teks editorial dengan judul “Mudik Macet Khas Lebaran” lengkap dengan strukturnya.

contoh teks editorial

 

Demikianlah pembahasan ringkas dari kami mengenai Contoh Teks Editorial Singkat beserta Strukturnya. Semoga pembahasan yang telah kami berikan dapat bermanfaat dan membantu kamu dalam mempelajari teks editorial beserta strukturnya dengan mudah.


Adi Pamungkas Temenya Dimas, sama-sama kontributor di mastekno
DarkLight