Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...

5 Contoh Tajuk Rencana: Pengertian, Aspek, Syarat dan Ciri

6 min read

pengertian tajuk rencana

Apakah kalian sudah tahu apa itu Tajuk Rencana? Mungkin banyak yang masih asing dengan istilah yang satu ini. Apalagi dengan semakin berkembangnya informasi digital, keberadaan tajuk rencana pun semakin tergusur. Karena biasanya ia dapat kita temukan pada koran atau surat kabar. Dalam kesempatan kali ini, Mastekno ingin mengajak kalian semua untuk mengenal tentang seluk beluk tajuk rencana ini.

 

Pengertian Tajuk Rencana

Ialah ulasan dari seorang penulis tentang suatu topik yang sedang hangat dan menjadi pembicaraan di masyarakat luas. Tajuk rencana ini akan dimuat pada surat kabar atau koran dan ditulis oleh pemimpin redaksi ataupun editor. Karena itulah ia juga seringkali disebut sebagai editorial.

Tajuk rencana akan berisi tentang fakta dari suatu perbincangan yang digabungkan dengan opini dari sang penulis itu sendiri. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi serta pendapat ataupun solusi yang bisa ditawarkan untuk isu tersbut. Tajuk rencana akan berusaha untuk mengajak pembaca agar mau ikut berpikir terkait topik yang sedang dibahas.

Dalam penulisannya, masalah yang diangkat harus dijelaskan secara kronologis agar pembaca mampu memahaminya dengan baik. Selain itu tidak boleh ada kata atau kalimat yang unsurnya provokatif dengan tujuan mengadu domba. Hal tersebut sangat bertendangan dengan fungsi dari tajuk rencana itu sendiri.

 

Ciri-Ciri Tajuk Rencana

Untuk bisa membedakan tajuk rencana dengan karya tulis lainnya, ada beberapa ciri yang bisa digunakan :

  • Menjelaskan suatu topik berdasarkan fakta.
  • Berisi opini dari si penulis/editor.
  • Dibahas secara logis dan menarik.
  • Terdapat solusi atau saran terhadap isu yang dibahas.

 

Aspek-Aspek Dalam Penulisan Tajuk Rencana

Tajuk rencana sendiri adalah sebuah bentuk tulisan yang harus dibuat dengan sangat hati-hati. Ada banyak aspek yang harus diperhatikan agar hasilnya memenuhi kriteria yang baik. Oleh karena itulah ia harus dibuat oleh seorang editor atau pemimpin redaksi yang punya kompetensi jelas di bidangnya.

 

1. Judul

Dalam penulisan judul hampir sama seperti karya tulis lainnya yaitu harus singkat, padat, jelas dan tentunya menarik . Susun sebuah judul yang memorable sehingga mudah diingat oleh pembaca. Selain itu ia juga harus mampu memberikan gambaran umum tentang apa topik yang akan dibahas.

 

2. Latar Belakang Masalah

Bagian ini akan menjelaskan tentang poin-poin yang menjadi penyebab ataupun pemicu dari suatu masalah. Sehingga pembaca juga bisa memahami tentang awal permulaan dari topik yang dibahas. Dengan begitu kita akan mengetahui seluruh bagian isunya, bukan hanya setengah-setengah. Selain itu latar belakang juga harus dibuat semenarik mungkin agar pembaca punya minat untuk melanjutkannya.

 

3. Tokoh

Dalam pembahasan sebuah masalah, biasanya akan terdapat subjek-subjek yang terkait dengan isu tersebut. Editor umumnya akan memberikan opini terhadap subjek yang bisa berupa individu, kelompok ataupun pemerintah.

 

4. Masalah/Topik

Hal utama yang harus dimiliki oleh sebuah tajuk rencana adalah isu atau masalah yang dibahas. Kita harus memilih topik yang menarik untuk diangkat sehingga menimbulkan minat pada pembaca. Hal ini bisa berupa kejadian yang sedang diperbincangkan atau viral di masyarakat.

 

5. Penjelasan Masalah

Setelah memiliki topik yang tepat, saatnya untuk menjabarkannya secara runtut. Jelaskan secara kronologis agar membuat pembaca lebih mudah untuk memahaminya. Hal ini sangatlah penting agar tidak membuat kesalahpahaman nantinya.

 

6. Opini Penulis

Tajuk rencana terdiri dari fakta dan opini dari penulis/editor. Ketika semua fakta tentang sebuah isu telah dijabarkan, maka penulis bisa memberikan pendapatnya. Ia harus disampaikan dengan cara yang jelas serta bahasa yang sopan. Memerlukan sikap kritis agar bisa memberikan opini yang baik dan diterima oleh masyarakat. Dan sekali lagi, penulis tidak boleh membangun pernyataan yang bisa memprovokasi suatu elemen masyarakat.

 

7. Saran dan Solusi

Ketika sebuah masalah menjadi menarik untuk dibahas, maka biasanya akan memerlukan solusi. Penulis juga harus mampu dan ikut berpikir serta memberikan saran terkait isu yang diangkatnya. Apa hal-hal yang sekiranya bisa dilakukan untuk memperbaiki masalah tersebut. Hal ini harus disampaikan dengan bahasa yang sopan dan tidak merendahkan pihak manapun.

 

8. Kesimpulan

Pada akhirnya, kita harus meringkas kembali permasalahan dari awal hingga akhir. Ulas kembali secara singkat apa yang telah dibahas sebelumnya. Kesimpulan ini akan membantu pembaca untuk memahami keseluruhan isi dari tajuk rencana tersebut.

 

Syarat-Syarat Tajuk Rencana

Selain bagian-bagian dari tajuk rencana, penulisan dari segi bahasanya juga harus diperhatikan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar mencapai standart yang berlaku.

 

1. Gunakan Bahasa Semiformal

Agar dapat membuat hubungan yang terasa akrab dengan pembaca, pakailah bahasa semiformal. Maksudnya bahasa yang tidak terlalu baku (santai) namun tetap memperhatikan kaidah serta aturan yang berlaku. Sehingga pembaca sendiri merasa seperti diajak ngobrol sehari-hari.

 

2. Isi Singkat, Padat dan Jelas

Penjelasan isu yang diangkat tidak boleh bertele-tele. Pembaca menginginkan informasi yang singkat namun padat serta mudah dipahami. Jika terlalu panjang serta tidak punya isi yang jelas, akan membuat mereka bosan sebelum menyelesaikannya.

 

3. Topik yang Relevan dan Menarik

Pemilihan isu yang tepat adalah suatu hal yang sangat penting. Karena topik tersebut juga menjadi penentu apakah tajuk rencana akan menjadi menarik atau tidak bagi pembaca. Pilihlah isu yang sedang hangat dan viral di masyarakat. Sehingga ketika dibahas, hal tersebut masih relevan dan mampu menimbulkan ketertarikan untuk membacanya.

 

4. Punya Tujuan yang Fungsional

Sedari awal, pembuatan tajuk rencana memang punya tujuan yang jelas. Yaitu untuk mengangkat isu yang sedang ramai serta berusaha memberikan solusi terhadapnya. Ketika membuatnya, penulis tidak hanya harus mampu memjelaskan topik permasalahannya. Namun juga harus memberikan saran yang sekiranya mampu memberikan dampak yang baik bagi masyarakat terkait topik tersebut.

 

Contoh Tajuk Rencana

 

MOS di Sekolah, Masih Relevankah?

Masa Orientasi Siswa adalah sebuah kegiatan yang dilakukan pada setiap awal tahun ajaran baru. Tujuannya untuk menyambut serta memperkenalkan para peserta didik baru dengan lingkungan sekolahnya. Kegiatan ini seringkali dijumpai pada tingkat SMP dan SMA. Namun pada universitas juga ada hal serupa yang dikenal sebagai Ospek.

Umumnya, para murid seniorlah yang akan melaksanakan kegiatan MOS bagi para adik kelasnya.  Dan jika dilihat dari tujuan awalnya, MOS sendiri tentu mempunyai maksud yang baik. Ia bertujuan untuk membantu murid baru dalam beradaptasi dengan lingkungan belajarnya. Selain itu juga bisa sebagai ajang mengasah kedisiplinan serta kekompakan.

Namun apakah sekarang hal tersebut masih bisa dibilang relevan? Sepertinya potret MOS jaman sekarang sudah tidak terlalu sesuai dengan tujuan awalnya. Masa yang seharusnya jadi waktu untuk berkenalan baik dengan teman, guru ataupun lingkungan sekolah malah diisi dengan kegiatan yang kurang relevan.

Bukan rahasia lagi jika MOS jaman sekarang pasti identik dengan berbagai macam atribut aneh. Pesertanya harus membawa banyak benda-benda yang diperintahkan. Selain itu MOS sekarang juga lebih terlihat sebagai ajang senioritas. Dimana sering terjadi kasus kakak kelas melakukan hal-hal yang mempermalukan atau bahkan membahayakan juniornya.

Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan terus menerus. Karena akan menjadi budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Para junior yang mengalaminya akan melakukan hal yang sama ketika mereka menjadi senior. Hingga akhirnya tidak ada hal positif yang bisa didapatkan dari kegiatan MOS tersebut.

Sudah seharusnya MOS dirombak menjadi kegiatan yang lebih bermanfaat. Pelaksanaannya pun harus dibantu atau diawasi oleh guru ataupun pembimbing. Hal ini agar kegiatan yang dilakukan berisi hal-hal positif. Dan memang sudah seharusnya MOS membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya. Bukan malah memberikan pengalaman yang memalukan dan akan selalu mereka ingat sampai kapanpun.

Apa yang bisa kita tarik dari semua itu? Pada dasarnya, MOS merupakan sebuah kegiatan yang ditujukan untuk hal positif. Namun seiring dengan berjalannya waktu, pelaksanaannya semakin melenceng dan tidak lagi relevan dengan tujuan awalnya. Diperlukan perubahan serta pengawasan dalam pelaksanaannya agar kegiatan tersebut kembali kepada koridor yang seharusnya.

 

Demikian pembahasan tentang contoh tajuk rencana, ciri-ciri, syarat serta bagian-bagiannya. Dengan mengikuti kaidah-kaidah diatas, kalian bisa mencoba untuk menyusun sebuah tajuk rencana yang baik. Namun perlu diingat, ia tidak boleh digunakan untuk membangun opini dengan tujuan memprovokasi. Tajuk rencana ditujukan agar masyarakat mau berpikir kritis terhadap suatu isu yang sedang hangat diperbincangkan.


Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...
DarkLight