Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...

12+ Contoh Proposal Penelitian: Kualitatif, Kuantitatif, Ilmiah, Pendidikan

33 min read

pengertian-proporsal-penelitian

Pada kesempatan yang lalu, kita telah membahas tentang pengertian proposal. Dan salah satu macam yang kita kenal adalah proposal penelitian. Jenis yang satu ini akan sangat dekat dan sering ditemui dalam kehidupan seorang mahasiswa.

Namun sebelum lebih jauh, mari kita berhenti sejenak untuk membahas kembali apa yang dimaksud dengan proposal. Secara sederhana, proposal adalah suatu bentuk rancangan tentang sebuah kegiatan yang disusun dan diajukan ke pihak terkait untuk tujuan izin atau kerjasama.

Nah proposal ini dapat digunakan dalam berbagai macam urusan mulai dari kegiatan, bisnis, pendidikan dll. Salah satunya adalah berupa proposal penelitian yang banyak dipakai untuk kegiatan akademis. Untuk penjelasan lebih lanjut, bisa simak di bawah ini.

 

Pengertian Proposal Penelitian

apa-itu-proporsal-penelitian

Adalah suatu rancangan tentang penelitian yang disusun meliputi detail kegiatan, latar belakang, teori, metode peneltian. Proposal tersebut dibuat untuk kemudian diserahkan kepada dosen pembimbing demi mendapatkan persetujuan.

Melalui proposal tersebut akan dinilai apakah penelitian yang akan dilaksanakan sudah memenuhi standart. Jika sudah, maka dosen akan memberikan ijin sehingga kegiatan penelitian bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Proposal penelitian ini menjadi salah satu syarat wajib yang harus ada dalam setiap tugas ilmiah seperti tesis atau skripsi. Oleh karena itulah seorang mahasisa harus tahu bagaimana cara menyusun proposal yang baik dan benar sehingga tidak terjadi banyak kesalahan.

 

 

Tujuan Proposal Penelitian

fungsi-proporsal-penelitian

Pembuatan proposal penelitian harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati. Kita harus menyertakan berbagai macam informasi penting di dalamnya sehingga mampu menjelaskan rancangan penelitian dengan baik. Berikut ini beberapa tujuan disusunnya proposal penelitian antara lain:

 

1. Exploration

Eksplorasi adalah tujuan pertama yang dipakai untuk meneliti suatu fenomena. Dimana kita akan mengkajinya menggunakan metode tertentu untuk menentukan kevalidan dari suatu kejadian. Sehingga bisa ditarik kesimpulan berupa data valid terkait fenomena tersebut.

 

2. Description

Selanjutnya adalah tujuan untuk mendeskripsikan suatu kasus dengan penjelasan yang lebih rinci. Penelitian yang dilakukan akan berusaha untuk menguak segala informasi terkait suatu fenomena yang terjadi. Sehingga bisa dilakukan perbandingan dengan kasus lain yang sekiranya hampir serupa.

 

3. Prediction

Setelah melalui serangkaian pengkajian, maka kita bisa melakukan prediksi tentang kemungkinan yang terjadi selanjutnya. Berdasarkan informasi yang telah didapat, bisa diperkirakan reaksi lain yang mungkin muncul dengan berbagai kondisi.

 

4. Explanation

Suatu fenomena terjadi pasti memiliki sebab tersendiri, hal inilah yang ingin dijelaskan melalui penelitian. Setelah pengkajian lebih lanjut maka bisa diketahui apa yang menyebabkan suatu kasus terjadi secara lebih mendalam.

 

5. Action

Apabila telah didapatkan informasi yang cukup, maka kegiatan bisa dilanjutkan dengan beberapa percobaan. Sehingga data-data yang terkumpul kemudian bisa direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Contoh Proposal Penelitian

contoh proposal penelitian

Bagi para mahasiswa, proposal penelitian adalah suatu hal yang sangat penting. Karena akan menjadi syarat awal sebelum kita dapat melanjutkan kegiatan penelitian. Jika proposal yang dibuat tidak memenuhi standart yang ada, maka dosen pembimbing tidak akan memberikan izin.

Hal ini berarti penelitian tidak bisa dilanjutkan, maka penyusunan karya ilmiah seperti skripsi pun terhambat. Maka dari itu, mari kita belajar bagaimana cara membuat proposal penelitan yang baik dan benar dari contoh-contoh berikut ini.

 

1. Contoh Proposal Penelitian Kualitatif

Judul Proposal

Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Oleh Guru Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Godean.

 

Latar Belakang Masalah

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas XI AP 1 dan 2 pada tanggal 1-2 April 2017 ditemukan beberapa permasalahan dalam kegiatan pembelajaran. Pertama, motivasi belajar siswa masih rendah ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Kondisi ini dibuktikan dengan banyaknya siswa yang melakukan aktivitas lain seperti berbicara, bercanda, bermain gadget hingga tidur.

Kedua, prestasi belajar sebagian besar siswa juga masih rendah dimana berdasar hasil nilai ulangan harian sebanyak 55% belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. Ketiga, sumber belajar yang digunakan oleh guru dan siswa belum memadai karena tidak adanya bahan ajar untuk kurikulum 2013 edisi revisi.

Keempat, strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran belum bervariasi. Dalam kegiatan pembelajaran, guru masih menggunakan strategi yang monoton, yaitu ekspositori. Padahal setiap materi pelajaran tentu membutuhkan penerapan strategi yang bervariasi karena tujuan pembelajarannya juga berbeda.

Berdasarkan keempat permasalahan tersebut, perlu sekiranya dilakukan penelitian mengenai pelaksanaan strategi pembelajaran oleh guru. Adapun judul penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu “Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Oleh Guru Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Godean”.

 

Pembatasan Masalah

Strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran belum bervariasi.

 

Rumusan Masalah

Bagaimana pelaksanaan strategi pembelajaran oleh guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Godean?

 

Kajian Teori

Berdasarkan tema penelitian yang diambil, maka terdapat tiga kajian teori utama. Pertama, teori mengenai strategi pembelajaran meliputi pengertian, komponen, jenis, perencanaan serta pelaksanaannya. Kedua, teori tentang metode pembelajaran yang terdiri dari pengertian, jenis dan perencanaannya. Ketiga, teori yang membahas mengenai guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran mulai dari pengertian, kompetensi, keterampilan mengajar dan perannya dalam kegiatan pembelajaran.

 

Desain Penelitian

Penelitian ini berdesain deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif sehingga data yang dihasilkan adalah berupa kata dan kalimat.

 

Informan Penelitian

Subjek dalam penelitian ini terdiri dari guru dan siswa kelas X kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Godean tahun ajaran 2016/2017. Pemilihan subjek penelitian berupa guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran menggunakan teknik purposive sampling. Sementara itu, khusus untuk siswa kelas X kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran menggunakan teknik snowball sampling.

 

Instrumen Pengumpulan Data

Penelitian ini berdesain deskriptif dengan pendekatan kualitatif, maka instrumen yang dapat digunakan ialah berupa pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi.

 

Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis data interaktif. Teknik ini terdiri dari tiga tahap kegiatan yang harus ditempuh oleh peneliti, yaitu penyajian, reduksi dan penarikan kesimpulan dari data.

 

Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

Data hasil penelitian yang telah terkumpul perlu diperiksa keabsahan datanya. Adapun teknik pemeriksaan data yang digunakan adalah triangulasi metode dan sumber. Triangulasi metode dapat dilakukan peneliti dengan membandingkan data hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian, triangulasi sumber dapat dilakukan dengan membandingkan data wawancara informan guru A dengan B.

 

2. Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif

Judul Proposal Penelitian

Pengaruh Aktivitas Bermain Game Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA N 1 Playen.

 

Latar Belakang Masalah

Keberadaan game online memang mulai mempengaruhi aktivitas keseharian kalangan remaja usia sekolah. Kondisi ini dapat dibuktikan dengan kecenderungan para remaja khususnya yang berada pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk menghabiskan waktunya dengan bermain game online.

Fakta ini jelas sangat memprihatinkan sebab seharusnya remaja usia sekolah seperti mereka banyak menghabiskan waktunya untuk aktivitas yang positif. Dalam perspektif sosiologi, seseorang yang menjadikan game online sebagai prioritas cenderung akan berkembang menjadi pribadi egosentris dan individualis.

Kedua sifat tersebut jelas sangat berbahaya bagi perkembangan individu yang bersangkutan ke depannya. Berdasarkan hasil observasi pra penelitian yang dilakukan peneliti pada tanggal 22-24 Februari 2018 di kelas X A-C SMA N 1 Playen ditemukan beberapa permasalahan. Pertama, 60% siswa kelas X A-C SMA N 1 Playen menghabiskan waktunya untuk bermain game online.

Persentase tersebut diperoleh melalui pengambilan data dengan menggunakan instrumen berupa angket. Kedua, motivasi belajar siswa kelas X A-C SMA N 1 Playen masih tergolong dalam kategori rendah dimana sebagian besar siswa masih melakukan aktivitas lain ketika pembelajaran. Diantaranya adalah bermalas-malasan, tidur, bermain gadget, bercanda maupun berbicara.

Kedua permasalahan tersebut tentu dapat menghambat pencapaian tujuan kognitif, afektif dan psikomotorik dari pembelajaran. Oleh karena itu, perlu sekiranya diadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Aktivitas Bermain Game Online Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMA N 1 Playen”.

 

Pembatasan Masalah

  1. Tingginya intensitas bermain game online yang dilakukan oleh siswa kelas X A-C SMA N 1 Playen.
  2. Rendahnya motivasi belajar siswa kelas X A-C SMA N 1 Playen.

 

Rumusan Masalah

Adakah pengaruh aktivitas bermain game online terhadap motivasi belajar siswa kelas X SMA N 1 Playen?

 

Kajian Teori

Berdasarkan permasalahan yang dipilih, maka dalam proposal penelitian ini perlu dicantumkan dua teori yaitu mengenai motivasi belajar dan game online. Kajian teori mengenai motivasi belajar terdiri dari pengertian, fungsi, jenis, ciri-ciri, faktor yang mempengaruhi dan upaya untuk meningkatkannya. Sementara itu, kajian teori mengenai game online meliputi pengertian, jenis dan dampaknya.

 

Hipotesis

Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel aktivitas bermain game online dengan motivasi belajar siswa kelas X A-C SMA N 1 Playen.

 

Desain Penelitian

Penelitian ini berdesain ex-post facto, dimana peneliti berusaha untuk meneliti sesuatu fakta yang telah terjadi di lapangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif sehingga menghasilkan data berupa kumpulan angka.

 

Populasi dan Sampel

  1. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X A-C SMA N 1 Playen yang berjumlah 180 orang.
  2. Sampel dalam penelitian ini akan mengambil masing-masing 30 orang dari setiap kelas untuk dijadikan sebagai subjek. Pengambilan siswa tersebut dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling, dimana responden dipilih oleh peneliti secara acak.

 

Instrumen Pengumpulan Data

Peneliti akan melakukan pengumpulan data dari responden dengan menggunakan instrumen berupa angket tertutup. Dalam angket ini telah disusun berbagai pertanyaan mengenai variabel yang diteliti, yaitu aktivitas bermain game online dan motivasi belajar.

 

Validitas data

Pengujian data hasil penelitian ini menggunakan empat validitas yaitu isi (content), konstruk (construct), konkuren (Concurrent) dan prediksi (predictive). Alat ukur yang akan digunakan oleh peneliti untuk menguji validitas data penelitian adalah Product Moment dari Karl Pearson.

 

3. Contoh Proprosal Penelitian Ilmiah

Judul : Analisis Potensi Limbah Tebu Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Listrik Energi Biomassa Di Pabrik Gula

 

  • Penulis : Gandhi Noor Acchedya
  • Collection Type : Skripsi S1
  • Nama Prodi : Teknik Elektro
  • Dosen Pembimbing : Rahmat Adiprasetya A.H, S.T., M.Eng

 

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

Seiring berjalannya waktu industri – industri baik industri rumahan maupun pabrik semakin banyak di Indonesia. Kini sangat mudah ditemukan sebuah industri meskipun letaknya dekat dengan pemukiman padat penduduk. Letak sebuah pabrik yang berdekatan dengan pemukiman warga tentu dapat menimbulkan dampak buruk, baik itu melalui limbah padat, cair maupun gas.

Terutama limbah padat yang membutuhkan tempat penampungan yang cukup besar. Aktifnya perindustrian di Indonesia tidak dapat berlangsung terus menerus tanpa adanya proses yang dapat menekan dampak buruk yang diakibatkan oleh pembuatan produk di suatu perindustrian.

Limbah atau sampah memang merupakan suatu bahan yang tidak berarti dan tidak berharga, tapi kita tidak mengetahui bahwa limbah juga bisa menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat jika diproses secara baik dan benar. Beberapa pabrik di Indonesia kini sudah mulai menerapkan sistem pengolahan limbah untuk mengurangi dampak polusi dari limbah – limbah tersebut, bahkan ada beberapa yang memanfaatkan limbah pabriknya untuk dijadikan produk baru yang berguna yang tentunya diolah melalui proses – proses tertentu.

Salah satunya mengolah limbah sisa pembuatan gula menjadi kompos, batako dan lain lain. Pemanfaatan limbah saat ini menjadi sangat penting artinya terutama untuk 2 mengatasi masalah penumpukan sampah di kota-kota besar, limbah organik industri, serta limbah pertanian dan perkebunan.

Sistem pembangkit listrik (generator biomass) yang paling optimal dengan model sistem pembangkit listrik grid-connected. Perhitungan hasil potensi biomasa tebu (feedstock biomass) dengan memanfaatkan ampas tebu sebagai sumber energi generator 1, generator 2, generator 3 dan perhitungan konsumsi daya pada industri yang dengan secara menyeluruh sistem merupakan system digunakan bantuan perangkat lunak, dalam hal ini HOMER versi 2.68.

Hasil simulasi dan optimasi berbantuan software HOMER menunjukkan bahwa secara keseluruhan sistem yang paling optimal untuk diterapkan di PT. Madubaru (PG/PS Madukismo) system pembangkit listrik (100%) dengan Grid PLN (0%).

Dihitung 0% dikarenakan langganan dari PLN tidak dimanfaatkan dalam sistem pembangkit karena pembangkit mampu menampung daya konsumsi seluruh sektor industri. Hasil total daya yang dihasilkan dari pembangkit 1,2 dan 3 sebesar 15,024,411 kWh/tahun dari hasil analisa Homer Energy.

Berdasarkan data diatas, penulis tertarik untuk menyusun sebuah tugas akhir yang berjudul “Analisis Potensi Limbah Tebu Sebagai Pembangkit Listrik Energi Biomassa Di Pabrik Gula”. Dalam tugas akhir ini penulis membahas mengenai pemanfaatan limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan gula di PG.Madukismo Yogyakarta.

 

Rumusan Masalah

  • Untuk memudahkan penyusunan tugas akhir ini penulis merumuskan masalah kedalam beberapa bentuk kalimat pertanyaan, sebagai berikut ini:
  • Potensi ampas tebu dalam penyediaan energi listrik.
  • Analisis penerapan ampas tebu di pabrik gula.

 

Batasan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka dalam pembahasan tugas akhir ini dibatasi pada :

  • Pengambilan data hanya dilakukan Pabrik Gula Madukismo Yogyakarta.
  • Analisis perhitungan daya dan beban hanya terpusat melalui Homer.

 

Tujuan Penelitian

  • Perhitungan potensi ampas tebu dalam penyediaan energi listrik
  • Mengetahui hasil analisa energi biomasa tebu sebagai sumber energi listrik yang ramah lingkungan di masyarakat.

 

Manfaat Penelitian

Penulisan tugas akhir ini memberikan manfaat ke beberapa pihak, antara lain :

a) Manfaat bagi penulis

Manfaat penelitian biomassa bagi penulis yaitu dapat menambah wawasan bagi peneliti dan dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menghadapi masalah bahan bakar yang saat ini sedang dalam kondisi mengkhawatirkan.

 

b) Manfaat bagi Universitas

Penulisan tugas akhir ini diharapkan dapat dijadikan referensi akademis dan keinsinyuran untuk pengembangan jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta selanjutnya.

 

c) Manfaat bagi Masyakarat dan Industri

Dapat di jadikan sebagai penyedia energi listrik terbarukan yang ramah lingkungan. Dapat menyediakan energi alternatif yang mandiri dan tidak tergantung pada energi fosil.Dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dalam bidang energi alternatif untuk daerah yang tertinggal agar lebih maju dan sejahtera.

 

Metode Penelitian

Penulisan tugas akhir ini menggunakan metode penelitian sebagai berikut :

  • Studi Pustaka (Study Research) Studi ini dilakukan dengan cara melihat dan mencari literature yang sudah ada untuk memperoleh data yang berhubungan dengan analisis pada penulisan tugas akhir.
  • Penelitian Lapangan (Field Research) Berupa peninjauan ke lokasi dan siskusi dengan pihak-pihak yang terkait untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penulisan tugas akhir ini.
  • Penyusunan Tugas Akhir Setelah dilakukan pengujian, data-data dan analisa yang diperoleh dan disusun dalam sebuah laporan tertulis.

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Anton, Widono Johanes. Tinjauan Komprensif Perancangan Awal Pabrik Furfural Berbasis Ampas Tebu di Indonesia, Fakultas Teknik. Universitas Indonesia.
  • Hermanto, Muhammad Iwan Fermi, Zulfansayah, Ida Zahrina.(21-22 Juli 2011), Potensi Penerapan Gasifikasi Bimasa Pada Pabrik CPO. Universitas Riau Pekan Baru.
  • Indra, Permata Kusuma. Studi Pemanfaatan Biomasa Limbah Kelapa Sawit Sebagai Bahan Bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Kalimantan Selatan. FTI Institut Sepuluh Nopember, Surabaya.
  • Irhan, Febijianto, Volume 9 No.2 (2007), Potensi Biomasa Indonesia Sebagai Bahan Bakar Pengganti Energi Fosil. Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi, Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam, BPPT, Jakarta.
  • Marsudi, Ditjeng, 2005. Pembangkit Energi Listrik, Erlangga.
  • Pritzelwitz (Hugot, 1986). Potensi Energi Ampas Tebu.
  • Perdana, Pressa. Jurnal. Tugas Akhir (2010). Studi Pemanfaatan Biomassa Ampas Tebu ( Dengan Batu Bara) Sebagai Bahan Bakar Pembangkit 59 Listrik Tenaga Uap 1X3MW Di Asembagus Kabupaten Situbondo. Teknik Elektro-FTI, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
  • Rifai, Fathur.Rahman. Tesis (2015). Studi Potensi Energi Terbarukan Dari Sistem Kogenerasi Di Pabrik Gula. Teknik Mesin. UGM.
  • Saechu, Muhammad. Jurnal Volume 4 No.1 (2009). Perkembangan Dan Penerapan Teknologi Cogeneration Di Pabrik Gula. Tenik Kimia. Pusat Penelitian Gula.

 

4. Contoh Proposal Penelitian Pendidikan

Judul Proposal

Implementasi Metode Pembelajaran Oleh Guru Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Kebumen.

 

Latar Belakang Masalah

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas XI AP 1 dan 2 pada tanggal 1-2 April 2017 ditemukan beberapa permasalahan dalam kegiatan pembelajaran. Pertama, motivasi belajar siswa masih rendah ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Kondisi ini dibuktikan dengan banyaknya siswa yang melakukan aktivitas lain seperti berbicara, bercanda, bermain gadget hingga tidur.

Kedua, prestasi belajar sebagian besar siswa juga masih rendah dimana berdasar hasil nilai ulangan harian sebanyak 55% belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. Ketiga, sumber belajar yang digunakan oleh guru dan siswa belum memadai karena tidak adanya bahan ajar untuk kurikulum 2013 edisi revisi.

Keempat, strategi dan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran belum bervariasi. Dalam kegiatan pembelajaran, guru masih menggunakan strategi yang monoton, yaitu ekspositori dan metode ceramah serta penugasan. Padahal setiap materi pelajaran tentu membutuhkan penerapan strategi yang bervariasi karena tujuan pembelajarannya juga berbeda.

Berdasarkan kelima permasalahan tersebut, perlu sekiranya dilakukan penelitian mengenai pelaksanaan strategi pembelajaran oleh guru. Adapun judul penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu “Implementasi Metode Pembelajaran Oleh Guru Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Kebumen”.

 

Pembatasan Masalah

Strategi dan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran belum bervariasi.

 

Rumusan Masalah

Bagaimana implementasi strategi dan metode pembelajaran oleh guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Godean?

 

Kajian Teori

Berdasarkan tema penelitian yang diambil, maka terdapat tiga kajian teori utama. Pertama, teori mengenai strategi pembelajaran meliputi pengertian, komponen, jenis, perencanaan serta pelaksanaannya.

Kedua, teori tentang metode pembelajaran yang terdiri dari pengertian, jenis dan perencanaannya.

Ketiga, teori yang membahas mengenai guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran mulai dari pengertian, kompetensi, keterampilan mengajar dan perannya dalam kegiatan pembelajaran.

 

Desain Penelitian

Penelitian ini berdesain deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif sehingga data yang dihasilkan adalah berupa kata dan kalimat.

 

Informan Penelitian

Subjek dalam penelitian ini terdiri dari guru dan siswa kelas X kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Godean tahun ajaran 2016/2017. Pemilihan subjek penelitian berupa guru kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran menggunakan teknik purposive sampling. Sementara itu, khusus untuk siswa kelas X kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran menggunakan teknik snowball sampling.

 

Instrumen Pengumpulan Data

Penelitian ini berdesain deskriptif dengan pendekatan kualitatif, maka instrumen yang dapat digunakan ialah berupa pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi.

 

Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis data interaktif. Teknik ini terdiri dari tiga tahap kegiatan yang harus ditempuh oleh peneliti, yaitu penyajian, reduksi dan penarikan kesimpulan dari data.

 

Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

Data hasil penelitian yang telah terkumpul perlu diperiksa keabsahan datanya. Adapun teknik pemeriksaan data yang digunakan adalah triangulasi metode dan sumber. Triangulasi metode dapat dilakukan peneliti dengan membandingkan data hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian, triangulasi sumber dapat dilakukan dengan membandingkan data wawancara informan guru A dengan B.

 

5. Contoh Proposal Penelitian Skripsi

TINJAUAN YURIDIS PELAKSANAAN PEMUSNAHAN BARANG SITAAN NARKOTIKA DI WILAYAH PENGADILAN NEGERI SLEMAN

 

Latar Belakang Masalah

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 menentukan secara tegas bahwa negara Indonesia adalah negara hukum. Sejalan dengan ketentuan tersebut maka salah satu prinsip penting negara hukum adalah adanya jaminan kesederajatan bagi setiap orang di hadapan hukum (equality before the law). Oleh karena itu setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil, serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.

Dalam usaha memperkuat prinsip di atas, maka salah satu substansi penting perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah membawa perubahan yang mendasar dalam kehidupan ketatanegaraan, khususnya dalam pelaksanaan kekuasaan kehakiman. Berdasarkan perubahan tersebut ditegaskan bahwa ketentuan badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam undang-undang.

Ketentuan badan-badan lain tersebut selanjutnya dipertegas lagi oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman yang dalam Pasal 41 menyatakan bahwa badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman meliputi Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kejaksaan Republik Indonesia dan badan-badan lain diatur dalam Undang-undang.

Sejalan dengan perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman dan beberapa peraturan perundang-undangan lainnya, serta berdasarkan perkembangan kebutuhan hukum masyarakat dan kehidupan ketatanegaraan, maka Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1991 tentang Kejaksaan Republik Indonesia sudah tidak sesuai lagi sehingga perlu dilakukan perubahan secara komprehensif dengan membentuk Undang-undang yang baru. Untuk itu pada tanggal 26 Juli 2004 telah diundangkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia.

 

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah sebagaimana telah diuraikan di atas, maka permasalahan yang muncul dan perlu mendapatkan jawaban dalam penelitian ini adalah :

 

  • Bagaimanakah pelaksanaan pemusnahan barang sitaan narkotika yang diedarkan di Kejaksaan Negeri Sleman ?
  • Bagaimanakah bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan pemusnahan barang sitaan tersebut?

 

Tujuan Penelitian

  • Untuk mengetahui pelaksanaan pemusnahan barang sitaan narkotika yang bersifat terlarang untuk diedarkan di Kabupaten sleman
  • Untuk mengetahui bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan pemusnahan barang sitaan narkotika yang bersifat terlarang untuk diedarkan.

 

Manfaat Penelitian

  • Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran terhadap pengembangan ilmu hukum pidana, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan pemusnahan barang sitaan narkotika yang bersifat terlarang untuk diedarkan
  • Penelitian ini diharapkan juga memberikan sumbangan pemikiran terhadap bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan pemusnahan barang sitaan narkotika yang bersifat terlarang untuk diedarkan

 

Keaslian Penelitian

Menelusuri kepustakaan, ternyata telah banyak ditemukan penelitian di bidang hukum pidana. Akan tetapi menurut pengetahuan penulis penelitian pemusnahan barang sitaan narkotika di Kejaksaan Negeri Sleman berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1977 Pasal 60, sampai saat ini belum pernah ada. Namun demikian apabila ternyata pernah dilaksanakan penelitian yang sejenis dengan penelitian ini, maka penulis berharap penelitian ini dapat melengkapinya.

 

Tinjauan Pustaka

Loebby Loqman membedakan pengertian sistem peradilan pidana dengan proses peradilan pidana. Sistem adalah suatu rangkaian antara unsur/faktor yang saling terkait satu dengan lainnya sehingga menciptakan suatu mekanisme sedemikian rupa sehingga sampai tujuan dari sistem tersebut. Proses peradilan pidana adalah dalam arti jalannya suatu peradilan pidana, yakni suatu proses sejak seorang diduga telah melakukan tindak pidana sampai orang tersebut dibebaskan kembali setelah melaksanakan pidana yang telah dijatuhkan kepadanya.

HAGAN, sebagaimana dikutip oleh. Romli Atmasasmita, memberikan pengertian bahwa proses peradilan pidana (criminal justice process) adalah setiap tahap dari suatu putusan yang menghadapkan seorang tersangka ke dalam proses yang membawanya kepada penentuan pidana baginya. Sedangkan sistem peradilan pidana (criminal justice system) adalah interkoneksi antara keputusan dari setiap instansi yang terlibat dalam proses peradilan pidana.

 

Batasan Konsep

Barang sitaan adalah penyitaan sesuatu benda diartikan pengambilalihan atau penguasaan benda itu guna kepentingan acara pidana

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis  yang dapat meneyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangi rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

 

Metode Penelitian

  • Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan mendasarkan pada data sekunder. Jadi dalam penelitian ini data diperoleh dari penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis, yaitu menganalisis permasalahan dari sudut pandang/menurut ketentuan hukum/perundang-undangan yang berlaku.

 

  • Sumber Data

Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh dari penelitian kepustakaan yang berupa bahan-bahan hukum. Bahan-bahan hukum tersebut terdiri dari :

 

Sistematika Penulisan Hukum

Guna memudahkan dalam memahami isi dari skripsi ini, berikut penulis sajikan tentang sistematika penulisan yang dipergunakan dalam penyusunan skripsi ini sebagai berikut :

 

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab pendahuluan ini diuraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, keaslian penelitian, tinjauan pustaka, batasan konsep, metode penelitian, dan selanjutnya pada akhir dari bab ini disajikan tentang sistematika penulisan skripsi.

 

BAB II PEMBAHASAN

Pada bab ini penulis menguraikan tentang, Jenis-jenis Barang Sitaan Narkotika Yang Umumnya di Sita di Kejaksaan Negeri Sleman, Pelaksanaan Pemusnahan Barang Sitaan Narkotika di Kejaksaan Negeri Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bentuk Pengawasan terhadap Pemusnahan Barang Sitaan Narkotika

 

BAB IV PENUTUP

Dalam bab penutup ini penulis menarik kesimpulan yang merupakan jawaban atas permasalahan dalam penelitian ini sebagaimana telah diuraikan dan dibahas dalam Bab I dan Bab II dan memberikan sarannya.

 

6. Contoh Proposal Penelitian Kesehatan

BAB 1 PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Wortel adalah tumbuhan biennial (siklus hidup 12 – 24 bulan) yang menyimpan   karbohidrat  dalam jumlah besar untuk tumbuhan tersebut berbunga pada tahun kedua. Batang bunga tumbuh setinggi sekitar 1 m,dengan bunga berwarna putih. Sayuran yang satu ini memang terkenal kandungan gizinya.

Diantara sayuran yang lainnya mungkin wortellah yang paling banyak digemari oleh anak-anak karena tekstur dan warna serta rasanya sedikit manis. Wortel merupakan jenis sayuran terpopuler kedua setelah kentang. Wortel mengandung vitamin A yang tinggi. Vitamin A dan Beta karoten kadang – kadang diresepkan untuk hal yang sama, karena beta karoten didalam tubuh dikonversi menjadi vitamin A.

Beta karoten sendiri termasuk dalam golongan karotenoida dan telah diidentifikasi terdapat lebih dari 600 jenis karoten yang berbeda. Antara lain yang cukup dikenal didunia kesehatan adalah karoten, lutein, dan lancers. Beta karoten merupakan bagian penting dari karoten. Jika tubuh diberi asupan beta karoten maka tubuh akan membentuk vitamin A sesuai yang diperlukan tubuh sehingga menyantap wortel menjadikan cara yang aman untuk memperoleh vitamin

Tidak salah jika ibu-ibu dirumah sering mencampurkan wortel kedalam menu masakannya. Namun tahukah anda apa saja kandungan dan manfaat wortel. Dalam proposal penilitan  ini akan dikaji tentang pemanfaatan sayuran wortel sebagai pengobatan   kesehatan yang mampu mengatasi dan mencegah beberapa penyakit tertentu .

 

IDENTIFIKASI MASALAH

Berdasarkan pembahasan latar belakang permasalahan dapat diidentifikasi beberapa masalah dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut:

  1. Bagaimana pemanfaatan wortel untuk kesehatan manusia ?
  2. Apakah wortel mengandung vitamin A yang paling tinggi ?

 

PEMBATASAN MASALAH

Dari diidentifikasi masalah yang terpapar di atas diperoleh gambaran dimensi permasalahan yang begitu luas. Namun menyadari adanya keterbatasan waktu dan kemampuan, maka penulis memandang perlu memberi batasan masalah secara jelas dan terfokus . Selanjutnya masalah yang menjadi obyek penelitian dibatasi hanya pada analisis kandungan dan manfaat wortel bagi kesehatan manusia.

 

RUMUSAN MASALAH

  1. Kandungan vitamin apa saja yang terdapat dalam wortel ?
  2. Manfaat wortel bagi kesehatan ?

 

TUJUAN

Adapun tujuan dari penulisan proposal penilitian tentang manfaat wortel bagi kesehatan  ini selain untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia tetapi juga untuk  memberikan informasi  kepada masyarakat agar   tahu tentang pemanfaatan wortel untuk kesehatan.

 

KEGUNAAN

Kegunaan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui dari manfaat dan kandungan yang terdapat dari sayuran wortel terhadap kesehatan

 

BAB 2 LANDASAN TEORI

Wortel (Daucus carota) adalah tumbuhan jenis sayuran umbi yang biasanya berwarna jingga atau putih dengan tekstur serupa kayu. Bagian yang dapat dimakan dari wortel adalah bagian umbi atau akarnya. Wortel adalah tumbuhan biennial (siklus hidup 12 – 24 bulan) yang menyimpan karbohidrat dalam jumlah besar untuk tumbuhan tersebut berbunga pada tahun kedua. Batang bunga tumbuh setinggi sekitar 1 m, dengan bunga berwarna putih.

Wortel atau dalam bahasa latinnya disebut Daucus carota adalah tumbuhan sayur yang dapat ditanam sepanjang tahun. Terutama didaerah pegunungan yang memiliki suhu udara dingin dan lembab. Tumbuhan wortel membutuhkan sinar matahari dan dapat tumbuh pada semua musim. Wortel mempunyai batang daun basah yang berupa sekumpulan pelepah (tangkai daun) yang muncul dari pangkal buah bagian atas (umbi akar), mirip daun seledri.

Wortel merupakan jenis sayuran terpopuler kedua setelah kentang. Wortel mengandung vitamin A yang tinggi. Vitamin A dan Beta karoten kadang – kadang diresepkan untuk hal yang sama, karena beta karoten didalam tubuh dikonversi menjadi vitamin A. Beta karoten sendiri termasuk dalam golongan karotenoida dan telah diidentifikasi terdapat lebih dari 600 jenis karoten yang berbeda.

 

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Waktu Dan Tempat Penelitian

Penelitian ini sudah dilaksanakan pada semester 5 tahun 2015 yang dimulai tanggal 23 November sampai dengan 27 Desember. Dan lokasi penilitian ini di Laboratorium.

 

Metode Penelitian

Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data yang digunakan dalam sebuah proses penelitian. Metode pengumpulan data yang penulis pergunakan meliputi:

  1. Observasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja pancaindra mata serta dibantu dengan pancaindra lainnya. Dalam penelitian ini digunakan observasi partisipasi (participant observer) yaitu pengumpulan data melalui observasi terhadap objek pengamatan dengan langsung hidup bersama, merasakan serta berada dalam aktivitas kehidupan objek pengamatan). Adapun kegunaan dari metode observasi ini, setidaknya penulis mendapat gambaran secara sekilas mengenai manfaat dan kandungan dari wortel bagi kesehatan manusia.
  2. Kuesioner adalah pertanyaan tertulis yang diberikan kepada responden untuk dijawab. Responden dapat memberikan jawaban dengan memberi tanda pada salah satu atau beberapa jawaban yang telah disediakan, atau dengan menuliskan jawabannya. Peneliti mempergunakan kuesioner ini sebagai alat pengumpulan data yang paling utama yang dikembangkan berdasarkan kisi-kisi yang telah ditentukan sebelumnya.

 

Instrumen Penulisan

Teknik penyusunan kuesioner adalah berdasarkan pada hasil observasi dari sejumlah orang yang sedang membutuhkan dan mencari informasi.

 

Analisis Data

Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif secara analitik yaitu mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagaimana adanya, sehingga hanya merupakan penyingkapan fakta.

Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang diperoleh baik melalui hasil kuesioner, kemudian dideskripsikan dengan cara menggunakan analisis persentase.

 

BAB 4 PENUTUP

KESIMPULAN

Salah satu kandungan gizi wortel yang penting tersebut adalah α- dan β-karotennya. Kedua jenis karoten tersebut penting dalam memenuhi gizi manusia yaitu sebagai provitamin A. Provitamin A atau karotenoid banyak terdapat pada sayuran yang berwarna kuning atau orange, seperti wortel. Beberapa jenis karotenoid memang mempunyai aktivitas pro-vitamin A, namun-karoten merupakan karotenoid yang mempunyai keaktifan paling tinggi di antara jenis-jenis karotenoid lainnya dalam membentuk vitamin A di dalam tubuh.

Karoten juga mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Penelitian terbaru menyebutkan bahwa dalam konsentrasi tinggi, karoten dapat mencegah atau menghambat pertumbuhan sel-sel kanker, karena sifat antioksidannya yang melawan kerja destruktif sel-sel kanker tersebut. Karoten juga mampu meningkatkan lancer kekebalan tubuh dan kesehatan mata. Oleh sebab itu, kandungan karoten dalam wortel sangat penting untuk kesehatan tubuh.

 

7. Contoh Proposal Penelitian Ekonomi

ANALISIS PENGARUH JUMLAH PAJAK TERDAFTAR TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DALAM PROGRAM EKSITENSIFIKASI PAJAK

 

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang.

Contoh Proposal skripsi ekonomi– Berbagai Kebijalakan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak terus digulirkan. Pajak merupakan sumber Penerimaan negara yang digunakan untuk membiayai pengeluaran rutin dan membiayai pembangunan yang berguna bagi kepentingan bersama dengan tujuan untuk menciptakan kehidupan masyarakan menuju kesejahteraan. Untuk memenuhi meningkatnya peranan pajak dalam pembiayaan negara, upaya ekstensifikasi dan intensifikasi pajak diupayakan seoptimal mungkin dengan mengintegrasikan dan meningkatkan kegiatan penyuluhan,  pelayanan serta penegakan hukum.

Ekstensifikasi pajak adalah usaha untuk meningkatkan penerimaan pajak dengan cara meningkatkan jumlah Wajib Pajak terdaftar. Sedangka intensifikasi pajak merupakan usaha untuk meningkatkan penerimaan pajak dengan cara menggali pajak dari wahjib pajak itu sendiri.

Eksitensifikasi dan intensifikasi seharusnya sama sekali tidak membebankan wajib pajak dengan jumlah pajak yang lebih besar dari yang seharusnya terutang berdasarkan peraturan, melainkan upaya untuk menumbuhkan kesadaran berpajak bagi mereka yang telah menerima penghasilan diatas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) dengan mendaftarkan dan memperoleh NPWP serta membayar dan melaporkan secara jujur berapa pajak terhutang.

 

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakan diatas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah Peningkatan Jumlah Wajib Pajak terdaftar berpengaruh terhadap penerimaan pajak?”

 

Tujuan dan Kegunan Penelitian

Tujuan penelitian.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peningkatan jumlah wajib pajak terdaftar terhadap penerimaan pajak di KPP jakarta kebayoran Baru satu.

 

Kegunaan Penelitian

  • Bagi Penulis.

Penulis sendiri sangat berharap dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan. Selain itu juga, penelitian ini juga merupakan prasyarat guna memperoleh gelar sarjana ekonomi yang jurusan Akuntasi Fakultas Ekonomi, disekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmd Dahlan Jakarta.

 

  • Bagi KPP

Dengan penelitian ini KPP jakarta kebayoran Baru satu Khususnya dapat lebih mengoftimalkan upaya-upaya untuk menggali potensi pajak, dengan harapan dapat meningkatkan penerimaan pajak.

 

  • Bagi Masyarakat.

Penulis berharap dapat memberikan gambaran betapa pentingnya penerimaan  negara dari sektor pajak  yang digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana, sehingga lebih meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan kewajiban pajak.

 

8. Contoh Proposal Penelitian Sosial Budaya

Judul : Dampak Positif dan Negatif Globalisasi

 

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang mempunyai nilai budaya tinggi, seiring berkembangnya zaman predikat Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang ramah perlahan-lahan mulai luntur, bukan bangsa lain yang menghilangkan predikat tersebut tetapi perilaku masyarakat sendiri. Dengan meluasnya dampak globalisasi, terjadi pula perubahan pola pikir masyarakat .

Globalisasi membuat jarak, ruang dan waktu sangat dekat dan singkat. Mudah bagi seseorang melakukan komunikasi di belahan bumi manapun. Sebagai bangsa berkarakter seyogyanya kita tidak melupakan jati diri bangsa. Walaupun Globalisasi memberikan perubahan positif, tapi tidak semuanya sesuai dengan kepribadian bangsa Jadi kita harus pandai menyeleksi serangan budaya asing tersebut.

 

Rumusan Masalah

Bagaimana pengaruh globalisasi terhadap perilaku kehidupan masyarakat?

 

Tujuan penelitian

Mengetahui dampak positif dan negatif globalisasi bagi kehidupan masyarakat

 

Metode dan Teknik Penelitian

  • Penulis melakukan metode observasi dan studi pustaka untuk mendapatkan fakta dan data yang diperlukan, adapun teknik yang digunakan adalah:
  • Teknik Pengamatan Langsung, penulis mengamati langsung kecenderungan perilaku masyarakat yang diduga merupakan pengaruh globalisasi.
  • Teknik Wawancara, tujuannya untuk memperoleh gambaran perilaku masyarakat secara umum pada wilayah tertentu.
  • Studi Pustaka, dalam metode ini, penulis mencari sumber pustaka dari beberapa referensi atau pendapat para ahli.

 

Sistematika Penulisan

Penulis akan menjelaskan hasil penelitian secara runtut dalam bab pendahuluan sampai dengan bab penutup menggunakan sistematika yang direkomendasikan dalam penulisan sebuah karya tulis ilmiah.

 

BAB  II PEMBAHASAN

  • Dampak Positif dan Negatif Globalisasi di Bidang Ekonomi

Sektor ekonomi dirasakan paling terpengaruh karena dampak globalisasi. Dampak Positifnya, untuk dapat bertahan di era modern diperlukan kreativitas tinggi untuk melahirkan inovasi dan terobosan baru. Sementara dampak negatif yang juga sangat dirasakan dewasa ini adalah adanya kesenjangan ekonomi yang kontras antar warga masyarakat.

Bisnis E-commerce seperti amazon, tokopedia, Ebay, Gojek, Grab dan lain sebagainya merupakan inovasi yang dilahirkan di era globalisasi sekarang ini. Masyarakat semakin diberi kemudahan mengakses informasi untuk mendapatkan barang, transportasi ataupun layanan yang dibutuhkan masyarakat lainnya.

 

  • Dampak Positif dan Negatif Globalisasi di Bidang Sosial Budaya

Tidak dapat dipungkiri bahwa globalisasi menuntut masyarakat untuk lebih mengenal budaya asing entah itu baik ataupun buruk. Mirisnya sebagian masyarakat lebih mengenal budaya asing dibandingkan budaya bangsanya sendiri. Pada sisi lain masalah sosial pengangguran, penggunaan narkoba, pergaulan bebas dan lainnya turut menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama-sama.

 

BAB III PENUTUP

Kesimpulan

Globalisasi mempunyai dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Bertambahnya lapangan pekerjaan, investasi dari luar negeri, mudahnya mendapatkan barang/jasa merupakan dampak positif bidang ekonomi, sementara dampak negatifnya adalah sikap konsumerisme, masuknya tenaga asing, pasar dikuasai barang-barang impor dan matinya usaha pengusaha lokal.

Di bidang sosial budaya dampak positif yang muncul seperti multikulturalisme budaya dunia, rasa toleransi dan ketergantungan, berfikir modern, menghargai waktu dll, dampak negatif dapat berupa perilaku menyimpang seperti penyalahgunaan narkotika, komunitas gay, lesbian, gaya berpakaian terbuka dsb.

 

Saran

  • Kunci dalam menghadapi arus globalisasi yang sangat deras adalah dengan menyeleksi setiap pengaruh budaya asing yang masuk dalam berbagai bidang kehidupan.
  • Senantiasa berpikir cerdas dan menguasai IPTEK sebagai bekalnya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Lentera Kecil. (2012, 17 Juni). Keterampilan Menulis Paragraf . Diperoleh 19 Juni 2012, dari https://lenteraecil.com/keterampilan-menulis-paragraf/

Hermans, B., 2000, Desperately Seeking: Helping Hands and Human Touch, [online], (http://www.hermans.org/agents2/ch3_1_2.htm, diakses tanggal 25 Juli 2008 )

 

9. Contoh Proposal Penelitian Akuntansi

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

Latar belakang peneltian yang dilakukan ini adalah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang sudah dikeluarkan pemerintah dan telah menunjukkan bahwasanya reformasi terhadap pengelolaan keuangan negara. Beberapa peraturan perundang-undangan yang menyatakan hal tersebut antara lain yakni Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 yang berkaitan dengan Keuangan Negara, Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 yang berkaitan dengan Perbendaharaan Negara, serta Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 yang berkaitan dengan Pemriksaan Pengelolaan Dana Serta Tangugng Jawab Keuangan Negara.

Dan penelitian ini untuk melakukan pengujian terhadap Faktor Keperlakukan Organisasi Pada Kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah yang nantinya akan melakukan pengujian terhadap Sistem Akuntansi Keuangan Daearah yang ada di Kecamatan Suka Maju, Kabupaten Suka Jaya.

 

Rumusan Masalah

  • Adapun rumusan masalah dari skripsi yang penulis tulis adalah sebagai berikut:
  • Apakah terhadap faktor organisasi seperti misalnya dukungan dari atasan, kejelasan tujuan, serta pelatihan, akan memberikan pengaruh terhadap peningkatan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah?
  • Apakah terhadap faktor organisasi seperti misalnya dukungan dari atasan, kejelasan tujuan, serta pelatihan dengan variabel intervening akan memberikan pengaruh terhadap peningkatan kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah?

 

Tujuan Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh penulis bertujuan untuk melakukan pengujian terhadap faktor organisasi seperti misalnya dukungan dari atasan, kejelasan tujuan, serta pelatihan, di dalam membantu meningkatkan kegunaan dari Sistem Akuntansi Keuangan Daerah dan juga melakukan pengujian secara tidak langsung terhadap faktor-faktor organisasi tersebut dengan melalui variabel intervening sehingga dapat membantu di dalam meningkatkan konflik kongesif dan juga menurunkan konflik afektif yang pada waktunya dapat meningkatkan kegunaan dari Sistem Akuntansi Keuangan Daerah.

 

Manfaat Penelitian

  • Penelitian yang penulis lakukan ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik memberikan manfaat di bidang akademisi maupun juga di bidang praktisi.
  • Di bidang akademisi diharapkan dapat memberikan tambahan di bidang literatur yang berkaitan dengan Faktor Keperlakuan Organisasi dan kaitannya dengan Kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah.
  • Di bidang praktisi diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat yakni digunakan sebagai bahan pertimbangan serta masukan untuk pemerintah daerah di dalam implementasinya terhadap kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah.

 

BAB II Tinjauan Pustaka

 

  • Pengertian Sistem Akuntansi Keuangan Dearah

Akuntansi merupakan sebuah sistem, sementara untuk pengertian sistem adalah kesatuan yang di dalamnya terdiri atas subsistem. Sistem juga bisa diartikan sebagai kesatuan yang di dalamnya terdiri dari bagian-bagian kecil yang kesemuanya saling berhubungan satu dengan yang lainnya serta memiliki tujuan tertentu. Tahapan yang dilakukan di dalam siklus akuntansi dimulai dari jurnal, pembuatan transaksi, membuat laporan keuangan, jurnal penutupan, dan juga neraca setelah dilakukannya penutupan.

 

  • Faktor Keperlakukan Organisasi

Pada dasarnya organisasi berdasarkan implementasi sistem dibagi menjadi tiga aspek, yakni dukungan atasan, kejelasan tujuan, dan juga penelitian. Dan faktor tersebut berdasarkan Chenhall, 2004 didefinisikan sebagai keterlibatan manajemen di dalam mengatur untuk kemajuan proyek dan juga menyediakan sumber daya yang memang diperlukan.

Sementara kejelaasan tujuan didefinisikan sebagai kejelasan yang ada pada sasaran serta tujuan dari digunakannya Sistem Akuntansi Keuangan Daerah yang ada pada semua level organisasi. Sementara untuk pelatihan merupakan sebuah usaha yang digunakan untuk mengarahkan serta pelatihan untuk membantu dalam meningkatkan pemahaman yang berkaitan dengan sistem.

 

10. Contoh Proposal Penelitian Pertanian

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK BOKASI DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN CABAI

BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura penting yang dibudidayakan secara komersial, hal ini disebabkan selain cabai memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap juga memiliki nilai ekonomis tinggi yang banyak digunakan baik untuk konsumsi rumah tangga maupun untuk keperluan industri makanan. sehingga volume peredarannya di pasaran sangat besar. Secara umum cabai memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin, diantaranya Kalori, Protein, Lemak, Kabohidrat, Kalsium, Vitamin A, B1 dan Vitamin C (Rukmana, 1995).

Menurut Badan Pusat Statistik (2012) produksi cabai merah di Provinsi Riau pada tahun 2011 adalah 15.909 ton dengan luas areal panen 3.488 hektar dan produktivitas rata-rata 4,56 ton/hektar. Produktivitas cabai di Riau ini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi yang ada di Indonesia pada umumnya seperti Sumatera Barat yang mencapai 65.108 ton dengan luas areal panen 8.196 hektar dengan produktivitas rata-rata 7,94 ton/hektar, sedangkan Sumatera Utara 245.773 ton dengan luas areal panen 22.129 hektar dan produktivitas rata-rata 11,11 ton/hektar.

Rendahnya produktivitas cabai di Riau salah satunya disebabkan petani cabai yang belum menggunakan benih cabai varietas unggul, padahal dengan penggunaan varietas unggul tanaman cabai produksinya bisa mencapai 15-20 ton/ha (Suseno, 2002). Varietas cabai SSP IPB yang digunakan dalam penelitian ini merupakan salah satu varietas cabai yang dikeluarkan oleh Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB yang memiliki rasa pedas (kandungan kapsaicin 967 ppm) dengan panjang buah 12-15 cm, bobot per buah 8-10 gram, produktivitas 700-800 gram/tanaman dan umur panen 72-78 hari setelah tanam, dimana untuk umur panen varietas ini lebih cepat dibandingkan dengan varietas cabai pada umumnya.

Selain itu, rendahnya produktivitas cabai di Riau juga disebabkan penggunaan pupuk anorganik ( Urea, TSP, KCL ) secara terus menerus yang tidak di imbangi dengan pupuk organik, sehingga dapat merusak tanah (Suseno, 2002). Pupuk anorganik sangat sedikit ataupun hampir tidak mengandung unsur hara mikro, oleh sebab itu perlu di imbangi dengan penggunaan pupuk organik atau kompos yang banyak mengandung hara mikro terutama kompos yang berasal dari daun-daunan seperti kompos leguminosa maupun Bokashi (Pracaya, 2001)

Permasalahan yang terjadi pada pertanian di lahan gambut adalah ketersediaan unsur hara yang relatif rendah dan kemasaman tanah tinggi sehingga berpengaruh bagi pertumbuhan tanaman. Alternatif yang digunakan dalam meningkatkan pertumbuhan cabai hibrida adalah dengan menggunakan bokashi jerami padi sebagai pupuk organik yang berperan sebagai sumber unsur hara.

Berdasarkan dari penjelasan dan uraian di atas, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh pemberian pupuk bokasi dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan cabai. Pada media gambut”.

 

1.2  Rumusan Masalah

  1. Apakah pemberian bokashi berpengaruh terhadap tingginya tanaman cabai pada media gambut?
  2. Apakah pemberian bokashi berpengaruh terhadap berat kering tanaman cabai pada media gambut?
  3. Berapakah dosis bokashi yang terbaik terhadap tinggi tanaman cabai pada media gambut?
  4. Berapakah dosis bokashi yang terbaik terhadap berat kering tanaman cabai pada media gambut?

 

1.3  Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui pengaruh bokashi terhadap tinggi tanaman cabai pada media gambut.
  2. Mengetahui pengaruh pemberian bokashi terhadap berat kering tanaman cabai pada media gambut.
  3. Mengetahui dosis bokashi terbaik terhadap tinggi tanaman cabai pada media gambut?
  4. Mengetahui dosis bokashi terbaik terhadap berat kering tanaman cabai pada media gambut.

 

1.4  Manfaat Penelitian

Penelitian ini dilakukan agar kedepannya kita baik itu sebagai mahasiswa dan kaum terpelajar ataupun masyarakat luas untuk mengetahui tentang dosis pemberian pupuk bokashi yang tepat untuk pertumbuhan pada tanaman cabai.

 

I.5 Hipotesis

Pemberian Bokashi dengan dosis 750 gr/tanaman merupakan pemberian dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman  cabai (Capsicum Annuum L).

 

BAB II

METODE PENELITIAN

 

2.1 Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di lahan percobaan milik Fakultas Pertanian dan Peternakan Uin Sultan Syarif Kasim Riau, Kampus Raja Ali Haji, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Pekanbaru. untuk penanamannya, lalu untuk Analisis Berat Kering akan dilakukan di Lab Agronomi Uin Sultan Syarif Kasim Riau.

 

2.2 Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan awal november 2015 – Akhir Februari 2020.

 

2.3 Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan antara lain adalah bokashi jerami padi, tanah Gambut masak, bibit cabai VarietasTM-999, polybag berukuran 30 cm x 20 cm, pestisida nabati, pupuk kandang dan pupuk Dolomit.

Alat yang digunakan adalah cangkul, garu, parang, timbangan, timbangan digital, timbangan analitik, ayakan, ember plastik, gembor, seedbed, meteran dan alat tulis.

 

2.4 Metode Penelitian

  • Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAK menggunakan Lima perlakuan termasuk kontrol, masing-masing perlakuannya diulang sebanyak 4 kali pengulangan sehingga terdapat 20 Unit percobaan. Tiap satuaan percobaan terdiri atas I polybag, dan tiap polybag berisi 1 tanaman. Kemudian dilakukan uji lanjut BNT taraf 5%.
  • Variabel bebas adalah bokashi. Sedangkan variabel terikat adalah pertumbuhan vegetatif tanaman (tinggi tanaman, berat kering).
  • Varietas cabai yang akan digunakan didalam penelitian ini adalah varietas TM-999.
  • Percobaan dilakukan dengan menggunakan bahan organuik berupa bokashi. Dengan takaran bokashi yang digunakan adalah 0 gr ( kontrol ), 250 gr, 500 gr, 750 gr, 1000 gr. Dalam takaran 5 Kg tanah gambut dalam polybag.

 

Itulah penjelasan lengkap tentang pengertian proposal penelitian berserta dengan contohnya. Semoga artike diatas dapat dijadikan sebagai referensi untuk menyusun proposal kalian. Buat dengan sebaik mungkin agar rancangan penelitian yang kalian ajukan bisa segera disetujui. Bagi yang punya kritik, saran atau pertanyaan bisa berkomentar di bawah.


Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...
DarkLight