√ 50 Contoh Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis dan Ciri Lengkap

50 Contoh Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis dan Cirinya

50 Contoh Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis dan Cirinya
By : Mochamad Alif Prayogo 13 min read

Saat belajar di sekolah tentu kalian pernah menjumpai materi tentang kalimat majemuk. Kalimat majemuk  ini memang salah satu materi pelajaran yang dipelajari di sekolah. Materi yang satu ini tergolong cukup sulit karena ada banyak sekali jenis jenis kalimat majemuk yang juga harus kalian ketahui. Oleh karena itu tidak heran apabila kalian mengalami kesulitan dan bingung pada saat belajar materi ini.

Namun kalian tidak boleh membiarkan kebingungan ini terus berlanjut dan menyebabkan kalian malas untuk belajar materi pelajaran ini. Jika kalian membiarkannya saja maka kalian tetap tidak akan bisa menguasai materi ini. Perlu kalian ketahui bahwa materi kalimat majemuk ini sangatlah penting, terlebih lagi bagi kalian yang ingin menjadi penulis.

Kalian harus menguasai bentuk-bentuk kalimat yang baik dan bentuk, termasuk salah satunya adalah kalimat majemuk ini. Oleh karena itulah, pada kesempatan kali ini mastekno akan membantu kalian memahami materi kalimat majemuk ini. Berikut ini akan mastekno jelaskan penjelasan tentang kalimat majemuk, mulai dari pengertian, jenis-jenis, ciri-ciri, dan contoh kalimat majemuk lengkap. Langsung saja berikut ini adalah pembahasannya, silahkan ikuti artikel ini sampai akhir.

 

Pengertian Kalimat Majemuk

contoh kalimat majemuk beserta pengertian jenis dan ciri 1

Yang dimaksud dengan kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih, jadi bisa dua klausa, tiga klausa, dan seterusnya. Klausa ini terdiri atas induk kalimat dan juga anak kalimat. Umumnya klausa adalah perpaduan antara satu subjek dan satu predikat, namun bisa juga ditambah dengan objek, keterangan, maupun pelengkap lainnya. Kalimat majemuk artinya kalimat yang terdiri atas lebih dari satu subjek, predikat, objek, keterangan, dan pelengkap lain.

Antara klausa dalam satu kalimat biasanya dihubungkan oleh konjungsi atau kata penghubung. Namun kalian juga bisa menemukan kalimat majemuk tanpa adanya penghubung, karena konjungsi atau kata hubung biasanya tidak bisa kamu temukan dalam kalimat majemuk yang sifatnya perluasan. Supaya lebih mudah dalam mengetahui mana yang kalimat majemuk dan mana yang bukan, berikut ini akan mastekno jelaskan ciri yang dimiliki oleh kalimat majemuk.

 

 

Ciri-Ciri Kalimat Majemuk

contoh kalimat majemuk beserta pengertian jenis dan ciri 2

Kalimat majemuk ini berbeda dengan jenis kalimat yang lainnya. jadi untuk mempermudah kalian dalam mengenali kalimat ini kalian perlu tahu ciri-ciri apa saja yang dimiliki oleh kalimat majemuk. Nah, berikut ini adalah beberapa ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh kalimat majemuk yang perlu kalian ketahui.

  • Terdapat penggabungan atau perluasan kata pada bagian kalimat inti.
  • Dari penggabungan atau perluasan kalimat ini bisa didapatkan pola kalimat yang baru.
  • Seperti definisi dari kalimat ini, kalimat majemuk mempunyai lebih dari satu subjek dan predikat.

Nah itulah beberapa ciri atau karakteristik dari kalimat majemuk yang bisa membantu kalian membedakan perbedaan kalimat majemuk dengan kalimat yang bukan majemuk. Jika kalian kebetulan menemukan kalimat yang di dalamnya terdapat 3 ciri-ciri di atas maka itu merupakan kalimat majemuk.

 

 

Jenis dan Contoh Kalimat Majemuk

contoh kalimat majemuk beserta pengertian jenis dan ciri 3

Setelah kalian mengetahui apa saja ciri-ciri  yang dimiliki sebuah kalimat majemuk, selanjutnya kalian juga harus tahu bahwa kalimat majemuk ini ada beberapa jenis. Setiap jenis kalimat majemuk yang ada mempunyai kata hubung yang berbeda dengan kalimat majemuk jenis yang lainnya. oleh karena itulah hanya dengan melihat kata hubung kalian bisa menentukan jenis kalimat majemuk tersebut. Berikut ini adalah jenis-jenis kalimat majemuk beserta penjelasannya yang perlu kalian ketahui.

 

Kalimat Majemuk Setara

contoh kalimat majemuk beserta pengertian jenis dan ciri 4

Jenis kalimat majemuk yang satu ini adalah kalimat majemuk yang terdiri atas klausa sederajat. Umumnya kalimat majemuk setara tidak mempunyai anak kalimat, jika dipisahkan dari satu dengan yang lain maka kalimat ini bisa berdiri sendiri menjadi sebuah kalimat, atau bisa dikatakan juga klausa ini bersifat koordinatif. Berikut in adalah ciri-ciri kalimat majemuk setara yang mungkin bisa membantu kalian dalam menentukan jenis kalimat majemuk dalam sebuah kalimat

 

Ciri-ciri kalimat majemuk setara:

  • Klausa yang satu dengan klausa lainnya mempunyai kedudukan yang sederajat atau sama.
  • Klausa satu dengan klausa lainnya bisa berdiri sendiri menjadi sebuah kalimat tersendiri atau memiliki hubungan koordinatif.
  • Kalimat majemuk setara umumnya menggunakan konjungsi seperti sebelum, dan, lalu, setelah, bahkan, ketika, sedangkan, atau kemudian.

Tiga poin di atas merupakan ciri-ciri yang adad alam kalimat majemuk setara dalam sebuah kalimat. Dengan mengetahui ciri-ciri kalimat majemuk setara tersebut kedepannya kalian akan menjadi lebih mudah dalam menentukan kalimat majemuk setara. Namun, kalimat majemuk setara ini juga bisa dibagi menjadi tiga, yaitu:

 

Kalimat majemuk setara berlawanan

Yaitu kalimat majemuk setara yang menyatakan suatu keadaan atau kondisi yang berbeda atau berlawanan. Berikut adalah contohnya:

  • Ari mempunyai hobi membaca, sedangkan Doni mempunyai hobi melukis.
  • Rudi ingin cepat-cepat masuk sekolah, tetapi dia masih sakit.
  • Sari ingin jalan-jalan bersama teman-temannya, tetapi Sari harus mengerjakan tugas matematikanya terlebih dahulu.
  • Budi ingin pergi berwisata, tetapi dia harus belajar untuk ujian yang dilaksanakan minggu depan.
  • Riri sedang belajar untuk persiapan Ujian Sekolah minggu depan, sedangkan adiknya sedang bermain di luar bersama teman.
  • Nufus adalah anak yang pintar, tetapi dia sering tidak teliti saat mengerjakan soal.

 

Kalimat majemuk setara sejalan

Yaitu kalimat majemuk yang terdiri atas dua atau lebih klausa yang mempunyai kedudukan atau sifat yang sama. Berikut adalah contohnya:

  • Bena adalah anak pertama sedangkan Doni adalah anak yang terakhir.
  • Septa belajar sampai larut malam kemudian dia segera tidur di kamar setelah mengantuk.
  • Rani adalah anak yang sangat rajin, bahkan Rani selalu memeroleh nilai yang bagus di kelas.
  • Nina sedang membantu ibunya ketika Rudi datang mengajaknya bermain.
  • Beni menanam bunga, kemudian Beni menyirami bunga tersebut dengan air.
  • Andi mengajak Dodi pergi ke taman kota setelah Dodi pulang dari Jakarta.
  • Iko berangkat kerja sebelum ibunya pergi ke pasar.
  • Koko adalah murid di SMK 1 Bawang dan Alif adalah murid di SMK 2 Bawang.

 

Kalimat majemuk setara sebab akibat

Yaitu kalimat majemuk setara yang terdiri atas beberapa kalimat yang pada bagian lainnya menjelaskan sebab akibatnya. Berikut ini adalah contoh kalimat majemuk setara sebab akibat:

  • Alif sangat rajin belajar, sehingga di bisa mengerjakan setiap soal yang ada.
  • Angin bertiup dengan sangat kencing, akibatnya banyak pohon yang tumbang.
  • Hujan lebat terjadi tadi malam, akibatnya jalanan menjadi penuh genangan air.
  • Rudi segera tidur setelah belajar, sehingga dia besok bisa bangun pagi dan tidak terlambat sekolah.
  • Doni sangat rajin berlatih sepak bola, sehingga sekarang dia bisa menjuarai banyak kejuaraan bulu tangkis.

 

 

Kalimat Majemuk Bertingkat

contoh kalimat majemuk beserta pengertian jenis dan ciri 5

Jenis kalimat majemuk yang selanjutnya adalah kalimat majemuk bertingkat. Jika sebelumnya dalam kalimat majemuk setara, antara satu klausa dengan klausa lainnya, dalam kalimat majemuk bertingkat ini adalah antara klausa satu dengan klausa lain yang mempunyai kedudukan tidak setara.

Kedudukan dari klausa ini mempunyai tingkatan, hal ini merupakan hasil dari perluasan salah satu klausa terhadap klausa lainnya. Supaya lebih paham, kalian juga harus tahu ciri-ciri yang dimiliki oleh kalimat majemuk bertingkat. Berikut ini adalah ciri-ciri kalimat majemuk bertingkat.

 

Ciri-ciri kalimat majemuk bertingkat:

  • Antar klausa kalimat tidak mempunyai kedudukan atau posisi yang sama atau setara.
  • Terdapat beberapa kalimat yang tidak bisa berdiri sendiri jika antar klausa yang satu dengan klausa lainnya dipisahkan.
  • Kalimat majemuk bertingkat biasanya menggunakan konjungsi atau kata hubung, seperti sebab, jika, sehingga, bahwa, ketika, bagaikan, dan walaupun.

Itulah beberapa ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh kalimat majemuk bertingkat. Sama seperti pada kalimat majemuk setara, pada kalimat majemuk ini juga bisa dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut ini adalah beberapa jenis kalimat majemuk bertingkat dan contohnya.

 

Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan waktu

Yang pertama adalah kalimat majemuk bertingkat yang berhubungan dengan waktu. Pada kalimat majemuk yang satu ini, kata hubung yang sering digunakan adalah ketika. Karena pada kata hubung ini merupakan kata hubung yang ada kaitannya dengan waktu. Berikut ini adalah contoh kalimat majemuk bertingkat yang berhubungan dengan waktu:

  • Ayah masih tidur, ketika matahari sudah terbit.
  • Kakak sedang belajar, ketika ibu pulang belanja.
  • Kak Dodi pulang kerja, ketika matahari mulai tenggelam.
  • Lala sedang belajar, ketika langit mulai mendung.

 

Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan sangkalan

Yaitu kalimat majemuk yang berisi sangkalan terhadap sebuah kondisi atau keadaan tertentu. Kata hubung yang biasa digunakan dalam kalimat majemuk bertingkat jenis ini adalah padahal, lainnya, dan sedangkan. Berikut adalah contohnya:

  • Rara tetap berangkat ke sekolah, padahal dia masih sakit.
  • Lala mendapat pujian dari gurunya, sedangkan teman sekelasnya tidak.
  • Sule terus belajar sedangkan hari sudah sangat larut.
  • Kasan tetap membantu orang tuanya bekerja, padahal dia masih lelah setelah pulang sekolah.

 

Kalimat Majemuk bertingkat berhubungan dengan syarat

Dalam kalimat majemuk bertingkat jenis ini, anak kalimat akan menjelaskan induk kalimat berupa suatu syarat tertentu terkait dengan induk kalimat. Kata hubung yang umumnya digunakan dalam kalimat majemuk bertingkat jenis ini adalah jika, apabila, andaikan, seandainya, dan asalkan. Berikut ini adalah contoh kalimat tersebut:

  • Tyo akan menjadi pemain bulu tangkis profesional seandainya dia rajin berlatih bulu tangkis.
  • Saya akan main sepak bola apabila saya ke lapangan.
  • Rudi akan pergi ke perpustakaan jika dia ingin membaca buku.
  • Adik akan ikut pergi berlibur seandainya dia tidak sakit.

 

Kalimat Majemuk bertingkat berhubungan dengan penyebab

jenis kalimat majemuk bertingkat yang selanjutnya adalah yang berhubungan dengan penyebab. Kalimat majemuk bertingkat ini digunakan untuk menjelaskan suatu keadaan atau kondisi tertentu dari kalimat inti. Kata hubung yang umumnya digunakan dalam kalimat ini adalah sebab, oleh karena, dan karena. Berikut ini adalah contoh kalimat tersebut:

  • Anya menjadi juara Indonesia Idol tahun 2018, karena dia mempunyai suara yang bagus dan merdu.
  • Dani belajar dengan rajin, karena besok dia akan ulangan PPKn.
  • Rudi tidak ingin pergi berlibur, sebab besok nenek akan datang ke rumah.

 

Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan sebab akibat

Yaitu sebuah kalimat majemuk bertingkat yang menjelaskan tentang suatu kejadian dari kalimat inti. Umumnya anak kalimat dalam kalimat majemuk jenis ini digunakan sebagai penjelas terkait akibat dari kalimat pada induk kalimat. Kata hubung yang biasa digunakan dalam kalimat majemuk jenis ini adalah maka, sampai-sampai, dan sehingga. Berikut ini adalah contoh kalimat majemuknya:

  • Sasa merasa bersalah karena mengerjai Iin, sehingga dia meminta maaf kepada Iin.
  • Dimas sedang menunggu angkot, maka dia duduk di tempat angkot biasa berhenti.
  • Rudi sangat rajin belajar, sehingga dia pantas mendapat juara kelas.

 

Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan tujuan

Jenis kalimat majemuk bertingkat yang selanjutnya adalah yang berhubungan dengan tujuann. Kalimat majemuk ini biasa digunakan untuk menjelaskan sebuah tujuan atau maksud tertentu. Kata hubung yang biasa dipakai dalam kalimat majemuk ini adalah supaya, agar, dan biar. Berikut ini adalah contoh kalimatnya:

  • Rara sengaja bangun lebih pagi supaya bisa ikut kegiatan carfreeday di alun-alun kota.
  • Malika minum obat agar besok bisa masuk sekolah.
  • Lala langsung beristirahat setelah latihan selesai agar besok badannya bisa kembali pulih.

 

Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan perbandingan

Kalimat majemuk yang selanjutnya adalah kalimat majemuk yang berhubungan dengan perbandingan. Pada kalimat majemuk ini digunakan untuk menyatakan hubungan perbandingan atar klausa satu dengan klausa penjelas atau induk kalimat dengan anak kalimatnya. Konjungsi atau kata hubung yang biasa digunakan dalam kalimat majemuk jenis ini adalah bagaikan, seperti, lebih baik, laksana, sebagaimana, dan ibarat. Berikut ini adalah contoh kalimatnya:

  • Hujan malam ini sangat lebat, tidak seperti hujan yang terjadi malam kemarin.
  • Lala tidak ingin pergi menonton film di bioskop seperti teman-teman sekelasnya yang lain.
  • Winda duduk di depan rumah sendirian seperti tidak punya teman bermain.
  • Daripada menunggu Doni terlalu lama lebih baik saya pulang saja.

 

Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan cara

Yang terakhir adalah kalimat majemuk yang berhubungan dengan cara. Kalimat majemuk ini biasanya menunjukkan cara dari sesuatu, cara ini menjelaskan kalimat inti yang ada di dalam kalimat majemuk tersebut. Konjungsi yang biasanya digunakan dalam kalimat majemuk jenis ini adalah dengan. Berikut ini adalah contoh kalimatnya:

  • Maman pergi mendaki gunung dengan teman-teman kerjanya.
  • Lina pergi ke sekolah dengan menggunakan sepeda.
  • Yusup memperoleh wawasan yang banyak dengan membaca buku di perpustakaan.
  • Wawan mendapat peringkat 1 di kelas dengan belajar rajin tiap hari.

 

 

Kalimat Majemuk Campuran

contoh kalimat majemuk beserta pengertian jenis dan ciri 6

Jenis kalimat majemuk selanjutnya adalah kalimat majemuk campuran. Yaitu kalimat majemuk yang merupakan gabungan gabungan dari kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Setidaknya ada tiga kalimat majemuk tunggal dalam sebuah kalimat majemuk campuran. Supaya kalian lebih mudah dalam menentukan dan mengenali kalimat majemuk campuran ini, berikut adalah beberapa ciri-ciri kalimat majemuk campuran yang perlu kalian ketahui.

 

Ciri-ciri kalimat majemuk campuran:

  • Antar klausa satu dengan klausa lainnya mempunyai hubungan setara dan bertingkat sekaligus.
  • Mempunyai dua atau lebih kata hubung yang menjadi penghubung antara klausa satu dengan klausa lainnya.
  • Minimal terdapat 3 atau lebih klausa, yaitu satu induk kalimat dan klausa lain adalah anak kalimat dalam sebuah kalimat majemuk campuran.

Itulah beberapa ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh kalimat majemuk campuran yang tentunya bisa membantu dan mempermudah kalian dalam menentukan apakah kalimat tersebut adalah kalimat majemuk campuran atau bukan. Supaya kalian lebih memahaminya lagi, berikut ini akan mastekno berikan beberapa contoh kalimat majemuk campuran.

 

Contoh kalimat majemuk campuran:

Alif sedang belajar pelajaran Bahasa Indonesia ketika Dimas datang berkunjung karena dia ingin meminjam buku catatan matematika Alif.

Uraian:

  • Alif sedang belajar pelajaran Bahasa Indonesia.
  • Ina datang berkunjung.
  • Ina ingin meminjam buku catatan matematika Alif.

Dodi bermain bulu tangkis bersama dengan Rido ketika panas matahari sangat menyengat, sehingga sore harinya mereka berdua kelelahan.

Uraian:

  • Dodi bermain bulu tangkis bersama Rido.
  • Panas matahari sangat menyengat.
  • Sore harinya mereka berdua kelelahan.

 

 

Kalimat Majemuk Rapatan

contoh kalimat majemuk beserta pengertian jenis dan ciri

Yaitu sebuah kalimat majemuk yang berasal dari kalimat majemuk setara, namun terdapat rapatan pada setiap bagiannya, hal ini karena klausa dalam kalimat majemuk ini mempunyai kedudukan atau posisi yang sama dalam satu kalimat. Perapatan ini tujuannya untuk menghilangkan kalimat-kalimat yang serupa pada sebuah kalimat.

Umumnya perapatan ini dilakukan pada bagian subjek dan predikat. Supaya kalian lebih paham tentang kalimat majemuk rapatan ini, berikut mastekno jelaskan ciri-ciri yang dimiliki oleh kalimat majemuk rapatan.

 

Ciri-ciri kalimat majemuk rapatan:

  • kalimat majemuk rapatan bisa berdiri sendiri jika dipisahkan antara satu dengan lainnya.
  • klausa antar kalimat majemuk ini biasanya dipisahkan oleh tanda koma dan konjungsi atau kata penghubung.

Itulah dua ciri atau karakteristik yang dimiliki kalimat majemuk rapatan, supaya kalian jadi lebih paham berikut ini mastekno berikan beberapa contoh kalimat majemuk rapatan.

 

Contoh kalimat majemuk rapatan:

  • Doni bermain bersama sahabatnya setelah dia menyelesaikan semua PR sekolah.
  • Fian bermain sepak bola di lapangan setelah dia pulang dari sekolah.
  • Desti belajar dengan sangat rajin, karena ujian semester akan dilaksanakan senin depan.

 

Nah itulah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kalian tentang kalimat majemuk. Supaya kalian lebih paham kami juga sudah menambahkan pengertian kalimat majemuk itu sendiri beserta jenis-jenis kalimat majemuk, dan ciri-ciri kalimat majemuk. Terlebih lagi di bagian jenis-jenis kami sudah menjelaskan dengan lengkap beserta contoh-contoh kalimat majemuknya.

Demikianlah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kalian tentang contoh kalimat majemuk. Semoga informasi tentang kalimat majemuk di atas bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan kalian tentang kalimat majemuk. Jika ada kesalahan kata dan informasi dalam artikel di atas mohon dimaafkan. Silahkan komen jika masih bingung dan ada yang ingin ditanyakan. Terima kasih.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

50 Contoh Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis dan Cirinya

50 Contoh Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis dan Cirinya
By : Mochamad Alif Prayogo 13 min read

Saat belajar di sekolah tentu kalian pernah menjumpai materi tentang kalimat majemuk. Kalimat majemuk  ini memang salah satu materi pelajaran yang dipelajari di sekolah. Materi yang satu ini tergolong cukup sulit karena ada banyak sekali jenis jenis kalimat majemuk yang juga harus kalian ketahui. Oleh karena itu tidak heran apabila kalian mengalami kesulitan dan bingung pada saat belajar materi ini.

Namun kalian tidak boleh membiarkan kebingungan ini terus berlanjut dan menyebabkan kalian malas untuk belajar materi pelajaran ini. Jika kalian membiarkannya saja maka kalian tetap tidak akan bisa menguasai materi ini. Perlu kalian ketahui bahwa materi kalimat majemuk ini sangatlah penting, terlebih lagi bagi kalian yang ingin menjadi penulis.

Kalian harus menguasai bentuk-bentuk kalimat yang baik dan bentuk, termasuk salah satunya adalah kalimat majemuk ini. Oleh karena itulah, pada kesempatan kali ini mastekno akan membantu kalian memahami materi kalimat majemuk ini. Berikut ini akan mastekno jelaskan penjelasan tentang kalimat majemuk, mulai dari pengertian, jenis-jenis, ciri-ciri, dan contoh kalimat majemuk lengkap. Langsung saja berikut ini adalah pembahasannya, silahkan ikuti artikel ini sampai akhir.

 

Pengertian Kalimat Majemuk

contoh kalimat majemuk beserta pengertian jenis dan ciri 1

Yang dimaksud dengan kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih, jadi bisa dua klausa, tiga klausa, dan seterusnya. Klausa ini terdiri atas induk kalimat dan juga anak kalimat. Umumnya klausa adalah perpaduan antara satu subjek dan satu predikat, namun bisa juga ditambah dengan objek, keterangan, maupun pelengkap lainnya. Kalimat majemuk artinya kalimat yang terdiri atas lebih dari satu subjek, predikat, objek, keterangan, dan pelengkap lain.

Antara klausa dalam satu kalimat biasanya dihubungkan oleh konjungsi atau kata penghubung. Namun kalian juga bisa menemukan kalimat majemuk tanpa adanya penghubung, karena konjungsi atau kata hubung biasanya tidak bisa kamu temukan dalam kalimat majemuk yang sifatnya perluasan. Supaya lebih mudah dalam mengetahui mana yang kalimat majemuk dan mana yang bukan, berikut ini akan mastekno jelaskan ciri yang dimiliki oleh kalimat majemuk.

 

 

Ciri-Ciri Kalimat Majemuk

contoh kalimat majemuk beserta pengertian jenis dan ciri 2

Kalimat majemuk ini berbeda dengan jenis kalimat yang lainnya. jadi untuk mempermudah kalian dalam mengenali kalimat ini kalian perlu tahu ciri-ciri apa saja yang dimiliki oleh kalimat majemuk. Nah, berikut ini adalah beberapa ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh kalimat majemuk yang perlu kalian ketahui.

  • Terdapat penggabungan atau perluasan kata pada bagian kalimat inti.
  • Dari penggabungan atau perluasan kalimat ini bisa didapatkan pola kalimat yang baru.
  • Seperti definisi dari kalimat ini, kalimat majemuk mempunyai lebih dari satu subjek dan predikat.

Nah itulah beberapa ciri atau karakteristik dari kalimat majemuk yang bisa membantu kalian membedakan perbedaan kalimat majemuk dengan kalimat yang bukan majemuk. Jika kalian kebetulan menemukan kalimat yang di dalamnya terdapat 3 ciri-ciri di atas maka itu merupakan kalimat majemuk.

 

 

Jenis dan Contoh Kalimat Majemuk

contoh kalimat majemuk beserta pengertian jenis dan ciri 3

Setelah kalian mengetahui apa saja ciri-ciri  yang dimiliki sebuah kalimat majemuk, selanjutnya kalian juga harus tahu bahwa kalimat majemuk ini ada beberapa jenis. Setiap jenis kalimat majemuk yang ada mempunyai kata hubung yang berbeda dengan kalimat majemuk jenis yang lainnya. oleh karena itulah hanya dengan melihat kata hubung kalian bisa menentukan jenis kalimat majemuk tersebut. Berikut ini adalah jenis-jenis kalimat majemuk beserta penjelasannya yang perlu kalian ketahui.

 

Kalimat Majemuk Setara

contoh kalimat majemuk beserta pengertian jenis dan ciri 4

Jenis kalimat majemuk yang satu ini adalah kalimat majemuk yang terdiri atas klausa sederajat. Umumnya kalimat majemuk setara tidak mempunyai anak kalimat, jika dipisahkan dari satu dengan yang lain maka kalimat ini bisa berdiri sendiri menjadi sebuah kalimat, atau bisa dikatakan juga klausa ini bersifat koordinatif. Berikut in adalah ciri-ciri kalimat majemuk setara yang mungkin bisa membantu kalian dalam menentukan jenis kalimat majemuk dalam sebuah kalimat

 

Ciri-ciri kalimat majemuk setara:

  • Klausa yang satu dengan klausa lainnya mempunyai kedudukan yang sederajat atau sama.
  • Klausa satu dengan klausa lainnya bisa berdiri sendiri menjadi sebuah kalimat tersendiri atau memiliki hubungan koordinatif.
  • Kalimat majemuk setara umumnya menggunakan konjungsi seperti sebelum, dan, lalu, setelah, bahkan, ketika, sedangkan, atau kemudian.

Tiga poin di atas merupakan ciri-ciri yang adad alam kalimat majemuk setara dalam sebuah kalimat. Dengan mengetahui ciri-ciri kalimat majemuk setara tersebut kedepannya kalian akan menjadi lebih mudah dalam menentukan kalimat majemuk setara. Namun, kalimat majemuk setara ini juga bisa dibagi menjadi tiga, yaitu:

 

Kalimat majemuk setara berlawanan

Yaitu kalimat majemuk setara yang menyatakan suatu keadaan atau kondisi yang berbeda atau berlawanan. Berikut adalah contohnya:

  • Ari mempunyai hobi membaca, sedangkan Doni mempunyai hobi melukis.
  • Rudi ingin cepat-cepat masuk sekolah, tetapi dia masih sakit.
  • Sari ingin jalan-jalan bersama teman-temannya, tetapi Sari harus mengerjakan tugas matematikanya terlebih dahulu.
  • Budi ingin pergi berwisata, tetapi dia harus belajar untuk ujian yang dilaksanakan minggu depan.
  • Riri sedang belajar untuk persiapan Ujian Sekolah minggu depan, sedangkan adiknya sedang bermain di luar bersama teman.
  • Nufus adalah anak yang pintar, tetapi dia sering tidak teliti saat mengerjakan soal.

 

Kalimat majemuk setara sejalan

Yaitu kalimat majemuk yang terdiri atas dua atau lebih klausa yang mempunyai kedudukan atau sifat yang sama. Berikut adalah contohnya:

  • Bena adalah anak pertama sedangkan Doni adalah anak yang terakhir.
  • Septa belajar sampai larut malam kemudian dia segera tidur di kamar setelah mengantuk.
  • Rani adalah anak yang sangat rajin, bahkan Rani selalu memeroleh nilai yang bagus di kelas.
  • Nina sedang membantu ibunya ketika Rudi datang mengajaknya bermain.
  • Beni menanam bunga, kemudian Beni menyirami bunga tersebut dengan air.
  • Andi mengajak Dodi pergi ke taman kota setelah Dodi pulang dari Jakarta.
  • Iko berangkat kerja sebelum ibunya pergi ke pasar.
  • Koko adalah murid di SMK 1 Bawang dan Alif adalah murid di SMK 2 Bawang.

 

Kalimat majemuk setara sebab akibat

Yaitu kalimat majemuk setara yang terdiri atas beberapa kalimat yang pada bagian lainnya menjelaskan sebab akibatnya. Berikut ini adalah contoh kalimat majemuk setara sebab akibat:

  • Alif sangat rajin belajar, sehingga di bisa mengerjakan setiap soal yang ada.
  • Angin bertiup dengan sangat kencing, akibatnya banyak pohon yang tumbang.
  • Hujan lebat terjadi tadi malam, akibatnya jalanan menjadi penuh genangan air.
  • Rudi segera tidur setelah belajar, sehingga dia besok bisa bangun pagi dan tidak terlambat sekolah.
  • Doni sangat rajin berlatih sepak bola, sehingga sekarang dia bisa menjuarai banyak kejuaraan bulu tangkis.

 

 

Kalimat Majemuk Bertingkat

contoh kalimat majemuk beserta pengertian jenis dan ciri 5

Jenis kalimat majemuk yang selanjutnya adalah kalimat majemuk bertingkat. Jika sebelumnya dalam kalimat majemuk setara, antara satu klausa dengan klausa lainnya, dalam kalimat majemuk bertingkat ini adalah antara klausa satu dengan klausa lain yang mempunyai kedudukan tidak setara.

Kedudukan dari klausa ini mempunyai tingkatan, hal ini merupakan hasil dari perluasan salah satu klausa terhadap klausa lainnya. Supaya lebih paham, kalian juga harus tahu ciri-ciri yang dimiliki oleh kalimat majemuk bertingkat. Berikut ini adalah ciri-ciri kalimat majemuk bertingkat.

 

Ciri-ciri kalimat majemuk bertingkat:

  • Antar klausa kalimat tidak mempunyai kedudukan atau posisi yang sama atau setara.
  • Terdapat beberapa kalimat yang tidak bisa berdiri sendiri jika antar klausa yang satu dengan klausa lainnya dipisahkan.
  • Kalimat majemuk bertingkat biasanya menggunakan konjungsi atau kata hubung, seperti sebab, jika, sehingga, bahwa, ketika, bagaikan, dan walaupun.

Itulah beberapa ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh kalimat majemuk bertingkat. Sama seperti pada kalimat majemuk setara, pada kalimat majemuk ini juga bisa dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut ini adalah beberapa jenis kalimat majemuk bertingkat dan contohnya.

 

Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan waktu

Yang pertama adalah kalimat majemuk bertingkat yang berhubungan dengan waktu. Pada kalimat majemuk yang satu ini, kata hubung yang sering digunakan adalah ketika. Karena pada kata hubung ini merupakan kata hubung yang ada kaitannya dengan waktu. Berikut ini adalah contoh kalimat majemuk bertingkat yang berhubungan dengan waktu:

  • Ayah masih tidur, ketika matahari sudah terbit.
  • Kakak sedang belajar, ketika ibu pulang belanja.
  • Kak Dodi pulang kerja, ketika matahari mulai tenggelam.
  • Lala sedang belajar, ketika langit mulai mendung.

 

Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan sangkalan

Yaitu kalimat majemuk yang berisi sangkalan terhadap sebuah kondisi atau keadaan tertentu. Kata hubung yang biasa digunakan dalam kalimat majemuk bertingkat jenis ini adalah padahal, lainnya, dan sedangkan. Berikut adalah contohnya:

  • Rara tetap berangkat ke sekolah, padahal dia masih sakit.
  • Lala mendapat pujian dari gurunya, sedangkan teman sekelasnya tidak.
  • Sule terus belajar sedangkan hari sudah sangat larut.
  • Kasan tetap membantu orang tuanya bekerja, padahal dia masih lelah setelah pulang sekolah.

 

Kalimat Majemuk bertingkat berhubungan dengan syarat

Dalam kalimat majemuk bertingkat jenis ini, anak kalimat akan menjelaskan induk kalimat berupa suatu syarat tertentu terkait dengan induk kalimat. Kata hubung yang umumnya digunakan dalam kalimat majemuk bertingkat jenis ini adalah jika, apabila, andaikan, seandainya, dan asalkan. Berikut ini adalah contoh kalimat tersebut:

  • Tyo akan menjadi pemain bulu tangkis profesional seandainya dia rajin berlatih bulu tangkis.
  • Saya akan main sepak bola apabila saya ke lapangan.
  • Rudi akan pergi ke perpustakaan jika dia ingin membaca buku.
  • Adik akan ikut pergi berlibur seandainya dia tidak sakit.

 

Kalimat Majemuk bertingkat berhubungan dengan penyebab

jenis kalimat majemuk bertingkat yang selanjutnya adalah yang berhubungan dengan penyebab. Kalimat majemuk bertingkat ini digunakan untuk menjelaskan suatu keadaan atau kondisi tertentu dari kalimat inti. Kata hubung yang umumnya digunakan dalam kalimat ini adalah sebab, oleh karena, dan karena. Berikut ini adalah contoh kalimat tersebut:

  • Anya menjadi juara Indonesia Idol tahun 2018, karena dia mempunyai suara yang bagus dan merdu.
  • Dani belajar dengan rajin, karena besok dia akan ulangan PPKn.
  • Rudi tidak ingin pergi berlibur, sebab besok nenek akan datang ke rumah.

 

Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan sebab akibat

Yaitu sebuah kalimat majemuk bertingkat yang menjelaskan tentang suatu kejadian dari kalimat inti. Umumnya anak kalimat dalam kalimat majemuk jenis ini digunakan sebagai penjelas terkait akibat dari kalimat pada induk kalimat. Kata hubung yang biasa digunakan dalam kalimat majemuk jenis ini adalah maka, sampai-sampai, dan sehingga. Berikut ini adalah contoh kalimat majemuknya:

  • Sasa merasa bersalah karena mengerjai Iin, sehingga dia meminta maaf kepada Iin.
  • Dimas sedang menunggu angkot, maka dia duduk di tempat angkot biasa berhenti.
  • Rudi sangat rajin belajar, sehingga dia pantas mendapat juara kelas.

 

Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan tujuan

Jenis kalimat majemuk bertingkat yang selanjutnya adalah yang berhubungan dengan tujuann. Kalimat majemuk ini biasa digunakan untuk menjelaskan sebuah tujuan atau maksud tertentu. Kata hubung yang biasa dipakai dalam kalimat majemuk ini adalah supaya, agar, dan biar. Berikut ini adalah contoh kalimatnya:

  • Rara sengaja bangun lebih pagi supaya bisa ikut kegiatan carfreeday di alun-alun kota.
  • Malika minum obat agar besok bisa masuk sekolah.
  • Lala langsung beristirahat setelah latihan selesai agar besok badannya bisa kembali pulih.

 

Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan perbandingan

Kalimat majemuk yang selanjutnya adalah kalimat majemuk yang berhubungan dengan perbandingan. Pada kalimat majemuk ini digunakan untuk menyatakan hubungan perbandingan atar klausa satu dengan klausa penjelas atau induk kalimat dengan anak kalimatnya. Konjungsi atau kata hubung yang biasa digunakan dalam kalimat majemuk jenis ini adalah bagaikan, seperti, lebih baik, laksana, sebagaimana, dan ibarat. Berikut ini adalah contoh kalimatnya:

  • Hujan malam ini sangat lebat, tidak seperti hujan yang terjadi malam kemarin.
  • Lala tidak ingin pergi menonton film di bioskop seperti teman-teman sekelasnya yang lain.
  • Winda duduk di depan rumah sendirian seperti tidak punya teman bermain.
  • Daripada menunggu Doni terlalu lama lebih baik saya pulang saja.

 

Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan cara

Yang terakhir adalah kalimat majemuk yang berhubungan dengan cara. Kalimat majemuk ini biasanya menunjukkan cara dari sesuatu, cara ini menjelaskan kalimat inti yang ada di dalam kalimat majemuk tersebut. Konjungsi yang biasanya digunakan dalam kalimat majemuk jenis ini adalah dengan. Berikut ini adalah contoh kalimatnya:

  • Maman pergi mendaki gunung dengan teman-teman kerjanya.
  • Lina pergi ke sekolah dengan menggunakan sepeda.
  • Yusup memperoleh wawasan yang banyak dengan membaca buku di perpustakaan.
  • Wawan mendapat peringkat 1 di kelas dengan belajar rajin tiap hari.

 

 

Kalimat Majemuk Campuran

contoh kalimat majemuk beserta pengertian jenis dan ciri 6

Jenis kalimat majemuk selanjutnya adalah kalimat majemuk campuran. Yaitu kalimat majemuk yang merupakan gabungan gabungan dari kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Setidaknya ada tiga kalimat majemuk tunggal dalam sebuah kalimat majemuk campuran. Supaya kalian lebih mudah dalam menentukan dan mengenali kalimat majemuk campuran ini, berikut adalah beberapa ciri-ciri kalimat majemuk campuran yang perlu kalian ketahui.

 

Ciri-ciri kalimat majemuk campuran:

  • Antar klausa satu dengan klausa lainnya mempunyai hubungan setara dan bertingkat sekaligus.
  • Mempunyai dua atau lebih kata hubung yang menjadi penghubung antara klausa satu dengan klausa lainnya.
  • Minimal terdapat 3 atau lebih klausa, yaitu satu induk kalimat dan klausa lain adalah anak kalimat dalam sebuah kalimat majemuk campuran.

Itulah beberapa ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh kalimat majemuk campuran yang tentunya bisa membantu dan mempermudah kalian dalam menentukan apakah kalimat tersebut adalah kalimat majemuk campuran atau bukan. Supaya kalian lebih memahaminya lagi, berikut ini akan mastekno berikan beberapa contoh kalimat majemuk campuran.

 

Contoh kalimat majemuk campuran:

Alif sedang belajar pelajaran Bahasa Indonesia ketika Dimas datang berkunjung karena dia ingin meminjam buku catatan matematika Alif.

Uraian:

  • Alif sedang belajar pelajaran Bahasa Indonesia.
  • Ina datang berkunjung.
  • Ina ingin meminjam buku catatan matematika Alif.

Dodi bermain bulu tangkis bersama dengan Rido ketika panas matahari sangat menyengat, sehingga sore harinya mereka berdua kelelahan.

Uraian:

  • Dodi bermain bulu tangkis bersama Rido.
  • Panas matahari sangat menyengat.
  • Sore harinya mereka berdua kelelahan.

 

 

Kalimat Majemuk Rapatan

contoh kalimat majemuk beserta pengertian jenis dan ciri

Yaitu sebuah kalimat majemuk yang berasal dari kalimat majemuk setara, namun terdapat rapatan pada setiap bagiannya, hal ini karena klausa dalam kalimat majemuk ini mempunyai kedudukan atau posisi yang sama dalam satu kalimat. Perapatan ini tujuannya untuk menghilangkan kalimat-kalimat yang serupa pada sebuah kalimat.

Umumnya perapatan ini dilakukan pada bagian subjek dan predikat. Supaya kalian lebih paham tentang kalimat majemuk rapatan ini, berikut mastekno jelaskan ciri-ciri yang dimiliki oleh kalimat majemuk rapatan.

 

Ciri-ciri kalimat majemuk rapatan:

  • kalimat majemuk rapatan bisa berdiri sendiri jika dipisahkan antara satu dengan lainnya.
  • klausa antar kalimat majemuk ini biasanya dipisahkan oleh tanda koma dan konjungsi atau kata penghubung.

Itulah dua ciri atau karakteristik yang dimiliki kalimat majemuk rapatan, supaya kalian jadi lebih paham berikut ini mastekno berikan beberapa contoh kalimat majemuk rapatan.

 

Contoh kalimat majemuk rapatan:

  • Doni bermain bersama sahabatnya setelah dia menyelesaikan semua PR sekolah.
  • Fian bermain sepak bola di lapangan setelah dia pulang dari sekolah.
  • Desti belajar dengan sangat rajin, karena ujian semester akan dilaksanakan senin depan.

 

Nah itulah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kalian tentang kalimat majemuk. Supaya kalian lebih paham kami juga sudah menambahkan pengertian kalimat majemuk itu sendiri beserta jenis-jenis kalimat majemuk, dan ciri-ciri kalimat majemuk. Terlebih lagi di bagian jenis-jenis kami sudah menjelaskan dengan lengkap beserta contoh-contoh kalimat majemuknya.

Demikianlah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kalian tentang contoh kalimat majemuk. Semoga informasi tentang kalimat majemuk di atas bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan kalian tentang kalimat majemuk. Jika ada kesalahan kata dan informasi dalam artikel di atas mohon dimaafkan. Silahkan komen jika masih bingung dan ada yang ingin ditanyakan. Terima kasih.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *