Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~

100+ Contoh Jurnal Umum: Akuntansi, Perusahaan Dagang, Jasa

29 min read

pengertian dan contoh jurnal umum

Bagi kalian yang sekolah mengambil jurusan akuntansi tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya jurnal umum. Jurnal umum ini adalah sebuah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi bisnis pada perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur.

Untuk membuat sebuah jurnal umum kalian harus memiliki skill dasar yang harus benar-benar dimiliki oleh mereka yang bekerja untuk menyiapkan laporan keuangan. Jika kalian salah salah dalam membuat jurnal umum, maka laporan keuangan yang dibuat bisa jadi tidak akurat.

Oleh karena itulah jurnal umum ini sangat penting dalam proses pembuatan laporan keuangan sebuah perusahaan. Nah, pada kesempatan kali ini mastekno akan membahas tentang topik yang satu ini mulai dari konsep dasarnya sampai dengan contoh penerapannya lengkap.

Langsung saja berikut ini adalah pengertian jurnal umum, prosedur, cara pencatatan jurnal umum, dan contoh jurnal umum lengkap.

 

Jurnal Umum

pengertian jurnal umum

Berikut adalah pengertian jurnal umum atau general journal dan prosedur, cara pencatatan jurnal umum beserta alurnya lengkap.

 

Pengertian Jurnal Umum

Pengertian jurnal umum menurut para ahli adalah jurnal yang dipakai untuk mencatat transaksi yang tidak bisa dicatat dalam:

  • Jurnal pembelian,
  • Jurnal pendapatan,
  • Jurnal pembayaran, dan
  • Jurnal penerimaan kas.

Transaksi-transaksi yang dicatat dalam jurnal umum biasanya bersifat internal. Misalnya seperti ayat jurnal penyesuaian dan juga jurnal penutup.

Sistem pencatatan jurnal umum akan terus berkembang seiring berkembangnya jenis dan jumlah transaksi yang melibatkan pihak banyak seperti pelanggan, pegawai, pemasok, negara dan investor.

Perlu kalian pahami bahwa sistem pencatatan jurnal umum ini digunakan mulai dari perusahaan kecil sampai dengan perusahaan besar selalu memakai prinsip-prinsip akuntansi, contohnya prinsip debit kredit dan persamaan dasar akuntansi.

Sebelum kita lanjut ke pembahasan yang selanjutnya, alangkah lebih baik jika kalian melihat video singkat berikut ini yang menjelaskan tentang apa itu jurnal umum. Berikut adalah video singkatnya:

Baca Juga : Pengertian Teks Debat

 

Prosedur dan Cara Pencatatan Jurnal Umum

Bagaimanakah prosedur serta cara pencatatan transaksi jurnal umum yang baik dan benar? Ada tiga langkah atau tiga tahap dalam mencatat transaksi bisnis ke dalam jurnal umum, berikut adalah tahapannya.

Tahap 1

Pertama-tama lakukan analisis terhadap transaksi yang akan dibuat, kemudian tentukan akun apa yang terpengaruh dengan transaksi tersebut. Apakah utang, aset, modal, biaya, atau mungkin pendapatan.

Tahap 2

Kemudian setelah itu lakukan analisis terhadap akun yang terpengaruh oleh transaksi tersebut. Pengaruhi tersebut akan menaikkan atau menaikkan nilai dari akun.

Tahap 3

Tahap yang ketiga adalah melakukan analisis terhadap penurunan dan kenaikan nilai akun-akun tersebut. Pada sisi manakah kenaikan dan penurunan itu harus dicatat.

Itulah 3 tahap dalam mencatat jurnal umum, akan terlihat sangat mudah jika kalian memang sudah memahami langkah-langkah tersebut. Namun bagi kalian yang baru saja mulai atau mau mencatat jurnal umum pertama kali akan terasa sedikit sulit.

Jika disingkat 3 langkah di atas bisa diringkas menjadi gambar seperti berikut ini yang mudah di pahami:

cara membuat jurnal umum

Untuk mempermudah kalian dalam memahami cara mencatat jurnal umum yang baik dan benar, berikut ini akan kami berikan beberapa contoh jurnal umum lengkap.

 

1. Contoh Jurnal Umum #1: Jurnal Penyesuaian

Berikut ini adalah contoh-contoh jenis transaksi bisnis beserta cara pencatatannya di jurnal umum.

Transaksi utang biaya

Misalnya, perusahaan A pada tanggal 31 Januari 2018, masih belum membayar gaji sebagian karyawan tidak tetap karena sesuatu hal sebesar Rp 2.500.000.

Perusahaan A baru bisa memberikan semua gaji karyawan pada tanggal 5 Februari 2018.

Atas transaksi bisnis tersebut, maka perusahaan A membuat jurnal umum transaksi sebagai berikut:

Tanggal 31 Januari 2018:

Jurnal penyesuaian utang gaji karyawan

[Debit] Beban gaji  Rp 2.500.000

[Kredit] Utang gaji  Rp 2.500.000

Tanggal 5 Febrruari 2018:

Contoh pencatatan jurnal umum transaksi utang gaji:

[Debit] Utang  gaji  Rp 2.500.000

[Kredit] Kas  Rp 2.500.000

 

Transaksi pembayaran asuransi

Misalnya, tanggal 10 Maret 2018 perusahaan A membayar asuransi kebakaran sebesar Rp 18.000.000 untuk periode satu tahun.

Atas transaksi tersebut, perusahaan A melakukan pencatatan jurnal transaksi pengeluaran uang sebagai berikut:

[Debit] Asuransi Dibayar Di Muka   Rp 18.000.000

[Kredit] Kas  Rp 18.000.000

Tanggal 31 Maret 2018, perusahaan melakukan proses penyesuaian terhadap transaksi asuransi dibayar di muka dengan menggunakan ayat jurnal penyesuaian.

Dan berikut ini cara mencatat jurnal transaksi tersebut:

Penjelasan prosedur pencatatan jurnal penyesuaian:

Pada jurnal penyesuaian, perusahaan mencatat nilai asuransi dibayar di muka dan beban asuransi sebesar Rp 1.500.000, dengan perhitungan sebagai berikut:

= Rp 18.000.000 : 12 = Rp 1.500.000

Jadi, beban asuransi yang dicatat di bulan Maret Rp 1.500.000.

 

Transaksi Persediaan barang Dagangan

Misalnya, perusahaan A memiliki saldo akun persediaan barang dagang pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp 5.500.000.

Hasil stock opname pada tanggal 31 Desember 2018 menunjukkan jumlah sebesar Rp 5.250.000. Ada selisih antara saldo akun dengan hasil stock opname sebanyak:

= Rp 5.500.000 – Rp 5.250.000 = Rp 250.000

Dalam keadaan seperti ini, akun persediaan barang dagangan akan dikurangi sebanyak Rp 250.000 agar sesuai dengan jumlah persediaan yang sesungguhnya.

Maka dibuat jurnal umum penyesuaian transaksi persediaan barang sebagai berikut:

[Debit] Selisih persediaan  Rp 250.000

[Kredit] Persediaan barang Rp 250.000

 

Transaksi Pendapatan Sewa Diterima di Muka

Misalnya, pada tanggal 1 November 2018 perusahaan A menerima uang sewa  sebesar Rp 120.000.000 untuk jangka waktu setahun, dimulai sejak 1 November 2018 hingga 31 Oktober 2019.

Untuk mencatat transaksi tersebut, perusahaan A membuat jurnal transaksi penerimaan uang sebagai berikut:

Tanggal 1 November 2018:

Contoh jurnal pencatatan transaksi penerimaan uang

[Debit] Kas  Rp 120.000.000

[Kredit] Sewa Diterima Di Muka Rp 120.000.000

Tanggal 31 November 2018:

Contoh jurnal umum penyesuaian transaksi sewa diterima di muka

[Debit] Sewa Diterima Di Muka  Rp 10.000.000

[Kredit] Pendapatan Sewa Rp 10.000.000

Penjelasan:

Cara membuat jurnal transaksi pendapatan diterima di muka hampir sama dengan transaksi biaya dibayar di muka, yakni merupakan kebalikannya.

Pada contoh jurnal umum penyesuaian di atas, total penerimaan uang sewa adalah Rp 120.000.000, ini berarti penerimaan tiap bulannya sebesar Rp 120.000.000 : 12 = Rp 10.000.000.

Sehingga tiap akhir bulan dibuat jurnal penyesuaian untuk akun Sewa dibayar di muka dan pendapatan sewa.

 

Transaksi Kerugian Pendapatan

Misalnya, perusahaan A pada akhir tahun 2018 diperkirakan memiliki piutang yang tidak dapat ditagih senilai Rp 75.000.000.

Jumlah ini akan diakui dengan penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2018 sebagai berikut:

[Debit] Kerugian Piutang Rp 75.000.000

[Kredit] Cadangan Kerugian Piutang Rp 75.000.000

Demikian 6 contoh jurnal umum dari proses penyesuaian.

 

Transaksi penyusutan aktiva tetap berwujud dan Amortisasi aset tetap tak berwujud

A. Penyusutan aktiva tetap: gedung

Misalnya, PT MK Network memiliki gedung untuk kantor yang harga perolehannya sebesar Rp 1M.

Gedung tersebut diperkirakan umur ekonomisnya 20 tahun dan nilai residu sebesar Rp 50.000.000.

Biaya penyusutan yang akan dibebankan setiap tahun adalah:

= (Rp 1.000.000.000 – Rp 50.000.000)/20 tahun

= Rp 47.500.000

Jurnal umum penyesuaian untuk membebankan biaya penyusutan ini adalah sebagai berikut:

[Debit)] Penyusutan Gudang Rp 47.500.000

[Kredit] Akumulasi penyusutan gedung Rp 47.500.000

 

B. Amortisasi aktiva tak berwujud: hak paten

Misalnya, PT Manajemen Keuangan Network memiliki hak paten untuk membuat Accounting Tools.

Harga perolehan paten tersebut adalah Rp 10.000.000, dan akan susut selama 5 tahun.

Amotisasi paten tiap tahun adalah:

= Rp 10.000.000 / 5 tahun = Rp 2.000.000

Jurnal umum penyesuaian untuk mencatat amortisasi paten setiap tahun adalah sebagai berikut:

[Debit] Amortisasi paten Rp 2.000.000

[Kredit] Paten Rp 2.000.000

 

2. Contoh Jurnal Umum #2: Jurnal Penutup

Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat di akhir periode akuntansi.

Pada akhir periode akuntansi, perusahaan A mempersiapkan akun-akun agar siap digunakan kembali pada periode berikutnya.

Pada contoh ini, saya akan menyajikan jurnal penutup yang memindahkan saldo akun pendapatan ke ikhtisar laba rugi.

Perhatikan contoh ayat jurnal penutup berikut ini:

contoh jurnal umum bagian penutup

Setelah ayat jurnal penutup diposting (dipindahkan) maka saldo pendapatan menjadi 0 (nol).

 

 

Contoh Jurnal Umum

contoh jurnal umum

Di atas sebelumnya sudah mastekno berikan beberapa contoh jurnal umum, dan kali ini akan kami sajikan contoh jurnal umum lebih banyak dan lebih lengkap dengan berbagai transaksi bisnis dalam satu periode akuntansi.

Akan ada 3 jenis perusahaan yang kami berikan contoh jurnal umumnya, yaitu perusahaan jasa, dagang, manufaktur. Langsung saja berikut ini adalah kumpulan contoh jurnal umum perusahaan dagang, jasa, dan manufaktur.

 

1. Contoh Jurnal Umum Perusahaan Dagang

contoh jurnal umum perusahaan dagang

Contoh jurnal umum yang pertama mastekno akan berikan adalah jurnal umum untuk perusahaan dagang. Kami akan menyajikan contoh transaksi bisnis pada perusahaan dagang berserta cara pencatatannya ke jurnal umum sesuai ketentuan.

Akan ada kurang lebih 37 contoh jurnal umum dari dua jenis perusahaan dagang, yaitu bisnis toko baju distro dan bisnis rumahan toko serba ada atau Toserba. Langsung saja berikut adalah penjelasannya.

 

Bisnis Rumahan Toko Baju Distro

A. Contoh Transaksi Perusahaan Dagang Toko Baju Distro

Berikut ini adalah contoh jurnal umum dari transaksi perusahaan dagang yang pertama berupa bisnis rumahan toko baju atau toko baju distro untuk para anak remaja. Langsung saja berikut adalah transaksi-transaksi bisnis yang dilakukan oleh toko baju distro “Kids Jaman Now” selama bulan Maret tahun 2019.

Tanggal 3:

Membeli barang secara kredit dari Toko Ifa, harga sesuai daftar Rp 30.000.000 diskon dagang 40% dengan syarat FOB tujuan, 2/10, n/30

Tanggal 4:

Menjual barang secara tunai sebesar Rp 12.800.000. Harga pokok penjualan sebesar Rp 7.600.000

Tanggal 5:

Membeli barang secara kredit dari Toko Mode Keren sebesar Rp 18.750.000 dengan syarat FOB titik pengiriman, 2/10, n/30. Ongkos kirim dibaya dimuka sebesar Rp 715.000 ditambahkan pada faktur.

Tanggal 6:

Mengembalikan barang yang dibeli tanggal 3 Maret dari Toko Ifa sebesar Rp 3.500.000

Tanggal 11:

Menjual barang secara kredit kepada Amira, harga sesuai daftar Rp 6.000.000, diskon dagang 20% dengan syarat FOB tujuan, 1/10, n/30. Harga pokok penjualan Rp 3.200.000

Tanggal 14:

Membayar utang ke Toko Ifa atas pembelian tanggal 3 Maret dikurangi retur tanggal 6 Maret dan diskon

Tanggal 14:

Menjual barang secara tunai kepada pelanggan Rp 5.000.000. Harga pokok penjualan Rp 4.000.000

Tanggal 21:

Menerima kas dari Amira atas penjualan tanggal 11 Maret, dikurangi diskon

Tanggal 24:

Menjual barang secara kredit kepada Bening Online Shop senilai Rp 8.000.000, 1/10, n/30. Harga pokok penjualan adalah Rp 4.500.000

Tanggal 28:

Membayar biaya administrasi bank Rp 1.500.000

Tanggal 30:

Menerima barang yang diretur oleh Bening Online Shop sebesar Rp 1.000.000. Harga pokok penjualan barang yang diretur adalah Rp 900.000

 

B. Prosedur dan Proses Pencatatan Jurnal Umum Transaksi Perusahaan Dagang (Toko Baju)

Dari contoh transaksi-transaksi bisnis yang dilakukan Toko Baju Custom “Kids Jaman Now”, kemudian perusahaan melakukan pencatatan dengan membuat kolom jurnal umum sebagai berikut:

Transaksi tanggal 3:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembelian barang dagang secara kredit:

jurnal umum kaos distro

Analisis:

Pembelian barang dagang secara kredit menambah persediaan dan utang usaha. Bertambahnya nilai persediaan dicatat ke jurnal pada sisi debit, sedangkan utang usaha dicatat di sisi kredit.

Transaksi tanggal 4:

Contoh pencatatan jurnal transaksi penjualan barang dagang secara tunai:

jurnal umum kaos distro 2

Analisis:

Penjualan barang dagang secara tunai akan menambah kas dan penjualan. Kenaikan nilai kas dicatat ke jurnal pada sisi debit, sedangkan kenaikan penjualan dicatat di sisi kredit.

Transaksi tanggal 4:

Contoh pencatatan jurnal umum transaksi persediaan dan harga pokok penjualan (HPP):

jurnal umum kaos distro 3

Analisis:

Pencatatan jurnal umum ini timbul sebagai akibat dari transaksi penjualan secara tunai, jika perusahaan menerapkan sistem pencatatan persediaan secara perpetual.

Transaksi penjualan secara tunai mengurangi nilai persediaan dan menambah nilai harga pokok penjualan (HPP). Penurunan nilai persediaan dicatat ke jurnal pada sisi kredit, sedangkan penambahan nilai HPP dicatat di sisi debit.

Transaksi tanggal 5:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembelian barang dagang secara kredit:

jurnal umum kaos distro 4

Analisis:

Pembelian barang dagang secara kredit menambah nilai persediaan dan utang usaha.

Penambahan nilai persediaan dicatat ke jurnal pada sisi debit, sedangkan penambahan utang usaha dicatat di sisi kredit.

Nilai sebesar Rp 19.465.000 diperoleh dengan melakukan perhitungan sebagai berikut:

= Nilai pembelian+ongkos kirim

= 18.750.000+715.000

= 19.465.000

Transaksi tanggal 6:

Contoh pencatatan jurnal transaksi retur pembelian barang dagang:

jurnal umum kaos distro 5

Analisis:

Retur pembelian barang dagang menurunkan nilai utang usaha dan persediaan barang dagang. Penurunan utang usaha dicatat ke jurnal pada sisi debit, sedangkan penurunan nilai persediaan dicatat di sisi kredit.

Transaksi tanggal 11:

Contoh pencatatan jurnal transaksi penjualan secara kredit:

jurnal umum kaos distro 6

Analisis:

Penjualan secara kredit menambah piutang usaha dan penjualan. Penambahan nilai piutang usaha dicatat ke jurnal pada sisi debit, dan kenaikan penjualan dicatat di sisi kredit.

Transaksi tanggal 11:

Contoh pencatatan jurnal transaksi persediaan dan harga pokok penjualan (HPP):

jurnal umum kaos distro 7

Analisis:

Pencatatan jurnal HPP dan persediaan ini timbul karena transaksi penjualan. Transaksi penjualan mengurangi persediaan barang dagang dan menambah nilai harga jual penjualan.

Penurunan nilai persediaan dicatat ke jurnal pada sisi kredit, dan penambahan nilai harga pokok penjualan (HPP) dicatat di sisi debit.

Transaksi tanggal 14:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembayaran utang usaha/utang dagang dikurangi retur:

jurnal umum kaos distro 8

Analisis:

Transaksi pembayaran utang usaha/utang dagang otomatis mengurangi nilai kas dan utang usaha. Pengurangan utang usaha dicatat ke jurnal pada sisi debit, dan penurunan nilai kas dicatat di sisi kredit.

Nilai sebesar itu diperoleh dengan perhitungan sebagai berikut:

= Nilai pembelian – Retur pembelian

= Rp 30.000.000 – Rp 3.500.000

= Rp 26.500.000

Transaksi tanggal 14:

Contoh pencatatan jurnal transaksi penjualan secara tunai:

jurnal umum kaos distro 9

Analisis:

Penjualan secara tunai menambah kas dan penjualan. Penambahan kas dicatat ke kolom jurnal pada sisi debit, sedangkan kenaikan penjualan dicatat di sisi kredit.

Transaksi tanggal 14:

Contoh pencatatan jurnal umum transaksi penjualan dan harga pokok penjualan:

jurnal umum kaos distro 10

Analisis:

Transaksi penjualan mengurangi persediaan barang dagang dan menambah nilai harga pokok penjualan.

Penambahan nilai harga pokok penjualan (HPP) dicatat ke jurnal pada sisi debit, sedangkan penurunan nilai persediaan dicatat di sisi kredit.

Transaksi tanggal 21:

Contoh pencatatan jurnal transaksi penerimaan kas atas pembayaran piutang usaha:

jurnal umum kaos distro 11

Analisis:

Transaksi penerimaan kas dari pembayaran piutang usaha meningkatkan nilai kas dan mengurangi nilai piutang usaha.

Penambahan kas dicatat ke jurnal pada sisi debit, dan penurunan nilai piutang usaha dicatat di sisi kredit.

Nilai sebesar itu diperoleh dari perhitunga sebagai berikut:

= Nilai penjualan – diskon penjualan

= Rp 6.000.000 – ( Rp 6.000.000 X 20%)

= Rp 6.000.000 – Rp 1.200.000

= Rp 4.800.000

Transaksi tanggal 24:

Contoh pencatatan jurnal transaksi penjualan secara kredit:

jurnal umum kaos distro 12

Analisis:

Penjualan secara kredit meningkatkan piutang usaha dan penjualan. Penambahan nilai piutang usaha dicatat ke jurnal pada kolom debit, sedangkan penambahan nilai penjualan dicatat di kolom kredit.

Transaksi tanggal 24:

Contoh pencatatan jurnal umum transaksi persediaan dan harga pokok penjualan:

jurnal umum kaos distro 13

Analisis:

Pencatatan jurnal umum persediaan dan harga pokok penjualan (HPP) adalah akibat adanya transaksi penjualan. Transaksi penjualan akan mempengaruhi nilai persediaan, yakni turun, dan menambah nilai HPP.

Penurunan nilai persediaan dicatat ke jurnal pada kolom kredit, sedangkan penambahan nilai HPP dicatat di kolom debit.

Transaksi tanggal 28:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembayaran biaya administrasi bank:

jurnal umum kaos distro 14

Analisis:

Pembayaran biaya administrasi bank mengurangi nilai kas dan menambah beban administrasi bank.

Penambahan beban administrasi dicatat ke jurnal pada kolom debit, sedangkan penurunan nilai kas dicatat pada kolom kredit.

Transaksi tanggal 30:

Contoh pencatatan jurnal transaksi retur penjualan:

jurnal umum kaos distro 15

Analisis:

Retur penjualan akan mengurangi piutang dagang dan menambah retur dan potongan penjualan.

Penambahan nilai retur dan potongan penjualan dicatat ke jurnal pada kolom debit, sedangkan penurunan nilai piutang usaha dicatat di kolom kredit.

Transaksi tanggal 30:

Contoh pencatatan jurnal transaksi persediaan dan HPP:

jurnal umum kaos distro 16

Analisis:

Pencatatan jurnal ini akibat dari transaksi retur penjualan.

Retur penjualan akan menambah nilai persediaan dan mengurangi nilai HPP. Penambahan nilai persediaan barang dagang dicatat ke jurnal pada kolom debit.

Sedangkan penurunan nilai harga pokok penjualan dicatat di kolom kredit.

 

Bisnis Rumahan Toko Serba Ada (Toserba)

A. Contoh Transaksi Perusahaan Dagang Toserba

Pak Ari memulai usaha rumahan dengan membuka Toserba Arimart.

Toserba Arimart menggunakan sistem perpetual dalam mencatat persediaan.

Selama bulan Oktober 2018 Toserba Arimart melakukan transaksi-transaksi berikut:

Tanggal 3:

Membeli barang secara kredit dari PT Joyopedia senilai Rp 4.000.000 dengan syarat FOB titik pengiriman, 2/10, n/30 dan ongkos kirim yang dibayar lebih dulu sebesar Rp 120.000 ditambahkan dalam faktur.

Tanggal  5:

Membeli barang secara kredit dari PT Akbar Jaya Distributor senilai Rp 8.500.000 dengan syarat FOB tujuan, 1/10, n/30

Tanggal 6:

Menjual barang secara kredit kepada Pak Tomo dengan harga faktur Rp 4.000.000, diskon penjualan 30% dengan syarat 2/10, n/30. Harga pokok penjualan adalah Rp 1. 125.000

Tanggal 8:

Membeli ATK secara tunai sebesar Rp 150.000

Tanggal 10:

Retur pembelian ke PT Akbar Jaya pada tanggal 5 Oktober 2018 sebesar Rp 1.300.000

Tanggal 13:

Membayar pada PT Joyopedia atas pembelian secara kredit pada tanggal 3 Oktober 2018, setelah dikurangi diskon.

Tanggal 14:

Membeli barang  secara tunai senilai Rp 10.500.000

Tanggal 15:

Membayar ke PT Akbar Jaya atas pembelian secara kredit pada tanggal 5 Oktober dikurangi retur tanggal 10 Oktober dan diskon.

Tanggal 16:

Menerima tunai atas penjualan secara kredit kepada Pak Tomo pada tanggal 6 Oktober, dikurangi diskon.

Tanggal 19:

Menjual barang melalui dengan pembayaran dengan kartu kredit senilai Rp 2.450.000. Harga pokok penjualan adalah Rp 980.000

Tanggal 22:

Menjual barang secara kredit kepada Pak Jono senilai Rp 3.480.000 dengan syarat 2/10, n/30. Harga pokok penjualan adalah Rp 1.400.000

Tanggal 24:

Menjual barang secara tunai senilai Rp 4.350.000 harga pokok penjualan  sebesar Rp 1.750.000

Tanggal 25:

Menerima barang yang diretur oleh Pak Jono dari penjualan tanggal 22 Oktober sebesar Rp 1.480.000 harga pokok penjualan Rp 600.000

Tanggal 31:

Membayar biaya jasa pemrosesan sebesar Rp 140.000 atas penjualan dengan menggunakan kartu kredit.

Tanggal 31:

Kehilangan persediaan sebesar Rp 3.750.000

Dari transaksi-transaksi Toserba Arimart di atas, selanjutnya perusahaan melakukan analisis dan mencatatnya ke dalam kolom jurnal umum perusahaan dagang.

 

B. Prosedur dan proses Pencatatan Jurnal Umum Perusahaan Dagang – Toserba

Dan setelah melakukan 3 tahap cara mencatat transaksi ke jurnal umum, maka hasil pencatatan transaksi  Toserba Arimart, hasilnya adalah seperti berikut ini:

Transaksi tanggal 3:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembelian barang dagang secara kredit:

jurnal umum perusahaan dagang

Analisis:

Pembelian barang dagang secara kredit, menyebabkan kenaikan persediaan barang dagang dan utang dagang. Kenaikan nilai persediaan dicatat ke jurnal pada sisi DEBIT, sedangkan kenaikan utang Ddgang dicatat di sisi KREDIT.

Transaksi tanggal 5:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembelian:

jurnal umum perusahaan dagang 2

Analisis:

Transaksi tanggal 5 Oktober 2018 ini sama dengan transaksi tanggal 3 Oktober 2018, sehingga cara pencatatan jurnal transaksi tersebut sama dengan tanggal 3 Oktober 2018.

Transaksi tanggal 6:

Contoh pencatatan jurnal transaksi penjualan barang dagang secara kredit:

jurnal umum perusahaan dagang 3

Analisis:

Transaksi penjualan barang secara kredit meningkatkan piutang dagang dan tentunya juga penjualan. Kenaikan piutang dagang dicatat di sisi debit, sedangkan kenaikan penjulan dicatat di sisi kredit.

Sedangkan cara memperoleh nilai piutang dagang dan penjualan adalah sebagai berikut:

= (4.000.000 – (30% X 4.000.000)

= 2.800.000

Transaksi tanggal 6:

Contoh pencatatan jurnal umum transaksi persediaan barang dagang dan HPP:

jurnal umum perusahaan dagang 4

Analisis:

Pencatatan jurnal umum ini timbul karena adanya transaksi penjualan, yang menaikkan nilai HPP dan menurunkan nilai persediaan.

Kenaikan HPP (harga pokok penjualan) dicatat di sisi Debit, sedangkan Persesediaan dicatat di sisi Kredit.

Transaksi tanggal 8:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembelian bahan habis pakai secara tunai:

jurnal umum perusahaan dagang 5

Analisis:

Transaksi pembelian bahan habis pakai secara tunai akan meningkatkan nilai bahan habis pakai dan menurunkan kas. Peningkatan nilai bahan habis pakai dicatat di sisi debit, sedangkan penurunan kas dicatat di sisi kredit.

Transaksi tanggal 10:

Contoh pencatatan jurnal transaksi retur pembelian:

jurnal umum perusahaan dagang 6

Analisis:

Retur pembelian menurunkan nilai utang dagang dan persediaan barang dagang. Penurunan Utang Dagang dicatat di sisi Debit, dan Persediaan Barang Dagang di sisi Kredit.

Transaksi tanggal 13:

Contoh pencatatan jurnal pembayaran utang dagang:

jurnal umum perusahaan dagang 7

Analisis:

Pembayaran utang dagang mengurangi utang dagang dan kas. Penurunan utang dagan dicatat di sisi debit dan penurunan kas dicatat di sisi kredit.

Sedangkan nilai kas yang dikeluarkan untuk membayar utang dagang dihitung sebagai berikut:

= (4.000.000 – (2% X 4.000.000)+120.000

= 4.040.000

Transaksi tanggal 14:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembelian barang secara tunai:

jurnal umum perusahaan dagang 8

Analisis:

Pembelian barang secara tunai meningkatkan nilai persediaan barang dan menurunkan kas. Kenaikan pesediaan dicatat di sisi debit, sedangkan penurunan nilai kas dicatat di sisi kredit.

Transaksi tanggal 15:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembayaran utang dagang:

jurnal umum perusahaan dagang 9

Analisisi:

Pembayaran utang dagang menurunkan nilai utang dagang dan nilai kas. Penurunan nilai utang dagang dicatat ke  jurnal di sisi debit. Dan penurunan kas dicatat di sisi kredit.

Sedangkan jumlah kas yang dibayarkan dan nilai diskon dihitung sebagai berikut:

=(8.500.000 – 1.300.000) X 1% = 72.000

=8.500.000 – 1.300.000 – 72.000 = 7.128.000

Transaksi tanggal 16:

Contoh pencatatan jurnal transaksi penerimaan pembayan piutang dagang dari pelanggan:

jurnal umum perusahaan dagang 10

Analisis:

Pembayaran piutang dari pelanggan atas penjualan kredit akan menaikkan nilai kas dan menurunkan nilai piutang dagang.

Kenaikan nilai kas dicatat ke jurnal di sisi debit, sedangkan penurunan nilai kas dicatat di sisi kredit.

Transaksi tanggal 19:

Contoh pencatatan jurnal transaksi penjualan dengan kartu kredit:

jurnal umum perusahaan dagang 11

Analisis:

Penjualan dengan pembayaran lewat kredit mengakibatkan kenaikan nilai kas dan penjualan. Kenaikan nilai kas dicatat ke jurnal di sisi debit, sedangkan kenaikan nilai penjualan dicatat di sisi kredit.

Transaksi tanggal 19:

Contoh pencatatan jurnal umum transaksi persediaan dan HPP:

jurnal umum perusahaan dagang 12

Analisis:

Transaksi penjualan mengakibatkan harga pokok penjualan (HPP) bertambah, dan nilai persediaan barang dagang berkurang.

Bertambahnya nilai HPP dicatat ke jurnal pada sisi debit, sedangkan berkurangnya nilai persediaan barang dagang dicatat pada sisi kredit.

Transaksi tanggal 22:

Contoh pencatatan jurnal transaksi penjualan barang dagang secara kredit:

jurnal umum perusahaan dagang 13

Analisis:

Penjualan barang dagang secara kredit mengakibatkan kenaikan piutang dagang dan penjualan. Kenaikan nilai piutang dagang dicatat ke jurnal pada sisi debit, sedangkan kenaikan penjualan dicatat di sisi kredit.

Transaksi tanggal 22:

Contoh pencatatan jurnal transaksi persediaan dan harga pokok penjualan/HPP:

jurnal umum perusahaan dagang 14

Analisis:

Transaksi ini timbul karena adanya transaksi penjualan yang mempengaruhi nilai harga pokok penjualan dan persediaan.

Nilai HPP bertambah dan persediaan berkurang.

Bertambahnya nilai harga pokok penjualan (HPP) dicatat ke jurnal pada sisi debit, sedangkan berkurangnya nilai persediaan dicatat di sisi kredit.

Transaksi tanggal 24:

Contoh pencatatan jurnal transaksi penjualan barang dagang secara tunai:

jurnal umum perusahaan dagang 15

Analisis:

Penjualan barang dagang secara tunai menaikkan nilai kas dan penjualan. Bertambahnya nilai kas dicatat ke jurnal pada sisi debit, sedangkan kenaikan nilai penjualan dicatat pada sisi kredit.

Transaksi tanggal 24:

Contoh pencatatan jurnal transaksi persediaan dan harga pokok penjualan/HPP:

jurnal umum perusahaan dagang 16

Analisis:

Transaksi ini timbul akibat dari transaksi penjualan, yaitu akan menaikkan nilai harga pokok penjualan (HPP) dan menurunkan nilai persediaan.

Bertambahnya nilai harga pokok penjualan (HPP) dicatat ke jurnal umum pada sisi debit, sedangkan penurunan nilai persediaan dicatat di sisi kredit.

Transaksi tanggal 25:

Contoh pencatatan jurnal transaksi retur penjualan dan piutang dagang:

jurnal umum perusahaan dagang 17

Analisis:

Retur penjualan dari pelanggan akan mengurangi nilai piutang. Penurunan nilai piutang dicatat ke jurnal pada sisi kredit, sedangkan retur penjualan dicatat di sisi debit.

Transaksi tanggal 25:

Contoh pencatatan jurnal umum transaksi persediaan dan harga pokok penjualan/HPP:

jurnal umum perusahaan dagang 18

Analisis:

Retur penjualan, selain mengakibatkan penurunan nilai piutang dagang, juga menambah persediaan dan mengurangi nilai harga pokok penjualan.

Kenaikan nilai persediaan barang dagang dicatat ke jurnal umum pada sisi debit, sedangkan berkurangnya nilai harga pokok penjualan (HPP) dicatat di sisi kredit.

Transaksi tanggal 31:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembayaran biaya kartu kredit:

jurnal umum perusahaan dagang 19

Analisis:

Pembayaran biaya kartu kredit menurunkan nilai kas dan menambah beban kartu kredit. Kenaikan beban kartu kredit dicatat ke jurnal pada sisi debit, sedangkan berkurangnya nilai kas dicatat di sisi kredit.

Transaksi tanggal 31:

Contoh pencatatan jurnal umum transaksi persediaan:

jurnal umum perusahaan dagang 20

Analisis:

Transaksi persediaan ini terjadi karena adanya kehilangan persediaan barang dagang. Kejadian ini mengurangi nilai persediaan barang dagang dan menambah nilai harga pokok penjualan.

Berkurangnya nilai persediaan barang dagang dicatat ke jurnal pada sisi kredit, sedangkan bertambahnya nilai HPP dicatat di sisi debit.

Demikian 15 contoh transaksi toko serba ada (Toserba) yang dicatat dengan menggunakan 20 jurnal.

Mengapa jumlah transaksi tidak sama dengan jumlah pencatatan jurnalnya?

Hal ini dapat terjadi karena satu jenis transaksi kadangkala harus dibukukan dengan menggunakan 2 jurnal atau lebih.

Bagaimana? mudah kan?

Dan bila Anda ingin mengetahui proses selanjutnya dari membuat buku besar hingga laporam keuangan, langsung saja ke pembahasannya di Laporan Keuangan Toko Serba Ada (Toserba).

Baca Juga : Contoh Teks Ulasan

 

2. Contoh Jurnal Umum Perusahaan Jasa

contoh jurnal umum perusahaan jasa

Setelah sebelumnya kami memberikan contoh jurnal umum untuk perusahaan dagang, selanjutnya kami akan memberikan contoh jurnal umum untuk perusahaan jasa. Jurnal umum untuk perusahaan jasa secara umum mirip seperti jurnal umum untuk perusahaan dagang.

Namun ada jenis transaksi tertentu yang hanya ada pada perusahaan jasa. Supaya kalian lebih paham tentang jurnal umum perusahaan jasa, berikut ini adalah contoh jurnal umum dan transaksi-transaksi yang terjadi di perusahaan jasa konsultan arsitektur.

Perusahaan Jasa Konsultan Arsitektur

A. Contoh Transaksi

Finna seorang arsitek dan ingin bekerja dari rumah dengan membuka bisnis rumahan yang berhubungan dengan profesinya.

Fina membuka kantor jasa konsultan arsitektur, pada tanggal 01 Januari 2019.

Selama bulan berjalan, Kantor Jasa Konsultan Arsitektur “FInna” telah menyelesaikan transaksi berikut:

Tanggal 1:

Memindahkan kas dari rekening pribadi ke rekening bank yang digunakan untuk usahanya sebesar Rp 22.500.000

Tanggal 3:

Membeli motor operasional merk Kawasaki Ninja,seharga Rp 15.300.000 dengan membayar tunai Rp 4.000.000 dan memberikan wesel bayar untuk sisanya

Tanggal 3:

Membayar sewa kantor dan ruang kerja bulan November 2018 Rp 2.500.000

Tanggal 5:

Membeli bahan habis pakai secara tunai Rp 1.200.000

Tanggal 7:

Membeli peralatan kantor dan komputer secara kredit Rp. 5.200.000

Tanggal 10:

Membayar kas untuk asuransi tahunan untuk kendaraan dan bahan habis pakai Rp 1.200.000

Tanggal 12:

Menerima dana kas dari klien untuk rancangan yang dihasilkan Rp 6.500.000

Tanggal 15:

Membayar utang pada kreditur Rp 1.800.000

Tanggal 17:

Membayar kas untuk beban lain-lain Rp 300.000

Tanggal 20:

Menerima tagihan untuk jasa pembuatan cetak biru yang jatuh tempo di bulan Februari Rp 800.000

Tanggal 22:

Membayar gaji asisten Rp 1.500.000

Tanggal 24:

Membayar kas untuk beban lain-lain Rp 210.000

Tanggal 25:

Membayar cicilan yang telah jatuh tempo Rp 200.000

Tanggal 28:

Membayar BBM, oli dan perbaikan kendaraan untuk November Rp 250.000

Tanggal 30:

Mencatat pendapatan atas rancangan yang dihasilkan, pembayaran akan diterima bulan Februari Rp 3.500.000

Tanggal 30:

Premi Asuransi yang sudah terpakai untuk bulan ini Rp 100.000

Tanggal 30:

Penyusutan peralatan selama periode berjalan Rp 650.000

Tanggal 30:

Gaji terutang yang belum dibayarkan bulan berjalan Rp 450.000

Tanggal 30:

Pendapatan diterima di muka atas pekerjaan rancangan Rp 1.000.000

Tanggal 30:

Biaya pengiriman hasil pekerjaan rancangan Rp 100.000

 

B. Prosedur dan Proses Pencatatan Jurnal Transaksi Perusahaan Jasa

Dari contoh transaksi-transaksi bisnis yang dilakukan kantor jasa konsultan arsitektur “‘Finna” ini,  selanjutnya perusahaan melakukan analisis dan pencatatan jurnal transaksi-transaksi tersebut ke kolom debit kredit berikut ini:

Transaksi tanggal 1:

Contoh pencatatan jurnal transaksi kas dan modal:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur

Analisis:

Transaksi modal disetor oleh pemilik menambah nilai kas dan modal perusahaan. Penambahan nilai kas dicatat ke jurnal pada sisi debit, sedangkan penambahan nilai modal dicatat di sisi kredit.

Transaksi tanggal 3:

Contoh pencatatan transaksi pembelian aset tetap – motor untuk operasional:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 2

Analisis:

Pembelian dengan memberikan uang muka dan sisanya kredit akan meningkatkan nilai aset tetap, menurunkan nilai kas, dan menambah jumlah utang dagang,.

Peningkatan nilai aset tetap dicatat ke jurnal pada kolom debit, sedangkan penurunan kas dan peningkatan nilai utang dagang dicatat di kolom kredit.

Transaksi tanggal 3:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembayaran biaya sewa:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 3

Analisis:

Transaksi pembayaran sewa, meningkatkan beban sewa dan mengurangi kas.

Penambahan jumlah beban sewa dicatat ke jurnal kolom debit, sedangkan pengurangan jumlah kas dicatat di kolom kredit.

Transaksi tanggal 5:

Contoh pencatatan jurnal umum transaksi pembelian bahan habis pakai:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 4

Analisis:

Pembelian bahan habis pakai mengurangi nilai kas dan meningkatkan bahan habis pakai.

Pengurangan jumlah kas dicatat ke jurnal pada kololm kredit, sedangkan peningkatan jumlah bahan habis pakai dicatat di kolom debit.

Transaksi tanggal 7:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembelian peralatan kantor secara kredit:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 5

Analisis:

Pembelian peralatan kantor secara kredit meningkatkan jumlah aktiva tetap berupa peralatan kantor dan utang dagang.

Kenaikan jumlah aset tetap dicatat ke jurnal pada kolom debit, sedangkan kenaikan utang dagang dicatat di kolom kredit.

Transaksi tanggal 10:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembayaran biaya asuransi dibayar di muka:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 6

Analisis:

Pembayaran biaya asuransi dibayar di muka menambah saldo akun Asuransi Dibayar di Muka dan menurunkan jumlah kas.

Penambahan jumlah asuransi dibayar di muka dicatat ke jurnal di kolom debit, sedangkan penurunan kas dicatat di kolom kredit.

Transaksi tanggal 12:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pendapatan dan kas:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 7

Analisis:

Transaksi penerimaan pendapatan meningkatkan pendapatan dan kas.

Peningkatan kas dicatat ke jurnal pada kolom debit, sedangkan peningkatan nilai pendapatan dicatat di kolom kredit.

Transaksi tanggal 15:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembayaran utang ke kreditur:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 8

Analisis:

Pembayaran utang ke kreditur menurunkan nilai kas dan utang dagang.

Penurunan nilai kas dicatat ke jurnal pada kolom kredit, sedangkan penurunan utang dagang dicatat di kolom debit.

Transaksi tanggal 17:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembayaran biaya lain-lain:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 9

Analisis:

Pembayaran beban lain-lain menurunkan nilai kas, dan menambah jumlah beban lain-lain.

Penurunan jumlah kas dicatat ke jurnal kololm kredit, sedangkan penambahan jumlah beban lain-lain dicatat pada kolom debit.

Transaksi tanggal 20:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembuatan cetak biru dibayar bulan depan.

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 10

Analisis:

Pembuatan cetak biru yang dibayar bulan depan menaikkan jumlah utang dagang dan beban pembuatan cetak biru.

Peningkatan jumlah utang dagang dicatat ke jurnal pada kolom kredit, sedangkan penambahan biaya pembuatan cetak biru dicatat pada kolom debit.

Transaksi tanggal 22:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembayaran gaji karyawan:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 11

Analisis:

Pembayaran gaji karyawan mengurangi nilai kas dan meningkatkan biaya gaji.

Penambahan beban gaji ini dicatat ke jurnal pada kolom debit, sedangkan penurunan kas dicatat di kolom kredit.

Transaksi tanggal 24:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembayaran biaya lain-lain:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 12

Analisis:

Pembayaran beban lain-lain mengurangi jumlah kas dan menambah beban lain-lain.

Penambahan beban lain-lain dicatat ke jurnal pada kolom debit, sedangkan penurunan jumlah kas dicatat di kolom kredit.

Transaksi tanggal 25:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembayaran utang dagang:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 13

Analisis:

Pembayaran utang dagang akan menurunkan nilai kas dan utang dagang.

Penurunan nilai kas dicatat ke jurnal pada kolom kredit, sedangkan penurunan jumlah utang dagang dicatat pada kolom debit.

Transaksi tanggal 28:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pengeluaran biaya pemeliharaan kendaraan:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 14

Analisis:

Pengeluaran biaya untuk pemeliharaan kendaraan menurunkan jumlah kas dan menaikkan beban pemeliharaan kendaran.

Penurunan jumlah kas ini dicatat ke jurnal pada kolom kredit, sedangkan beban pemeliharaan dicatat di kolom debit.

Transaksi tanggal 30:

Contoh pencatatan jurnal transaksi piutang dagang:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 15

Analisis:

Peningkatan fee pendapatan jasa yang dibayar bulan berikutnya akan meningkatkan jumlah pendapatan dan piutang dagang.

Peningkatan jumlah fee pendapatan dicatat ke jurnal dalam kolom kredit, sedangkan peningkatan piutang dagang dicatat di kolom debit.

Transaksi tanggal 30:

Contoh pencatatan jurnal umum penyesuaian untuk transaksi beban asuransi:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 16

Analisis:

Fungsi jurnal umum penyesuaian adalah untuk melakukan proses penyesuaian agar transaksi pemayaran asuransi dihitung pada periode sekarang.

Pada tanggal 10, perusahaan mengeluarkan kas untuk biaya asuransi dibayar di muka sebesar Rp 1.200.000. Jumlah kas itu diperuntukkan untuk pembayaran setahun atau 12 bulan.

Jadi setiap bulannya perusahaan membayar asuransi sejumlah:

= Rp 1.200.000 / 12 bulan

= Rp 100.000 per bulan

Sehingga perusahaan harus mencatat pengeluaran yang SESUNGGUHNYA ini setiap bulan. Proses pencatatan ini dilakukan dengan menggunakan jurnal penyesuaian.

Pada pencatatan jurnal transaksi asuransi di atas, beban asuransi periode ini adalah Rp 100.000. Pencatatan ini akan mengurangi asuransi dibayar di muka.

Transaksi tanggal 30:

Contoh pencatatan jurnal umum transaksi beban penyusutan:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 17

Analisis:

Beban penyusutan akan menaikkan nilai biaya penyusutan dan akumulasi penyusutan.

Peningkatan beban penyusutan dicatat di jurnal pada kolom debit, sedangkan akumulasi penyusutan dicatat pada kolom kredit.

Jurnal Penyesuaian Penyusutan Aktiva Tetap:

Selain membuat jurnal beban penyusutan seperti di atas, perusahaan juga harus membuat jurnal penyesuaian penyusutan aktiva tetap agar pos penyusutan ini sesuai dengan kondisi sebenarnya, termasuk pengaruh terhadap akun lain.

Dan berikut ini contoh jurnal umum penyesuaian penyusutan aktiva tetap:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 18

Melalui proses penyesuaian seperti di atas, maka akun akumulasi penyusutan akan berkurang sebesar Rp 650.000, dan dicatata ke jurnal di kolom Debit.

Demikian juga dengan akun aktiva tetap akan menurun sebesar Rp 650.000 dan dicatat ke jurnal di kolom Kredit.

Transaksi tanggal 30:

Contoh pencatatan jurnal umum transaksi utang gaji:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 19

Transaksi tanggal 30:

Contoh pencatatan jurnal umum transaksi pendapatan diterima di muka:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 20

Transaksi pendapatan diterima di muka akan meningkatkan nilai kas dan pendapatan diterima di muka.

Kenaikan nilai kas, akan dicatat ke  jurnal di sisi debit, sedangkan kenaikan nilai pos pendapatan diterima di muka dicatat ke jurnal di sisi KREDIT.

Transaksi tanggal 30:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembayaran biaya pengiriman:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 21

Analisis:

Pembayaran biaya pengiriman menurunkan nilai kas dan menaikkan beban pengiriman.

Penurunan nilai kas ini dicatat ke jurnal pada kolom kredit, sedangkan peningkatan beban pengiriman dicatat di kolom debit.

Transaksi tanggal 31:

Setelah pekerjaan selesai dan perusahan mengirimkan hasilkan pekerjaan itu, maka pada akhir periode perusahaan melakukan proses penyesuaian dengan membuat jurnal umum penyesuaian sebagai berikut:

jurnal umum jasa konsultan arsitektur 22

Penjelasan pencatatan jurnal umum:

Pendapatan diterima dimuka senilai Rp 1.000.000 akan diakui sebagai pendapatan perusahaan.

Sehingga perusahaan mencatat pos pendapatan diterima di muka di sisi debit dan pendapatan jasa rancangan di sisi KREDIT.

 

Demikian 20 contoh pencatatan jurnal transaksi yang dilakukan oleh perusahaan jasa konsultan arsitektur “Finna”.

Dan proses selanjutnya adalah menyusun 5 jenis Laporan Keuangan jasa konsultan arsitektur “Finna”.

Silahkan segera klik link tersebut bila ingin mengetahui proses selanjutnya hingga pembuatan laporan keuangan.

Mulai dari buku besar hingga laporan laba rugi, neraca, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

Sampai di sini sudah semakin paham kan, apalagi jika baca juga proses selanjutnya setelah membuat jurnal umum?

Baca Juga : Contoh Teks Persuasi

 

3. Contoh Jurnal Umum Perusahaan Manufaktur

contoh jurnal umum perusahaan manufaktur

Jurnal umum manufaktur adalah jurnal umum yang dipakai untuk melakukan pencatatan transaksi-transaksi di industri pengolahan atau manufaktur. Berikut ini akan mastekno berikan contoh transaksi-transaksi yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur beberapa produk.

Jurnal umum perusahaan manufaktur secara umum sama seperti jurnal umum perusahaan dagang dan juga jasa. Namun di perusahaan manufaktur ini lebih rumit dan ada beberapa pos transasi yang hanya ada di perusahaan manufaktur.

Contohnya seperti proses produksi bahan mentah atau raw material menjadi barang setengah jadi dan kemudian di proses menjadi barang jadi atau yang siap pakai. Langsung saja berikut ini adalah contoh transaksi perusahaan manufaktur.

 

A. Contoh Jenis Transaksi Perusahaan Manufaktur

Untuk lebih jelasnya, berikut ini saya sajikan contoh transaksi-transaksi bisnis yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur PT Xidev Bening Enginering selama bulan Januari 2019:

Tanggal 5:

Membeli ATK secara tunai Rp 100.000

Tanggal 10:

Membayar utang pada supplier bahan baku Rp 10.000.000

Tanggal 15:

Dihasilkan barang jadi A sebanyak 700 unit @Rp 100.000, barang jadi B sebanyak 300 unit @Rp 80.000

Tanggal 18:

Penjualan kredit atas barang jadi ke PT. Kenanga Jaya untuk Barang Jadi A = 500 unit @Rp 130.000,- dan Barang jadi B = 200 unit @ Rp91.000,- dikenakan PPN 10%

Tanggal 20:

Dihasilkan barang jadi C sebanyak 500 unit @Rp 70.000, barang jadi D sebanyak 400 unit @Rp 50.000

Tanggal 21:

Penjualan kredit atas barang jadi ke PT Melati Jaya untuk Barang Jadi C = 300 unit @ Rp.105.000,- dan Barang jadi D = 200 unit @ Rp 65.000,- dikenakan PPN 10%

Tanggal 24:

Membayar beban utilitas Rp 1.750.000

Tanggal 25:

Membayar gaji dan upah Rp 52.145.000, PPh 21 Rp 325.000, Iuran BPJS Rp 1.325.000

Tanggal 28:

Membayar asuransi pabrik Rp 1.000.000

Tanggal 30:

Beban lain-lain Rp 750.000

 

B. Prosedur dan Proses Pencatatan Jurnal Transaksi Perusahaan Manufaktur

Dari transaksi-transaksi bisnis yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur di atas, selanjutnya perusahaan melakukan pencatatan jurnal umum sebagai berikut:

Transaksi tanggal 5:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembelian bahan habis pakai:

jurnal umum perusahaan manufaktur

Analisis:

Pembelian bahan habis pakai akan menurunkan kas dan menambah jumlah bahan habis pakai.

Penambahan bahan habis pakai dicatat ke jurnal dalam kolom debit, sedangkan penurunan kas dicatat dalam kolom kredit.

Transaksi tanggal 10:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembayran utang dagang:

jurnal umum perusahaan manufaktur 2

Analisis:

Pembayaran utang dagang akan menurunkan nilai kas dan utang dagang.

Penurunan nilai kas dicatat ke jurnal dalam kolom kredit, sedangkan penurunan utang dagang dicatat dalam kolom debit.

Transaksi tanggal 15:

Contoh pencatatan jurnal umum transaksi persediaan barang jadi dan HPP/Harga Pokok Penjualan:

jurnal umum perusahaan manufaktur 3

Transaksi tanggal 18:

Contoh pencatatan jurnal transaksi penjualan barang jadi:

jurnal umum perusahaan manufaktur 4

Analisis:

Transaksi penjualan secara kredit akan meningkatkan nilai piutang dagang dan penjualan barang jadi dan PPN keluaran.

Kenaikan piutang dagang dicatat ke jurnal pada kolom debit, sedangkan kenaikan penjualan dan PPN keluaran dicatat pada kolom kredit.

Nilai penjualan dihitung sebagai berikut:

=(500 X 130.000)+(200 X 91.000)

= Rp 83.200.000

Transaksi tanggal 18:

Contoh pencatatan jurnal transaksi penjualan dan persediaan barang jadi:

jurnal umum perusahaan manufaktur 5

Transaksi tanggal 20:

Contoh pencatatan jurnal umum transaksi persediaan barang jadi dan HPP/Harga Pokok Penjualan:

jurnal umum perusahaan manufaktur 6

Transaksi tanggal 21:

Contoh pencatatan jurnal transaksi penjualan barang dagang secara kredit dengan PPN Keluaran:

jurnal umum perusahaan manufaktur 7

Analisis:

Penjualan barang dagang secara kredit akan menaikkan nilai penjualan, PPN Keluaran dan piutang dagang.

Kenaikan penjualan dan PPN keluaran dicatat ke jurnal pada kolom kredit, sedangkan kenaikan piutang dagang dicatat di kolom debit.

Nilai penjualan barang jadi diperoleh dengan melakukan perhitungan sebagai berikut:

= (300 X 105.000)+(200 X 65.000)

= Rp 44.500.000

Transaksi tanggal 21:

Contoh pencatatan jurnal transaksi penjualan dan persediaan barang jadi:

jurnal umum perusahaan manufaktur 8

Analisis:

Pencatatan jurnal ini timbul karena adanya transaksi penjualan. Penjualan barang jadi akan menurunkan persediaan barang dagang dan menambah harga pokok penjualan (HPP).

Penurunan persediaan barang jadi ini dicatat ke jurnal pada kolom kredit, sedangkan penambahan HPP dicatat pada kolom debit.

Transaksi tanggal 24:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembayaran beban utilitas, seperti air dan listrik:

jurnal umum perusahaan manufaktur 9

Analisis:

Pembayaran beban utilitas akan menaikkan beban utilitas dan menurunkan kas.

Kenaikkan beban utilitas dicatat ke jurnal pada kolom debit, sedangkan penurunan kas dicatat pada kolom kredit.

Transaksi tanggal 25:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembayaran gaji:

jurnal umum perusahaan manufaktur

Analisis:

Pembayaran gaji dan beban-beban lain menyangkut pegawai akan menurunkan jumlah kas dan menaikkan jumlah beban gaji.

Penurunan kas ini dicatat ke jurnal pada kolom kredit, sedangkan peningkatan nilai beban gaji dicatat pada kolom debit.

Transaksi tanggal 28:

Contoh pencatatan jurnal umum penyesuaian transaksi pembayaran asuransi dibayar di muka:

jurnal umum perusahaan manufaktur 11

Analisis:

Pembayaran asuransi menurunkan jumlah kas dan menaikkan beban asuransi dibayar di muka.

Penurunan nilai kas ini dicatat ke jurnal dalam kolom kredit, sedangkan kenaikan jumlah beban asuransi dicatat di kolom debit.

Transaksi tanggal 30:

Contoh pencatatan jurnal transaksi pembayaran beban lain-lain dan kas:

jurnal umum perusahaan manufaktur 12

Analisis:

Transaksi pembayaran beban lain-lain menurunkan jumlah kas dan menaikkan jumlah beban lain-lain.

Penurunkan jumlah kas dicatat ke jurnal pada kolom kredit, sedangkan kenaikan jumlah beban lain-lain dicatat di kolom debit.

Perhatikan pencatatan ayat jurnal tanggal 15, 18, 20, dan 21 Januari 2019 di atas.

Pencatatan jurnal seperti itu adalah ciri khas dan hanya ada pada perusahaan manufaktur, yaitu perusahaan yang mengolah bahan baku, bahan pembantu dan beban terkait menjadi barang jadi.

 

Nah itulah beberapa contoh jurnal umum yang bisa mastekno sampaikan kepada kalian tentang contoh jurnal umum beserta pengertian dan cara membuatnya. Setelah membaca artikel ini sekarang kalian jadi sudah tahu bagaimana cara membuat jurnal umum untuk perusahaan.

Karena pada penjelasan di atas kami sudah memberikan tahapan dan cara membuat jurnal umum untuk perusahaan, baik itu perusahaan jasa, dagang, maupun manufaktur. Selain itu kami juga melengkapinya dengan contoh-contoh jurnal umum perusahaan di berbagai bidang.

Demikian apa yang bisa kami sampaikan kepada kalian tentang contoh jurnal umum dan cara membuatnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membantu kalian dalam membuat jurnal umum untuk perusahaan kalian.

Jika ada kesalahan kata dan informasi yang kurang tepat dalam artikel ini mohon dimaafkan, silahkan koreksi di kolom komentar. Jika kalian masih bingung dan ada yang ingin ditanyakan silahkan komen di bawah.


Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~
DarkLight