Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...

10+ Contoh Jurnal Ilmiah: Struktur + Fungsi Lengkap

4 min read

Pengertian Jurnal Ilmiah

Apa kalian sedang mencari contoh jurnal ilmiah? Dalam dunia akademik, jurnal ilmiah merupakan suatu hal yang umum dikenal. Terutama di kalangan para dosen, peneliti, mahasiswa dan lain sebagainya.

Jika kalian seorang mahasiswa, maka tentu sudah sering mencari contoh jurnal untuk dijadikan referensi. Khususnya ketika sedang menyusun karya ilmiah seperti skripsi atau tesis. Maka kita membutuhkan jurnal sebagai salah satu sumber terpercaya.

Oleh karena itulah, kita harus benar-benar memahami tentang apa yang dimaksud dengan jurnal ilmiah. Berikut ini Mastekno akan menjelaskan pengertian, unsur, jenis, contoh serta cara membuat jurnal ilmiah yang baik dan benar.

 

Pengertian Jurnal Ilmiah

Pengertian Jurnal Ilmiah

Adalah suatu bentuk karya tulis ilmiah yang dipublikasikan secara berkala dalam waktu tertentu. Sebuah jurnal umumnya disusun berdasarkan kegiatan penelitian untuk mendukung sifat keilmiahannya.

Secara umum, jurnal ilmiah sangat erat dengan kehidupan para peneliti dan akademisi. Ia sering digunakan sebagai sarana untuk menyebarluaskan hasil penelitian yang mereka lakukan.

Proses publikasi sebuah jurnal pun bukanlah suatu hal yang mudah. Karena sebelum diterbitkan, ia harus melewati serangkaian evaluasi dan uji kevalidan oleh para ahli di bidangnya.

Hal ini agar apa yang tertulis di dalam jurnal tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sehingga ia dapat dijadikan referensi ilmu pengetahuan yang sekiranya dapat dipercaya karena sudah teruji.

 

Unsur Jurnal Ilmiah

Unsur Jurnal Ilmiah

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa proses publikasi jurnal ilmiah harus melewati serangkaian evaluasi. Hal ini untuk memastikan bahwa jurnal tersebut memenuhi unsur-unsur yang dibutuhkan, diantaranya :

 

1. Informasi Dapat Dipertanggungjawabkan

Jurnal ilmiah disusun sebagai bentuk distribusi ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, informasi yang termuat di dalamnya harus valid dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sehingga tidak menyebarkan sebuah informasi yang sekiranya belum terbukti.

 

2. Lembaga Penerbit

Sebuah jurnal umumnya akan dipublikasikan lewat suatu lembaga penerbit. Sehingga ia sudah melewati serangkaian evaluasi untuk menguji isi yang termuat di dalamnya. Lembaga tersebut bisa berupa institusi resmi, perguruan tinggi ataupun lembaga penelitian.

 

3. Kualitas Penyuntingan

Ketika dilakukan evaluasi, maka tentu sebuah jurnal ilmiah harus memenuhi beberapa syarat dan ketentuan yang dijadikan standar. Adapun beberapa diantaranya :

  • Memenuhi ketentuan mitra bebestari
  • Memenuhi kualifikasi anggota.
  • Memenuhi mutu kualitas penulis, penyuntingan format maupun pengelolaan penerbitan.
  • Penilaian terhadap substansi dan manajemen pembuatan jurnal.

 

4. Substansi Tulisan

Hal ini mengacu pada informasi yang terbuat di dalam jurnal tersebut. Ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi, antara lain :

  • Cakupan keilmuan meliputi cabang ilmu, spesialis, disiplin ilmu.
  • Jurnal harus orisinil.
  • Dampak yang ditimbulkan oleh jurnal tersebut.
  • Proses analisis sintetis
  • Aspirasi wawasan berdasarkan lokasi penelitian.
  • Manfaat yang diberikan bagi masyarakat.

 

5. Gaya Bahasa

Dalam proses penyusunannya, jurnal ilmiah menggunakan bahasa yang sederhana sehingga membuatnya mudah untuk dipahami. Secara umum akan memakai bahasa Indonesia yang baku.

 

6. Ditulis Dengan Rapi

Salah satu syarat sebuah jurnal adalah harus disusun dengan rapi. Sehingga ia dapat dibaca dengan lebih enak dan mudah dimengerti.

 

 

Fungsi Jurnal Ilmiah

Fungsi Jurnal Ilmiah

Apa sih fungsi dan kegunaan dari sebuah jurnal ilmiah? Maka tentu kalian pernah bertanya seperti itu. Berikut ini beberapa fungsi dari jurnal ilmiah :

  • Registration : Sebagai bentuk publikasi suatu ide, gagasan ataupun ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang.
  • Dissemination : Sebagai sarana untuk menyampaikan serta menyebarluaskan informasi dan ilmu pengetahuan.
  • Certification : Sebagai suatu standar untuk menentukan kualitas sebuah jurnal.
  • Archival Record : Sebagai bentuk pengarsipan untuk menjaga suatu ilmu pengetahuan.

Baca Juga : Cara Menggunakan Google Schoolar.

 

Cara Membuat Jurnal Ilmiah

Cara Membuat Jurnal Ilmiah

Secara sederhana, proses penyusunan sebuah jurnal ilmiah dimulai dengan membuat judul. Dimana ia harus mampu mewakili isi dari keseluruhan jurnal tersebut. Selain itu diperlukan juga data-data valid yang sekiranya mampu menunjang topik yang dibahas.

Selanjutnya buat tafsiran terhadap data-data yang telah dikumpulkan. Serta hubungan antara variabel yang terlibat. Lalu bandingkan hasilnya dengan hipotesa awal. Terakhir, susun hasil penelitian tersebut diikuti dengan data pendukung menjadi sebuah jurnal ilmiah.

 

 

Jenis Jurnal Ilmiah

Jenis Jurnal Ilmiah

Jurnal ilmiah sendiri memiliki beberapa macam tergantung bentuk maupun kriterianya. Setidaknya ada 6 jenis jurnal ilmiah yg harus kalian ketahui, antara lain :ayang

 

1. Jurnal Cetak

Merupakan sebuah jurnal yang disusun oleh beberapa orang berisi topik sejenis. Kemudian akan dilakukan verifikasi hingga akhirnya dipublikasikan dalam bentuk cetak.

 

2. Jurnal Online

Dikenal juga dengan istilah E-Journal, ia mulai populer sekitar tahun 2016. Jurnal jenis ini akan diunggah ke internet sehingga dapat diakses oleh hampir setiap orang.

Namun biasanya tetap ada sebuah website database yang menjadi tempat berkumpulnya E-Journal. Dan sama seperti jurnal pada umumnya, tetap ada proses verifikasi sebelum akhirnya dipublikasikan.

 

3. Jurnal Lokal

Adalah jurnal yang disusun serta diterbitkan dan disebarkan hanya untuk suatu lingkungan saja. Misalnya seperti sebuah universitas, lembaga dan lain sebagainya.

 

4. Jurnal Nasional Terakreditasi

Ialah jurnal yang sudah mendapatkan pengakuan secara nasional. Namun ia belum terindeks sehingga statusnya belum menjadi jurnal internasional.

 

5. Jurnal Internasional

Adalah jurnal ilmiah yang ditulis dengan menggunakan bahasa resmi PBB, bisa berupa bahasa Inggris, arab, Rusia, Perancis dan Tiongkok. Bukan hanya itu saja, ia juga harus melewati peer review terlebih dahulu sebelum dianggap sebagai jurnal internasional.

 

6. Jurnal Internasional Bereputasi

Merupakan jurnal ilmiah yang ditulis setidaknya oleh 4 orang dari negara yang berbeda. Ia juga harus memiliki ISSN, melewati proses peer review serta terindeks dalam database seperti Scopus dan Web of Science.

 

 

Contoh Jurnal Ilmiah

Kumpulan Contoh Jurnal Ilmiah

Sebenarnya ada cukup banyak website untuk mencari jurnal ilmiah secara gratis. Kalian bisa mengakses situs-situs yang menjadi tempat publikasi jurnal internasional. Namun bagi yang ingin lebih mudah, Mastekno akan mencantumkan beberapa contoh jurnal ilmiah yang bisa kalian jadikan referensi.

 

Demikian kumpulan contoh jurnal ilmiah yang bisa Mastekno berikan. Semoga apa yang telah dijelaskan diatas bisa bermanfaat bagi kita semua. Jika sekiranya ada yang kurang, silahkan berkomentar di bawah.


Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...
DarkLight