√ 15+ Contoh Cerpen Singkat Pendidikan, Persahabatan, Motivasi

15+ Contoh Cerpen Singkat Pendidikan, Persahabatan, Motivasi

15+ Contoh Cerpen Singkat Pendidikan, Persahabatan, Motivasi

Contoh Cerpen Singkat – Saat kita masih kecil dulu sebelum kita tidur kita biasanya dibacakan sebuah cerita tetentu yang menarik sebagai pengantar tidur kita. Biasanya para orang tua membacakan cerita ini untuk membuat kita cepat tidur. Nah, bagi kamu yang membaca ini mungkin umurnya sudah remaja bahkan mungkin ada yang sudah punya anak. Namun pernahkan kamu berpikir untuk melakukan hal yang sama yaitu membacakan cerita kepada anak kamu saat mau tidur?

Banyak orang tua yang mungkin berpikir demikian, namun kadang mereka bingung mau menceritakan kisah apa karena sudah lupa cerita-cerita yang dulu diceritakan orang tua mereka. Namun sebenarnya kamu tidak perlu khawatir karena sekarang ini sudah ada internet dan kamu bisa mencari cerita-cerita pendek menarik yang bisa dibacakan kepada anak kamu. Di internet ada banyak cerita menarik dengan berbagai genre.

Cerpen yang biasanya tersebar di internet bukan cuma cerita ringan untuk anak saja, banyak cerpen di internet yang menceritakan tentang kehidupan, kisah cinta, islami, persahabatan dan masih banyak lagi. Nah, pada kesempatan kali ini mastekno akan memberikan beberapa contoh cerpen yang bisa kamu bacakan kepada anak kamu saat mau tidur.

 

Contoh Cerpen Singkat

Berikut ini akan mastekno berikan beberapa contoh cerpen singkat tentang persahabatan, cinta, pendidikan, lucu, islami dan sebagainya supaya kamu tidak kekurangan cerita pendek untuk kamu ceritakan kepada anak kamu saat mau tidur.

 

Contoh Cerpen Pendidikan

15 contoh cerpen singkat lengkap 1

Budi merupakan salah satu siswa SMA yang sangat rajin dan berprestasi, meskipun dia berasal dari keluarga yang kuran mampu dia tetap bersekolah dengan semangat. Untuk membantu meringankan beban orang tua, dia tiap harinya berjualan jajanan di sekolah dan menjualnnya ke setiap kelas pada saat jam istirahat. Ada banyak jajanan yang dia bawa setiap harinya ke sekolah, meskipun masih sekolah dia tidak gengsi untuk berjualan di sekolah.

Jajanan yang dia jual memiliki rasa yang enak dan harganya juga relatif murah, jadi banyak orang yang menyukai jajanan yang dia jual. Uang hasil jualan ini dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah dia dan sebagian digunakan untuk menabung. Dia berencana untuk melanjutkan kuliah di salah satu universitas ternama di Indonesia, oleh karena itu dia terus mengumpulkan uang untuk membiayai kuliah itu nantinya.

Di suatu malam, Budi sedang berkumpul di ruang keluarga dengan ayah dan ibunya. Disitu mereka sedang menonton acara televisi pada saat itu.

“Budi, kamu mau melanjutkan sekolah atau mau langsung kerja?”, tanya Ayah kepada Budi.

“Aku mau lanjut kuliah saja ya, soalnya aku mau belajar lebih banyak hal lagi.” Jawab Budi.

Ayah dan Ibu budi kaget dengan jawaban budi, mereka sadar bahwa keuangan keluarga mereka pastinya tidak akan cukup untuk membiayai kuliah Budi nantinya.

“Maaf ya Budi, sayangnya uang hasil kerja bapak tidak cukup untuk membiayai kuliah kamu.” Ayah berkata dengan nada rendah.

“Gak papa yah, aku mau cari uang sendiri buat biaya kuliah aku nantinya. Aku ga mau membebani ayah sama ibu karena keinginanku untuk lanjut kuliah ini.” Jawab Budi dengan jelas dan lantang.

Mendengar hal ini ayah dan ibu Budi terkejut dan sedikit terharu. Mereka tidak menyangkan bahwa anak mereka sangat tekun dan ulet. Mereka jadi berpikir untuk tetap membantu budi dengan menyisikan uang hasil kerja sedikit demi sedikit.

“Wah bagus kalo begitu bud, kamu memang anak yang baik dan rajin ya” Ayah Budi bangga dengan anaknya.

“Hehe, yaudah yah aku mau masuk ke kamar dulu ya, mau belajar soalnya besok mau ulangan” Lanjut Budi.

“Yaudah sana belajar yang rajin ya anak, nah bisa juga tuh kamu cari program beasiswa supaya bisa kuliah tanpa biaya.” Jawab Ayah.

Mendengar hal ini Budi jadi berpikir untuk mendapatkan beasiswa ini, alhasil dia belajar dengan giat setiap harinya supaya bisa mendapatkan nilai yang bagus dan bisa mendapat beasiswa.

Setelah beberapa bulan berlalu berkat usaha dan keuletan Budi dalam belajar, akhirnya dia mendapatkan beasiswa kuliah. Selain itu pada saat kelulusan dia juga menjadi salah satu lulusan dengan nilai terbaik dan mendapatkan peringkat pertama. Pada saat upacara kelulusan orang tua Budi sangat bangga dan terharu akan prestasi yang anak mereka peroleh.

Akhirnya Budi berhasil masuk kuliah dengan beasiswa yang dia dapatkan. Meskipun dia mendapatkan beasiswa dia tetap berjualan di universitasnya untuk untuk ditabung dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Usaha jualanya semakin berkembang dan dikenal banyak orang sekarang.

 

Contoh Cerpen Bolos Sekolah

15 contoh cerpen singkat lengkap 2

Hari senin seperti biasa Doni bangun pagi dan bergegas mandi untuk berangkat sekolah, namun sebenarnya dia itu malas karena kemarin libur jadi penginnya sekarang masih libur. Doni bangun pukul 5 pagi dan mempersiapkan alat-alat sekolah, dan pukul 6.30 dia pergi menghampiri teman sekolanya Sandi yang rumahnya tidak jauh. Sesampainya di rumah Sandi Doni menunggu sekitar 10 menit karena ternyata Sandi masih siap-siap.

Setelah itu mereka berjalan bersama menuju sekolah, di tengah perjalanan mereka bercakap dan bercerita. Pada saat itu Sandi berkata kepada Doni,

“Don, kita bolos saja yuk soalnya aku lagi males banget ini soalnya hari senin sekarang ada pelajaran Matematikanya dan gurunya juga nyebelin.”

“Wah iya bener juga, aku juga lagi males ke sekolah ini. Mending kita pergi ke warung saja yuk, di bawah dekat sekolah. Biasanya di sana banyak anak-anak yang juga lagi bolos.” Jawab Doni.

“Iya betul, ke warung saja.” Lanjut Doni.

Kemudian setelah itu mereka berdua bolos sekolah dan malah pergi ke waung di dekat sekolah mereka. Di sana ada beberapa anak juga yang ternyata lagi bolos, semakin siang semakin banyak anak yang bolos karena kadang mereka datang ke sekolah terlambat dan mereka akhirnya lebih memilih pergi ke sini daripada dihukum. Di sana mereka duduk-duduk dan sambil memakan jajan yang dijual di situ.

Di situ juga banyak anak yang merokok meskipun masih sekolah. Teman Doni yaitu Sandi juga ikut merokok. Karena melihat Doni tidak merokok akhirnya Sandi menawarkan rokok ke Doni.

“Don, kamu ga ikut meroko? Cobain nih dijamin ketagihan deh.” Sandi menawarkan rokok kepada doni sambil membujuknya.

“Nggak ah, merokok ga enak mending uangnya buat beli makanan saja yang bisa bikin kenyang.” Jawab Doni.

“Ih cobain dulu gih, nih ambil rokok punyaku gausah dibayar, aku kasih gratis, hehe” Lanjut Sandi.

“Yaudah deh sini.”

Karena ditawari oleh Sandi rokok gratis akhirnya Doni juga ikutan meroko. Setelah itu Doni belajar cara merokok yang benar dari Sandi, lama kelamaan Doni jadi terbiasa merokok.

Saat anak-anak yang membolos lagi asyik makan dan merokok tiba-tiba ada guru yang datang ke warung tersebut. Melihat ada guru yang datang, anak-anak tadi pada panik dan berlarian ke segala arah. Namun meskipun begitu ada beberapa anak yang tidak bisa kabur dan berhasil ditangkap oleh guru tersebut.

Doni dan Sandi merupakan beberapa anak yang juga ditangkap dan berhasil dirazia oleh guru tersebut. Setelah itu anak-anak yang bolos tadi di bawa ke sekolah dan dihukum untuk berdiri di depan tiang bendera selama 2 jam. Setelah itu mereka di bawah ke BK untuk ditanyai kenapa mereka itu bolos.

“Kalian bukannya masuk sekolah malah bolos, ayo katakan apa alasan kalian pada bolos sekolah?” Tanya Ibu Guru BK.

Anak-anak yang tadi bolos semuanya diam dan hanya bisa merunduk. Tidak ada yang berani jawab karena mereka tahu bahwa alasan mereka tidak ada yang berguna karena mereka memang salah. Sampai beberapa menit ruangan BK hening dan anak-anak yang membolos tetap menundukan kepala mereka.

“Kenapa kok ditanya malah pada diam? Kalian sebenarnya sadarkan bahwa perbuatan kalian itu salah makanya pada diam? Apa kalian pada mau orang tuanya saya panggil ke sini supaya tahu apa yang kalian semua perbuat?”

Mendengar hal ini para anak yang membolos jadi takut dan khawatir kalau orang tua mereka dipanggil ke sekolah. Mereka tidak mau orang tua mereka tahu bahwa mereka bolos sekolah. Mereka takut dimarahi dan mengecewakan orang tua mereka.

“Jangan Bu..,” serentak mereka semua menjawab.

“Loh kenapa ga mau? Kalian kan harus mempertanggungjawabkan perbuatan kalian. Kalian bukannya sekolah malah pada bolos. Kalau orang tua kalian tahu pasti mereka kecewa dengan kalian, mereka mengeluarkan uang supaya kalian bisa bersekolah dan mendapatkan ilmu yang berguna nantinya. Kalian harusnya itu bersyukur masih bisa bersekolah, banyak anak di luar sana yang memiliki keinginan untuk bersekolah namun tidak memiliki biaya, kalian yang sudah dibiayai oleh orang tua malah bolos sekolah, kasian orang tua kalian. Mereka bekerja siang malam untuk memenuhi kebutuhan sekolah, belum lagi untuk uang jajan kalian tiap harinya yang malah digunakan untuk membeli rokok.” Guru BK menasehati mereka dengan panjang dan lebar.

Mendengar hal ini mereka langsung sadar bahwa banyak anak di luar sana yang tidak seberuntung mereka dan bisa bersekolah. Mereka jadi teringat orang tua mereka yang bekerja siang dan malam untuk membiayai sekolah mereka. Dalam hati merek menyesal karena bolos sekolah dan tidak ingin mengulanginya lagi.

“Iya bu, benar kita tidak memikirkan bahwa banyak anak diluar sana yang seberuntung kita, kita minta maaf bu dan kedepannya tidak akan mengulanginya lagi” Doni berkata dengan nada pelan dan menyesal.

“Bagus kalo kalian sudah sadar sekarang, yaudah sekarang kalian semua pergi ke kelas masing-masing, lanjutkan belajarnya.”

“Iya bu” anak-anak serentak menjawab.

Setelah itu mereka pergi dari ruang BK dan ke kelas mereka masing-masing untuk mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung. Meskipun mereka takut dimarahi lagi oleh guru yang sedang mengajar mereka tetap masuk dan menerima nasihat dari guru tersebut.

 

Contoh Cerpen Persahabatan

15 contoh cerpen singkat lengkap 3

Pada suatu hari aku mendengar bahwa band Exo asal Korea mau tampil di Indonesia dan kbetulan konsernya itu tidak jauh dari kotakku. Aku sangat menyukai band ini karena membernya yang ganteng-ganteng dan joget-joget nya yang keren. Karena itulah aku ikut mengantri membeli tiket untuk melihat konser ini. Aku pergi mengantri membeli tiket bersama temanku yang bernama Rina. Sebenarnya Rina tidak terlalu suka dengan Exo namun saat kuajak dia tetap mau menemaniku.

Aku berangkat ke tempat pembelian tiket jam 7 dan di sana aku dan Rina mengantri sangat lama. Karena band ini juga sudah sangat terkenal di Indonesia, alhasil banyak orang yang mengantri untuk membeli tiket konser ini. Aku dan Rina mengantri berjam-jam dan sampai sore belum mendapat tiket tersebut. Hanya orang yang datang paling awal yang mendapatkannya. Alhasil aku dan Rina pulang dengan tangan kosong, aku sangat kecewa pada saat itu.

Sesampainya dirumah aku membuka instagram dan melihat berita-berita tentang band-band korea. Nah, di situs aku melihat ada kuis siapa yang bisa memberikan jawaban paling menarik akan beruntung bisa mendapatkan tiket untuk nonton konser Exo yang sebelumnya tidak berhasil aku dapatkan. Karena melihat ini aku langsung buru-buru mengikuti kuis tersebut dan memberikan jawaban terbaik yang bisa aku berikan. Setelah itu aku menunggu beberapa hari sampai pengumuman di berikan, namun sayangnya aku kurang beruntung dan tidak terpilih.

Aku sangat kecewa karena hal ini dan mengurung di kamar menangis seharian. Pada saat itu tiba-tiba Rina datang ke rumahku.

“Pagi tante, Fitrinya ada di rumah?”

“Ada kok di kamar, dari kemarin sore belum keluar kamar ga tahu itu kenapa, coba kamu bujuk ya Rin.” Jawab mamaku dan meminta Rina membujukku keluar kamar.

Setelah itu Rina datang ke kamarku dan kubiarkan masuk. Kemudian Rina bertanya kepadaku.

“kenapa sih kamu nangis sampai segitunya?”.

“Ih kamu ga tahu sih, aku kan ngefans banget sama BTS. Aku udah coba banyak cara buat dapetin tiket, udah ngantri dari pagi sampai sore tetap ga dapet tu tiket, sudah ikut kuis di Instagram juga ga dapet, kan aku jadi kecewa banget Rin!”

“Yaudah, ini tiket buat kamu” Rina memberikan sebuah tiket padaku.

Setelah itu aku menerima tiket tersebut dan melihatnya dengan saksama. Aku pun terkejut karena ternyata tiket yang Rina berikan adalah tiket konser EXO yang sangat aku inginkan.

“Loh gimana kamu bisa dapat tiket ini Rin?”

“Waktu itu aku juga melihat kuis di Instagram buat dapetin tiket, nah aku kan tahu kamu suka banget sama band EXO ini. Aku iseng-iseng ikutan deh, eh malah aku yang menang, hehe”

“Tapi beneran ini tiket buat aku nih? Kamu kan juga suka sama EXO”

“Iya beneran, aku memang suka tapi ga se fanatik kamu Rin, itu tiket buat kamu aja, aku ikhlas kok.”

“Wahh… makasih ya Rin kamu memang sahabat aku yang paling baik, beruntung banget aku bisa punya temen kayak kamu.”

“Hehe”

Setelah itu aku berhasil pergi menonton konser EXO di Indonesia. Setelah itu aku sangat puas dan bahagia, setelah pulang aku menceriakan apa yang aku lihat di sana ke sahabatku Rina.

 

Contoh Cerpen Persahabatan 2

15 contoh cerpen singkat lengkap 4

Namaku adalah Andri, aku adalah pelajar SMK dan ini sudah tahun ke 3, sebentar lagi aku lulus. Karena sudah menjelang ujian, aku belajar dengan giat setiap harinya supaya bisa mendapatkan nilai yang bagus. Aku memiliki satu teman yang bernama Bangga, temanku ini sangat malas dan tidak mau belajar. Ketika ulangan dia selalu meminta jawaban ke aku.

Nah, karena menjelang ulangan ini dan dia selalu bergantung kepadaku ketika ulangan, aku mencoba untuk tidak memberi tahu jawaban saat ulangan. Hal ini untuk kebaikan Bangga dan supaya dia mau belajar.

“Andri, nomor 1 sampai 5 jawabannya apa?” tanya Bangga dengan suara pelan dan isyarat tangan  supaya orang lain tidak dengar.

Melihat Bangga meminta jawaban, aku diam saja dan pura-pura tidak dengar. Bangga terus meminta jawaban ke aku, namun aku terus menerus mengabaikannya. Sampai salah satu pengawas memerhatikan gerak-gerik Bangga dan menegurnya. Akhirnya dia mengerjakan sendiri soal-soal yang diberikan. Setelah ujian selesai, Bangga menemuiku dan marah-marah.

“Andri kamu kok sombong banget sih, dipanggil ga mau nengok?!” kata andri dengan nada tinggi.

“Nga, sebagai teman kamu aku tuh ga mau menjerumuskan kamu lebih dalam lagi. Kita kan sudah mau ujian, kamu harus mulai belajar dan mengerjakan sendiri. Soalnya saat Ujian Nasional nanti kamu tidak bisa bertanya siapa-siapa dan hanya bisa mengandalkan diri sendiri, soalnya tiap anak mendapatkan soal berbeda.” Kataku,

“Eh, iya yah kita sudah mau lulus. Emangnya benar kalu tiap orang itu dapat soal yang berbeda ndri? Jangan bohong kamu.”

“Iya lah, kan ujiannya menggunakan komputer dan tiap komputer memiliki kode yang berbeda. Meskipun ada soal yang sama, namun nomornya pasti beda. Selain itu duduknnya juga diacak dan tidak seperti biasanya.”

“Ooo begitu ya, yaudah deh aku mulai sekarang mau belajar. Makasih ya kamu sudah ngingetin aku, kalo ga pas ujian nasional pasti aku sangat kebingungan.” Jawab Bangga dengan nada rendah.

“Iya sama-sama, kamu kan teman aku. Eh ngga, bagaimana kalo belajar bareng?”

“Wah ide bagus itu, soalnya banyak materi yang belum paham aku bisa tanya ke kamu deh. Ajak yang lain juga gapapa yah?” balas Bangga.

“Iya gapapa, lebih banyak malah lebih bagus. Yang penting nanti kondusif jangan malah mainan. Belajar kelompoknya mau di tempat siapa ini?”

“Di rumahku saja dulu, nanti belajar kelompok berikutnya di rumahmu dan seterusnya gantian.” Kata Bangga.

“Oke deh.”

Setelah itu aku, Bangga dan teman-teman belajar bersama dengan serius sampai menjelang ujian.

Ujian berakhir dan nilai pun sudah mulai keluar. Aku dan teman-teman sangat deg-degan dengan hasil yang kami peroleh. Dan ternyata hasilnya bagus semua, Bangga dan teman-temanku yang lain juga mendapat nilai yang cukup bagus.

“Alhamdulillah, ternyata belajar kelompok kita selama ini tidak sia-sia.” Kata Bangga.

“Iya bener, kan lebih baik belajar dari pada mencontek. Rasanya lebih puas melihat nilai hasil kerja keras kita sendiri.”

Setelah itu aku dan Bangga lanjut kuliah ke Universitas yang kebetulan sama dan kami berdua diterima di universitas tersebut. Sampai sekarang aku dan Bangga masih menjadi sahabat yang dekat dan saling mengingatkan apabila ada yang salah diantara kita.

 

Contoh Cerpen Motivasi

15 contoh cerpen singkat lengkap 5

Pak Jasan adalah seorang penjual nasi goreng di dekat pasar. Hari ini tidak seperti biasanya pembeli nasi goreng di tempatnya sangat sepi, bahkan seharian ini tidak sampai 10 orang yang beli nasi goreng di tempatnya. Dan akhirnya sampai malam penjualan nasi gorengnya masih sepi.

Saat sedang berjaga di warungnya, tiba-tiba dia melihat seorang ibu dan anak di pinggir jalan yang terlihat sangat kelaparan. Karena iba dan kasihan, akhirnya pak Jasan membuat 2 porsi nasi goreng dan memberikannya kepada ibu dan anak tersebut.

“Bu, ini ada nasi goreng silahkan dimakan ya” pak Jasan mendekat dan menawarkan dengan tersenyum lembut kepada ibu dan anak tadi.

“Tapi saya tidak punya uang pak” sahut sang ibu dengan nada yang pelan dan lemah.

“Gak papa bu, gausah bayar saya kasih gratis bu”

“Makasih ya pak, semoga dagangan bapak makin laris dan banyak pembelinya, aamiin.”

“Iya bu, makasih”

Setelah ibu dan anak itu selesai makan, Pak Jasan membereskan warungnya dan pergi pulang karena sudah malam. Sesampainya di rumah dia berkata pada istrinya.

“Bu, maaf ya uang hasil jualan hari ini cuma segini, tadi yang beli nasi goreng sepi. Tadi juga ada ibu dan anak yang kelaparan jadi aku kasih gratis dua porsi nasi goreng.”

“Yaudah pak, gapapa itung-itung sedekah. Semoga jualan besok bisa laris dan banyak yang beli ya pak.”

Seperti biasa pagi harinya Pak Jasan kembali pergi ke warugnya untuk jualan nasi goreng. Namun dagangannya tetap saja sepi pembeli. Pak Jasan pun mulai pasrah dan kecewa, namun dia tetap berjualan seperti biasa dan yakin bahwa rejeki tidak akan tertukar.

Sampai suatu hari ada seseorang yang datang ke warungnya, orang tersebut bersama dengan ibu dan anak yang beberapa hari lalu dia beri nasi goreng gratis.

“Perkenalkan pak, Saya Doni. Ini adalah Istri dan anak saya.”

“Iya pak, saya Jasan. Ada yang bisa saya bantu?”

“Pertama-tama saya mau bilang makasih sama bapak karena sudah membantu istri dan anak saya dan memberi makanan. Sebagai balasannya saya mau menawarkan kerja sama sama bapak, apakah Pak Jasan mau?”

“Iya pak, sama-sama sudah sepatutnya kita membantu orang yang sedang kesusahan. Kalo boleh tahu kerja sama apa ya pak?”

“Saya mau buka restoran nasi goreng, nah saya mau bapak yang ngurus restoran tersebut. Nanti saya yang danai restoran tersebut, dan untungnya kita bagi hasil pak gimana? Apakah bapak minat?”

“Wah yang bener pak? Mau banget pak, kebetulan sekarang ini jualan di sini sudah sepi dan sedikit yang beli” Pak Jasan menjawab dengan bersemangat.

Akhirnya Pak Jasan memiliki restoran nasi goreng sendiri yang tiap harinya banyak pembeli. Sekarang pak Jasan sudah bisa memenuhi kebutuhan keluarga mereka karena penghasilan dari restoran yang cukup besar dan bisa digunakan sebagian untuk menabung.

 

Contoh Cerpen Motivasi 2

15 contoh cerpen singkat lengkap 6

Hendri baru saja lulus SMK dan ingin langsung mencari kerja karena tidak memiliki uang untuk melanjutkan kuliah, dia juga ingin mengurangi beban orang tua. Dia mulai bekerja sebagai penjual kacang, kacang yang dijual oleh Hendri sangat laris dan banyak sekali pembelinnya. Setiap hari kacang yang dibawa selalu habis terjual.

Namun suatu saat dia dimarahi dan diusir oleh penjual kacang lain yang merasa dirugikan karena pelanggannya berpindah beli ke Hendir. Karena merasa tidak enak akhirnya dia pindah tempat dagangan. Meskipun tidak seramai sebelumnya, kacang Hendri tetap ada yang beli. Sampai suatu saat dia merasa bahwa dari jualan kacang ini hasilnya kurang dan tidak bisa disisihkan untuk menabung.

Suatu hari, dia berjualan kacang dan melewati sebuah tempat atau proyek yang sedang dibangun. Kemudian setelah itu dia coba bertanya apakah boleh bekerja disini.

“Permisi pak, apakah saya boleh bekerja di sini?” tanya Hendri ke Mandor yang bernama Pak Juli.

“Ooh boleh saja, yang penting kamu harus bekerja dengan benar ya. Besok silahkan datang lagi ke sini jam 8 untuk bekerja” Kata Pak Juli.

“Iya pak, makasih yah.” Jawab Hendri dengan bahagia.

Setelah itu besoknya Hendri datang setengah jam lebih awal dan bertemu Pak Juli. Kemudian mereka berbincang dan melakukan apel bersama pekerja yang lain.

Setelah sebulan bekerja, Pak Juli melihat bahwa kinerja dari Hendri ini sangat bagus dan disiplin. Dia selalu datang lebih awal daripada pekerja lainnya. Karena hal ini Pak Juli berpikiran untuk menyerahkan proyek ini kepada Hendri karena ada proyek lain yang harus dia urus.

“Hendri, sini nak” Pak Juli memanggil Hendri.

“Iya, ada apa ya pak?” tanya Hendri.

“Kamu mau ga saya jadikan mandro di proyek ini? Kamu kan sudah tahu dan saya lihat kamu juga memiliki potensi untuk mengelola proyek.” Kata Pak Juli.

“Wah mau banget pak.” Jawab Hendri dengan sangat bersemangat.

Setelah itu Hendri menjadi mandor di tempat tersebut, namun karena Hendri ini pendatang baru dan masih mudah, ada beberapa pekerja yang tidak suka dan merasa iri, diantaranya adalah Gilang dan Angga. Mereka akhirnya berencana untuk mencelakai Hendri dengan menjatuhkan batu bata dari atas saat Hendri sedang mengecek dan mengawasi para pekerja.

Karena hal ini Hendri harus di bawa ke rumah sakit dan beberapa hari tidak bisa melanjutkan pekerjaan. Selain Angga dan Gilang juga menuduh Hendri melakukan korupsi terhadap barang material yang digunakan untuk mengerjakan proyek tersebut. Akhirnya Hendri dipecat oleh Pak Juli.

Namun setelah beberapa hari berlalu, Pak Juli baru tahu bahwa yang melakukan korupsi bukanlah Hendri melainkan orang lain. Selain itu pak Juli juga mengetahui bahwa Gilang dan Angga sengaja mencelakai Hendri supaya tidak bisa bekerja lagi.

Akhirnya pak Juli ke rumah sakit dan menjelaskan semua itu. Pak Juli juga berkata bahwa dia telah memecat Gilang dan Angga.

“Saya sudah memecat mereka berdua sekarang Ndri. Besok kalo kamu sudah sembuh silahkan kembali bekerja dan mengurus proyek sebelumnya ya.” Kata pak Juli.

“Loh kenapa dipecat pak, saya mau mereka dipekerjakan lagi saja pak. Mungkin mereka sudah khilaf, mereka tulang punggung keluarga dan butuh uang untuk menghidupi keluarga mereka. Jadi saya minta tolong untuk memperbolehkan mereka berdua bekerja kembali.” Saut Hendri.

“Memang tidak salah saya memilih kamu Hendri, kamu memang sangat baik dan jujur. Meskipun sudah dicelakai kamu tetap memaafkan mereka dan bahkan membiarkan mereka bekerja lagi.”

Setelah Hendri kembali bekerja, Gilang dan Angga meminta maaf kepada Hendri atas perbuatan yang dilakukan. Akhirnya mereka berdua tidak lagi iri kepada Hendri dan malah mengagumi Hendri.

 

Contoh Cerpen Cinta

15 contoh cerpen singkat lengkap 7

Dewi adalah seorang wanita yang umurnya sudah cukup matang untuk menikah, meskipun ingin menikah namun dia belum menemukan jodohnya. Dulu dia pernah jatuh cinta pada seseorang, namun dia memendamnya dan mungkin sekarang dirinya sendiri juga sudah lupa. Nia bekerja di rumah sakit sebagai perawat bersama temannya yaitu Leni.

“Wi, tadi ada cowok yang nanyain kamu loh” kata Leni.

“Siapa? Palingan cuma pasien baru yang ingin tahu jadwal periksa” Jawab Dewi.

“Ngga tahu, tapi dia nanyain kamu pas kamu lagi tugas. Aku bilang deh Dewinya lagi tugas dan ga lagi di rumah sakit, setelah itu dia langsung pergi”

“Ah paling cuma orang iseng” Jawab Dewi.

“Bukan, pasien yang satu ini beda loh” Sambung Leni.

“Beda gimana?” Tanya Dewi.

“Ah kamu ga pahamanan lah, yaudah gausah dipikirn lagi”

Selang beberapa menit percakapan antara Dewi dan Lina, setelah itu ada telepon berbunyi dan Dewi mengangkatnya.

“Halo selama sore, ada yang bisa saya bantu?”

“Sore, saya ingin berbicara dengan Ibu Dewi, apakah ada?” jawab seorang pria lewat telepon tersebut.

“Iya saya sendiri, dengan siapa ya ini? Ada keperluan apa mencari saya?”

Setelah bertanya seperti itu telepon malah langsung dimatikan dan pembicaraan tidak berlanjut.

“Siapa sih, ah palingan orang iseng”

Hari ini seperti biasa Dewi bekerja dan malamnya pulang ke rumah, namun sesampainya Dewi di rumah suasananya agak berbeda dari biasanya. Orang tua Dewi memanggilnya dan menyuruhnya berkumpul di ruang keluarga.

“Lis ada anak temen Ayah yang ke sini dan ingin bertemu kamu lo. Anaknya itu baik dan tampan lagi” ucap ibu sambil tersenyum.

“Apaan sih ibu, kenal juga belum langsung puji-puji dia saja.” Jawab Dewi sambil menikmati makanan yang ada di meja.

Kemudian setelah itu ayahnya juga ikut campur dengan mengatakan bahwa dia ingin cepat-cepat punya cucu. Karena kata-kata ini Lisa pun tersedak dan segera minum.

“Apa salahnya jika kita berdua sebagai orang tua ingin menggendong cucu, kamu itu sudah cukup umur dan harusnya cepat-cepat menikah, soalnya adikmu juga sudah mulai besar, kalian harus gantian.”

Ucapan ayah tidak dibalas oleh Dewi namun ucapan tersebut membuat Dewi tidak bisa tidur semalaman karena memikirkannya.

Sama seperti kemarin Leni mengatakan hal yang sama bahwa ada cowok yang mencarinya lagi. Kemudian setelah pulang kerja, Dewi langsung pulang ke rumah. Sampai di rumah, ada banyak orang yang sudah duduk di ruang tamu rumahnya dan saling bercengkerama dengan kedua orang tuanya.

Lina kemudian masuk dan menyapa tamu-tamu tersebut, setelah itu Dewi masuk ke dapur. Di dapur dia bertemu adiknya Rani.

“Dek mereka siapa sih, kok aku belum pernah liha mereka ya?”

“Loh mereka kan calon keluarga baru Kakak.” Jawab Lisa dengan polos.

“HAAH??! Apaan sih, jangan sembarangan deh kalo ngomong.” Dewi sangat terkejut dengan jawaban yang diberikan Rani, namun memang si salah satu tamu tersebut ada yang masih muda dan tampangnya juga lumayan ganteng, batin Dewi.

Setelah selesai ganti baju Dewi dipanggil ibunya ke ruang tamu.

“Dewi, perkenalkan ini anak teman ibu yang kemarin ibu ceritakan”

Pria itu tersenyum manis kepada Dewi. Meskipun sedikit ragu namun Dewi merasa seperi pernah melihat dan mengenal pria di depannya ini.

“Halo namaku Bara, kamu lupa ya sama aku? Kita kan dulu teman SMA”

Setelah itu pikiran Dewi Flashback ke beberapa tahun yang lalu pada saat SMA. Setelah itu pipi Dewi menjadi merah karena ternyata pria yang di depannya itu adalah Bara teman SMA yang pernah Dewi sukai.

Dewi benar-benar tidak menyangka bahwa orang yang dia sukai dulu dan tidak sempat menyatakan cintanya malah datang dan melamar dia. Dan ternyata Bara ini adalah orang yang beberapa kali pergi ke rumah sakit untuk mencari Dewi. Namun karena terus-terusan tidak bisa bertemu Dewi, akhirnya dia memutuskan untuk langsung pergi ke rumahnya. Tentu saja ini dengan persetujuan Dewi karena memang orang tua mereka sudah saling kenal.

Kemudian setelah 3 bulan, akhirnya pernikahan Dewi dan Bara dilaksanakan. Kedua pasangan ini masih terlihat malu-malu saat berada di pelaminan, namun mereka memancarkan aura kebahagiaan yang juga terlihat dari raut muka mereka.

 

Contoh Cerpen Lucu

15 contoh cerpen singkat lengkap 8

Supri merupakan orang yang lama tinggal di desa dan belum pernah pergi ke kota. Pada suatu hari dia pergi kota untuk bekerja bersama temannya yang bernama Indro. Dia pergi ke kota untuk merantau dan mencari uang untuk dikumpulkan. Sebagai orang awam yang belum pernah pergi ke kota tentunya dia memiliki banyak hambatan dan bingung saat mau melakukan banyak hal.

Jadi saat berangkat dia bergantung kepada Indro, mulai dari bagaimana cara memesan tiket sampai dengan sampai di kota dia sangat bergantung pada Indro. Sesampainya mereka berdua di kota, mereka menyewa tempat tinggal atau kos untuk mereka tidur dan menetap. Mereka mencari tempat tinggal yang dekat dengan kota supaya mudah jika ingin mencari sesuatu seperti makanan, cemilan, dan sebagainya.

Untuk masalah makanan, beli barang-barang dan sebagainya biasanya yang membelinya adalah Indro karena dia sudah pernah hidup merantau di kota.

“Gimana pri? Kamu sudah terbiasa kan hidup di kota?” tanya Indro.

“Sudah dongg, kan aku disini sudah seminggu masa belum terbiasa. Tapi hidup di kota ada enaknya ada susahnya ya ndro.”

“Susah gimana? Enak hidup di kota kali, hampir semua yang kita butuhkan ada, makanan banyak dan jenisnya juga banyak tinggal pilih yang penting bunya duit.”

“Iya sih, semua sudah tersedia di kota. Namun di kota udaranya itu kotor ga kayak di desa, udaranya kan seger. Terus di sini juga lebih panas daripada di desa, jalanannya juga sering macet.”

“Ya namanya juga Kota, jelas lebih ramai dari desa maklum lah, disini juga banyak pengguna kendaraan bermotor jadi wajar polusi udara dimana-mana. Udahlah, aku mau beli makanan cemilan nih, kamu mau nitip ga?” tanya Indro.

“Eh, biar aku aja yang beli.” Saut Supri.

“Yaudah sana, kamu inget kan tempatnya?”

“Inget lah, masa gitu aja lupa.”

Setelah itu Supri pergi ke toko yang biasa mereka kunjungi saat ingin membeli cemilan sehari-hari. Namun sesampainya di toko, ternyata tokonya tutup. Supri pun bingung, mau langsung balik atau cari toko yang lain. Daripada pulang dengan tangan kosong, mending cari toko lain, batin Supri.

Ketemu lah sebuah toko yang modern dan modelnya menarik. Supri pergi ke toko tersebut, sesampainya di depan toko Supri membuka pintu toko, namun terjadi masalah.

“Eh ini kok pintunya ga mau kebuka ya?” Supri bingung saat membuka pintu toko.

Di belakang Supri ada orang yang ingin masuk dan menunggu Supri membuka pintunya. Setelah itu orangnya pun bilang geser.

“Geser mas” pria di belakang Supri berbicara.

Kemudian Supri geser dan kembali mencoba membuka pintu toko.

Pria di belakanngya ketawa, karena kelakuan Supri.

“Maksudnya pintunya mas yang di geser” pria tersebut berkata sambil tersenyum.

“Oh.. pintunya toh.” Saut Supri sambil menggeser pintu toko. Disa sangat malu karena kelakuannya tadi.

Setelah itu dia membeli beberapa cemilan di toko tersebut, dan pulang. Kemudian sesampainya di kos dia menceritakan pengalamannya tersebut kepada Indro. Alhasil Indro tertawa dengan cerita Supri tersebut.

 

Contoh Cerpen Kehidupan Sehari-hari

15 contoh cerpen singkat lengkap 9

Alarm berbunyi dan andi segera bangun untuk solat dan bersiap-siap berangkat sekolah. Di sekolah Andi merupakan anak yang jujur dan sopan, namun dia kurang dalam hal belajar karena dia sering mengalami remidi saat ulangan. Untuk mengatasi hal ini Andi belajar dengan giat tiap harinya untuk menutupi kekurangannya dalam belajar.

Meskipun sudah belajar dengan giat nilain andi tetap biasa saja dan masih sering remidi. Namun Andi tetap semangat dan yakin bahwa dia bisa mendapatkan nilai yang bagus.

Sampai pada suatu saat besoknya akan diadakan ujian semester. Andi dan teman-temannya sedang duduk dan berkumpul bersama. Mereka sedang berbincang mengenai agenda minggu besok yang akan diadakan ujian semester.

“Eh minggu depan kita mau ujian semester ya?” tanya Rido yang merupakan salah satu teman Andi dan sedang berkumpul bersama.

“Iya nih, males baget aku belajarnya. Pada belajar ga nih? Gausah deh, biar aku ada temannya begitu, hehe”.

“Harus belajar dong biar nilai kita bagus, nanti kalo nilai kita jelek disuruh remidi. Apalagi kalo disuruh remidinya di ruang guru, hawanya mencekam bro, mending jangan sampai remidi deh” Saut Andi.

“Wah kamu kelihatannya sudah pengalaman banget ya ndi soal remdi” Doni bertanya sambil tertawa.

“Wah, jelas dongg. Mantap jiwa” Balas Andi.

“Ah mending gausah belajar deh, sudah belajar malah nanti yang kita pelajari ga keluar kan sia-sia. Mending kita belajar buat contekan, hehe” Saut Rian salah satu anak yang bisa dibilang mbeler di sekolah.

“Emang besok pengawasnya siapa? Takutnya pas nyontek pengawasnya galak”

“Katanya si Pak Amrin, tapi ga tahu deh mending belajar buat persiapan.”

“Kalo Pak Amrin si gapapa, soalnya pas beliau ngawasin malah tidur” Jawab Rido.

“Oke, berarti gausah belajar nih.” Kata Rian sambil tersenyum.

Sepulang sekolah Andi berpikir, apakah dia ikut teman-temannya tidak belajar dan buat contekan atau belajar. Sebenarnya Andi juga malas belajarnya, namun hati nurani Andi tidak mau berbohong dan akhirnya dia belajar dengan giat untuk persiapan ujian besoknya.

Pada saat ujian ternyata prediksi pengawas yang mereka kita salah, bukannya pengawasnya Pak Amrin malah Pak Toni yang sangat garang dan benar-benar memerhatikan para siswa saat mengerjakan ulangan. Akhirnya semua anak yang tidak belajar hanya bisa terdiam melihat soal yang sulit karena malamnya tidak belajar.

Andi bisa mengerjakan soal-soal yang ada karena kemarin dia belajar dengan giat. Akhirnya dia mendapatkan nila yang bagus dan tidak ikut remidi. Teman-teman yang kemarin itu berdiskusi untuk tidak usah belajar kebanyakan ikut remidi.

Nah, itulah beberapa contoh cerpen yang bisa kamu gunakan sebagai bahan bacaan dan referensi untuk bercerita ke anak-anak kau. Selain sebagai pentar tidur ana, cerpen di atas juga ada nilai moral dan hikmah yang bisa kita ambil, seperti cerpen sekolah sebelumnya yang mengajarkan kita untuk bersyukur dan tidak menyia-nyiakan perjuangan orang tua kita untuk menyekolahkan kita.

 

Contoh Cerpen Agama

15 contoh cerpen singkat lengkap 10

Amin merupakan remaja masjid yang sangat rajin, tiap qobliyah solat dia selalu pergi ke masjid dan azan di masjid. Suaranya azannya yang merdu membuat para jamaah berdatangan untuk segera slat di masjid. Amin ini sudah lulus sekolah namun sekarang belum menemukan pekerjaan yang cocok. Kadang ada beberapa tetangga yang membicarakannya, namun Amin membiarkannya.

Selain sering azan di masjid, Amin ini juga pandai mengaji dan wawasan agamanya lebih dalam dari anak-anak seusianya. Tiap maghrib sampai Isya dia mengaji di masjid bersama dengan para orang tua yang juga mengaji di masjid. Meskipun dia yang paling muda di situs dia tidak minder dan tetap mengaji dan mengharapkan pahala dari Allah.

Sampai suatu saat, kondisi keuangan keluarga Amin menurun karena Ayahnya sebagai tulang punggung keluarga sakit sudah sebulan. Karena hal ini Amin jadi berpikir untuk pergi merantau dan mencari pekerjaan, namun untuk ke luar kota dia memerluka biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itulah dia mengurungkan niatnya. Dia akhirnya mencari pekerjaan di desanya, apapun pekerjaan dia lakukan yang penting halal.

Namun lama kelamaan dia merasa bahwa pekerjaan yang tidak menentu ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Pagi sekali dia banggun untuk solat tahajud memohon petunjuk dan kemudah kepada Allah.

“Ya Allah, tolong mudahkanlah hambamu ini dalam mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluargaku dan membeli obat untuk Ayahku ya Allah. Mudahkan hambamu ini dalam mencari rezeki yang halal.” Ucap Amin tiap kali dia selesai solat tahajud.

Selama beberapa minggu dia belum menemukan pekerjaan yang cocok, namun dia tetap optimis dan percaya kepada Allah bahwa rencananya adalah yang terbaik. Dia tetap berusaha bekerja semampunya.

Sampai suatu saat ketika pengajian di masjid tidak ada yang mengisi karena yang biasa mengisi berhalangan dan tidak bisa hadir. Akhirnya orang yang biasa mengurus pengajian dan mengundang ustad untuk memberikan tausiyah meminta Amin untuk memberikan tausiyah.

“Amin kamu bisa ga memberikan tausiyah nanti? Soalnya ustad yang biasa tausiyah tidak bisa hadir karena sakit ini.” Pak Taryo.

Mendengar tawaran ini Amin kaget dan segera menolaknya, dia merasa ilmunya masih sedikit dan belum pantas untuk memberikan kepada orang lain, apalagi orang-orang yang lebih tua dari dirinya.

“Saya ga bisa pak, Ilmu saya masih sedikit, apa sih yang mau saya bagikan” jawab Amin.

“Jangan begitu, aku tahu kamu itu pandai mengaji dan wawasan agama kamu itu cukup luas. Tolong min, sampaikan apa saja yang menurut kamu itu bermanfaat.” Pak Taryo kembali membujuk Amin.

Karena ga enak menolak, akhirnya Amin mau, “ Yaudah deh pak, sebisa saya saja ya pak”

Setelah itu akhirnya dia maju ke mimbar dan memberikan tausiyahnya, meskipun awalnya grogi akhrinya dia bisa menyampaikan tausiyah dengan lancar dan menarik untuk disimak. Pak Taryo pun ikut heran dan kagum dengan Amin karena bisa memberikan materi pengajian yang bagus dan menarik sehingga orang-orang memerhatikannya ketika sedang berbicara.

“Tausiyah kamu tadi bagus banget loh, orang-orang juga sangat memperhatikan kamu. Kamu mau ga rutin tausiyah di sini setiap malam jumat?” Tanya Pak Taryo sambil  tersenyum.

“Alhamdulillah pak kalo bagus, saya sih mau-mau saja pak” jawab Amin.

“Bagus, nih sebagai tanda terima kasih” Pak taryo memberikan amplop kepada Amin.

“Apan nih pak, gausah deh saya ikhlas kok”, Amin segera menolak pemberian tersebut.

“Gapapa amin, aku tahu kok kamu itu lagi butuh uang, soalnya ayah kamu lagi sakit kan?” Pak Taryo membujuk Amin.

“Yaudah pak, makasih ya.” Akhirnya Amin menerima amplop tersebut.

Setelah itu Amin sering diundang di masjid-masjid setempat untuk mengisi pengajian di situs, dari situ dia mendapatkan uang untuk membiayai kehidupan sehari-harinya dan untuk membeli obat ayahnya yang sakit.

 

Nah, itulah beberapa cerita pendek atau cerpen yang bisa kamu gunakan untuk diceritakan kembali ke anak-anak kamu pada saat mereka mau tidur. Dari berbagai cerpen tersebut ada hikmah serta pesan moral yang bisa diambil sehingga anak kamu bisa tumbuh menjadi anak yang baik dan berkarakter. Kamu bisa menggunakan beberapa cerita tersebut untuk menghibur anak kamu.

Demikianlah cerita pendek atau cerpen yang bisa mastekno berikan kepada kamu. Semoga apa yang tadi mastekno sampaikan bermanfaat dan bisa membantu kamu untuk menemukan cerpen tebaik yang bisa diceritakan kepada anak kamu. Jika kamu memiliki pertanyaan atau punya cerpen menarik, silahkan komen di bawah.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15+ Contoh Cerpen Singkat Pendidikan, Persahabatan, Motivasi

15+ Contoh Cerpen Singkat Pendidikan, Persahabatan, Motivasi

Contoh Cerpen Singkat – Saat kita masih kecil dulu sebelum kita tidur kita biasanya dibacakan sebuah cerita tetentu yang menarik sebagai pengantar tidur kita. Biasanya para orang tua membacakan cerita ini untuk membuat kita cepat tidur. Nah, bagi kamu yang membaca ini mungkin umurnya sudah remaja bahkan mungkin ada yang sudah punya anak. Namun pernahkan kamu berpikir untuk melakukan hal yang sama yaitu membacakan cerita kepada anak kamu saat mau tidur?

Banyak orang tua yang mungkin berpikir demikian, namun kadang mereka bingung mau menceritakan kisah apa karena sudah lupa cerita-cerita yang dulu diceritakan orang tua mereka. Namun sebenarnya kamu tidak perlu khawatir karena sekarang ini sudah ada internet dan kamu bisa mencari cerita-cerita pendek menarik yang bisa dibacakan kepada anak kamu. Di internet ada banyak cerita menarik dengan berbagai genre.

Cerpen yang biasanya tersebar di internet bukan cuma cerita ringan untuk anak saja, banyak cerpen di internet yang menceritakan tentang kehidupan, kisah cinta, islami, persahabatan dan masih banyak lagi. Nah, pada kesempatan kali ini mastekno akan memberikan beberapa contoh cerpen yang bisa kamu bacakan kepada anak kamu saat mau tidur.

 

Contoh Cerpen Singkat

Berikut ini akan mastekno berikan beberapa contoh cerpen singkat tentang persahabatan, cinta, pendidikan, lucu, islami dan sebagainya supaya kamu tidak kekurangan cerita pendek untuk kamu ceritakan kepada anak kamu saat mau tidur.

 

Contoh Cerpen Pendidikan

15 contoh cerpen singkat lengkap 1

Budi merupakan salah satu siswa SMA yang sangat rajin dan berprestasi, meskipun dia berasal dari keluarga yang kuran mampu dia tetap bersekolah dengan semangat. Untuk membantu meringankan beban orang tua, dia tiap harinya berjualan jajanan di sekolah dan menjualnnya ke setiap kelas pada saat jam istirahat. Ada banyak jajanan yang dia bawa setiap harinya ke sekolah, meskipun masih sekolah dia tidak gengsi untuk berjualan di sekolah.

Jajanan yang dia jual memiliki rasa yang enak dan harganya juga relatif murah, jadi banyak orang yang menyukai jajanan yang dia jual. Uang hasil jualan ini dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah dia dan sebagian digunakan untuk menabung. Dia berencana untuk melanjutkan kuliah di salah satu universitas ternama di Indonesia, oleh karena itu dia terus mengumpulkan uang untuk membiayai kuliah itu nantinya.

Di suatu malam, Budi sedang berkumpul di ruang keluarga dengan ayah dan ibunya. Disitu mereka sedang menonton acara televisi pada saat itu.

“Budi, kamu mau melanjutkan sekolah atau mau langsung kerja?”, tanya Ayah kepada Budi.

“Aku mau lanjut kuliah saja ya, soalnya aku mau belajar lebih banyak hal lagi.” Jawab Budi.

Ayah dan Ibu budi kaget dengan jawaban budi, mereka sadar bahwa keuangan keluarga mereka pastinya tidak akan cukup untuk membiayai kuliah Budi nantinya.

“Maaf ya Budi, sayangnya uang hasil kerja bapak tidak cukup untuk membiayai kuliah kamu.” Ayah berkata dengan nada rendah.

“Gak papa yah, aku mau cari uang sendiri buat biaya kuliah aku nantinya. Aku ga mau membebani ayah sama ibu karena keinginanku untuk lanjut kuliah ini.” Jawab Budi dengan jelas dan lantang.

Mendengar hal ini ayah dan ibu Budi terkejut dan sedikit terharu. Mereka tidak menyangkan bahwa anak mereka sangat tekun dan ulet. Mereka jadi berpikir untuk tetap membantu budi dengan menyisikan uang hasil kerja sedikit demi sedikit.

“Wah bagus kalo begitu bud, kamu memang anak yang baik dan rajin ya” Ayah Budi bangga dengan anaknya.

“Hehe, yaudah yah aku mau masuk ke kamar dulu ya, mau belajar soalnya besok mau ulangan” Lanjut Budi.

“Yaudah sana belajar yang rajin ya anak, nah bisa juga tuh kamu cari program beasiswa supaya bisa kuliah tanpa biaya.” Jawab Ayah.

Mendengar hal ini Budi jadi berpikir untuk mendapatkan beasiswa ini, alhasil dia belajar dengan giat setiap harinya supaya bisa mendapatkan nilai yang bagus dan bisa mendapat beasiswa.

Setelah beberapa bulan berlalu berkat usaha dan keuletan Budi dalam belajar, akhirnya dia mendapatkan beasiswa kuliah. Selain itu pada saat kelulusan dia juga menjadi salah satu lulusan dengan nilai terbaik dan mendapatkan peringkat pertama. Pada saat upacara kelulusan orang tua Budi sangat bangga dan terharu akan prestasi yang anak mereka peroleh.

Akhirnya Budi berhasil masuk kuliah dengan beasiswa yang dia dapatkan. Meskipun dia mendapatkan beasiswa dia tetap berjualan di universitasnya untuk untuk ditabung dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Usaha jualanya semakin berkembang dan dikenal banyak orang sekarang.

 

Contoh Cerpen Bolos Sekolah

15 contoh cerpen singkat lengkap 2

Hari senin seperti biasa Doni bangun pagi dan bergegas mandi untuk berangkat sekolah, namun sebenarnya dia itu malas karena kemarin libur jadi penginnya sekarang masih libur. Doni bangun pukul 5 pagi dan mempersiapkan alat-alat sekolah, dan pukul 6.30 dia pergi menghampiri teman sekolanya Sandi yang rumahnya tidak jauh. Sesampainya di rumah Sandi Doni menunggu sekitar 10 menit karena ternyata Sandi masih siap-siap.

Setelah itu mereka berjalan bersama menuju sekolah, di tengah perjalanan mereka bercakap dan bercerita. Pada saat itu Sandi berkata kepada Doni,

“Don, kita bolos saja yuk soalnya aku lagi males banget ini soalnya hari senin sekarang ada pelajaran Matematikanya dan gurunya juga nyebelin.”

“Wah iya bener juga, aku juga lagi males ke sekolah ini. Mending kita pergi ke warung saja yuk, di bawah dekat sekolah. Biasanya di sana banyak anak-anak yang juga lagi bolos.” Jawab Doni.

“Iya betul, ke warung saja.” Lanjut Doni.

Kemudian setelah itu mereka berdua bolos sekolah dan malah pergi ke waung di dekat sekolah mereka. Di sana ada beberapa anak juga yang ternyata lagi bolos, semakin siang semakin banyak anak yang bolos karena kadang mereka datang ke sekolah terlambat dan mereka akhirnya lebih memilih pergi ke sini daripada dihukum. Di sana mereka duduk-duduk dan sambil memakan jajan yang dijual di situ.

Di situ juga banyak anak yang merokok meskipun masih sekolah. Teman Doni yaitu Sandi juga ikut merokok. Karena melihat Doni tidak merokok akhirnya Sandi menawarkan rokok ke Doni.

“Don, kamu ga ikut meroko? Cobain nih dijamin ketagihan deh.” Sandi menawarkan rokok kepada doni sambil membujuknya.

“Nggak ah, merokok ga enak mending uangnya buat beli makanan saja yang bisa bikin kenyang.” Jawab Doni.

“Ih cobain dulu gih, nih ambil rokok punyaku gausah dibayar, aku kasih gratis, hehe” Lanjut Sandi.

“Yaudah deh sini.”

Karena ditawari oleh Sandi rokok gratis akhirnya Doni juga ikutan meroko. Setelah itu Doni belajar cara merokok yang benar dari Sandi, lama kelamaan Doni jadi terbiasa merokok.

Saat anak-anak yang membolos lagi asyik makan dan merokok tiba-tiba ada guru yang datang ke warung tersebut. Melihat ada guru yang datang, anak-anak tadi pada panik dan berlarian ke segala arah. Namun meskipun begitu ada beberapa anak yang tidak bisa kabur dan berhasil ditangkap oleh guru tersebut.

Doni dan Sandi merupakan beberapa anak yang juga ditangkap dan berhasil dirazia oleh guru tersebut. Setelah itu anak-anak yang bolos tadi di bawa ke sekolah dan dihukum untuk berdiri di depan tiang bendera selama 2 jam. Setelah itu mereka di bawah ke BK untuk ditanyai kenapa mereka itu bolos.

“Kalian bukannya masuk sekolah malah bolos, ayo katakan apa alasan kalian pada bolos sekolah?” Tanya Ibu Guru BK.

Anak-anak yang tadi bolos semuanya diam dan hanya bisa merunduk. Tidak ada yang berani jawab karena mereka tahu bahwa alasan mereka tidak ada yang berguna karena mereka memang salah. Sampai beberapa menit ruangan BK hening dan anak-anak yang membolos tetap menundukan kepala mereka.

“Kenapa kok ditanya malah pada diam? Kalian sebenarnya sadarkan bahwa perbuatan kalian itu salah makanya pada diam? Apa kalian pada mau orang tuanya saya panggil ke sini supaya tahu apa yang kalian semua perbuat?”

Mendengar hal ini para anak yang membolos jadi takut dan khawatir kalau orang tua mereka dipanggil ke sekolah. Mereka tidak mau orang tua mereka tahu bahwa mereka bolos sekolah. Mereka takut dimarahi dan mengecewakan orang tua mereka.

“Jangan Bu..,” serentak mereka semua menjawab.

“Loh kenapa ga mau? Kalian kan harus mempertanggungjawabkan perbuatan kalian. Kalian bukannya sekolah malah pada bolos. Kalau orang tua kalian tahu pasti mereka kecewa dengan kalian, mereka mengeluarkan uang supaya kalian bisa bersekolah dan mendapatkan ilmu yang berguna nantinya. Kalian harusnya itu bersyukur masih bisa bersekolah, banyak anak di luar sana yang memiliki keinginan untuk bersekolah namun tidak memiliki biaya, kalian yang sudah dibiayai oleh orang tua malah bolos sekolah, kasian orang tua kalian. Mereka bekerja siang malam untuk memenuhi kebutuhan sekolah, belum lagi untuk uang jajan kalian tiap harinya yang malah digunakan untuk membeli rokok.” Guru BK menasehati mereka dengan panjang dan lebar.

Mendengar hal ini mereka langsung sadar bahwa banyak anak di luar sana yang tidak seberuntung mereka dan bisa bersekolah. Mereka jadi teringat orang tua mereka yang bekerja siang dan malam untuk membiayai sekolah mereka. Dalam hati merek menyesal karena bolos sekolah dan tidak ingin mengulanginya lagi.

“Iya bu, benar kita tidak memikirkan bahwa banyak anak diluar sana yang seberuntung kita, kita minta maaf bu dan kedepannya tidak akan mengulanginya lagi” Doni berkata dengan nada pelan dan menyesal.

“Bagus kalo kalian sudah sadar sekarang, yaudah sekarang kalian semua pergi ke kelas masing-masing, lanjutkan belajarnya.”

“Iya bu” anak-anak serentak menjawab.

Setelah itu mereka pergi dari ruang BK dan ke kelas mereka masing-masing untuk mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung. Meskipun mereka takut dimarahi lagi oleh guru yang sedang mengajar mereka tetap masuk dan menerima nasihat dari guru tersebut.

 

Contoh Cerpen Persahabatan

15 contoh cerpen singkat lengkap 3

Pada suatu hari aku mendengar bahwa band Exo asal Korea mau tampil di Indonesia dan kbetulan konsernya itu tidak jauh dari kotakku. Aku sangat menyukai band ini karena membernya yang ganteng-ganteng dan joget-joget nya yang keren. Karena itulah aku ikut mengantri membeli tiket untuk melihat konser ini. Aku pergi mengantri membeli tiket bersama temanku yang bernama Rina. Sebenarnya Rina tidak terlalu suka dengan Exo namun saat kuajak dia tetap mau menemaniku.

Aku berangkat ke tempat pembelian tiket jam 7 dan di sana aku dan Rina mengantri sangat lama. Karena band ini juga sudah sangat terkenal di Indonesia, alhasil banyak orang yang mengantri untuk membeli tiket konser ini. Aku dan Rina mengantri berjam-jam dan sampai sore belum mendapat tiket tersebut. Hanya orang yang datang paling awal yang mendapatkannya. Alhasil aku dan Rina pulang dengan tangan kosong, aku sangat kecewa pada saat itu.

Sesampainya dirumah aku membuka instagram dan melihat berita-berita tentang band-band korea. Nah, di situs aku melihat ada kuis siapa yang bisa memberikan jawaban paling menarik akan beruntung bisa mendapatkan tiket untuk nonton konser Exo yang sebelumnya tidak berhasil aku dapatkan. Karena melihat ini aku langsung buru-buru mengikuti kuis tersebut dan memberikan jawaban terbaik yang bisa aku berikan. Setelah itu aku menunggu beberapa hari sampai pengumuman di berikan, namun sayangnya aku kurang beruntung dan tidak terpilih.

Aku sangat kecewa karena hal ini dan mengurung di kamar menangis seharian. Pada saat itu tiba-tiba Rina datang ke rumahku.

“Pagi tante, Fitrinya ada di rumah?”

“Ada kok di kamar, dari kemarin sore belum keluar kamar ga tahu itu kenapa, coba kamu bujuk ya Rin.” Jawab mamaku dan meminta Rina membujukku keluar kamar.

Setelah itu Rina datang ke kamarku dan kubiarkan masuk. Kemudian Rina bertanya kepadaku.

“kenapa sih kamu nangis sampai segitunya?”.

“Ih kamu ga tahu sih, aku kan ngefans banget sama BTS. Aku udah coba banyak cara buat dapetin tiket, udah ngantri dari pagi sampai sore tetap ga dapet tu tiket, sudah ikut kuis di Instagram juga ga dapet, kan aku jadi kecewa banget Rin!”

“Yaudah, ini tiket buat kamu” Rina memberikan sebuah tiket padaku.

Setelah itu aku menerima tiket tersebut dan melihatnya dengan saksama. Aku pun terkejut karena ternyata tiket yang Rina berikan adalah tiket konser EXO yang sangat aku inginkan.

“Loh gimana kamu bisa dapat tiket ini Rin?”

“Waktu itu aku juga melihat kuis di Instagram buat dapetin tiket, nah aku kan tahu kamu suka banget sama band EXO ini. Aku iseng-iseng ikutan deh, eh malah aku yang menang, hehe”

“Tapi beneran ini tiket buat aku nih? Kamu kan juga suka sama EXO”

“Iya beneran, aku memang suka tapi ga se fanatik kamu Rin, itu tiket buat kamu aja, aku ikhlas kok.”

“Wahh… makasih ya Rin kamu memang sahabat aku yang paling baik, beruntung banget aku bisa punya temen kayak kamu.”

“Hehe”

Setelah itu aku berhasil pergi menonton konser EXO di Indonesia. Setelah itu aku sangat puas dan bahagia, setelah pulang aku menceriakan apa yang aku lihat di sana ke sahabatku Rina.

 

Contoh Cerpen Persahabatan 2

15 contoh cerpen singkat lengkap 4

Namaku adalah Andri, aku adalah pelajar SMK dan ini sudah tahun ke 3, sebentar lagi aku lulus. Karena sudah menjelang ujian, aku belajar dengan giat setiap harinya supaya bisa mendapatkan nilai yang bagus. Aku memiliki satu teman yang bernama Bangga, temanku ini sangat malas dan tidak mau belajar. Ketika ulangan dia selalu meminta jawaban ke aku.

Nah, karena menjelang ulangan ini dan dia selalu bergantung kepadaku ketika ulangan, aku mencoba untuk tidak memberi tahu jawaban saat ulangan. Hal ini untuk kebaikan Bangga dan supaya dia mau belajar.

“Andri, nomor 1 sampai 5 jawabannya apa?” tanya Bangga dengan suara pelan dan isyarat tangan  supaya orang lain tidak dengar.

Melihat Bangga meminta jawaban, aku diam saja dan pura-pura tidak dengar. Bangga terus meminta jawaban ke aku, namun aku terus menerus mengabaikannya. Sampai salah satu pengawas memerhatikan gerak-gerik Bangga dan menegurnya. Akhirnya dia mengerjakan sendiri soal-soal yang diberikan. Setelah ujian selesai, Bangga menemuiku dan marah-marah.

“Andri kamu kok sombong banget sih, dipanggil ga mau nengok?!” kata andri dengan nada tinggi.

“Nga, sebagai teman kamu aku tuh ga mau menjerumuskan kamu lebih dalam lagi. Kita kan sudah mau ujian, kamu harus mulai belajar dan mengerjakan sendiri. Soalnya saat Ujian Nasional nanti kamu tidak bisa bertanya siapa-siapa dan hanya bisa mengandalkan diri sendiri, soalnya tiap anak mendapatkan soal berbeda.” Kataku,

“Eh, iya yah kita sudah mau lulus. Emangnya benar kalu tiap orang itu dapat soal yang berbeda ndri? Jangan bohong kamu.”

“Iya lah, kan ujiannya menggunakan komputer dan tiap komputer memiliki kode yang berbeda. Meskipun ada soal yang sama, namun nomornya pasti beda. Selain itu duduknnya juga diacak dan tidak seperti biasanya.”

“Ooo begitu ya, yaudah deh aku mulai sekarang mau belajar. Makasih ya kamu sudah ngingetin aku, kalo ga pas ujian nasional pasti aku sangat kebingungan.” Jawab Bangga dengan nada rendah.

“Iya sama-sama, kamu kan teman aku. Eh ngga, bagaimana kalo belajar bareng?”

“Wah ide bagus itu, soalnya banyak materi yang belum paham aku bisa tanya ke kamu deh. Ajak yang lain juga gapapa yah?” balas Bangga.

“Iya gapapa, lebih banyak malah lebih bagus. Yang penting nanti kondusif jangan malah mainan. Belajar kelompoknya mau di tempat siapa ini?”

“Di rumahku saja dulu, nanti belajar kelompok berikutnya di rumahmu dan seterusnya gantian.” Kata Bangga.

“Oke deh.”

Setelah itu aku, Bangga dan teman-teman belajar bersama dengan serius sampai menjelang ujian.

Ujian berakhir dan nilai pun sudah mulai keluar. Aku dan teman-teman sangat deg-degan dengan hasil yang kami peroleh. Dan ternyata hasilnya bagus semua, Bangga dan teman-temanku yang lain juga mendapat nilai yang cukup bagus.

“Alhamdulillah, ternyata belajar kelompok kita selama ini tidak sia-sia.” Kata Bangga.

“Iya bener, kan lebih baik belajar dari pada mencontek. Rasanya lebih puas melihat nilai hasil kerja keras kita sendiri.”

Setelah itu aku dan Bangga lanjut kuliah ke Universitas yang kebetulan sama dan kami berdua diterima di universitas tersebut. Sampai sekarang aku dan Bangga masih menjadi sahabat yang dekat dan saling mengingatkan apabila ada yang salah diantara kita.

 

Contoh Cerpen Motivasi

15 contoh cerpen singkat lengkap 5

Pak Jasan adalah seorang penjual nasi goreng di dekat pasar. Hari ini tidak seperti biasanya pembeli nasi goreng di tempatnya sangat sepi, bahkan seharian ini tidak sampai 10 orang yang beli nasi goreng di tempatnya. Dan akhirnya sampai malam penjualan nasi gorengnya masih sepi.

Saat sedang berjaga di warungnya, tiba-tiba dia melihat seorang ibu dan anak di pinggir jalan yang terlihat sangat kelaparan. Karena iba dan kasihan, akhirnya pak Jasan membuat 2 porsi nasi goreng dan memberikannya kepada ibu dan anak tersebut.

“Bu, ini ada nasi goreng silahkan dimakan ya” pak Jasan mendekat dan menawarkan dengan tersenyum lembut kepada ibu dan anak tadi.

“Tapi saya tidak punya uang pak” sahut sang ibu dengan nada yang pelan dan lemah.

“Gak papa bu, gausah bayar saya kasih gratis bu”

“Makasih ya pak, semoga dagangan bapak makin laris dan banyak pembelinya, aamiin.”

“Iya bu, makasih”

Setelah ibu dan anak itu selesai makan, Pak Jasan membereskan warungnya dan pergi pulang karena sudah malam. Sesampainya di rumah dia berkata pada istrinya.

“Bu, maaf ya uang hasil jualan hari ini cuma segini, tadi yang beli nasi goreng sepi. Tadi juga ada ibu dan anak yang kelaparan jadi aku kasih gratis dua porsi nasi goreng.”

“Yaudah pak, gapapa itung-itung sedekah. Semoga jualan besok bisa laris dan banyak yang beli ya pak.”

Seperti biasa pagi harinya Pak Jasan kembali pergi ke warugnya untuk jualan nasi goreng. Namun dagangannya tetap saja sepi pembeli. Pak Jasan pun mulai pasrah dan kecewa, namun dia tetap berjualan seperti biasa dan yakin bahwa rejeki tidak akan tertukar.

Sampai suatu hari ada seseorang yang datang ke warungnya, orang tersebut bersama dengan ibu dan anak yang beberapa hari lalu dia beri nasi goreng gratis.

“Perkenalkan pak, Saya Doni. Ini adalah Istri dan anak saya.”

“Iya pak, saya Jasan. Ada yang bisa saya bantu?”

“Pertama-tama saya mau bilang makasih sama bapak karena sudah membantu istri dan anak saya dan memberi makanan. Sebagai balasannya saya mau menawarkan kerja sama sama bapak, apakah Pak Jasan mau?”

“Iya pak, sama-sama sudah sepatutnya kita membantu orang yang sedang kesusahan. Kalo boleh tahu kerja sama apa ya pak?”

“Saya mau buka restoran nasi goreng, nah saya mau bapak yang ngurus restoran tersebut. Nanti saya yang danai restoran tersebut, dan untungnya kita bagi hasil pak gimana? Apakah bapak minat?”

“Wah yang bener pak? Mau banget pak, kebetulan sekarang ini jualan di sini sudah sepi dan sedikit yang beli” Pak Jasan menjawab dengan bersemangat.

Akhirnya Pak Jasan memiliki restoran nasi goreng sendiri yang tiap harinya banyak pembeli. Sekarang pak Jasan sudah bisa memenuhi kebutuhan keluarga mereka karena penghasilan dari restoran yang cukup besar dan bisa digunakan sebagian untuk menabung.

 

Contoh Cerpen Motivasi 2

15 contoh cerpen singkat lengkap 6

Hendri baru saja lulus SMK dan ingin langsung mencari kerja karena tidak memiliki uang untuk melanjutkan kuliah, dia juga ingin mengurangi beban orang tua. Dia mulai bekerja sebagai penjual kacang, kacang yang dijual oleh Hendri sangat laris dan banyak sekali pembelinnya. Setiap hari kacang yang dibawa selalu habis terjual.

Namun suatu saat dia dimarahi dan diusir oleh penjual kacang lain yang merasa dirugikan karena pelanggannya berpindah beli ke Hendir. Karena merasa tidak enak akhirnya dia pindah tempat dagangan. Meskipun tidak seramai sebelumnya, kacang Hendri tetap ada yang beli. Sampai suatu saat dia merasa bahwa dari jualan kacang ini hasilnya kurang dan tidak bisa disisihkan untuk menabung.

Suatu hari, dia berjualan kacang dan melewati sebuah tempat atau proyek yang sedang dibangun. Kemudian setelah itu dia coba bertanya apakah boleh bekerja disini.

“Permisi pak, apakah saya boleh bekerja di sini?” tanya Hendri ke Mandor yang bernama Pak Juli.

“Ooh boleh saja, yang penting kamu harus bekerja dengan benar ya. Besok silahkan datang lagi ke sini jam 8 untuk bekerja” Kata Pak Juli.

“Iya pak, makasih yah.” Jawab Hendri dengan bahagia.

Setelah itu besoknya Hendri datang setengah jam lebih awal dan bertemu Pak Juli. Kemudian mereka berbincang dan melakukan apel bersama pekerja yang lain.

Setelah sebulan bekerja, Pak Juli melihat bahwa kinerja dari Hendri ini sangat bagus dan disiplin. Dia selalu datang lebih awal daripada pekerja lainnya. Karena hal ini Pak Juli berpikiran untuk menyerahkan proyek ini kepada Hendri karena ada proyek lain yang harus dia urus.

“Hendri, sini nak” Pak Juli memanggil Hendri.

“Iya, ada apa ya pak?” tanya Hendri.

“Kamu mau ga saya jadikan mandro di proyek ini? Kamu kan sudah tahu dan saya lihat kamu juga memiliki potensi untuk mengelola proyek.” Kata Pak Juli.

“Wah mau banget pak.” Jawab Hendri dengan sangat bersemangat.

Setelah itu Hendri menjadi mandor di tempat tersebut, namun karena Hendri ini pendatang baru dan masih mudah, ada beberapa pekerja yang tidak suka dan merasa iri, diantaranya adalah Gilang dan Angga. Mereka akhirnya berencana untuk mencelakai Hendri dengan menjatuhkan batu bata dari atas saat Hendri sedang mengecek dan mengawasi para pekerja.

Karena hal ini Hendri harus di bawa ke rumah sakit dan beberapa hari tidak bisa melanjutkan pekerjaan. Selain Angga dan Gilang juga menuduh Hendri melakukan korupsi terhadap barang material yang digunakan untuk mengerjakan proyek tersebut. Akhirnya Hendri dipecat oleh Pak Juli.

Namun setelah beberapa hari berlalu, Pak Juli baru tahu bahwa yang melakukan korupsi bukanlah Hendri melainkan orang lain. Selain itu pak Juli juga mengetahui bahwa Gilang dan Angga sengaja mencelakai Hendri supaya tidak bisa bekerja lagi.

Akhirnya pak Juli ke rumah sakit dan menjelaskan semua itu. Pak Juli juga berkata bahwa dia telah memecat Gilang dan Angga.

“Saya sudah memecat mereka berdua sekarang Ndri. Besok kalo kamu sudah sembuh silahkan kembali bekerja dan mengurus proyek sebelumnya ya.” Kata pak Juli.

“Loh kenapa dipecat pak, saya mau mereka dipekerjakan lagi saja pak. Mungkin mereka sudah khilaf, mereka tulang punggung keluarga dan butuh uang untuk menghidupi keluarga mereka. Jadi saya minta tolong untuk memperbolehkan mereka berdua bekerja kembali.” Saut Hendri.

“Memang tidak salah saya memilih kamu Hendri, kamu memang sangat baik dan jujur. Meskipun sudah dicelakai kamu tetap memaafkan mereka dan bahkan membiarkan mereka bekerja lagi.”

Setelah Hendri kembali bekerja, Gilang dan Angga meminta maaf kepada Hendri atas perbuatan yang dilakukan. Akhirnya mereka berdua tidak lagi iri kepada Hendri dan malah mengagumi Hendri.

 

Contoh Cerpen Cinta

15 contoh cerpen singkat lengkap 7

Dewi adalah seorang wanita yang umurnya sudah cukup matang untuk menikah, meskipun ingin menikah namun dia belum menemukan jodohnya. Dulu dia pernah jatuh cinta pada seseorang, namun dia memendamnya dan mungkin sekarang dirinya sendiri juga sudah lupa. Nia bekerja di rumah sakit sebagai perawat bersama temannya yaitu Leni.

“Wi, tadi ada cowok yang nanyain kamu loh” kata Leni.

“Siapa? Palingan cuma pasien baru yang ingin tahu jadwal periksa” Jawab Dewi.

“Ngga tahu, tapi dia nanyain kamu pas kamu lagi tugas. Aku bilang deh Dewinya lagi tugas dan ga lagi di rumah sakit, setelah itu dia langsung pergi”

“Ah paling cuma orang iseng” Jawab Dewi.

“Bukan, pasien yang satu ini beda loh” Sambung Leni.

“Beda gimana?” Tanya Dewi.

“Ah kamu ga pahamanan lah, yaudah gausah dipikirn lagi”

Selang beberapa menit percakapan antara Dewi dan Lina, setelah itu ada telepon berbunyi dan Dewi mengangkatnya.

“Halo selama sore, ada yang bisa saya bantu?”

“Sore, saya ingin berbicara dengan Ibu Dewi, apakah ada?” jawab seorang pria lewat telepon tersebut.

“Iya saya sendiri, dengan siapa ya ini? Ada keperluan apa mencari saya?”

Setelah bertanya seperti itu telepon malah langsung dimatikan dan pembicaraan tidak berlanjut.

“Siapa sih, ah palingan orang iseng”

Hari ini seperti biasa Dewi bekerja dan malamnya pulang ke rumah, namun sesampainya Dewi di rumah suasananya agak berbeda dari biasanya. Orang tua Dewi memanggilnya dan menyuruhnya berkumpul di ruang keluarga.

“Lis ada anak temen Ayah yang ke sini dan ingin bertemu kamu lo. Anaknya itu baik dan tampan lagi” ucap ibu sambil tersenyum.

“Apaan sih ibu, kenal juga belum langsung puji-puji dia saja.” Jawab Dewi sambil menikmati makanan yang ada di meja.

Kemudian setelah itu ayahnya juga ikut campur dengan mengatakan bahwa dia ingin cepat-cepat punya cucu. Karena kata-kata ini Lisa pun tersedak dan segera minum.

“Apa salahnya jika kita berdua sebagai orang tua ingin menggendong cucu, kamu itu sudah cukup umur dan harusnya cepat-cepat menikah, soalnya adikmu juga sudah mulai besar, kalian harus gantian.”

Ucapan ayah tidak dibalas oleh Dewi namun ucapan tersebut membuat Dewi tidak bisa tidur semalaman karena memikirkannya.

Sama seperti kemarin Leni mengatakan hal yang sama bahwa ada cowok yang mencarinya lagi. Kemudian setelah pulang kerja, Dewi langsung pulang ke rumah. Sampai di rumah, ada banyak orang yang sudah duduk di ruang tamu rumahnya dan saling bercengkerama dengan kedua orang tuanya.

Lina kemudian masuk dan menyapa tamu-tamu tersebut, setelah itu Dewi masuk ke dapur. Di dapur dia bertemu adiknya Rani.

“Dek mereka siapa sih, kok aku belum pernah liha mereka ya?”

“Loh mereka kan calon keluarga baru Kakak.” Jawab Lisa dengan polos.

“HAAH??! Apaan sih, jangan sembarangan deh kalo ngomong.” Dewi sangat terkejut dengan jawaban yang diberikan Rani, namun memang si salah satu tamu tersebut ada yang masih muda dan tampangnya juga lumayan ganteng, batin Dewi.

Setelah selesai ganti baju Dewi dipanggil ibunya ke ruang tamu.

“Dewi, perkenalkan ini anak teman ibu yang kemarin ibu ceritakan”

Pria itu tersenyum manis kepada Dewi. Meskipun sedikit ragu namun Dewi merasa seperi pernah melihat dan mengenal pria di depannya ini.

“Halo namaku Bara, kamu lupa ya sama aku? Kita kan dulu teman SMA”

Setelah itu pikiran Dewi Flashback ke beberapa tahun yang lalu pada saat SMA. Setelah itu pipi Dewi menjadi merah karena ternyata pria yang di depannya itu adalah Bara teman SMA yang pernah Dewi sukai.

Dewi benar-benar tidak menyangka bahwa orang yang dia sukai dulu dan tidak sempat menyatakan cintanya malah datang dan melamar dia. Dan ternyata Bara ini adalah orang yang beberapa kali pergi ke rumah sakit untuk mencari Dewi. Namun karena terus-terusan tidak bisa bertemu Dewi, akhirnya dia memutuskan untuk langsung pergi ke rumahnya. Tentu saja ini dengan persetujuan Dewi karena memang orang tua mereka sudah saling kenal.

Kemudian setelah 3 bulan, akhirnya pernikahan Dewi dan Bara dilaksanakan. Kedua pasangan ini masih terlihat malu-malu saat berada di pelaminan, namun mereka memancarkan aura kebahagiaan yang juga terlihat dari raut muka mereka.

 

Contoh Cerpen Lucu

15 contoh cerpen singkat lengkap 8

Supri merupakan orang yang lama tinggal di desa dan belum pernah pergi ke kota. Pada suatu hari dia pergi kota untuk bekerja bersama temannya yang bernama Indro. Dia pergi ke kota untuk merantau dan mencari uang untuk dikumpulkan. Sebagai orang awam yang belum pernah pergi ke kota tentunya dia memiliki banyak hambatan dan bingung saat mau melakukan banyak hal.

Jadi saat berangkat dia bergantung kepada Indro, mulai dari bagaimana cara memesan tiket sampai dengan sampai di kota dia sangat bergantung pada Indro. Sesampainya mereka berdua di kota, mereka menyewa tempat tinggal atau kos untuk mereka tidur dan menetap. Mereka mencari tempat tinggal yang dekat dengan kota supaya mudah jika ingin mencari sesuatu seperti makanan, cemilan, dan sebagainya.

Untuk masalah makanan, beli barang-barang dan sebagainya biasanya yang membelinya adalah Indro karena dia sudah pernah hidup merantau di kota.

“Gimana pri? Kamu sudah terbiasa kan hidup di kota?” tanya Indro.

“Sudah dongg, kan aku disini sudah seminggu masa belum terbiasa. Tapi hidup di kota ada enaknya ada susahnya ya ndro.”

“Susah gimana? Enak hidup di kota kali, hampir semua yang kita butuhkan ada, makanan banyak dan jenisnya juga banyak tinggal pilih yang penting bunya duit.”

“Iya sih, semua sudah tersedia di kota. Namun di kota udaranya itu kotor ga kayak di desa, udaranya kan seger. Terus di sini juga lebih panas daripada di desa, jalanannya juga sering macet.”

“Ya namanya juga Kota, jelas lebih ramai dari desa maklum lah, disini juga banyak pengguna kendaraan bermotor jadi wajar polusi udara dimana-mana. Udahlah, aku mau beli makanan cemilan nih, kamu mau nitip ga?” tanya Indro.

“Eh, biar aku aja yang beli.” Saut Supri.

“Yaudah sana, kamu inget kan tempatnya?”

“Inget lah, masa gitu aja lupa.”

Setelah itu Supri pergi ke toko yang biasa mereka kunjungi saat ingin membeli cemilan sehari-hari. Namun sesampainya di toko, ternyata tokonya tutup. Supri pun bingung, mau langsung balik atau cari toko yang lain. Daripada pulang dengan tangan kosong, mending cari toko lain, batin Supri.

Ketemu lah sebuah toko yang modern dan modelnya menarik. Supri pergi ke toko tersebut, sesampainya di depan toko Supri membuka pintu toko, namun terjadi masalah.

“Eh ini kok pintunya ga mau kebuka ya?” Supri bingung saat membuka pintu toko.

Di belakang Supri ada orang yang ingin masuk dan menunggu Supri membuka pintunya. Setelah itu orangnya pun bilang geser.

“Geser mas” pria di belakang Supri berbicara.

Kemudian Supri geser dan kembali mencoba membuka pintu toko.

Pria di belakanngya ketawa, karena kelakuan Supri.

“Maksudnya pintunya mas yang di geser” pria tersebut berkata sambil tersenyum.

“Oh.. pintunya toh.” Saut Supri sambil menggeser pintu toko. Disa sangat malu karena kelakuannya tadi.

Setelah itu dia membeli beberapa cemilan di toko tersebut, dan pulang. Kemudian sesampainya di kos dia menceritakan pengalamannya tersebut kepada Indro. Alhasil Indro tertawa dengan cerita Supri tersebut.

 

Contoh Cerpen Kehidupan Sehari-hari

15 contoh cerpen singkat lengkap 9

Alarm berbunyi dan andi segera bangun untuk solat dan bersiap-siap berangkat sekolah. Di sekolah Andi merupakan anak yang jujur dan sopan, namun dia kurang dalam hal belajar karena dia sering mengalami remidi saat ulangan. Untuk mengatasi hal ini Andi belajar dengan giat tiap harinya untuk menutupi kekurangannya dalam belajar.

Meskipun sudah belajar dengan giat nilain andi tetap biasa saja dan masih sering remidi. Namun Andi tetap semangat dan yakin bahwa dia bisa mendapatkan nilai yang bagus.

Sampai pada suatu saat besoknya akan diadakan ujian semester. Andi dan teman-temannya sedang duduk dan berkumpul bersama. Mereka sedang berbincang mengenai agenda minggu besok yang akan diadakan ujian semester.

“Eh minggu depan kita mau ujian semester ya?” tanya Rido yang merupakan salah satu teman Andi dan sedang berkumpul bersama.

“Iya nih, males baget aku belajarnya. Pada belajar ga nih? Gausah deh, biar aku ada temannya begitu, hehe”.

“Harus belajar dong biar nilai kita bagus, nanti kalo nilai kita jelek disuruh remidi. Apalagi kalo disuruh remidinya di ruang guru, hawanya mencekam bro, mending jangan sampai remidi deh” Saut Andi.

“Wah kamu kelihatannya sudah pengalaman banget ya ndi soal remdi” Doni bertanya sambil tertawa.

“Wah, jelas dongg. Mantap jiwa” Balas Andi.

“Ah mending gausah belajar deh, sudah belajar malah nanti yang kita pelajari ga keluar kan sia-sia. Mending kita belajar buat contekan, hehe” Saut Rian salah satu anak yang bisa dibilang mbeler di sekolah.

“Emang besok pengawasnya siapa? Takutnya pas nyontek pengawasnya galak”

“Katanya si Pak Amrin, tapi ga tahu deh mending belajar buat persiapan.”

“Kalo Pak Amrin si gapapa, soalnya pas beliau ngawasin malah tidur” Jawab Rido.

“Oke, berarti gausah belajar nih.” Kata Rian sambil tersenyum.

Sepulang sekolah Andi berpikir, apakah dia ikut teman-temannya tidak belajar dan buat contekan atau belajar. Sebenarnya Andi juga malas belajarnya, namun hati nurani Andi tidak mau berbohong dan akhirnya dia belajar dengan giat untuk persiapan ujian besoknya.

Pada saat ujian ternyata prediksi pengawas yang mereka kita salah, bukannya pengawasnya Pak Amrin malah Pak Toni yang sangat garang dan benar-benar memerhatikan para siswa saat mengerjakan ulangan. Akhirnya semua anak yang tidak belajar hanya bisa terdiam melihat soal yang sulit karena malamnya tidak belajar.

Andi bisa mengerjakan soal-soal yang ada karena kemarin dia belajar dengan giat. Akhirnya dia mendapatkan nila yang bagus dan tidak ikut remidi. Teman-teman yang kemarin itu berdiskusi untuk tidak usah belajar kebanyakan ikut remidi.

Nah, itulah beberapa contoh cerpen yang bisa kamu gunakan sebagai bahan bacaan dan referensi untuk bercerita ke anak-anak kau. Selain sebagai pentar tidur ana, cerpen di atas juga ada nilai moral dan hikmah yang bisa kita ambil, seperti cerpen sekolah sebelumnya yang mengajarkan kita untuk bersyukur dan tidak menyia-nyiakan perjuangan orang tua kita untuk menyekolahkan kita.

 

Contoh Cerpen Agama

15 contoh cerpen singkat lengkap 10

Amin merupakan remaja masjid yang sangat rajin, tiap qobliyah solat dia selalu pergi ke masjid dan azan di masjid. Suaranya azannya yang merdu membuat para jamaah berdatangan untuk segera slat di masjid. Amin ini sudah lulus sekolah namun sekarang belum menemukan pekerjaan yang cocok. Kadang ada beberapa tetangga yang membicarakannya, namun Amin membiarkannya.

Selain sering azan di masjid, Amin ini juga pandai mengaji dan wawasan agamanya lebih dalam dari anak-anak seusianya. Tiap maghrib sampai Isya dia mengaji di masjid bersama dengan para orang tua yang juga mengaji di masjid. Meskipun dia yang paling muda di situs dia tidak minder dan tetap mengaji dan mengharapkan pahala dari Allah.

Sampai suatu saat, kondisi keuangan keluarga Amin menurun karena Ayahnya sebagai tulang punggung keluarga sakit sudah sebulan. Karena hal ini Amin jadi berpikir untuk pergi merantau dan mencari pekerjaan, namun untuk ke luar kota dia memerluka biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itulah dia mengurungkan niatnya. Dia akhirnya mencari pekerjaan di desanya, apapun pekerjaan dia lakukan yang penting halal.

Namun lama kelamaan dia merasa bahwa pekerjaan yang tidak menentu ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Pagi sekali dia banggun untuk solat tahajud memohon petunjuk dan kemudah kepada Allah.

“Ya Allah, tolong mudahkanlah hambamu ini dalam mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluargaku dan membeli obat untuk Ayahku ya Allah. Mudahkan hambamu ini dalam mencari rezeki yang halal.” Ucap Amin tiap kali dia selesai solat tahajud.

Selama beberapa minggu dia belum menemukan pekerjaan yang cocok, namun dia tetap optimis dan percaya kepada Allah bahwa rencananya adalah yang terbaik. Dia tetap berusaha bekerja semampunya.

Sampai suatu saat ketika pengajian di masjid tidak ada yang mengisi karena yang biasa mengisi berhalangan dan tidak bisa hadir. Akhirnya orang yang biasa mengurus pengajian dan mengundang ustad untuk memberikan tausiyah meminta Amin untuk memberikan tausiyah.

“Amin kamu bisa ga memberikan tausiyah nanti? Soalnya ustad yang biasa tausiyah tidak bisa hadir karena sakit ini.” Pak Taryo.

Mendengar tawaran ini Amin kaget dan segera menolaknya, dia merasa ilmunya masih sedikit dan belum pantas untuk memberikan kepada orang lain, apalagi orang-orang yang lebih tua dari dirinya.

“Saya ga bisa pak, Ilmu saya masih sedikit, apa sih yang mau saya bagikan” jawab Amin.

“Jangan begitu, aku tahu kamu itu pandai mengaji dan wawasan agama kamu itu cukup luas. Tolong min, sampaikan apa saja yang menurut kamu itu bermanfaat.” Pak Taryo kembali membujuk Amin.

Karena ga enak menolak, akhirnya Amin mau, “ Yaudah deh pak, sebisa saya saja ya pak”

Setelah itu akhirnya dia maju ke mimbar dan memberikan tausiyahnya, meskipun awalnya grogi akhrinya dia bisa menyampaikan tausiyah dengan lancar dan menarik untuk disimak. Pak Taryo pun ikut heran dan kagum dengan Amin karena bisa memberikan materi pengajian yang bagus dan menarik sehingga orang-orang memerhatikannya ketika sedang berbicara.

“Tausiyah kamu tadi bagus banget loh, orang-orang juga sangat memperhatikan kamu. Kamu mau ga rutin tausiyah di sini setiap malam jumat?” Tanya Pak Taryo sambil  tersenyum.

“Alhamdulillah pak kalo bagus, saya sih mau-mau saja pak” jawab Amin.

“Bagus, nih sebagai tanda terima kasih” Pak taryo memberikan amplop kepada Amin.

“Apan nih pak, gausah deh saya ikhlas kok”, Amin segera menolak pemberian tersebut.

“Gapapa amin, aku tahu kok kamu itu lagi butuh uang, soalnya ayah kamu lagi sakit kan?” Pak Taryo membujuk Amin.

“Yaudah pak, makasih ya.” Akhirnya Amin menerima amplop tersebut.

Setelah itu Amin sering diundang di masjid-masjid setempat untuk mengisi pengajian di situs, dari situ dia mendapatkan uang untuk membiayai kehidupan sehari-harinya dan untuk membeli obat ayahnya yang sakit.

 

Nah, itulah beberapa cerita pendek atau cerpen yang bisa kamu gunakan untuk diceritakan kembali ke anak-anak kamu pada saat mereka mau tidur. Dari berbagai cerpen tersebut ada hikmah serta pesan moral yang bisa diambil sehingga anak kamu bisa tumbuh menjadi anak yang baik dan berkarakter. Kamu bisa menggunakan beberapa cerita tersebut untuk menghibur anak kamu.

Demikianlah cerita pendek atau cerpen yang bisa mastekno berikan kepada kamu. Semoga apa yang tadi mastekno sampaikan bermanfaat dan bisa membantu kamu untuk menemukan cerpen tebaik yang bisa diceritakan kepada anak kamu. Jika kamu memiliki pertanyaan atau punya cerpen menarik, silahkan komen di bawah.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *