Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~

7+ Ciri-Ciri Pantun: Unsur, Contoh dan Struktur Pantun

5 min read

ciri ciri pantun dan contohnya

Tentu kalian sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Pantun kan? Pantun sendiri berasal dari bahasa Minangkabau yaitu ‘panutun’ yang artinya adalah petuntun. Pantun adalah salah satu jenis puisi lama dimana tiap bait terdiri dari empat baris, baris pertama dan kedua adalah sampiran dan baris ketiga dan keempat isi.

Sama seperti jenis karya sastra lainnya, pantun juga mempunyai ciri atau karakteristiknya sendiri. Ciri-ciri ini membedakan pantun dengan jenis karya sastra lainnya. Jadi, pada saat kalian membuat pantun, kalian harus mengetahui dan juga memahami ciri-ciri pantun tersebut.

Dengan begitu karya sastra yang kalian buat tersebut layak disebut dengan pantun. Selain dari segi penulisannya, pantun juga memiliki ciri khas dalam penyampaiannya.

Nah, pada kesempatan kali ini mastekno akan membahas tentang ciri-ciri pantun dan contohnya. Bagi kalian yang mau membuat pantun, kalian harus tahu terlebih dahulu ciri-ciri pantun tersebut.

 

Ciri Ciri Pantun

Setelah kalian kami jelaskan sedikit tentang pantun di atas tadi, selanjutnya kami akan memberitahu kalian ciri-ciri yang dimiliki pantun supaya kalian bisa membedakannya dengan karya sastra lain yang sejenis. Langsung saja berikut adalah ulasannya.

 

Setiap Bait Terdiri dari Empat Baris

ciri ciri pantun 1

Dalam sebuah puisi setiap bait berisi rangkaian kata yang ada dalam satu gagasan dan mempunyai ciri khas berdasarkan jenis puisinya. Bait dalam sebuah pantun terdiri dari empat baris, dan baris-baris kata dalam pantun disebut dengan ‘larik’.

Biasanya sebuah pantun berisi satu bait yang isinya 4 larik atau baris. Hal ini tentu berbeda dengan prosa atau puisi yang dalam satu bait tidak memiliki batasan harus 4 baris, relatif bebas. Nah jika kalian menjumpai pantun yang memiliki lebih dari 4 baris maka itu termasuk pantun talibun.

Contoh Pantun:

Ibu ahli meramu jamu
Jamu ibu banyak rasa
Janganlah kamu bosan menuntut ilmu
Supaya hidup tetap berguna sampai tua

Contoh Talbun:

Pasanglah wajah muka memelas
Orang sekitar jadi kesal
Sampai semua berpaling muka
Carilah ilmu dengan ikhlas
Supaya kelak tak menyesal
Untuk hadapi tantangan dunia

 

Setiap Baris Terdiri 8-12 suku kata

ciri ciri pantun 2

Pada awalnya, pantun ini tidak dituliskan melainkan cuma disampaikan lewat lisan atau diujarkan. Karena itulah setiap baris dalam pantun hanya berisi kata-kata yang singkat namun padat akan isi dan memiliki banyak makna. Biasanya setiap baris pantun terdiri atas 8-12 suku kata saja.

Contoh:

Bikin manisan dari buah salak
Kita jual dengan macam-macam harga
Berbaktilah pada ibu bapak
Supaya kelak bisa masuk surga

Penjelasan:

  • Baris 1: Bi-kin-ma-ni-san-da-ri-bu-ah-sa-lak = 11 suku kata
  • Baris 2: Ki-ta-ju-al-de-ngan-ma-cam-ma-cam-har-ga = 12 suku kata
  • Baris 3: ber-bak-ti-lah-pa-da-i-bu-ba-pak = 10 suku kata
  • Baris 4: Su-pa-ya-ke-lak-ma-suk-sur-ga = 9 suku kata

Dari contoh dan penjelasan di atas kita bisa tahu bahwa pantun tersebut terdiri dari 9-12 suku kata saja. Secara umum memang pantun hanya terdiri dari 8-12 suku kata saja. Jika ada sebuah pantun yang memiliki suku kata kurang dari 8 atau lebih dari 12 bisa merusak nada pantun tersebut.

Baca Juga: 15 Contoh Teks Eksplanasi Singkat: Struktur, Ciri dan Kaidah Kebahasaan.

 

Terdiri dari Sampiran dan Isi

ciri ciri pantun 3

Pantun bukan cuma berisi makna atau isi saja, namun ada juga pengantar yang sangat puitis bahkan bisa terlihat lucu saat diucapkan atau dibacakan. Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik pantun. Pantun juga disusun dengan menggunakan kata-kata yang singkat jadi mudah diingat.

Pengantar dalam pantun disebut dengan nama sampiran. Sampiran ini biasanya menjelaskan mengenai suatu peristiwa atau kebiasaan yang dilakukan di masyarakat, baik itu yang jenaka sampai dengan yang puitis.

Letak sampiran dalam pantun ada di baris pertama dan kedua. Sedangkan untuk isi atau makna pantun berada di baris ketiga dan keempat. Isi adalah bagian pantun yang mengandung makna.

Contoh:

Pergi liburan ke pantai cemara (sampiran)
Ada nelayan berkacamata (sampiran)
Selagi muda jangan banyak tertawa (Isi / Makna)
Nanti gigi garing tak tersisa (Isi / Makna)

 

Sampiran dan Isi tidak Berkaitan

ciri ciri pantun 4

Sekarang kalian sudah tahu dan paham apa itu sampiran dan isi dalam sebuah pantun kan? Perlu kalian ketahui bahwa sampiran dan isi dalam sebuah pantun itu tidak ada hubungannya sama sekali atau tidak berkaitan. Jadi sampiran dan isi adalah inti terpisah.

Contoh:

Ibu ahli meramu jamu (Sampiran)
Jamu ibu banyak rasa (Sampiran)
Janganlah kamu bosan menuntut ilmu (Isi)
Supaya hidup tetap berguna sampai tua (Isi)

Penjelasan:

Dari contoh pantun di atas kalian bisa melihat bahwa tidak ada hubungan antara kata-kata di baris pertama dan kedua (sampiran) dengan kata-kata di baris ketiga dan keempat (isi).

 

Mempunyai Sajak A-B-A-B atau A-A-B-B

ciri ciri pantun 5

Sajak atau rima adalah kesamaan bunyi yang ada di akhir baris dalam sebuah puisi. Karena pantun ini adalah jenis puisi lama maka pantun biasanya kental akan sajak atau rimanya. Sajak atau rima pada pantun adalah a-a-b-b atau a-b-a-b.

Sajak a-a-b-b artinya adalah ada kesamaan bunyi di akhir baris diantara baris pertama dengan baris kedua kemudian beris ke tiga dengan baris ke empat. Sedangkan sajak a-b-a-b adalah ada kesamaan bunyi di akhir baris pertama dengan ke tiga, dan baris ke dua dengan ke empat.

Jadi dalam membuat sebuah pantun kalian harus memerhatikan pemilihan kata di setiap kata akhir barisnya. Pastikan bahwa sajak atau rimanya sudah sesuai dengan sajak pantun.

Contoh pantun sajak a-a-b-b:

Buah apel dibelah dua
Bunga mawar dibawa dina
Jika kita berhutang budi
Jangan lupa membalas budi

Contoh pantun sajak a-b-a-b:

Bikin manisan dari buah salak
Kita jual dengan macam-macam harga
Berbaktilah pada ibu bapak
Supaya kelak bisa masuk surga

 

Bersifat Anonim

Pantun adalah karya sastra yang bersifat anonim, yaitu tidak diketahui siapa yang membuat pantun tersebut. Berbeda dengan karangan lainnya seperti puisi yang disertakan nama pengarangnya, pantun tidak menyertakan nama pengarang pantun tersebut atau anonim.

Baca Juga: Interaksi Sosial: Pengertian, Contoh, Syarat, Bentuk, Ciri, Jenis.

 

Setiap Baris Terdiri dari 4-6 Kata

ciri ciri pantun 6

Dalam sebuah pantun biasanya setiap baris terdiri dari 4 sampai dengan 6 kata saja. Hal ini karena pantun adalah karya sastra yang terdiri dari kata-kata singkat.

Contoh:

Pergi liburan ke pantai cemara
Ada nelayan yang berkacamata
Selagi muda jangan banyak tertawa
Nanti gigi garing tak tersisa

Penjelasan:

  • Baris 1: Pergi-liburan-ke-pantai-cemara = 5 kata
  • Baris 2: Ada-nelayan-yang-berkacamata = 4 kata
  • Baris 3: Selagi-muda-jangan-banyak-tertawa = 5 kata
  • Baris 4: Nanti-gigi-garing-tak-tersisa = 5 kata

Dari contoh di atas bisa kita lihat bahwa setiap baris dalam pantun tersebut tidak ada yang kurang dari 4 kata atau lebih dari 6 kata. Namun kadang ada juga pantun yang terdiri lebih dari 6 kata atau kurang dari 4 kata namun sangat jarang.

 

Nah itulah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kalian tentang ciri-ciri pantun dan contohnya lengkap. Semoga informasi di atas bermanfaat dan bisa membantu kalian untuk membuat pantun kalian sendiri.

Sekian apa yang bisa kami sampaikan semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kalian. Jika ada kesalahan kata dan informasi yang kurang tepat dalam artikel ini mohon di maafkan. Terima kasih.


Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~
DarkLight