Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~

20+ Cerita Fabel Singkat: Hewan, Lucu, Populer, Lengkap

32 min read

kumpulan cerita fabel singkat lucu

Tentunya kalian sudah tidak asing dengan yang namanya cerita Fabel kan? Fabel adalah sebuah cerita yang di dalamnya berisi gambaran sifat, watak, dan juga kelakuan dari manusia. Namun uniknya cerita ini diperankan oleh sekumpulan hewan yang berkelakuan seperti manusia.

Cerita fabel menjadi karya sastra yang isinya singkat dan pendek, tujuan cerita fabel ini adalah untuk menyampaikan pesan moral yang ada di dalamnya kepada pembaca fabel tersebut. Adapun kisah yang ada dalam fabel bukanlah kisah nyata melainkan kisah yang dibuat atau dikarang oleh orang.

Karangan atau cerita tersebut ditulis untuk menyampaikan pesan moral yang baik. Ada banyak sekali contoh fabel yang sering diceritakan oleh orang tua kepada anaknya pada saat mereka akan tiru. Fabel ini memang sudah biasa dijadikan sebagai cerita untuk menemani anak tidur.

Nah pada kesempatan kali ini mastekno akan memerikan beberapa cerita fabel menarik dan terbaru untuk kalian. Mulai dari cerita fabel yang singkat, bergambar, cerita fabel unik, lucu untuk anak, cerita  fabel terbaik dan masih banyak lagi. Langsung saja berikut adalah daftar ceritanya.

 

Kumpulan Cerita Fabel

Akan ada beberapa cerita fabel yang mastekno jelaskan, cerita fabel ini bisa dijadikan sebagai media untuk menidurkan anak. Karena biasanya anak akan cepat tertidur ketika diceritakan cerita-cerita fabel yang unik dengan pemerannya para hewan-hewan.

 

Cerita Fabel Kera yang Banyak Akal

cerita fabel kera yang banyak akal

Dalam seminggu terakhir, musim hujan telah datang. Kawanan kera yang tinggal di lereng gunung tentu saja merasa bimbang. Mereka kebingungan akan mencari tempat berteduh yang aman dimana. Mereka tahu persis bahwa lereng gunung yang mereka tempati sudah gundul dan bisa-bisa longsor karena terus terguyur hujan.

Di dalam hutan lereng gunung tempat kera berada, hidup juga seekor ular piton yang cukup besar. Ia adalah seekor pemangsa yang sangat hebat. Ia pun membuat sebuah sarang di pohon yang suah ditebang. Ia hidup sepi menyendiri dan menanti sesuatu untuk kemudian dimangsa.

Ketika musim lapar, ular piton yang memiliki warna cokelat tersebut akhirnya keluar dari sarang. “Hari ini mendung bahkan mulai gerimis. Tentu saja sebentar lagi akan hujan lebat. Aku sangat suka karena di saat seperti ini akan banyak makanan yang bisa ku mangsa” Gumam si piton.

Ular piton mengetahui bahwa ketika hujan turun, hewan yang ada di lereng gunung akan mencari tempat untuk berteduh, kadangkala di bawah pohon, kadangkala di goa sebagai tempat mereka untuk bersembunyi. Selain berteduh dan menunggu hujan reda, tidak ada yang bisa mereka lakukan.

Piton pun mulai mengendus aroma daging dari mangsanya. Akhirnya, piton melihat ada seekor kera yang masih mungil sedang menggigil dan berteduh di bawah pohon aren. Ia bergumam, “Asik, ini bisa menjadi santapan siang”. Bahkan ia sudah membayangkan kelezatan tubuh kera yang pasti renyah itu.

Sesudah itu, ia mencoba mencari strategi untuk menyergap sang kera supaya bisa tepat sasaran. Ketika sudah dekat dengan sang kera, si piton mendapati bahwa kera tersebut sedang merintih seolah sedang kesakitan. Ular piton pun berubah fikiran. Dalam hati ia bertanya, “Ah sakit apa sih dia?”.

Piton pun kembali mendekati kera yang sedang merintih dan menggigil sendirian. “Hai kera, kenapa kamu menggigil? Apa kamu sedang sakit demam?” Tanya piton sembari menampakkan diri di hadapan kera mungil itu.

“Piton, kau benar-benar membuatku merasa kaget. Hujan-hujan begini kau mau kemana?” Tanya kera balik. “Aku Cuma mau lewat saja. Aku sangat suka dengan hujan karena aku bisa bermain air. Kau tadi belum menjawab pertanyaanku” Tambah piton.

“Kakiku sakit. Tadi aku terkena jebakan di hutan semacam jebakan tikut, untungnya aku berhasil melepaskan diri” Rintih sang kera.

“Lukamu lumayan parah. Darah di kakimu masih banyak. Jika tidak dibersihkan bisa membusuk” Tammabh piton.

“Benar sekali. Akan muncul banyak kuman. Dan sepertinya tubuhku dipenuhi dengan kuman. Sebentar lagi aku akan membusuk. Kenapa kau tidak memakanku saja. Makan aku saja. Cepat” Ujar kera.

Piton sangat bingung karena di satu sisi dia sedang dalam keadaan lapar dan di sisi yang lain ia merasa jijik dengan kuman yang ada di tubuh kera. Ia pun mengaku tidak tega jika harus memakan kera. Padahal sebenarnya dia tidak mau kuman yang ada di tubuh kera hinggap di tubuhnya.

“Baiklah aku akan membersihkan lukaku dan mencari air sungai terdekat” pamit kera.

“Baik, kamu teang saja. Sekalipun engkau sudah kembali sehat, aku tetap saja tidak akan memburumu” Tambah piton.

Akhirnya ular piton pun pergi lebih dulu meninggalkan sang kera yang mungil yang cerdik akalnya. Di dalam hati, sang kera tertawa berbahak-bahak karena ia bisa menyelamatkan diri dari ancaman sang ular dengan sangat mudah. Ia tidak menyangka sekalipun tampang sang ular menyeramkan, namun masih bisa berbyat baik juga. Pantas saja jenis ular ini sering diburu manusia dan dijadikan hewan peliaraan.

Demikianlah ulasan tentang cerita fabel yang terbaru dan menarik untuk dijadikan bahan bacaan dan sarana untuk mengajarkan moral kepada anak-anak keturunan. Semoga bermanfaat.

Cerita fabel singkat, cerita fabel bergambar, cerita fabel panjang, cerita fabel untuk anak, cerita fabel lucu, cerita fabel terbaik, dll.

 

Cerita Fabel Kuda yang Memakai Kulit Harimau

cerita fabel kuda yang memakai kulit harimau

Terdapat seekor kuda yang tengah berjalan dari suatu ladang gandum menuju suatu hutan yang cukup lebat. Ia sudah sangat puas memakan gandum yang terdapat di ladang. Dan dia merasa sangat gembira karena tidak ada petani yang menjaga ladang gandumnya.

Saat berada di perjalanan menuju hutan yang lebat, tidak senjaga ia bertemu dengan semacam kulit harimau. Kemudian ia mendekatinya dan benar saja, itu adalah kulit harimau yang mungkin saja ditinggal oleh para pemburu hewan. Akhirnya, kuda tersebut mencoba memasang kulit harimau pada tubuhnya dan ternyata sangat pas.

Kemudian, di benaknya pun terlintas untuk menakuti hewan-hewan di hutan yang ia jumpai kemudian di bergegas untuk sembunyi. Akhirnya ia pun berhasil menemukan semak-semak dengan memakai kulit harimau. Di sana ia bersembunyi sambil menunggu hewan di hutan melewatinya.

Tidak lama setelah itu, ada beberapa domba gunung yang berjalan menuju arahnya. Lalu kuda siap untuk melompat. Akhirnya, sang kuda pun meloncat ke arah domba dan secara serentak domba tersebut berlarian kesana kemari karena ketakutan. Kuda tersebut akhirnya tertawa dan puas karena berhasil menakuti domba-domba tersebut.

Kemudian, kuda kembali ke persembunyiannya di semak-semak untuk menunggu datangnya hewan lain yang melewatinya. Akhirnya datanglah seekor tapir yang berjalan dengan lambat. Kemudian sang kuda melompat ke arah tapir. Tapir pun berlari dengan sekencang-kencangnya karena takut dengan kuda yang mengenakan kulit harimau tersebut.

Sesudah itu, kuda kembali bersembunyi untuk menakuti hewan lainnya. Kali ini kuda tersebut menunggu cukup lama. Akhirnya, datanglah seekor kucing hutan yang sedang lari dengan membawa tikus di mulitnya. Namun, kucing tersebut tidak melewati semak-semak melainkan asik memakan tikus yang ia mangsa di dekat pohon besar.

Menyaksikan hal itu, akhirnya kuda memiliki inisiatif untuk mengagetkan sang kucing dari belakang. Saat sudah amat dekat dengan kucing, kuda tersebut mengaum layaknya seekor harimau. Namun, ia baru menyadari bahwa ia tidak mengeluarkan auman harimau akan tetapi auman kuda. Mendengar hal tersebut kucing pun menoleh ke arah belakang dan melihat kura berpakaian harimau dan mengeluarkan suara kuda.

Akhirnya kucing pun tertawa terbahak-bahak dan berkata, “JIka aku melihat engkau menggunakan kulit harimau, tentu saja aku akan merasa ketakutan. Namun aumanmu adalah suara kuda”.

 

Cerita Fabel Kadal dan Ular Air

cerita fabel kadal dan ular air

Di salah satu kolam yang besar, hiduplah seekor kadal yang tengah berjalan di bagian pinggir kolam. Kadal tersebut rupanya sedang mencari kegiatan baru karena ia ingin mendapatkan sesuatu yang baru. Bahkan, ia ingin berpetualang saat ia berjalan di pinggiran kolam sembari mengeluarkan lidahnya.

Kemudian ia melihat sebuah kepala yang berlenggak lenggok seolah tengah mencari sesuatu. Kadal pun mendekatinya dan akhirnya dia sedikit kaget lantaran dia melihat seekor ular yang liar. Ular air tersebut ternyata juga menyadari adanya sang kadal lalu ia mendekatinya.

Sesudah sampai di dekat kadal, ular tersebut meninggikan bagian kepalanya dan berkata, “Apa yang sedang dilakukan seekor kadal gemuk di pinggir kolam?” Kadal pun agak menjauh lantaran takut dimangsa sang ular. “Aku hanya sedang mencari kegiatan dan juga petualangan baru” Tutur sang kadal.

“Kenapa engkau menjauh, Tenang aku sama sekali tidak ingin memakanmu karena aku sudah kenyang dengan ikan kecil yang ada di kolam. Jadi kamu ingin memperoleh petualangan yang seru. Apa engkau pernah lewat kolam ini sendirian?” Tanya sang ular.

“Aku tidak pernah melewatinya karena kolam satu ini terlampau luas untuk diseberangi. Aku memang bisa berenang walau tidak mahir. Tapi aku aku takut menyeberang kolam ini” Jawab sang kadal. Ular pun menjawab, “Jika kau ingin menyeberanginya, aku pasti akan membantumu”.

Karena sang kadal amat ingin menyeberangi kolam, akhirnya tanpa berfikir panjang ia menerima ajakan ular. Kemudian sang ular meminta kadal untuk mencari tali untuk diikatkan kepada ekornya. Tujuannya agar kadal tidak tenggelam saat berenang.

Akhirnya, kadal pun mencari tali di bagian pinggir kolam dan ia mendapatkannya. Kemudian kadal menalikan kaki depannya kepada ekor ular dengan sedikit kuat. Akhirnya ular dan kadal tersebut berenang di kolam yang luas bersama-sama. Namun, ketika sampai di bagian tengah kolam, ular berfikir untuk membuat kadal tenggelam.

Saat akan melakukan hal itu, tiba-tiba tubuh ular tersebut tertarik ke bagian atas dan dia tidak dapat melepaskan diri. Hal itu lantaran sang kadal disambar oleh alap-alap sehingga itu menyebabkan tubuh ular menjadi bergelantungan.

 

Cerita Fabel Semut dan Belalang

cerita fabel semut dan belalang

Di suatu tempat, tepatnya di tengah hutan hidup seekor semut yang rajin. Ia selalu mencari makanan dan menyimpan di lumbungnya. Ia sangat semangat sekalipun harus diguyur hujan dan disengat teriknya matahari.

Suatu hari saat ia tengah membawa makanan untuk disimpan pada lumbung, ia bertemu dengan seekor belalang yang bermalas-malasan sambil berjemur. Belalang itu bertanya, “Hai semut, apa yang sedang kau lakukan?”

“Aku tengah bersusah payah mengumpulkan makanan di lumbung” Jawab semut. Mendengar itu, belalang pun menimpal, “Buat apa susah payah mengumpulkan makanan, di hutan ini banyak makanan yang bisa disantap”.

Semut pun menjawab, “Ia benar lang, namun aku menyimpan makanan sebagai persiapan musim dingin nanti”. Belalangpun kembali menertawakan semut, “Musim dingin masih lama. Untuk apa susah payahnya sekarang. Lebih baik senang-senang dulu”.

Namun semut sama sekali tidak peduli dengan ejekan belakang yang malas. Ia tetap saja sibuk menyiapkan makanan di lumbungnya. Keesokan harinya saat hendak pergi mencari makanan, ia kembali melihat belalang yang malas dan menertawakannya kembali.

Sepanjang hari, semut selalu sibuk mengumpulkan makanan. Sedangkan belalang hanya asik bermain sambil bersenang-senang. Akhirnya lumbung makanan semut hampir penuh. Namun itu tidak membuatnya merasa puas dan ia tetap mencari makanan untuk disimpan.

Akhirnya, tibalah musim dingin. Semut dengan santai duduk di rumahnya sambil menikmati makanannya yang banyak. Sementara belalang hanya menyimpan makanan dalam jumlah sedikit karena ia fikir musim dingin akan segera berakhir.

Tak terasa musim dingin sudah berlalu selama satu bulan. Persediaan makanan yang dimiliki oleh sang belalang pun habis. Sedangkan semut masih duduk santai sambil menikmati makanannya. Belalang mencoba mencari makanan namun sama sekali tidak berhasil.

Akhirnya ia pun mengetuk pintu rumah semut dan semut pun membuka pintu. “Ada apa lang?” Tanya semut. “Tolong berikanlah kepadaku sedikit saja persediaan makananmu. Karena aku kelaparan dan persediaanku sudah habis” Jawab belalang.

“Enak aja kau. Ketika aku susah mengumpulkan makanan engkau malah mengejek dan menertawakanku. Dan sekarang mau minta persediaan makananku. Pergilah sana, cari sendiri makananmu!” Jawab semut geram.

Akhirnya belalang meninggalkan rumah semut guna menemukan makanannya namun sama sekali tidak menemukan apapun. Saat belalang hampir mati lantaran kedinginan, akhirnya semut datang menolong dan mengajaknya ke rumah untuk menikmati makanan.

 

Cerita Fabel Babi dan Domba

kumpulan cerita fabel singkat lucu

Pada suatu desa yang cukup jauh dari kota, ada beberapa keluarga yang tinggal di dalamnya. Tepatnya ada di suatu lembah hijau disertai dengan pepohonan yang sangat rimbun. Keluarga yang tinggal tersebut mempunyai peliharaan babi dan juga domba yang snagat terkenal. Mereka mempekerjakan beberapa pekerja yang tinggal di sekitar lembah untuk memberi makan babi dan domba.

Selain memberi makan, mereka juga harus membersihkan keduanya. Jika bulu dombanya sudah lebat, maka para pekerja harus memotongnya dan menjual bulu tersebut ke pasar. Begitu pula dengan babi, jika beratnya sudah cukup para pekerja harus menjualnya ke kota. Jumlah dari domba dan babi di sana cukup banyak sehingga itu menarik minat para pembeli.

Dan konon katanya, pada masa itu binatang bisa berbicara satu sama lain yang tidak dimengerti oleh bahasa manusia. Kebetulan babi dan domba tersebut letak kandangnya berdekatan sehingga mereka bisa berbicara satu sama lain.

Sehari-hari, kadang suara babi dan domba ribut dan itu tidak diketahui oleh manusia bahwa mereka sedang berbicara. Saat hari jualan babi tiba, biasanya babi dengan ukuran yang besar ditimbang dan diserahkan kepada para pembeli.

Suatu hari, seekor babi yang masih muda dan ukurannya cukup besar akan dijual. Namun ia sulit saat hendak ditangkap. Namun, para pekerja akhirnya berhasil menangkap dan mengikat dua pasang kaki babi tersebut.

Babi muda tersebut berteriak dan meronta. Melihat hal itu, kawanan domba pun berteriak.

“Dasar penakut”

Kemudian salah satu dari kawanan domba menambahkan “mengapa kamu menangis dan teriak denga gaduh. Padahal temanmu yang lain jarang melakukan sesuatu yang sama. Mereka pasrah dengan nasib sekalipun harus disembelih”

Mendengar hal tersebut, salah satu babi dewasa berkata “Hai domba sok bijak, kamu bisa berkata begitu karena tidak mengalami apa yang kami alami. Kamu hanya dicukur bulunya tanpa harus disembelih. Namun lihat kami, kami diambil dan tak lama lagi nyawa kami hilang. Hidup kami tentulah tidak senikmat hidup kalian. Begitu tegakah engkau mengejek anak babi yang sedang diujung kematian?”

Sejak saat itu, kandang domba menjadi sunyi dan senyap. Mereka merenungkan apa yang sudah disampaikan oleh salah satu babi tersebut. Dan akhirnya merekapun sadar bahwa mereka lebih beruntung dari pada babi. Lalu merekapun meminta maaf kepada babi dewasa yang tadi.

 

Cerita Fabel Rubah dan Bangau

cerita fabel rubah dan bangau

Pada suatu hari ada seekor rubah tengah jalan-jalan di sekitar hutan. Ia kemudian berfikir bahwa hari ini cuaca cerah dan ia bisa pergi memancing. Kemudian, ia pun mempersiapkan alat untuk memancing dan segera bergegas menuju telaga yang ada di tengah hutan.

Saat tiba di telaga, ia mendapati ada burung bangau di sana sedang seberang. Ia pun menyapa sembari mengeluarkan pancingnya, “Hai bangau, apa yang sedang kau lakukan?” Rubahpun membayangkan bahwa ia akan memperoleh ikan yang banyak untuk makan malamnya.

Bangau pun menjawab, “Aku sedang berenang sambil menikmati air telaha yang sejuk membasahi buluku” Jawab bangau sembari menggepakkan sayapnya.

Rubah pun mulai memancing danj tak lapa kemudian pancingnya bergetar. Ia pun bergegas menarik pancingnya dan menyaksikan seekor ikan di sana. Dengan penuh suka cita ia berkata, “Asyik aku akan pesta besar nanti malam. Bangau, apakah kamu mau makan malam di tempatku?” Tanya rubah sambil membereskan alat memancingnya.

Bangau pun mengiyakan ajakan rubah. Dan tepat di waktu makan malam, bangau datang ke rumah rubah, “Tok…tok…tok!!”

Sembari membuka pintu rumahnya, rubah berkata “Silahkan masuk!”. Mereka pun duduk di meja makan yang sudah tertata rapi. Bangau merasa amat lapar karena aroma masakan yang mengundang selera. “Baunya sangat harum, tentu saja rasanya enak”.

Akhirnya makanan dihidangkan. Tubah memasak sup ikan dan meletakkannya di mangkuk kecil. Menyaksikan hal tersebut, bangau sedih karena paruhnya yang panjang tentu saja ia tidak bisa memakan sup di mangkuk kecil tersebut.

Akhirnya, sang bangau hanya metatap dan berdiam. Melihat hal itu, rubah bertanya, “Bangau kenapa kamu tidak makan? Kamu tidak suka?”

“Paruhku panjang sehingga tidak bisa dipakai untuk memakan sup di mangkuk kecil tersebut” Jawab bangau.

Rubah pun menjawab, “Maafkan aku bangau, namun yang ku punya hanya mangkuk kecil ini. Tapi kamu tidak perlu bersedih karena aku sudah menemukan jalan keluar.”

Akhirnya, rubahpun mengambil sebuah rantang dan mengisinya dengan sup sampai penuh. “Ini bawalah rantangnya pulang dan kamu bisa menikmati makan malam di rumahmu.” Ujar rubah. Kemudian, bangau pun menjawab, “Terima kasih rubah, kamu baik sekali. Besok giliran aku yang akan mengundangmu makan malam di rumah”.

 

Cerita Fabel Semut dan Merpati

cerita fabel semut dan merpati

Pada suatu ketika di musim panas, ada gerombolan semut yang berjalan dan membawa makanan di atas kepala meeka. Mereka terlihat sangatlah kompak. Pemimpin mereka memberkan aba-aba ketika harus melangkah dan berbelok. Semut tersebut selalu mengikuti petunjuk sang pemimpin hingga tibalah mereka di sarangnya.

Sesudah meletakkan hasil bawaaan, mereka berpisah untuk menjalankan tugas lain. Ada salah satu semut yang masih muda. Ia penasaran dengan dunia yang ada di luar sarangnya. Ia pun akhirnya izin kepada pemimpin untuk pergi dan melihat-lihat dunia luar. Pemimpin pun menjawab,

“Anakku, apabila engkau hendak pergi untuk jalan-jalan, boleh saja. Namun engkau harus hati-hati karena di luar sarang ini dunia amat luas dan juga kejam” Pesan pemimpin tersebut.

Sesudah menyiapkan bekal, semutpun pamit kepada pemimpin, “Pak pemimpin, aku akan pergi sekarang juga”. Pemimpin menjawab, “Hati-hati di jalan dan cepatlah pulang”.

Tak jauh dari sarang, ada sungai yang airnya sangat jernih. Karena ingin tahu, semut muda pun berjalan menelusuri lembah. Ia memanjat pohon dan juga rerumputan berkali-kali. Ia berjalan dengan tak kenal lelah. Ia pun melihat mata air jernih dan mendatanginya untuk minum.

Ketika dekat dengan mata air tersebut, ia bingung karena letak mata airnya lebih tinggi dibandingkan tanah tempat ia berpijak. Ia pun naik ke atas batang rumput. Saat hampir berhasil, ia terpeleset dan jatuh ke dalam mata air.

Ketika ia sedang kesulitan bangun, ada seekor merpati yang hendak menyelamatkannya. Merpati tersebut mengambil daun di pohon sampai jatuh di dekat semut muda. Dengan susah payah, semut muda segera naik ke atas daun. Ia pun berterima kasih kepada burung merpati.

“Hai burung merpati, aku berterima kasih karena engkau telah menyelamatkanku” Kata semut muda. Merpati pun menjawab, “Iya sama sama semut, apa yang sedang engkau lakukan di sini?”

“Aku tengah jalan-jalan untuk melihat dunia di luar sarang semutku” Jawa semut.

Ketika mereka sedang bercakap-cakap, tiba-tiba ada bahaya yang tengah mengintai. Ada seorang pemburu yang hendak menembak merpati. Merpati pun langsung bergegas terbang dan meninggalkan semut sendirian.

Menyaksikan kejadikan itu, akhirnya semutpun berlari kea rah pemburu dan menggigit kakinya. Akhirnya, penburu tersebut merintih kesakitan. Merpati berkata,”Terima kasih semut karena engkau sudah menyelamatkanku”.

“Sama-sama burung merpati, engkau tadi juga menyelamatkan nyawaku” jawab semut. Akhirnya mereka pun segera berpisah.

 

Cerita Fabel Anjing, Gunung, Keledai, dan Macan Tutul

cerita fabel anjing gunung keledai dan macan tutul

Pada suatu masa, hiduplah seekor keledai yang sedang pergi untuk mencari seekor anjing gunung. Ia pun pergi ke sebuah gunung yang amat tinggi, Dengan senjaga ia mencari anjing gunung untik diajak berburu bersama di hutan lebat.

Sesudah beberapa saat menaiki gunubg, akhirnya ia berhasil menemukan seekor anjing gunung yang tengah berjalan. Lalu iapun mengajak anjing tersebut untuk berburu dan kebetulan anjing gunungnya bersedia.

Akhirnya, keledai dan juga anjing tersebut pergi ke hutan lebat untuk berburu. Namun, ketika hendak memasuki hutan, mereka bertemu dengan seekor macan tutul yang tengah tiduran di bawah pohon besar. Akhirnya, keledai pun mengajak macan tutul untuk berburu bersama sekalian.;

Sesudah berhasil menemukan teman berburu, akhirnya keledai mengajak semua personilnya untuk memasuki hutan lebat. Alhasil mereka bisa menangkap hewan-hewan buruan bersama dan mendapatkan cukup banyak buruan sejak pagi sampai sore hari.

Mereka membawa hewan tangkapan ke tempat yang terbuka dan kemudian menumpuk hasil buruan bersama tersebut. Adapun hewan buruan yang mereka dapatkan adalah kelinci, rusa, kerbau, kijang, kambing dan juga uncai. Dan kini saatnya mereka berbagi hewan tangkapan satu sama lain.

“Kedelai, silahkan bagilah makanan itu” Pinta sang macan tutul. Kemudian macan tutulpun menghitung jumlah tangkapan yang didapat. Sesudah itu, sang kedelai membagi hewan tersebut menjadi tiga bagian yang banyaknya sama.

Melihat hal tersebut, sang macan tutul menjadi marah dan langsung menerkam kedelai hingga mati. Dengan demikian, bertambahlah tumpukan hewan tangkapannya. Lalu, macan tutul pun menoleh kepada anjing gunung dan berkata, “Sekarang kamu yang harus membagikan hewan tersebut”.

Akhirnya, anjing gunung pun mendekati hewan tangkapan tersebutdan membagi dua tumpukan yang sama besarnya. Sesudah itu, ia menggingit kelinci di mulutnya yang besarnya amat kecil dan tentu saja tidak berarti untuk sang macan tutul.

Macan tutul yang awalnya marah akhirnya reda ketika melihat anjing gunung berhasil membagikan hewan tangkapan dengan sangat adil. “Kau sangatlah pandai di dalam membuat suatu keputusan anjing gunung. Engkau membagikan makanan tersebut dengan sangat adil. Dari mana kamu belajar? Apakah kamu belajar dari keledai?” Tanya sang macan tutul.

“Ya aku belajar dari keledai” Jawab sang anjing gunung sambil pergi menjauh dari hadapan macan tersebut. “Aku tak mau mengulang nasib yang sama dengan keledai” Celetuk aning gunung yang sangat kecewa dengan keserakahan sang macan tutul. Akhirnya, ia pun berjanji pada diri sendiri bahwa di suatu hari tidak akan mau lagi bekerja sama dengannya.

 

Cerita Fabel Kelinci dan Anjing Petani

cerita fabel kelinci dan anjing petani

Pada salah satu perkebunan jaging yang luas ada seekor anjing petani yang tengah mencari kelinci berkeliaran untuk kemudian ia mangsa. Ketika masih muda, anjing tersebut memang dilatih untuk mmapu mengejar hewan yang mengganggu perkebunan jagung milik petani.

Daun jagung milik petani tersebut kerap dimakan oleh kelinci sehingga tanamannya tidak bisa tumbuh dengan baik. Selain itu, juga menyebabkan hasil panen menjadi berkurang. Karena itulah petani meletakkan anjing tersebut di perkebunan.

Di suatu pagi, sang anjing yang baru saja terbangun dari tidur mengelilingi kebun sambal mengendus bau hewan yang lain. Penciuman dari anjing tersebut sangatlah tajam bahkan bisa mendeteksi bau kelinci dari jarak yang cukup jauh.

Akhirnya, sang anjing menelusuri bau tersebut dan ditemukanlah kelinci yang tengah asik memakan pucuk jagung muda milik petani. Ketika jarak mereka sudah sangat dekat, akhirnya sang anjing mengejar kelinci tersebut dengan cepat. Namun, karena sang kelinci memiliki indera pendengaran yang sangat peka, maka dia bisa tahu gerak gerik sang anjing.

Akhirnya dengan cepat sang kelinci melompat sangat jauh. Anjing itu terus mengejar kelinci dan kelinci semakin menjauh. Namun, sang anjing tidak menyerah karena kemampuannya untuk mengejar mangsa sangat tinggi. Namun, tetap saja kelinci berhasil menghindari kejaran anjing tersebut hingga akhirnya anjing pun menyerah dan berhenti mengejar kelinci.

Ternyata, peristiwa tersebut dilihat oleh burung gagak yang tengah bertengger di pohon yang daunnya tidak begitu lebat. Ketika anjing tersebut melewati pohon, gagak bertanya kepada anjing, “Ternyata seekorn kelinci bisa lari lebih kencang dibanding anjing”.

Lalu anjing pun menjawab, “Apakah engkau tidak melihat perbedaan yang amat mencolok di antara aku dengan kelinci tersebut?” Gagak menimpal,”Aku tidak melihat perbedaan tersebut. Memangnya perbedaan apakah yang engkau maksudkan?”

Anjing pun menjawab,”Aku lari untuk menangkap makanan, sementara kelinci berlari untuk mempertahankan hidupnya. Suatu keinginan bisa berpengaruh untuk kerasnya suatu usaha”.

 

Cerita Fabel Buaya yang Serakah

cerita fabel buaya yang serakah

Pada pinggiran sebuah sungai, hidup seekor buaya yang tengah kelaparan. Ia tidak memakan apapun selama tiga hari. Dan kini perutnya sangat lapar dan jika ia tidak makan, maka bisa-bisa mati. Ia pun kemudian masuk ke dalam sungai dan berenang di dalamnya untuk menemukan makanan.

Akhirnya, sang buaya melihat ada seekor bebek yang tengah berenang. Ketika sang bebek tahu sedang diincar oleh buaya, ia pun akhirnya menepi. Melihat bebek yang hendak dimangsa tersebut kabur, akhirnya buaya pun mengejarnya dan alhasil bebek tertangkap olehnya.

Sembari menangis ketakutan sang bebek berkata, “Ampun buaya, lepaskanlah aku. Dagingku hanya sedikit. Mengapa engkau tidak memangsa kambing saja di hutan”. Sembari menunjukkan taring tajamnya, sang buaya berkata,”Baiklah kalau begitu antarkan aku ke tempat persembunyian kambing di hutan sekarang”.

Kemudian tidak jauh dari tempat itu, ada lapangan hijau dimana banyak kambing yang sedang mencari rumput untuk dimakan. “Pergi sana, aku akan memangsa kambing saja”. Akhirnya bebek merasa sangat senang dan berlari dengan kecepatan yang penuh.

Buaya pun akhirnya mendapati seekor anak kambing yang berhasil ia tangkap sesudah beberapa lama. Karena saking takutnya, anak kambing tersebut berkata,”Tolong jangan makan aku. Aku masih sangat kecil sehingga dagingku tidaklah banyak. Mengapa engkau tidak memakan gajah saja yang dagingnya lebih banyak dariku. Aku akan mengantarmu kesana”.

“Baiklah, antarkan aku kesana sekarang juga!” Pinta gajah. Akhirnya, buaya diajak ke tepian danau yang sangat luas oleh anak kambing tersebut. Dan benar saja, di sana sudah ada anak gajah yang besar. Akhirnya, buaya langsung mengejar dan kemudian menggigit kaki anak gajah tersebut. Namun, kulit gajah sangat tebal sehingga itu tidak dapat melukainya.

Anak gajah pun berteriak dan meminta tolong kepada sang ibu. Sedangkan buaya terus saja berusaha untuk menjatuhkan gajah tersebut. Namun sayangnya tidak bisa. Mendengar teriakan sang anak, sekumpulan gajahpun akhirnya mendatangi dan menginjak buaya hingga ia tidak bisa bernapas.

Akhirnya, sang buaya tetap saja tidak mampu melawan karena ukuran ibu gajah yang amat besar. Belum lagi ia dalam keadaan lemas karena belum makan. Setelah itu, buaya pun mati karena sudah kehabisan tenaga.

 

Cerita Fabel Ulat yang Sombong

cerita fabel ulat yang sombong

Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.

“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.

“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.

Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.

Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.

Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu

Namun tiba-tiba…

“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.

Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.

Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.

Cerita Fabel Keharuan Seekor Anjing

cerita fabel keharuan seekor anjing

Pagi yang begitu patah dengan rasa si Anjing dalam menanamkan hatinya pada kupu-kupu yang sedang menari-nari di taman saat si Anjing menjaga rumah majikannya yang bernama pak Bolot. Keharuan si Anjing datang di saat tarian kupu-kupu semakin indah dan semakin lucu.

Si Anjing mencoba untuk menirukan tarian kupu-kupu, namun tidak dapat dicapainya. Anjing berkata.

“Kenapa aku tidak bisa seperti mereka., padahal kata pak Bolot aku cantik?” kata si Anjing kesal

“Percuma aku cantik kalau tidak dapat menari.” Si Anjing tetap mencoba menirukan kupu-kupu tetapi ia tetap tidak bisa.

Dengan keharuan itu si Anjing menangis. Si Kupu menangkap suara tangisan si Anjing, lalu mendekatinya.

“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu.

“Aku tidak bisa menari dan terbang sepertimu! Padahal kata majikanku aku sangat cantik.” Jawab si Anjing. Si Kupu mencoba menasehati si Anjing. Tidak lama kemudian turunlah hujan. Si Kupu bersama teman-temannya segera pergi mencari tempat berteduh.

Setelah beberapa hari. Si Anjing merusak taman di sekitar rumah pak Bolot, agar si Kupu bersama teman-temannya tidak lagi dapat menari-nari di taman. Setelah beberapa lama, datanglah si Kupu bersama teman-temannya. Si Kupu melihat si Anjing yang sedang merusak taman menjadi marah.

“Tunggu…, kenapa kamu merusak taman disini?” tanya si Kupu

“Memangnya kenapa? Ini kan tama milik majikanku? Bukan milikmu?”

“Memang ini bukan tamanku! Tapi kau telah merusak tanaman yang tidak bersalah!” pertengkaran semakin ramai, namun sedikit mereda ketika pak Bolot datang dengan wajah marah karena melihat tamannya yang indah menjadi berantakan.

“Siapa yang telah merusak tamanku ini?” tanya pak Bolot. Si Anjing kemudian mengaku kalau ia yang merusak taman. Ia juga memberikan alasannya.

Ternyata si Anjing telah menganggap kalau kupu-kupu telah mencuri madu yang ada pada bunga. Pak Bolot tersenyum, ia kemudian menjelaskan bahwa kupu-kupu tidak mencuri madu. Pandai menari, terbang dan menghisap madu adalah kodrat setiap kupu-kupu. Si Anjing kini sadar akan kesalahannya. Ia segera minta maaf pada si Kupu dan teman-temannya, maupun pada pak Bolot.

 

Cerita Fabel Lebah dan Semut

cerita fabel lebah dan semut

Dahulu pada zaman Nabi Sulaiman, hidup banyak sekali lebah. Salah satu di antaranya adalah Dodo. Dodo adalah anak lebah yang telah ditinggal mati ibunya. Waktu itu ibunya meninggal digigit kalajengking. Kini ia hidup sebatang kara. Oleh karena itulah ia memutuskan untuk hidup mengembara. Hingga akhirnya ia tiba di gurun pasir yang luas. Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar.

“Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Mereka bergegas pergi untuk mencari makanan. Setelah cukup lama menyusuri gurun, mereka menemukan sebuah mata air yang berair bersih dan segar. Di samping mata air itu terdapat sebatang pohon kurma yang berbuah lebat dan sangat manis. Didi dan Dodo sangat gembira. Mereka segera minum dan makan sepuasnya.

Setelah mereka benar-benar kenyang, mereka segera mencari tempat tinggal. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas. Mereka tidak akan kekurangan makanan karena di tepi padang rumput itu terdapat banyak pohon buah-buahan dan sebuah mata air yang sangat bersih. Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.

 

Cerita Fabel Gajah Kerbau dan Harimau

cerita fabel gajah kerbau dan harimau

Suatu hari ada seekor kerbau mencari gajah didalam hutan. Kerbau tersebut mencari gajah untuk menemaninya mencari makanan dihutan. Setelah lama mencari akhirnya kerbau melihat gajah yang sedang berjalan.

Gajah tersebut mau menemani kerbau untuk mencari makanan, tetapi sebelum bertemu gajah sang kerbau menemui harimau terlebih dahulu. Sang kerbau juga meminta harimau untuk menemaninya mencari makanan dihutan dan harimau menerima ajakannya.

Setelah kerbau mengumpulkan gajah dan harimau. Kemudian mereka berusaha melakukan perburuan makanan bersama. Mereka berusaha menangkap hewan hewan lain dan merebut makanan hewan lain juga. Ketiga hewan itu bekerja sama untuk memburu makanan dihutan.

Hewan hewan tersebut mulai dari pagi sampai sore mencari makanan. Mereka berhasil menangkap hewan lain dan merebut makanannya. Berbagai jenis makanan dikumpulkan mulai dari buah buahan sampai hewan hewan hidup.

Harimau menunjuk kerbau untuk membagi makanannya. Kerbau tersebut menghitung banyaknya makanan dan membagi tiga dengan adil. Sang harimau merasa tidak adil dan marah, akhirnya ia menerkam kerbau dan tumpukan makanannya menjadi bertambah.

Setelah itu harimau menunjuk gajah untuk membagi makanannya. Akhirnya karena harimau merasa masih kurang akhirnya ia juga menerkam gajah. Harimau tersebut serakah karena merasa kekurangan makanan dan menerkam kedua temannya tadi.

 

Cerita Fabel Rusa dan Kura-Kura

cerita fabel rusa dan kura kura

Hiduplah seekor rusa pada zaman dahulu. Ia sangat sombong lagi pemarah. Sering ia meremehkan kemampuan hewan lain.

Pada suatu hari si rusa berjalan-jalan di pinggir danau. Ia bertemu dengan kura-kura yang terlihat hanya mondar-mandir saja. “Kura-kura, apa yang sedang engkau lakukan di sini?”

“Aku sedang mencari sumber penghidupan,” jawab si kura-kura.

Si rusa tiba-tiba marah mendengar jawaban si kura-kura. “Jangan berlagak engkau, hei kura- kura! Engkau hanya mondar-mandir saja namun berlagak tengah mencari sumber penghidupan!”

Si kura-kura berusaha menjelaskan, namun si rusa tetap marah. Bahkan, si rusa mengancam akan menginjak tubuh si kura-kura. Si kura-kura yang jengkel akhirnya menantang untuk mengadu kekuatan betis kaki.

Si rusa sangat marah mendengar tantangan si kura-kura untuk mengadu betis. Ia pun meminta agar si kura-kura menendang betisnya terlebih dahulu. “Tendanglah sekeras-kerasnya, semampu yang engkau bisa lakukan!”

Si kura-kura tidak bersedia melakukannya. Katanya, “Jika aku menendang betismu, engkau akan jatuh dan tidak bisa membalas menendangku.”

Si rusa kian marah mendengar ucapan si kura- kura. Ia pun bersiap-siap untuk menendang. Ia berancang-ancang. Ketika dirasanya tepat, ia pun menendang dengan kaki depannya sekuat-kuatnya.

Ketika si rusa mengayunkan kakinya, si kura-kura segera memasukkan kaki-kakinya ke dalam tempurungnya. Tendangan rusa hanya mengenai tempat kosong. Si rusa sangat marah mendapati tendangannya tidak mengena. Ia lantas menginjak tempurung si kura-kura dengan kuat. Akibatnya tubuh si kura-kura terbenam ke dalam tanah. Si Rusa menyangka si kura-kura telah mati. Ia pun meninggalkan si kura-kura.

Si kura-kura berusaha keras keluar dari tanah. Setelah seminggu berusaha, si kura-kura akhirnya berhasil keluar dari tanah. Ia lalu mencari si rusa. Ditemukannya si rusa setelah beberapa hari mencari. “Bersiaplah Rusa, kini giliranku untuk menendang.”

Si rusa hanya memandang remeh kemampuan si kura-kura. “Kerahkan segenap kemampuanmu untuk menendang betisku. Ayo, jangan ragu-ragu!”

Si kura-kura bersiaga dan mengambil ancang-ancang di tempat tinggi. Ia lalu menggelindingkan tubuhnya. Ketika hampir tiba di dekat tubuh si rusa, ia pun menaikkan tubuhnya hingga tubuhnya melayang. Si kura-kura mengincar hidung si rusa. Begitu kerasnya tempurung si kura-kura mengena hingga hidung si rusa putus. Seketika itu si rusa yang sombong itu pun mati.

 

Cerita Fabel Iri Hati Sang Merpati

cerita fabel iri hati sang merpati

Seharian ini, Merpati iri hati pada Tekukur. Merpati merasa jatah jagungnya lebih sedikit dibandingkan dengan Tekukur. Merpati menganggap pemiliknya sudah tak menyayanginya lagi.

“Pemilikku lebih sayang Tekukur,” batin Merpati sambil memperhatikan sang pemilik yang lebih banyak memberikan jagung di tempat makan Tekukur. Merpati pun sedih.

Ingin rasanya ia kabur dari sangkar. Tapi ia tak mau melakukannya, karena esok ada perlombaan balap Merpati yang harus diikuti. Ia pun bertekad memenangi perlombaan agar bisa membanggakan pemiliknya.

Tiba-tiba, Merpati mendengar suara di kebun mentimun di belakang rumah. Ia melihat Kancil yang hendak mengambil buah mentimun.

“Kancil…” panggil Merpati.

Kancil terkejut dipergoki Merpati.

“Maaf, aku lapar. Nanti aku bawa bijinya sebgai ganti,” kata Kancil pelan.

“Bukan itu, aku butuh saranmu,” kata Merpati.

Kancil lalu mendekati sangkar Merpati. Merpati menceritakan kegundahan yang sedang dirasakannya. Dengan seksama Kancil mendengarkan keluh kesah Merpati.

Selesai Merpati bercerita, Kancil memberi saran.

“Jangan begitu Merpati, mungkin pemilikmu tak mau kamu terlalu gemuk.”

“Memangnya kenapa kalau aku jadi gemuk nanti?”

“Nanti terbangmu lambat.”

Merpati menggeleng. “Itu tak mungkin. Aku malah bisa terbang lebih cepat,” kata Merpati dengan sombongnya.

Kancil hanya tersenyum lalu beranjak pergi. Namun, Merpati mencegahnya.

“Kancil, kamu hendak ke mana?”

“Kembali ke hutan. Aku kan sudah memberi saran seperti maumu.”

“Bukan itu saran yang kumau.”

“Lalu apa keinginanmu?”

“Aku mau makan lebih banyak jagung seperti Tekukur.”

Kancil berpikir sejenak. Lalu berkata, “Kamu makan di sangkarnya Tekukur.”

“Caranya?”

“Kamu bujuk Tekukur supaya ia mau bertukar sangkar saat makan jagung.”

Merpati mengangguk. Kancil pun pamit pergi.

***

Setelah Kancil pergi, Merpati membujuk Tekukur untuk bertukar tempat saat makan. Awalnya Tekukur tak bersedia. Tapi karena Merpati terus memaksanya, maka Tekukur pun terpaksa menuruti.

Esok harinya setelah sang pemilik pergi seusai memberi makan jagung. Merpati dan Terkukur bertukar sangkar. Di sangkar Tekukur, Merpati lahap memakan jagung yang berjumlah banyak. Merpati menjadi kekenyangan. Dengan susah payah, Merpati kembali ke sangkarnya.

Tak lama kemudian, sang pemilik mengeluarkan Merpati yang masih kekenyangan dari sangkar. Lalu membawanya ke perlombaan balap Merpati.

Sayang, di perlombaan Merpati yang masih kekenyangan tak bisa terbang cepat sehingga kalah. Sang pemilik kembali ke rumah dengan wajah sedih. Merpati dikembalikan ke sangkarnya.

Di dalam sangkarnya, Merpati tampak menyesal tak menuruti saran Kancil. Ia menceritakan kekalahannya pada Tekukur.

“Merpati, kamu seharusnya tak perlu iri hati. Pemilik kita sengaja memberimu sedikit jagung agar kamu bisa terbang cepat dan menang,” celethuk Tekukur dari dalam sangkarnya.

Merpati malu dan sedih mendengarnya. Ia pun menyesali sesuatu yang sudah tidak ada gunaya

 

Cerita Fabel Gagak dan Elang

cerita fabel gagak dan elang

Pada suatu hari di hutan lereng gunung, ada seekor burung gagak yang sedang mencari makan. Burung gagak itu memiliki anak namanya Raga, seekor anak burung gagak yang sangat periang dan pantang menyerah. Kemanapun orang tuanya pergi, Raga selalu ikut dan membantu mencari makanan.

Ke esokan hari, Ibu Raga keluar ingin mencari makanan, Raga waktu itu yang masih tertidur tiba-tiba terbangun.

“Ibu mau kemana?” tanya Raga.

“Ibu mau mencari makanan untuk keluarga kita” jawab Ibu gagak.

“Raga ikut, bu. Raga ingin mencari cacing kesukaan Raga” pinta Raga.

“Iya nak, tapi kamu harus tetap waspada, jangan jauh-jauh dari ibu” ucap ibu gagak.

“baik bu” jawab Raga.

Padi itu mereka terbang ke arah timur, mereka turun dari sawah-kesawah untuk mencari tikus sawah. Raga dengan cerdiknya mendapatkan banyak cacing sawah. Namun tiba-tiba dari atas ada seekor elang yang juga mencari makan, elang itu memang terkenal sering merebut makanan gagak. Ketika gagak ingin menerkam seekor tikus, tiba-tiba elang menyahutnya dari atas.

“Hai elang, mengapa kamu suka merebut makananku?” bentak gagak.

“Kamu sangat lamban gagak, siapa cepat dia dapat” ejek elang.

“mengapa kamu tidak mencari makanan sendiri, dasar pengganggu” ucap gagak.

Sementara itu, Raga yang melihat ibunya sedang kesal sama elang, tiba-tiba terbang ke atas kemudian turun menyahut kembali seeokor tikus dari tangan di elang.

“Hey, anak gagak. Apa yang kamu lakukan?, kembalikan makananku” teriak elang.

“Aku hanya merebut kembali makanan ini dari ibuku, aku tidak mencuri dari kamu” ucap Raga.

“Dasar gagak kecil, cepat kembalikan” ucap elang tampak marah.

“Tidak, ini adalah milik kami, kamu yang mencarinya dan kamu telah mencurinya dari kamu” jawab Raga.

Ibu gagak hanya terdiam, ia sangat bangga sekali memiliki anak yang pemberani dan cerdik. Elang yang mulai tampak kesal, tampak sudang bersiap-siap menyerang gagak.

“Aku tidak takut sama kamu, selama kami benar” ucap Raga.

“Baiklah kalau itu mau mu, sekarang rasakan pembalasanku” teriak Raga.

Tiba-tiba ibu gagak menyela, tak ingin anaknya dalam masalah, ibu gagak langsung menghadang.

“Apa kamu tidak malu elang?, beraninya sama anak kecil” ejek ibu gagak.

“Kalau kamu pemberani, hadapi aku” tambah ibu gagak.

“Kalian berdua maju semuanya, aku tidak takut” ucap elang.

Disaat elang bersiap-siap menyerang Raga dan ibunya, tiba-tiba rombongan burung gagak terbang melewati mereka dan berhenti.

“Elang, kamu buat masalah lagi?” tanya salah satu gagak.

Elang hanya terdiam dan kabur karena ketakutan, Raga dan ibunya lega karna elang itu sudah pergi.

“Terima kasih atas bantuan kalian” ucap ibu gagak.

“Sama-sama, anakmu cukup berani melawan si elang. Aku salut padanya” jawab salah satu gagak.

“Terima kasih paman, Raga berani jika benar. Itu yang ibu ajarkan” ucap Raga.

Akhirnya rombongan gagak itu pamit ingin melanjutkan perjalanannya. Raga dan ibunya terbang pulang ke rumah mereka. Ibu bangga sekali Raga kini tumbuh menjadi anak yang berani dalam kebenaran dan cerdik.

 

Cerita Fabel Katak dan Ular Piton

cerita fabel katak dan ular piton

Disebuah danau hiduplah dua binatang bernama katak dan ular air. Katak tersebut melompat lompat disekitar danau karena ia termasuk hewan yang suka ingin tahu. Katak tersebut ingin mencari kegiatan baru dengan cara berpetualang disekitar danau.

Dengan senangnya sang katak melompat lompat menjauhi danau. Iapun terkejut karena ada semak semak yang goyang. Ternyata dibalik semak semak tersebut muncullah ular piton. Katakpun kaget dan berusaha menjauhi ular piton, kemudian ia berusaha kembali ke danau lagi.

Sebelum katak menjauhi ular, ternyata si piton menyadari keberadaan katak. Ular tersebut berusaha mendekati katak dan merayap dengan cepat.

Setelah ular dekat dengan katak, ia segera mengangkat kepalanya dengan tinggi dan berkata, “ Hai katak gemuk apa yang kau lakukan dihutan ini?” Katak tersebut takut dengan ular dan berusaha untuk menjauh.

Sang ular pun berkata bahwa ia tak akan memakan katak karena ia sudah memakan kelinci kecil. Kemudian sang kata berkata, “ Aku ingin berpetulang dan mencari kegiatan baru”. Sang ular menawarkan petualangan yang seru dan katakpun mau.

Apabila katak ingin mencoba petualangan baru, ia harus menjelajahi hutan sendirian. Katakpun belum pernah menelusuri sekitar hutan karena ia takut dimangsa hewan hewan buas lainnya.

Sang ular meawarkan bantuan untuk menemani katak menjelajahi hutan. Ia berkata,” Wahai ular carilah tali dan ikatkan pada ekorku.” Sang kata bertanya, “ Untuk apa tali itu?” Tali tersebut untuk menjaga agar katak tidak tertinggal jauh ketika dihutan, jadi ia tetap aman bersama ular.

Katak tersebut tidak pikir panjang dan menerima tawaran ular. Katakpun mencari tali dan mengikatkan perutnya dengan ekor sang ular. Setelah itu mereka berjalan menjelajahi hutan, sampai ditengah hutan sang ular memiliki niat buruk. Ia ingin berusaha membelit katak.

Ular tesebut berusaha membelit katak namun tubuh katak disambar oleh elang dan digelantungkan di udara. Elang tadi menyadari bahwa ia juga menangkap piton karena ekornya terikat dengan katak.

 

Nah itulah beberapa contoh cerita fabel yang bisa mastekno ceritakan kepada kalian. Kalian bisa menceritakan kembali fabel tersebut ke anak-anak kalian, karena biasanya anak-anak itu senang ketika mendengarkan cerita tentang hewan-hewan yang berperilaku seperti manusia.

Demikianlah apa yang bisa mastekno sampaikan kepada kalian tentang kumpulan cerita fabel singkat lucu, bagus, menginspirasi dan cerita dongeng anak sebelum tidur. Semoga cerita di atas bermanfaat dan bisa membuat anak-anak yang mendengarkannya senang.

Sekian apa yang mastekno sampaikan kepada kalian tentang cerita fabel singkat lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah koleksi cerita fabel kalian. Jika ada kesalahan kata dan informasi yang kurang tepat dalam artikel ini mohon dimaafkan, terima kasih.


Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~
DarkLight