√ 7 Cara Merawat Baterai Tanam Android & iPhone Agar Tidak Cepat Rusak

Cara Merawat Baterai Tanam Smartphone Android & iPhone Agar Tetap Awet

Cara Merawat Baterai Tanam Smartphone Android & iPhone Agar Tetap Awet
By : Adi Catur Pamungkas

Pada saat ini penggunaan smartphone sudah banyak sekali dapat kita temukan di seluruh dunia. Semakin majunya perkembangan teknologi, maka semakin canggih dan bertambah pula jumlah smartphone yang beredar di seluruh dunia. Para penggunanya pun semakin hari semakin cerdas, harga smartphone yang ditawarkan juga cukup terjangkau untuk masyarakat luas.

Akan tetapi, semua kecanggihan tersebut tentunya memiliki kendala. Kendalannya yaitu daya listrik yang digunakan untuk menyalakan smartphone tersebut. Lama-kelamaan bukannya daya listrik yang dibutuhkan semakin kecil, namun malah sebaliknya yaitu daya listrik yang digunakan semakin bertambah karena untuk menyokong kenyamanan pada saat smartphone tersebut digunakan.

Apalagi pada saat ini, banyak sekali smartphone keluaran terbaru yang dibekali dengan baterai tanam. Hal tersebut dibuat supaya body yang dimiliki dari smartphone tersebut terlihat lebih ramping, keren, mudah dibawa, serta menarik. Selain itu, hal ini juga berguna agar innerbody smartphone tersebut tetap awet, dikarenakan tidak perlu membuka buka dan memakai material luar yang lebih kuat.

Hal tersebut juga dapat membut smartphone lebih tahan air serta debu yang lebih sedikit masuk ke dalam sela-sela komponen smartphone. Terdapat dua macam jenis bakteri yang dapat digunakan pada sebuah smartphone. Yaitu baterai yang dapat dilepaskan atau removable dan baterai tanam atau non-removable. Pada artikel kali ini mastekno akan membahas mengenai cara merawat baterai tanaman non-removable.

Lalu bagaimana cara merawat baterai tanam agar tetap awet, tidak boros, tahan lama, dan tidak mudah rusak?. Biasanya baterai tanam relatif lebih awet dibandingkan dengan baterai yang dapat dilepas atau removable. Baterai tanam dibuat dengan sedemikian rupa agar tetap awet dan tidak mudah rusak. Namun tentunya memiliki kelemahan.

Kelemahan yaitu sedikit susah dalam mengganti baterai tanam apabila baterai tersebut rusak. Apabila sudah begitu, maka kamu harus  melakukan service dan menggantinya, syukur apabila kerusakan tersebut tidak merembet ke komponen lainnya. Selain itu, kamu juga harus selalu merawatnya untuk mencegah terjadinya kerusakan pada baterai tanam smartphone kamu. Caranya adalah sebagai berikut ini.

 

Cara Merawat Baterai Tanam Smartphone Android dan iPhone Agar Tetap Awet

#1. Hindari Penggunaan Baterai Sampai Habis

Cara merawat baterai tanam yang pertama yaitu dengan cara menghindari penggunaan baterai sampai habis. Apabila hal tersebut sering terjadi, maka kemampuan komponen sel penyimpanan daya pada baterai di smartphone kamu akan menurun. Hal ini akan menyebabkan baterai tanam pada smartphone android kamu mudah drop dan akhirnya rusak.

 

#2. Hindari Pengisian Baterai Hingga Overcharge

Untuk kamu yang sendiri sering melakukan charger smartphone sambil tidur, maka kamu harus menghentikan kebiasaan ini. Karena secara tidak langsung hal ini akan merusak baterai tanaman pada smartphone kamu. Hal ini akan menyebabkan kemampuan sel baterai akan menyimpan daya secara berlebihan sehingga akan menyebabkan sel – sel baterai tersebut menjadi cepat rusak. Perlu kamu ketahui, bahwa baterai tanam juga dapat menggelembung. Bahkan di beberapa kasus dapat meledak.

 

#3. Gunakan Charger Orisinil

Cara yang paling penting untuk merawat baterai smartphone kamu yaitu dengan menggunakan produk asli dari smartphone tersebut. Dengan menggunakan charger asli dari smartphone tersebut, maka akan lebih banyak mengurangi potensi kerusakan pada baterai tanam. Karena pada charger orisinil tersebut, sebelum diluncurkan tentunya sudah di tes terlebih dahulu.

Selain itu, biasanya charger orisinil akan memiliki spesifikasi yang pas dengan baterai tanam pada smartphone kamu. Memang charger orisinil biasanya akan memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan yang kualitas KW. Namun hal ini lebih baik, dibandingkan dengan kamu menggunakan charger KW yang dapat merusak baterai tanam smartphone kamu.

Syukur apabila tidak merusak komponen lain. Apabila rusak, maka kamu akan lebih banyak mengeluarkan pengeluaran yang harus kamu keluarkan. Maka dari itu alangkah lebih baiknya untuk menggunakan charger orisinil, akar baterai tanam pada smartphone kamu jauh lebih awet.

 

#4. Selalu Cek Suhu Baterai

Untuk cara merawat baterai tanam berikutnya yaitu kamu harus selalu memperhatikan suhu baterai ketika smartphone kamu sedang digunakan. Karena biasanya jika kamu sedang asyik dengan smartphone kamu, kamu pasti akan melupakan suhu baterai pada smartphone kamu. Dalam kasus lain ternyata pernah terjadi kasus baterai meledak karena terlalu panas.

 

#5. Hindari Pengisian Baterai Di Mobil

Apabila kamu mengisi baterai di mobil, maka hal ini akan membuat baterai tanam smartphone kamu menjadi tidak awet. Hal ini dikarenakan melakukan pengisian baterai smartphone pada mobil akan menggunakan aki, sehingga kondisi pengisian baterai tidak stabil. Hal tersebut dapat menyebabkan lonjakan daya listrik pada pengisian yang akan mempengaruhi kemampuan sel-sel baterai untuk menyimpan daya listrik tersebut. Cara yang satu ini memang sering diabaikan karena keadaan terdesak.

 

#6. Hindari Penggunaan Smartphone Pada Saat Di Charger

Apabila tangan kamu terasa gatal dan ingin terus menggunakan smartphone pada saat pengisian baterai, maka sebaiknya kamu harus menghentikan kebiasaan ini. Karena hal ini sangatlah buruk dan akan menyebabkan umur baterai tanam pada smartphone kamu menjadi lebih pendek. Selain itu, smartphone kamu juga akan cepat panas yang dapat merusak komponen lainnnya.

 

#7. Segera Lakukan Pengisian Baterai Dibawah 20%

Cara terakhir yang dapat kamu lakukan untuk merawat baterai tanam smartphone kamu yaitu dengan melakukan pengisian baterai sebelum adanya notifikasi lowbat (biasanya ketika baterai tersisa 20%). Hal tersebut bertujuan agar baterai tanam tidak bekerja lebih keras apabila daya yang digunakan tinggal sedikit. Kamu perlu mencoba cara merawat baterai tanam yang satu ini, karena memang benar-benar membuatku umur baterai tanam pada smartphone kamu menjadi lebih panjang.

 

Demikianlah tips dari mastekno mengenai cara merawat baterai tanam smartphone android dan iphone agar lebih awet dengan mudah. Jadi itulah artikel dari mastekno, semoga dapat bermanfaat dan membantu serta menambah wawasan kamu.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cara Merawat Baterai Tanam Smartphone Android & iPhone Agar Tetap Awet

Cara Merawat Baterai Tanam Smartphone Android & iPhone Agar Tetap Awet
By : Adi Catur Pamungkas

Pada saat ini penggunaan smartphone sudah banyak sekali dapat kita temukan di seluruh dunia. Semakin majunya perkembangan teknologi, maka semakin canggih dan bertambah pula jumlah smartphone yang beredar di seluruh dunia. Para penggunanya pun semakin hari semakin cerdas, harga smartphone yang ditawarkan juga cukup terjangkau untuk masyarakat luas.

Akan tetapi, semua kecanggihan tersebut tentunya memiliki kendala. Kendalannya yaitu daya listrik yang digunakan untuk menyalakan smartphone tersebut. Lama-kelamaan bukannya daya listrik yang dibutuhkan semakin kecil, namun malah sebaliknya yaitu daya listrik yang digunakan semakin bertambah karena untuk menyokong kenyamanan pada saat smartphone tersebut digunakan.

Apalagi pada saat ini, banyak sekali smartphone keluaran terbaru yang dibekali dengan baterai tanam. Hal tersebut dibuat supaya body yang dimiliki dari smartphone tersebut terlihat lebih ramping, keren, mudah dibawa, serta menarik. Selain itu, hal ini juga berguna agar innerbody smartphone tersebut tetap awet, dikarenakan tidak perlu membuka buka dan memakai material luar yang lebih kuat.

Hal tersebut juga dapat membut smartphone lebih tahan air serta debu yang lebih sedikit masuk ke dalam sela-sela komponen smartphone. Terdapat dua macam jenis bakteri yang dapat digunakan pada sebuah smartphone. Yaitu baterai yang dapat dilepaskan atau removable dan baterai tanam atau non-removable. Pada artikel kali ini mastekno akan membahas mengenai cara merawat baterai tanaman non-removable.

Lalu bagaimana cara merawat baterai tanam agar tetap awet, tidak boros, tahan lama, dan tidak mudah rusak?. Biasanya baterai tanam relatif lebih awet dibandingkan dengan baterai yang dapat dilepas atau removable. Baterai tanam dibuat dengan sedemikian rupa agar tetap awet dan tidak mudah rusak. Namun tentunya memiliki kelemahan.

Kelemahan yaitu sedikit susah dalam mengganti baterai tanam apabila baterai tersebut rusak. Apabila sudah begitu, maka kamu harus  melakukan service dan menggantinya, syukur apabila kerusakan tersebut tidak merembet ke komponen lainnya. Selain itu, kamu juga harus selalu merawatnya untuk mencegah terjadinya kerusakan pada baterai tanam smartphone kamu. Caranya adalah sebagai berikut ini.

 

Cara Merawat Baterai Tanam Smartphone Android dan iPhone Agar Tetap Awet

#1. Hindari Penggunaan Baterai Sampai Habis

Cara merawat baterai tanam yang pertama yaitu dengan cara menghindari penggunaan baterai sampai habis. Apabila hal tersebut sering terjadi, maka kemampuan komponen sel penyimpanan daya pada baterai di smartphone kamu akan menurun. Hal ini akan menyebabkan baterai tanam pada smartphone android kamu mudah drop dan akhirnya rusak.

 

#2. Hindari Pengisian Baterai Hingga Overcharge

Untuk kamu yang sendiri sering melakukan charger smartphone sambil tidur, maka kamu harus menghentikan kebiasaan ini. Karena secara tidak langsung hal ini akan merusak baterai tanaman pada smartphone kamu. Hal ini akan menyebabkan kemampuan sel baterai akan menyimpan daya secara berlebihan sehingga akan menyebabkan sel – sel baterai tersebut menjadi cepat rusak. Perlu kamu ketahui, bahwa baterai tanam juga dapat menggelembung. Bahkan di beberapa kasus dapat meledak.

 

#3. Gunakan Charger Orisinil

Cara yang paling penting untuk merawat baterai smartphone kamu yaitu dengan menggunakan produk asli dari smartphone tersebut. Dengan menggunakan charger asli dari smartphone tersebut, maka akan lebih banyak mengurangi potensi kerusakan pada baterai tanam. Karena pada charger orisinil tersebut, sebelum diluncurkan tentunya sudah di tes terlebih dahulu.

Selain itu, biasanya charger orisinil akan memiliki spesifikasi yang pas dengan baterai tanam pada smartphone kamu. Memang charger orisinil biasanya akan memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan yang kualitas KW. Namun hal ini lebih baik, dibandingkan dengan kamu menggunakan charger KW yang dapat merusak baterai tanam smartphone kamu.

Syukur apabila tidak merusak komponen lain. Apabila rusak, maka kamu akan lebih banyak mengeluarkan pengeluaran yang harus kamu keluarkan. Maka dari itu alangkah lebih baiknya untuk menggunakan charger orisinil, akar baterai tanam pada smartphone kamu jauh lebih awet.

 

#4. Selalu Cek Suhu Baterai

Untuk cara merawat baterai tanam berikutnya yaitu kamu harus selalu memperhatikan suhu baterai ketika smartphone kamu sedang digunakan. Karena biasanya jika kamu sedang asyik dengan smartphone kamu, kamu pasti akan melupakan suhu baterai pada smartphone kamu. Dalam kasus lain ternyata pernah terjadi kasus baterai meledak karena terlalu panas.

 

#5. Hindari Pengisian Baterai Di Mobil

Apabila kamu mengisi baterai di mobil, maka hal ini akan membuat baterai tanam smartphone kamu menjadi tidak awet. Hal ini dikarenakan melakukan pengisian baterai smartphone pada mobil akan menggunakan aki, sehingga kondisi pengisian baterai tidak stabil. Hal tersebut dapat menyebabkan lonjakan daya listrik pada pengisian yang akan mempengaruhi kemampuan sel-sel baterai untuk menyimpan daya listrik tersebut. Cara yang satu ini memang sering diabaikan karena keadaan terdesak.

 

#6. Hindari Penggunaan Smartphone Pada Saat Di Charger

Apabila tangan kamu terasa gatal dan ingin terus menggunakan smartphone pada saat pengisian baterai, maka sebaiknya kamu harus menghentikan kebiasaan ini. Karena hal ini sangatlah buruk dan akan menyebabkan umur baterai tanam pada smartphone kamu menjadi lebih pendek. Selain itu, smartphone kamu juga akan cepat panas yang dapat merusak komponen lainnnya.

 

#7. Segera Lakukan Pengisian Baterai Dibawah 20%

Cara terakhir yang dapat kamu lakukan untuk merawat baterai tanam smartphone kamu yaitu dengan melakukan pengisian baterai sebelum adanya notifikasi lowbat (biasanya ketika baterai tersisa 20%). Hal tersebut bertujuan agar baterai tanam tidak bekerja lebih keras apabila daya yang digunakan tinggal sedikit. Kamu perlu mencoba cara merawat baterai tanam yang satu ini, karena memang benar-benar membuatku umur baterai tanam pada smartphone kamu menjadi lebih panjang.

 

Demikianlah tips dari mastekno mengenai cara merawat baterai tanam smartphone android dan iphone agar lebih awet dengan mudah. Jadi itulah artikel dari mastekno, semoga dapat bermanfaat dan membantu serta menambah wawasan kamu.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *