√ 3 Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan (Lengkap)

3 Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan

3 Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan

Setiap perusahaan yang ada di Indonesia diwajibkan untuk mendaftarkan semua karyawan mereka menjadi peserta BPJS Kesehatan oleh Pemerintah.  Hal ini sesuai dengan amanah yang ada dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 Pasal 15 ayat (2). Pasal tersebut berbunyi bahwa setiap pemberi kerja harus atau diwajibkan mendaftarkan semua karyawannya menjadi peserta BPJS Kesehatan, tanpa terkecuali.

BPJS atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial merupakan sebuah program yang dibuat oleh pemerintah Indonesia untuk kepentingan rakyat. BPJS ini digunakan untuk meringankan beban biaya berobat masyarakat yang sedang sakit, bahkan dengan BPJS ini masyarakat bisa berobat dengan gratis. Memang hal ini terdengar bagus, namun kamu harus membayar sejumlah uang yang dialokasikan sebagai iuran tiap bulannya.

Jadi disini, kamu seperti ‘dipaksa’ untuk menabung jaga-jaga apabila nantinya kamu sakit dan membutuhkan biaya pengobatan. Meskipun kamu diharuskan iuran kamu tidak perlu khawatir karena jumlah iuran tiap bulannya tidaklah mahal alias ramah di kantong. Tergantung kamu itu masuk dalam golongan kelas mana. Ada tiga golongan yaitu golongan III dengan iuran 25,500 ribu perbulan, golongan II dengan iuran 51,000 ribu perbulan, dan golongan I dengan iuran 80,000 ribu perbulan.

Bagi kamu yang bekerja di perusahaan tidak perlu khawatir karena biasanya iuran ini ditanggung oleh perusahaan tempat kamu bekerja. Sedangkan untuk mereka fakir miskin ataupun veteran, iuran BPJS akan ditanggung penuh oleh pemerintah. Meskipun pemerintah sudah memberikan kemudahan biaya yang murah sampai dengan tempat membayar yang mudah, masih ada juga orang yang tidak membayar karena tidak sempat.

Nah, bagi kamu yang tidak sempat untuk membayar BPJS ini bisa menonaktifkan kepesertaan kamu dalam BPJS Kesehatan. Namun sebelum itu, bagi kamu yang bekerja di perusahaan, kamu harus tahu manfaat apa yang bisa kamu dapatkan dari Kepesertaan BPJS Kesehatan Perusahaan, berikut adalah ulasannya.

 

Manfaat Kepesertaan BPJS Kesehatan Perusahaan

Bagi serang karyawan dengan menjadi peserta BPJS perusahaan (PUU) mereka akan mendapat banyak keuntungan. Diantaranya adalah setiap karyawan bisa dapat menanggung total sebanyak 5 anggota keluarga mereka untuk menjadi peserta BPJS perusahaan tersebut. Keluarga tersebut bisa saja suami atau istri dari karyawan, dan 3 anak karyawan perusahaan tersebut. Bukan cuma itu saja, iuran bulanan BPJS juga menjadi lebih ringan karena sebagian besar iuran BPJS dibayarkan oleh perusahaan.

Jika dilihat dari biaya pengeluaran untuk iuran BPJS bulanan, menjadi peserta BPJS perusahan memang terlihat jauh lebih ringan dibandingkan menjadi peserta BPJS mandiri yang tiap bulannya iuran BPJS harus ditanggung sendiri. Namun menjadi peserta BPJS perusahaan ini hanya bersifat sementara saja. Apabila semua persyaratan sudah dipenuhi maka kepesertaan BPJS perusahaan akan langsung dinonaktifkan apabila karyawan tersebut sudah berhenti bekerja atau keluar dari perusahaan.

Maka setelah karyawan keluar dari perusahaan mereka bisa mendaftar kembali peserta BPJS perusahaan di perusahaan baru tempat mereka bekerja. Atau mereka juga bisa berali menjadi peserta BPJS mandiri yang semua iuran bulanan BPJS nya harus ditanggung oleh mereka sendiri.

 

Cara Menonaktifkan BPJS

Berkaitan dengan cara untuk menonaktifkan BPJS Kesehatan perusahaan, terdapat satu kendala yang sering sekali dialami oleh para karyawan, yaitu betapa sulitnya mendaftar BPJS Kesehatan baik itu BPJS Kesehatan perusahaan yang baru ataupun BPJS mandiri. Penyebab masalah ini adalah karena kepesertaan BPJS Kesehatan yang sebelumnya itu masih aktif. Kenapa masih aktif? Biasanya hal ini karena pihak perusahan mempunyai tunggakan.

Satu-satunya pihak yang mempunyai kekuasaan untuk menonaktifkan BPJS karyawan yang sudah keluar adalah perusahaan itu sendiri lewat kerja sama dengan BPJS, kemudian barulah BPJS akan menonaktifkan kepesertaan karyawan yang telah keluar apabila pihak perusahaan sudah tidak mempunyai tunggakan lagi. Berikut ini adalah cara-cara untuk menonaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan Perusahaan:

  1. Berdasarkan dari Undang-Undang yang ada yaitu Nomor 40 Tahun 2004 mengenai sistem Jaminan Sosial dan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013, disebutkan bahwa karyawan yang mengundurkan diri atau yang terkena PHK masih berhak mendapatkan Jaminan Kesehatan selama 6 bulan setelah mereka diputuskan PHK. Jadi, selama 6 bulan setelah PHK itu pihak perusahaan masih menanggung iuran BPJS PPU yang dimiliki karyawan dan kartu BPJS PPU masih bisa digunakan.
  2. Sedangkan untuk karyawan yang resign atau mengundurkan diri atas kemauan mereka sendiri, maka karyawan tersebut harus segera mengubah status BPJS PPU milik mereka. Karena bagi mereka karyawan yang keluar atas keinginan mereka sendiri, perusahaan tidak mempunyai kewajiban untuk menanggung iuran bulanan BPJS PPU mereka selanjutnya. Nah, untuk menghindari tunggakan yang mungkin terjadi, karyawan yang bersangkutan harus mengubah status BPJS mereka menjadi BPJS mandiri atau PBI dengan cara datang ke kantor BPJS langsung.
  3. Apabila status BPJS karyawan masih aktif dan karyawan merasa kesulitan untuk menonaktifkan BPJS tersebut dikarenakan perusahan yang bangkrut, maka cara yang bisa kamu lakukan untuk menonaktifkannya adalah dengan melapor ke kantor BPJS Kesehatan. Setelah itu pihak BPJS akan menelusurinya, kemudian kepesertaan karyawan tersebut akan dinonaktifkan segera. Dengan begitu karyawan tersebut sudah bisa mendaftar lagi sebagai peserta BPJS mandiri.

 

Jenis-Jenis Kepesertaan BPJS Kesehatan

Secara garis besar ada dua jenis kepesertaan BPJS kesehatan, yaitu:

  • Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), merupakan peserta jainan kesehatan untuk fakir miskin yang iurannya dibayar oleh pemerintah sebagai peserta program jaminan kesehatan. Peserta dari PBI ini adalah fakir miskin yang sudah ditetapkan pemerintah dan sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah.
  • Peserta Non Penerima Bantuan Iuran (Non PBI), jenis ini dibagi menjadi 3 yaitu, yang pertama adalah pekerja penerima upah dan anggota keluarganya, kemudian yang kedua adalah pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya, dan yang terakhir adalah bukan pekerja dan anggota keluarganya.

Biasanya setiap karyawan yang keluar dari perusahaan baik itu dengan cara resign atau PHK, kepesertaan BPJS mereka akan langsung dinonaktifkan oleh perusahaan terkait. Hal ini karena jika karyawan sudah keluar namun kepesertaan tidak dinonaktifkan, pihak perusahaan akan terus menanggung iuran BPJS bulanan karyawan tersebut. Selain tahu cara menonaktifkan BPJS kesehatan perusahaan, perusahaan juga harus sudah memastikan bahwa mereka telah melunasi semua tunggakkan yang ada. Dengan itu penonaktifan BPJS Kesehatan Karyawan bisa di proses segera.

 

Demikianlah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kamu mengenai cara menonaktifkan BPJS Kesehatan Perusahaan. Sekarang kamu sudah tahu bagaimana cara berhenti BPJS Kesehatan Karyawan yang bekerja pada suatu perusahaan. Semoga apa yang tadi saya sampikan bermanfaat dan bisa membantu kamu untuk menonaktifkan BPJS Kesehatan Karyawan di perusahaan kamu yang sudah keluar.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan

3 Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan

Setiap perusahaan yang ada di Indonesia diwajibkan untuk mendaftarkan semua karyawan mereka menjadi peserta BPJS Kesehatan oleh Pemerintah.  Hal ini sesuai dengan amanah yang ada dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 Pasal 15 ayat (2). Pasal tersebut berbunyi bahwa setiap pemberi kerja harus atau diwajibkan mendaftarkan semua karyawannya menjadi peserta BPJS Kesehatan, tanpa terkecuali.

BPJS atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial merupakan sebuah program yang dibuat oleh pemerintah Indonesia untuk kepentingan rakyat. BPJS ini digunakan untuk meringankan beban biaya berobat masyarakat yang sedang sakit, bahkan dengan BPJS ini masyarakat bisa berobat dengan gratis. Memang hal ini terdengar bagus, namun kamu harus membayar sejumlah uang yang dialokasikan sebagai iuran tiap bulannya.

Jadi disini, kamu seperti ‘dipaksa’ untuk menabung jaga-jaga apabila nantinya kamu sakit dan membutuhkan biaya pengobatan. Meskipun kamu diharuskan iuran kamu tidak perlu khawatir karena jumlah iuran tiap bulannya tidaklah mahal alias ramah di kantong. Tergantung kamu itu masuk dalam golongan kelas mana. Ada tiga golongan yaitu golongan III dengan iuran 25,500 ribu perbulan, golongan II dengan iuran 51,000 ribu perbulan, dan golongan I dengan iuran 80,000 ribu perbulan.

Bagi kamu yang bekerja di perusahaan tidak perlu khawatir karena biasanya iuran ini ditanggung oleh perusahaan tempat kamu bekerja. Sedangkan untuk mereka fakir miskin ataupun veteran, iuran BPJS akan ditanggung penuh oleh pemerintah. Meskipun pemerintah sudah memberikan kemudahan biaya yang murah sampai dengan tempat membayar yang mudah, masih ada juga orang yang tidak membayar karena tidak sempat.

Nah, bagi kamu yang tidak sempat untuk membayar BPJS ini bisa menonaktifkan kepesertaan kamu dalam BPJS Kesehatan. Namun sebelum itu, bagi kamu yang bekerja di perusahaan, kamu harus tahu manfaat apa yang bisa kamu dapatkan dari Kepesertaan BPJS Kesehatan Perusahaan, berikut adalah ulasannya.

 

Manfaat Kepesertaan BPJS Kesehatan Perusahaan

Bagi serang karyawan dengan menjadi peserta BPJS perusahaan (PUU) mereka akan mendapat banyak keuntungan. Diantaranya adalah setiap karyawan bisa dapat menanggung total sebanyak 5 anggota keluarga mereka untuk menjadi peserta BPJS perusahaan tersebut. Keluarga tersebut bisa saja suami atau istri dari karyawan, dan 3 anak karyawan perusahaan tersebut. Bukan cuma itu saja, iuran bulanan BPJS juga menjadi lebih ringan karena sebagian besar iuran BPJS dibayarkan oleh perusahaan.

Jika dilihat dari biaya pengeluaran untuk iuran BPJS bulanan, menjadi peserta BPJS perusahan memang terlihat jauh lebih ringan dibandingkan menjadi peserta BPJS mandiri yang tiap bulannya iuran BPJS harus ditanggung sendiri. Namun menjadi peserta BPJS perusahaan ini hanya bersifat sementara saja. Apabila semua persyaratan sudah dipenuhi maka kepesertaan BPJS perusahaan akan langsung dinonaktifkan apabila karyawan tersebut sudah berhenti bekerja atau keluar dari perusahaan.

Maka setelah karyawan keluar dari perusahaan mereka bisa mendaftar kembali peserta BPJS perusahaan di perusahaan baru tempat mereka bekerja. Atau mereka juga bisa berali menjadi peserta BPJS mandiri yang semua iuran bulanan BPJS nya harus ditanggung oleh mereka sendiri.

 

Cara Menonaktifkan BPJS

Berkaitan dengan cara untuk menonaktifkan BPJS Kesehatan perusahaan, terdapat satu kendala yang sering sekali dialami oleh para karyawan, yaitu betapa sulitnya mendaftar BPJS Kesehatan baik itu BPJS Kesehatan perusahaan yang baru ataupun BPJS mandiri. Penyebab masalah ini adalah karena kepesertaan BPJS Kesehatan yang sebelumnya itu masih aktif. Kenapa masih aktif? Biasanya hal ini karena pihak perusahan mempunyai tunggakan.

Satu-satunya pihak yang mempunyai kekuasaan untuk menonaktifkan BPJS karyawan yang sudah keluar adalah perusahaan itu sendiri lewat kerja sama dengan BPJS, kemudian barulah BPJS akan menonaktifkan kepesertaan karyawan yang telah keluar apabila pihak perusahaan sudah tidak mempunyai tunggakan lagi. Berikut ini adalah cara-cara untuk menonaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan Perusahaan:

  1. Berdasarkan dari Undang-Undang yang ada yaitu Nomor 40 Tahun 2004 mengenai sistem Jaminan Sosial dan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013, disebutkan bahwa karyawan yang mengundurkan diri atau yang terkena PHK masih berhak mendapatkan Jaminan Kesehatan selama 6 bulan setelah mereka diputuskan PHK. Jadi, selama 6 bulan setelah PHK itu pihak perusahaan masih menanggung iuran BPJS PPU yang dimiliki karyawan dan kartu BPJS PPU masih bisa digunakan.
  2. Sedangkan untuk karyawan yang resign atau mengundurkan diri atas kemauan mereka sendiri, maka karyawan tersebut harus segera mengubah status BPJS PPU milik mereka. Karena bagi mereka karyawan yang keluar atas keinginan mereka sendiri, perusahaan tidak mempunyai kewajiban untuk menanggung iuran bulanan BPJS PPU mereka selanjutnya. Nah, untuk menghindari tunggakan yang mungkin terjadi, karyawan yang bersangkutan harus mengubah status BPJS mereka menjadi BPJS mandiri atau PBI dengan cara datang ke kantor BPJS langsung.
  3. Apabila status BPJS karyawan masih aktif dan karyawan merasa kesulitan untuk menonaktifkan BPJS tersebut dikarenakan perusahan yang bangkrut, maka cara yang bisa kamu lakukan untuk menonaktifkannya adalah dengan melapor ke kantor BPJS Kesehatan. Setelah itu pihak BPJS akan menelusurinya, kemudian kepesertaan karyawan tersebut akan dinonaktifkan segera. Dengan begitu karyawan tersebut sudah bisa mendaftar lagi sebagai peserta BPJS mandiri.

 

Jenis-Jenis Kepesertaan BPJS Kesehatan

Secara garis besar ada dua jenis kepesertaan BPJS kesehatan, yaitu:

  • Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), merupakan peserta jainan kesehatan untuk fakir miskin yang iurannya dibayar oleh pemerintah sebagai peserta program jaminan kesehatan. Peserta dari PBI ini adalah fakir miskin yang sudah ditetapkan pemerintah dan sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah.
  • Peserta Non Penerima Bantuan Iuran (Non PBI), jenis ini dibagi menjadi 3 yaitu, yang pertama adalah pekerja penerima upah dan anggota keluarganya, kemudian yang kedua adalah pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya, dan yang terakhir adalah bukan pekerja dan anggota keluarganya.

Biasanya setiap karyawan yang keluar dari perusahaan baik itu dengan cara resign atau PHK, kepesertaan BPJS mereka akan langsung dinonaktifkan oleh perusahaan terkait. Hal ini karena jika karyawan sudah keluar namun kepesertaan tidak dinonaktifkan, pihak perusahaan akan terus menanggung iuran BPJS bulanan karyawan tersebut. Selain tahu cara menonaktifkan BPJS kesehatan perusahaan, perusahaan juga harus sudah memastikan bahwa mereka telah melunasi semua tunggakkan yang ada. Dengan itu penonaktifan BPJS Kesehatan Karyawan bisa di proses segera.

 

Demikianlah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kamu mengenai cara menonaktifkan BPJS Kesehatan Perusahaan. Sekarang kamu sudah tahu bagaimana cara berhenti BPJS Kesehatan Karyawan yang bekerja pada suatu perusahaan. Semoga apa yang tadi saya sampikan bermanfaat dan bisa membantu kamu untuk menonaktifkan BPJS Kesehatan Karyawan di perusahaan kamu yang sudah keluar.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *