Cara Mendeteksi Error dalam Komunikasi Data dengan Mudah

8 Cara Mudah Mendeteksi Error dalam Komunikasi Data

8 Cara Mudah Mendeteksi Error dalam Komunikasi Data cara mendeteksi error dalam komunikasi data
By : Ayu Musfiroh 21/01/2018

Membahas tentang error dalam komunikasi data, apa yang kalian tahu tentang komunikasi data itu? Sebelum membahas tentang cara mendeteksi error dalam komunikasi data, ada baiknya jika saya menjelaskan terlebih dahulu apa itu komunikasi data. Mungkin ada sebagian dari kalian yang belum tahu apa itu komunikasi data. Komunikasi data merupakan proses pengiriman dan penerimaan data atau pun informasi dari dua atau pun lebih device atau alat seperti laptop, komputer, printer dan alat komunikasi lainnya yang terhubung dalam sebuah jaringan.

Komunikasi data juga diartikan sebagai proses pengiriman dan penerimaan data dengan memakai dua atau lebih media transmisi. Media transmisi itu biasa disebut dengan kabel (guide media). Guide media itu merupakan media yang mengendalikan gelombang lewat jalur fisik. Kabel itu terdiri dari fiber optik, UTP, serta kabel coaxial. Dan ada juga media transmisi lain yang dikenal dengan media tanpa kabel (wireless) atau unguided media. Unguided media adalah media tanpa kabel, jadi hanya menyajikan alat untuk mentransmisikan gelombang tanpa mengendalikannya.

cara mendeteksi error dalam komunikasi data

Cara Mudah Mendeteksi Error dalam Komunikasi Data

Dalam proses komunikasi data seringnya terdapat kesalahan atau error baik kesalahan yang kecil maupun kesalahan yang besar. Kesalahan dalam komunikasi data biasanya di sebabkan karena media yang dipakai untuk pengiriman data, jarak tempuh yang mengakibatkan sinyal melemah, gangguan informasi, serta gangguan cuaca. Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk meminimalkan kesalahan serta untuk meningkatkan efektivitas komunikasi, yaitu dengan cara mendeteksi error dalam komunikasi data tersebut.

Lalu bagaimana cara untuk mendeteksi error dalam komunikasi data? Nah di pembahasan kali ini saya akan merekomendasikan 8 cara mudah yang dapat kalian gunakan untuk mendeteksi error dalam komunikasi data ya sobat. Penasaran untuk tahu bagaimana caranya? Silahkan simak pembahasan di bawah ini.

 

8 Cara Mudah Mendeteksi Error dalam Komunikasi Data

1. Metode Echo
Metode ini menggunakan cara mendeteksi dengan sistem interaktif, artinya bila ada operator yang memasukkan data. Sistem kerja dalam metode ini yaitu operator menginput atau memasukan data melalui terminal dan mengirimkan ke komputer. Kemudian komputer akan menyalurkan dan menampilkan data tersebut kembali ke terminal yang ditampilkan dalam layar, jadi operator dapat mendeteksi error atau kesalahan dalam data yang telah di input.

 

2. Metode deteksi error otomatis (Parity check)
Metode ini merupakan metode pertama dilakukan dalam sistem jaringan komputer yang meminimalisir sentuhan manusia, untuk itu dipakai sistem yang menggunakan bit parity, yaitu bit tambahan yang dipakai untuk mendeteksi kesalahan. Ada dua macam cara penambahan bit parity, yaitu:

  • Parity ganjil (Odd parity): Bit parity yang ditambahkan wajib berjumlah bit “1” tiap karakter atau data ganjil. Apabila memakai parity ganjil maka operator yang dipakai yaitu ~XOR (not exclusive OR). Parity ganjil biasanya dipakai untuk transmisi synchronous.
  • Parity genap (Even parity): Bit parity ditambahkan wajib berjumlah bit “1” tiap karakter atau data genap. Apabila memakai parity genap maka operator yang dipakai yaitu XOR (exclusive OR). Parity genap dipakai untuk asynchronous.

 

3. Framing Check
Metode ini merupakan metode yang di pakai pada transmisi asynchronous dengan adanya bit awal dan bit akhir. Data seringnya berada diantara bit awal dan bit akhir. Kedua bit ini wajib diperiksa untuk mendeteksi kesalahan atau error pada data. Frame yang dipakai dalam transmisi asynchronous ini disesuaikan dengan apa yang telah dipakai. Salah satu cara untuk membuat frame yaitu dengan menyisipkan gap waktu diantara dua buah frame. Bentuk gap sering di analogikan seperti spasi yang memisahkan dua kata.

 

4. Vertical Redundancy Check (VCR)
Metode ini dipakai untuk pengiriman yang berkecepatan menengah yang berorientasi pada karakter. Dengan setiap karakter yang dikirim berjumlah 7 bit dan ditambah dengan 1 bit parity. Bit parity ini berguna untuk mengetahui apakah ada kesalahan yang terjadi dalam proses pengiriman berkecepatan menengah. Metode ini berasumsi jika kecepatan tinggi dalam pengiriman akan mengakibatkan kesalahan banyak pada bit

 

5. Longitudinal Redundancy Check (LRC)
Metode ini merupakan metode yang sama dengan Vertical Redundancy Check (VCR) dimana perbedaannya hanya data yang dikirim per frame dan penambahan bit parity tidak hanya pada akhir karakter tetapi pada akhir farme juga. Metode ini digunakan untuk memperbaiki kelemahan pada VRC, jadi kinerja dalam VRC menjadi lebih berkualitas. Metode ini bisa dibilang sangat teliti sebab kesalahan satu bit saja dapat terdeteksi dan segera diatasi. Ketelitian dalam deteksi tersebut bisa menghasilkan kecepatan untuk proses pengiriman data.

 

6. Cyclic Redundancy Check (CRC)
Metode ini merupakan metode yang digunakan untuk pengiriman berkecepatan tinggi. Metode ini berorientasi pada bit sebab kesalahan ditemukan pada karakter atau bit dan memakai deteksi dengan rumus matematika khusus. Pada metode ini data yang dikirim per frame yang terdiri atas deretan bit yang panjang dan akan di transmisikan.

 

7. Polynomial Checking
Metode ini merupakan metode yang menerapkan sistem penambahan karakter atau susunan karakter pada akhir data sesuai dengan alogaritma matematika.

 

8. Checksum
Metode ini merupakan metode deteksi kesalahan pada data yang memakai tambahan pada akhir data. Penerima menghitung checksumnya dengan memakai metode yang sama dan membandingkan dengan checksum yang sudah dikirim oleh operator. Apabila keduanya bernilai sama maka data tersebut diperkirakan tidak mempunyai kesalahan atau error. Kekurangan metode ini yaitu hanya bisa mendeteksi error dan tidak bisa memperbaiki error.

 

Itulah yang bisa saya sampaikan di kesempatan kali ini tentang. Cara diatas bisa kalian lakukan jika terjadi kesalahan teknis dalam melakukan komunikasi data. Semoga informasi di atas dapat membantu dan menambah wawasan kalian. Jika masih ada yang perlu ditanyakan tentang cara yang saya sampaikan di atas, silahkan tulis di kolom komentar yang tersedia.


Share Yuk


MasTekno



MasTekno adalah media informasi tips trik seputar teknologi, berbagai cara berkaitan dengan teknologi informasi.

Adding Knowledge Insights, To Mutual Success.


  • Other Partner Download Music and Download Song
  • Support : CS@MasTekno.COM

    MasTekno



    MasTekno adalah media informasi tips trik seputar teknologi, berbagai cara berkaitan dengan teknologi informasi.

    Adding Knowledge Insights, To Mutual Success.


  • Other Partner Download Music and Download Song
  • Support : CS@MasTekno.COM

    Cara Mengunci Aplikasi Android dengan Mudah

    Cara Mengunci Aplikasi Android dengan Mudah Cara Mengunci Aplikasi Android dengan Mudah
    By : Ayu Musfiroh 28/12/2017

    Membahas tentang error dalam komunikasi data, apa yang kalian tahu tentang komunikasi data itu? Sebelum membahas tentang cara mendeteksi error dalam komunikasi data, ada baiknya jika saya menjelaskan terlebih dahulu apa itu komunikasi data. Mungkin ada sebagian dari kalian yang belum tahu apa itu komunikasi data. Komunikasi data merupakan proses pengiriman dan penerimaan data atau pun informasi dari dua atau pun lebih device atau alat seperti laptop, komputer, printer dan alat komunikasi lainnya yang terhubung dalam sebuah jaringan.

    Komunikasi data juga diartikan sebagai proses pengiriman dan penerimaan data dengan memakai dua atau lebih media transmisi. Media transmisi itu biasa disebut dengan kabel (guide media). Guide media itu merupakan media yang mengendalikan gelombang lewat jalur fisik. Kabel itu terdiri dari fiber optik, UTP, serta kabel coaxial. Dan ada juga media transmisi lain yang dikenal dengan media tanpa kabel (wireless) atau unguided media. Unguided media adalah media tanpa kabel, jadi hanya menyajikan alat untuk mentransmisikan gelombang tanpa mengendalikannya.

    cara mendeteksi error dalam komunikasi data

    Cara Mudah Mendeteksi Error dalam Komunikasi Data

    Dalam proses komunikasi data seringnya terdapat kesalahan atau error baik kesalahan yang kecil maupun kesalahan yang besar. Kesalahan dalam komunikasi data biasanya di sebabkan karena media yang dipakai untuk pengiriman data, jarak tempuh yang mengakibatkan sinyal melemah, gangguan informasi, serta gangguan cuaca. Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk meminimalkan kesalahan serta untuk meningkatkan efektivitas komunikasi, yaitu dengan cara mendeteksi error dalam komunikasi data tersebut.

    Lalu bagaimana cara untuk mendeteksi error dalam komunikasi data? Nah di pembahasan kali ini saya akan merekomendasikan 8 cara mudah yang dapat kalian gunakan untuk mendeteksi error dalam komunikasi data ya sobat. Penasaran untuk tahu bagaimana caranya? Silahkan simak pembahasan di bawah ini.

     

    8 Cara Mudah Mendeteksi Error dalam Komunikasi Data

    1. Metode Echo
    Metode ini menggunakan cara mendeteksi dengan sistem interaktif, artinya bila ada operator yang memasukkan data. Sistem kerja dalam metode ini yaitu operator menginput atau memasukan data melalui terminal dan mengirimkan ke komputer. Kemudian komputer akan menyalurkan dan menampilkan data tersebut kembali ke terminal yang ditampilkan dalam layar, jadi operator dapat mendeteksi error atau kesalahan dalam data yang telah di input.

     

    2. Metode deteksi error otomatis (Parity check)
    Metode ini merupakan metode pertama dilakukan dalam sistem jaringan komputer yang meminimalisir sentuhan manusia, untuk itu dipakai sistem yang menggunakan bit parity, yaitu bit tambahan yang dipakai untuk mendeteksi kesalahan. Ada dua macam cara penambahan bit parity, yaitu:

    • Parity ganjil (Odd parity): Bit parity yang ditambahkan wajib berjumlah bit “1” tiap karakter atau data ganjil. Apabila memakai parity ganjil maka operator yang dipakai yaitu ~XOR (not exclusive OR). Parity ganjil biasanya dipakai untuk transmisi synchronous.
    • Parity genap (Even parity): Bit parity ditambahkan wajib berjumlah bit “1” tiap karakter atau data genap. Apabila memakai parity genap maka operator yang dipakai yaitu XOR (exclusive OR). Parity genap dipakai untuk asynchronous.

     

    3. Framing Check
    Metode ini merupakan metode yang di pakai pada transmisi asynchronous dengan adanya bit awal dan bit akhir. Data seringnya berada diantara bit awal dan bit akhir. Kedua bit ini wajib diperiksa untuk mendeteksi kesalahan atau error pada data. Frame yang dipakai dalam transmisi asynchronous ini disesuaikan dengan apa yang telah dipakai. Salah satu cara untuk membuat frame yaitu dengan menyisipkan gap waktu diantara dua buah frame. Bentuk gap sering di analogikan seperti spasi yang memisahkan dua kata.

     

    4. Vertical Redundancy Check (VCR)
    Metode ini dipakai untuk pengiriman yang berkecepatan menengah yang berorientasi pada karakter. Dengan setiap karakter yang dikirim berjumlah 7 bit dan ditambah dengan 1 bit parity. Bit parity ini berguna untuk mengetahui apakah ada kesalahan yang terjadi dalam proses pengiriman berkecepatan menengah. Metode ini berasumsi jika kecepatan tinggi dalam pengiriman akan mengakibatkan kesalahan banyak pada bit

     

    5. Longitudinal Redundancy Check (LRC)
    Metode ini merupakan metode yang sama dengan Vertical Redundancy Check (VCR) dimana perbedaannya hanya data yang dikirim per frame dan penambahan bit parity tidak hanya pada akhir karakter tetapi pada akhir farme juga. Metode ini digunakan untuk memperbaiki kelemahan pada VRC, jadi kinerja dalam VRC menjadi lebih berkualitas. Metode ini bisa dibilang sangat teliti sebab kesalahan satu bit saja dapat terdeteksi dan segera diatasi. Ketelitian dalam deteksi tersebut bisa menghasilkan kecepatan untuk proses pengiriman data.

     

    6. Cyclic Redundancy Check (CRC)
    Metode ini merupakan metode yang digunakan untuk pengiriman berkecepatan tinggi. Metode ini berorientasi pada bit sebab kesalahan ditemukan pada karakter atau bit dan memakai deteksi dengan rumus matematika khusus. Pada metode ini data yang dikirim per frame yang terdiri atas deretan bit yang panjang dan akan di transmisikan.

     

    7. Polynomial Checking
    Metode ini merupakan metode yang menerapkan sistem penambahan karakter atau susunan karakter pada akhir data sesuai dengan alogaritma matematika.

     

    8. Checksum
    Metode ini merupakan metode deteksi kesalahan pada data yang memakai tambahan pada akhir data. Penerima menghitung checksumnya dengan memakai metode yang sama dan membandingkan dengan checksum yang sudah dikirim oleh operator. Apabila keduanya bernilai sama maka data tersebut diperkirakan tidak mempunyai kesalahan atau error. Kekurangan metode ini yaitu hanya bisa mendeteksi error dan tidak bisa memperbaiki error.

     

    Itulah yang bisa saya sampaikan di kesempatan kali ini tentang. Cara diatas bisa kalian lakukan jika terjadi kesalahan teknis dalam melakukan komunikasi data. Semoga informasi di atas dapat membantu dan menambah wawasan kalian. Jika masih ada yang perlu ditanyakan tentang cara yang saya sampaikan di atas, silahkan tulis di kolom komentar yang tersedia.


    Share Yuk