Sandy Kurnia Fajar Penyuka hewan seperti kucing, aku juga suka pemrograman dan merupakan sobat bucin.

Batuan Beku: Pengertian, Proses, Contoh, Jenis, Ciri

7 min read

pengertian batuan beku

Bumi tempat kita tinggal ini merupakan planet hijau yang memiliki banyak kekayaan alam dan berbagai jenis material yang ada. Mulai dari mulai tumbuhan, air, tanah, kapur, batu, dan lain sebagainya. Di kesempatan kali ini Mastekno ingin berbagi artikel terkait dengan batuan beku yang ada di bumi kita ini.

Pada dasarnya batu adalah suatu objek yang cenderung memiliki tekstur keras dan padat. Kita bisa dengan mudahnya menemukan batu disekitar kita.

Nah berikut di bawah ini artikel dari Mastekno membahas mengenai pengertian batuan beku, proses pembentukan batuan beku, jenis – jenis, ciri – ciri, dan contoh batuan beku. Silakan simak pembahasan artikel mengenai batuan beku di bawah ini dengan baik!

 

Pengertian Batuan Beku

Batuan beku adalah suatu material yang berasal dari magma ketika mengalami suatu pembekuan. Magma yang sebelumnya berbentuk cair akan berubah menjadi material padat, material padat dari magma tersebutlah yang dinamakan sebagai batuan beku.

Dalam proses terbentuknya batuan beku ini bisa dalam batuan intrusif atau plutonik yang berada di bawah permukaan bumi dan dilalui sebagai batuan ekstrusif dan vulkanik yang dimana itu terjadi pada permukaan bumi.

Batuan intrusif adalah  jenis batuan beku yang telah mengalami kristalisasi magma pada saat di bawah permukaan bumi. Dimana magma tersebut meleleh kemudian menjadi keras layaknya batu.

Sedangkan untuk batuan vulkanik atau batuan ekstrusif bisa ditemukan ketika magma sedang keluar menuju permukaan bumi dari dalam bumi. Magma tersebut memiliki resiku  meledak saat berada di atas atmosfer, selanjutnya terjatuh dan menjadi batuan beku.

Baca Juga: Pengertian Siklus Batuan.

 

Proses Pembentukan Batuan Beku dan Jenis Batuan Beku

Sebelumnya sudah sedikit dijelaskan pada pengertian batuan beku mengenai sedikit bagaimana batuan beku itu terbentuk.

Pada dasarnya batuan beku terbentuk oleh magma yang keluar dari dalam perut bumi. Tetapi kalian juga perlu tau bagaimana detail proses terjadinya hal tersebut hingga magma menjadi batuan beku.

Magma merupakan sesuatu yang berasal dari batuan setengah cair atau bisa juga dari batuan yang telah ada sebelumnya, entah itu yang ada di bagian mantel ataupun di bagian kerak bumi.

Biasanya proses dari pelelehan batuan tersebut terjadi di bagian proses saat terjadi kenaikan suhu, penurunan tekanan, atau perubahan dari komposisi pembentuk.

Proses pembentukan batuan beku tersebut juga bergantung dari jenis batuan beku yang akan terbentuk. Umumnya ada tiga jenis batuan beku yaitu batuan beku dalam (plutonik), batuan beku gang (korok), dan batuan beku luar (lelehan). Berikut di bawah sedikit penjelasannya, 3 jenis umum batuan beku :

  • Batuan beku plutonik terbentuk dengan melalui proses pembekuan yang terjadi di dapur magma secara perlahan sampai tumbuh batuan yang terdiri atas kristal – kristal besar. Contoh batuan plutonik adalah granit, peridotim, dan gabro.
  • Batuan korok adalah batuan beku yang terbentuk di sekitar celah antar lapisan kulit bumi. Proses pembekuan batuan jenis ini berjalan relatif lebih cepat, oleh karena itu selain kristal yang dihasilkan besar, terdapat juga kristal dengan ukuran yang kecil. Contoh batuan korok adalah granit porfir
  • Batuan lelehan, jenis batuan ini terbentuk saat ada gunung api yang menyemburkan lava cair pijar. Proses pembekuan batuan jenis ini terjadi juga di wilayah udara, tidak hanya ketika ada di sekitar gungung saja. Proses pembekuan tersebut berlangsung dengan singkat, bahkan hampir tidak ada kristal (armorf) sama sekali.

Seperti itulah secara umum mengenai bagaimana proses dari beberapa jenis batuan beku terbentuk oleh magma yang keluar dari dalam bumi.

 

 

Ciri Ciri Batuan Beku

Batuan beku tentu saja berbeda dengan jenis batuan lainnya, perbedaan tersebut bisa terlihat dari warna, tekstur, bentuk, tingkat krisalisasi, ataupun dari Visualisasi Granularitas. Berikut di bawah ini sedikit pembahasan Ciri – Ciri Batuan Beku :

ciri ciri batuan beku

Warna Batuan Beku

Warna merupakan ciri paling mudah membedakan bermacam-macam batuan. Batuan beku memiliki banyak warna yang disebabkan oleh penyusun batuan ini.

Komposisi dan pencampuran mineral merupakan inti utama asal dari beragam warna yang muncul. Untuk batuan beku memiliki warna dari hitam, abu-abu, sampai putih cerah.

 

Tekstur Batuan Beku

Batuan beku pasti memiliki tekstur yang berbeda dengan batuan biasa, tekster tersebut tentu tergantung dari jenis batuan beku tersebut.

Hal itu dapat terjadi karena perbedaan kandungan komposisi mineral yang ada di dalamnya, ini juga berkaitan dengan tingkat kristalinitas dan granularitas, serta bentuk dari kristal yang dihasilkan.

 

Bentuk Kristal Batuan Beku

Selanjutnya seperti yang telah dijelaskan pada bagian pertama, batuan beku bisa dibedakan dari bentuk kristalnya.

Biasanya ada tiga bentuk kristal pada batuan beku yang bisa digunakan untuk membedakan dengan jenis lainnya jika secara 2 dimensi, yaitu subhedral (batas kristal sebagian yang sudah tidak terlihat), euhedral (bentuk asli kristal dan juga batas mineral), dan anhedral (tidak ada kristal yang asli di dalam batuan).

Sedangkan jika secara tiga dimensi ada empat, yaitu prismitik (satu bentuk dari kristal yang lebih panjang dengan tiga lainya), irregular (kristal yang tidak memiliki keteraturan bentuk), equidimensional (pada ketiga dimensi kristalnya sama panjang), dan tabular (dua dimensi kristanya lebih panjang dengan lainya).

 

Tingkat Kristalisasi Batuan Beku

Kemudian yang selanjutnya ada pada derajat ketika proses kristalisasi di batuan beku saat pembentukan batuan terjadi, ini juga biasa disebut sebagai kritalinitas. Hal ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk dari penyusun batu apakah berbentuk kristal atau tidak.

Kistanilitas juga bisa bertujuan untuk memberikan informasi mengenai seberapa lama batuan tersebut membeku saat sebelumnya masih menjadi magma.

  1. Holokristalin, penyusun batuan beku yang sebelumnya semuanya adalah kristal. Contoh batuan yang ada pada tingkat kristalisasi ini adalah batuan plutonik atau intrusif, jenis batuan yang ada pada tingkat ini sudah mengalami pembekuan ketika berada di dekat permukaan bumi.
  2. Hipokristalin, penyusun dari batuan beku (sebagian) yang berasal dari massa kristal serta massa gelas. Kedua hal tersebut memiliki takaran masing – masing dalam perannya sebagai penyusun dan saling melengkapi.
  3. Holohialin, susunan batuan beku yang berasal dari massa gelas. Semua hal itu bisa terbuat dari material kaca atau gelas. Kemudian untuk tekstur matrial tersebut mirip seperti lava atau obsidian, sill, dike, dan fasies yang cenderung lebih kecil dari material batuan.

Baca Juga: Kumpulan Jenis-Jenis Batuan.

 

Visualisasi Granularitas atau Ukuran Batuan Beku

Lalu yang terakhir adalah perbedaan pada segi ukuran batuan beku tersebut, dengan didasarkan dari pengamatan dengan mata biasa atau bisa juga melalui kaca pembesar, pada umumnya ukuran batuan beku atau granularitas bisa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu fanerik dan afanatik. Berikut di bawah ini pembahasan 2 Jenis Granularitas Batuan Beku :

  • Fanerik / fanerokristalin, jenis granularitas ini merupakan suatu batuan beku yang dapat diamati pada penyusun mineralnya. Jenis ini bisa dalam bentuk kristal serta ukuran butir ataupun hubungan antar butir. Ukuran kristal dari jenis ini bisa diteliti dengan menggunakan metode yang dinamakan sebagai  megaskopis melalui mata telanjang.
    Contoh kristal jenis fanerik ada yang halus dengan diameter pada butir maksimal sebesar 1 mm, sedang dengan diameter pada butir sebesar 1 mm sampai 5 mm, kasar dengan diameter pada butir sebesar 5 mm sampai 30 mm. dan sangat kasar dengan diameter pada butir minimal 30.

 

  • Afanitik, jenis granularitas batuan ini memiliki struktur pada butirannya yang sangat halus, sampai mineralnya tidak bisa untuk manusia amati dengan menggunakan mata telanjang. Kita memutuhkan mikroskop jika ingin meneliti batuan afanitik, kemudian tekstur batuan afanitik bisa tersusun dari material gelas, kristal, atau gabungan dari keduanya.
    Contoh kristal jenis afanitik ini ada mikrokristalin yaitu mineral yang bisa diamati dengan mikroskop (ukuran butir kristal ini antara 0.1 mm sampai 0.01 mm), kriptokristalin (ukuran butir kristal ini antara 0.01 mm sampai – 0.002 mm), dan hyaline / glassy merupakan mineralnya yang tersususn dari material gelas.

 

 

Contoh Batuan Beku

Berikut di bawah ini adalah beberapa contoh dari batuan beku yang ada di bumi kita ini. Contoh Batuan Beku :

contoh batuan beku

Batu Apung

Batu jenis apung memiliki warna coklat yang sedikit abu – abu muda. Batu apung memiliki bentuk berongga dengan warna yang sangat khas, biasanya batu jenis ini dimanfaatkan sebagai bahan baku membuat amplas penghalus material lainnya.

 

Batu Obsidian

Batu obsidian memliki warna hitam atau bisa juga coklat tua. Batu jenis ini biasa juga disebut batuan kaca, batu ini memiliki permukaan yang mengkilap dan halus. Biasanya difungsikan untuk bahan baku membuat alat pemotong, tombak, ataupun untuk material pengrajin di dalam industri kreatif.

 

Batu Granit

Batu granit memiliki butiran yang kasar dengan sedikit warna – warni, mulai dari warna putih, abu – abu, sampai jingga. Batu granit umumnya dapat ditemukan pada wilayah pinggir, dasar sungai, atau di pantai. Biasanya batu jenis ini digunakan untuk bahan baku dalam bangunan.

 

Batu Kimberlite

Kimberlite adalah salah satu jenis batuan beku yang termasuk kedalam kategori vulkanik ultrabasa, jenis batuan ini cukup langka dan banyak dicari orang. Hal tersebut dikarenakan kandungan dalam batu tersebut adalah biji berlian. Batuan kimberlite sebagian besar terdiri atas kristal olivin yang tersusun atas campuran mineral.

 

Batu Basal

Batu basal atau yang biasa disebut juga sebagai batu lava ini memiliki warna hijau dengan keabu – abuan yang tersusun dari banyak butiran kecil. Jenis batu basal biasa juga difungsikan sebagai bahan dalam bangunan. Batu yang satu ini termasuk ke dalam jenis dari batuan beku efusit / batuan beku luar.

 

Batu Andesit

Batu Andesit memiliki warna putih semu abu – abu dengan strukturnya adalah butiran kecil yang hampir sama seperti pada batuan basal. Batu andesit biasa digunakan untuk membuat atau bangunan yang mirip seerto candi. Batu andesit ini masuk ke dalam jenis batuan beku efusit / luar.

 

Batu Granodiorit

Granodiorit merupakan jenis batuan beku plutonik. Granodiorit adalah jenis yang termasuk kedalam granitoid yang memilili warna mencerminkan pelapukan dari butiran pirit yang langka melakukan pelepasan zat besi.

 

Baik seperti itu artikel dari Mastkeno kali ini terkait batuan beku, mudah – mudaham bisa bermanfaat untuk membantu teman – teman semuanya dalam menambah ilmu dan wawasan mengenai batuan beku. Terimakasih telah berkunjung di Mastekno.


Sandy Kurnia Fajar Penyuka hewan seperti kucing, aku juga suka pemrograman dan merupakan sobat bucin.
DarkLight