√ 10 Bahaya Riba Menurut Islam dalam (Ekonomi, Kehidupan, Pribadi)

10 Bahaya Riba Menurut Agama Islam bagi Kehidupan

10 Bahaya Riba Menurut Agama Islam bagi Kehidupan

Riba adalah merupakan suatu penetapan bunga atau menambah nilai dari sesuatu yang di pinjam saat di kembalikan umumnya terjadi pada uang. Saat pengembalian si peminjam dibebankan suatu nilai yang di tentukan dari persentase atau jumlah tertentu dari nilai pinjaman yang ada. Secara bahasa riba memiliki arti sebagai tambahan atau ziyadah.

 

Bahaya Riba Menurut Islam

Dalam agama Islam riba merupakan perbuatan yang menimbulkan dosa, nah kali ini Mastekno ingin berbagi artikel yang akan mengulas mengenai 10 Bahaya Riba Menurut Pandangan Islam. Silakan teman teman simak artikel tersebut di bawah ini :

 

Dilarang Allah

Meskipun riba dapat menguntungkan seseorang di dunia karena bisa mendapatkan kembalian lebih daripada sesuatu yang dipinjamkan atau diberikan kepada orang lain, riba ini di larang oleh Allah. Riba bukanlah cerminan dari seseorang yang memiliki iman. Maraknya perbuatan riba yang ada di dunia ini bisa kita jadikan sebagai ujian untuk hidup kita di dunia untuk menghindarinya. Seperti yang ada di Al Qur’an Surat Ali Imran Ayat 130 yang memiliki arti “Hai orang orang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaKwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.”.

 

Perbuatan Haram

Di dalam agama Islam perbuatan riba di haramkan, apa saja tujuannya riba merupakan perbuatan yang dilarang oleh agama Islam. Apalagi zaman sekarang ini riba sangat banyak di lakukan di sekitar kira, bahkan mungkin sudah menjadi suatu kebudayaan yang umum dilakukan oleh seluruh kalangan masyarakat. Riba ini bisa merusak untuk masa depan seluruh orang yang bercampur tangan dalam kegiatan tersebut.

Seperti yang ada di Al Qur’an Surat Ar Ruum Ayat 39 yang memiliki arti “Dan riba yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah dan apa yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah maka yang berbuat demikian itulah orang orang yang melipatgandakan pahalanya.”.

 

Sejalan Dengan Setan

Seperti yang kita ketahui bahwa setan ini memiliki sifat untuk menyesatkan jalan manusia agar selalu lalai dan melanggar larangan yang dibuat oleh Allah. Salah satu dari bentuk kegiatan yang setan sukai adalah riba, karena riba ini bisa membuat orang memiliki sifat rakus dan sifat sombong yang merupakan sifat tidak terpuji bagi umat Islam, Seperti yang ada di Al Qur’an Surat Al Baqarah Ayat 275 yang memiliki arti “Orang orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran tekanan penyakit gila.”.

 

Seluruh Pihak Berdosa

Semua pihak yang turut serta andil dalam kegiatan riba akan mendapatkan dosa, entah itu seorang yang meminjam, seseorang yang memiliki modal, makelar, atau bahkan hanya saksi juga akan mendapatkan dosa. Termasuk juga jika ada badan usaha yang memberikan utang piutang dengan sistem riba maka akan banyak karyawan di dalamnya yang ikut terkena imbasnya juga. Seperti dalam HR Imam Muslim “Rasulullah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba, dua orang saksinya, semuanya sama saja.”.

 

Menyebarkan Keburukan

Kegiatan riba juga merupakan bentuk menyebarkan keburukan kepada orang lain, karena melakukan riba tidak hanya salah satu pihak yang mendapatkan dosa. Namun seluruh pihak yang ikut andil dalam proses kegiatan riba meskipun peran dari orang tersebut sangat kecil, mereka akan tetap mendapatkan dosa, sehingga riba dikatakan sebagai perbuatan menyebarkan keburukan.

 

Menimbulkan Tamak

Akan menimbulkan sifat tamak, karena seseorang yang melakukan riba terutama seseorang yang memberikan pinjaman akan merasa bahwa itu merupakan sesuatu yang sangat menguntungkan. Dimana Ia hanya meminjamkan sesuatu dan dikembalikan dengan nilai yang lebih besar, sehingga Ia akan selalu menginginkan lagi lagi untuk melakukan kegiatan riba demi keuntungan diri sendiri tersebut meskipun ini perbuatan yang dilarang

 

Doa Tidak Dikabulkan

Seseorang yang memakan dan meminum sesuatu yang haram doa yang dimintanya tidak akan di kabulkan oleh Allah, seperti yang ada pada HR Muslim berikut “Makanan dan minumannya berasal dari yang haram, pakaiannya haram dan dikenyangkan oleh yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan Allah?.”. Karena seperti yang telah di jelaskan di poin sebelumnya bahwa kegiatan riba merupakan perbuatan yang haram.

 

Harta Tidak Berkah

Harta yang di dapatkan dari pekerjaan sistem riba tidak akan bisa menjadi berkah bagi orang yang mendapatkan bahkan bagi keluarganya jika uang tersebut digunakan untuk memberi makan keluarganya, mreka dapat ikut terjerumus untuk ikut menanggung dosa dari riba yang telah dilakukan tersebut karena menurut HR At Tirmidzi “Daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka.”.

Menyulitkan Orang Lain

Tentu saja meskipun bagi pihak tertentu dalam materi akan menguntungkan dan membuat mereka senang, namun ada pihak lain yang akan menjadi sulit dan susah, karena bertambahnya beban yang Ia miliki ketika meminjam sesuatu dan harus dikembalikan dengan jumlah atau nilai yang lebih besar dari jumlah atau nilai yang Ia pinjam sebelumnya.

 

Amal Tidak Diterima Allah

Amal yang seseorang perbuat dari harta hasil riba tidak akan diterima oleh Allah, seperti misalnya harta yang seseorang dapatkan dari hasil riba dan dilakukannya untuk sedekah kepada orang yang membutuhkan harta tersebut maka itu merupakan bentuk amalan yang oleh Allah tidak akan diterima dan perbuatan sia sia, karena harta tersebut merupakan harta dari sesuatu yang di larang oleh Allah.

 

Baik seperti itulah artikel kali ini dari Mastekno mengenai riba yang mengulas mengenai 10 Bahaya Perbuatan Riba Menurut Agama Islam. Sebenarnya masih ada banyak lagi bahaya dari perbuatan riba yang diterangkan dalam agama Islam, karena riba merupakan suatu perbuatan yang haram bahkan dosa yang ada di dalam riba ini lebih besar dari dosa Zina seperti dalam HR Ahmad “Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui bahwa di dalamnya adalah hasil riba, dosanya itu lebih besar dari melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.”.

 

36 kali zina merupakan dosa yang sangat besar, seperti yang kita tau bahwa zina saja sudah merupakan perbuatan yang sangat buruk dan terdapat dosa di dalamnya. Terimakasih telah berkunjung di Mastekno, apabila ada yang kurang sesuai dalam artikel di atas bisa bantu sampaikan melalui kolom komentar di bawah ini ya!



  1. Avatarinsan berkata:

    Betul.Riba Dosanya besar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 Bahaya Riba Menurut Agama Islam bagi Kehidupan

10 Bahaya Riba Menurut Agama Islam bagi Kehidupan

Riba adalah merupakan suatu penetapan bunga atau menambah nilai dari sesuatu yang di pinjam saat di kembalikan umumnya terjadi pada uang. Saat pengembalian si peminjam dibebankan suatu nilai yang di tentukan dari persentase atau jumlah tertentu dari nilai pinjaman yang ada. Secara bahasa riba memiliki arti sebagai tambahan atau ziyadah.

 

Bahaya Riba Menurut Islam

Dalam agama Islam riba merupakan perbuatan yang menimbulkan dosa, nah kali ini Mastekno ingin berbagi artikel yang akan mengulas mengenai 10 Bahaya Riba Menurut Pandangan Islam. Silakan teman teman simak artikel tersebut di bawah ini :

 

Dilarang Allah

Meskipun riba dapat menguntungkan seseorang di dunia karena bisa mendapatkan kembalian lebih daripada sesuatu yang dipinjamkan atau diberikan kepada orang lain, riba ini di larang oleh Allah. Riba bukanlah cerminan dari seseorang yang memiliki iman. Maraknya perbuatan riba yang ada di dunia ini bisa kita jadikan sebagai ujian untuk hidup kita di dunia untuk menghindarinya. Seperti yang ada di Al Qur’an Surat Ali Imran Ayat 130 yang memiliki arti “Hai orang orang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaKwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.”.

 

Perbuatan Haram

Di dalam agama Islam perbuatan riba di haramkan, apa saja tujuannya riba merupakan perbuatan yang dilarang oleh agama Islam. Apalagi zaman sekarang ini riba sangat banyak di lakukan di sekitar kira, bahkan mungkin sudah menjadi suatu kebudayaan yang umum dilakukan oleh seluruh kalangan masyarakat. Riba ini bisa merusak untuk masa depan seluruh orang yang bercampur tangan dalam kegiatan tersebut.

Seperti yang ada di Al Qur’an Surat Ar Ruum Ayat 39 yang memiliki arti “Dan riba yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah dan apa yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah maka yang berbuat demikian itulah orang orang yang melipatgandakan pahalanya.”.

 

Sejalan Dengan Setan

Seperti yang kita ketahui bahwa setan ini memiliki sifat untuk menyesatkan jalan manusia agar selalu lalai dan melanggar larangan yang dibuat oleh Allah. Salah satu dari bentuk kegiatan yang setan sukai adalah riba, karena riba ini bisa membuat orang memiliki sifat rakus dan sifat sombong yang merupakan sifat tidak terpuji bagi umat Islam, Seperti yang ada di Al Qur’an Surat Al Baqarah Ayat 275 yang memiliki arti “Orang orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran tekanan penyakit gila.”.

 

Seluruh Pihak Berdosa

Semua pihak yang turut serta andil dalam kegiatan riba akan mendapatkan dosa, entah itu seorang yang meminjam, seseorang yang memiliki modal, makelar, atau bahkan hanya saksi juga akan mendapatkan dosa. Termasuk juga jika ada badan usaha yang memberikan utang piutang dengan sistem riba maka akan banyak karyawan di dalamnya yang ikut terkena imbasnya juga. Seperti dalam HR Imam Muslim “Rasulullah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba, dua orang saksinya, semuanya sama saja.”.

 

Menyebarkan Keburukan

Kegiatan riba juga merupakan bentuk menyebarkan keburukan kepada orang lain, karena melakukan riba tidak hanya salah satu pihak yang mendapatkan dosa. Namun seluruh pihak yang ikut andil dalam proses kegiatan riba meskipun peran dari orang tersebut sangat kecil, mereka akan tetap mendapatkan dosa, sehingga riba dikatakan sebagai perbuatan menyebarkan keburukan.

 

Menimbulkan Tamak

Akan menimbulkan sifat tamak, karena seseorang yang melakukan riba terutama seseorang yang memberikan pinjaman akan merasa bahwa itu merupakan sesuatu yang sangat menguntungkan. Dimana Ia hanya meminjamkan sesuatu dan dikembalikan dengan nilai yang lebih besar, sehingga Ia akan selalu menginginkan lagi lagi untuk melakukan kegiatan riba demi keuntungan diri sendiri tersebut meskipun ini perbuatan yang dilarang

 

Doa Tidak Dikabulkan

Seseorang yang memakan dan meminum sesuatu yang haram doa yang dimintanya tidak akan di kabulkan oleh Allah, seperti yang ada pada HR Muslim berikut “Makanan dan minumannya berasal dari yang haram, pakaiannya haram dan dikenyangkan oleh yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan Allah?.”. Karena seperti yang telah di jelaskan di poin sebelumnya bahwa kegiatan riba merupakan perbuatan yang haram.

 

Harta Tidak Berkah

Harta yang di dapatkan dari pekerjaan sistem riba tidak akan bisa menjadi berkah bagi orang yang mendapatkan bahkan bagi keluarganya jika uang tersebut digunakan untuk memberi makan keluarganya, mreka dapat ikut terjerumus untuk ikut menanggung dosa dari riba yang telah dilakukan tersebut karena menurut HR At Tirmidzi “Daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka.”.

Menyulitkan Orang Lain

Tentu saja meskipun bagi pihak tertentu dalam materi akan menguntungkan dan membuat mereka senang, namun ada pihak lain yang akan menjadi sulit dan susah, karena bertambahnya beban yang Ia miliki ketika meminjam sesuatu dan harus dikembalikan dengan jumlah atau nilai yang lebih besar dari jumlah atau nilai yang Ia pinjam sebelumnya.

 

Amal Tidak Diterima Allah

Amal yang seseorang perbuat dari harta hasil riba tidak akan diterima oleh Allah, seperti misalnya harta yang seseorang dapatkan dari hasil riba dan dilakukannya untuk sedekah kepada orang yang membutuhkan harta tersebut maka itu merupakan bentuk amalan yang oleh Allah tidak akan diterima dan perbuatan sia sia, karena harta tersebut merupakan harta dari sesuatu yang di larang oleh Allah.

 

Baik seperti itulah artikel kali ini dari Mastekno mengenai riba yang mengulas mengenai 10 Bahaya Perbuatan Riba Menurut Agama Islam. Sebenarnya masih ada banyak lagi bahaya dari perbuatan riba yang diterangkan dalam agama Islam, karena riba merupakan suatu perbuatan yang haram bahkan dosa yang ada di dalam riba ini lebih besar dari dosa Zina seperti dalam HR Ahmad “Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui bahwa di dalamnya adalah hasil riba, dosanya itu lebih besar dari melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.”.

 

36 kali zina merupakan dosa yang sangat besar, seperti yang kita tau bahwa zina saja sudah merupakan perbuatan yang sangat buruk dan terdapat dosa di dalamnya. Terimakasih telah berkunjung di Mastekno, apabila ada yang kurang sesuai dalam artikel di atas bisa bantu sampaikan melalui kolom komentar di bawah ini ya!



  1. Avatarinsan berkata:

    Betul.Riba Dosanya besar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *