√ 15 Bagian Bagian Mikroskop, Fungsi dan Gambar (Lengkap)

15 Bagian Bagian Mikroskop, Gambar, Fungsi dan Jenis Mikroskop

15 Bagian Bagian Mikroskop, Gambar, Fungsi dan Jenis Mikroskop
By : Mochamad Alif Prayogo 10 min read

Bagian Bagian Mikroskop – Mikroskop adalah sebuah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang ukurannya sangat kecil yang tidak bisi dilihat dengan menggunakan mata telanjang. Kamu bisa menemukan Mikroskop ini di Laboratorium dan tempat-tempat penelitian lainnya. Biasanya Mikroskop ini digunakan untuk melihat organisme yang ukurannya sangat kecil atau mikroskopis yang sulit dilihat oleh mata kita tanpa menggunakan bantuan alat.

Berdasarkan dari sumber pembentukan bayangannya, mikroskop bisa dibedakan menjadi dua, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya adalah mikroskop yang menggunakan cahaya untuk sumber pembentukan bayangannya, sedangkan untuk mikroskop elektron adalah mikroskop yang menggunakan elektron untuk sumber pembentukan bayangannya.

Mikroskop cahaya juga bisa dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu mikroskop binokuler dan mikroskop monokuler. Mikroskop monokuler hanya mempunyai satu lensa okuler saja, sedangkan untuk mikroskop binokuler memiliki 2 lensa okuler yang bisa digunakan oleh dua mata kita secara bersama-sama.

Yang kedua, mikroskop elektron merupakan jenis mikroskop yang lebih canggih dibanding mikroskop cahaya. Mikroskop elektron memiliki kemampuan untuk memperbesar sampai dengan 250.000 kali lebih besar dan mikroskop ini juga sering digunakan untuk mempelajari bagian-bagian terkecil dari makhluk hidup, contohnya sel dan bagian-bagian penyusun sel yang sangat-sangat kecil.

 

Bagian-Bagian Mikroskop dan Fungsinya

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 1

Mikroskop terdiri atas 2 bagian utama, yaitu bagian optik dan bagian mekanik. Bagian pertama yaitu optik adalah bagian yang membuat proyeksi bayangan benda di mata kita, bagian ini terdiri atas Lensa okuler, Lensa objektif, Reflektor, dan Kondensor. Sedangkan untuk bagian mekanik adalah bagian yang digunakan sebagai penunjang bagian optik. Bagian mekanik ini terdiri atas Tabung mikroskop, Pengaturan fokus, Revolver, Diafragma, Penjepit Objek, Meja objek, Kaki mikroskop, Lengan mikroskop, dan Sendi Inklinasi (sekrup).

 

Lensa Objektif

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 2

Bagian pertama lensa objektif adalah lensa yang berada di dekat objek yang sedang diamati, fungsi dari lensa ini adalah memperbesar bayangan benda atau objek pengamatan dengan perbesaran 10x, 40x, dan 100x.

 

Lensa Okuler

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 3

Bagian kedua adalah lensa okuler yaitu lensa yang berada di dekat mata dari orang yang mengamati, fungsi dari lensa okuler adalah untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif dengan perbesar 5x, 10x, dan 12,5x.

 

Reflektor (Cermin Pengatur)

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 4

Reflektor atau bisa juga disebut cermin pengatur merupakan bagian mikroskop yang fungsinya untuk memantulkan cahaya kedalam diafragma. Bagian ini mempunyai 2 sisi data dan cekung bisa dilepas dan diganti dengan sumber cahaya yang berasal dari lampu. Dalam model mikroskop yang baru sekarang ini, cermin ini sudah lagi digunakan karena sudah ada sumber cahaya yang terpasang pada bagian bawah atau kaki mikroskop.

 

Kondensor

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 5

Bagian dari mikroskop yang lainnya adalah Kondensor. Kondensor adalah alat yang berfungsi mengumpulkan cahaya yang masuk kemudian memfokuskan cahaya tersebut untuk menerangi objek yang sedang diamati.

 

Tabus (Tabung Mikroskop)

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 6

Tabung mikroskop atau biasa disebut tabus merupakan bagian dari mikroskop yang berfungsi untuk mengatur fokus dan menjadi penghubung antara lensa okuler dengan lensa objektif dari mikroskop.

 

Revolver (Pemutar Lensa)

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 7

Bagian mikroskop yang bernama revolver atau pemutar lensa berfungsi mengatur perbesaran dan pengecilan lensa objektif. Cara menggunakan revolver ini adalah dengan memutarnya ke kiri atau ke kanan.

 

Diafragma

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 8

Diafragma merupakan salah satu bagian mikroskop yang sangat penting. Diafragma berfungsi mengatur banyak atau sedikitnya cahaya yang masuk atau cahaya yang digunakan dalam mikroskop.

 

Penjepit Objek (Klip)

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 9

Penjepit objek atau klip merupakan bagian mikroskop yang fungsi tamanya untuk menjepit kaca yang melapisi objek supaya objek tersebut tidak mudah geser atau pindah. Selain itu juga digunakan untuk memegang, menahan atau menekan kaca objek supaya muda digerakan pada saat proses pengamatan berlangsung.

 

Meja Mikroskop

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 10

Bagian lain yang ada pada sebuah mikroskop adalah Meja Mikroskop. Meja mikroskop berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan objek yang mau diamati atau diteliti.

 

Lengan Mikroskop

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 11

Bagian mikroskop yang lainnya adalah lengan mikroskop. Fungsi utama yang dimiliki lengan mikroskop adalah sebagai pegangan pada mikroskop supaya mudah dalam penggunaannya.

 

Kaki Mikroskop

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 12

Bagian mikroskop yang lain adalah kaki mikroskop. Fungsi utama yang dimiliki oleh kaki mikroskop adalah untuk menopang atau menyangga mikroskop tersebut supaya tidak mudah jatuh dan rusak.

 

Pemutar Halus (Mikrometer)

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 13

Bagian mikroskop pemutar halus atau mikrometer berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan tabung pada mikroskop dengan tepat dan lambat, bentuk mikrometer ini lebih kecil daripada makrometer. Bagian mikrometer atau pemutar halus berada di lengan mikroskop.

 

Pemutar Kasar (Makrometer)

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 14

Sama seperti mikrometer, bagian mikroskop pemutar kasar atau makrometer juga terletak di lengan mikroskop. Bedanya makrometer ini berfungsi untuk menarik dan menurunkan tabung mikroskop dengan tepat dan cepat.

 

Sendi Inklanasi

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 15

Bagian mikroskop yang terakhir adalah sendi inklinasi. Sendi inklinasi pada mikroskop berfungsi untuk mengatur derajat kemiringan mikroskop untuk memudahkan dalam proses pengamatan objek.

 

 

Cara Menggunakan Mikroskop

Cara untuk menggunakan mikroskop gampang-gampang mudah. Namun saat menggunakan mikroskop kamu harus berhati-hati dan sesuai dengan SOP yang ada. Nah, berikut ini adalah cara umum dalam penggunaan mikroskop:

  1. Objek yang mau diamati diletakkan di atas kaca preparat / diletakkan di atas meja benda. Kemudian setelah itu putar lensa okuler secara perlahan ke perbesaran lemah.
  2. Setelah itu putar bagian makrometer ke arah belakang kemudian geser pemutar lensa. Silahkan atur posisi lensa objektif supaya sesuai dengan arah datangnya cahaya. Pengaturan awal umumnya dilakukan dengan perbesaran 10x atau bisa juga 25x.
  3. Naikkan bagian kondensor kemudian buka bagian diafragma supaya cahaya yang masuk bisa terserap sempurna. Silahkan putar cermin dengan perlahan dan lakukan pengamatan sampai terlihat bagian gelap terangnya.
  4. Jika sudah, putar bagian mikrometer mendekat kearah meja, kemudian posisikan lensa objektif cukup dekat dengan benda preparat. Silahkan kamu amati dan ulangi prosedur tadi dengan menambah perbesaran ke perbesaran yang lebih tinggi atau lebih kuat lagi sapai sesuai dengan apa yang ingin kamu capai.

 

 

Jenis-Jenis Mikroskop

Seperti yang sudah mastekno jelaskan sebelumnya bahwa mikroskop ini bisa dibedakan menjadi dua jenis yaitu mikroskop cahaya monokuler dan binokuler serta mikroskop elektron. Dari jenis tadi ada banyak tipe mikroskop yang banyak digunakan dan populer di kalangan peneliti di dunia. Tiap mikroskop tentunya memiliki karakteristik serta kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Nah, berikut ini adalah beberapa jenis mikroskop beserta gambarnya lengkap.

 

Mikroskop Monokuler

Mikroskop yang pertama adalah mikroskop monokuler. Mikroskop jenis ini hanya dilengkapi dengan satu jenis lensa okuler saja dan penggunannya menggunakan cahaya. Untuk bisa mendapatkan perbesaran yang baik para pengguna mikroskop ini harus bisa mengatur fokus perbesaran yang ada. Dikarenakan hanya dilengkapi satu lensa saja, mikroskop ini hanya bisa melihat benda-benda sederhana seperti jaringan otot, sel hewan dan sel tumbuhan.

 

Mikroskop Binoukuler

Berbeda dengan mikroskop monokuler yang hanya dibekali dengan satu lensa saja, mikroskop binokuler ini memiliki dua lensa yang bisa kamu gunakan di kedua mata secara bersamaan. Saat menggunakan mikroskop berbagai benda kecil seperti bakteri, sel darah, sampai dengan fungus bisa kita lihat. Mikroskop jenis ini bisa kita temukan di sekolah, rumah sakit, dan lembaga penelitian setempat.

 

Mikroskop Fase Kontras

Mikroskop fase kontras atau mikroskop PCM adalah salah satu mikroskop cahaya yang memberikan perbesaran benda sampai dengan 1000x dan mikroskop biasa digunakan untuk mengamati virus, bakteri, dan sel yang masih hidup. Pergerakan serta aktivitas sel yang tadinya tidak bisa kita amati menjadi bisa kita amati dengan jelas jika kamu menggunakan mikroskop jenis ini.

 

Mikroskop Medan Terang

Jenis mikroskop selanjutnya adalah mikroskop medan terang atau DFM. Mikroskop ini memiliki cara kerja yang sedikit berbeda dengan mikroskop BFM. Dalam mikroskop DFM ini terdapat kondensor khusus yang mempunyai kemampuan untuk membentuk kerucut hampa dari berkas cahaya yang didapat.

Jadi, pada saat cahaya diterima, berkasnya cahaya akan langsung dipantulkan ke gelas preparat dengan sudut yang lebih kecil, jadi perbesaran serta rincian yang terlihat di gelas akan mendekati tampilan asli dari organismenya. Mikroskop ini biasanya digunakan untuk mengamati virus dan bakteri yang ukurannya sangat kecil dalam keadaan hidup.

 

Mikroskop Pendar

Mikroskop adalah mikroskop yang menggunakan teknologi cahaya fluorescence yang bisa membuat peneliti untuk melihat struktur protein yang ada dalam sebuah antibodi atau antigen makhluk hidup. Mikroskop jenis ini biasanya digunakan untuk penelitian yang berhubungan dengan teknologi untuk menemukan obat atau vaksin dari penyakit tertentu yang ada.

 

Mikroskop Ultraviolet

Jenis mikroskop selanjutnya adalah mikroskop ultraviolet. Mikroskop ultraviolet ini adalah salah satu mikroskop cahaya yang menggunakan panjang gelombang ultraviolet untuk melihat benda preparat dengan daya pisah yang sampai dua kali lipat lebih besar dibanding mikroskop pada umumnya. Alhasil mikroskop ini digunakan untuk melihat struktur paling sederhana dari suatu mikroorganisme ataupun organ tubuh manusia untuk melihat patologi sebuah penyakit.

 

Mikroskop SEM (Scanning Electron Micrroscope)

Sesuai dengan nama mikroskop ini, yaitu mikroskop SEM merupakan salah satu mikroskop elektron yang mempunyai perbesaran sampai 0.1nm. saat menggunakan mikroskop ini, cahaya dari elektron (hasil dari reaksi tungsten filamen dengan LaB6) akan difokuskan ke lensa magnetik kemudian diteruskan ke pemindaian objek di bagian koil detektor.

Hasil dari pengamatan akan langsung ditampilkan di monitor dan pada saat penggunaan mikroskop harus berada di ruang vakum. Biasanya mikroskop ini digunakan untuk mengamati permukaan pada sel seperti sel epidermis, jaringan palisade, dan sebagainya.

 

Mikroskop TEM

Mikroskop TEM adalah mikroskop yang bisa memberikan perbesaran yang lebih tinggi daripada SEM, yaitu perbesaran sampai 0.01-1.02nm. Berdasarkan cara kerja yang diperlihatkan, mikroskop ini juga mempunyai hasil yang lebih akurat dibanding mikroskop SEM, jadi biasanya mikroskop TEM dipakai untuk mengamati beragam patologi sel dan morfolognya.

 

Mikroskop Stereo

Mikroskop yang satu ini jug termasuk dalam mikroskop elektron yang bisa memberikan perbesaran 7 sampai 30x. Mikroskop ini dianggap lebih menarik dan memiliki akurasi yang lebih tinggi dibanding mikroskop TEM dan SEM karena hasilnya yang berupa sebuah gambar 3D.

 

Nah, itulah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kamu mengenai bagian-bagian mikroskop beserta fungsi dan gambarnya yang perlu kamu ketahui. Sekarang kamu sudah tahu apa saja bagian-bagian yang ada di mikroskop dan tidak akan bingung saat ditanya guru. Selain itu kamu juga jadi tahu bahwa jenis-jenis mikroskop itu ada banyak, bukan cuma dua jenis saja yaitu binokuler dan monokuler. Jika kamu masih bingung dengan informasi di atas, silahkan komen.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 Bagian Bagian Mikroskop, Gambar, Fungsi dan Jenis Mikroskop

15 Bagian Bagian Mikroskop, Gambar, Fungsi dan Jenis Mikroskop
By : Mochamad Alif Prayogo 10 min read

Bagian Bagian Mikroskop – Mikroskop adalah sebuah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang ukurannya sangat kecil yang tidak bisi dilihat dengan menggunakan mata telanjang. Kamu bisa menemukan Mikroskop ini di Laboratorium dan tempat-tempat penelitian lainnya. Biasanya Mikroskop ini digunakan untuk melihat organisme yang ukurannya sangat kecil atau mikroskopis yang sulit dilihat oleh mata kita tanpa menggunakan bantuan alat.

Berdasarkan dari sumber pembentukan bayangannya, mikroskop bisa dibedakan menjadi dua, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya adalah mikroskop yang menggunakan cahaya untuk sumber pembentukan bayangannya, sedangkan untuk mikroskop elektron adalah mikroskop yang menggunakan elektron untuk sumber pembentukan bayangannya.

Mikroskop cahaya juga bisa dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu mikroskop binokuler dan mikroskop monokuler. Mikroskop monokuler hanya mempunyai satu lensa okuler saja, sedangkan untuk mikroskop binokuler memiliki 2 lensa okuler yang bisa digunakan oleh dua mata kita secara bersama-sama.

Yang kedua, mikroskop elektron merupakan jenis mikroskop yang lebih canggih dibanding mikroskop cahaya. Mikroskop elektron memiliki kemampuan untuk memperbesar sampai dengan 250.000 kali lebih besar dan mikroskop ini juga sering digunakan untuk mempelajari bagian-bagian terkecil dari makhluk hidup, contohnya sel dan bagian-bagian penyusun sel yang sangat-sangat kecil.

 

Bagian-Bagian Mikroskop dan Fungsinya

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 1

Mikroskop terdiri atas 2 bagian utama, yaitu bagian optik dan bagian mekanik. Bagian pertama yaitu optik adalah bagian yang membuat proyeksi bayangan benda di mata kita, bagian ini terdiri atas Lensa okuler, Lensa objektif, Reflektor, dan Kondensor. Sedangkan untuk bagian mekanik adalah bagian yang digunakan sebagai penunjang bagian optik. Bagian mekanik ini terdiri atas Tabung mikroskop, Pengaturan fokus, Revolver, Diafragma, Penjepit Objek, Meja objek, Kaki mikroskop, Lengan mikroskop, dan Sendi Inklinasi (sekrup).

 

Lensa Objektif

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 2

Bagian pertama lensa objektif adalah lensa yang berada di dekat objek yang sedang diamati, fungsi dari lensa ini adalah memperbesar bayangan benda atau objek pengamatan dengan perbesaran 10x, 40x, dan 100x.

 

Lensa Okuler

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 3

Bagian kedua adalah lensa okuler yaitu lensa yang berada di dekat mata dari orang yang mengamati, fungsi dari lensa okuler adalah untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif dengan perbesar 5x, 10x, dan 12,5x.

 

Reflektor (Cermin Pengatur)

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 4

Reflektor atau bisa juga disebut cermin pengatur merupakan bagian mikroskop yang fungsinya untuk memantulkan cahaya kedalam diafragma. Bagian ini mempunyai 2 sisi data dan cekung bisa dilepas dan diganti dengan sumber cahaya yang berasal dari lampu. Dalam model mikroskop yang baru sekarang ini, cermin ini sudah lagi digunakan karena sudah ada sumber cahaya yang terpasang pada bagian bawah atau kaki mikroskop.

 

Kondensor

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 5

Bagian dari mikroskop yang lainnya adalah Kondensor. Kondensor adalah alat yang berfungsi mengumpulkan cahaya yang masuk kemudian memfokuskan cahaya tersebut untuk menerangi objek yang sedang diamati.

 

Tabus (Tabung Mikroskop)

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 6

Tabung mikroskop atau biasa disebut tabus merupakan bagian dari mikroskop yang berfungsi untuk mengatur fokus dan menjadi penghubung antara lensa okuler dengan lensa objektif dari mikroskop.

 

Revolver (Pemutar Lensa)

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 7

Bagian mikroskop yang bernama revolver atau pemutar lensa berfungsi mengatur perbesaran dan pengecilan lensa objektif. Cara menggunakan revolver ini adalah dengan memutarnya ke kiri atau ke kanan.

 

Diafragma

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 8

Diafragma merupakan salah satu bagian mikroskop yang sangat penting. Diafragma berfungsi mengatur banyak atau sedikitnya cahaya yang masuk atau cahaya yang digunakan dalam mikroskop.

 

Penjepit Objek (Klip)

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 9

Penjepit objek atau klip merupakan bagian mikroskop yang fungsi tamanya untuk menjepit kaca yang melapisi objek supaya objek tersebut tidak mudah geser atau pindah. Selain itu juga digunakan untuk memegang, menahan atau menekan kaca objek supaya muda digerakan pada saat proses pengamatan berlangsung.

 

Meja Mikroskop

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 10

Bagian lain yang ada pada sebuah mikroskop adalah Meja Mikroskop. Meja mikroskop berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan objek yang mau diamati atau diteliti.

 

Lengan Mikroskop

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 11

Bagian mikroskop yang lainnya adalah lengan mikroskop. Fungsi utama yang dimiliki lengan mikroskop adalah sebagai pegangan pada mikroskop supaya mudah dalam penggunaannya.

 

Kaki Mikroskop

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 12

Bagian mikroskop yang lain adalah kaki mikroskop. Fungsi utama yang dimiliki oleh kaki mikroskop adalah untuk menopang atau menyangga mikroskop tersebut supaya tidak mudah jatuh dan rusak.

 

Pemutar Halus (Mikrometer)

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 13

Bagian mikroskop pemutar halus atau mikrometer berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan tabung pada mikroskop dengan tepat dan lambat, bentuk mikrometer ini lebih kecil daripada makrometer. Bagian mikrometer atau pemutar halus berada di lengan mikroskop.

 

Pemutar Kasar (Makrometer)

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 14

Sama seperti mikrometer, bagian mikroskop pemutar kasar atau makrometer juga terletak di lengan mikroskop. Bedanya makrometer ini berfungsi untuk menarik dan menurunkan tabung mikroskop dengan tepat dan cepat.

 

Sendi Inklanasi

bagian bagian mikroskop dan fungsinya 15

Bagian mikroskop yang terakhir adalah sendi inklinasi. Sendi inklinasi pada mikroskop berfungsi untuk mengatur derajat kemiringan mikroskop untuk memudahkan dalam proses pengamatan objek.

 

 

Cara Menggunakan Mikroskop

Cara untuk menggunakan mikroskop gampang-gampang mudah. Namun saat menggunakan mikroskop kamu harus berhati-hati dan sesuai dengan SOP yang ada. Nah, berikut ini adalah cara umum dalam penggunaan mikroskop:

  1. Objek yang mau diamati diletakkan di atas kaca preparat / diletakkan di atas meja benda. Kemudian setelah itu putar lensa okuler secara perlahan ke perbesaran lemah.
  2. Setelah itu putar bagian makrometer ke arah belakang kemudian geser pemutar lensa. Silahkan atur posisi lensa objektif supaya sesuai dengan arah datangnya cahaya. Pengaturan awal umumnya dilakukan dengan perbesaran 10x atau bisa juga 25x.
  3. Naikkan bagian kondensor kemudian buka bagian diafragma supaya cahaya yang masuk bisa terserap sempurna. Silahkan putar cermin dengan perlahan dan lakukan pengamatan sampai terlihat bagian gelap terangnya.
  4. Jika sudah, putar bagian mikrometer mendekat kearah meja, kemudian posisikan lensa objektif cukup dekat dengan benda preparat. Silahkan kamu amati dan ulangi prosedur tadi dengan menambah perbesaran ke perbesaran yang lebih tinggi atau lebih kuat lagi sapai sesuai dengan apa yang ingin kamu capai.

 

 

Jenis-Jenis Mikroskop

Seperti yang sudah mastekno jelaskan sebelumnya bahwa mikroskop ini bisa dibedakan menjadi dua jenis yaitu mikroskop cahaya monokuler dan binokuler serta mikroskop elektron. Dari jenis tadi ada banyak tipe mikroskop yang banyak digunakan dan populer di kalangan peneliti di dunia. Tiap mikroskop tentunya memiliki karakteristik serta kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Nah, berikut ini adalah beberapa jenis mikroskop beserta gambarnya lengkap.

 

Mikroskop Monokuler

Mikroskop yang pertama adalah mikroskop monokuler. Mikroskop jenis ini hanya dilengkapi dengan satu jenis lensa okuler saja dan penggunannya menggunakan cahaya. Untuk bisa mendapatkan perbesaran yang baik para pengguna mikroskop ini harus bisa mengatur fokus perbesaran yang ada. Dikarenakan hanya dilengkapi satu lensa saja, mikroskop ini hanya bisa melihat benda-benda sederhana seperti jaringan otot, sel hewan dan sel tumbuhan.

 

Mikroskop Binoukuler

Berbeda dengan mikroskop monokuler yang hanya dibekali dengan satu lensa saja, mikroskop binokuler ini memiliki dua lensa yang bisa kamu gunakan di kedua mata secara bersamaan. Saat menggunakan mikroskop berbagai benda kecil seperti bakteri, sel darah, sampai dengan fungus bisa kita lihat. Mikroskop jenis ini bisa kita temukan di sekolah, rumah sakit, dan lembaga penelitian setempat.

 

Mikroskop Fase Kontras

Mikroskop fase kontras atau mikroskop PCM adalah salah satu mikroskop cahaya yang memberikan perbesaran benda sampai dengan 1000x dan mikroskop biasa digunakan untuk mengamati virus, bakteri, dan sel yang masih hidup. Pergerakan serta aktivitas sel yang tadinya tidak bisa kita amati menjadi bisa kita amati dengan jelas jika kamu menggunakan mikroskop jenis ini.

 

Mikroskop Medan Terang

Jenis mikroskop selanjutnya adalah mikroskop medan terang atau DFM. Mikroskop ini memiliki cara kerja yang sedikit berbeda dengan mikroskop BFM. Dalam mikroskop DFM ini terdapat kondensor khusus yang mempunyai kemampuan untuk membentuk kerucut hampa dari berkas cahaya yang didapat.

Jadi, pada saat cahaya diterima, berkasnya cahaya akan langsung dipantulkan ke gelas preparat dengan sudut yang lebih kecil, jadi perbesaran serta rincian yang terlihat di gelas akan mendekati tampilan asli dari organismenya. Mikroskop ini biasanya digunakan untuk mengamati virus dan bakteri yang ukurannya sangat kecil dalam keadaan hidup.

 

Mikroskop Pendar

Mikroskop adalah mikroskop yang menggunakan teknologi cahaya fluorescence yang bisa membuat peneliti untuk melihat struktur protein yang ada dalam sebuah antibodi atau antigen makhluk hidup. Mikroskop jenis ini biasanya digunakan untuk penelitian yang berhubungan dengan teknologi untuk menemukan obat atau vaksin dari penyakit tertentu yang ada.

 

Mikroskop Ultraviolet

Jenis mikroskop selanjutnya adalah mikroskop ultraviolet. Mikroskop ultraviolet ini adalah salah satu mikroskop cahaya yang menggunakan panjang gelombang ultraviolet untuk melihat benda preparat dengan daya pisah yang sampai dua kali lipat lebih besar dibanding mikroskop pada umumnya. Alhasil mikroskop ini digunakan untuk melihat struktur paling sederhana dari suatu mikroorganisme ataupun organ tubuh manusia untuk melihat patologi sebuah penyakit.

 

Mikroskop SEM (Scanning Electron Micrroscope)

Sesuai dengan nama mikroskop ini, yaitu mikroskop SEM merupakan salah satu mikroskop elektron yang mempunyai perbesaran sampai 0.1nm. saat menggunakan mikroskop ini, cahaya dari elektron (hasil dari reaksi tungsten filamen dengan LaB6) akan difokuskan ke lensa magnetik kemudian diteruskan ke pemindaian objek di bagian koil detektor.

Hasil dari pengamatan akan langsung ditampilkan di monitor dan pada saat penggunaan mikroskop harus berada di ruang vakum. Biasanya mikroskop ini digunakan untuk mengamati permukaan pada sel seperti sel epidermis, jaringan palisade, dan sebagainya.

 

Mikroskop TEM

Mikroskop TEM adalah mikroskop yang bisa memberikan perbesaran yang lebih tinggi daripada SEM, yaitu perbesaran sampai 0.01-1.02nm. Berdasarkan cara kerja yang diperlihatkan, mikroskop ini juga mempunyai hasil yang lebih akurat dibanding mikroskop SEM, jadi biasanya mikroskop TEM dipakai untuk mengamati beragam patologi sel dan morfolognya.

 

Mikroskop Stereo

Mikroskop yang satu ini jug termasuk dalam mikroskop elektron yang bisa memberikan perbesaran 7 sampai 30x. Mikroskop ini dianggap lebih menarik dan memiliki akurasi yang lebih tinggi dibanding mikroskop TEM dan SEM karena hasilnya yang berupa sebuah gambar 3D.

 

Nah, itulah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kamu mengenai bagian-bagian mikroskop beserta fungsi dan gambarnya yang perlu kamu ketahui. Sekarang kamu sudah tahu apa saja bagian-bagian yang ada di mikroskop dan tidak akan bingung saat ditanya guru. Selain itu kamu juga jadi tahu bahwa jenis-jenis mikroskop itu ada banyak, bukan cuma dua jenis saja yaitu binokuler dan monokuler. Jika kamu masih bingung dengan informasi di atas, silahkan komen.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *